Artikelilmiahs
Menampilkan 23.281-23.300 dari 50.260 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 23281 | 26488 | H1C012004 | EVALUASI KINERJA CODEIGNITER DALAM PERANCANGAN ONLINESHOP BERBASIS SISTEM INFORMASI | Dunia pemrograman saat ini, baik pemograman desktop maupun web based,sudah semakin marak pengerjaannya dengan menggunakan framework.Framework memang dikembangkan untuk mempermudah dalam developing suatu alpikasi. Selain itu, dengan framework, waktu yang dihabiskan untuk membangun sebuah aplikasi dapat dikurangi secara signifikan. Dengan menggunakan CodeIgniter sebagai Framework dan SublimeText sebagai pembuat source code juga Mozillafirefox sebagai media eksekusi dari Codeigniter. Pembuatan DFD,Usecase,Flowchart dan Cortexdiagram merupakan langkah awal untuk membuat sebuah web yang di inginkan. Setelah itu di mulai dengan membuat Source code di dalam Sublime Text dan Mengeksekusinya dengan Framework CodeIgniter dan XAMPPServer sebagai servernya | The world of programming today, both desktop and web based programming, is increasingly widespread workmanship using framework. Framework is developed to facilitate in developing an application. In addition, with the framework, the time spent building an app can be significantly reduced. By using CodeIgniter as Framework and Sublime Text as editor source coder maker also Mozilla firefox as execution media from projrect Codeigniter .Making DFD, Usecase, Flowchart and Cortex diagram is the first step to create a new web. After start by creating Source code in Sublime Text editor and Execute it with CodeIgniter Framework and XAMPP Server as its server. Keyword : Codeigniter, Framework, Onlineshop, XAMPP Server, Mozilla Firefox. | |
| 23282 | 26499 | L1B015060 | PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN NILEM (Osteochilus hasselti) | Mengatasi serangan jamur dapat digunakan obat alternatif yang lebih aman dan tentunya dapat digunakan untuk mengendalikan penyakit tesebut, salah satu alternatifnya adalah menggunakan daun kemangi. Tujuan penelitian untuk mengetahui konsentrasi terbaik ekstrak daun kemangi (Ocimum basilicum L) sebagai media perendaman telur ikan nilem selama 20 menit yang menghasilkan daya tetas telur, prevalensi jamur, dan sintasan larva ikan nilem (Osteochilus hasselti). Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan pada penelitian ini adalah A (kontrol), B (Konsentrasi ekstrak daun kemangi 20 ppm), C (Konsentrasi ekstrak daun kemangi 40 ppm), D (Konsentrasi ekstrak daun kemangi 60 ppm), E (Konsentrasi ekstrak daun kemangi 80 ppm). Parameter penelitian yang diamati adalah daya tetas telur, tingkat serangan jamur dan sintasan larva. Data dianalisis menggunakan ANOVA, apabila berpengaruh nyata dilanjutkan menggunakan Uji Beda Nyata Terkecil. Hasil penelitian daya tetas telur didapat hasil A 87,66 ± 2,05%, B 92,66 ± 2,05%, C 92,33 ± 1,88%, D 93,66 ± 1,24%, E 95 ± 0,81%. Perlakuan D dan E berbeda, sedangkan perlakuan B dan C tidak berbeda nyata terhadap perlakuan A. Prevalensi jamur menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata. Didapatkan prevalensi A 2,66 ± 2,05, B 0,66 ± 0,94, C 0,66 ± 0,94, D 0,66 ± 0,94, dan E 0 ± 0. SIntasan larva menunjukan hasil yang tidak berbeda nyata. Didapatkan sintasan A 89,76 ± 4,19%, B 88,36 ± 9,76%, C 90,46 ± 11,15 %, D 79,36 ± 11,84 %, dan E 79,26 ± 1,18%. Hasil tersebut menunjukan perendaman menggunakan ekstrak daun kemangi selama 20 menit berpengaruh terhadap daya tetas telur tetapi tidak berpengaruh terhadap prevalensi dan sintasan larva. | To overcome fungal attacks necessary to use alternative drugs that are safer and can certainly be use to control the disease, one alternative is to use basil leaves. The purpose of this study was to determine the best concentration of basil leaf extract (Ocimum basilicum L) as a media for soaking nilem fish eggs for 20 minutes which resulted in egg hatchability, fungal prevalence, and survival of nilem fish larvae (Osteochilus hasselti). The research method uses a completely randomized design (RAL). The treatments in this study were A (control), B (20 ppm basil leaf extract concentration), C (40 ppm basil leaf extract concentration), D (60 ppm basil leaf extract concentration), E (80 ppm basil leaf extract concentration). The research parameters observed were egg hatchability, fungal attack rate and larva survival. Data were analyzed using ANOVA, if it significant then continued with the Least Significant Difference Test. The results of the hatching of eggs obtained results A 87.66 ± 2.05%, B 92.66 ± 2.05%, C 92.33 ± 1.88%, D 93.66 ± 1.24%, E 95 ± 0.81%. Treatments D and E were different, whereas treatments B and C were not significantly different from treatment A. The prevalence of fungi showed results that were not significantly different. The prevalence of A was 2.66 ± 2.05, B was 0.66 ± 0.94, C was 0.66 ± 0.94, D was 0.66 ± 0.94, and E was 0. significantly different. The survival rate was A 89.76 ± 4.19%, B 88.36 ± 9.76%, C 90.46 ± 11.15%, D 79.36 ± 11.84%, and E 79.26 ± 1, 18%. These results indicate that soaking using basil leaf extract for 20 minutes affects the hatchability of eggs but does not affect the prevalence and survival of larvae. | |
