Artikelilmiahs
Menampilkan 23.341-23.360 dari 50.260 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23341 | 26533 | F1D012007 | STRATEGI MOBILISASI DUKUNGAN PARTAI NASDEM PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2019 DI DAERAH PEMILIHAN MAJALENGKA III | Penelitian ini berjudul “Strategi Mobilisasi Partai Nasdem Dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019 Di Daerah Pemilihan Majalengka III”. Penelitian ini bermaksud untuk memahami dan mendeskripsikan strategi mobilisasi yang dilakukan Partai Nasdem Majalengka dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019 di Daerah Pemilihan Majalengka III. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Tekni pemeriksaan validasi menggunakan model analisis interaktif yang memuat tiga komponen yaitu kondensasi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian ini menerangkan bagaimana strategi yang dilakukan Partai Nasdem Majalengka secara umum, dan ccalon legislatif di Dapil III khususnya dalam upaya menggiring serata memobilisasi masa untuk mendukung Partai Nasdem pada Pemilihan Umum Legislatif 2019. Selain itu penelitian ini menampilkan upaya bersama antara pengurus partai serta calon legislatif secara beriringan untuk menaikan sura partai untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD dan menjabarkan peluang Partai Nasdem untuk membentuk fraksi sendiri di DPRD Majalengka. | This research is entitled "Strategy for Mobilizing the Nasdem Party in 2019 Legislative Elections in the Electoral District of Majalengka III". This study intends to understand and describe the mobilization strategy carried out by the Nasdem Majalengka Party in the 2019 Legislative General Election in the Electoral District of Majalengka III. This study uses qualitative research methods with a case study approach. The data used are primary data and secondary data. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observations, and documentation. The validation examination technique uses an interactive analysis model that contains three components, namely condensation of data, presentation of data and conclusions. The results of this study explain how the strategy carried out by the Majalengka Nasdem Party in general, and the legislative committee in District III, especially in an effort to bring together mobilize the period to support the Nasdem Party in the 2019 Legislative General Election. in tandem to raise the status of the party to increase seats in the DPRD and describe the opportunities of the Nasdem Party to form their own faction in the Majalengka DPRD. | |
| 23342 | 26536 | B1A015074 | PENGARUH PAKLOBUTRAZOL DAN GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.) | Cabai (Capsicum annum L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia. Hal ini dikarenakan cabai dapat dikonsumsi dalam keadaan segar atau olahan. Paklobutrazol merupakan salah satu zat penghambat tumbuh atau retardan yang peranannya menyebabkan nutrisi dan energi tanaman akan diarahkan mencapai fase generatif lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan produksi. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui pengaruh paklobutrazol dan GA3 terhadap pertumbuhan dan pembungaan cabai (Capsicum annum L.) dan menentukan konsentrasi paklobutrazol dan GA3 yang tepat terhadap pertumbuhan dan pembungaan cabai (Capsicum annum L.). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi Paklobutrazol (P) dengan 4 taraf yaitu P0 : 0 ppm, P1 : 250 ppm, P2 : 500 ppm, dan P3 750 ppm. Faktor kedua yaitu konsentrasi GA (G) dengan 3 taraf yaitu G0 : 0 ppm, G1 : 50 ppm, G2 : 100 ppm dan G3 : 150 ppm. Kombinasi kedua faktor menghasilkan 16 pelakuan. Setiap kombinasi perlakukan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun, waktu pembungaan (hari) dan jumlah bunga. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Paklobutrazol dan GA3 berpengaruh pada pertumbuhan dan pembungaan tanaman cabai (Capsicum annum L.) apabila diaplikasikan secara mendiri. Paklobutrazol dengan konsentrasi 250 ppm dan GA3 dengan konsentrasi 50 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan pembungaan pada tanaman cabai (Capsicum annum L.). | Chili (Capsicum annum L.) is a horticultural commodity that has an important role in food needs in Indonesia. This is because chili can be consumed in fresh or processed conditions. Paclobutrazol is one of the growth inhibitors or retardants whose causes plant nutrients and energy to be directed towards reaching the generative phase faster, so it can increase production. The aim to be achieved in this study was to find out the effect of paclobutrazol and GA3 on the growth and flowering of chili (Capsicum annum L.) and determine the best concentration of paclobutrazol and GA3 for the growth and flowering of chili (Capsicum annum L.). The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with factorial treatment pattern. The first factor is the concentration of Paklobutrazol (P) P0: 0 ppm, P1: 250 ppm, P2: 500 ppm, and P3 750 ppm. The second factor is the concentration of GA (G) G0: 0 ppm, G1: 50 ppm, G2: 100 ppm and G3: 150 ppm. The combination of these two factors resulted in 16 treatments. Each treatment combination was repeated 3 times, so there were 48 experimental units. The parameters observed in this study were plant height (cm), number of leaves, flowering time (days) and number of flowers. The data analyzed by Analysis of Variance with a confidence level of 95%, and followed by the Smallest Significant Difference test (LSD) at an error rate of 5%. The results showed that addition of Paclobutrazol and GA3 had an effect on the growth and flowering of chilli plants (Capsicum annum L.) when applied independently. Paclobutrazol with a concentration of 250 ppm and GA3 with a concentration of 50 ppm was the best concentration for growth and flowering in chili plants (Capsicum annum L.). | |
| 23343 | 26538 | F1B115004 | KUALITAS PELAYANAN PENANGANAN KELUHAN PELANGGAN DI PT. PLN (PERSERO) UNIT LAYANAN PELANGGAN PURWOKERTO KOTA | Pelayanan publik dengan kualitas yang baik merupakan hak bagi setiap orang, maka pemerintah wajib melindungi setiap warga negaranya dengan memastikan bahwa mereka telah mendapatkan pelayanan publik yang layak. Salah satu bentuk dari perlindungan tersebut adalah dengan memberi ruang dan perhatian pada masyarakat untuk menyampaikan keluhannya. Masalah yang dihadapi PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota saat ini adalah memiliki jumlah keluhan pelanggan paling banyak setiap tahunnya dibandingkan dengan ULP lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kualitas pelayanan penanganan keluhan pelanggan di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota. Penelitian ini menggunakan metode kuanitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan ULP Purwokerto Kota yang melakukan keluhan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 543 pelanggan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 85 orang. Metode analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan rata-rata hitung (mean). Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan rata-rata nilai indeks Kualitas Pelayanan Penanganan Keluhan Pelanggan di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota adalah sebesar 71,37% sehingga termasuk dalam kategori yang baik. Hal ini didukung dengan dimensi kualitas pelayanan penanganan keluhan pelanggan timeliness, facilitation, redress, apology, credibility, dan attentiveness yang juga termasuk dalam kategori baik. | Good quality public services are a right for everyone, so the government is obliged to protect every citizen by ensuring that they have proper public services. One form of protection is to give space and attention to the public to express their complaints. Problem in PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota is currently has the highest number of customer complaints each year compared to other ULP. Therefore, this study aims to determine and describe the quality of service handling customer complaints at PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota. This study uses quantitative methods with a descriptive approach. The population in this study is ULP Purwokerto Kota customers who made complaints in 2018 of 543 customers. The sampling technique in this study used simple random sampling, with 85 respondents. The analytical method used is the frequency distribution and the mean (mean). The results showed that based on the average index value of Customer Complaints Handling Service Quality at PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota a is 71.37% so it is included in the good category. This is supported by the dimension of service quality in handling customer complaints, timeliness, facilitation, redress, apology, credibility, and attentiveness which are also included in both categories. | |
