Artikelilmiahs

Menampilkan 23.301-23.320 dari 50.233 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
2330126507A1D015117PENGARUH LAMA PERENDAMAN DALAM ZPT ALAMI (LARUTAN AIR KELAPA) DAN KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN STEK ANGGUR (Vitis vinifera L.)ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui lama perandaman terbaik untuk pertumbuhan stek anggur, (2) mengetahui komposisi media tanam terbaik untuk pertumbuhan stek anggur dan (3) mengetahui kombinasi lama perendaman dan komposisi media tanam terbaik untuk pertumbuhan stek anggur. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang Nanas, Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas mulai bulan April 2019 hingga Juni 2019. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor. Faktor pertama yaitu lama perendaman ZPT alami (larutan air kelapa muda) meliputi kontrol (tanpa perendaman), 4 jam, dan 8 jam. Faktor yang kedua adalah kompoisisi media tanam meliputi tanah + arang sekam + kompos (1:1:2), tanah + arang sekam + kompos (1:2:1), dan tanah + arang sekam + kompos (2:1:1). Variabel yang diamati jumlah akar, panjang akar, muncul tunas, luas daun, jumlah daun, panjang tunnas, dan persentase stek hidup. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, dan apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) Lama perendaman 8 jam memberikan hasil terbaik pada jumlah akar dengan nilai rerata 5,13 (2) Komposisi media tanam dari tanah, arang sekam, dan kompos tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan tanaman anggur (3) Kombinasi lama perendaman dan media tanam tidak memberikan pengaruh terhadap semua variabel pengamatan pertumbuhan stek tanaman anggur.
ABSTRAK

