Artikelilmiahs

Menampilkan 23.321-23.340 dari 51.900 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2332126535L1B015039KOMPOSISI Bacillus spp. PADA SALURAN PENCERNAAN SIDAT (Anguilla bicolor) YANG DIBERIKAN PAKAN DENGAN TAMBAHAN VITAMIN C (COATED)Mikroflora saluran pencernaan sidat (Anguilla bicolor) dapat dipengaruhi oleh penambahan vitamin C pada pakan. Salah satu mikroflora yang ditemukan pada sidat yaitu Bacillus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C (coated) pada pakan terhadap jumlah total bakteri dan persentase Bacillus spp. pada saluran pencernaan sidat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 2 perlakuan dan 8 ulangan (individu). Perlakuan yang digunakan adalah pakan tanpa penambahan vitamin C (coated) dan pakan dengan penambahan vitamin C (coated) sebanyak 80 mg/kg pakan. Berdasarkan hasil penelitian setelah 50 hari pemeliharaan, diketahui bahwa penambahan vitamin C (coated) pada pakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah total bakteri (P>0,05). Rata-rata jumlah total bakteri tanpa penambahan vitamin C (coated) dan penambahan vitamin C (coated) 80 mg/kg yaitu 0,05-144,16 x 106 CFU/g dan 0,04-36,86 x 106 CFU/g. Persentase Bacillus spp. pada perlakuan vitamin C (coated) 80 mg/kg pakan yaitu 19% sedangkan perlakuan tanpa vitamin C (coated) yaitu 14,5%. Komposisi Bacillus spp. terdiri dari B. subtilis, B. megaterium, B. pumilus dan Gram positif lain, komposisi didominasi B. pumilus . Hasil pengamatan kualitas air meliputi temperatur 22-240C, pH 6-9 dan oksigen terlarut 5,12-6,85 mg/L. Vitamin C (coated) yang ditambahkan pada pakan mampu meningkatkan proporsi Bacillus spp. pada saluran pencernaan sidat.Microflora (Anguilla bicolor) can be influenced by the addition of vitamin C to the feed. One of the microflora found in shorfin eels was Bacillus. The goals of this study were to determine the effect of adding vitamin C (coated) to feed on total number of bacteria and percentage of Bacillus spp. in digestive tract of shortfin eel. This study used an experimental design with 2 treatments and 8 replications (individuals). Treatments used were feed without the addition of vitamin C (coated) and feed with the addition of vitamin C (coated) as much as 80 mg/kg of feed. Based on the results of the study after 50 days of maintenance, it was found that the addition of vitamin C (coated) to the feed did not have a significant effect on total number of bacteria (P>0.05). The average total number of bacteria without addition of vitamin C (coated) and addition of vitamin C (coated) 80mg/kg were 0,05-144,16x106 CFU/g and 0,04-36.86x106 CFU/g. Percentage of Bacillus spp. of vitamin C (coated) 80 mg/kg of feed is 19% while of treatment without vitamin C (coated) is 14,5%. Composition of Bacillus spp. consisted of B. subtilis, B. megaterium, B. pumilus and other Gram-positive, the composition was dominated by B. pumilus. Observation of water quality included temperature 22-240C, pH 6-9 and dissolved oxygen 5,12- 6,85 mg/L. Vitamin C (coated) added to feed can increased the proportion of Bacillus spp. in the digestive tract of shortfin eels.
2332226523I1I017003HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GIZI, SOSIAL EKONOMI, KETERSEDIAAN DAN KERAGAMAN PANGAN TERHADAP BB/U BALITA USIA 24-59 BULAN DI PUSKESMAS SEI–SELINCAH PALEMBANG Abstrak


HUBUNGAN ANTARA ASUPAN GIZI, SOSIAL EKONOMI, KETERSEDIAAN DAN KERAGAMAN PANGAN TERHADAP BB/U BALITA USIA 24–59 BULAN DI PUSKESMAS
SEI–SELINCAH PALEMBANG

Rizky Ayu Gerhana 1, Endo Dardjito 1, Ibnu Zaki 1
Program Studi Ilmu Gizi, Universitas Jenderal Soedirman

Latar Belakang : Salah satu masalah kesehatan di Indonesia yang berkontribusi dalam rendahnya kualitas SDM adalah gizi kurang. Berbagai faktor yang menyebabkan masalah gizi pada balita yaitu asupan makanan, sosial-ekonomi, keragaman pangan, tingginya angka kemiskinan, terbatasnya akses pangan keluarga miskin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan asupan gizi, sosial ekonomi, ketersediaan dan keragaman pangan terhadap BB/U pada balita pada usia 24-59 bulan.

Metode : Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Jumlah sampel 76 balita yang diambil secara purposive sampling di wilayah kerja Puskesmas Sei-Selincah Palembang. Analisis data menggunakan uji chi-square.
Hasil Penelitian : Hasil uji chi-square menunjukkan terdapat hubungan antara asupan energi, sosial ekonomi (tingkat pendidikan orang tua, pendapatan dan pangsa pengeluaran pangan) dengan status gizi (p=0,000), jumlah anggota rumah tangga (p=0,002). Tidak ada hubungan antara asupan protein dengan status gizi (p=0,074).
Kesimpulan : Terdapat hubungan antara tingkat asupan energi, sosial ekonomi, ketersedian pangan dan keragaman pangan dengan status gizi balita dan tidak terdapat hubungan antara tingkat asupan protein dengan status gizi balita
Kata kunci : Asupan gizi, sosial ekonomi, ketersediaan pangan, keragaman pangan, status gizi.

Abstract


THE RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL INTAKE,SOCIO-ECONOMIC, FOOD AVAILABILITY AND FOOD DIVERSITY TO THE WEIGHT FOR AGE OF UNDER FIVE YEARS AGE 24-59 MONTHS IN HEALTH CENTER OF SEI-SELINCAH PALEMBANG
Rizky Ayu Gerhana 1, Endo Dardjito 1 , Ibnu Zaki 1
Nutrition Science Study Program, General Soedirman University

Background :One of health problems in Indonesia that contribute to the low quality of human resources is malnutrition. Various factors that cause malnutrition in children under five years old are food intake, infections, knowledge aspect, parenting, socio-economic, food diversity, high rate of poverty, and limited food for poor families. This study aimed to determine the relationship of nutritional intake, socio-economic, food availability and food diversity to the Weight for Age of children under five years the age of 24-59 months.

Methods: This research using a cross sectional method, the number of samples 76 children under five years, taken by purposive sampling. The data are analysed by chi-square test.
Results : The result of chi-square test showed that there was correlation between energy consumption level, socio-economic (education level of parents, family income, food expenses), food availability and food diversity with nutritional status (p=0.000), number of household members (p=0,002). There was no relationship between protein intake and nutritional status(p=0.074).
Conclusion: There was a relationship between energy consumption level, socio-economic, food availability and food diversity with nutritional status. There was no relationship between protein intake and nutritional status.
Keywords : Nutritional intake, socio-economic, food availability, food diversity, nutritional status.