| 23344 | 26542 | A1C015031 | KAJIAN KESETIMBANGAN AIR PADA BUDIDAYA KENTANG DENGAN GULUDAN HORIZONTAL DAN VARIASI TEKNIK DRAINASE | Kentang merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Produksi kentang di Indonesia masih rendah, salah satu penyebab yang membuat produktivitas kentang rendah yaitu fluktuasi unsur-unsur cuaca seperti curah hujan yang tinggi sehingga dapat menyebabkan banyaknya serangan hama dan umbi kentang membusuk sebelum panen. Budidaya kentang konvensional umumnya menggunakan guludan vertikal yang berdampak tingginya erosi. Penerapan kentang dengan metode guludan horizontal terbukti dapat mengatasi degradasi lahan dan laju erosi, namun metode ini berpotensi mengurangi jumlah produksi kentang menurun. Hal tersebut dikarenakan guludan horizontal lebih banyak menyimpan air, sehingga diperlukannya penelitian terkait kesetimbangan air pada guludan horizontal dengan variasi teknik drainase. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kesetimbangan air pada lahan kentang guludan horizontal dengan variasi teknik drainase dan (2) mengetahui tingkat produktivitas kentang pada lahan guludan horizontal dengan variasi teknik drainase. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-November 2018 di lahan pertanian Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, Laboratorium Teknik Pengolahan dan Pengendalian Biolingkungan (TPPBL) Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diamati yaitu komponen iklim, run off, kadar air volumetrik tanah, kerapatan tanah, konduktifitas hidrolik tanah, dan hasil panen kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan air tanaman kentang selama satu musim dengan masukan curah hujan sebesar 614,04 mm mengalami surplus air pada setiap perlakuan sebesar R0 164,74 mm, R1 8,52 mm, R1.5 52,80 mm, dan R2 120,06 mm. Nilai produktifitas kentang terhadap perlakuan R1, R1,5 dan R2 berdasarkan uji lanjut LSD 5% tidak berbeda nyata dengan nilai rata-rata produksi 10022,22 Kg/Ha, 10044,44 Kg/Ha dan 8200 Kg/Ha. | Potatoes are one of the important food commodities in Indonesia that have high economic value. Potato production in Indonesia is still low, one of the causes that makes potato’s productivity low is fluctuations in weather elements such as high rainfall so that it can cause a lot of pest attacks and tubers to rot before harvest. Conventional cultivation of potatoes generally uses vertical ridges that have high erosion. The application of potatoes with a horizontal ridges has been proven to overcome land degradation and erosion rates, but this method has the potential to reduce the amount of potato production. Because the horizontal ridge is stores more water, so research is needed regarding water balance in horizontal ridge with variations in drainage techniques. This study aims to: (1) determine the level of water balance in a horizontal potato field with variations in drainage techniques and (2) determine the level of potatoes productivity in horizontal ridge with variations in drainage techniques. The study was held in April-November 2018 on the horticultural crop farm in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency and Bio-Environmental Control Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The variables observed are climate component, volumetric water content of the soil, soil density, soil hydraulic conductivity, and potato yield. The result showed that the water balance of potato during a season which was given with rainfall in amount of 612,04 mm had a positive delta storage for all of the treatments. The values of each treatment are R0 164,74 mm, R1 8,52 mm, R1.5 52,80 mm, dan R2 120,06 mm. The values of the potato’s productivity toward the treatments R1, R1,5 and R2 based on the Post Hoc Test LSD 5% were not really different with the average of the production values, those values were 10022,22 Kg/Ha, 10044,44 Kg/Ha, and 8200 Kg/Ha. | |
| 23345 | 26543 | C1G015031 | THE INFLUENCE FACTORS OF STUDENT PREFERENCES IN ECONOMICS AND BUSINESS FACULTY OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY TOWARDS CLOTHING PRODUCT PURHASING IN THE ONLINE MARKET | Dengan perkembangan internet di Indonesia sekarang, perkembangan usaha memakai media tesebut meningkat. Media Internet adalah satu dari banyak media promosi yang memiliki prospek yang sangat baik, dengan media ini dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Penelitian ini perlu dilakukan karena melihat perilaku berpakaian mahasiswa yang sejalan dengan perkembangan teknologi. Tujuan penelitian ini yaitu menguji meneliti tentang harga barang, pendapatan, pengalaman, lingkungan, ketersediaan barang, usia dan jenis kelamin yang mempengaruhi preferensi konsumen dan mengetahui deskripsi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Selanjutnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa preferensi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dalam pembelian produk pakaian pada pasar online. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari 98 responden yang kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Dalam penelitian ini, didapat variabel harga barang, pendapatan, ketersediaan barang, dan jenis kelamin berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi mahasiswa. Sedangkan pengalaman, lingkungan, dan usia tidak memiliki dampak terhadap preferensi mahasiswa. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu guna memaksimalkan kegiatan transaksi pada pasar online. Untuk memaksimalkan kegiatan transaksi yang menyeluruh terhadap semua lapisan masyarakat, perlu diadakan peningkatan keamanan yaitu otentifikasi baik pihak toko maupun konsumen. Penjual juga harus meningkatkan kualitas produk agar dapat sesuai dengan manfaat yang didapat, meningkatkan loyalitas konsumen kepada toko dengar cara memberikan reward atau poin yang dapat ditukar dengan manfaat lain serta mengembangkan keunggulan kompetitif agar dapat bersaing dalam memenuhi permintaan konsumen. Bagi konsumen agar lebih selektif memilih penjual yang menjual barang dengan kualitas yang baik dan diharapkan dapat meningkatkan kontrol diri dengan tujuan untuk melindungi diri dari perilaku yang impulsif. Dan bagi pemerintah untuk mengatur setiap pelaku usaha agar melakukan sertifikasi yang terdapat didalam undang-undang ITE demi mencapai wujud konkret bisnis berbasis internet yang lebih aman | With the development of the internet in Indonesia today, of course, the development of businesses using the media is increasing. Internet is one of the means of product promotion that has very good prospects nowadays, through which the media can reach consumers more broadly, including clothing products. This research also needs to be done because changes in student behavior in following the latest clothing modes in line with technological advancements and to analyze the student preferences. The purpose of this study is to examine the price of goods, income, experience, environment, availability of goods, age, and gender that affect consumer preferences and to know the description of the independent variables with dependent variable. The data used in this study are primary data taken from 98 respondents then analyzed using multiple linear regression analysis. In this study, obtained variable prices of goods, income, availability of goods, and gender have a positive and significant effect on student preferences. Whereas experience, environment, and age have no effect on student preferences. The implication of the conclusion above is to maximize transaction activities in the online market. To maximize the overall transaction activities for all levels of society, security enhancements need to be held, namely authentication of both the store and consumers. The seller must also improve the quality of the product in order to match the benefits obtained, increase customer loyalty to the store with provide rewards or points that can be exchanged with other benefits and develop competitive advantages in order to compete in meeting consumer demand. For consumers to be more selective to choose the sellers who sell goods with good quality and aexpected to increase self-control in order to protecting themselves from impulsivity. And for the government to regulate every business actor to carry out the certification contained in the ITE law in order to achieve a concrete form of a safer internet-based business. | |