This study aims to: find out the best length of immersion for the growth of grape cuttings, find out the best composition of growing media for the growth of grape cuttings and find out the best combination of immersion time and composition of growing media for grape cuttings growth.This research was conducted in Karang Nanas Village, Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency, starting from April 2019 to June 2019. The experimental design used was Complete Randomized Block Design (CRBD) with two factors. The first factor was the length of natural immersion time (coconut water solution) including control (without immersion), 4 hours and 8 hours. The second factor was the composition of planting media including soil + husk charcoal + compost (1: 1: 2), soil + husk charcoal + compost (1: 2: 1), and soil + husk charcoal + compost (2: 1: 1) . Variables observed were the number of roots, length of roots, appearance of shoots, leaf area, number of leaves, length of shoots, and percentage of live cuttings. The data obtained were analyzed by using the F test, and if significantly different continued with Duncan's Multiple Range Test at level of 5%. The results showed that (1) 8-hour immersion time in PGR gave the height number of roots namely 5.13 roots (2) Composition of planting media (soil, husk charcoal and compost) ) did not have an effect on the growth of grape plants (3) The combination of lenght on immersion time and planting media did not have an influence on the growth of cuttings of vines.
2330228602B1A015104STRUKTUR KOMUNITAS TERIPANG
(Echinodermata: Holothuroidea) DI PULAU SELARU
KEPULAUAN TANIMBAR MALUKU
Indonesia memiliki keanekaragaman teripang yang tinggi, salah satu daerah yang menjadi produsen teripang adalah Maluku. Data ekologi teripang masih sangat jarang di Indonesia khususnya di Pulau Selaru Kepulauan Tanimbar Maluku. Hal itu menyebabkan belum terdapat regulasi yang jelas tentang pemanfaatan dan konservasi teripang di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas teripang di Pulau Selaru Kepulauan Tanimbar Maluku serta hubungan keanekaragaman teripang dengan kondisi lingkungan. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey menggunakan teknik random sampling di perairan Namtabung Pulau Selaru. Pengambilan sampel menggunakan metode transek kuadrat 5x5 m pada 3 stasiun. Hasil identifikasi berdasarkan karakter morfologi dan bentuk spikula bagian dorsal terdapat 14 spesies. Hasil perhitungan indeks ekologi diketahui teripang di Namtabung memiliki keanekaragaman yang sedang dengan kepadatan 0,42 individu.m-2, penyebaran populasi yang merata, dan tidak terdapat dominansi spesies tertentu. Faktor lingkungan perairan pada Pulau Selaru Kepulauan Tanimbar tergolong ideal untuk menunjang kehidupan teripang. Terdapat hubungan beberapa faktor lingkungan dan keanekaragaman, namun korelasinya tidak signifikan karena nilai p-value 0,096.Indonesia has a high diversity of trepang, one of the regions that is a producer of trepang is Maluku. Ecological data of trepang is still very rare in Indonesia, especially in Selaru Island, Tanimbar Archipelagi, Maluku. That causes the absence of clear regulations on the use and conservation of trepang in Indonesia. This study aims to determine community structure of trepang and the relationship trepang abundance with environmental conditions in Selaru Island Tanimbar Archipelago Maluku. This research was conducted by survey method using random sampling techniques in the waters of Namtabung, Selaru Island. Sampling using the 5x5 m quadratic transect method at 3 stations. The results of identification based on morphological characters and the shape of the dorsal ossicle contained 14 species. Ecological index calculation results are known to trepang in Namtabung have moderate diversity with a density of 0.42 individuals.m-2. Water environmental factors on the Selaru Island of the Tanimbar Islands are ideal for supporting trepang life. There is a correlation of several environmental factors and abundance, but the correlation is not significant because the p-value is 0.096.
2330326508C1G015011FACTORS THAT INFLUENCE THE DEMAND OF USING SUBSIDIZED HOME LOAN IN JAVA ISLANDPenelitian ini meneliti tentang faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan KPR bersubsidi di Pulau Jawa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh kepadatan penduduk, pendapatan perkapita, jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk miskin terhadap permintaan KPR bersubsidi di Pulau Jawa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diambil dari laporan tahunan Badan Pusat Statistik dari tahun 2011-2017 dan dianalasis menggunakan analisis regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kepadatan penduduk, pendapatan per kapita, jumlah angkatan kerja dan jumlah penduduk miskin secara bersama-sama berpengaruh terhadap jumlah permintaan KPR bersubsidi. Menurut hasil analisis regresi yang dilakukan terhadap permintaan KPR bersubsidi di Pulau Jawa, secara parsial bahwa angkatan kerja berpengaruh positif, kepadatan penduduk, pendapatan perkapita dan penduduk miskin berpengaruh negatif terhadap permintaan KPR bersubsidi di Pulau Jawa.
This study examines the factors that influence the demand for subsidized housing loans in Java. The purpose of this study is to analyze the effect of population density, per capita income, the number of the workforce and the number of poor people on the demand for subsidized housing loans in Java. The data used in this study are secondary data taken from the annual report of Badan Pusat Statistik from 2011-2017 and analyzed using multiple linear regression analysis.
Based on the results of this study indicate that population density, per capita income, the number of the workforce and the number of poor people together influence the amount of subsidized KPR demand. According to the results of the regression analysis conducted on the demand for subsidized home loans in Java, partially that the labor force has a positive effect, population density, per capita income and the poor have a negative effect on the demand for subsidized housing loans in Java.
2330426510F1I014006ANALISIS MOTIF STRATEGI TIONGKOK DALAM MEMBERI PINJAMAN LUAR NEGERI KEPADA VENEZUELA TAHUN 2014-2018Kebutuhan minyak Tiongkok telah melonjak secara dramatis sejak negara importir minyak pada tahun 1993. Cadangan minyak yang dimiliki Venezuela menjadikan sebuah ladang emas bagi negara dengan sektor ekonomi besar seperti Tiongkok dan Amerika Serikat, dalam hal ini Tiongkok berusaha mendapatkan cadangan minyak Venezuela yang lebih yang akibatnya Amerika Serikat merasa terancam akan kehadiran Tiongkok dipasar Venezuela. Sedangkan, kondisi perekonomian Venezuela tengah terpuruk akibat hiperinflasi hingga 1.000.000 % di tahun 2018 hal itu dikarenakan penghujung tahun 2014 harga minyak yang terus turun membuat kondisi ekonomi sejumlah negara penghasil minyak berantakan.
Venezuela menjadi penerima tunggal terbesar keseluruhan investasi Tiongkok di Amerika Latin yang terkonsentrasi di bidang minyak yang dikembangkan oleh Tiongkok National Petroleum Corporation (Sinopec). Pada tahun 2000 Tiongkok-Venezuela menandatangani perjanjian yang berisis investasi US $ 60 juta. Ekspor minyak mentah dan produk turunan minyak Venezuela ke AS turun, penurunan tersebut disebabkan adanya prioritas pengiriman ke Tiongkok dan India. Ekspor minyak ke Tiongkok saat ini telah mencapai 460 ribu bph dengan target 1 juta bph pada tahun 2015.
Jumlah investasi Tiongkok kepada Venezuela merupakan yang terbesar di Amerika Latin disisi lain Venezuela sedang mengalami krisis ekonomi dan politik hal tersebut menarik untuk diteliti. Mengapa Tiongkok masih segan memberikan pinjaman luar negeri dengan Venezuela? Tidak lain bahwa Tiongkok memiliki kepentingan di Venezuela.
China's oil demand has jumped dramatically since the oil importer country in 1993. Venezuela's oil reserves create a gold field for countries with large economic sectors such as China and the United States, in this case China is trying to get more Venezuelan oil reserves consequently, this cause The United States feels threatened by China's presence in the Venezuelan market. Whereas, the condition of the Venezuelan economy is deteriorating due to hyperinflation of up to 1,000,000% in 2018, this was due to the end of 2014, oil prices continue to fall made the economic conditions of a number of oil-producing countries fall apart.
Venezuela is the only largest recipient of overall Chinese investment in Latin America concentrated in the oil sector developed by China National Petroleum Corporation (Sinopec). In 2000 China-Venezuela signed an agreement which contained an investment of US $ 60 million. Exports of Venezuelan crude oil and derived oil products to the US fell, the decline was due to the priority of shipping to China and India. Oil exports to China now have reached 460 thousand bpd with a target of 1 million bpd in 2015.
The amount of Chinese investment in Venezuela is the largest in Latin America. On the other hand, Venezuela is experiencing an economic and political crisis that is interesting to study. Why China still reluctant to provide foreign loans with Venezuela? It is none other that China has an interest in Venezuela.
2330526511L1B015002PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN MENGKUDU (Morinda citrifolia) DALAM PAKAN TERHADAP JUMLAH TOTAL BAKTERI PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN LELE (Clarias gariepinus)Daun mengkudu mengandung senyawa yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri patogen didalam saluran pencernaan sehingga mampu mengoptimalkan proses penyerapan nutrien dan menjaga kesehatan ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun mengkudu pada jumlah total bakteri dan proporsi bakteri gram positif dan negatif disaluran pencernaan ikan lele. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan individu yaitu P0 sebagai kontrol, P1 Ikan lele diberi ekstrak daun mengkudu dosis 3 gr/kg, P2 Ikan lele diberi ekstrak daun mengkudu dosis 5 gr/kg, P3 Ikan lele diberi ekstrak daun mengkudu dosis 7 gr/kg. Sampel yang diambil yaitu pada bagian saluran pencernaan. Berdasarkan hasil penelitian pada P0 terdapat 2,14 ± 1,51 x 107 CFU/g, P1 sebanyak 3,69 ± 4,93 x 107 CFU/g, P2 sebanyak 7,34 ± 6,81 x 107 CFU/g, dan pada P4 sebanyak 9,11 ± 13,26 x 107 CFU/g. Untuk Uji sifat gram dengan KOH menunjukkan bahwa bakteri gram positif relatif lebih tinggi pada saluran pencernaaan ikan lele yang diberi pakan dengan penambahan daun mengkudu, pada P0 terdapat bakteri Gram positif sebanyak 83,93% dan bakteri Gram negatif sebanyak 16,07%, P1 yakni 85,43% bakteri Gram positif dan 14,57% Gram negatif, P2 menghasilkan bakteri Gram positif sebesar 86,70% dan bakteri Gram negatif sebesar 13,30%, P3 terdapat 87,59% bakteri Gram positif dan hanya 12,41% Gram negatif. Kualitas air yang diamati meliputi pH, suhu dan kandungan oksigen. Nilai pH selama pemeliharaan yaitu 6-7, suhu berkisar 25-27oC, kandungan oksigen terlarut selama pemeliharaan bekisar antara 6,93-7.93 mg/L. Kualitas air pada penelitian ini masih dalam kondisi yang normal.Noni leaf contains compounds that are able to inhibit the growth of pathogenic bacteria in the digestive tract so as to optimize the process of absorption of nutrients and maintain the health of fish. The purpose of this research was to determine the effect of noni leaf extract on the total number of bacteria and the proportion of gram positive and negative bacteria in the digestion of catfish. The method used in this study was an experimental method with 4 treatments and 3 individual replications namely P0 as a control, P1 Catfish was given a noni leaf extract at a dose of 3 gr/kg, P2 Catfish was given a noni leaf extract at a dose of 5 gr/kg, P3 Catfish Noni leaf extract was given a dose of 7 gr/kg. Samples taken are in the digestive tract. Based on the results of research on P0, there are 2.14 ± 1.51 x 107 CFU/g, P1 is 3.69 ± 4.93 x 107 CFU/g, P2 is 7.34 ± 6.81 x 107 CFU/g, and in P4 as much as 9.11 ± 13.26 x 107 CFU/g. To test the properties of gram with KOH showed that gram-positive bacteria were relatively higher in the digestive tract of catfish fed with the addition of noni leaves, in P0 there were 83.93% positive Gram bacteria and 16.07% Gram negative bacteria, P1 ie 85.43% Gram positive bacteria and 14.57% Gram negative, P2 produces Gram positive bacteria 86.70% and Gram negative bacteria 13.30%, P3 there are 87.59% Gram positive bacteria and only 12.41% Gram negative. The observed water quality includes pH, temperature and oxygen content. The pH value during maintenance is 6-7, temperatures range from 25-27oC, dissolved oxygen content during maintenance ranges between 6.93-7.93 mg / L. Water quality in this research is still in normal conditions.
2330628606D1A016241WARNA DAN TOTAL ASAM TERTITRASI YOGURT SUSU KAMBING DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera)Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh penambahan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera) terhadap warna dan total asam tertitrasi yogurt susu kambing, serta mengetahui persentase terbaik penambahan ekstrak daun kelor terhadap warna dan total asam tertitrasi. Materi yang digunakan adalah 5 liter susu kambing dan 300 ml ekstrak daun kelor. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diteliti yaitu R0 (0% ekstrak daun kelor), R1 (4% ekstrak daun kelor), R2 (8% ekstrak daun kelor) dan R3 (12% ekstrak daun kelor). Hasil penelitian dianalisis variansi, kemudian diuji lanjut menggunakan Ortogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor dengan konsentrasi yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap warna dan total asam tertitrasi yogurt susu kambing. Rataan warna (L*, a* dan b*) yogurt sebesar R0= 75,90; -3,84; 10,65; R1= 69,25; -5,25; 13,48; R2= 64,00; -6,66; 17,61 dan R3= 61,96; -7,23; 19,56. Rataan total asam tertitrasi yogurt sebesar R0= 0,90%, R1= 1,04%, R2= 0,93%, R3= 0,86%. Persamaan garis warna kecerahan yogurt adalah y= -1,1768x + 74,838 dengan R²= 68,82%, warna kehijauan adalah y= -0,2895x – 4,008 dengan R²= 86,39% dan warna kekuningan adalah y= 0,7715x + R²= 90,68%, sedangkan pada total asam tertitrasi adalah y= -0,0034x² + 0,0349x + 0,9127 dengan R²= 40,94%. Kesimpulan penelitian adalah penambahan ekstrak daun kelor menyebabkan warna semakin hijau dan total asam tertitrasi yogurt susu kambing semakin turun serta penambahan ekstrak daun kelor pada yogurt susu kambing terbaik pada penambahan ekstrak sebesar 12% dengan kriteria kriteria memiliki kecerahan semakin pekat dan warnanya hijau kekuningan serta memiliki total asam tertitrasi terkecil sebesar 0,86%.The purpose of this study was to determine the effect of the addition of Moringa oleifera leaf extract to the color and total titrated acid of goat milk yogurt, and to find out the best percentage of Moringa oleifera extract addition to color and total titrated acid. The material used was 5 liters of goat milk and 300 ml of Moringa leaf extract. The study was conducted using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments studied were R0 (0% moringa leaf extract), R1 (4% moringa leaf extract), R2 (8% moringa leaf extract) and R3 (12% moringa leaf extract). The results of the study were analyzed for variance, then tested further using Orthogonal Polynomials. The results showed that the addition of Moringa leaf extract with different concentrations had a very significant effect (P <0.01) on the color and total titrated acid of goat milk yogurt. The average color (L *, a * and b *) of yogurt is R0 = 75.90; -3.84; 10,65; R1 = 69.25; -5.25; 13.48; R2 = 64.00; -6.66; 17.61 and R3 = 61.96; -7.23; 19.56. The average of total acid titrated yogurt is R0 = 0.90%, R1 = 1.04%, R2 = 0.93%, R3 = 0.86%. The yogurt brightness color line equation is y = -1.1768x + 74.838 with R² = 68.82%, the greenish color is y = -0.2895x - 4.008 with R² = 86.39% and the yellowish color is y = 0.7715x + R² = 90.68%, while the total titrated acid was y = -0.0034x² + 0.0349x + 0.9127 with R² = 40.94%. The conclusion of this research is the addition of Moringa leaf extract causes the color to be green and the total acid titrated by goat milk yogurt decreases and the addition of Moringa leaf extract in the best goat milk yogurt is in the addition of extract by 12% with the criteria of having a more concentrated brightness and yellowish green color and having the smallest total titrated acid was 0.86%.
2330726512A1C012038SIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM BAWANG MERAH PURBALINGGA
(Studi Kasus Kelompok Tani Bangkit Lestari di Desa Pakuncen Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga)
Program “Bamer Bangga” merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Purbalingga sebagai daerah penghasil bawang merah. Program tersebut disampaikan melalui penyuluh kepada petani yang kemudian diharapkan muncul suatu sikap petani terhadap program tersebut. Pengertian sikap itu dapat diterjemahkan dengan sikap terhadap obyek tertentu, yang dapat merupakan sikap pandangan atau sikap perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui sikap petani terhadap Program “Bamer Bangga”. 2) Mengetahui komponen pembentuk sikap petani terhadap program tersebut. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2019 dengan sasaran anggota kelompok tani “Bangkit Lestari” di Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yaitu penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik, dengan metode penentuan responden secara sensus. Jumlah petani sebanyak 30 responden. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif dan metode Likert’s Summated Rating (LSR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap petani terhadap Program “Bamer Bangga” memiliki rata-rata skor yaitu 99,75 yang masuk dalam kategori tinggi, artinya anggota kelompok tani menunjukan sikap yang positif atau mendukung terhadap Program “Bamer Bangga”. Komponen pembentuk sikap petani adalah sub variabel biaya, pemasaran, harga, kelompok tani, budaya, penyuluh, letak geografis, dan budidaya. Dari komponen pembentuk tersebut, nilai rata-rata tertinggi terdapat pada sub variabel pemasaran yang ada pada aspek ekonomi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata 124 yang masuk kategori sangat tinggi. Sedangkan komponen penghambat sikap adalah produksi dan profit.

