Artikelilmiahs
Menampilkan 23.301-23.320 dari 51.901 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23301 | 26512 | A1C012038 | SIKAP PETANI TERHADAP PROGRAM BAWANG MERAH PURBALINGGA (Studi Kasus Kelompok Tani Bangkit Lestari di Desa Pakuncen Kecamatan Bobotsari Kabupaten Purbalingga) | Program “Bamer Bangga” merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk menjadikan Purbalingga sebagai daerah penghasil bawang merah. Program tersebut disampaikan melalui penyuluh kepada petani yang kemudian diharapkan muncul suatu sikap petani terhadap program tersebut. Pengertian sikap itu dapat diterjemahkan dengan sikap terhadap obyek tertentu, yang dapat merupakan sikap pandangan atau sikap perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui sikap petani terhadap Program “Bamer Bangga”. 2) Mengetahui komponen pembentuk sikap petani terhadap program tersebut. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2019 dengan sasaran anggota kelompok tani “Bangkit Lestari” di Desa Pakuncen, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus yaitu penelitian tentang status subjek penelitian yang berkenaan dengan suatu fase spesifik, dengan metode penentuan responden secara sensus. Jumlah petani sebanyak 30 responden. Metode analisis yang digunakan analisis deskriptif dan metode Likert’s Summated Rating (LSR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap petani terhadap Program “Bamer Bangga” memiliki rata-rata skor yaitu 99,75 yang masuk dalam kategori tinggi, artinya anggota kelompok tani menunjukan sikap yang positif atau mendukung terhadap Program “Bamer Bangga”. Komponen pembentuk sikap petani adalah sub variabel biaya, pemasaran, harga, kelompok tani, budaya, penyuluh, letak geografis, dan budidaya. Dari komponen pembentuk tersebut, nilai rata-rata tertinggi terdapat pada sub variabel pemasaran yang ada pada aspek ekonomi. Hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata 124 yang masuk kategori sangat tinggi. Sedangkan komponen penghambat sikap adalah produksi dan profit. | The "Bamer Bangga" Program is one of the effort made by the government to realize the government's desire to make Purbalingga becomes a red onion producing area. The "Bamer Bangga" Program was conveyed through instructor to farmers who showed an attitude in each part of the program. Understanding the attitude can be translated by attitudes towards certain the objects, which can be vision or feelings. This study aims to: 1) Attitude of farmers toward the "Bamer Bangga" Program. 2) Factor that influence farmers' attitudes towards the "Bamer Bangga" Program. The study was conducted from June to July 2019 and the target is members of the "Bangkit Lestari" farmer group in Pakuncen Village, Bobotsari, Purbalingga. The method of this research is case study method and the method for taking respondence is census. Total for the members are 30 respondents. The analisist method is using description and Likert’s Summated Rating (LSR) method. The result showed that attitude of the members in farmer group toward The "Bamer Bangga" Program had an average score of 99.75 which was included in the high category, it means that members of the farmer group's attitude towards The "Bamer Bangga" Program were good or positive. The components that form the attitude of farmers are sub-variables of costs, marketing, prices, farmer groups, culture, extension agents, geographical location, and cultivation. From the forming components, the highest average value is found in the marketing sub-variables existing in the economic aspect. This is indicated by the average score of 124 which is in the highest category. While the attitude inhibiting component is production and profit. | |
| 23302 | 28591 | F1G013042 | ANALISIS TEMATIK DALAM NOVEL LA BARKA KARYA NH DINI | Penelitian ini berjudul “Analisis Tematik dalam Novel La Barka Karya Nh Dini”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tema novel dan hubungan tema dengan tokoh, latar, dan alur menggunakan pendekatan struktural. Penelitian ini memfokuskan tentang tema yang ada di dalam novel. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan teori struktural. Fokus penelitian berupa tema dalam novel La Barka karya Nh Dini. Teknik pengumpulan data yakni dengan membaca intensif, menginventarisasi data, dan mengklasifikasikan data yang sesuai dengan rumusan masalah. Teknik analisis data dilakukan dengan mendeskripsikan tema serta mendeskripsikan hubungan tema dengan tokoh, latar, alur, novel La Barka karya Nh Dini. Hasil analisis tematik dalam novel La Barka dengan pendekatan struktural dapat diketahui bahwa tema yang terdapat dalam novel tersebut adalah tentang perselingkuhan. Perselingkuhan tersebut dilakukan oleh tokoh-tokoh dalam novel La Barka. Tetapi pada akhirnya perselingkuhan itupun diketahui oleh pasangannya. | This research is entitled "An Thematic Analysis in the La Barka written by Nh Dini". This research aims to describe the theme of the novel and the relationship of the theme to the characters, setting, and flow using a structural approach. This research focuses on themes in the novel. This research uses descriptive analysis method using structural theory. The focus of the research is the theme in the novel La Barka written by Nh Dini. Data collection techniques namely by intensive reading, inventorying data, and classifying data in accordance with the formulation of the problem. Data analysis technique is done by describing the theme and describing the relationship of the theme with the character, setting, plot, novel of La Barka written by Nh Dini. The results of the thematic analysis in the La Barka novel with a structural approach can be seen that the theme contained in the novel is about infidelity. The affair was committed by the characters in the novel La Barka. But in the end the affair was even known by his partner. | |
| 23303 | 28943 | C1C016037 | PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, REPUTASI KAP, DAN UKURAN PERUSAHAAN TERHADAP KETEPATWAKTUAN PUBLIKASI LAPORAN KEUANGAN DENGAN EFEKTIVITAS KOMITE AUDIT SEBAGAI VARIABEL MODERATING | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh financial distress, reputasi KAP, dan ukuran perusahaan terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan dengan efektivitas komite audit sebagai variabel moderating. Populasi dalam penelitian ini adalah 54 perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2014-2018. Jumlah sampel yang diambil adalah sebanyak 28 perusahaan dengan menggunakan metode purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik dan analisis regresi moderating (MRA). Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS menunjukkan bahwa: (1) Financial distress berpengaruh positif terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (2) Reputasi KAP berpengaruh positif terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (3) Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (4) Efektivitas komite audit tidak memperkuat pengaruh financial distress terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (5) Efektivitas komite audit tidak memperkuat pengaruh reputasi KAP terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan, (6) Efektivitas komite audit memperkuat pengaruh ukuran perusahaan terhadap ketepatwaktuan publikasi laporan keuangan. | The aims of the research are to find out the effect of financial distress, reputation of public accounting firms, and company size on the timeliness of financial statements publication with audit committee effectiveness as a moderating variable. The research population are 54 mining companies listed in Indonesia Stock Exchange period 2014-2018. Samples are taken about 28 companies with a purposive sampling method. A data analysis technique used are the logistic regression analysis and moderated regression analysis (MRA). Based on result of research and data analysis using SPSS it has got the conclusions: (1) Financial distress has a positive effect on the timeliness of financial statements publication, (2) Reputation of public accounting firms has a positive effect on the timeliness of financial statements publication, (3) Company size has no effect on the timeliness of financial statements publication, (4) Audit committee effectiveness not able to strengthen the financial distress effect on the timeliness of financial statements publication, (5) Audit committee effectiveness not able to strengthen the reputation of public accounting firms effect on the timeliness of financial statements publication, (6) Audit committee effectiveness able to strengthen the company size effect on the timeliness of financial statements publication. | |