| 23346 | 26544 | B1A015044 | Keanekaragaman dan Kelimpahan Kupu-kupu (Lepidoptera : Rhopalocera) di Cagar Alam Bantarbolang, Jawa Tengah | Kupu-kupu adalah serangga yang termasuk dalam Ordo Lepidoptera, artinya serangga yang hampir seluruh permukaan tubuhnya tertutupi oleh lembaran-lembaran sisik yang memberi warna dan corak sayap kupu-kupu. Keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupu dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti intensitas cahaya matahari, temperatur dan kelembapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupu di Cagar Alam Bantarbolang, Jawa Tengah. Data yang di dapat dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wienner, indeks kemerataan Shannon-Evennes dan indeks Dominansi Simpson. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ditemukan sebanyak 359 individu kupu-kupu dalam 6 familia (Papilionidae, Pieridae, Nymphalidae, Satyridae, Lycaenidae, Hesperiidae). Keanekaragaman tertinggi pada jarak 0 m (H’ = 2.760; E = 0.752). Kelimpahan tertinggi pada jarak 0 m dengan jumlah individu sebanyak 192. Keanekaragaman tertinggi pada jarak 0 m di tepi hutan, sedangkan keragaman terrendah pada jarak 150 m di dalam hutan. Keanekaragaman kupu-kupu didominasi oleh H. glaucippe dari famili Pieridae sebanyak 64 individu. Faktor lingkungan yang paling mempengaruhi keanekaragaman dan kelimpahan kupu-kupu adalah intensitas cahaya matahari. | Butterflies are insects that are included in the Order of Lepidoptera, meaning insects that are almost comletely ccovered by scales that give the color and color of the wings of a butterfly. The diversity and abundance of butterflies is influenced by enviromental factors such as the intensity of sunlight, temperature and humidity. This study aims to determine the diveristy and abundance of butterflies in Bantarbolang Nature Reserve, Central Java. Data can be analyzed using the index diversity of the Shannon-Wienner diversity index, the Shannon-Eveness eveness index, and the dominance index. The results of the research that has been conducted show that 359 individuals were found in 6 families (Nymphalidae, Pieridae, Papilionidae, Satyridae, Lycaendiae, Hesperiidae). The highest diversity is at a distance of 0 m (H’ = 2.760; E = 0.752). The highest abundance at a distance of 0 m at the edge of the forest, while the lowest diversity at a distance of 150 m in the forest. The diversity of butterflies is dominated by H. glaucippe from the Pieridae family of 64 individuals. Enviromental factors the most influence the diversity and abundance of butterflies are the intensity of lights. | |
| 23347 | 28789 | H1D016053 | RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ASET BERBASIS WEB UNTUK OPTIMALISASI KONTROL ASET (Studi Kasus: Pemerintahan Desa Sidakangen) | Aset desa sebagai aset aktif yang dikelola oleh kelembagaan desa dapat mewujudkan kemandirian desa. Melalui pengelolaan aset desa, desa dapat membantu dalam penyediaan layanan publik dan mengembangkan aset milik lokal dan aset bersama sebagai sumber ekonomi kehidupan. Pengelolaan aset di Desa Sidakangen masih dilakukan secara manual, menggunakan buku induk dengan mengacu pada buku kearsipan yang diberikan oleh Badan Permusyawaratan Desa. Tujuan dibangunnya Sistem informasi manajemen aset adalah untuk mempermudah proses inventarisir asset agar tidak terjadi duplikasi data, pembuatan laporan menjadi lebih efisien, dan lain sebagainya. Pengguna yang terlibat pada sistem ini yaitu Administrator, Kaur Tata Usaha dan Umum, dan Kepala Desa. Sistem yang dibuat merupakan sebuah aplikasi berbasis web dan dalam pengerjaannya menggunakan metode pengembangan Waterfall dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan untuk menangani data yang disimpan menggunakan DBMS MySQL. | Village assets as an active assets that managed by village government could create independence of the village. Through the management of village assets, the village could provide public services and develop locally owned assets and share assets as a source of economic life at the village. Asset management in Sidakangen Village is still done manually, using a master book with reference to the archival book given by the Village Consultative Body. The purpose of establishing Asset Management Information System is to simplify the process of asset inventorying so that data duplication doesn’t occur, making reports more efficient, etc. User involved in this system are the Administrator, the Administrative and General Affairs, and the Village Chief. System to be created is an application web-based and in the development system using waterfall method by using PHP programming language and for the manage database using DBMS MySQL. | |
| 23348 | 29008 | I1A016055 | Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keberadaan Bakteri Escherichia coli pada Jus Jambu Biji di Purwokerto | Latar Belakang : Higiene dan sanitasi merupakan hal penting untuk menentukan kualitas makanan dengan menjadikan keberadaan bakteri Escherichia coli (E. coli) sebagai indikator terjadinya pencemaran makanan. Keberadaan bakteri E. coli dalam pangan baik minuman atau makanan dianggap memiliki hubungan signifikan dengan ditemukannya bibit penyakit pada pangan yang dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan yaitu diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan terhadap keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji di Purwokerto. Metode : Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah 40 jus jambu biji yang dijual oleh penjual jus buah di Purwokerto. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi pengamatan dan pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui keberadaan bakteri E. coli. Hasil Penelitian : Ada hubungan antara personal higiene dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,004), ada hubungan antara sanitasi peralatan dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,001), ada hubungan antara pemilihan bahan baku dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,000), ada hubungan antara penyimpanan bahan baku dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,000), ada hubungan antara pengolahan jus dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,007), ada hubungan antara penyimpanan jus dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,015), tidak ada hubungan antara pengangkutan jus dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,079), tidak ada hubungan antara penyajian jus dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=1,000), ada hubungan antara kualitas air dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,000), dan ada hubungan antara keberadaan tempat sampah dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji (p value=0,000). Kesimpulan : Ada hubungan antara personal higiene, sanitasi peralatan, pemilihan bahan baku, penyimpanan bahan