2332328605D1A016233PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK TERHADAP INDEKS PUTIH TELUR DAN INDEKS
KUNING TELUR PADA AYAM NIAGA PETELUR AFKIR
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan probiotik terhadap indeks
putih telur dan indeks kuning telur pada ayam niaga petelur afkir. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam niaga petelur Strain Lohmann MB 402P umur ± 88 minggu sebanyak 72 ekor ayam. Pakan yang digunakan yakni pakan basal dan probiotik komersil dengan kandungan Lactobacillus, Lactococcus, Streptococcus dan Bifidobacterium. Pakan basal yang digunakan adalah pakan komplit dengan kandungan protein 17,5 -18%. Peralatan yang digunakan yakni kandang battery ukuran 18 x 40 cm2 yang terbuat dari bamboo sebanyak 72 unit, egg tray, thermo hygro, jangka sorong, kaca bidang datar, haugh unit set, timbangan digital kapasitas 10 kg ketelitian 0,01dan timbangan kapasitas 15 kg ketelitian 0,03, alat spray, gelas ukur 50 dan 10 ml, wadah untuk mencampurkan pakan
dan alat pembersih. Lama pemeliharaan adalah 49 hari dengan masa penyesuaian atau prelim 14 hari. Pengambilan data dilakukan setiap minggu selama 5 kali dengan menggunakan 36 telur dari total 3 perlakuan sehingga melibatkan 180 butir telur. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan 3 perlakuan dan setiap perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak 6 kali. Setiap unit perlakuan diisi dengan 4 ekor ayam niaga petelur afkir. P0 yaitu pakan basal ditambah probiotik 0 ml/kg pakan, P1 yaitu pakan basal ditambah probiotik 1 ml/kg pakan, P2 yaitu pakan basal ditambah probiotik 0 ml/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap indeks putih dan indeks kuning telur. Rataan nilai indeks putih telur adalah P0 0,033 ± 0,005; P1 0,028 ± 0,002; P2 0,032 ± 0,004. Rataan nilai indeks kuning telur adalah P0 0,451 ± 0,017; P1 0,460 ± 0,025; P2 0,456 ± 0,013. Disimpulkan bahwa panambahan probiotik sampai dengan 2 ml/ kg pakan belum dapat meningkatkan indeks putih dan kuning telur.
The purpose of this study was to observe the effect of probiotic addition on egg white index and egg yolk index of spent laying hens. The material used in this research was Lohmann MB 402P spent laying hens age ± 88 weeks as many as 72 chickens. The feed used is basal feed and commercial probiotics containing Lactobacillus, Lactococcus, Streptococcus and Bifidobacterium. Basal feed used is complete feed with a protein content of 17,5 -18%. The equipment used is a battery cage size of 18 x 40 cm2 made of bamboo as much as 72 units, egg tray, thermo hygro, sliding pan, flat glass, haugh unit set, digital scales capacity 10 kg accuracy 0,01 and scales capacity 15 kg accuracy 0,03, spray equipment, measuring cups 50 and 10 ml, containers for mixing feed and cleaning tools. The maintenance period
is 49 days with an adjustment period or 14 days prelim. Data collection was performed weekly for 5 times using 36 eggs from a total of 3 treatments so as to involve 180 eggs. The research method used was experiment with completely randomized design (CRD), using 3 treatments and each treatment was repeated 6 times. Each treatment unit was filled with 4 spent laying hens. P0 is basal feed plus probiotic 0 ml / kg of feed, P1 is basal feed plus probiotic 1 ml / kg of feed, P2 is basal feed plus probiotic 2 ml / kg of feed. The results showed that the addition of probiotics had no significant effect (P> 0,05) on the white index and the yolk index. The average egg white index value is P0 0,033 ± 0,005; P1 0,028 ± 0,002;P2 0,032 ± 0,004. The average yolk index value was P0 0,451 ± 0,017; P1 0,460 ± 0,025; P2 0,456 ± 0,013.The conclusion of this study was that the addition of probiotics up to 2 ml / kg of feed has not been able to increase the index of white and egg yolks.
2332426526C1B013129Pengaruh kompensasi, motivasi, komitmen organisasi serta lingkungan kerja (studi pada karyawan sambel layah 2 purwokerto)Abstrak
.
Tercapainya tujuan perusahaan tidak hanya tergantung pada sarana dan prasarana yang modern dan lengkap, tetapi justru lebih tergantung pada manusia yang melaksanakan pekerjaan tersebut. Keberhasilan suatu organisasi sangat dipengaruhi oleh kinerja individu karyawannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variabel independen (kompensasi, motivasi, komitmen organisasional, lingkungan kerja) terhadap variabel dependen (kinerja karyawan). Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda, uji ketepatan model, uji koefisien determinasi, dan uji t. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sampling jenuh (sensus). Dari hasil pengujian diketahui bahwa Kompensasi, Komitmen Organisasional dan Lingkungan Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Karyawan. Motivasi berpengaruh namun negatif terhadap kinerja karyawan di Sambel Layah 2 Purwokerto. Implikasi dari penelitian ini adalah untuk lebih meningkatan pemberian kompensasi baik kompensasi finansial maupun non finansial dan lebih meningkatkan kenyamanan di setiap lingkungan kerja, baik lingkungan kerja fisik maupun lingkungan kerja non fisik serta untuk lebih terbuka dalam mengembangkan karir bagi karyawannya karena ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan, sehingga karyawan mempunyai rasa keinginan yang lebih untuk tetap menjadi bagian dari perusahaan. Perusahaan juga lebih memperhatikan karyawannya terutama dalam memotivasi agar kinerja karyawan tidak menurun secara teori motivasi berpengaruh negatif dan signifikan.
Abstrak

The achievement of company objectives does not only depend on modern and complete facilities and infrastructure, but rather depends more on the people who carry out the work. The success of an organization is strongly influenced by the individual performance of its employees. The purpose of this study was to determine the effect of independent variable (compensation, motivation, organizational commitment, work environment) on the dependent variable (employee performance). Data analysis used the classic assymtion test, moltiple linear regression test, test the accurary of the model, test the coefficient of determination, and t test. The sampling technique used is the saturated sampling method ( census). From the test results it is know that Compensation, Organizational Commitment and the Work environment have a posaitve effect on Employee Performance. Motivation has a negative but effect on employee performance in Sambel Layah 2 Purwokerto. The implication of this research in to furthrt increase compensation both finansial and non-finansial compensation and improve comfort in every work environment, both the physical work envitonment and non-physical work environment and to be more open in developed careers of employees because the three independent variable have a positive effect and significant, so employees have more desire to remain part of the company. The company also pays more attention to its employees, especially in motivateed employees so that performance does not decrease because in theory motivation has a negative and significant effect.