| 23304 | 26514 | F1F012007 | WEST HAM UNITED’S INTER-CITY FIRM AS WORKING CLASS’ RESISTANCE AGAINST THATCHERISM IN THE 1980s ENGLAND IN “CASS” (2008) | ABSTRAK Penelitian ini berjudul "West Ham United's Inter-city Firm as Working class' Resistance against Thatcherism in 1980s England in Cass (2008)". Penelitian ini menggunakan film Cass yang disutradarai oleh John S Baird yang secara umum menggambarkan budaya hooliganisme dalam sepakbola Inggris melalui kehidupan seorang anak laki-laki kulit hitam yang menemukan identitasnya dalam masyarakat kelas pekerja yang didominasi kulit putih, menjadi salah satu yang paling dihormati dan ditakuti sebagai pemimpin The Inter City Hooligan Firm di Inggris. Selain itu, film ini juga menggambarkan situasi kehidupan kelas pekerja terhadap kebijakan pemerintah Inggris tahun 1980-an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses bagaimana hooliganisme dalam sepakbola menjadi perlawanan terhadap Thatcherism sebagai kebijakan pemerintah Inggris tahun 1980-an. Penelitian ini menggunakan teori perlawanan oleh James Scott untuk menganalisis bentuk-bentuk perlawanan terhadap Thatcherisme di Inggris tahun 1980-an. Teori ini berisi tentang bagaimana kelompok subordinat melakukan perlawanan dengan berbagai bentuk yang terbagi dalam tiga praktik dominasi; material, status dan ideologi yang dikemas dalam dua bentuk perlawanan; perlawanan publik dan perlawanan tersamar. Peneliti menggunakan metode analisis tekstual kualitatif. Tujuan dari analisis tekstual adalah untuk mendeskripsikan isi, struktur, dan fungsi pesan yang terkandung dalam teks yang diusulkan sebagai interpretasi yang disajikan dalam bentuk deskriptif. Metode analisis dalam penelitian ini mulai dari menonton film "Cass" sebagai objek tunggal dalam penelitian, menemukan masalah tentang resistensi dalam film, menganalisis data menggunakan teori resistensi oleh James Scott, dan menyimpulkan hasil analisis. . Hasil analisis yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) ekspresi kelas pekerja melalui hooliganisme sebagai resistensi mereka terhadap Thatcherism dengan melihat munculnya budaya sepakbola dan kelas pekerja di Inggris, kondisi Inggris pada 1980-an, dan Hooliganisme dalam film, (2) bentuk-bentuk perlawanan publik terhadap; status dan ideologi; dan juga bentuk-bentuk perlawanan sembunyi-sembunyi terhadap; material dan ideologi yang ditujukan terhadap Thatcherisme pada 1980-an Inggris dalam film oleh The Inter City Hooligan Firm. Kata kunci: Hooliganisme, Kajian Budaya, Film, Perlawanan, Cass. | This research is entitled "West Ham United's Inter-city Firm as working class' Resistance against Thatcherism in 1980s England in Cass (2008)". This research uses a film Cass directed by John S Baird which generally describes the culture of hooliganism in English football through the life of a black boy who found his identity in a white-dominated working-class society, becoming one of the most respected and feared as a leader of The Inter City Hooligan Firm in England. In addition, the film also described the situation of the life of working-class towards government's policies in 1980s England. The purpose of this research is to find out the process of how hooliganism in football become resistance toward Thatcherism as government policies in 1980s England. This research used the theory of resistance by James Scott to analyze the forms of resistance toward Thatcherism in the 1980s England. The theory contains about how subordinate group conducts resistance with various forms which are included in three practice of domination; material, status and ideology which are packaged in two forms of resistance; public resistance and disguised resistance. The researcher used qualitative textual analysis methods. The purpose of textual analysis is to describe the content, structure, and function of messages contained in the text which is proposed the interpretation presented in the descriptive form. The method of analysis in this study are starting from watching the movie "Cass" as a single object in research, finding issues about resistance in the film, analyzing data using resistance theory by James Scott, and concluding the results of the analysis. The results of the analysis obtained in this research are: (1) the expression of working class through hooliganism as their resistance toward Thatcherism by seeing the emergence of football culture and working class in England, the condition of England in 1980s, and Hooliganism as working class expression in the film, 2) the forms of public resistance against; status and ideological; and disguised resistance against; material and ideological which are appointed toward Thatcherism in 1980s England in the film by The Inter City Hooligan Firm. Keywords: Hooliganism, Cultural Studies, Film, Resistance, Cass | |
| 23305 | 28607 | K1C015006 | RANCANG BANGUN MONITORING SUHU DAN SISTEM PENGHANGAT TUBUH SEBAGAI TINDAKAN PENCEGAHAN PADA GEJALA HIPOTERMIA | Suhu merupakan indikator yang penting bagi manusia. Hipotermia keadaan di mana suhu internal di bawah 36℃. Manusia yang mengalami hipotermia dapat beresiko fatal apabila tidak ada pencegahan. Maka penelitian ini membuat suatu sistem monitoring suhu dan sistem penghangat tubuh untuk tindakan awal pencegahan hipotermia. Sistem monitoring berupa jam tangan yang terdiri dari OLED, Bluetooth, sensor MLX90614, dan buzzer. Berfungsi menampilkan suhu tubuh dan lingkungan, berkomunikasi menggunakan Bluetooth dengan sistem jaket, dan menjalankan buzzer. Sistem penghangat berupa jaket yang terdiri dari sensor MLX90614, Bluetooth, relay, dan kawat nikelin. Memiliki fungsi untuk mengukur suhu tubuh, mengirim data suhu ke jam tagan, dan otomatisasi pemanas sesuai perintah. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem monitoring dan jaket bekerja menjaga kondisi suhu pada lingkugan dingin. Sistem monitoring menampilkan data suhu objek(buli-buli) dan suhu lingkungan melalui OLED. Buzzer berbunyi sesuai dengan perintah dari program Arduino sehingga dapat digunakan sebagai sistem peringatan. Simulasi dilakukan dengan memasukkan objek pada jaket dan diuji di dalam kulkas. Sensor MLX90614 mengukur suhu objek kemudian data suhu dikirim melalui komunikasi Bluetooth. Otomatisasi pemanas bekerja dengan baik suhu objek <34℃ relay ON dan mengalirkan arus ke kawat nikelin. Suhu objek >35℃ relay OFF dan memutuskan arus. Elemen dapat memanaskan objek dari suhu 30,63℃ menjadi 35,01℃. | Temperature is an important indicator for humans. Hypothermia is a state where the internal temperature is below 36 ℃. Humans who experience hypothermia can be fatal risk if there is no prevention. So this study created a temperature monitoring system and a body warmer system for the initial prevention of hypothermia. The monitoring system is a watch consisting of OLED, Bluetooth, MLX90614 sensor, and buzzer. Function to display body temperature and environment, communicate using Bluetooth with a jacket system, and run a buzzer. The heating system is a jacket consisting of MLX90614 sensor, Bluetooth, relay, and nickel wire. It has functions to measure body temperature, send temperature data to tagan hours, and automate heaters according to orders. The results of this study indicate that the monitoring system and jacket work to maintain temperature conditions in cold environments. The monitoring system displays data on object temperature (bladder) and ambient temperature via OLED. Buzzer sounds according to commands from the Arduino program so that it can be used as a warning system. The simulation is done by inserting objects in the jacket and tested in the refrigerator. The MLX90614 sensor measures the temperature of an object and then the temperature data is sent via Bluetooth communication. Heater automation works well the object temperature <34 ℃ relay ON and flows the current to the nickel wire. Object temperature> 35 ℃ relay is OFF and disconnects current. The element can heat the object from a temperature of 30,63 ℃ to 35,01 ℃. | |