baku, pengolahan jus, penyimpanan jus, kualitas air, dan keberadaan tempat sampah dengan keberadaan bakteri E. coli pada jus jambu biji di Purwokerto. | Background : Hyigiene and sanitation are key items to determine the quality of food by providing an indicator of food contamination. The presence of E. coli in food is thought to have a significant link to the finding of pathogens in food that would cause digistive problem such as diarrhea. The purpose of this study is to know the factors that related existence E. coli on guava juice in Purwokerto. Methodology : This study uses anologous observational study methods with a cross sectional. Sample approach in this study is 40 guava juices sold by fruit juice vendors in Purwokerto. Data collection techniques use observation sheets and laboratory test to identify the existence of E. coli. Research result : There are significant relations between personal hygiene with existence of E. coli on guava juice (p value=0,004), There are significant relations between equipments sanitation with existence of E. coli on guava juice (p value=0,001), There are significant relations between selecting raw materials with existence of E. coli on guava juice (p value=0,000), There are significant relations between storaging raw materials with existence of E. coli on guava juice (p value=0,000), There are significant relations between processing juice with existence of E. coli on guava juice (p value=0,007), There are significant relations between storaging juice with existence of E. coli on guava juice (p value=0,015), There are significant relations between transporting juice with existence of E. coli on guava juice (p value=0,079), There are significant relations between serving juice with existence of E. coli on guava juice (p value=1,000), There are significant relations between water quality with existence of E. coli on guava juice (p value=0,000), and There are significant relations between trash bin with existence of E. coli on guava juice in Purwokerto. (p value=0,000). Conclusion : There are significant relations between personal hygiene, equipments sanitation, selecting raw materials, storaging raw materials, processing juice, storaging juice, water quality, and trash bin with existence of E. coli on guava juice in Purwokerto. | |
| 23349 | 26546 | F1B012072 | KOORDINASI ANTAR INSTANSI DALAM IMPLEMENTASI KEBIJAKAN MORATORIUM IZIN USAHA TOKO MODERN (IUTM) DI KABUPATEN BANYUMAS | Sektor perdagangan merupakan sektor yang terus berkembang di Banyumas. Semakin berkembangnya zaman semakin banyak toko modern yang beridiri di Banyumas. Adanya toko – toko modern ini memudahkan pemenuhan kebutuhan masyarakat. Namun pada tahun 2014 jumlah toko modern mengalami kenaikan sehingga mengganggu eksistensi pasar tradisional. Oleh karena itu Bupati Banyumas mengeluarkan Perda untuk menghentikan sementara pemberian izin usaha toko modern (IUTM). Kemudian Bupati Banyumas menetapkan Instruksi Bupati yang menyebutkan bahwa DPMPPTSP, DINPERINDAG, dan SATPOL PP Banyumas harus melakukan hubungan koordinasi dalam mengawasi jalannya moratorium. Penelitian ini berjudul “Koordinasi antar Instansi dalam Implementasi Kebijakan Moratorium Izin Usaha Toko Modern (IUTM)”. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan meneliti bagaimana hubungan koordinasi antara DPMPPTSP, DINPERINDAG, dan SATPOL PP Banyumas. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskripstif. Data diperoleh dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan teknik pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah pendekatan analisis interaktif Miles, Huberman dan Saldana, sementara teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan koordinasi yang terjalin antara DPMPPTDP, DINPERINDAG, dan SATPOL PP sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari empat aspek yang sudah dipenuhi yaitu adanya wewenang, kesepakatan kerja, pedoman kerja, dan juga rapat (Handayaningrat, 1989: 124). Ada sedikit hambatan terkait dengan rapat yaitu sulitnya proses yang harus ditempuh apabila ada pertemuan yang melibatkan Kepala Bidang masing – masing instansi. | The trade sector is a growing sector in Banyumas. With the development of the times more and more modern shops are located in Banyumas. The existence of these modern shops makes it easy to fulfill people's needs. However, in 2014 the number of modern shops increased, disrupting the existence of traditional markets. Therefore, the Banyumas Regent issued a Per to temporarily stop granting modern shop business licenses (IUTM). Then the Regent of Banyumas established the Instruction of the Regent stating that DPMPPTSP, DINPERINDAG, and SATPOL PP Banyumas must have a coordinating relationship in overseeing the moratorium. This study is entitled "Coordination between Agencies in Implementing Modern Store Business Moratorium (IUTM) Policy". This research was conducted with the aim to find out and examine how the coordination relationship between DPMPPTSP, DINPERINDAG, and SATPOL PP Banyumas. This research method uses descriptive qualitative. Data obtained by interview, observation, and documentation with the selection of informants using purposive sampling. The data analysis method used is the interactive analysis approach of Miles, Huberman and Saldana, while the data validity technique uses source triangulation. The results showed that the coordination relationship between DPMPPTDP, DINPERINDAG, and SATPOL PP was good. This can be seen from the four aspects that have been fulfilled, namely the existence of authority, work agreements, work guidelines, and also meetings (Handayaningrat, 1989: 124). There are few obstacles related to the meeting, namely the difficulty of the process that must be taken if there is a meeting that involves the Head of each agency. | |
| 23350 | 26547 | F1F013031 | Hedonistic Lifestyle Portrayed in Kevin Kwan's Crazy Rich Asians | Gaya Hidup tidak dapat dipisahkan dari kelas sosial seseorang dan begitu juga sebaliknya. Crazy Rich Asians, sebuah novel karya Kevin Kwan adalah salah satu novel dari banyaknya novel yang menggambarkan bagaimana gaya hidup yang erat kaitanya dengan kelas sosial seseorang. Berangkat dari isu tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana kekayaan menyebabkan masyarakat kelas atas Singapura dalam novel Crazy Rich Asians karya Kevin Kwan hidup didalam gaya hidup hedonistik. Sosiologi sastra digunakan sebagai alat untuk menganalisis novel ini. Untuk mendukung analisis tersebut, digunakan juga konsep kelas sosial, gaya hidup dan gaya hidup hedonistik. Lalu, penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis novel tersebut melalui langkah-langkah seperti pengumpulan data, pengkategorisasian data dan analisis data. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa masyarakat kelas atas dalam novel mempraktekan kesenangan, kenikmatan dan kemewahan hidup yang merupakan bagian dari gaya hidup hedonistik. Gambaran gaya hidup hedonistik ditemukan melalui aktifitas yang dibagi menjadi hobi, liburan, keanggotaan klub, berbelanja dan hiburan. Dalam hobi, mereka suka untuk mengoleksi barang-barang mewah. Lalu dalam liburan, mereka menginap di tempat termegah dunia dan menggunakan pesawat pribadi mereka. Kemudian dalam keanggotaan klub, mereka tergabung dalam tiga keanggotan klub yang eksklusif. Untuk berbelanja, mereka membeli barang-barang mewah melalui tur perbelanjaan, baju dari para perancang busana terbaik dan perhiasaan dengan kualitas tingkat tinggi. Terakhir, mereka memberikan hiburan-hiburan yang hebat untuk tiga pesta hedonistik mereka. | Lifestyle cannot be separated from someone’s social class and vice versa. Kevin Kwan’s Crazy Rich Asians is one among many novels which portrays how lifestyle is strongly related to someone’s social class. Regarding to the issue, this research aims at portraying how wealth leads the Singapore’s upper class society in Kwan’s Crazy Rich Asians lives in their hedonistic lifestyle. Sociology in Literature is applied as a tool to analyze this novel. In order to support the analysis, the concept of social class, lifestyle and hedonistic lifestyle are used as well. Then, this research uses qualitative method to analyze the novel through the steps of data collection, data categorization and data analysis. The result of this research finds that the upper class society in the novel practices pleasure, enjoyment and luxury of life that are considered as hedonistic lifestyle. The portrayal of hedonistic lifestyle is found through activity which is devided into hobby, vacation, club membership, shopping and entertainment. In hobby, they love to collect luxurious goods. Then in vacation, they stay in world’s grandest places and use their private aircrafts. Next in club membership, they join in three exclusive club memberships. For shopping, they shop luxurious goods through a shopping spree, top fashion designers’ clothes and high-end jewelry. Last, they provide great entertainments for three hedonistic parties. | |