The "Bamer Bangga" Program is one of the effort made by the government to realize the government's desire to make Purbalingga becomes a red onion producing area. The "Bamer Bangga" Program was conveyed through instructor to farmers who showed an attitude in each part of the program. Understanding the attitude can be translated by attitudes towards certain the objects, which can be vision or feelings. This study aims to: 1) Attitude of farmers toward the "Bamer Bangga" Program. 2) Factor that influence farmers' attitudes towards the "Bamer Bangga" Program. The study was conducted from June to July 2019 and the target is members of the "Bangkit Lestari" farmer group in Pakuncen Village, Bobotsari, Purbalingga. The method of this research is case study method and the method for taking respondence is census. Total for the members are 30 respondents. The analisist method is using description and Likert’s Summated Rating (LSR) method. The result showed that attitude of the members in farmer group toward The "Bamer Bangga" Program had an average score of 99.75 which was included in the high category, it means that members of the farmer group's attitude towards The "Bamer Bangga" Program were good or positive. The components that form the attitude of farmers are sub-variables of costs, marketing, prices, farmer groups, culture, extension agents, geographical location, and cultivation. From the forming components, the highest average value is found in the marketing sub-variables existing in the economic aspect. This is indicated by the average score of 124 which is in the highest category. While the attitude inhibiting component is production and profit.
2330828591F1G013042ANALISIS TEMATIK DALAM NOVEL LA BARKA KARYA NH DINIPenelitian ini berjudul “Analisis Tematik dalam Novel La Barka Karya Nh Dini”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema novel dan hubungan tema dengan tokoh, latar, dan alur menggunakan pendekatan struktural. Penelitian ini memfokuskan tentang tema yang ada di dalam novel.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan teori struktural. Fokus penelitian berupa tema dalam novel La Barka karya Nh Dini. Teknik pengumpulan data yakni dengan membaca intensif, menginventarisasi data, dan mengklasifikasikan data yang sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan tema serta mendeskripsikan hubungan tema dengan tokoh, latar, alur, novel La Barka karya Nh Dini.
Hasil analisis tematik dalam novel La Barka dengan pendekatan struktural dapat diketahui bahwa tema yang terdapat dalam novel tersebut adalah tentang perselingkuhan. Perselingkuhan tersebut dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam novel La Barka. Tetapi pada akhirnya perselingkuhan itupun diketahui oleh pasangannya.
This research is entitled "An Thematic Analysis in the La Barka written by Nh Dini". This research aims to describe the theme of the novel and the relationship of the theme to the characters, setting, and flow using a structural approach. This research focuses on themes in the novel.
This research uses descriptive analysis method using structural theory. The focus of the research is the theme in the novel La Barka written by Nh Dini. Data collection techniques namely by intensive reading, inventorying data, and classifying data in accordance with the formulation of the problem. Data analysis technique is done by describing the theme and describing the relationship of the theme with the character, setting, plot, novel of La Barka written by Nh Dini.
The results of the thematic analysis in the La Barka novel with a structural approach can be seen that the theme contained in the novel is about infidelity. The affair was committed by the characters in the novel La Barka. But in the end the affair was even known by his partner.
2330928943C1C016037PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, REPUTASI KAP, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KETEPATWAKTUAN PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN DENGAN EFEKTIVITAS KOMITE AUDIT SEBAGAI VARIABEL MODERATINGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial distress, reputasi KAP, dan ukuran perusahaan terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan dengan efektivitas komite audit sebagai variabel moderating. Populasi dalam penelitian ini adalah 54 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018. Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 28 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik dan analisis regresi moderating (MRA). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: (1) Financial distress berpengaruh positif terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (2) Reputasi KAP berpengaruh positif terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (3) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (4) Efektivitas komite audit tidak memperkuat pengaruh financial distress terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (5) Efektivitas komite audit tidak memperkuat pengaruh reputasi KAP terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (6) Efektivitas komite audit memperkuat pengaruh ukuran perusahaan terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan.The aims of the research are to find out the effect of financial distress, reputation of public accounting firms, and company size on the timeliness of financial statements publication with audit committee effectiveness as a moderating variable. The research population are 54 mining companies listed in Indonesia Stock Exchange period 2014-2018. Samples are taken about 28 companies with a purposive sampling method. A data analysis technique used are the logistic regression analysis and moderated regression analysis (MRA). Based on result of research and data analysis using SPSS it has got the conclusions: (1) Financial distress has a positive effect on the timeliness of financial statements publication, (2) Reputation of public accounting firms has a positive effect on the timeliness of financial statements publication, (3) Company size has no effect on the timeliness of financial statements publication, (4) Audit committee effectiveness not able to strengthen the financial distress effect on the timeliness of financial statements publication, (5) Audit committee effectiveness not able to strengthen the reputation of public accounting firms effect on the timeliness of financial statements publication, (6) Audit committee effectiveness able to strengthen the company size effect on the timeliness of financial statements publication.
2331026514F1F012007WEST HAM UNITED’S INTER-CITY FIRM AS WORKING CLASS’ RESISTANCE AGAINST THATCHERISM IN THE 1980s ENGLAND IN “CASS” (2008)
ABSTRAK