| 23306 | 26515 | C1K012012 | THE INFLUENCE OF PRICE, SERVICE QUALITY, AND CUSTOMER SATISFACTION TO REPURCHASE INTENTION GO-JEK SERVICE IN PURWOKERTO CITY | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh harga, kualitas pelayanan dan kepuasan konsumen terhadap minat membeli kembali layanan Go-Jek di Kota Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat Kota Purwokerto yang pernah menggunakan layanan Go-Jek. Metode pengambilan sampel menggunakan convenience sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menyurvei sebanyak 107 pelanggan Go-Jek di Purwokerto. Metode analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) semakin terjangkau harga maka semakin tinggi minat konsumen untuk menggunakan kembali layanan Go-Jek (2) semakin baik kualitas pelayanan yang diberikan akan meningkatkan minat konsumen untuk menggunakan kembali layanan Go-Jek (3) semakin tinggi kepuasan yang dirasakan konsumen terhadap layanan Go-Jek maka semakin tinggi minat konsumen untuk menggunakan kembali layanan Go-Jek. | This study aims to analyze the effect of price, service quality and customer satisfaction on the repurchase intention of Go-Jek services in the City of Purwokerto. The population in this study is the people of Purwokerto City who have used Go-Jek services. The sampling method uses convenience sampling.. This research was conducted by surveying 107 Go-Jek customers in Purwokerto. The method of data analysis is done by using multiple linear regression. The results of the analysis show that (1) the more affordable the price, the higher the intention of consumers to re-purchase Go-Jek services (2) the better the quality of services provided will increase consumer intention to re-purchase Go-Jek services (3) the higher satisfaction is felt consumers towards Go-Jek services, the higher the intention of consumers to re-purchase Go-Jek services. | |
| 23307 | 26516 | H1K014007 | HUBUNGAN PANJANG BERAT DAN UKURAN STANDAR KOMERSIAL SPINY LOBSTER (Panulirus sp.) DI PERAIRAN PURWOREJO | Judul penelitian ini adalah “Hubungan Panjang Berat dan Ukuran Standar Komersil Spiny Lobster (Panulirus sp.) di Perairan Purworejo”. Spiny lobster merupakan produk ekspor sekaligus merupakan target utama bagi nelayan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui spesies, ukuran komersil spiny lobster dan hubungan panjang berat (Panulirus sp.) di perairan Purworejo. Metode survei ini mengidentifikasi, mengukur carapax lenght (CL), abdomen lenght (AL), caudal lenght (cL) dan total lenght (TL) spiny lobster dan menentukan standar ukuran komersil skala lokal, nasional dan internasional. Di peraian Purworejo spesies spiny lobster yang hidup adalah P. homarus, P. ornatus dan P. polyphagus. Ukuran komersil lokal spiny lobster di dominasi ukuran K2 (100-200g), ukuran komersil nasional diperoleh sebagian besar lobster berukuran kurang dari 200 g, dan ukuran komersil internasional didapatkan sebagian besar lobster berukuran B (600-800 g). Hubungan panjang–berat keseluruhan dan tiap spesies spiny lobster diperoleh allometrik negatif, yang menunjukan bahwa pertambahan panjang adalah lebih cepat dari pertambahan berat. | The title of this study is "Relationship of Weight Length and Commercial Standard Size of Spiny Lobster (Panulirus sp.) In Purworejo Waters". Spiny lobster is an export product as well as main target for fishermen. The purpose of this study are to determine species, commercial standard of size, length–weight relationship of spiny lobster (Panulirus sp.) In Purworejo waters. The survey method are identifies, measures the carapace length (CL) , abdomen length (AL), caudal length (cL) and total length (TL) of spiny lobster and determine local, national and international commercial standard of size at Purworejo waters. Spiny lobster species in habit in Purworejo waters are P. homarus, P. ornatus and P. polyphagus. The local standard of commercial size of spiny lobster is dominated by K2 size (100-200g). The national standard of commercial size is obtained less than 200 g, and the international standard of commercial size is found most B (600-800 g). Length–weight relationship of all and each species spiny lobster was obtained negative allometric, which indicates that body length increase is faster than weight. | |
| 23308 | 28603 | D1A016020 | PERBEDAAN KUALITAS INTERNAL TELUR ITIK DI TINGKAT PETERNAK WILAYAH TEGAL DAN PEMALANG | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan perbedaan kualitas internal telur itik di tingkat peternak Wilayah Tegal dan Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Setiap wilayah diambil 20 sampel peternak itik, dan setiap peternak diambil sampel telur 10 butir. Jadi jumlah telur setiap wilayah 200 butir, sehingga total telur itik 400 butir. Penelitian dilaksanakan di Kelompok Tani Ternak “Kemiri Barat” dan “Satelit Sejahtera” untuk wilayah Tegal, serta “Bulusari” dan “Klareyan” untuk wilayah Pemalang. Pengukuran kualitas internal telur itik dilaksanakan di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Analisis data menggunakan uji T. Variabel yang diukur meliputi haugh unit (HU), bobot albumen, bobot yolk, serta rasio yolk dan albumen. Hasil penelitian menunjukkan rataan haugh unit telur itik di Wilayah Tegal sebesar 81,84+-4,42 dan Pemalang sebesar 75,90+-4,97. Rataan bobot albumen telur itik di Wilayah Tegal sebesar 33,34+-1,66 g dan Pemalang sebesar 32,61+-1,85 g. Rataan bobot yolk telur itik di Wilayah Tegal sebesar 24,13+-1,44 g dan Pemalang sebesar 24,79+-2,04 g. Rataan rasio yolk dan albumen telur itik di Wilayah Tegal sebesar 72,80+-1,93% dan Pemalang sebesar 76,66+-4,33%. Hasil uji t menunjukkan haugh unit, serta rasio yolk dan albumen berbeda nyata, sedangkan bobot albumen dan yolk berbeda tidak nyata. Dapat disimpulkan bahwa itik Tegal yang dipelihara peternak Wilayah Tegal menghasilkan kualitas internal telur yang lebih baik dibandingkan Wilayah Pemalang. | The purpose of this study were to determine and compare the differences in internal quality of duck eggs at the level of Tegal and Pemalang farmers. The method used in this research was survey method with purposive sampling. Each area was taken 20 samples of duck farmers, and each sample was taken from 10 eggs. Total of duck eggs in each region were 200, and the total of duck eggs from two region are 400 eggs. The research was carried out in the Livestock Farmers Group “Kemiri Barat” dan “Satelit Sejahtera” for the Tegal Region, and “Bulusari” and “Klareyan” for the Pemalang Region. Internal quality measurements of duck eggs are carried out at the Poultry Production Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. Data analysis using T test. The measured variables included haugh unit (HU), albumen weight, yolk weight, and yolk and albumen ratio. The results showed the average of haugh unit in duck eggs from Tegal Region was 81,84+-4,42 and Pemalang Region was 75,90+-4,97. The average of albumen weight in duck eggs from Tegal Region was 33,34+-1,66 and Pemalang Region was 32,61+-1,85 g. The average of yolk weight in duck eggs from Tegal Region was 24,13+-1,44 g and Pemalang Region was 24,79+-2,04 g. The average of yolk and albumen ratio in duck eggs from Tegal Region was 72,80+-1,93% and Pemalang Region was 76,66+-4,33%. T test results showed haugh unit, the ratio of yolk and albumen significantly different. It can be concluded that the Tegal ducks that are maintained by farmers of Tegal Region produced better internal quality of eggs than Pemalang Region. | |