| 23351 | 26548 | I1A015046 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN PESERTA BUKAN PENERIMA UPAH (PBPU) DALAM MEMBAYAR IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KABUPAPTEN MAJALENGKA | Latar Belakang: Peningkatan jumlah peserta JKN terutama Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dihadapkan pada beberapa masalah, salah satunya yaitu tingginya angka keterlambatan dalam membayar iuran, sehingga menjadi salah satu penyebab BPJS terus mengalami defisit. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan Kabupaten Majalengka menunjukan bahwa pada tahun 2018, sebesar 36,1% peserta PBPU mengalami keterlambatan pembayaran iuran. Tujuan Penlitian ini adala mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan peserta bukan penerima upah (PBPU) dalam membayar iuran JKN di Kabupaten Majalengka. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 peserta dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik insidental sampling. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat dari sepuluh variabel independen, terdapat empat variabel yang berhubungan dengan keterlambatan pembayaran iuran JKN, yaitu variabel status kesehatan (p-value = 0,002), besaran iuran (p-value = 0,022), pengetahuan (p-value = 0,025) dan umur (p-value = 0,023). Kesimpulan: Meningkatkan sosialisasi mengenai peraturan JKN dan Punishment dari keterlambatan, mewajibkan mencantumkan rekening bank, menambah jumlah kader JKN dan memberikan edukasi akan pentingnya asuransi JKN yang berkelanjutan, menjadikan kebutuhan dasar kesehatan sebagai prioritas, merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka keterlambatan dalam membayar iuran JKN pada peserta PBPU. Kata Kunci: Keterlambatan, Peserta PBPU, iuran JKN | Background: Increasing the aggregate of JKN participants, especially Non Wage Recipient Participants (PBPU), are faced with several problems, one of the problem is the high number of delays in paying contributions, which is a reason BPJS continues to deficit. Base on data from BPJS Kesehatan Majalengka, shows that in 2018, 36.1% of PBPU participants delays in payment of contributions. The purpose of this study is to know the factors related to the delay of non-wage participant (PBPU) in paying JKN contributions in Majalengka Regency. Methodology: This study is a quantitative research with cross sectional approach. The sample in this study amounted to 60 participants with sampling techniques using incidental sampling techniques. Results: Based on the results of bivariate analysis of ten independent variables, there are three variables related to late JKN contribution payments, that is the health status variable (p-value = 0.002), the amount of contribution (p-value = 0.022), knowledge (p-value = 0.025) and age (p-value = 0.023). Conclusion: Increasing the socialization of JKN regulations and Punishment from delays, requires a bank account to be include, Increasing the agggregate of JKN cadres and providing education on the importance of sustainable JKN insurance, making basic health needs a priority, are the efforts that can be made to reduce the number of delays in paying JKN contributions to PBPU participants. Keywords: Delay, PBPU Participants, JKN contributions. | |
| 23352 | 26549 | J1A015055 | A STYLISTIC ANALYSIS ON LANGUAGE STAR WARS’ MASTER YODA IN THE ANIMATED MOVIE OF STAR WARS: THE CLONE WARS | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengeleompokkan jenis-jenis ketidaksesuaian dalam susunan kata (word order irregularities) sekaligus unsur etnografi komunikasi yang mempengaruhi perubahan tatanan tersebut yang diproduksi oleh sebuah karakter yang bernama Master Yoda yang terdapat di film animasi Star Wars: The Clone Wars. Data dari penelitian ini diambil dari tuturan yang diproduksi oleh karakter tersebut. Untuk menjawab rumusan masalah, peneliti menerapkan metode deskriptif kualitatif dan teknik purposive sampling. Dari hasil analisis, terdapat 28 tuturan yang diproduksi oleh Master Yoda yang termasuk ke dalam beberapa jenis ketidaksesuaian urutan dalam tatanan kata. Jenis-jenis tersebut seperti subject verb inversion 12 kali (42.9%), complement fronting 9 kali (32.1%) object dan adverbial fronting masing-masing 3 kali (10.7%) dan subject operator inversion satu kali (3.5%). Sementara itu, hanya ada dua unusur etnografi komunikasi yang mempengaruhi perubahan dalam tatanan tuturan karakter tersebut. Unsur-unsur itu merupakan ends dan act sequence. Penelitian ini membuktikan bahwa masing-masing dari kedua unsur ini menghasilkan tiga perubahan berdasarkan hasil analisis. Dari hasil ini, bisa disimpulkan bahwa perubahan tatanan kata yang terdapat pada tuturan yang dihasilkan terjadi karena tujuan dari percakapan dan isi dari pesan yang disampaikan oleh sang karakter, Master Yoda dalam film ini cenderung berubah ketika ia terlibat dalam sebuah dialog di dalam film ini. Walaupun hanya ada dua tipe ketidaksesuaian dalam susunan kata dalam Bahasa Inggris yang ditemukan dalam penelitian ini, objek yang berbeda seperti cerpen, novel, serial TV, atau wawancara dapat membuktikan lebih banyak jenis-jenis ketidaksesuaian susunan kata dalam Bahasa Inggris serta faktor-faktor yang mempengaruhinya dengan teori yang sama, yaitu etnografi komunikasi. | This research aims to identify and classify the types of irregularities on word orders and the elements of ethnography of communication which affect the changes on the utterance orders produced by a character named Master Yoda in the Star Wars animated movie: The Clone Wars. The data of this research are the utterances produced by the character. In order to answer the research questions, qualitative method and the technique of purposive sampling are applied. Based on the analaysis, there are 28 utterances produced by Master Yoda that can be analysed and belong to several types of word order irregularities. Those orders consist of subject verb inversion 12 times (42.9%), complement fronting 10 times (35.7%), object fronting 3 times (10.7%), adverbial fronting 2 times (7.15%) and subject operator inversion once (3.5%). On the other hand, there are only two elements of ethnograhy of communication which affect the changes in orders of the character’s utterances. Those elements are ends and act sequence elements. It is found that these two elements have three changes each based on the analysis. From these findings, it can be concluded that the shift observed in the orders of the character’s utterances occur because the outcomes and the messages of the conversation tend to change when the selected character, Master Yoda Master Yoda is involved in the dialogues. Despite the result of this research, broader objects such as short stories, novels, TV shows, or interview can explore more types of irregularities in English word orders and the factors that affect them to hapen with the same theory applied, ethnography of communication | |