Penelitian ini berjudul "West Ham United's Inter-city Firm as Working class' Resistance against Thatcherism in 1980s England in Cass (2008)". Penelitian ini menggunakan film Cass yang disutradarai oleh John S Baird yang secara umum menggambarkan budaya hooliganisme dalam sepakbola Inggris melalui kehidupan seorang anak laki-laki kulit hitam yang menemukan identitasnya dalam masyarakat kelas pekerja yang didominasi kulit putih, menjadi salah satu yang paling dihormati dan ditakuti sebagai pemimpin The Inter City Hooligan Firm di Inggris. Selain itu, film ini juga menggambarkan situasi kehidupan kelas pekerja terhadap kebijakan pemerintah Inggris tahun 1980-an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses bagaimana hooliganisme dalam sepakbola menjadi perlawanan terhadap Thatcherism sebagai kebijakan pemerintah Inggris tahun 1980-an. Penelitian ini menggunakan teori perlawanan oleh James Scott untuk menganalisis bentuk-bentuk perlawanan terhadap Thatcherisme di Inggris tahun 1980-an. Teori ini berisi tentang bagaimana kelompok subordinat melakukan perlawanan dengan berbagai bentuk yang terbagi dalam tiga praktik dominasi; material, status dan ideologi yang dikemas dalam dua bentuk perlawanan; perlawanan publik dan perlawanan tersamar. Peneliti menggunakan metode analisis tekstual kualitatif. Tujuan dari analisis tekstual adalah untuk mendeskripsikan isi, struktur, dan fungsi pesan yang terkandung dalam teks yang diusulkan sebagai interpretasi yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Metode analisis dalam penelitian ini mulai dari menonton film "Cass" sebagai objek tunggal dalam penelitian, menemukan masalah tentang resistensi dalam film, menganalisis data menggunakan teori resistensi oleh James Scott, dan menyimpulkan hasil analisis. . Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) ekspresi kelas pekerja melalui hooliganisme sebagai resistensi mereka terhadap Thatcherism dengan melihat munculnya budaya sepakbola dan kelas pekerja di Inggris, kondisi Inggris pada 1980-an, dan Hooliganisme dalam film, (2) bentuk-bentuk perlawanan publik terhadap; status dan ideologi; dan juga bentuk-bentuk perlawanan sembunyi-sembunyi terhadap; material dan ideologi yang ditujukan terhadap Thatcherisme pada 1980-an Inggris dalam film oleh The Inter City Hooligan Firm.


Kata kunci: Hooliganisme, Kajian Budaya, Film, Perlawanan, Cass.
This research is entitled "West Ham United's Inter-city Firm as working class' Resistance against Thatcherism in 1980s England in Cass (2008)". This research uses a film Cass directed by John S Baird which generally describes the culture of hooliganism in English football through the life of a black boy who found his identity in a white-dominated working-class society, becoming one of the most respected and feared as a leader of The Inter City Hooligan Firm in England. In addition, the film also described the situation of the life of working-class towards government's policies in 1980s England. The purpose of this research is to find out the process of how hooliganism in football become resistance toward Thatcherism as government policies in 1980s England. This research used the theory of resistance by James Scott to analyze the forms of resistance toward Thatcherism in the 1980s England. The theory contains about how subordinate group conducts resistance with various forms which are included in three practice of domination; material, status and ideology which are packaged in two forms of resistance; public resistance and disguised resistance. The researcher used qualitative textual analysis methods. The purpose of textual analysis is to describe the content, structure, and function of messages contained in the text which is proposed the interpretation presented in the descriptive form. The method of analysis in this study are starting from watching the movie "Cass" as a single object in research, finding issues about resistance in the film, analyzing data using resistance theory by James Scott, and concluding the results of the analysis. The results of the analysis obtained in this research are: (1) the expression of working class through hooliganism as their resistance toward Thatcherism by seeing the emergence of football culture and working class in England, the condition of England in 1980s, and Hooliganism as working class expression in the film, 2) the forms of public resistance against; status and ideological; and disguised resistance against; material and ideological which are appointed toward Thatcherism in 1980s England in the film by The Inter City Hooligan Firm.