| 23309 | 28897 | C1C016075 | Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Penerapan E-System Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KP2KP Wonosobo | Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan metode pemberian kuesioner. Penelitian ini mengambil judul: “Pengaruh Pengetahuan Perpajakan, Kesadaran Wajib Pajak, dan Penerapan E-System Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak Orang Pribadi di KP2KP Wonosobo”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh pengetahuan perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan penerapan e-System perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi di KP2KP Wonosobo. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wajib pajak orang pribadi usahawan yang terdaftar di KP2KP Wonosobo. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 100 wajib pajak orang pribadi usahawan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Pengetahuan perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi; (2) Kesadaran wajib pajak berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi; (3) Penerapan e-System perpajakan berpengaruh positif terhadap kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Implikasi dalam penelitian ini yaitu KP2KP Wonosobo diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan wajib pajak mengenai ketentuan dan tata cara perpajakan melalui sarana media cetak maupun media elektronik yang dikemas secara menarik dan inovatif, dapat menanamkan pemahaman pajak melalui sosialisasi dalam acara formal ataupun informal agar tercipta kesadaran wajib pajak, dan dapat lebih fokus untuk memprioritaskan perbaikan e-System perpajakan dikarenakan penerapan e-System perpajakan sangat menentukan kepatuhan wajib pajak di KP2KP Wonosobo. | This study uses a quantitative approach with data collection techniques using the questionnaire method. This study takes the title: "The Effect of Taxation Knowledge, Taxpayer Awareness, and Application of the E-Tax System on the Compliance of Individual Taxpayers in KP2KP Wonosobo". The purpose of this study was to examine and analyze the influence of tax knowledge, taxpayer awareness, and the application of the e-tax system to the compliance of individual taxpayers in KP2KP Wonosobo. The population in this study are all individual business taxpayers who are registered in KP2KP Wonosobo. Sample determination is done by simple random sampling technique. Samples taken in this study were 100 individual business taxpayers. The data obtained were analyzed using multiple linear regression analysis techniques. The test results in this study indicate that: (1) Knowledge of taxation has a positive effect on compliance with individual taxpayers; (2) Awareness of taxpayers has a positive effect on compliance of individual taxpayers; (3) The application of the e-tax system has a positive effect on the compliance of individual taxpayers. The implication in this research is that KP2KP Wonosobo is expected to be able to increase taxpayer knowledge regarding tax regulations and procedures through print and electronic media that are packaged in an innovative and attractive manner, can instill tax understanding through socialization in formal or informal events to create awareness of taxpayers, and can be more focused on prioritizing improvements to the e-tax system because the application of the e-tax system determines tax compliance in KP2KP Wonosobo. | |
| 23310 | 26517 | I1A015077 | ANALISIS KONSELING KELUARGA BERENCANA PADA BIDAN TENTANG PENGGUNAAN NON METODE KONTRASEPSI JANGKA PANJANG (NON-MKJP) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PUNGGELAN 1 | Latar belakang: Program Keluarga Berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan dan mengatur kehamilan untuk mewujudkan keluarga berkualitas. Penggunaan metode Non-MKJP masih menjadi tantangan karena terdapat kasus drop out setiap tahunnya. Untuk itu dibutuhkan analisis mengenai konseling KB pada bidan sebagai pemberi pelayanan, agar program KB dapat berjalan dengan baik. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari 8 informan utama bidan yang telah mengikuti pelatihan penyuluhan konseling KB dan informan pendukung 1 orang koordinator bidan, dan 1 orang akseptor KB dropout dan tidak drop out. Analisis data menggunakan data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Hasil penelitian: Pemahaman informan utama mengenai KB adalah untuk mengatur dan merencanakan kehamilan. Konseling KB penting untuk menjalin kedekatan dengan akseptor sehingga terjadi perubahan sikap. Proses konseling KB belum sepenuhnya sesuai panduan, tapi tidak mengurangi informasi yang harus disampaikan pada klien. Media yang sering digunakan adalah lembar balik, alat peraga, poster, buku KIA dan ABPK. Kendala yang dihadapi saat konseling KB adalah waktu yang terbatas dan kepercayaan akseptor. Motivasi informan utama untuk melakukan konseling KB adalah berdasarkan pengalaman pribadi dan ingin membantu klien meningkatkan kesejahteraannya dengan program KB. Kesimpulan: Konseling KB yang dilakukan belum sesuai dengan panduan konseling KB namun inti dari konseling tetap tersampaikan. Keterbatasan waktu dan pengaruh lingkungan kepercayaan klien menjadi kendala informan dalam melakukan konseling KB. | Background: Family planning Program (KB) is an effort to regulate the birth of children, the ideal distance and age of childbirth and regulating pregnancy to create quality families. The use of Non-MKJP methods is still a challenge because there is a drop out case annually. Therefore, it is necessary to analyze the KB counseling on midwives as service providers, so that the KB program can run well. Methods: This research is a qualitative descriptive study. The subject of research were eight midwives who have participated in the training of counseling of KB and midwives coordinator, the acceptor of KB dropout and the acceptor of KB does not drop out. Data analysis using data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Result: The main informant’s undestanding of KB is to organize and plan a pregnancy. KB Counseling is important to establish proximity with the acceptor so that changes in attitudes occur. The process of counseling KB is not yet fully compliant, but does not reduce the information to be conveyed on clients. The media that is often used are flipchart, props, posters, books KIA and ABPK. The obstacles encountered during KB counseling are limited time and acceptor trust. The main informant motivation for conducting KB counseling is based on personal experience and wants to help clients improve their prosperity with the KB program.. Conclusion: The family planning counselling has not been in accordance with the steps in the guidance of the KB counseling but the core information of counseling is still delivered. Time constraints and impact of the client's trust environment become an informant constraint in conducting KB counseling. | |