| 23283 | 26480 | I1C015096 | Aktivitas Sitotoksik Kombinasi Ekstrak Etanol Zingiber ottensii Val dan Zingiber officinale Roscoe Terhadap Sel MCF-7 | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas sitotoksik kombinasi (1:1) Z. ottensii dan Z. officinale pada sel kanker payudara MCF-7. Rimpang Z. ottensii dan Z. officinale diekstraksi menggunakan etanol 96% dengan metode maserasi. Uji sitotoksisitas terhadap MCF-7 dari masing-masing ekstrak dan kombinasi (1:1) dilakukan menggunakan metode MTT assay dengan konsentrasi 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15.625 μg / ml dan doksorubisin digunakan sebagai kontrol positif. Kemudian nilai IC50 dihitung dan diuji secara statistik dengan one way Anova dan dilanjutkan uji Post Hoc dengan uji LSD. Hasil aktivitas sitotoksik pada sel MCF-7 menghasilkan nilai IC50 Z. ottensii, Z. officinale kombinasi (1:1) dan doksorubisin berturut-turut 110 ug / ml, 75 ug / ml 52 ug / ml dan 3,39 ug / ml dengan nilai p = 0,001 (one way Anova) Nilai Sig. IC50 antara Z. ottensii dan Z. officinale p = 0,042, antara kombinasi dan Z. ottensii p = 0,004, antara kombinasi dan Z. officinale p = 0,164, antara doksorubisin dengan ekstrak Z. ottensii, Z. officinale dan kombinasi berturut-turut adalah 0,000 ; 0,001 ; 0,011. Berdasarkan nilai IC50, ekstrak kombinasi (1:1) Z. ottensii dan Z. officinale memiliki aktivitas sitotoksik lebih baik terhadap sel MCF-7 daripada ekstrak tunggal Z. ottensii dan ekstrak Z. officinale. Namun IC50 ekstrak kombinasi hanya berbeda signifikan dengan ekstrak Z. ottensii dan nilai IC50 doksorubisin berbeda signifikan dengan semua kelompok ekstrak. | This experiment aim is to know the cytotoxic activity of combination (1:1) Z. ottensii and Z. officinale on MCF-7 breast cancer cell. Rhizome of Z. ottensii and Z. officinale extracted with etanol 96% by maceration methode. Cytotoxicity assay toward MCF-7 of each extract and combination (1:1) used MTT assay methode with concentration 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,625 µg/ml and doxorubicin used as positive control. Then the IC50 value was calculated and statistically tested by one way Anova. Cytotoxic activity results on MCF-7 cell produced IC50 value of Z. ottensii, Z. officinale combination (1:1) and doxorubicin successively are 110 µg/ml , 75 µg/ml 52 µg/ml and 3,39 µg/ml with p value 0,001 (one way Anova). Sig. value between Z. ottensii and Z. officinale p = 0,042, between combination and Z. ottensii p = 0,004, between combination and Z. officinale p = 0,164 and Sig. value between doxorubicin and all extract successively are 0,000 ; 0,001 ; 0,011. Based on IC50 value, combination extract (1:1) of Z. ottensii and Z. officinale have the best cytotoxic activity toward MCF-7 cell line than single extract of Z. ottensii and Z. officinale. But IC50 value of combination extract just significantly different with extract of Z. ottensii and IC50 value of doxorubicin is significantly different with all extract. | |
| 23284 | 26491 | I1C015102 | Uji Aktivitas Sitotoksik Kombinasi Ekstrak Etanol Z. officinale dan Z. montanum Pada Sel Kanker Payudara MCF-7 Secara In vitro | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sitotoksik kombinasi ekstrak tersebut dapat memberikan efek yang lebih baik daripada ekstrak tunggalnya pada sel kanker payudara MCF-7. Identifikasi kandungan kimia dilakukan menggunakan kromatografi lapis tipis. Uji sitotoksik terhadap sel kanker payudara MCF-7 dilakukan menggunakan metode MTT assay dengan konsentrasi ekstrak 500; 250; 125; 62,5; 31,25; 15,63 μg/ml. Selanjutnya dihitung nilai IC50. Identifikasi KLT menunjukkan bahwa ekstrak jahe mengandung flavonoid, fenol dan terpenoid, sedangkan ekstrak bangle mengandung flavonoid, terpenoid, fenol, dan alkaloid. Berdasarkan persentase viabilitas sel menunjukkan bahwa seiring dengan meningkatnya konsentrasi nilai viabilitas sel semakin kecil. Hasil uji MTT pada sel MCF-7 menghasilkan nilai IC50 dari ekstrak jahe, ekstrak bangle, dan ekstrak kombinasi masing-masing sebesar 69,96 μg / ml; 140,62 μg / ml; 65,25 μg / ml. Kombinasi ekstrak jahe dan bangle memiliki aktivitas sitotoksik yang lebih baik dibandingkan dengan ekstrak tunggal terhadap sel kanker payudara MCF-7 secara in vitro dengan nilai p<0,05. | This study aims to determine the combined cytotoxic activity of the extract can have a better effect than the single extract on MCF-7 breast cancer cells. Chemical content identification is done using thin layer chromatography. Cytotoxic testing of MCF-7 breast cancer cells was carried out using the MTT assay method with a extract concentration of 500; 250; 125; 62.5; 31.25; 15.63 μg / ml. Then the IC50 value is calculated. TLC identification showed that ginger extract contained flavonoids, phenols and terpenoids, while bangle extracts contained flavonoids, terpenoids, phenols, and alkaloids. Based on the percentage of cell viability shows that along with increasing concentration the cell viability value gets smaller. MTT test results on MCF-7 cells resulted in IC50 values of ginger extract, bangle extract, and combination extract each of 69.96 μg / ml; 140.62 μg / ml; 65.25 μg / ml. The combination of ginger and bangle extract has better cytotoxic activity compared to single extract against MCF-7 breast cancer cells in vitro with a p value <0.05. | |