| 23353 | 26550 | J1A015043 | Onomatopoeia Analysis in the English and Indonesian Version of Webtoon "Eggnoid" by Archie The Red Cat | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perbedaan dari kata onomatope Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dalam webtoon “Eggnoid” oleh Archie The Red Cat berdasarkan jenis, kelas kata, dan silabel kata. Analysis ini dilakukan dengan menggunakan teori onomatope yang dikemukakan oleh Hugh Bredin (1996), teori kelas kata oleh Bass Aarts dan Liliane Haegeman (2006), dan teori silabel oleh George Yule (1996). Data berupa 29 pasang kata onomatope dari setiap versi bahasa dengan total 58 kata. Untuk menjawab rumusan masalah, penulis mengaplikasikan metode descriptive qualitative dan purposive sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan ditemukan perbedaan yang signifikan dalam penggunaan jenis onomatope dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, dimana Bahasa Inggris didominasi oleh associative onomatope dengan jumlah 23 kata onomatope (79,3%), sedangkan Bahasa Indonesia didominasi oleh direct onomatope dengan jumlah 29 kata onomatope (100%). Telah ditemukan juga perbedaan dalam menggunakan kata onomatope berdasarkan kelas kata, dimana Bahasa Inggris mengandung banyak kata kerja dengan jumlah 24 kata onomatope (82,75%), sedangkan Bahasa Indonesia cenderung menggunakan kata benda yang menjelaskan suara dengan jumlah 29 kata onomatope (100%). Pola terakhir yaitu pola silabel kata, dimana Bahasa Inggris cenderung memiliki heavy syllables dengan jumlah 19 kata onomatope (68,9%) dan Bahasa Indonesia memiliki superheavy syllables dengan jumlah 22 kata onomatope (75,8%). Struktur silabel Bahasa Indonesia didominasi oleh pola CCVC (consonant-consonant-vowel-consonant), CVCC, dan CVVC. Di sisi lain, Bahasa Inggris yang memiliki struktur heavy syllables hanya didominasi oleh struktur CVC. Kesimpulan yang dapat ditarik adalah dalam Bahasa Inggris, kata kerja dapat digunakan juga sebagai onomatope dan menghasilkan penekanan bunyi yang lebih ringan daripada onomatope Bahasa Indonesia yang menggunakan kata nomina yang menjelaskan bunyi asli dengan hasil bunyi yang lebih tajam. Oleh karena itu, onomatope Bahasa Indonesia menghasilkan tiruan bunyi yang hampir mirip dengan bunyi aslinya dibandingkan dengan Bahasa Inggris. | This research is aimed to find the distinctive patterns of English and Indonesian onomatopoeia words in webtoon “Eggnoid” by Archie The Red Cat based on the types, word classes, and word syllables. The analysis is conducted by using the theory of onomatopeia and its types by Bredin (1996), theory of word classes by Aarts and Haegeman (2006), and theory of word syllables by Yule (1996). The data of this research are 29 pairs of onomatopoeic words from each Indonesian and English version with total words of 58. In order to answer the research questions, the writer applied the descriptive qualitative methods and purposive sampling. The result of this research shows that there is a significant difference between English and Indonesian in using onomatopoeia types, in which English is dominated by associative onomatopoeia with 23 onomatopoeic words (79,3%) meanwhile Indonesian is dominated by direct onomatopoeia with 29 onomatopoeic words (100%). There is also found some differences in using the onomatopoeic words according to their word classes, in which English onomatopoeia consists of mostly verbs with 24 onomatopoeic words (82,75%), while Indonesian onomatopoeia tends to use nouns that describe sounds with 29 onomatopoeic words (100%). The last pattern is the pattern of word syllables, where English tends to use heavy syllables with 19 onomatopoeic words (68,9%) and Indonesian tends to use superheavy syllables with 22 words (75,8%). The syllable structures of Indonesian onomatopoeic words that are dominated with superheavy syllables consist of CCVC (consonant-consonant-vowel-consonant), CVCC, and CVVC. On the other hand, English that is dominated with heavy syllables consist of CVC structure. Thus, it can be concluded that English allows action words or verbs to be used as onomatopoeic word, that result in lighter stressing than Indonesian that use nouns that actually describe the real sound with sharper sounds outcome. For that matter, Indonesian onomatopoeia also creates closer resemblation to the real sound than English. | |
| 23354 | 26551 | J1A015019 | DECONSTRUCTION OF WILLIAM SHAKESPEARE’S DRAMA ROMEO AND JULIET IN REBECCA SERLE’S NOVEL WHEN YOU WERE MINE | Penelitian ini berjudul “Deconstruction of William Shakespeare’s Drama Romeo and Juliet in Rebecca Serle’s Novel When You Were Mine”. Penelitian ini menggunakan novel When You Were Mine oleh Rebecca Serle sebagai objek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dekonstruksi plot dari cerita Romeo and Juliet dan dekonstruksi karakter dari Romeo, Juliet dan Rosaline menggunakan teori Jacques Derrida. Peneliti menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis data utama dari penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukan plot dari When You Were Mine bercerita tentang karakter Rosaline, sedangkan Romeo and Juliet hanya menceritakan sedikit tentang Rosaline. Selain itu karakter Romeo dan Juliet didekonstruksi menjadi karakter antagonis di novel When You Were Mine. sedangkan karakter Rosaline menjadi protagonis utama dalam novel ini. | This research is entitled “Deconstruction of William Shakespeare’s Drama Romeo and Juliet in Rebecca Serle’s Novel When You Were Mine”. This research uses When You Were Mine novel by Rebecca Serle as the object. The purpose of this research is to analyze the plot deconstruction of Romeo and Juliet story and characters deconstruction of Romeo, Juliet, and Rosaline using Jacques Derrida’s theory. The researcher uses qualitative method in analyzing the main data of this research. The result of the analysis is the plot of When You Were Mine emphasizes more on Rosaline’s story either about her life story or her love story, while in Romeo and Juliet only tells a little bit about Rosaline. Moreover, the images of Romeo and Juliet from protagonist are deconstructed to become antagonist, while Rosaline was used to be a minor character who is deconstructed into main protagonist character. | |
| 23355 | 26552 | L1B015018 | PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) YANG DIBERI PAKAN MIKROKAPSUL BERBAHAN DASAR MAGGOT BSF (BLACK SOLDIER FLY) | Ikan Nilem (Osteochilus hasselti) merupakan jenis ikan air tawar yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat dan menjadi komoditas potensial di Kabupaten Banyumas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh pakan dan dosis optimal mikrokapsul berbahan dasar maggot terhadap pertumbuhan dan sintasan ikan nilem (Osteochilus hasselti). Metode yang digunakan pada penelitian adalah eksperimental dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan masing-masing 3 kali ulangan. Perlakuan yang diuji adalah perlakuan pakan tepung komersial dan pakan mikrokapsul dengan dosis maggot 19%, 29% dan 39%. Pakan diberikan 2 kali sehari (08.00 dan 16.00 WIB) selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan panjang berkisar antara 0,663 cm – 1,057 cm, pertambahan berat berkisar antara 0,100 g – 0,147 g, laju pertumbuhan spesifik berkisar 2,09% – 3,34% perhari, laju pertumbuhan harian berkisar 0,0018 g/hari – 0,0024 g/hari, dan sintasan berkisar 44,45% - 66,67%. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa pemberian pakan mikrokapsul berbahan dasar maggot dosis berbeda dan pellet komersial berpengaruh sama terhadap pertambahan panjang, berat, laju pertumbuhan harian, laju pertumbuhan spesifik dan sintasan benih ikan nilem(P>0,05). Hasil kualitas air dalam peneltian yaitu, suhu berkisar 23-29ºC, kandungan DO berkisar antara 6,9-7,3 mg/L dan pH 6. | Nilem fish (Osteochilus hasselti) was a type of freshwater fish that was widely cultivated by the community and is a potential commodity in Banyumas Regency. The research aims to determine the effect of feed and optimal dosage of maggot microcapsules-based diet on growth and survival of nilem fish (Osteochilus hasselti). The method used in the study was experimental with a completely randomized design (CRD) model, with 4 treatments and 3 replications each. The treatments tested were commercial feed and microcapsule feed treatments with maggot doses of 19%, 29% and 39%. Feed was given 2 times a day (08.00 and 16.00 WIB) for 60 days. The results showed that the length increase ranged from 0.663 cm - 1.057 cm, the weight gain ranged from 0.100 g - 0.147 g, the specific growth rate ranged from 2.09% - 3.34% per day, the daily growth rate ranged from 0.0018 g / day - 0.0024 g / day, and survival rates ranged from 44.45% - 66.67%. ANOVA test results showed that feeding microcapsules based on different doses of maggot and commercial pellets had the same effect on length, weight, daily growth rate, specific growth rate and survival rate of nilem fry (P> 0.05). The results of water quality in the study were, temperatures ranged from 23-29ºC, DO content ranged from 6.9-7.3 mg / L and pH 6. | |