Keywords: Hooliganism, Cultural Studies, Film, Resistance, Cass
2331128607K1C015006RANCANG BANGUN MONITORING SUHU DAN SISTEM PENGHANGAT TUBUH SEBAGAI TINDAKAN PENCEGAHAN PADA GEJALA HIPOTERMIASuhu merupakan indikator yang penting bagi manusia. Hipotermia keadaan di mana suhu internal di bawah 36℃. Manusia yang mengalami hipotermia dapat beresiko fatal apabila tidak ada pencegahan. Maka penelitian ini membuat suatu sistem monitoring suhu dan sistem penghangat tubuh untuk tindakan awal pencegahan hipotermia. Sistem monitoring berupa jam tangan yang terdiri dari OLED, Bluetooth, sensor MLX90614, dan buzzer. Berfungsi menampilkan suhu tubuh dan lingkungan, berkomunikasi menggunakan Bluetooth dengan sistem jaket, dan menjalankan buzzer. Sistem penghangat berupa jaket yang terdiri dari sensor MLX90614, Bluetooth, relay, dan kawat nikelin. Memiliki fungsi untuk mengukur suhu tubuh, mengirim data suhu ke jam tagan, dan otomatisasi pemanas sesuai perintah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring dan jaket bekerja menjaga kondisi suhu pada lingkugan dingin. Sistem monitoring menampilkan data suhu objek(buli-buli) dan suhu lingkungan melalui OLED. Buzzer berbunyi sesuai dengan perintah dari program Arduino sehingga dapat digunakan sebagai sistem peringatan. Simulasi dilakukan dengan memasukkan objek pada jaket dan diuji di dalam kulkas. Sensor MLX90614 mengukur suhu objek kemudian data suhu dikirim melalui komunikasi Bluetooth. Otomatisasi pemanas bekerja dengan baik suhu objek <34℃ relay ON dan mengalirkan arus ke kawat nikelin. Suhu objek >35℃ relay OFF dan memutuskan arus. Elemen dapat memanaskan objek dari suhu 30,63℃ menjadi 35,01℃.Temperature is an important indicator for humans. Hypothermia is a state where the internal temperature is below 36 ℃. Humans who experience hypothermia can be fatal risk if there is no prevention. So this study created a temperature monitoring system and a body warmer system for the initial prevention of hypothermia. The monitoring system is a watch consisting of OLED, Bluetooth, MLX90614 sensor, and buzzer. Function to display body temperature and environment, communicate using Bluetooth with a jacket system, and run a buzzer. The heating system is a jacket consisting of MLX90614 sensor, Bluetooth, relay, and nickel wire. It has functions to measure body temperature, send temperature data to tagan hours, and automate heaters according to orders. The results of this study indicate that the monitoring system and jacket work to maintain temperature conditions in cold environments. The monitoring system displays data on object temperature (bladder) and ambient temperature via OLED. Buzzer sounds according to commands from the Arduino program so that it can be used as a warning system. The simulation is done by inserting objects in the jacket and tested in the refrigerator. The MLX90614 sensor measures the temperature of an object and then the temperature data is sent via Bluetooth communication. Heater automation works well the object temperature <34 ℃ relay ON and flows the current to the nickel wire. Object temperature> 35 ℃ relay is OFF and disconnects current. The element can heat the object from a temperature of 30,63 ℃ to 35,01 ℃.
2331226515C1K012012THE INFLUENCE OF PRICE, SERVICE QUALITY, AND CUSTOMER SATISFACTION TO REPURCHASE INTENTION GO-JEK SERVICE IN PURWOKERTO CITYPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen terhadap minat membeli kembali layanan Go-Jek di Kota Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Purwokerto yang pernah menggunakan layanan Go-Jek. Metode pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menyurvei sebanyak 107 pelanggan Go-Jek di Purwokerto. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) semakin terjangkau harga maka semakin tinggi minat konsumen untuk menggunakan kembali layanan Go-Jek (2) semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan akan meningkatkan minat konsumen untuk menggunakan kembali layanan Go-Jek (3) semakin tinggi kepuasan yang dirasakan konsumen terhadap layanan Go-Jek maka semakin tinggi minat konsumen untuk menggunakan kembali layanan Go-Jek.This study aims to analyze the effect of price, service quality and customer satisfaction on the repurchase intention of Go-Jek services in the City of Purwokerto. The population in this study is the people of Purwokerto City who have used Go-Jek services. The sampling method uses convenience sampling.. This research was conducted by surveying 107 Go-Jek customers in Purwokerto. The method of data analysis is done by using multiple linear regression. The results of the analysis show that (1) the more affordable the price, the higher the intention of consumers to re-purchase Go-Jek services (2) the better the quality of services provided will increase consumer intention to re-purchase Go-Jek services (3) the higher satisfaction is felt consumers towards Go-Jek services, the higher the intention of consumers to re-purchase Go-Jek services.
2331326516H1K014007HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN UKURAN STANDAR KOMERSIAL SPINY LOBSTER (Panulirus sp.)
DI PERAIRAN PURWOREJO
Judul penelitian ini adalah “Hubungan Panjang Berat dan Ukuran Standar Komersil Spiny Lobster (Panulirus sp.) di Perairan Purworejo”. Spiny lobster merupakan produk ekspor sekaligus merupakan target utama bagi nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies, ukuran komersil spiny lobster dan hubungan panjang berat (Panulirus sp.) di perairan Purworejo. Metode survei ini mengidentifikasi, mengukur carapax lenght (CL), abdomen lenght (AL), caudal lenght (cL) dan total lenght (TL) spiny lobster dan menentukan standar ukuran komersil skala lokal, nasional dan internasional. Di peraian Purworejo spesies spiny lobster yang hidup adalah P. homarus, P. ornatus dan P. polyphagus. Ukuran komersil lokal spiny lobster di dominasi ukuran K2 (100-200g), ukuran komersil nasional diperoleh sebagian besar lobster berukuran kurang dari 200 g, dan ukuran komersil internasional didapatkan sebagian besar lobster berukuran B (600-800 g). Hubungan panjang–berat keseluruhan dan tiap spesies spiny lobster diperoleh allometrik negatif, yang menunjukan bahwa pertambahan panjang adalah lebih cepat dari pertambahan berat.The title of this study is "Relationship of Weight Length and Commercial Standard Size of Spiny Lobster (Panulirus sp.) In Purworejo Waters". Spiny lobster is an export product as well as main target for fishermen. The purpose of this study are to determine species, commercial standard of size, length–weight relationship of spiny lobster (Panulirus sp.) In Purworejo waters. The survey method are identifies, measures the carapace length (CL) , abdomen length (AL), caudal length (cL) and total length (TL) of spiny lobster and determine local, national and international commercial standard of size at Purworejo waters. Spiny lobster species in habit in Purworejo waters are P. homarus, P. ornatus and P. polyphagus. The local standard of commercial size of spiny lobster is dominated by K2 size (100-200g). The national standard of commercial size is obtained less than 200 g, and the international standard of commercial size is found most B (600-800 g). Length–weight relationship of all and each species spiny lobster was obtained negative allometric, which indicates that body length increase is faster than weight.
2331428603D1A016020PERBEDAAN KUALITAS INTERNAL TELUR ITIK DI TINGKAT PETERNAK WILAYAH TEGAL DAN PEMALANGPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan perbedaan kualitas internal telur itik di tingkat peternak Wilayah Tegal dan Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Setiap wilayah diambil 20 sampel peternak itik, dan setiap peternak diambil sampel telur 10 butir. Jadi jumlah telur setiap wilayah 200 butir, sehingga total telur itik 400 butir. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak “Kemiri Barat” dan “Satelit Sejahtera” untuk wilayah Tegal, serta “Bulusari” dan “Klareyan” untuk wilayah Pemalang. Pengukuran kualitas internal telur itik dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Analisis data menggunakan uji T. Variabel yang diukur meliputi haugh unit (HU), bobot albumen, bobot yolk, serta rasio yolk dan albumen. Hasil penelitian menunjukkan rataan haugh unit telur itik di Wilayah Tegal sebesar 81,84+-4,42 dan Pemalang sebesar 75,90+-4,97. Rataan bobot albumen telur itik di Wilayah Tegal sebesar 33,34+-1,66 g dan Pemalang sebesar 32,61+-1,85 g. Rataan bobot yolk telur itik di Wilayah Tegal sebesar 24,13+-1,44 g dan Pemalang sebesar 24,79+-2,04 g. Rataan rasio yolk dan albumen telur itik di Wilayah Tegal sebesar 72,80+-1,93% dan Pemalang sebesar 76,66+-4,33%. Hasil uji t menunjukkan haugh unit, serta rasio yolk dan albumen berbeda nyata, sedangkan bobot albumen dan yolk berbeda tidak nyata. Dapat disimpulkan bahwa itik Tegal yang dipelihara peternak Wilayah Tegal menghasilkan kualitas internal telur yang lebih baik dibandingkan Wilayah Pemalang.The purpose of this study were to determine and compare the differences in internal quality of duck eggs at the level of Tegal and Pemalang farmers. The method used in this research was survey method with purposive sampling. Each area was taken 20 samples of duck farmers, and each sample was taken from 10 eggs. Total of duck eggs in each region were 200, and the total of duck eggs from two region are 400 eggs. The research was carried out in the Livestock Farmers Group “Kemiri Barat” dan “Satelit Sejahtera” for the Tegal Region, and “Bulusari” and “Klareyan” for the Pemalang Region. Internal quality measurements of duck eggs are carried out at the Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. Data analysis using T test. The measured variables included haugh unit (HU), albumen weight, yolk weight, and yolk and albumen ratio. The results showed the average of haugh unit in duck eggs from Tegal Region was 81,84+-4,42 and Pemalang Region was 75,90+-4,97. The average of albumen weight in duck eggs from Tegal Region was 33,34+-1,66 and Pemalang Region was 32,61+-1,85 g. The average of yolk weight in duck eggs from Tegal Region was 24,13+-1,44 g and Pemalang Region was 24,79+-2,04 g. The average of yolk and albumen ratio in duck eggs from Tegal Region was 72,80+-1,93% and Pemalang Region was 76,66+-4,33%. T test results showed haugh unit, the ratio of yolk and albumen significantly different. It can be concluded that the Tegal ducks that are maintained by farmers of Tegal Region produced better internal quality of eggs than Pemalang Region.
2331528897C1C016075Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Penerapan E-System Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KP2KP WonosoboPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode pemberian kuesioner. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Penerapan E-System Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KP2KP Wonosobo”.

Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengetahuan perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan penerapan e-System perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KP2KP Wonosobo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi usahawan yang terdaftar di KP2KP Wonosobo. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 wajib pajak orang pribadi usahawan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda.

Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengetahuan perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi; (2) Kesadaran wajib pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi; (3) Penerapan e-System perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi.

Implikasi dalam penelitian ini yaitu KP2KP Wonosobo diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan wajib pajak mengenai ketentuan dan tata cara perpajakan melalui sarana media cetak maupun media elektronik yang dikemas secara menarik dan inovatif, dapat menanamkan pemahaman pajak melalui sosialisasi dalam acara formal ataupun informal agar tercipta kesadaran wajib pajak, dan dapat lebih fokus untuk memprioritaskan perbaikan e-System perpajakan dikarenakan penerapan e-System perpajakan sangat menentukan kepatuhan wajib pajak di KP2KP Wonosobo.
This study uses a quantitative approach with data collection techniques using the questionnaire method. This study takes the title: "The Effect of Taxation Knowledge, Taxpayer Awareness, and Application of the E-Tax System on the Compliance of Individual Taxpayers in KP2KP Wonosobo".

The purpose of this study was to examine and analyze the influence of tax knowledge, taxpayer awareness, and the application of the e-tax system to the compliance of individual taxpayers in KP2KP Wonosobo. The population in this study are all individual business taxpayers who are registered in KP2KP Wonosobo. Sample determination is done by simple random sampling technique. Samples taken in this study were 100 individual business taxpayers. The data obtained were analyzed using multiple linear regression analysis techniques.

The test results in this study indicate that: (1) Knowledge of taxation has a positive effect on compliance with individual taxpayers; (2) Awareness of taxpayers has a positive effect on compliance of individual taxpayers; (3) The application of the e-tax system has a positive effect on the compliance of individual taxpayers.

The implication in this research is that KP2KP Wonosobo is expected to be able to increase taxpayer knowledge regarding tax regulations and procedures through print and electronic media that are packaged in an innovative and attractive manner, can instill tax understanding through socialization in formal or informal events to create awareness of taxpayers, and can be more focused on prioritizing improvements to the e-tax system because the application of the e-tax system determines tax compliance in KP2KP Wonosobo.
2331626517I1A015077ANALISIS KONSELING KELUARGA BERENCANA PADA BIDAN TENTANG PENGGUNAAN NON METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (NON-MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUNGGELAN 1Latar belakang: Program Keluarga Berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan dan mengatur kehamilan untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Penggunaan metode Non-MKJP masih menjadi tantangan karena terdapat kasus drop out setiap tahunnya. Untuk itu dibutuhkan analisis mengenai konseling KB pada bidan sebagai pemberi pelayanan, agar program KB dapat berjalan dengan baik.

Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari 8 informan utama bidan yang telah mengikuti pelatihan penyuluhan konseling KB dan informan pendukung 1 orang koordinator bidan, dan 1 orang akseptor KB dropout dan tidak drop out. Analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification.

Hasil penelitian: Pemahaman informan utama mengenai KB adalah untuk mengatur dan merencanakan kehamilan. Konseling KB penting untuk menjalin kedekatan dengan akseptor sehingga terjadi perubahan sikap. Proses konseling KB belum sepenuhnya sesuai panduan, tapi tidak mengurangi informasi yang harus disampaikan pada klien. Media yang sering digunakan adalah lembar balik, alat peraga, poster, buku KIA dan ABPK. Kendala yang dihadapi saat konseling KB adalah waktu yang terbatas dan kepercayaan akseptor. Motivasi informan utama untuk melakukan konseling KB adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan ingin membantu klien meningkatkan kesejahteraannya dengan program KB.

Kesimpulan: Konseling KB yang dilakukan belum sesuai dengan panduan konseling KB namun inti dari konseling tetap tersampaikan. Keterbatasan waktu dan pengaruh lingkungan kepercayaan klien menjadi kendala informan dalam melakukan konseling KB.
Background: Family planning Program (KB) is an effort to regulate the birth of children, the ideal distance and age of childbirth and regulating pregnancy to create quality families. The use of Non-MKJP methods is still a challenge because there is a drop out case annually. Therefore, it is necessary to analyze the KB counseling on midwives as service providers, so that the KB program can run well.

Methods: This research is a qualitative descriptive study. The subject of research were eight midwives who have participated in the training of counseling of KB and midwives coordinator, the acceptor of KB dropout and the acceptor of KB does not drop out. Data analysis using data reduction, data display, and conclusion drawing/verification.

Result: The main informant’s undestanding of KB is to organize and plan a pregnancy. KB Counseling is important to establish proximity with the acceptor so that changes in attitudes occur. The process of counseling KB is not yet fully compliant, but does not reduce the information to be conveyed on clients. The media that is often used are flipchart, props, posters, books KIA and ABPK. The obstacles encountered during KB counseling are limited time and acceptor trust. The main informant motivation for conducting KB counseling is based on personal experience and wants to help clients improve their prosperity with the KB program..

Conclusion: The family planning counselling has not been in accordance with the steps in the guidance of the KB counseling but the core information of counseling is still delivered. Time constraints and impact of the client's trust environment become an informant constraint in conducting KB counseling.
2331726518F1F012068DISAGREEMENT STRATEGIES IN GAME OF THRONES SEASON 7: A PRAGMATIC STUDYPenelitian ini berfokus pada strategi ketidaksetujuan yang muncul dalam Serial Game of Throne musim ke-7 ketika proses negosiasi dan pengambilan keputusan dalam dan peperangan semakin mencekam. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif di mana data berupa ujaran ketidaksetujuan diseleksi dengan teknik purposive sampling untuk menjawab rumusan masalah. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dalam dua fokus: (1) realisasi verbal, yaitu dengan mengidentifikasi penanda verbal, struktur dan derajat ujaran ketidaksetujuan (Stadler, 2006); dan (2) strategi ketidaksetujuan, yaitu dengan mengelompokkan ujaran ketidaksetujuan dalam empat kategori: irelevansi (irrelevancy claim), tantangan (challenge), kontradiksi (contradiction), dan sanggahan balik (counterclaim, Muntigl dan Turnbull, 1998).

Hasil analisis menunjukkan derajat ketidaksetujuan dan kategori strategi ketidak setujuan yang muncul dalam Serial Game of Thrones Musim ke-7. (1) Ujaran ketidaksetujuan dalam Serial Game of Thrones Musim ke-7 cenderung bersifat kuat (dengan jumlah 71 realisasi verbal dalam 58 gilir-tutur), ketimbang bersifat lemah (dengan jumlah 55 realisasi verbal dalam 32 gilir-tutur). (2) Pengelompokan strategi ketidaksetujuan menunjukkan kecenderungan paling tinggi pada strategi kontradiksi dengan 39 gilir-tutur (43.3%), diikuti oleh irelevansi dengan 25 gilir-tutur (27.8%) dan sanggahan-balik dengan 15 gilir-tutur (16.7%), sementara strategi tantangan paling jarang muncul yaitu 11 gilir-tutur (12.2%). Kecenderungan pada ujaran ketidaksetujuan kuat sangat mungkin terjadi karena para tokoh dalam serial ini telah berkembang statusnya secara politik dan militer seperti raja, ratu, penasehat raja atau ratu dan para bangsawan. Selain itu, status politik dan militer juga berperan dalam penggunaan strategi ketidaksetujuan tertentu, yaitu yang bersifat langsung dan lugas (seperti dalam kontradiksi), dan abai terhadap urgensi topik diskusi (seperti dalam irelevansi), tanpa usaha memberikan penjelasan atau alternatif (seperti dalam sanggahan-balik) maupun mempertanyakan kebenaran suatu pendapat (tantangan).
This research focuses on the disagreement strategies that take place in the entire Game of Throne Series Season 7 where negotiation and decision-making to maintain alliance and position intensely takes place. It belongs to qualitative research in which data of disagreeing utterances are selected by purposive sampling technique to answer two problems. The selected data are then qualitatively analyzed in two ways: (1) verbal realization of disagreement to find out their micro-verbal markers, structure and the strength of the disagreeing utterance (as proposed by Stadler, 2006); and (2) disagreement strategies to categorize all disagreeing utterance into four types, namely irrelevancy claim, challenge, contradiction, and counterclaim (as proposed by Muntigl and Turnbull, 1998).