| 23285 | 26492 | A1C112023 | NILAI TAMBAH USAHA GULA KELAPA KRISTAL ORGANIK DI DESA SIKAPAT KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS | Desa Sikapat merupakan salah satu desa yang memproduksi gula kristal organik. Pengolahan gula kristal menggunakan bahan baku nira. Gula kelapa kristal berwarna coklat , memiliki cita rasa yang khas, umur simpan yang lebih lama serta lebih mudah dalam penyajiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) biaya produksi, dan pendapatan usaha pengolahan gula kristal (2) besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan gula kristal. Penelitian dilaksanakan di Desa Sikapat, Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas pada tanggal 30 Maret sampai 28 April 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah survei. Jumlah responden 15 orang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis biaya dan pendapatan, analisis nilai tambah dengan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap pengolahan 1 kilogram nira kelapa akan dihasilkan 0,16 kilogram gula kelapa kristal organik. Curahan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk mengolah 1 kilogram nira menjadi gula kelapa kristal organik adalah 0,03 HOK. Sumbangan input lain yang dibutuhkan dalam produksi gula kelapa kristal organik sebesar Rp58,00 per kilogram bahan baku. Nilai tambah yang dihasilkan dari pengolahan nira kelapa menjadi gula kelapa kristal organik adalah Rp1.157,00 per kilogram bahan baku dengan rasio sebesar 47,91 persen terhadap nilai produk. Imbalan tenaga kerja sebesar Rp974,00 per kilogram. Keuntungan yang diterima sebesar Rp183,00 per kilogram. Margin yang dihasilkan sebesar Rp1.215,00 per kilogram. | Sikapat Village is one of the villages that produces organic crystal sugar. The processing of crystal sugar uses nira as materials. The research aims are determine (1) the cost of production, and income of crystal sugar processing bussines; (2) the added value of crystal sugar processing bussines. This research was conducted in Sikapat Village, Sumbang sub-district, Banyumas on 30th March to 28th April 2019. The research method that uses is the survey. The research used 15 subjects. The Data obtained analyzed using analysis of cost and income, Hayami added value analysis method. The result showed that each processing of 1 kilogram of coconut sap will produce 0.16 kilograms of organic crystal coconut sugar. The outpouring of labor needed to process 1 kilogram of sap into organic crystal coconut sugar is 0.03 HOK. Other input donations needed in the production of organic crystal coconut sugar amounted to Rp58.00 per kilogram of raw material. The added value produced by processing coconut sap into organic crystal coconut sugar is Rp1,157.00 per kilogram of raw material with a ratio of 47.91 percent to the value of the product. Employee benefits amount to Rp974.00 per kilogram. Profits received amounted to Rp183.00 per kilogram. The resulting margin is Rp1,215.00 per kilogram. | |
| 23286 | 28600 | K1C016006 | PERHITUNGAN DOSIS SERAP RADIASI SUMBER Ir-192 UNTUK BRACHYTHERAPY KANKER PROSTAT DAN ORGAN SEKITARNYA MENGGUNAKAN METODE MONTE CARLO | ABSTRAK — Brachytherapy merupakan salah satu bentuk radioterapi yang dapat dilakukan untuk mengobati penyakit kanker prostat. Banyaknya implan dari sumber radioaktif iridium-192 yang ditanam perlu diketahui jumlah optimal untuk memastikan tingkat keamanan sebelum melakukan terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai dosis serap radiasi pada organ yang terkena sel kanker dan organ at risk serta untuk mengetahui berapa jumlah sumber radiasi yang harus ditanam selama terapi berlangsung yang menghasilkan nilai dosis optimal. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian meliputi pemodelan sumber radiasi dan phantom inhomogen daerah sekitar kanker, running program dan pengolahan data hasil running. Nilai dosis serap radiasi berdasarkan interaksi foton pada organ dapat diperoleh menggunakan code tally f8 dalam input user code MCNPX. Berdasarkan hasil penelitian, nilai dosis serap yang diterima setiap organ berhasil diperoleh. Jumlah implan optimal yang memberikan nilai dosis serap optimum yaitu sebesar 19 gray untuk satu kali fraksi dan sesuai dengan referensi adalah sebanyak 12 implan. Selain itu, variasi sumber radiasi iridium-192 yang diimplankan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kenaikan dosis serap yang diterima setiap organ. Sumber iridium-192 yang divariasikan masing-masing sebanyak 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19 dan 20 sumber. Semakin banyak jumlah sumber radiasi yang diimplankan maka nilai dosis serap yang diterima setiap organ juga semakin besar . | ABSTRACT — Brachytherapy is a form of radiotherapy that can be done to treat prostate cancer. The number of implants from planted iridium-192 radioactive sources needs to be known to the optimal amount to ensure the level of safety before conducting therapy. This study aims to determine the value of radiation absorbed dose received by organs affected by cancer cells and organs at risk and to find out how many sources of radiation that must be planted during therapy that results in optimal dose values. The stages carried out in this study include modeling the source of radiation and phantom inhomogen areas around cancer, running programs and processing the results of running data. Radiation absorption dose values based on photon interactions in organs can be obtained using the tally f8 code in the MCNPX input. Based on the results of the study, the absorbency dose received by each organ was successfully obtained. The optimal number of implants that provide the optimum absorption dose is 19 gray for one fraction and in accordance with the reference is 12 implants. In addition, variations in the iridium-192 radiation source implied have a significant effect on the increase in the absorbed dose received by each organ. The sources of iridium-192 varied as many as 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19 and 20 sources. The greater the number of sources of radiation implied, the greater the value of absorbed doses received by each organ. | |
