Home
Login.
Artikelilmiahs
26257
Update
FRIDHO ADITAMA
NIM
Judul Artikel
Representasi Bullying dalam Film Anime (Studi Analisis Semiotika Roland Barthes pada film anime A Silent Voice)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Film sebagai komunikasi massa visual memiliki fungsi yaitu sebagai media untuk menyampaikan berbagai pesan kepada khalayak karena memiliki kemampuan untuk menggerakan dan mempengaruhi khalayak secara luas. Selain itu, film juga menggambarkan isu-isu yang terjadi di masyarakat dengan membentuk realitasnya sendiri. Salah satunya yaitu isu tentang bullying. Bullying merupakan fenomena dan isu yang berkembang di masyarakat, salah satunya negara Jepang. Para kreator Jepang mewujudkan realitas bullying dalam bentuk budaya populer, yaitu animasi Jepang atau lebih dikenal dengan anime. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana representasi bullying dalam film anime A Silent Voice. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan model semiotika Roland Barthes yang menggunakan denotasi, konotasi, dan mitos. Data pada penelitian ini merupakan adegan-adegan yang sudah dipilih dari film ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying dalam film anime A Silent Voice mengandung perilaku diskriminasi dan kekerasan fisik terhadap penyandang cacat, kemudian diikuti perilaku agresi sosial dan pencemaran nama baik. Kemudian, adapula dampak negatif dari korban bullying yang terkandung dalam film tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Film as a visual mass communication has a function, namely as a medium to convey various messages to the public because it has the ability to move and influence the audience at large. In addition, the film also describes the issues that occur in society by forming their own reality. One of them is the issue of bullying. Bullying is a phenomenon and issue that develops in society, one of them is Japan. Japanese creators embody the reality of bullying in the form of popular culture, namely Japanese animation, better known as anime. This study aims to find out how the bullying representation in the A Silent Voice anime movie. The research method used is qualitative with the Roland Barthes semiotic model approach that uses denotation, connotation, and myth. The data in this study are scenes that have been selected from this film. The results showed that bullying in the A Silent Voice anime movie contained discriminatory behavior and physical violence against persons with disabilities, followed by social aggression and defamation behavior. Then, there are also negative effects of the victims of bullying contained in the film.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save