2332526532H1C012074PERANCANGAN SISTEM MONITORING DEFLEKSI BETON BERBASIS INTERNET OF THINGS (IOT) MENGGUNAKAN SENSOR STRAIN GAUGE DAN MIKROKONTROLER NODEMCU Beton merupakan salah satu material yang banyak digunakan dalam bidang konstruksi. Hal ini disebabkan oleh kekuatan dan ketahanan yang dimiliki beton. Namun tetap saja material ini akan mengalami penurunan kualitas bahkan kerusakan karena pengaruh lingkungan seperti tekanan. Sangat penting untuk memonitor kondisi beton agar dapat mengetahui apabila terjadi kerusakan pada beton. Untuk menghindari kerusakan baik dalam jangka pendek maupun panjang, maka diperlukan suatu alat yang mampu mendeteksi kerusakan yang terjadi pada beton.
Dengan memanfaatkan sensor strain gauge dapat mendeteksi perubahan parameter yang terjadi pada beton dan Internet of Things (IoT) yang menampilkan nilai perubahan tersebut, maka dibuat suatu sistem untuk memantau defleksi beton melalui nilai tegangan dan nilai ADC keluaran dari kabel strain gauge. Pada penelitian ini digunakan sensor strain gauge metal wire yang dirancang ke dalam 3 beton balok bertulang. Didalam konfigurasi sensor strain gauge terdapat juga Rangkaian Jembatan Wheatstone untuk memperoleh ketelitian dalam melaksanakan pengukuran terhadap suatu tahanan yang nilainya relatif kecil. Platform IoT untuk memonitor nilai keluaran tersebut menggunakan web Thingspeak. Pada pengujian yang telah dilakukan, beton diberi variasi beban hingga puncak kekuatan beban tertinggi pada beton.
Hasil dari pengujian pada 3 beton tersebut didapatkan nilai puncak kekuatan beban tertinggi pada beton sebesar 18,193354 KN , Nilai rengangan maksimal pada beton sebesar 56,127 mm, Nilai strain gauge maksimal 27789,418 mm, dan nilai keluaran tegangan maksimal dari sistem defleksi beton sebesar 3.12 volt. Lalu, nilai keluaran tersebut akan dikirimkan ke web Thingspeak sebagai memantau dan mendeteksi kerusakan beton.
Concrete is one of the most widely used materials in the field construction. This is due to the strength and durability of the concrete. However, this material will experience a decrease in quality and even damage due to environmental influences such as pressure. It is important to monitor the condition of the concrete if there is damage. To avoid damage both in the short and long term, it is necessary a system that can detect the damage that occurs in the concrete.
By utilizing the strain gauge sensor to detect changes in parameters that occur in concrete and the Internet of Things (IoT) that displays the value of these changes, a system is made to monitor the concrete deflection through the voltage value and the ADC value of the output from the strain gauge cable. In this study a metal wire strain gauge sensor was designed into 3 reinforced concrete beams. In the strain gauge sensor configuration there is also a Wheatstone Bridge Series to obtain accuracy in carrying out measurements of a prisoner whose value is relatively small. The IoT platform for monitoring these output values uses the Thingspeak web. In the tests that have been carried out, concrete is given a variation of load up to the highest peak load strength in the concrete.
The results of testing on the 3 concrete obtained the highest peak load strength value in the concrete of 18,193354 KN, the maximum stretch value in concrete is 56,127 mm, the maximum strain gauge value is 27789,418 mm, and the maximum stress output value of the concrete deflection system of 3.12 volts. Then, the output value will be sent to the Thingspeak website as a monitor and detect concrete damage
2332626540B1A015079EFEK SUBLETAL LIMBAH BATIK TERHADAP AKTIVITAS ENZIM SUPEROKSIDA DISMUTASE PADA SERUM IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Limbah batik merupakan salah satu penyebab pencemaran di lingkungan perairan karena diketahui mengandung beberapa jenis logam berat. Jenis logam berat tersebut antara lain seperti krom (Cr), seng (Zn), merkuri (Hg), tembaga (Cu), timbal (Pb), Arsen (As), kadmium (Cd), mangan (Mn) dan nikel (Ni). Ikan yang terpapar limbah batik memberikan respon secara fisiologis. Respon yang muncul sebelum ikan mengalami kematian disebut sebagai efek subletal. Ikatan antara logam berat atau metal (M) dengan protein metalotionin ini disebut sebagai ikatan M+Mt. Ikatan ini bersifat stabil sehingga tidak mudah lepas. Hal inilah yang akhirnya memicu pembentukan radikal bebas. Ketika radikal bebas dalam tubuh semakin meningkat, maka kadar enzim Superoksida Dismutase atau SOD akan semakin menurun. Pengujian kadar enzim SOD dapat dijadikan sebagai upaya deteksi dini adanya pencemaran perairan yang disebabkan oleh limbah batik. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh toksisitas limbah batik terhadap penurunan enzim SOD pada ikan nila. Berdasarkan hasil penelitian ini, kadar SOD mulai dari kontrol, konsentrasi 17% v/v, 34% v/v dan 51% v/v berturut-turut yaitu 29,48 ± 1,40 U/mL, 22,20 ± 1,18 U/mL, 17,77 ± 1,16 U/mL, 13,68 ± 0,56 U/mL. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai F hitung (218,570) > F tabel (4,30) yang artinya terdapat pengaruh paparan limbah batik terhadap penurunan aktivitas SOD. Semakin tinggi konsentrasi limbah batik maka semakin rendah aktivitas SOD.Batik wastewater is one cause of pollution in the environment because of known containing several types of heavy metals. There are some types of heavy metals such as chrome (Cr), zinc (Zn), mercury (Hg), copper (Cu), lead (Pb), arsenic (As), cadmium (Cd), manganese (Mn) and nickel (Ni). Batik wastewater that is thrown into the river has an impact on fish physiologically. This response appears before the fish was dead or it’s called the sublethal effect caused by the heavy metal. A bond between the heavy metals or metal (M) with protein methallotionein it is called as a bond M+MT. The ties having the nature of a stable so that is not easily off. This is what finally triggers the formation of free radicals. When free radicals in the body are much higher, so the action of an enzyme SOD could decrease. Levels of an enzyme SOD testing as an effort early detection of pollution caused by wastewaters of batik. Based on it, so this study has objective to identify the effects of its toxicity batik wastewater to a decrease in an enzyme SOD on Nila fish. Based on the results of this study, SOD activity starting from control, concentration of 17% v/v, 34% v/v and 51% v/v respectively were 29,48 ± 1,40 U/mL, 22,20 ± 1,18 U/mL, 17,77 ± 1,16 U/mL, 13,68 ± 0,56 U/mL. This research result indicates that the value of F count (218,570) > F table (4,30), means there is an influence of batik waste to a decrease in SOD activity. The higher the concentration of batik waste and the lower activity of SOD.
2332728788H1D014078PEMETAAN TINGKAT RESIKO DAERAH RAWAN TSUNAMI BERDASARKAN POLA KETINGGIAN MUKA AIR
(Studi Kasus Tsunami Banten 22 Desember 2018)
Tsunami merupakan gelombang besar yang berasal dari laut menuju pantai. Bencana tsunami diakibatkan oleh letusan gunung berapi, gempa bumi yang pusatnya di dalam laut dan bertubrukannya antara lempeng samudera. Tinggi potensi terjadinya bencana tsunami pada wilayah Indonesia disebabkan tatanan dan proses geologi dan pergerakan lempeng, Indonesia yang terletak di tiga lempeng, yaitu Indo-Australia, Eurasia, dan Pasifik. Untuk itu Indonesia merupakan negara yang rawan sekali terhadapa bencana alam tsunami. Tsunami yang menghantam daerah pesisir Banten pada tangal 22 Desember 2018, disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda, Indonesia. Sedikitnya 426 orang tewas dan 7.202 terluka dan 23 orang hilang akibat peristiwa bencana ini. Bencana tsunami ini disebabkan oleh pasang tinggi dan longsor bawah laut karena letusan gunung Anak Krakatau tersebut. Tsunami di Banten juga mengakibatkan pemukiman warga di pesisir pantai rusak parah karena tersapu oleh gelombang besar. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur, fasilitas umum serta bengunan pendidikan. Lalu dilakukan riset pasca tsunami untuk menganalisis dan mengetahui daerah mana yang terdampak untuk perencanaan pembangunan kedepannya dan strategi untuk meminimalisir dampak yang terjadi akibat tsunami sehingga dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan pembangunan untuk jangka panjang. Dari analisis tersebut, maka perlu dibuat peta terdampak tsunami yang terjadi di Banten 22 Desember 2018, dengan membuat pemdelannya menggunakan metode hloss. Metode hloss adalah metode pemodelan numerik genangan tsunami sederhana berdasarkan ketinggian gelombang dari garis pantai, koefisien kekasaran permukaan, dan kemiringan lereng yang dibuat oleh Berryman (2006). Oleh karna itu dengan adanya penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk mengetahui daerah genangan tsunami Banten dengan scenario variasi ketinggian tsunami berdasarkan kondisi aktual akibat tsunami Banten 22 Desember 2018, berdasarkan hasil dari survey lapangan didapat nilai tertinggi tsunami di Desa Cagar alam degan ketinggian 9,6 meter dan ketinggian terendah di Desa Sukanagara dengan ketinggian 1,3 meter, dan berdasarkan analisi menggunakan metode hloss didapat nilai jarak genangan terjauh terdapat di Desa Cagar Alam dengan nilai 612,10 meter dan nilai jarak genangan terpendek di Desa Sukanagara dengan nilai 26,89 meter. Dilihat dari luasannya pada kelas sangat rendah (0m - 2m) yaitu Desa Mekarsari dengan luasan 14.500 m2 , pada kelas rendah (> 2m - 4m) yaitu Desa Cagar Alam dengan luassan 175.000 m2 , pada kelas sedang (> 4m - 6m) yaitu Desa Cagar Alam dengan luassan 65.020 m2 , pada kelas tinggi (> 6m - 8m) yaitu Desa Cagar Alam dengan luassan 53.500 m2 , pada kelas rendah (> 8m - 10m) yaitu Desa Cagar Alam dengan luassan 10.750 m2.Tsunamis are big waves that come from the sea to the coast. The tsunami disaster was caused by volcanic eruptions, earthquakes that were centered in the sea and collided between oceanic plates. The high potential for tsunami disasters in the territory of Indonesia is caused by the order and geological processes and plate movements, Indonesia which is located on three plates, namely Indo-Australia, Eurasia, and the Pacific. For this reason, Indonesia is a country that is very vulnerable to tsunami natural disasters. The tsunami that struck the coastal area of Banten on December 22, 2018, was caused by the eruption of the Anak Krakatau in the Sunda Strait, Indonesia. At least 426 people were killed and 7,202 were injured and 23 were missing as a result of this disaster. The tsunami disaster was caused by high tides and underwater landslides due to the eruption of Mount Krakatau. The tsunami in Banten also resulted in severely damaged coastal settlements on the coast due to being swept away by large waves. Damage also occurred in infrastructure, public facilities and education buildings. Then post-tsunami research is conducted to analyze and find out which areas are affected for future development planning and strategies to minimize the effects of the tsunami so that they can be used as a reference in making long-term development decisions. From this analysis, it is necessary to make a tsunami affected map that occurred in Banten December 22, 2018, by making the settlement using the hloss method. The hloss method is a simple tsunami inundation numerical modeling method based on the wave height of the coastline, surface roughness coefficient, and slope made by Berryman (2006). Therefore, the existence of this study is expected to be useful to find out the Banten inundation area with a tsunami height variation scenario based on actual conditions due to the Banten tsunami on 22 December 2018, based on the results of the field survey, the highest value of a tsunami was found in the Cagar Alam Village with a height of 9.6 meters and the lowest height in Sukanagara Village with an altitude of 1.3 meters, and based on an analysis using the hloss method, the farthest inundation distance was found in Cagar Alam Village with a value of 612.10 meters and the shortest inundation distance value in Sukanagara Village with a value of 26.89 meters. Judging from the extent of the very low class (0m - 2m), namely Mekarsari Village with an area of 14,500 m2, in the low class (> 2m - 4m) namely Cagar Alam Village with 175,000 m2 wide, in medium class (> 4m - 6m), namely Cagar Alam Village with an outdoor area of 65,020 m2, in the high class (> 6m - 8m), namely Cagar Alam Village with 53,500 m2 outdoor area, in low class (> 8m - 10m), namely Cagar Alam Village with 10,750 m2 area.
2332826528E2A017013PERLINDUNGAN HUKUM PEKERJA FOTOGRAFI DALAM PERJANJIAN KERJA DI WHC STUDIO PURWOKERTODwimo Gogy Prabowo, Program Studi Magister Hukum-Program Pascasarjana, Universitas Jenderal Soedirman, Perlindungan Hukum Pekerja Fotografi Dalam Perjanjian Kerja Di WHC Studio Purwokerto, Pebimbing Utama Tesis: Prof. Tri Lisiani Prihatinah, S.H., M.A., Ph.D., Pebimbing Pendamping Tesis: Dr. Siti Kunarti, S.H., M.Hum.
Amanat Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945 atau selanjutnya disebut UUD NRI 1945 Pasal 1 ayat (3) yang berbunyi, Negara Indonesia merupakan negara hukum. Negara hukum adalah negara yang menjunjung penegakan hukum dan keadilan merupakan syarat mutlak guna mencapai tujuan nasional. Salah satunya kemakmuran rakyat dalam mendapat penghidupan yang layak seperti dirumuskan dalam UUD 1945 Pasal 27 ayat (2) yang menyatakan bahwa, Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pekerjaan dapat dimaknai sebagai sumber penghasilan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup bagi dirinya sendiri dan keluarganya serta dapat juga dimaknai sebagai sarana untuk mengaktualisasikan diri sehingga seseorang merasa hidupnya menjadi lebih berharga baik bagi dirinya, keluarganya maupun lingkungannya, oleh karena itu hak atas pekerjaan merupakan hak asasi yang melekat pada diri seseorang yang wajib dijunjung tinggi dan dihormati. White House Creative Studio atau yang biasa disebut WHC Studio ini merupakan salah satu industri kreatif yang ada di Indonesia, studio foto yang berada di purwokerto yang memiliki beberapa pekerja didalamnya. Perusahaan yang bergerak dalam bidang kreatif ini fokus kepada fotografi dan videografi.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum pekerja fotografi di WHC Studio Purwokerto sudah sesuai peraturan perundang-undangan Ketenagakerjaan dan untuk menganalisis kendala dan upaya yang dihadapi dalam penerapan perlindungan pekerja di WHC Studio Purwokerto.
Hasil penelitian dan pembahasan di WHC Studio Purwokerto yaitu perjanjian kerja yang dilakukan di WHC Studio Purwkerto bertujuan mengikat para pekerjanya sebagai aturan dalam mengatur hak dan kewajiban pekerja dan pemberi pekerja, dalam perjanjian kerja di WHC Studio Purwokerto terdapat perlindungan hukum untuk para pekerjanya. Perlindungan hukum yang diterapkan dalam perjanjian kerja di WHC Studio Purwokerto tidak secara keseluruhan diterapkan seperti waktu kerja dan jaminan sosial yang oleh perusahaan tidak diberikan untuk para pekerjanya.
Dwimo Gogy Prabowo, Postgraduate Law Master’s Program, Jenderal
Soedirman University, legal protection of photography employees in work
agreement at WHC Studio Purwokerto, Main Thesis Supervisor: Prof. Tri Lisiani
Prihatinah, S.H., M.A., Ph.D., Thesis Supervisor: Dr. Siti Kunarti, S.H., M.Hum.
The mandate of The 1945 Constitution of The Republic Of Indonesia or
hereinafter referred to as the 1945 Constitution of the Republic of Indonesia Article
1 paragraph (3) which reads, the State of Indonesia is a state of law. A legal state
is a country that upholds law enforcement and justice is an absolute requirement to
achieve national goals. One of them is the prosperity of the people in getting a
decent livelihood as formulated in the 1945 Constitution Article 27 paragraph (2)
which states that every citizen has the right to decent work and livelihood for
humanity. Work can be interpreted as a source of income for someone to fulfill their
own needs for themselves and their families and can also be interpreted as a means
to actualize themselves so that someone feels their life becomes more valuable for
themselves, their family and their environment. Hence the right to work is a human
right that is inherent in someone which must be upheld and respected.
White House Creative Studio or commonly called WHC Studio is one of
the creative industries in Indonesia, a photo studio located in Purwokerto that has
several employees in it. The company engaged in this creative field focuses on
photography and videography.
This study aims to analyze the legal protection of photographic employees
at WHC Studio Purwokerto in accordance with Manpower legislation and to
analyze the constraints and efforts faced in applying the protection of employees at
WHC Studio Purwokerto.
The results of the research and discussion at WHC Studio Purwokerto,
namely the work agreement carried out at WHC Studio Purwokerto, aims to bind
its workers as a rule in regulating the rights and obligations of workers and
employers. The legal protection applied in the work agreement at WHC Studio
Purwokerto is not applied as a whole such as work time and social security which
the company doesn’t provide for its workers.
2332928898H1C015042GEOLOGI DAN ANALISIS GERAKAN TANAH DAERAH MEKARWANGI DAN SEKITARNYA, KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG BARAT, PROVINSI JAWA BARATDaerah Penelitian terletak pada desa Mekarwangi dan sekitarnya, Lembang, kabupaten Bandung Barat, provinsi Jawa Barat. Berdasarkan kondisi geomorfologi, daerah penelitian termasuk kedalam daerah memiliki perbukitan yang sangat terjal, sehingga termasuk zona rawan akan terjadinya Gerakan tanah atau longsoran. Pada daerah penelitian, secara umum terdapat lokasi yang sudah terjadi maupun rawan terjadinya Gerakan tanah atau longsor. Hal ini membuat penulis menginginkan penelitian mengenai gerakan tanah pada lokasi sudah terjadi maupun rawan terjadinya gerakan tanah.
Tujuan Penelitian ini antara lain mengetahui secara detail kondisi geologi daerah penelitian, mengetahui potensi terjadinya Gerakan tanah pada daerah penelitian, mengetahui faktor- faktor terjadinya Gerakan tanah, mengetahui keteknikan tanah dan nilai kestabilan lereng meliputi sifat fisik dan mekanik tanah. Metode penelitian ini terbagi beberapa tahapan yang pertama, pemetaan geologi, meliputi pengambilan data geomorfologi, litologi, dan struktur geologi. Tahapan Kedua pengamatan lokasi daerah yang rawan terjadinya gerakan tanah maupun sudah terjadi gerakan tanah atau longsor, meliputi pengambilan sampel tanah pada lokasi penelitian. Tahapan Ketiga analisis kestabilan lereng meliputi data sifat fisik dan mekanik tanah, kemudian menggunakan aplikasi slides 6 untuk mengetahui nilai faktor kemananan pada lereng daerah peneltian.
Berdasarkan hasil dari penelitian ini yaitu Litologi pada daerah penelitian meliputi breksi piroklastik, tufa pasir, intrusi andesit, lava basalt, tufa berbatuapung. Struktur pada daerah penelitian yaitu struktur sesar lembang yang merupakan sesar regional pada daerah penelitian. Terdapat lokasi untuk penelitian untuk mengetahui kestabilan lerengnya, dan mendapatkan hasil. Dari hasil perhitungan aplikasi slides 6 mendapatkan nilai faktor keamanan pada lereng sebesar 1,14. Hal ini menunjukan bahwa pada lereng tersebut dalam kondisi kritis atau longsoran pernah terjadi. Upaya penanganan yang dapat mengurangi resiko Gerakan tanah / longsor adalah mengubah geometri lereng meliputi pelandaian lereng mendapatkan nilai faktor keamanan sebesar 1,3. Hal ini bahwa lereng dalam kondisi stabil atau longsoran jarang terjadi. Upaya lain dalam meningkatkan kestabilan lereng mengubah geometri lereng dengan cara, pemotongan lereng dengan menanbahkan dinding penahan dan tiang pancang mendapatkan nilai faktor kemanan sebesar 1,9. Hal ini bahwa lereng dalam kondisi stabil dan meninimalisir terjadinya Gerakan tanah pada lokasi penelitian.
The research area is located in and around the village of mekaroth and, lembang, west bandung district, west Java province. Based on geomorfology, the research area includes steep hills, which are prone to soil movement or avalanches. In the research area, there is generally both a fixed location and a high risk of soil or avalanches. This makes the writer want both a study of the movement of the soil at the site and a volatile location. The purposes of this study include detailed conditions of the geology of the research area, knowing the potential for soil movement in the research area, knowing the factors behind the movement of the soil, knowing the industrial integrity and durability of the slope include both physical and mechanical properties. This method of research divides the first few stages, the mapping of geology, including collecting geomorfology, litology, and geological structures. A second stage of observation of locations of high risk areas as well as of soil or landslides, would include the removal of soil samples at the research site. The third step of a slope stability analysis involves data of the physical properties and the ground mechanics, then USES an application of no.6 to know the value of the safety factor on the slope of the research area. Based on the results of this study, litology in the research area includes breksi piroclastic, tufa sand, an intrusion of andesit, basalt lava, vacuum-paved tufa. The structure of the research area, the area of the problem, is a regional regional regional model. There's a site for research to identify the slope's stability, and get results. From the quantifying of the application-6 came the security factor value on a slope of 1.14. This suggests that the slope is critical or that an avalanche has happened. Treatment efforts that can reduce risk of soil movement or avalanches are changing the geometry of the slope by means of footings getting the safety factor value of 1.13. It is that slopes are in stable conditions or avalanches are rare. Another attempt to improve the stability of a slope changed the geometry of a slope by putting in place a retaining wall and a torture stake gained a security-factor of 1.9. It is that the slope is in a stable condition and remains a movement of the soil at the research site.
2333026527F1F012057Pragmatics study: Politeness Strategy in Donald Trump's Speech in Recognizing Jerusalem as the Capital of IsraelRianto, Riyan Ardi. 2019. Pragmatics study: Politeness Strategy on Donald Trump’s Speech in Recognizing Jerusalem as The Capital of Israel. Skripsi. Pembimbing 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A., Penguji: Drs. Ashari, M.Pd. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto.