| 23311 | 26518 | F1F012068 | DISAGREEMENT STRATEGIES IN GAME OF THRONES SEASON 7: A PRAGMATIC STUDY | Penelitian ini berfokus pada strategi ketidaksetujuan yang muncul dalam Serial Game of Throne musim ke-7 ketika proses negosiasi dan pengambilan keputusan dalam dan peperangan semakin mencekam. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif di mana data berupa ujaran ketidaksetujuan diseleksi dengan teknik purposive sampling untuk menjawab rumusan masalah. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dalam dua fokus: (1) realisasi verbal, yaitu dengan mengidentifikasi penanda verbal, struktur dan derajat ujaran ketidaksetujuan (Stadler, 2006); dan (2) strategi ketidaksetujuan, yaitu dengan mengelompokkan ujaran ketidaksetujuan dalam empat kategori: irelevansi (irrelevancy claim), tantangan (challenge), kontradiksi (contradiction), dan sanggahan balik (counterclaim, Muntigl dan Turnbull, 1998). Hasil analisis menunjukkan derajat ketidaksetujuan dan kategori strategi ketidak setujuan yang muncul dalam Serial Game of Thrones Musim ke-7. (1) Ujaran ketidaksetujuan dalam Serial Game of Thrones Musim ke-7 cenderung bersifat kuat (dengan jumlah 71 realisasi verbal dalam 58 gilir-tutur), ketimbang bersifat lemah (dengan jumlah 55 realisasi verbal dalam 32 gilir-tutur). (2) Pengelompokan strategi ketidaksetujuan menunjukkan kecenderungan paling tinggi pada strategi kontradiksi dengan 39 gilir-tutur (43.3%), diikuti oleh irelevansi dengan 25 gilir-tutur (27.8%) dan sanggahan-balik dengan 15 gilir-tutur (16.7%), sementara strategi tantangan paling jarang muncul yaitu 11 gilir-tutur (12.2%). Kecenderungan pada ujaran ketidaksetujuan kuat sangat mungkin terjadi karena para tokoh dalam serial ini telah berkembang statusnya secara politik dan militer seperti raja, ratu, penasehat raja atau ratu dan para bangsawan. Selain itu, status politik dan militer juga berperan dalam penggunaan strategi ketidaksetujuan tertentu, yaitu yang bersifat langsung dan lugas (seperti dalam kontradiksi), dan abai terhadap urgensi topik diskusi (seperti dalam irelevansi), tanpa usaha memberikan penjelasan atau alternatif (seperti dalam sanggahan-balik) maupun mempertanyakan kebenaran suatu pendapat (tantangan). | This research focuses on the disagreement strategies that take place in the entire Game of Throne Series Season 7 where negotiation and decision-making to maintain alliance and position intensely takes place. It belongs to qualitative research in which data of disagreeing utterances are selected by purposive sampling technique to answer two problems. The selected data are then qualitatively analyzed in two ways: (1) verbal realization of disagreement to find out their micro-verbal markers, structure and the strength of the disagreeing utterance (as proposed by Stadler, 2006); and (2) disagreement strategies to categorize all disagreeing utterance into four types, namely irrelevancy claim, challenge, contradiction, and counterclaim (as proposed by Muntigl and Turnbull, 1998). The result of the study shows the overview of the strength/softness of disagreement and disagreement strategies throughout Game of Throne Series Season 7. (1) Data reveals that disagreement utterances are mostly strong with 71 verbal realizations in 58 disagreement turns, as opposed to soft disagreeing utterances with 55 realizations in 32 disagreement turns. (2) Categorization of strategies reveals that contradiction occurs most frequently in 39 turns (43.3%), followed by irrelevancy claim in 25 turns (27.8%) and counterclaim in 15 turns (16.7%), while challenge is the least disagreement strategy to occur in 11 turns (12.2%). Tendency of strong disagreement in the series might be driven by the fact that characters have developed with high political and military status such as king, queen, king’s or queen’s advisor and noble family. Additionally, the high political and military status also enforces the simple and direct disagreement (contradiction) and ignorance of the importance of matter at discussion (irrelevancy claim), without providing alternative (counterclaim) or seeking more explanation (challenge). | |
| 23312 | 26484 | H1B014010 | MODEL PREDATOR-PREY DENGAN WILAYAH BEBAS DAN WILAYAH RESERVASI | Penelitian ini mengkaji model predator-prey dengan populasi prey hidup di wilayah reservasi dan wilayah bebas. Wilayah reservasi adalah wilayah yang ditempati oleh prey namun predator tidak dapat masuk ke dalam wilayah tersebut, sedangkan pada wilayah bebas predator dan prey dapat bergerak secara bebas maupun saling berinteraksi. Model ini berbentuk sistem persamaan differensial non linier. Berdasarkan penentuan titik ekuilibrium dan hasil analisis kestabilan, model tersebut mempunyai satu titik ekuilibrium yang bersifat tidak stabil dan dua titik ekuilibrium yang dapat bersifat stabil asimtotis. Berdasarkan simulasi model, diperoleh bahwa untuk jangka waktu yang lama, perubahan nilai koefisien tingkat migrasi prey dari wilayah bebas ke wilayah reservasi dan nilai koefisien tingkat migrasi prey dari wilayah reservasi ke wilayah bebas berpengaruh pada jumlah populasi prey di wilayah reservasi, namun tidak berpengaruh pada jumlah populasi prey di wilayah bebas. | This research discussed about prey-predator model with prey populations which are living in reserved area and unreserved area. The reserved area is the area where prey can live but predator are not allowed to enter inside, while the unreserved area is the area where prey and predator can move freely or interact with each other. This model will be expressed on a non linear system of differential equations. Based on the determined of equilibrium points and the result of stability analysed, the model has an unstable equilibrium point and two equilibrium points that can be asymtotically stable. Based on model simulation, it was showed that for a long period of time, the changes of migration rate coefficient of the prey species from unreserved area to reserved area and the changes of migration rate coefficient of the prey species from reserved area to unreserved area had an effect on the number of prey populations in reserved area, but had no effect on the number of prey population in unreserved area. | |
| 23313 | 28604 | D1A016011 | ERITROSIT, HEMOGLOBIN, DAN HEMATOKRIT ITIK TEGAL DI PETERNAKAN WILAYAH TEGAL DAN PEMALANG | Tujuan penelitian ini adalah mengkaji perbedaan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin, dan nilai hematokrit Itik Tegal yang dipelihara di wilayah Tegal dan Pemalang. Sasaran penelitian ini yaitu ternak Itik Tegal betina yang berumur 8-12 bulan yang dipelihara oleh peternak di kelompok ternak wilayah Tegal dan Pemalang dengan kapasitas usaha yang dimiliki minimal 100 ekor itik. Metode yang digunakan yaitu metode survey dengan menggunakan Purposive Sampling dengan analisis data menggunakan Uji T. Jumlah sampel darah itik setiap daerah yaitu 40 sampel. Hasil analisis menunjukkan rataan jumlah eritrosit itik Tegal di wilayah Tegal yaitu 3,39±0,27× 106/μl dan Pemalang yaitu 3,51±0,33 × 106/μl. Rataan kadar hemoglobin itik Tegal di wilayah Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang masing-masing adalah 11,58±0,84 gr/100 ml dan 11,51±0,82 gr/100 ml. Rataan nilai hematokrit itik Tegal di Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang yaitu masing-masing 32,78±2,81% dan 33,93±3,39%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit Itik Tegal di wilayah Tegal berbeda tidak nyata dengan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan nilai hematokrit Itik Tegal di wilayah Pemalang. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa kondisi hematologis itik yang terdiri dari jumlah eritrosit, kadar hemaglobin dan nilai hematokrit itik Tegal di Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang relatif sama. | The purpose of this study was to examine differences total of erythrocytes , haemoglobin levels, and hematocrit values of Tegal Ducks that are maintained in the Tegal and Pemalang areas. The target of this research was female Tegal Ducks, aged 8-12 months, and take by breeders in the Tegal and Pemalang areas with a business capacity of at least 100 ducks. The method employed was a survey using purposive sampling with data analysis used the T Test. Total of duck blood samples in each region were 40 samples. The average total of erythrocyte Tegal ducks in the Tegal City was 3.39 ± 0.27 × 106/ μl and Pemalang was 3.51 ± 0.33 × 106/ μl. The average levels of hemoglobin in Tegal ducks in the area of Tegal City and Pemalang Regency were 11.58±0,84 gr/100 ml and 11.51±0,82 gr/100 ml. The mean hematocrit value of Tegal ducks in Tegal City and Pemalang Regency were 32.78±2,81% and 33.93±3,39%. The results showed that the total of erythrocytes, haemoglobin levels and hematocrit value of Tegal ducks in the Tegal region were not significantly different from the total of erythrocytes, haemoglobin levels and the hematocrit value in the Pemalang region. The conclusion of this study were that the haematological condition of ducks consisted of erythrocyte counts, hemaglobin levels and hematocrit values of Tegal ducks in Tegal City and Pemalang Regency relatively the same. | |
