Artikel Ilmiah : I1A015086 a.n. BELA INTAN FARIKHA
| NIM | I1A015086 |
|---|---|
| Namamhs | BELA INTAN FARIKHA |
| Judul Artikel | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KELELAHAN PADA PENGEMUDI MINI BUS JURUSAN PURWOKERTO-CILACAP MELALUI JALUR KROYA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Latar Belakang : Kelelahan sering kali terjadi saat pelaksanaan proses kerja dan mengemudi adalah salah satu jenis pekerjaan yang dikenal melelahkan karena aktivitasnya yang monoton. Di Selandia Baru kelelahan pengemudi merupakan faktor utama terjadi kecelakaan di jalan, pada tahun 2007 terjadi kecelakaan yang mengakibatkan 54 kematian, 188 luka-luka berat dan 798 luka ringan dan data kecelakaan di Indonesia menyebutkan bahwa kelelahan pengemudi menyumbang lebih dari 25% dari total kecelakaan yang terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor apa saja yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi. Metode : Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah 52 pengemudi mini bus jurusan Purwokerto-Cilacap melalui jalur Kroya dengan sampel sebanyak 52 pengemudi. Data diambil melalui wawancara dengan kuesioner, recall dan pengukuran kelelahan dengan reaction timer. Analisis data yang dilakukan yaitu analisis univariat, bivariat dan multivariat. Hasil : Variabel yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi mini bus jurusan Purwokerto-Cilacap melalui jalur Kroya yaitu usia (p=0,034). Variabel yang tidak berhubungan yaitu masa kerja (p=0,825), waktu tidur (p=0,095), waktu kerja (p=1,000), tingkat asupan energi (p=0,153). Variabel yang paling berpengaruh terhadap kelelahan yaitu usia (OR=6,315). Simpulan : Variabel yang berhubungan dengan kelelahan pada pengemudi mini bus jurusan Purwokerto-Cilacap melalui jalur Kroya yaitu usia. Upaya yang dapat dilakukan yaitu adanya program medical check up dan lebih memperhatikan adanya batasan usia untuk mengemudi. Kata Kunci : Kelelahan, Pengemudi Mini Bus, Usia Pengemudi |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT Background : Fatigue often occurs while working, and driving is one type of work that is known to be tiring because of its monotonous activities. In New Zealand fatigue in driving is a major factor in road accidents, in 2007 there were accidents resulting in 54 deaths, 188 seriously injured and 798 minor injuries. Accident data in Indonesia states that driver fatigue accounts for more than 25% of the total accidents that happened. This study aimed to determine what factors are associated with fatigue in the driver. Method : This research is a quantitative research with cross sectional approach. The population in this research is 52 driver minibus in route at Purwokerto-Cilacap through Kroya’s track with sample of 52 driver using total sampling technique. Data collection technique were conducted by used a Reaction Timer. The data were analyzed into univariate, bivariate and multivariate analysis. Result : Variables that associated with fatigue is age (p=0,034). Variables that not associated with fatigue are work period (p=1,000), sleep time (p=0,095), time work (p=1,000) and level of energy intake (p=0,254). The results of multivariate analysis showed influential variable is age (OR=6,315). Conclusion : The variables that associated with fatigue is age of driver minibus in route at Purwokerto-Cilacap through Kroya’s track. Efforts that can be made are the medical check-up program and pay more attention to the age limit for driving. Keyword : Fatigue, Driver Minibus, Driver’s Age |
| Kata kunci | Kelelahan, Pengemudi Mini Bus, Usia Pengemudi |
| Pembimbing 1 | Suryanto, S.KM, M.Sc |
| Pembimbing 2 | Dian Anandari, S.KM, M.KM |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2019-08-28 09:10:09.855165 |