Penelitian ini berjudul Pragmatics study: Politeness Strategy on Donald Trump’s Speech in Recognizing Jerusalem as The Capital of Israel yang bertujuan untuk: (1). mengidentifikasi jenis – jenis strategi kesopanan, dan (2) mendeskripsikan situasi yang ada di dalam pidato Donald Trump. Tujuan utama dari strategi ini adalah untuk meminimalkan atau menghindari tindakan yang mengancam image seseorang. Penelitian ini menggunakan teori dari Brown dan Levinson untuk menganalisis jenis dari strategi kesopanan dan realisasi strategi kesopanan.
Data dari penelitian ini adalah ucapan Donald Trump di dalam pidatonya tentang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data dan menggunakan total sampling dalam mengambil data berdasarkan teori strategi kesopanan. Hasil menunjukan bahwa empat tipe strategi kesopanan ditemukan dalam pidato Donald Trump tentang mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel yang berjumlah 33 data. Peneliti menemukan 6 data Strategi Off Record (18%), 16 data Strategi Bald on Record (49%), 4 data On Record with Redressive Positive Politeness (12%), dan 7 data On Record with Redressive Negative Politeness (21%).
Kesimpulannya, Strategi Bald on Record menjadi jenis strategi yang paling sering digunakan Trump. Seorang pembicara menggunakan strategi ini untuk melakukan tindakan dengan maksud komunikatif yang sangat jelas. Selain itu, strategi yang lain digunakan untuk mendukung Strategi Bald on Record.
Rianto, Riyan Ardi. 2019. Pragmatics study: Politeness Strategy on Donald Trump’s Speech in Recognizing Jerusalem as the Capital of Israel. Thesis. Supervisor 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum., Supervisor 2: Ika Maratus Sholikhah, S.S., M.A., Examiner: Drs. Ashari, M.Pd. Ministry of Research, Technology, and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto.