| 23314 | 29028 | A1L013147 | PENGARUH PENGGUNAAN LAHAN TERHADAP SIFAT FISIK TANAH DI PERBUKITAN SERAYU SELATAN KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan lahan terhadap sifat fisik tanah di perbukitan serayu selatan dan penggunaan lahan yang menghasilkan sifat fisik tanah terbaik di perbukitan serayu selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2018 di Perbukitan Serayu bagian Selatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah dan analisis sampel dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Titik pengambilan sampel tanah dan pengamatan sifat lahan ditentukan dengan metode purposive random sampling, yaitu dengan memperhatikan tipe penggunaan lahan dan tingkat kemiringan lereng. Tipe penggunaan lahan yang diamati meliputi hutan pinus, hutan jati, perkebunan karet, kebun campur dan lahan agroforestri yang terdapat pada 3 (tiga) kelompok kemiringan lereng (0-8%;8-15% dan >15%). Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu berat jenis isi, berat jenis partikel, porositas, kadar air kapasitas lapang, water-filled pore space (WFPS) pada kapasitas lapang, derajat kerut, batas cair, batas berubah warna dan persediaan air maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan yang beragam mempengaruhi sifat baik fisik tanah. Perbedaan penggunaan lahan berpengaruh terhadap kadar air kapasitas lapang, air tersedia dan WFPS kapasitas lapang. Terdapat interaksi pengaruh antara penggunaan lahan dan kelerangan pada kadar air kapasitas lapang, air tersedia dan WFPS kapasitas lapang. Hasil penelitian juga menunjukan bahwa penggunaan lahan agroforestri menghasilkan sifat fisik tanah terbaik. | This research aimed to know the influence of land use difference on the physical properties of soil in the South Serayu Hills and to know land uses that generate the best soil physical properties. The Research was carried out in November 2018 in the South Serayu Hills, Banyumas, Central Java. Analysis of samples was carried out at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The Research was carried out using a survey method. Soil sampling and observations points were determined based on the purposive random sampling approach, by considering the type of land use and the slope steepness. Land use types observed comprised pine forest, teak forest, rubber plantations, orchards and land agroforestry on three (3) groups of slopes (0-8%; 8-15% and > 15%, respectively). The observed variables were soil bulk density, particle density, soil porosity, field capacity, water-filled pore space (WFPS) at field capacity, lapang, liquid limit, color alteration limit dan water holding capacity. The results showed that the difference in land uses in the southern Serayu Hills influenced the soil physical characteristic. Land use differences affected some of the physical properties including the water content at the field capacity, soil water availability and the water-filled pore space at the field capacity. There was an interaction of influence between land use and the slope on the moisture content of the field capacity, water availability, and WFPS at the field capacity. The agroforestry system was found to be the best land use in providing soil physical properties in the southern Serayu Hills. | |
| 23315 | 26519 | C1B015026 | ANALISIS PENGARUH KOMITMEN, KOMUNIKASI, KEPERCAYAAN TERHADAP KUALITAS KERJASAMA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KINERJA RANTAI PASOKAN | RINGKASAN Penelitian ini merupakan penelitian survei pada sentra industri tempe kedelaiyang berada di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Penelitian ini mengambil judul “ Analisis Pengaruh Komitmen, Komunikasi, Kepercayaan terhadap Kualitas Kerjasama, dan Dampaknya terhadap Kinerja Rantai Pasokan ( Studi Kasus Pada Sentra Industri Tempe Kedelai di Desa Pliken)”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh komitmen, komunikasi, kepercayaan terhadap kualitas kerjasama dan dampaknya terhadap kinerja rantai pasokan. Populasi penelitian ini adalah indutri tempe kedelai di Desa Pliken Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 80 responden. Teknik pengambilan sampe menggunakan simple random sampling. Berdasarakan hasil penelitian dan analisi data dengan menggunakan path analysis menunjukan bahwa : (1) komitmen berpengaruh positif terhadap kinerja rantai pasokan, (2) komunikasi tidak berpengaruh terhadap kinerja rantai pasokan, (3) kepercayaan tidak berpengaruh terhadap kinerja rantai pasokan, (4) komitmen tidak berpengaruh terhadap kulaitas kerjasama, (5) komunikasi berpengaruh positif terhadap kualitas kerjasama, (6) kepercayaan berpengaruh positif terhadap kualitas kerjasama, (7) kualitas kerjasama tidak berpengaruh terhadap kinerja rantai pasokan. Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja rantai pasokan, perusahaan sebaiknya menjaga komitmen antar pihak dan juga menjaga komunikasi yang baik dan menumbuhkan rasa percaya antar pihak, sehingga dapat menjadikan kinerja rantai pasokan yang optimal dan menghasilkan kualitas kerjasama yang baik. Sehingga kinerja rantai pasokan dapat semakin fleksibel dan semakin andalnya perusahaan memenuhi permintaan pelanggan. | SUMMARY This research is surve methodology at soybean tempeh industry in the Pliken , Kembaran District, Banyumas City. This research titled “ Analysis of the Effect Commitment, Comunication, Trust, against Quality of Cooperation and the Impact against Performance of Supply Chain ( Case Study at Soybean Tempeh Industry in the Pliken)”. The purpose of this research is ti know and analyze the effect of commitment, comunication, trust against quality of cooperation and the impact against performance of supply chain. Population in this research is soybean tempeh industry in Pliken, Kembaran District, Banyumas City. The research used 80 respondents for the sample. The sampling technique in this research used simple random sampling method. Based on research and data analysis by using the path analysis show that (1) commitment gave positive influence against performance of supply chain, (2) comunication didn’t gave influence against performance of supply chain, (3) Trust didn’t gave influence against performance of supply chain, (4) commitment didn’t gave influence against quality of cooperation, (5) comunication gave positive influence against quality of cooperation, (6) trust gave positive influence against quality of cooperation, (7) quality of cooperation didn’t gave influence against performance of supply chain. The implication from the conclusion above is in an effort to improve performance of supply chain, the company should keepin commitment between partner, and keeping a good comunication and fister trust between each partner, so it can make the optimal performance of supply chain and obtain a good quality of cooperation . So performance of Supply Chain could be more fleksible and be better to handle the demant of costumers. | |