| 23287 | 26494 | A1A015021 | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN KONSUMEN DALAM PEMBELIAN KOPI PADA KEDAI KOPI DI PURWOKERTO | Banyaknya kedai kopi yang berada di kota Purwokerto menyebabkan persaingan yang ketat antar kedai kopi. untuk memenangkan dalam persaingan yang ketat tersebut maka dibutuhkan strategi pemasaran yang tepat oleh pengelola kedai. Pengelola kedai kopi dituntut harus mengetahui karakteristik konsumen dan apa saja yang menjadi kebutuhan, keinginan, serta selera rata-rata penikmat kopi konsumen kopi di masa sekarang maupun di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi karakteristik konsumen kedai kopi di purwokerto, 2) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian kopi pada kedai kopi di Purwokerto, dan 3) mengetahui cita rasa kopi yang seperti apa yang paling diinginkan oleh konsumen. Penelitian dilaksanakan di empat kedai kopi yang merupakan perwakilan dari masing-masing kecamatan di Purwokerto yaitu yaitu Singgah Coffee & Book (Purwokerto Utara), Badrei Coffee (Purwokerto Selatan), Society Coffee House (Purwokerto Timur), dan Rumah Kopi Pemuda (Purwokerto Barat). Metode yang digunakan untuk mengambil responden adalah metode non probability sampling, dimana setiap anggota populasi tidak mempunyai peluang atau kemungkinan yang sama untuk terpilih menjadi sampel. Teknik non probability sampling yang dipilih yaitu dengan purposive sampling yaitu sampel diambil berdasarkan pada pertimbangan tertentu. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan karakteristik konsumen yang didominasi oleh laki-laki oleh laki-laki dengan rentang usia 17 hingga 24 tahun berprofesi sebagai pelajar atau mahasiswa dan belum menikah serta memiliki pendapatan rata-rata per bulan atau uang saku dibawah Rp500.000 dengan latar belakang pendidikan terakhir yang ditempuh adalah SMA. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam melakukan pembelian kopi pada kedai kopi di Purwokerto adalah faktor penyajian dan promosi, faktor individu, faktor pelayanan, fasilitas, dan tempat, faktor kualitas kopi, faktor sosial, faktor psikologis, faktor budaya, faktor informasi kedai kopi, dan faktor keputusan pembelian. Cita rasa yang diinginkan konsumen ialah aroma buah dengan tingkat keasaman medium dan kekentalan yang ringan sehingga dapat menikmati kopi dengan nikmat. | The large number of coffee shops that are located in the town of Purwokerto cause intense competition between the coffee shop. to win in the competitive pressure that the right marketing strategies required by the provider of the tavern. Coffee shop manager required must know the characteristics of the consumers and what be needs, wants, as well as the tastes of the average consumer of coffee coffee connoisseur in the present or in the foreseeable future. This research aims to 1) identifying characteristics of consumer coffee shop in purwokerto, 2) identifying factors that affect consumer decisions in purchasing coffee at a coffee shop in Purwokerto, and 3) to know the taste of coffee like what most desired by consumers. The research was carried out at four coffee shops that is representative of each of the districts in Purwokerto Singgah Coffee & Book (Purwokerto Utara), Badrei Coffee (Purwokerto Selatan), Society Coffee House (Purwokerto Timur), and Rumah Kopi Pemuda (Purwokerto Barat). The method used to retrieve the respondents is the method the non probability sampling, where each Member of the population do not have the same opportunities or possibilities for the sample. Technique of non probability sampling are chosen by purposive sampling namely sample taken based on certain considerations. Based on the research results obtained by the characteristics of the consumers that are dominated by men by men with an age range of 17 to 24-year profession as a student or student and unmarried, and has average revenue per month or allowance under Rp500.000 with the last educational background is is high school. Factors that affect consumer decisions in buying coffee at a coffee shop in Purwokerto is a factor of presentation and promotion, individual factors, services, facilities, and quality factors, place coffee, social factors, factors psychological, cultural factors, factor information coffee shop, and purchase decisions. The desired consumer taste is fruity aroma with medium acidity and a light viscosity so that it can enjoy coffee with scrumptious. | |
| 23288 | 26502 | H1B014009 | PENENTUAN NILAI EIGEN DARI MODEL ALIRAN FLUIDA TERMAMPATKAN DI RUANG BERDIMENSI TIGA | ABSTRAK. Pada artikel ini mengkaji tentang penentuan nilai eigen secara analitik dari linierasisasi solusi untuk model aliran fluida termampatkan dari persamaan Stokes di ruang berdimensi tiga. Metode transformasi Fourier digunakan untuk menemukan bentuk solusi dari masing-masing massa jenis dan kecepatan. Kata kunci: linearisasi, nilai eigen, aliran fluida termampatkan, transformasi Fourier. | ABSTRACT. This paper discusses about determination analytically of the eigen values of the liniearization of the solutions for the compressible fluid of the Stokes equations in three dimensional case. The Fourier transform method is used to find the solution for each density and velocity. Keywords: linearization, eigen values, compressible fluid flows, Fourier transformation. | |