This research entitled Pragmatics study: Politeness Strategy on Donald Trump’s Speech in Recognizing Jerusalem as The Capital of Israel aims at two purposes, which are: (1). identifying the types of politeness strategy, and (2). describing the kind of situation in Donald Trump speech. The main purpose of politeness strategy is to minimize or to evade the face-threatening act. This research applies Brown and Levinson’s theory dealing with politeness strategy types and the realization of politeness strategy.
The data of this research is Donald Trump’s utterances on his speech about recognizing Jerusalem as the Capital of Israel. The researcher uses the descriptive qualitative method in analyzing the data and uses total sampling to take the data based on the politeness strategy theory. The results show that four types of politeness strategy are found on Donald Trump’s speech in recognizing Jerusalem as Israel’s Capital that contained 33 data. The researcher finds 6 data of Off Record Strategy (18%), 16 data of On Record Bald Strategy (49%), 4 data of On Record with Redressive Positive Politeness (12%), and 7 data of On Record with Redressive Negative Politeness (21%).
In conclusion, On Record Bald Strategy becomes the most frequent type that Trump used. A speaker used this strategy to do any act that uses very clear communicative intention. Furthermore, the other strategies are used to support the On Record Bald Strategy.
2333140749F1B019072Indeks Kepuasan Pelajar atas Pelayanan Ketapel 17 di Kabupaten KebumenPelayanan Ketapel 17 merupakan pelayanan jemput bola yang dilakukan Disdukcapil Kabupaten Kebumen dengan mengunjungi SMA/SMK Sederajat di Kabupaten Kebumen untuk melakukan pelayanan KTP Elektronik. Namun Disdukcapil Kabupaten Kebumen belum pernah melakukan pengukuran tingkat kepuasan pelajar atas pelayanan tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui besaran dari Indeks Kepuasan Pelajar (IKP) atas pelayanan Ketapel 17 di Kabupaten Kebumen.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Sasaran penelitiannya adalah pelajar SMA/SMK Sederajat di Kabupaten Kebumen yang mendapatkan pelayanan Ketapel 17 tahun 2022 dengan jumlah sampel 360 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode multistage random sampling. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif terhadap hasil hitung IKP.
Berdasarkan hasil penelitian, IKP pelayanan Ketapel 17 di Kabupaten Kebumen yaitu sebesar 3,11 dengan konversi 77,75, mutu pelayanan dengan bobot “B” atau kinerja unit pelayanan baik/puas. Indikator yang memiliki nilai tertinggi adalah persyaratan pelayanan dengan nilai 3,25 dengan konversi 81,32 mutu pelayanan dengan bobot “A” dan tingkat kinerja sangat baik/ sangat puas. Sedangkan indikator dengan nilai paling rendah yaitu penanganan pengaduan, saran dan masukan dengan nilai 2,78 dengan konversi 69,38 mutu pelayanan dengan bobot “B” dan tingkat kinerja baik/puas.
The Ketapel 17 service is a ball pick -up service conducted by Disdukcapil Kebumen Regency by visiting high school/vocational equivalent in Kebumen Regency to conduct electronic KTP services. But Disdukcapil Kebumen Regency has never measured the level of student satisfaction with the service. The purpose of this study is to determine the magnitude of the Student Satisfaction Index (IKP) for the Ketapel 17 service in Kebumen Regency.
This research uses quantitative descriptive methods. The target of the research is high school/vocational high school students in Kebumen Regency who received Ketapel 17 service in 2022 with a sample of 360 people. Data collection techniques using questionnaires, observation, documentation, and interviews. Sampling techniques are carried out using the multistage random sampling method. Data analysis is carried out descriptive quantitatively to the results of the IKP count.
Based on the results of the study, IKP Service Ketapel 17 in Kebumen Regency was 3.11 with a conversion of 77.75, the quality of service with the weight of "B" or the performance of the service unit was good/satisfied. Indicators that have the highest value are service requirements with a value of 3.25 with a conversion of 81.32 service quality with the weight of "A" and the level of performance is very good/ very satisfied. While indicators with the lowest value are the handling of complaints, suggestions and input with a value of 2.78 with a conversion of 69.38 service quality with "B" weight and good/satisfied performance level.
2333226529B1A015032Pertumbuhan Dan Kandungan Vitamin C Tanaman Kangkung Darat (Ipomoea Reptans Poir) Pada Media Zeolit Dengan Penambahan Asam Humat Kangkung darat (Ipomoea reptans Poir) merupakan sayuran yang paling digemari oleh masyarakat selain memiliki kandungan gizi yang baik dan salah satu sumber vitamin C selain buah-buahan. Vitamin C merupakan antioksidan yang dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk menjaga daya tahan tubuh dari efek buruk radikal bebas. Pemberian bahan organik berupa asam humat yang memiliki struktur molekul kompleks dengan berat molekul tinggi dan mengandung gugus aktif dapat meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Untuk meningkatkan keterediaan unsur hara diperlukan bahan pembawa (carrier) berupa zeolit. Zeolit merupakan mineral silikat yang memiliki kapasitas tukar kation (KTK) yang sangat tinggi (bervariasi antara 80-180 meq/100g). Pemberian bahan humat dengan carrier zeolit diharapkan dapat meningkatkan produksi tanaman pangan seperti tanaman jagung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asam humat dengan media tanam zeolit terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada tanaman kangkung darat dan untuk menentukan konsentrasi asam humat yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kandungan vitamin C pada tanaman kangkung darat. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi Tumbuhan dan Greenhouse, Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dengan menggunakan metode eksperimental. Penelitian ini dilaksanakan dari Januari 2019 hingga Maret 2019 dengan menggunakan rancangan percobaan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan kandungan vitamin C. Data dianalisis dengan analisis ragam pada taraf kepercayaan 95% dan 99%, dan dilanjutkan dengan analisis BNT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian asam humat dengan konsentrasi 4 g.kg-1 pada media tanam zeolit dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman kangkung darat, dan pemberian asam humat pada media tanam zeolit tidak dapat meningkatkan kandungan vitamin C kangkung darat.

