Artikel Ilmiah : F2A015010 a.n. YUSUF EDI PRABOWO

Kembali Update Delete

NIMF2A015010
NamamhsYUSUF EDI PRABOWO
Judul ArtikelANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN BUM DESA BERSAMA KECAMATAN KERTANEGARA KABUPATEN PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Yusuf Edi Prabowo, Program Studi Ilmu Administrasi-Program Pascasarjana Universitas Jenderal Soedirman, Analisis Strategi Pengembangan Bum Desa Bersama Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga Pembimbing I: Dr.Slamet Rosyadi, M.Si; Pembimbing II : Dr.Alizar Isna, M.Si.
BUM Desa Bersama sebagai lembaga sosial harus berpihak kepada kepentingan masyarakat melalui kontribusinya dalam penyediaan pelayanan sosial. Persoalan kinerja BUM Desa sebagai salah satu organisasi publik yaitu munculnya tantangan terberat yang dihadapi dalam penerapan manajemen dan mengelola organiasi secara akuntabel.Beberapa permasalahan dalam pengelolaan BUM Desa Bersama diantaranya keterbatasan pada aspek Sumber Daya Manusia, Permodalan, Potensi
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Kertanegara Kabupaten Purbalingga. Informan terdiri dari unsur pimpinan dan pengurus bum desa bersama yang ditetapkan menggunakan teknik purposive sampling. Fokus kajian dalam penelitian mencakup pelaksanaan formulasi strategi pengembangan organisasi. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif-kuantitatif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum BUM Desa Bersama Kecamatan Kertanegara belum memiliki faktor internal yang menjadi keunggulan organisasi, faktor yang menjadi kekuatan meliputi manajemen, sitem informasi manajemen, penelitian dan pengembangan dan SDM. Sedangkan faktor yang menjadi kelemahan adalah pemasaran, keuangan, produksi dan operasional. Kondisi faktor eksternal yang meliputi peluang dan ancaman diantaranya pertumbuhan ekonomi dan perkembangan teknologi informasi dapat menjadi peluang dalam pengembangan BUM Desa Bersama, sedangkan ancaman yang dapat menghambat pengembangan BUM Desa Bersama meliputi kebijakan pemerintah, dan kekhawatiran munculnya dampak negatif terhadap aspek Sosial Budaya masyarakat sekitar. Strategi pengembangan BUM Desa Bersama yang dapat dilaksanakan, yaitu 1) Mengoptimalkan manajemen yang lebih menggali potensi SDM serta pengelolaan data base yang akurat dengan transformasi kepada sistem pengelolaan manajemen berbasis teknologi informasi, 2) Pengelolaan manajemen berbasis ekonomi sosial masyarakat secara berkelanjutan sehingga dapat memenuhi budaya dan harapan masyarakat, 3) meningkatkan kesadaran dan edukasi kepada masyarakat tentang lembaga keuangan mikro sehingga masyarakat dapat lebih berperan sebagai anggota sekaligus menjadi mitra dalam pengelolaan dan pengembangan BUM Desa Bersama 4) Membuka komunikasi dua arah antar pihak yang berkepentingan, 5) Pengelolaan keuangan secara optimal dan meningkatkan produktivitas dan sistem operasional yang lebih efektif dan efisien. 6) meningkatkan kegiatan pemasaran untuk mempublikasikan keberadaan BUM Desa Bersama pada wilayah yang lebih luas khususnya wilayah yang tingkat partisipasi masyarakatnya masih rendah, dan meningkatakan sarana prasarana yang mendukung operasional.



Abtrak (Bhs. Inggris)Yusuf Edi Prabowo, Administration Studies Program-Jenderal Soedirman University Postgraduate Program, Analysis of Development Strategy of Joint Village-Owned Business Entity Kertanegara Subdistrict, Purbalingga Regency Advisor I: Dr.Slamet Rosyadi, M.Si; Advisor II: Dr. Alizar Isna, M.Si.
Joint Village-Owned Business Entity as a social institution must side with the interests of the community through its contribution in the provision of social services. The problem of Joint Village-Owned Business Entity performance as one of the public organizations is the emergence of the toughest challenges faced in implementing management and managing the organization in an accountable manner. Some of the problems in managing Joint Village-Owned Business Entity include limitations on aspects of Human Resources, Capital, Local Potencies.
This research uses a qualitative research method with a descriptive approach. The study was conducted in Kertanegara Subdistrict, Purbalingga Regency. Informants consisted of elements of the administrators of the village community together who were determined using purposive sampling techniques. The focus of the study in this research includes the implementation of organizational development strategy formulations. Data analysis was performed using descriptive qualitative methods and SWOT analysis. The results showed that in Joint Village-Owned Business Entity Village, Kertanegara Subdistrict did not yet have an internal factor that became an organizational advantage, factors that became strengths included management, management information systems, research and development and HR. While the factors that become weaknesses are marketing, finance, production and operations. External conditions including opportunities and threats including economic growth and information technology development can be opportunities in the development of Joint Village-Owned Business Entity , while threats that can hamper the development of Joint Village-Owned Business Entity include government policies, and fears of negative impacts on the socio-cultural aspects of surrounding communities. Strategies for developing Joint Village-Owned Business Entity that can be implemented, namely 1) Optimizing management that further explores the potential of HR and accurate data base management by transforming into an information technology-based management management system, 2) Management of community-based social economic management in a sustainable manner so that it can meet the culture and community expectations, 3) raising awareness and education to the public about microfinance institutions so that the community can play a role as a member and become a partner in the management and development of Joint Village-Owned Business Entity 4) Open two-way communication between interested parties, 5) Optimal financial management and increase productivity and operational systems that are more effective and efficient. 6) increasing marketing activities to publicize the existence of Joint Village-Owned Business Entity in a wider area, especially areas where the level of community participation is still low, and increasing infrastructure that supports operations.

Keywords: Joint Village-Owned Business Entity, Development Strategy, Strategic Management
Kata kunciKata Kunci: BUM Desa Bersama, Manajemen Stratejik, Strategi Pengembangan
Pembimbing 1Dr. Slamet Rosyadi, M.Si
Pembimbing 2Dr. Alizar Isna, M.Si
Pembimbing 3Dr. Denok Kurniasih, M.Si
Tahun2019
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2019-08-27 15:02:25.999872
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.