| 23289 | 26496 | A1L113046 | pengaruh berbagai penggunaan lahan dan kemiringan tempat terhadap ketersediaan fosfor (P) tanah di perbukitan serayu selatan kabupaten banyumas | Fosfor (P) mempunyai berbagai fungsi yang sangat penting bagi tanaman. Kandungan dan ketersediaan P dalam tanah sangat tergantung pada berbagai faktor antara lain bahan induk tanah, sifat dan ciri tanah, iklim, dan penggunaan lahan. Jenis tanaman mempengaruhi serapan P dari tanah dengan proses metabolisme perakaran yang mengeluarkan eksudat berupa asam-asam organik menyebabkan daerah sekitar perakaran menjadi masam sehingga menstimulasi kelarutan pupuk fosfat alam dalam tanah. Faktor lain yang diduga mempengaruhi ketersediaan P adalah bentuk permukaan lahan dan kemiringan lereng Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh perbedaan penggunaan lahan terhadap kandungan dan ketersediaan unsur P pada tanah ultisol di perbukitan Serayu Selatan. 2) Mengetahui kandungan dan ketersediaan unsur P tanah pada bentuk permukaan lahan (lereng) yang berbeda di perbukitan Serayu Selatan. Penelitian ini di diambil dari 5 penggunaan lahan yaitu pinus, karet, jati, campur serta agroforestri dengan tingkat kemiringan yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei di Perbukitan Serayu bagian Selatan Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah; 1) pH H2O tanah, 2) pH KCl tanah, 3) Daya Hantar Listrik (DHL) tanah, 3) P-tersedia tanah dan 4) P-total. Analisis data dilakukan dengan metode deskriptif eksploratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perbedaan penggunaan lahan berpengaruh terhadap kandungan dan ketersediaan unsur P pada tanah ultisol di perbukitan Serayu Selatan, 2) kandungan P total dan P tersedia tanah dipengaruhi oleh bentuk permukaan lahan (lereng) yang berbeda di perbukitan Serayu Selatan, 3) kandungan P total paling tinggi dijumpai pada lahan perkebunan karet dan kebun campur, 4) kandungan P tersedia pada berbagai penggunaan lahan tergolong sangat rendah, dan 5) terdapat korelasi positif antara ketersediaan P dan pH H2O tanah. | Phosphorus (P) has various functions that are important for plants. Content of P in the soil are dependent on various factors including soil parent material, characteristics of soil, climate, and land use. Plant species affect the uptake of P from soil by rooting metabolic processes which emit exudates in organic acids causing the area around the roots to become acidic, stimulating the solubility of natural phosphate fertilizers in soil. Other factors that are thought to affect P availability are the shape of land surface and slope. This study were to determine: 1) effect of differences in land use on the content and availability of P elements in Ultisol soils in the hills of South Serayu. 2) The content and availability of soil P on different landforms (slopes) in the hills of South Serayu. The samples were taken from 5 land uses, namely pine, rubber & teak, platation, mixed garden and agroforestry with different levels of slope. The method used wes the survey method in the Serayu Hills in the southern part of Banyumas Regency, Central Java. The variables observed in this study were; 1) pH H2O, 2) pH KCl, 3) soil electrical conductivity (DHL) soil, 3) Available P and 4) Total P. Data analysis was carried out using descriptive exploratory methods. The results showed that: 1) differences in land use affected the content and availability of P elements in Ultisols in the hills of South Serayu, 2) Total P content and available P of the soil were influenced by the different steepness of the slopes in the hills of South Serayu, 3 ) the highest total P content were found in rubber plantation and mixed gardens, 4) Available P content in various land uses was classified as very low, and 5) there was a positive correlation between P availability and pH H2O. | |
| 23290 | 26497 | A1C015048 | Analisis Perilaku Konsumen Beras Lokal di DKI Jakarta: Model Terintegrasi dari Alphabet Theory dan Theory of Planned Behaviour | Indonesia merupakan negara agraris dengan potesi pertanian yang sangat baik terutama pertumbuhan komoditi beras. Indonesia berhasil menjadi negara dengan peringkat ketiga setelah Cina sebagai produsen beras. Namun beberapa tahun terakhir Indonesia justru menjadi negara pengimpor beras dari Thailand dan Vietnam sebagai bentuk pengamanan cadangan makanan negara. Jumlah konsumsi beras di Indonesia cukup tinggi sesuai dengan data Badan Pusat Statistik dimana antara tahun 2007 – 2017 Indonesia mengalami flutuasi konsumsi beras yang tidak pasti. Dikarenakan beras merupakan komoditi pertanian yang belakangan ini mengalami perubahan jumlah yang tidak pasti. Pemerintah melakukan promosi pangan lokal termasuk beras sesuai Peraturan Presiden No.22 Tahun 2009 dengan menghargai keragaman pangan dilihat dari keinginan masyarakat dalam mengonsumsi pangan lokal. DKI Jakarta menjadi daerah dengan kepadatan penduduk dan tingkt konsumsi makanan yang tinggi. Budaya makan masyarakat Jakarta dimana merupakan kota metropolitan memiliki kecenderungan mengonsumsi makanan yang beragam termasuk berbagai variasi beras. Dalam menentukan hal apa saja yang menjadi pengaruh masyarakat DKI Jakarta dalam memilih dan mengosumsi makanan yaitu beras, dilakukan penelitian lebih lanjut dalam bentuk analisis perilaku konsumen. Untuk mengetahuinya perlu adanya model perilaku konsumen beras lokal yang terdiri dari variabel laten (faktor utama) dan indikator-indikatir (hal yang mendukung faktor utama). Model yang dibuat merupakan penggambungan dari dua model terdahulu yaitu Theory of Planned Behaviour dan Alphabet Theory. Kedua model tersebut menghasilkan faktor-faktor terhubung yang terdiri dari demografi (D), knowledge/pengethauan (K), information seeking/informasi (IS), habit/kebiasaan (H), value/nilai (V), behaviour/perilaku (B), norm/norma (N), attitude/sikap (A), dan belief/kepercayaan (B). Model terintegrasi tersebut kemudian diuji melalui apliaksi analisis SEM (Structural Equation Modeling) yaitu SPSS Amos dengan menggunakan alat berupa data kuesioner dimana respondennya adalah konsumen beras lokal di DKI Jakarta. Hasil yang diperoleh berupa kecocokan model dengan data yang diinput serta kuat-lemahnya hubungan natara variabel laten yang merupakan faktor utama, dengan indikator-indikatornya dimana hal tersebut dapat menggambarkan hal-hal apa saja yang dapat mempengaruhi konsumen dalam memilih dan mengonsumsi beras lokal. | Indonesia is an agricultural country