Ipomoea reptans Poir is the most favoured vegetable that mostly known by the people because in addition having good nutrition content, it is one type of vitamin C good source other than fruits. Vitamin C is an antioxidant which is required by the body to maintain the immune of body from the damaging effect of free radicals. The addition of organic compound in the form of humic acid that has a complex structure with high molecular weight and contains an active group that can increase the growth and productivity of plants. The high availability of nutrients require a carrier such as zeolite. Zeolite is a silicate mineral which have a high cation exchange capacity (CEC) (varying between 80-180 meq/100g). The addition of zeolite as a carrier is expected to increase the production of food crops such as corn. This study aimed to know the effect of humic acid with zeolite growth media for the growth and vitamin C content in Ipomoea reptans Poir and also and to determine the concentration of humic acid that most effect to the growth and vitamin C content in Ipomoea reptans Poir. The research was conducted at the Laboratory of Plant Physiology and Greenhouse, Faculty of Biology, Jenderal Soedirman University, Purwokerto by using experimental methods. The research was conducted from January 2019 to March 2019 with using completely randomized design (CRD). The parameters were observed in this study are the number of leaves, plant fresh weight, dry weight of plants, and vitamin C content. The data were analyzed by analysis of variance at the level of 95% and 99%, then following by analytical analysis BNT 95%. The results of this research showed that the addition of humic acid with a concentration of 4 g.kg-1 zeolite growing media can increase Ipomoea reptans Poir growth and the addition of humic acid to the zeolite growth media cannot increase the vitamin C content of Ipomoea reptans Poir.
2333326530L1B015012PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) PADA PAKAN TERHADAP PROFIL DARAH IKAN LELE (Clarias gariepinus)Keberhasilan usaha budidaya ikan selain pemberian pakan juga ditentukan oleh status kesehatan ikan. Salah satu indikator terjadinya penurunan kesehatan ikan yaitu adanya perubahan pada gambaran darah. Daun mengkudu diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap status kesehatan ikan dengan bantuan zat flavonoid, alkaloid, antrakuinon, dam saponin zat tersebut memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun mengkudu pada pakan terhadap kadar hemoglobin, kadar hematokrit, kadar glukosa darah, dan jumlah eritrosit ikan lele (Clarias gariepinus). Penelitian ini menggunakan eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL), menggunakan 4 perlakuan yaitu dengan pemberian ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia) ke pakan sebanyak 0 g/kg, 3 g/kg, 5 g/kg, dan 7 g/kg. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan ulangan ikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia) pada pakan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar hemoglobin, kadar hematokrit, kadar glukosa darah dan jumlah eritrosit ikan lele (Clarias gariepinus). Kualitas air yang diamati meliputi pH, suhu dan kandungan oksigen. Nilai pH selama pemeliharaan yaitu 6-7, suhu berkisar 25-27°C, kandungan oksigen terlarut selama pemeliharaan bekisar antara 6,93-7.93 mg/L. Kualitas air pada penelitian ini masih dalam kondisi yang normal.The success of the fish farming business in addition to feeding is also determined by the health status of the fish. One indicator of a decline in fish health is a change in the blood picture. Noni leaf is expected to have an effect on the health status of fish with the help of flavonoids, alkaloids, anthraquinones, and saponins and these substances have anti-inflammatory and antibacterial properties. The purpose of this study was to determine the effect of the addition of noni leaf extract on feed on hemoglobin levels, hematocrit levels, blood glucose levels, and the number of erythrocytes of catfish (Clarias gariepinus). This study used an experimental randomized design, using 4 treatments namely by giving noni leaf extract (Morinda citrifolia) to feed as much as 0 g / kg, 3 g / kg, 5 g / kg, and 7 g / kg. The treatment was repeated 3 times with repeated fish. The results showed that the administration of noni leaf extract (Morinda citrifolia) in the feed had no significant effect (P>0.05) on hemoglobin levels, hematocrit levels, blood glucose levels and the number of erythrocytes of catfish (Clarias gariepinus). The observed water quality includes pH, temperature and oxygen content. The pH value during maintenance is 6-7, temperatures range from 25-27°C, dissolved oxygen content during maintenance ranges between 6.93-7.93 mg / L. Water quality in this research is still in normal conditions.
2333426539I1B015047PENGARUH VIDEO SADARI TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU WANITA DENGAN RIWAYAT KELUARGA KANKER PAYUDARA TENTANG PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI DI KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang : Wanita yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara mempunyai resiko lebih tinggi untuk terkena kanker payudara. Fenomena ini semakin meningkat tiap tahun. Salah satu deteksi dini yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kanker payudara melalui melalui pemberian pendidikan kesehatan menggunakan media video SADARI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan dengan media video terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara tentang pemeriksaan payudara sendiri di Kabupaten Banyumas.

Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan jenis penelitian quasi experiment dengan one group only with pretest and posttest design. Teknik sampling menggunakan Convenient, yakni sebanyak 25 wanita keturunan keluarga yang memiliki kanker payudara pada masing-masing kelompok. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner tentang pengetahuan, sikap dan perilaku. Analisis data menggunakan Uji t berpasangan, Uji Wilcoxon, Uji t tidak berpasangan dan Uji Mann Whitney
Hasil :menunjukan bahwa terdapat perbedaan pengetahuan, sikap dan perilaku sebelum dan sesudah diberikan video SADARI yang signifikan dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Terdapat perbedaan skor pengetahuan, sikap dan perilaku sebelum dan sesudah diberikan video SADARI antara kelompok intervensi dan kontrol dengan nilai p=0,000 (p<0,05).
Kesimpulan : Video SADARI efektif untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku pemeriksaan payudara sendiri pada wanita dengan riwayat keluarga kanker payudara.