| 23316 | 26520 | F1D012065 | GERAKAN KOPKUN (KOPERASI KARYA UTAMA NUSANTARA) INSTITUTE DALAM PENGEMBANGAN KOPERASI DI BANYUMAS | RINGKASAN Penelitian ini berjudul “Gerakan Kopkun (Koperasi Karya Utama Nusantara) Institute dalam Pengembangan Koperasi di Banyumas”. Penelitan ini bermaksud untuk memahami dan mendeskripsikan proses gerakan Kopkun Institute dalam pengembangan koperasi di Banyumas serta memahami dan menjelaskan tentang bagaimana pengaruhnya terhadap kebijakan pengembangan koperasi di Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemeriksaan validitas data dengan trianggulasi sumber. Sedangkan metode analisis data adalah dengan menggunakan model analisis interaktif yang memuat tiga komponen yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gerakan Kopkun Institute dalam pengembangan koperasi di Banyumas, dan bagaimana pengaruh terhadap kebijakan dalam pengembangan koperasi tersebut.Adapun hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa Gerakan Kopkun Institute berfokus pada pengembangan pendampingan koperasi baik tingkat lokal maupun nasional. Kemudian penelitian ini mengungkap adanya aspek politik dalam pengembangan koperasi, dimana kopkun institute mempengaruhi kebijakan dalam pengembangan koperasi di daerah melalui adanya kerjasama dengan para kelompok kepentingan. | SUMMARY This research is entitled “Kopkun institute Movement in the cooperatives development in Banyumas”. This research meant to understand and describe the process of the Kopkun institute movement in the cooperatives development in Banyumas and understand and explain about how it’s influence for policies of cooperatives development in Banyumas. This research uses qualitative research methods with a case study approach. The data used are primary and secondary data. Data collection techniques used in this study were in-depth interviews, observations, and documentation. The technique of checking data validity with source triangulation. While the method of data analysis is to use an interactive analysis model that contains three components, namely data condensation, data presentation and conclusion drawing. The Aims of this research are to understand how kopkun institute movement in the cooperatives development in Banyumas , and how the effect on policy in the cooperatives development. But the result of this research also shows that the Kopkun institute focuses on development assistance cooperative both local and national level .Then this research reveals the presence of political development of cooperatives, where Kopkun institute influence policy in the cooperatives development in the region by the cooperation with the interest groups. | |
| 23317 | 26521 | F1F012064 | A SEMIOTIC ANALYSIS OF MOVIE POSTERS ON 10 HIGHEST GROSSING ANIMATION MOVIES BASED ON WWW.IMDB.COM | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tanda-tanda yang ditemukan dalam 10 poster film animasi terlaris berdasarkan www.imdb.com dan menjelaskan fungsi bahasa yang digambarkan oleh tanda-tanda tersebut. Bidang penelitian ini adalah semiotika yang merupakan kajian tentang sistem tanda untuk mengetahui bagaimana tanda-tanda berhubungan satu sama lain dalam merepresentasikan makna tertentu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data yang terdiri dari 10 poster film. Hasil dari penelitian ini adalah pertama, setiap gambar terdiri dari tanda-tanda yaitu ikon, indeks, dan simbol. Ikon mencakup semua benda dalam gambar yang merupakan replikasi, imitasi, kemiripan, atau tiruan dari objek nyatanya. Indeks terdiri dari semua tanda baik dalam bentuk gambar, kata, frasa, atau kalimat dalam gambar yang menunjukkan hubungan sebab akibat. Simbol mencakup semua tanda yang memiliki makna tertentu saat dikaitkan dengan konteks pada gambar. Kedua, dari tanda tersebut kita dapat melihat adanya fungsi bahasa yang digunakan untuk menyampaikan pesan atau cerita tentang film tersebut yaitu fungsi referensial dan fungsi puitis. Hal tersebut bertujuan untuk menarik perhatian dan minat penonton untuk menonton film tersebut. | This research is aimed at identifying the signs found in movie poster on 10 Highest Grossing Animated movies based on www.imdb.com and explaining kinds of function of language reflected on those signs. The field of this research is semiotics which is the study of sign system to know how the signs are correlated with each other in revealing certain meaning. This research uses descriptive qualitative method to analyze the data which are 10 highest animated movie posters. The results of this research are first, each poster contains iconic, indexical, and symbolic signs. The iconic signs consist of all the things in the drawings that are the replication, the imitation, the resemblance, or the simulation of the real object. The indexical signs consist of the signs either in the form of drawing, word, phrase, or sentence in the drawings which show causal relation. The symbolic signs consist of the signs that create particular meaning when they are connected to the context of the drawing. Second, the signs in the posters expose 2 function of language used to convey the message or the story of the movie which are referential function and poetic function. It represents the story that will show on the animation movie. Furthermore, it aims to attract the attention and interest of the audience to watch the movie. | |
| 23318 | 26522 | C1I015044 | DETERMINANT OF VOLUNTARY DISCLOSURE CONTROLLED BY NATURE OF REGULATION | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendapatkan bukti empiris tentang pengaruh karakteristik perusahaan terhadap tingkat pengungkapan sukarela. Variabel dependen dari penelitian ini adalah pengungkapan sukarela yang diukur dengan indeks kelengkapan pengungkapan sukarela. Variabel independen dari penelitian ini adalah ukuran perusahaan yang diukur dengan total aset, profitabilitas yang diukur dengan return on equity, dan leverage yang diukur dengan rasio hutang terhadap aset. Penelitian ini menggunakan variabel kontrol, yaitu nature of regulation. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan LQ45 yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2017. Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Kriteria perusahaan adalah perusahaan LQ45 yang mempublikasikan laporan keuangan tahunan mereka dalam satuan Rupiah dan memiliki laba positif berturut-turut dari tahun 2013 sampai tahun 2017. Total sampel dalam penelitian ini adalah 23 perusahaan dan total data yang dianalisis adalah 115. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan asumsi klasik. Analisis menunjukkan bahwa ukuran perusahaan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Sementara itu, leverage dan profitabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Dalam penelitian ini, ada 3 implikasi. Implikasi pertama adalah ukuran perusahaan tidak mempengaruhi pengungkapan sukarela. Oleh karena itu, bagi calon investor tidak harus selalu berasumsi bahwa perusahaan besar akan lebih baik untuk berinvestasi karena baik perusahaan besar maupun kecil sudah mengungkapkan laporan keuangan mereka secara cukup luas. Implikasi kedua adalah leverage berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Bagi calon investor, leverage dapat dipertimbangkan sebagai pengambilan keputusan investasi karena semakin tinggi tingkat leverage, semakin berisiko kondisi keuangan perusahaan. Dengan kata lain, kondisi keuangannya tidak bagus dan cenderung tidak aman untuk berinvestasi di perusahaan. Implikasi ketiga adalah profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap pengungkapan sukarela. Profitabilitas dapat dianggap sebagai pengambilan keputusan investasi bagi calon investor karena semakin tinggi tingkat profitabilitas, semakin tinggi return yang diperoleh bagi investor. | This study aimed to analyze and obtain empirical evidence about the influence of company characteristic to the