with very good agricultural potential, especially the growth of rice commodities. Indonesia became the third country after China as a big rice producer. However, in recent years Indonesia has become a rice importing country from Thailand and Vietnam. The amount of rice consumption in Indonesia is quite high according to data from Badan Pusat Statistik between 2007 – 2017, Indonesia had uncertain fluctuations in rice consumption number. Rice is an agricultural commodity which has recently undergone an uncertain amount change. The government promotes local food including local rice in Presidential Regulation No. 22, 2009 by respecting food diversity based on people’s demands to consume local food. DKI Jakarta is an area with high number of population and high level of food consumption. The culture of eating in Jakarta which is a metropolitan city tends to consume a variety of foods including various of rice. To determine what things that influence of people to choose and consume food, especially rice, further research is needed to know the consumers’ behaviour. It is necessary to find out the model of consumers’ behaviour for local rice consumption which consist of latent variables (main factors) and indicators (things that support the main factor). The model is an integration of two other models there are Theory of Planned Behaviour and Alphabet Theory. Both of that models consist of connected factors which are Demography (D), Information Seeking (IK), Knowledge (K), Habit (H), Value (V), Behaviour (B), Norm (N), Attitude (A), and Beliefs (B). The integrated model then be examined with SPSS Amos using data from questionnaire. The questionnaire is intended to local rice consumers in DKI Jakarta. | |
| 23291 | 26495 | L1B015016 | PENGARUH EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA PADA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) | Penelitian ini berjudul Pengaruh Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides) Terhadap Penyembuhan Luka pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus). Ikan Nila merupakan salah satu ikan yang memiliki banyak keunggulan, sehingga permintaan pasar akan ikan nila ini sangaat tinggi. Peninggatan produksi secara intensif sering kali dilakukan dengan cara menambah padat tebar yang tinggi. Kepadatan yang tinggi dapat menyebabkan timbulnya luka karena adanya gesekan diantara individu. Luka tersebut jika terus dibiarkan bisa menjadi pinti masuknya patogen dan jamur yang dapat mengakibatkan kematian masal. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk penyembuhan luka yaitu adalah ekstrak daun bandotan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh perndaman dengan ekstrak daun bandotan dengan dosis yang berbeda terhadap penyembuhan luka pada ikan nila dan mengetahui dosis ekstrak daun bandotan yang efektif terhadap penyembuhan luka pada ikan nila. Metode penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan (0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, dan 150 ppm) dan 3 ulangan wadah sehingga menjadi 12 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan ekstrak daun bandotan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap penyembuhan luka pada ikan nila. | This study entitled The Effect of Bandotan Leaf Extract (Ageratum conyzoides) on Wound Healing in Tilapia (Oreochromis niloticus). Tilapia is one of the fish that has many advantages, so the market demand for tilapia is very high. Increased intensive production is often done by adding a high stocking density. High density can cause injury due to friction between individuals. The wound, if left unchecked, can become a doorway for the entry of pathogens and fungi that can cause mass death. One alternative that can be used for wound healing is bandotan leaf extract. The purpose of this study was to determine the effect of immersion with bandotan leaf extract with different doses of wound healing in tilapia and determine the effective dose of bandotan leaf extract on wound healing in tilapia. The research method used is a Completely Randomized Design with 4 treatments (0 ppm, 50 ppm, 100 ppm, and 150 ppm) and 3 repetitions of the container so that it becomes 12 experimental units. The results showed that the use of bandotan leaf extract significantly affected (P <0.05) on wound healing in tilapia. | |
| 23292 | 26498 | L1B015004 | PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Ekstrak Daun Kemangi (Ocimum basilicum L) Terhadap Daya Tetas Telur dan Sintasan Larva Ikan Gurame (Osphronemus gouramy)” dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman telur ikan gurame selama 20 menit dalam ekstrak daun kemangi terhadap daya tetas telur, prevalensi jamur dan sintasan larva. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Objek yang digunakan dalam penelitian ini yaitu telur ikan gurame yang sehat. Telur ikan gurame direndam dalam berbagai konsentrasi ekstrak daun kemangi (0 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm dan 80 ppm) masing-masing 100 butir telur selama 20 menit. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi berpengaruh nyata terhadap daya tetas telur ikan gurame dan hasil uji BNT menunjukkan bahwa persentase daya tetas telur ikan gurame berbeda nyata antar perlakuan. Sedangkan hasil uji ANOVA terhadap prevalensi jamur pada telur dan sintasan larva ikan gurame menunjukkan bahwa ekstrak daun kemangi tidak berpengaruh nyata. | This research was entitled “The Effect of Basil Leaf Extract (Ocimum basilicum L) On The Hatching Rate and Survival Rate of Gourami Larvae (Osphronemus gouramy)” which aimed to determine the effect of immersed gourami eggs for 20 minutes in basil leaf extract on hatching rate, prevalence of fungi and survival rate of larvae. This research used a Completely Randomized Design (CRD) method with five treatments and three replications. The object used in this research was a healthy gourami eggs. 100 gourami eggs were immersed in various concentrations of basil leaf extract (0 ppm, 20 ppm, 40 ppm, 60 ppm and 80 ppm) for 20 minutes. The ANOVA test results showed that the extract of basil leaf significantly affected the hatching rate of gourami eggs and the BNT test results showed that the percentage of hatching rate was differed significantly between treatments. While the ANOVA test results on the prevalence of fungi in gourami eggs and survival rate of larvae showed that the basil leaf extract had no significantly affected. | |