Background: Women who has family history of breast cancer has a higher risk of developing breast cancer. This phenomenon is increasing every year. One of the early detection that can be done to prevent breast cancer is through the provision of health education using SADARI video media. This study aims to determine the effect of health education with video media on knowledge, attitudes and behavior of women with a family history of breast cancer about breast self examination in Banyumas Regency. Research Method: This research used quasi experiment with one group only with pretest and posttest design. Sampling technique used Convenient, which involved 25 women with a family history of breast cancer. Data were collected using a questionnaire of knowledge, attitude and behavior. Data were analysed using Wilcoxon test, Paired sample test, Independent sampel T test and Mann Whitney. Results: The study results showed that there was a significant difference of knowledge, attitude and behavior between before and after given health education with p value = 0,000 (p <0,05). There were differences in the scores of knowledge, attitudes and behaviors before and after the SADARI video was given between the intervention and control groups with a value of p = 0,000 (p <0.05).
2333526545G1A012113HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG GIZI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA KETENGER KECAMATAN BATURRADEN KABUPATEN BANYUMASLatar Belakang : Status gizi balita merupakan faktor penting yang harus di perhatikan, karena masa balita merupakan masa kritis dalam rangka mendapatkan sumber daya manusia berkualitas, baik dari segi pertumbuhan fisik maupun kecerdasan. United Nation’s Children Fund (UNICEF) menyatakan terdapat peningkatan jumlah balita stunting pada tahun 2014, dari 161 juta balita menjadi 162 juta balita. Pengetahuan ibu akan mempengaruhi pola penyediaan keseimbangan konsumsi zat gizi yang diberikan kepada anak, sehingga akan mempengaruhi status gizi anak.
Tujuan : Mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang gizi dengan status gizi balita di Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas.
Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik probability sampling dengan pendekatan simple random sampling dengan menggunakan 52 sampel ibu beserta balita. Instrumentasi penelitian menggunakan BB, Umur, dan Kuesioner Pengetahuan Ibu tentang Gizi. Data yang diperoleh kemudian diolah dan dianalisis secara statistik dengan Chi Square.
Hasil : Berdasarkan hasil uji statistik Chi Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita dengan nilai p<0,001.
Keseimpulan : Pengetahuan ibu tentang gizi berhubungan dengan status gizi balita di Desa Ketenger Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas
Background : The nutritional status of children under five is an important factor that must be considered, because childhood is a critical period in order to get quality human resources, both in terms of physical growth and intelligence. The United Nation's Children's Fund (UNICEF) said there was an increase in the number of stunting toddlers in 2014, from 161 million infants to 162 million infants. Mother's knowledge will affect the pattern of providing a balanced consumption of nutrients given to children, so that it will affect the nutritional status of children.
Objective : To find out the relationship between mother's knowledge about nutrition and the nutritional status of children under five in Ketenger Village, Baturraden District, Banyumas Regency.
Method : This study used an observational design with a cross sectional approach. Sampling was done using probability sampling technique with a simple random sampling approach using 52 samples of mothers and toddlers. The instrumentation of the study used BW, Age and the Mother Knowledge Questionnaire about Nutrition. The data obtained is then processed and analyzed statistically with Chi Square.
Results : Based on the Chi Square statistical test results showed that there was a significant relationship between mother's knowledge and the nutritional status of children under five with a p value <0.001.
Conclusion : Mother's knowledge about nutrition is related to the nutritional status of children under five in Ketenger Village, Baturraden District, Banyumas Regency
2333626533F1D012007STRATEGI MOBILISASI DUKUNGAN PARTAI NASDEM PADA PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF 2019 DI DAERAH PEMILIHAN MAJALENGKA III
Penelitian ini berjudul “Strategi Mobilisasi Partai Nasdem Dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019 Di Daerah Pemilihan Majalengka III”. Penelitian ini bermaksud untuk memahami dan mendeskripsikan strategi mobilisasi yang dilakukan Partai Nasdem Majalengka dalam Pemilihan Umum Legislatif 2019 di Daerah Pemilihan Majalengka III.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Tekni pemeriksaan validasi menggunakan model analisis interaktif yang memuat tiga komponen yaitu kondensasi data, penyajian data dan pengambilan kesimpulan.
Hasil penelitian ini menerangkan bagaimana strategi yang dilakukan Partai Nasdem Majalengka secara umum, dan ccalon legislatif di Dapil III khususnya dalam upaya menggiring serata memobilisasi masa untuk mendukung Partai Nasdem pada Pemilihan Umum Legislatif 2019. Selain itu penelitian ini menampilkan upaya bersama antara pengurus partai serta calon legislatif secara beriringan untuk menaikan sura partai untuk meningkatkan perolehan kursi di DPRD dan menjabarkan peluang Partai Nasdem untuk membentuk fraksi sendiri di DPRD Majalengka.
This research is entitled "Strategy for Mobilizing the Nasdem Party in 2019 Legislative Elections in the Electoral District of Majalengka III". This study intends to understand and describe the mobilization strategy carried out by the Nasdem Majalengka Party in the 2019 Legislative General Election in the Electoral District of Majalengka III.
This study uses qualitative research methods with a case study approach. The data used are primary data and secondary data. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observations, and documentation. The validation examination technique uses an interactive analysis model that contains three components, namely condensation of data, presentation of data and conclusions.
The results of this study explain how the strategy carried out by the Majalengka Nasdem Party in general, and the legislative committee in District III, especially in an effort to bring together mobilize the period to support the Nasdem Party in the 2019 Legislative General Election. in tandem to raise the status of the party to increase seats in the DPRD and describe the opportunities of the Nasdem Party to form their own faction in the Majalengka DPRD.
2333726536B1A015074PENGARUH PAKLOBUTRAZOL DAN GA3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBUNGAAN PADA TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.)Cabai (Capsicum annum L.) merupakan komoditas hortikultura yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan pangan di Indonesia. Hal ini dikarenakan cabai dapat dikonsumsi dalam keadaan segar atau olahan. Paklobutrazol merupakan salah satu zat penghambat tumbuh atau retardan yang peranannya menyebabkan nutrisi dan energi tanaman akan diarahkan mencapai fase generatif lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan produksi. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah mengetahui pengaruh paklobutrazol dan GA3 terhadap pertumbuhan dan pembungaan cabai (Capsicum annum L.) dan menentukan konsentrasi paklobutrazol dan GA3 yang tepat terhadap pertumbuhan dan pembungaan cabai (Capsicum annum L.). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola perlakuan faktorial. Faktor pertama yaitu konsentrasi Paklobutrazol (P) dengan 4 taraf yaitu P0 : 0 ppm, P1 : 250 ppm, P2 : 500 ppm, dan P3 750 ppm. Faktor kedua yaitu konsentrasi GA (G) dengan 3 taraf yaitu G0 : 0 ppm, G1 : 50 ppm, G2 : 100 ppm dan G3 : 150 ppm. Kombinasi kedua faktor menghasilkan 16 pelakuan. Setiap kombinasi perlakukan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 48 unit percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun, waktu pembungaan (hari) dan jumlah bunga. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam dengan tingkat kepercayaan 95% dan dilanjutkan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Paklobutrazol dan GA3 berpengaruh pada pertumbuhan dan pembungaan tanaman cabai (Capsicum annum L.) apabila diaplikasikan secara mendiri. Paklobutrazol dengan konsentrasi 250 ppm dan GA3 dengan konsentrasi 50 ppm merupakan konsentrasi terbaik untuk pertumbuhan dan pembungaan pada tanaman cabai (Capsicum annum L.).Chili (Capsicum annum L.) is a horticultural commodity that has an important role in food needs in Indonesia. This is because chili can be consumed in fresh or processed conditions. Paclobutrazol is one of the growth inhibitors or retardants whose causes plant nutrients and energy to be directed towards reaching the generative phase faster, so it can increase production. The aim to be achieved in this study was to find out the effect of paclobutrazol and GA3 on the growth and flowering of chili (Capsicum annum L.) and determine the best concentration of paclobutrazol and GA3 for the growth and flowering of chili (Capsicum annum L.). The research design used was a Completely Randomized Design (CRD) with factorial treatment pattern. The first factor is the concentration of Paklobutrazol (P) P0: 0 ppm, P1: 250 ppm, P2: 500 ppm, and P3 750 ppm. The second factor is the concentration of GA (G) G0: 0 ppm, G1: 50 ppm, G2: 100 ppm and G3: 150 ppm. The combination of these two factors resulted in 16 treatments. Each treatment combination was repeated 3 times, so there were 48 experimental units. The parameters observed in this study were plant height (cm), number of leaves, flowering time (days) and number of flowers. The data analyzed by Analysis of Variance with a confidence level of 95%, and followed by the Smallest Significant Difference test (LSD) at an error rate of 5%. The results showed that addition of Paclobutrazol and GA3 had an effect on the growth and flowering of chilli plants (Capsicum annum L.) when applied independently. Paclobutrazol with a concentration of 250 ppm and GA3 with a concentration of 50 ppm was the best concentration for growth and flowering in chili plants (Capsicum annum L.).
2333826538F1B115004KUALITAS PELAYANAN PENANGANAN KELUHAN PELANGGAN DI PT. PLN (PERSERO) UNIT LAYANAN PELANGGAN PURWOKERTO KOTA
Pelayanan publik dengan kualitas yang baik merupakan hak bagi setiap orang, maka pemerintah wajib melindungi setiap warga negaranya dengan memastikan bahwa mereka telah mendapatkan pelayanan publik yang layak. Salah satu bentuk dari perlindungan tersebut adalah dengan memberi ruang dan perhatian pada masyarakat untuk menyampaikan keluhannya. Masalah yang dihadapi PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota saat ini adalah memiliki jumlah keluhan pelanggan paling banyak setiap tahunnya dibandingkan dengan ULP lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan kualitas pelayanan penanganan keluhan pelanggan di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota. Penelitian ini menggunakan metode kuanitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah pelanggan ULP Purwokerto Kota yang melakukan keluhan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 543 pelanggan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 85 orang. Metode analisis yang digunakan adalah distribusi frekuensi dan rata-rata hitung (mean). Hasil penelitian menunjukan bahwa berdasarkan rata-rata nilai indeks Kualitas Pelayanan Penanganan Keluhan Pelanggan di PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota adalah sebesar 71,37% sehingga termasuk dalam kategori yang baik. Hal ini didukung dengan dimensi kualitas pelayanan penanganan keluhan pelanggan timeliness, facilitation, redress, apology, credibility, dan attentiveness yang juga termasuk dalam kategori baik.