The result of the study shows the overview of the strength/softness of disagreement and disagreement strategies throughout Game of Throne Series Season 7. (1) Data reveals that disagreement utterances are mostly strong with 71 verbal realizations in 58 disagreement turns, as opposed to soft disagreeing utterances with 55 realizations in 32 disagreement turns. (2) Categorization of strategies reveals that contradiction occurs most frequently in 39 turns (43.3%), followed by irrelevancy claim in 25 turns (27.8%) and counterclaim in 15 turns (16.7%), while challenge is the least disagreement strategy to occur in 11 turns (12.2%). Tendency of strong disagreement in the series might be driven by the fact that characters have developed with high political and military status such as king, queen, king’s or queen’s advisor and noble family. Additionally, the high political and military status also enforces the simple and direct disagreement (contradiction) and ignorance of the importance of matter at discussion (irrelevancy claim), without providing alternative (counterclaim) or seeking more explanation (challenge).
2331826484H1B014010MODEL PREDATOR-PREY
DENGAN WILAYAH BEBAS DAN WILAYAH RESERVASI
Penelitian ini mengkaji model predator-prey dengan populasi prey hidup di wilayah reservasi dan wilayah bebas. Wilayah reservasi adalah wilayah yang ditempati oleh prey namun predator tidak dapat masuk ke dalam wilayah tersebut, sedangkan pada wilayah bebas predator dan prey dapat bergerak secara bebas maupun saling berinteraksi. Model ini berbentuk sistem persamaan differensial non linier. Berdasarkan penentuan titik ekuilibrium dan hasil analisis kestabilan, model tersebut mempunyai satu titik ekuilibrium yang bersifat tidak stabil dan dua titik ekuilibrium yang dapat bersifat stabil asimtotis. Berdasarkan simulasi model, diperoleh bahwa untuk jangka waktu yang lama, perubahan nilai koefisien tingkat migrasi prey dari wilayah bebas ke wilayah reservasi dan nilai koefisien tingkat migrasi prey dari wilayah reservasi ke wilayah bebas berpengaruh pada jumlah populasi prey di wilayah reservasi, namun tidak berpengaruh pada jumlah populasi prey di wilayah bebas.This research discussed about prey-predator model with prey populations which are living in reserved area and unreserved area. The reserved area is the area where prey can live but predator are not allowed to enter inside, while the unreserved area is the area where prey and predator can move freely or interact with each other. This model will be expressed on a non linear system of differential equations. Based on the determined of equilibrium points and the result of stability analysed, the model has an unstable equilibrium point and two equilibrium points that can be asymtotically stable. Based on model simulation, it was showed that for a long period of time, the changes of migration rate coefficient of the prey species from unreserved area to reserved area and the changes of migration rate coefficient of the prey species from reserved area to unreserved area had an effect on the number of prey populations in reserved area, but had no effect on the number of prey population in unreserved area.
2331928604D1A016011ERITROSIT, HEMOGLOBIN, DAN HEMATOKRIT ITIK TEGAL DI PETERNAKAN
WILAYAH TEGAL DAN PEMALANG
Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perbedaan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit Itik Tegal yang dipelihara di wilayah Tegal dan Pemalang. Sasaran penelitian ini yaitu ternak Itik Tegal betina yang berumur 8-12 bulan yang dipelihara oleh peternak di kelompok ternak wilayah Tegal dan Pemalang dengan kapasitas usaha yang dimiliki minimal 100 ekor itik. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan menggunakan Purposive Sampling dengan analisis data menggunakan Uji T. Jumlah sampel darah itik setiap daerah yaitu 40 sampel. Hasil analisis menunjukkan rataan jumlah eritrosit itik Tegal di wilayah Tegal yaitu 3,39±0,27× 106/μl dan Pemalang yaitu 3,51±0,33 × 106/μl. Rataan kadar hemoglobin itik Tegal di wilayah Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang masing-masing adalah 11,58±0,84 gr/100 ml dan 11,51±0,82 gr/100 ml. Rataan nilai hematokrit itik Tegal di Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang yaitu masing-masing 32,78±2,81% dan 33,93±3,39%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit Itik Tegal di wilayah Tegal berbeda tidak nyata dengan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit Itik Tegal di wilayah Pemalang. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kondisi hematologis itik yang terdiri dari jumlah eritrosit, kadar hemaglobin dan nilai hematokrit itik Tegal di Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang relatif sama.The purpose of this study was to examine differences total of erythrocytes , haemoglobin levels, and hematocrit values ​​of Tegal Ducks that are maintained in the Tegal and Pemalang areas. The target of this research was female Tegal Ducks, aged 8-12 months, and take by breeders in the Tegal and Pemalang areas with a business capacity of at least 100 ducks. The method employed was a survey using purposive sampling with data analysis used the T Test. Total of duck blood samples in each region were 40 samples. The average total of erythrocyte Tegal ducks in the Tegal City was 3.39 ± 0.27 × 106/ μl and Pemalang was 3.51 ± 0.33 × 106/ μl. The average levels of hemoglobin in Tegal ducks in the area of ​​Tegal City and Pemalang Regency were 11.58±0,84 gr/100 ml and 11.51±0,82 gr/100 ml. The mean hematocrit value of Tegal ducks in Tegal City and Pemalang Regency were 32.78±2,81% and 33.93±3,39%. The results showed that the total of erythrocytes, haemoglobin levels and hematocrit value of Tegal ducks in the Tegal region were not significantly different from the total of erythrocytes, haemoglobin levels and the hematocrit value in the Pemalang region. The conclusion of this study were that the haematological condition of ducks consisted of erythrocyte counts, hemaglobin levels and hematocrit values ​​of Tegal ducks in Tegal City and Pemalang Regency relatively the same.
2332029028A1L013147PENGARUH PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP SIFAT FISIK TANAH DI PERBUKITAN SERAYU SELATAN KABUPATEN BANYUMASPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan lahan terhadap sifat fisik tanah di perbukitan serayu selatan dan penggunaan lahan yang menghasilkan sifat fisik tanah terbaik di perbukitan serayu selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 di Perbukitan Serayu bagian Selatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Titik pengambilan sampel tanah dan pengamatan sifat lahan ditentukan dengan metode purposive random sampling, yaitu dengan memperhatikan tipe penggunaan lahan dan tingkat kemiringan lereng. Tipe penggunaan lahan yang diamati meliputi hutan pinus, hutan jati, perkebunan karet, kebun campur dan lahan agroforestri yang terdapat pada 3 (tiga) kelompok kemiringan lereng (0-8%;8-15% dan >15%). Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu berat jenis isi, berat jenis partikel, porositas, kadar air kapasitas lapang, water-filled pore space (WFPS) pada kapasitas lapang, derajat kerut, batas cair, batas berubah warna dan persediaan air maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan yang beragam mempengaruhi sifat baik fisik tanah. Perbedaan penggunaan lahan berpengaruh terhadap kadar air kapasitas lapang, air tersedia dan WFPS kapasitas lapang. Terdapat interaksi pengaruh antara penggunaan lahan dan kelerangan pada kadar air kapasitas lapang, air tersedia dan WFPS kapasitas lapang. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa penggunaan lahan agroforestri menghasilkan sifat fisik tanah terbaik.This research aimed to know the influence of land use difference on the physical properties of soil in the South Serayu Hills and to know land uses that generate the best soil physical properties. The Research was carried out in November 2018 in the South Serayu Hills, Banyumas, Central Java. Analysis of samples was carried out at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The Research was carried out using a survey method. Soil sampling and observations points were determined based on the purposive random sampling approach, by considering the type of land use and the slope steepness. Land use types observed comprised pine forest, teak forest, rubber plantations, orchards and land agroforestry on three (3) groups of slopes (0-8%; 8-15% and > 15%, respectively). The observed variables were soil bulk density, particle density, soil porosity, field capacity, water-filled pore space (WFPS) at field capacity, lapang, liquid limit, color alteration limit dan water holding capacity. The results showed that the difference in land uses in the southern Serayu Hills influenced the soil physical characteristic. Land use differences affected some of the physical properties including the water content at the field capacity, soil water availability and the water-filled pore space at the field capacity. There was an interaction of influence between land use and the slope on the moisture content of the field capacity, water availability, and WFPS at the field capacity. The agroforestry system was found to be the best land use in providing soil physical properties in the southern Serayu Hills.