| 23293 | 26509 | A1L112025 | KAJIAN AGIHAN C ORGANIK TANAH PADA BUDIDAYA TANAMAN PADI SAWAH DI KECAMATAN SOKARAJA KABUPATEN BANYUMAS | Tanah sawah adalah tanah tergenang yang digunakan untuk bertanam padi sawah, baik terus menerus sepanjang tahun maupun bergiliran dengan tanaman palawija. Istilah tanah sawah bukan merupakan istilah taksonomi, tetapi merupakan istilah umum seperti halnya tanah hutan, tanah perkebunan, tanah pertanian dan sebagainya (Sarwono et al., 2004). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui agihan bahan organik pada lahan sawah di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas dan rekomendasi pemberian bahan organik yang sesuai untuk budidaya tanaman padi sawah di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Penelitian ini telah dilaksanakan di lahan sawah Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas. Analisis sampel tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Analisis satuan lahan dilakukan dengan pendekatan fisiografis, wilayah survei yaitu lahan sawah di Kecamatan Sokaraja, Kabupaten Banyumas dikelompokkan kedalam sejumlah Satuan Lahan Homogen (SLH) berdasarkan persamaan bentuk permukaan lahan, lereng, jenis tanah dan tipe penggunaan lahan. Deliniasi batas satuan lahan dilakukan dengan melakukan overlay (tumpang susun) Peta Penggunaan lahan (Skala 1:50.000), Peta Kelerengan (Skala 1:50.000) dan Peta Jenis Tanah (Skala 1:50.000). Titik-titik pengamatan masing-masing satuan lahan ditentukan dengan pendekatan transek, titik-titik tersebut mewakili SLH di lokasi penelitian. Pada setiap titik pengamatan diambil sampel tanah pada kedalaman 0-25 cm dan 25-50 cm. Satu titik pengamatan dilakukan 5 kali pengeboran tanah, secara acak menggunakan bor tanah. Sampel tanah tersebut dicampur untuk mendapatkan sampel tanah komposit yang mewakili SLH. Sampel tanah yang telah komposit kemudian digunakan untuk analisis di laboratorium pada berbagai sifat tanah yang dibutuhkan. Rekomendasi pemupukan untuk pupuk kandang sapi yaitu antara 5,67 ton/ha sampai 17,73 ton/ha dengan rerata 12,65 ton/ha. Pupuk kandang kambing yaitu antara 7,74 ton/ha sampai 24,18 ton/ha dengan rerata 17,65 ton/ha. sedangkan pupuk kandang ayam adalah 8,53 ton/ha sampai 26,67 ton/ha dengan rerata 19,08 ton/ha. Rekomendasi pemupukan pupuk kompos sapi yaitu antara 9,15 ton/ha sampai tertinggi 27,28 ton/ha dengan rerata 20,04 ton/ha. Kompos kambing antara 17,21 ton/ha sampai 53.80 ton/ha dengan rerata 38,49 ton/ha. Kompos ayam dari 24,10 ton/ha sampai 61,27 ton/ha dengan rerata 43,85 ton/ha. | Rice fields are flooded land that is used to grow lowland rice, either continuously throughout the year or take turns with crops. The term land paddy is not a taxonomic term, but is a general term such as forest land, plantation land, agricultural land and so on (Sarwono et al., 2004). The aim of the study was to study organic materials in paddy fields in Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency and to consult suitable organic matter for rice field cultivation in Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency. This research has been carried out in the rice fields of Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency. Analysis of soil samples was carried out at the Soil Science Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research was conducted from March to June 2018. The method used in this study is the survey method. The analysis of land units is done by comparing physiographically, the survey area, namely paddy land in Sokaraja Subdistrict, Banyumas Regency, is grouped into several land units based on the equation of landform, slope, soil type, and type of land use. The delineation of boundaries of land units is done by overlaying (overlapping) the Land Use Map (Scale 1: 50,000), Slope Map (Scale 1: 50,000) and Land Type Map (Scale 1: 50,000). The points of view of each unit are determined by taking a transect, these points represent the land unit taken at various positions in the rice field. At each observation point soil samples were taken at depths of 0-25 cm and 25-50 cm. One observation point was carried out 5 times for soil drilling, randomly using a ground drill. The soil samples were mixed to obtain a composite soil sample representing the land unit. The soil samples that have been combined are then used for laboratory analysis of various soil properties needed. Fertilizer recommendations for manure are between 5.67 tons / ha to 17.73 tons / ha. Goat manure is between 7.74 tons / ha to 24.18 tons / ha, while chicken manure is 8.53 tons / ha to 26.67 tons / ha. Recommended fertilizer fertilization between 9.15 tons / ha to the highest 27.28 tons / ha. For goat compost, from as low as 17.21 tons / ha to 53.80 tons / ha, compost chicken fertilizer from 24.10 tons / ha to 61.27 tons / ha. | |