Good quality public services are a right for everyone, so the government is obliged to protect every citizen by ensuring that they have proper public services. One form of protection is to give space and attention to the public to express their complaints. Problem in PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota is currently has the highest number of customer complaints each year compared to other ULP. Therefore, this study aims to determine and describe the quality of service handling customer complaints at PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota. This study uses quantitative methods with a descriptive approach. The population in this study is ULP Purwokerto Kota customers who made complaints in 2018 of 543 customers. The sampling technique in this study used simple random sampling, with 85 respondents. The analytical method used is the frequency distribution and the mean (mean). The results showed that based on the average index value of Customer Complaints Handling Service Quality at PT. PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan Purwokerto Kota a is 71.37% so it is included in the good category. This is supported by the dimension of service quality in handling customer complaints, timeliness, facilitation, redress, apology, credibility, and attentiveness which are also included in both categories.
2333926542A1C015031KAJIAN KESETIMBANGAN AIR PADA BUDIDAYA KENTANG DENGAN GULUDAN HORIZONTAL DAN VARIASI TEKNIK DRAINASEKentang merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Produksi kentang di Indonesia masih rendah, salah satu penyebab yang membuat produktivitas kentang rendah yaitu fluktuasi unsur-unsur cuaca seperti curah hujan yang tinggi sehingga dapat menyebabkan banyaknya serangan hama dan umbi kentang membusuk sebelum panen. Budidaya kentang konvensional umumnya menggunakan guludan vertikal yang berdampak tingginya erosi. Penerapan kentang dengan metode guludan horizontal terbukti dapat mengatasi degradasi lahan dan laju erosi, namun metode ini berpotensi mengurangi jumlah produksi kentang menurun. Hal tersebut dikarenakan guludan horizontal lebih banyak menyimpan air, sehingga diperlukannya penelitian terkait kesetimbangan air pada guludan horizontal dengan variasi teknik drainase. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kesetimbangan air pada lahan kentang guludan horizontal dengan variasi teknik drainase dan (2) mengetahui tingkat produktivitas kentang pada lahan guludan horizontal dengan variasi teknik drainase. Penelitian dilaksanakan pada bulan April-November 2018 di lahan pertanian Desa Serang Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga, Laboratorium Teknik Pengolahan dan Pengendalian Biolingkungan (TPPBL) Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Variabel yang diamati yaitu komponen iklim, run off, kadar air volumetrik tanah, kerapatan tanah, konduktifitas hidrolik tanah, dan hasil panen kentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keseimbangan air tanaman kentang selama satu musim dengan masukan curah hujan sebesar 614,04 mm mengalami surplus air pada setiap perlakuan sebesar R0 164,74 mm, R1 8,52 mm, R1.5 52,80 mm, dan R2 120,06 mm. Nilai produktifitas kentang terhadap perlakuan R1, R1,5 dan R2 berdasarkan uji lanjut LSD 5% tidak berbeda nyata dengan nilai rata-rata produksi 10022,22 Kg/Ha, 10044,44 Kg/Ha dan 8200 Kg/Ha.Potatoes are one of the important food commodities in Indonesia that have high economic value. Potato production in Indonesia is still low, one of the causes that makes potato’s productivity low is fluctuations in weather elements such as high rainfall so that it can cause a lot of pest attacks and tubers to rot before harvest. Conventional cultivation of potatoes generally uses vertical ridges that have high erosion. The application of potatoes with a horizontal ridges has been proven to overcome land degradation and erosion rates, but this method has the potential to reduce the amount of potato production. Because the horizontal ridge is stores more water, so research is needed regarding water balance in horizontal ridge with variations in drainage techniques. This study aims to: (1) determine the level of water balance in a horizontal potato field with variations in drainage techniques and (2) determine the level of potatoes productivity in horizontal ridge with variations in drainage techniques. The study was held in April-November 2018 on the horticultural crop farm in Serang Village, Karangreja District, Purbalingga Regency and Bio-Environmental Control Engineering Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The variables observed are climate component, volumetric water content of the soil, soil density, soil hydraulic conductivity, and potato yield. The result showed that the water balance of potato during a season which was given with rainfall in amount of 612,04 mm had a positive delta storage for all of the treatments. The values of each treatment are R0 164,74 mm, R1 8,52 mm, R1.5 52,80 mm, dan R2 120,06 mm. The values of the potato’s productivity toward the treatments R1, R1,5 and R2 based on the Post Hoc Test LSD 5% were not really different with the average of the production values, those values were 10022,22 Kg/Ha, 10044,44 Kg/Ha, and 8200 Kg/Ha.

2334026543C1G015031THE INFLUENCE FACTORS OF STUDENT PREFERENCES IN ECONOMICS AND BUSINESS FACULTY OF JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY TOWARDS CLOTHING PRODUCT PURHASING IN THE ONLINE MARKETDengan perkembangan internet di Indonesia sekarang, perkembangan usaha memakai media tesebut meningkat. Media Internet adalah satu dari banyak media promosi yang memiliki prospek yang sangat baik, dengan media ini dapat menjangkau lebih banyak konsumen. Penelitian ini perlu dilakukan karena melihat perilaku berpakaian mahasiswa yang sejalan dengan perkembangan teknologi. Tujuan penelitian ini yaitu menguji meneliti tentang harga barang, pendapatan, pengalaman, lingkungan, ketersediaan barang, usia dan jenis kelamin yang mempengaruhi preferensi konsumen dan mengetahui deskripsi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Selanjutnya tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa preferensi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman dalam pembelian produk pakaian pada pasar online. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diambil dari 98 responden yang kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Dalam penelitian ini, didapat variabel harga barang, pendapatan, ketersediaan barang, dan jenis kelamin berpengaruh positif dan signifikan terhadap preferensi mahasiswa. Sedangkan pengalaman, lingkungan, dan usia tidak memiliki dampak terhadap preferensi mahasiswa. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu guna memaksimalkan kegiatan transaksi pada pasar online. Untuk memaksimalkan kegiatan transaksi yang menyeluruh terhadap semua lapisan masyarakat, perlu diadakan peningkatan keamanan yaitu otentifikasi baik pihak toko maupun konsumen. Penjual juga harus meningkatkan kualitas produk agar dapat sesuai dengan manfaat yang didapat, meningkatkan loyalitas konsumen kepada toko dengar cara memberikan reward atau poin yang dapat ditukar dengan manfaat lain serta mengembangkan keunggulan kompetitif agar dapat bersaing dalam memenuhi permintaan konsumen. Bagi konsumen agar lebih selektif memilih penjual yang menjual barang dengan kualitas yang baik dan diharapkan dapat meningkatkan kontrol diri dengan tujuan untuk melindungi diri dari perilaku yang impulsif. Dan bagi pemerintah untuk mengatur setiap pelaku usaha agar melakukan sertifikasi yang terdapat didalam undang-undang ITE demi mencapai wujud konkret bisnis berbasis internet yang lebih amanWith the development of the internet in Indonesia today, of course, the development of businesses using the media is increasing. Internet is one of the means of product promotion that has very good prospects nowadays, through which the media can reach consumers more broadly, including clothing products. This research also needs to be done because changes in student behavior in following the latest clothing modes in line with technological advancements and to analyze the student preferences. The purpose of this study is to examine the price of goods, income, experience, environment, availability of goods, age, and gender that affect consumer preferences and to know the description of the independent variables with dependent variable. The data used in this study are primary data taken from 98 respondents then analyzed using multiple linear regression analysis. In this study, obtained variable prices of goods, income, availability of goods, and gender have a positive and significant effect on student preferences. Whereas experience, environment, and age have no effect on student preferences. The implication of the conclusion above is to maximize transaction activities in the online market. To maximize the overall transaction activities for all levels of society, security enhancements need to be held, namely authentication of both the store and consumers. The seller must also improve the quality of the product in order to match the benefits obtained, increase customer loyalty to the store with provide rewards or points that can be exchanged with other benefits and develop competitive advantages in order to compete in meeting consumer demand. For consumers to be more selective to choose the sellers who sell goods with good quality and aexpected to increase self-control in order to protecting themselves from impulsivity. And for the government to regulate every business actor to carry out the certification contained in the ITE law in order to achieve a concrete form of a safer internet-based business.