extent of voluntary disclosure. The dependent variable of this study is voluntary disclosure as measured by index of completeness of voluntary disclosure. The independent variables of this study are company size as measured by total asset, profitability as measured by return on equity, and leverage as measure by debt to asset ratio. This study uses control variable, namely nature of regulation. The population in this study is LQ45 companies listed in Indonesia Stock Exchange (IDX) period 2013-2017. Sampling method in this study is purposive sampling. Criteria for company are LQ45 companies that publish their annual financial statement in units of Rupiah and have positive profits during consecutive year from 2013-2017. The total sample in this study was 23 companies and the total data that has been analyzed was 115. The analysis technique used is multiple linear regression anaysis with classical assumption. The analysis showed that company size does not have significant influence to voluntary disclosure. Meanwhile, leverage and profitability does have significant influence to voluntary disclosure. In this study, there are 3 implications. The first implication is company size does not influence voluntary disclosure. Therefore, for prospective investors do not always assume that large companies will be better for investment because both large and small companies already disclose their financial statements broader enough. The second implication is leverage does significantly influence voluntary disclosure. For prospective investors, leverage can consider as investment decision making because the higher the leverage level, the riskier the company financial condition. In other words, the financial condition is not good and tends to be unsafe to invest in the company. The third implication is profitability does significantly influence voluntary disclosure. Profitability can consider as investment decision making for prospective investor because the higher level of profitability, the higher the return obtained for investors. | |
| 23319 | 26560 | F1B013051 | PENGARUH DISIPLIN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEDAMPING KELUARGA HARAPAN DI KECAMATAN CILONGOK | Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan sekaligus pengembangan kebijakan di bidang perlindungan sosial, pemerintah Indonesia mulai tahun 2007 melaksanakan PKH. Program serupa di Negara lain di kenal dengan istilah Conditional Cash Transfers (CCT) atau bantuan tunai bersyarat, program ini bukan dimaksudkan sebagai kelajutan Program Subsidi Langsung Tunai (SLT) yang diberian dalam rangka membantu rumah tangga miskin memtahankan daya belinya pada saat pemerintah melakukan penyesuain harga BBM. PKH lebih dimaksud kepada upaya membangun sistem perlindungan sosial kepada masyarakat miskin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh yang signifikan dan positif antara disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pendamping yang ada di kecamatan Cilongok. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menggunakan pendekatan survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari seluruh populasi dan menggunakan kuesioner sebagai pengumpul data. Hasil penelitian diketahui Berdasarkan analisis dengan kendall tau-b dan regresi ordinal menunjukan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan dari disiplin kerja dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai pendamping PKH di Kecamatan Cilongok. Kata Kunci : Disiplin Kerja, Motivasi Kerja, Kinerja Pendamping PKH, Program PKH | In the context of accelerating poverty reduction while developing policies in the field of social protection, the Indonesian government began in 2007 implementing PKH. Similar programs in other countries are known as Conditional Cash Transfers (CCT) or conditional cash transfers, this program is not intended as a continuation of the Direct Cash Subsidy Program (SLT) which is given in order to help poor households maintain their purchasing power when the government adjusts prices BBM. PKH is meant more to efforts to build a system of social protection for the poor. This study aims to determine whether there is a significant and positive influence between work discipline and work motivation on the performance of assistants in the Cilongok sub-district. This study uses a quantitative method using a survey approach that is research that takes samples from the entire population and uses a questionnaire as a data collector. The results of the study are known Based on the analysis of the tau-b and ordinal regression shows that there is a positive and significant effect of work discipline and work motivation on the performance of PKH escort employees in Cilongok District. Keywords: Work Discipline, Work Motivation, PKH Companion Performance, PKH Program | |
| 23320 | 26535 | L1B015039 | KOMPOSISI Bacillus spp. PADA SALURAN PENCERNAAN SIDAT (Anguilla bicolor) YANG DIBERIKAN PAKAN DENGAN TAMBAHAN VITAMIN C (COATED) | Mikroflora saluran pencernaan sidat (Anguilla bicolor) dapat dipengaruhi oleh penambahan vitamin C pada pakan. Salah satu mikroflora yang ditemukan pada sidat yaitu Bacillus. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan vitamin C (coated) pada pakan terhadap jumlah total bakteri dan persentase Bacillus spp. pada saluran pencernaan sidat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 2 perlakuan dan 8 ulangan (individu). Perlakuan yang digunakan adalah pakan tanpa penambahan vitamin C (coated) dan pakan dengan penambahan vitamin C (coated) sebanyak 80 mg/kg pakan. Berdasarkan hasil penelitian setelah 50 hari pemeliharaan, diketahui bahwa penambahan vitamin C (coated) pada pakan tidak memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah total bakteri (P>0,05). Rata-rata jumlah total bakteri tanpa penambahan vitamin C (coated) dan penambahan vitamin C (coated) 80 mg/kg yaitu 0,05-144,16 x 106 CFU/g dan 0,04-36,86 x 106 CFU/g. Persentase Bacillus spp. pada perlakuan vitamin C (coated) 80 mg/kg pakan yaitu 19% sedangkan perlakuan tanpa vitamin C (coated) yaitu 14,5%. Komposisi Bacillus spp. terdiri dari B. subtilis, B. megaterium, B. pumilus dan Gram positif lain, komposisi didominasi B. pumilus . Hasil pengamatan kualitas air meliputi temperatur 22-240C, pH 6-9 dan oksigen terlarut 5,12-6,85 mg/L. Vitamin C (coated) yang ditambahkan pada pakan mampu meningkatkan proporsi Bacillus spp. pada saluran pencernaan sidat. | Microflora (Anguilla bicolor) can be influenced by the addition of vitamin C to the feed. One of the microflora found in shorfin eels was Bacillus. The goals of this study were to determine the effect of adding vitamin C (coated) to feed on total number of bacteria and percentage of Bacillus spp. in digestive tract of shortfin eel. This study used an experimental design with 2 treatments and 8 replications (individuals). Treatments used were feed without the addition of vitamin C (coated) and feed with the addition of vitamin C (coated) as much as 80 mg/kg of feed. Based on the results of the study after 50 days of maintenance, it was found that the addition of vitamin C (coated) to the feed did not have a significant effect on total number of bacteria (P>0.05). The average total number of bacteria without addition of vitamin C (coated) and addition of vitamin C (coated) 80mg/kg were 0,05-144,16x106 CFU/g and 0,04-36.86x106 CFU/g. Percentage of Bacillus spp. of vitamin C (coated) 80 mg/kg of feed is 19% while of treatment without vitamin C (coated) is 14,5%. Composition of Bacillus spp. consisted of B. subtilis, B. megaterium, B. pumilus and other Gram-positive, the composition was dominated by B. pumilus. Observation of water quality included temperature 22-240C, pH 6-9 and dissolved oxygen 5,12- 6,85 mg/L. Vitamin C (coated) added to feed can increased the proportion of Bacillus spp. in the digestive tract of shortfin eels. |