| 23356 | 26476 | F1A015043 | PERAN BALAI PEMASYARAKATAN PURWOKERTO DALAM PROSES REINTEGRASI KLIEN PEMASYARAKATAN PENERIMA HAK PEMBEBASAN BERSYARAT | Sulit bagi para mantan narapidana untuk bisa melaksanakan proses reintegrasi sosial setelah pernah terlibat tindakan pelanggaran hukum. Penelitian ini menggambarkan sejauh proses reintegrasi sosial yang dilakukan oleh Bapas Klas II Purwokerto terhadap mantan narapidana yang kemudian berstatus sebagai klien pemasyarakatan penerima hak Pembebasan Bersyarat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana peran Balai Pemasyarakatan Klas II Purwokerto dalam melaksanakan proses penelitian kemasyarakatan (Litmas) dan bimbingan kepribadian yang dilaksanakan oleh Pembimbing Kemasyarakatan (PK) terhadap para klien pemasyarakatan. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan metode kualitatif dan penentuan narasumber secara purposive sampling. Penelitian ini juga menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi atas data yang bersumber dari data primer dan juga data sekunder yang tersedia (studi literatur, penelusuran di internet, buku, dan artikel ilmiah). Sedangkan, validasi data yang digunakan dalam penelitian dibuktikan dengan cara triangulasi data guna menghasilkan data yang jenuh dan juga deskripsi atas data yang informartif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan Litmas dan bimbingan kepribadian oleh PK telah berjalan sesuai dengan alur dan tahapan yang ada. Namun, masih terdapat beberapa kendala yang dirasa menjadi penghambat bagi PK untuk bisa bekerja secara optimal dalam melaksanakan proses reintegrasi sosial para klien pemasyarakatan, sehingga, ada beberapa hal yang dirasa menjadi catatan penting untuk diperhatkan bagi Bapas Klas II Purwokerto agar pelaksanaan reintegrasi sosial dapat dilaksanakan lebih optimal. | It is difficult for ex-prisoners to be able to carry out a social reintegration process after having been involved in an act of violation of the law. This study illustrates the extent of the social reintegration process carried out by Bapas Klas II Purwokerto towards ex-prisoners who later became correctional clients of the supervised release program. The purpose of this study was to determine the extent of the role of Purwokerto Class II Penitentiary in carrying out the community research process (Litmas) and personality guidance carried out by the Community Guidance (PK) to correctional clients. This research was conducted using qualitative methods and the determination of sources by purposive sampling. This study also uses interviews, observations, and documentation of data sourced from primary data and also available secondary data (literature studies, internet browsing, books and scientific articles). Meanwhile, the data validation used in the research is proven by triangulating data to produce saturated data and also an informative description of the data. The results showed that the implementation of Litmas and personality guidance by PK’s had proceeded according to the in appropriate flow and stages. However, there are still some obstacles that are resist the PK’s to be able to work optimally in carrying out the social reintegration process of correctional clients. So, there are few thing considered to be important notes to be considered by Bapas Klas II Purwokerto so that the implementation of social reintegration can be more optimally. | |
| 23357 | 26554 | I1A015069 | ANALISIS UNIT COST RAWAT INAP KELAS III DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING DI RSUD BANYUMAS | Latar Belakang : Rumah sakit sebagai penyedia layanan jasa kesehatan hendaknya menyelenggarakan manajemen keuangan yang efektif dan efisien termasuk dalam hal penentuan tarif. Penentuan tarif merupakan hal yang sangat penting karena dapat mempengaruhi profitabilitas rumah sakit. Penetapan tarif yang ada hendaknya didukung dengan adanya unit cost. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unit cost dengan metode Actvity Based Costing untuk pasien rawat inap kelas III RSUD Banyumas. Metodologi : Metode analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif komparatif yang membandingkan hasil perhitungan unit cost rawat inap kelas III dengan metode Activity Based Costing dengan tarif yang ada saat ini di RSUD Banyumas. Unit cost dibandingkan dengan tarif untuk mengkategorikan tarif dalam rasional atau tidak rasional. Hasil Penelitian : Hasil penelitian menunjukan bahwa penentuan tarif rawat inap RSUD Banyumas didasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Banyumas Nomor 12 tahun 2013 dengan tarif rawat inap untuk pasien kelas III sebesar Rp. 140.000. Unit cost yang dihitung menggunakan metode Activity Based Costing memberikan hasil yang lebih kecil dibandingkan dengan tarif yaitu sebesar Rp. 106.642. Kesimpulan : Tarif rawat inap RSUD Banyumas pada tahun 2018 termasuk dalam kategori rasional karena unit cost berada dibawah tarif rawat inap yang ditetapkan. Kata Kunci : Activity Based Costing, Tarif, Unit Cost | Background : Hospitals as health care providers should provide effective and efficient finance management, including in terms of determining tariffs. Costing is a very important decision, because it having effect on profitability of the hospital. The existing tariff setting should be supported by unit costs. This study aims to determine the unit cost using the Actual Based Costing method for Class III in Banyumas Hospital. Methods : The method of analysis use descriptive method is to use the comparative analysis of the current hospital rates, set the cost method is based on Activity Based Costing and then compare the hospitalization rates based on activity based costing with its realization. Unit costs are compared with rates to categorize tariffs in a rational or irrational manner. Results : The results showed that the determination of inpatient rates at Banyumas General Hospital was based on the Banyumas District Regulation Number 12 of 2013 with rates of hospitalization for Class III patients of Rp. 140,000. The unit cost that is calculated using the Activity Based Costing method gives smaller results compared to the tariff that is Rp. 106,642. Conclusions : The tariff for hospitalization in Banyumas Hospital in 2018 is included in the rational category because the unit cost is below the specified hospitalization rate. Keyword : Activity Based Costing, Tariff, Unit Cost | |
| 23358 | 26555 | I1D015024 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI ILMU GIZI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI PADA MAHASISWI ILMU GIZI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN Rita Rahmawati, Hesti Permatasari, Widya Ayu Kurnia Putri Latar Belakang: Sebanyak 26,3% mahasiswi Program Studi Ilmu Gizi memiliki status gizi lebih, sebagai calon ahli gizi dimasa mendatang mahasiswi gizi memiliki tanggung jawab menjadi contoh dimasyarakat namun kenyataanya masih terdapat masalah gizi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi pada mahasiswa Ilmu Gizi Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Metode observasional dengan pendekatan studi cross sectional dengan jumlah responden sebanyak 76 orang yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data asupan diambil dengan food record selama 7 hari, tingkat aktivitas fisik menggunakan kuesioner aktivitas fisik Riskesdas 2007, dan citra tubuh menggunakan kuesioner BSQ 16B. Status gizi diukur menggunakan indeks masa tubuh (IMT). Analisis statistik menggunakan uji rank spearman. Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan citra tubuh (p<0,05), namun tidak untuk asupan energi, protein, lemak, karbohidrat, dan aktivitas fisik dengan status gizi (p>0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi dengan citra tubuh.Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat. Tidak terdapat hubungan antara status gizi dengan aktivitas fisik. Kata Kunci: Status Gizi, Citra Tubuh, Aktivitas Fisik, Asupan Gizi Makro | THE ANALYSIS OF FACTORS THAT RELATED TO THE STATUS OF NUTRITION ON NUTRITIONAL SCIENCE STUDENTS OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY Rita Rahmawati, Hesti Permatasari, Widya Ayu Kurnia Putri Background: As many as 26,3% nutritional students have more nutritional status, as a future nutritionist student must have more responsibilities becoming the role model in a society. In fact there still a large nutritional problems found in it. This study aim to analyse the factors which were related to nutritional status of Nutrition Science student in Jenderal Soedirman University. Method: Observational method that emphasizing study cross sectional using 76 respondents that required inclusions criteria. The data gathered using food record within a week, pyhsical activity index recorded using questionares Riskesdas 2007, and body image captured using BSQ 16B questionares. While, Nutritional status measured using Body Mass Index. The last, statistical analysis tested by the rank spearman. Result: The study found significant corelation between nutritional status and body image (p <0,05), but was not found on energy, protein, fat, carbohydrate intake, and physical activity with nutrition status (p>0,05). Conclusion: There is a significant corelation between nutritional status and body image. No corelation between nutritional status and energy, protein, fat, and carbohydrate intake. No corelation between nutritional status and physical activity. Keywords: Body image, macro nutrition intake, nutrition status, physical activity | |
| 23359 | 28609 | F1A015079 | STUDI SOSIOLOGI TENTANG ÜBERMENCH MENURUT FRIEDRICH WILHELM NIETZSCHE | Penelitian ini ertujuan untuk mengetahui nilai-nilai sosiologis yang terkandung dalam konsep filsafat Übermensch dari Friedrich Wilhelm Nietzsche. Penelitian ini mempergunakan metode kualitatif metateori yang hanya menjelasan lebih dalam bentuk dari konsep yang sudah ada. Sumber data utama yang digunakan untuk penelitian ini adalah buku dari Walter Kaufmann yakni Also Spranch Zarathustra dan buku dari H. B. Jassin yakni Nietzsche Zarathustra. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dalam konsep Übermensch terdapat banyak nilai sosiologi. Übermensch adalah manusia yang dapat menjadi apapun dan menciptakan apapun dari dari dunia ini. Pemikiran Filsafat ini masuk dalam ranah filsafat manusia yang sebenarnya syarat akan pemikiran sosiologi. Konsep Übermensch terlahir dari fenomena sosial, ada di ruang sosial, dan menjadi menjadi Übermensch pastilah harus berhubungan dengan dunia sosial. Konsep filsafat yang menjelaskan tentang manusia dan dilekatkan dengan bentuk manusia individual dengan menafikan dari realitas masyarakat ini masih dapat dikaji secara sosiologis. Sosiologi Übermensch disini menjelaskan bagaimana nilai-nilai sosiologi dalam konsep Übermensch. Kata kunci: Nietzsche, Übermensch, Sosiologi Übermensch. | This research aims to know the sociology values contained in the Übermensch philosophical concept of Friedrich Wilhelm Nietzsche. This study use a qualitative meta-theory method that only explain more of this existing concepts. The main references used for this study are book by Walter Kaufmann that is Also Spranch Zarathustra and book from H. B. Jassin is Nietzsche Zarathustra. The result of this research indicate that in the Ubermensch concept there are many sociological values. Übermensch is a human being who can be anything and create anything out of this world. This philosophical thought is included in the realm of human philosophy which is actually a requirement of sociological thought. The concept of Übermensch was born from social phenomena, existed in social space, and being Übermensch must certainly be related to social world. The philosophical concept that explained about human and it’s close to individual human by denying this social reality still be studied with sociological concepts. Here, Übermensch 's sociology explain how the values of sociology in the Übermensch concept. Keywords: Nietzsche, Übermensch, Übermensch Sociology. | |
| 23360 | 26557 | A1L014165 | PENGARUH MEDIA TANAM DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) SECARA HIDROPONIK | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui macam media yang sesuai terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah yang ditanam dengan sistem hidroponik, (2) mengetahui varietas bawang merah terbaik yang ditanam dengan sistem hidroponik, dan (3) mengetahui respon tiga varietas bawang merah terhadap beberapa media tanam pada sistem hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan bulan Oktober 2018 sampai dengan Desember 2018 di screen house Pondok Pesantren Darul Quran Al-Karim, Karangtengah, Baturaden. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap dengan dua faktor yaitu media tanam dan varietas. Faktor pertama terdiri dari 3 macam media tanam, yaitu arang sekam, cocopeat, dan pasir. Faktor kedua terdiri dari 3 varietas bawang merah, yaitu Bima Brebes, Batu Ijo dan Super Philip. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat umbi segar, berat umbi kering, diameter umbi dan jumlah umbi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, apabila terdapat keragaman maka dilakukan uji lanjut DMRT taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa media tanam dalam sistem hidroponik berpengaruh terhadap variabel jumlah daun, berat umbi segar, berat umbi kering dan diameter umbi. Media tanam paling tepat adalah pasir. Macam varietas berpengaruh terhadap variabel berat umbi segar, berat umbi kering, diameter umbi dan jumlah umbi. Varietas Batu Ijo menunjukan hasil paling baik. Interaksi antara media tanam dan varietas tidak berpengaruh pada semua variabel. | This research was aimed to (1) find out the most suitable planting medium for the growth and yield of shallots planted in hydroponic systems, (2) find out the most suitable shallot varieties grown in hydroponic systems, and (3) determine the response of three shallot varieties to several growing media on hydroponic systems. This research was conducted in October 2018 to December 2018 at the screen house of the Darul Quran Al-Karim Islamic Boarding School, Karangtengah, Baturaden. This research used randomized complete block design with two factors. The first factor consisted of 3 types of planting media, which were husk charcoal, cocopeat, and sand. The second factor consisted of 3 shallot varieties, i.e. Bima Brebes, Batu Ijo and Super Philip. Variables observed included plant height, number of leaves, fresh bulb weight, dry bulb weight, bulb diameter and number of bulb. The data were analyzed using the F test, if there was diversity then DMRT continued to test with the error rate of 5%. The results of this research indicate that the growing media in the hydroponic system affected the number of leaves, fresh bulb weight, dry bulb weight and bulb diameter. The most appropriate planting medium was sand. The varieties influenced the variables of fresh bulb weight, dry bulb weight, bulb diameter and number of bulb. Batu Ijo variety showed the best results. The interaction between planting media and varieties had no effect on all variables. |