| 23294 | 26500 | L1B015034 | ISOLASI DAN ANALISIS SEKUENS GEN PENYANDI INSULIN-LIKE GROWTH FACTORS (IGFs) PADA SIDAT (Anguilla bicolor) | Sidat (Anguilla bicolor) merupakan komoditas perikanan yang menjanjikan. Pertumbuhan pada sidat tidak hanya dipengaruhi oleh Growth Hormone (GH), tetapi juga oleh Insulin-like Growth Factors (IGFs). IGFs yang terdiri atas IGF-1 dan IGF-2 berperan dalam pertumbuhan somatik ikan dan memediasi aksi Growth Hormone (GH). Penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi dan menganalisis sekuens gen penyandi IGFs pada sidat (Anguilla bicolor) serta mengetahui nilai similaritas antara gen IGFs pada sidat dengan gen IGFs pada ikan lainnya. DNA sidat diisolasi dari bagian hati sidat lalu dilakukan amplifikasi gen pengkode IGF-1 dan IGF-2 dengan menggunakan primer spesifik. Sekuensing dilakukan untuk dapat mengetahui susunan basa nukleotida gen pengkode IGFs. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gen pengkode IGF-1 telah berhasil diisolasi dan diketahui susunan nukleotida serta asam aminonya. Berdasarkan hasil BLAST diketahui nilai similaritas gen pengkode IGF-1 pada sidat (Anguilla bicolor) dengan Anguilla japonica dan Anguilla anguilla yaitu sebesar 98% dan 97,8%. . | Eel (Anguilla bicolor) is a promising fishery commodity. Growth in eel is not only influenced by Growth Hormone (GH), but also by Insulin-like Growth Factors (IGFs). IGFs consisting of IGF-1 and IGF-2 play a role in the somatic growth of fish and mediate the action of Growth Hormone (GH). This study aims to isolate and analyze IGFs encoding gene sequences in eels (Anguilla bicolor) and determine the similarity values between IGFs genes in eels and IGFs genes in other fish. Eel DNA was isolated from the liver of the eel and amplification of the IGF-1 and IGF-2 coding genes using specific primers. Sequencing was carried out to determine the composition of the nucleotide base gene encoding IGFs. The results showed that the IGF-1 coding gene was successfully isolated and the nucleotide and amino acid composition was known. Based on the results of BLAST it is known that the IGF-1 encoding gene similarity value in eel (Anguilla bicolor) with Anguilla japonica and Anguilla anguilla is 98% and 97.8%. | |
| 23295 | 26501 | A1A115018 | Analisis Preferensi Konsumen dalam Pembelian Gula Kelapa di Pasar Tradisional dan Pasar Modern Kabupaten Banyumas | Gula kelapa cetak merupakan bahan makanan pokok untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri pengolah makanan. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah penghasil gula kelapa terbesar di Provinsi Jawa Tengah. Perajin gula kelapa cetak perlu mengetahui preferensi konsumen terhadap gula kelapa cetak, sehingga keinginan dan kebutuhan konsumen terhadap gula kelapa cetak dapat terpenuhi. Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengidentifikasi preferensi konsumen terhadap kategori atribut yang dipertimbangkan dalam pembelian gula kelapa cetak di pasar tradisional dan pasar modern Kabupaten Banyumas (2) Mengetahui preferensi konsumen terhadap atribut yang paling dominan dalam pembelian gula kelapa cetak di pasar tradisional dan pasar modern Kabupaten Banyumas (3) Mengidentifikasi peringkat kepentingan atribut gula kelapa cetak pada pasar tradisional dan pasar modern di Kabupaten Banyumas yang menjadi pertimbangan dalam pembelian gula kelapa cetak (4) Mengidentifikasi preferensi atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian gula kelapa cetak di pasar tradisional dan pasar modern Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan di pasar tradisional dan pasar modern Kabupaten Banyumas pada bulan Maret hingga April 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan penentuan sampel menggunakan metode Accidental Sampling yang diperoleh sampel 120 responden konsumen gula kelapa cetak. Analisis yang digunakan adalah Cochran Q Test dan Conjoint. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Atribut yang dipertimbangkan konsumen dalam pembelian gula kelapa cetak yaitu rasa sebanyak 119 orang, warna sebanyak 120 orang, aroma sebanyak 116 orang dan bentuk gula kelapa cetak sebanyak 115 orang (2) Atribut yang paling dominan dipertimbangkan dalam pembelian adalah warna gula kelapa cetak sebanyak 120 orang (3) Peringkat kepentingan atribut yang menjadi bahan pertimbangan dalam pembelian gula kelapa cetak adalah warna (48,66%), rasa (20,80%), aroma (16,13%) dan bentuk (14.40%). (4) Preferensi konsumen terhadap atribut gula kelapa cetak adalah konsumen menyukai gula yang memiliki warna cokelat (0,87%), rasa manis (0,32%), aroma nira kelapa (0,25%) dan bentuk cetakan bambu (0,22%). Kata kunci : Gula Kelapa, Preferensi, Pasar, Cochran Q Test, Conjoint | Coconut sugar is a staple food for household and food processing industries. Banyumas Regency is one of the largest coconut sugar producing regions in Central Java Province. Coconut sugar makers need to know consumer preferences for coconut sugar, so that the desires and needs of consumers for coconut sugar can be fulfilled. The objectives of this study are: (1) to identify consumer preferences for the attribute categories considered in the purchase of coconut sugar in traditional markets and modern markets in Banyumas Regency (2) Knowing consumer preferences for the most dominant attributes in purchasing coconut sugar in traditional markets and modern markets in Banyumas Regency (3) Identifying the ranking of the importance of coconut sugar attributes on traditional markets and modern markets in Banyumas District which is a consideration in purchasing coconut sugar (4) Identifying attribute preferences that consumers consider in purchasing coconut sugar in traditional markets and modern markets in Banyumas Regency. The research was conducted in the traditional market and modern market of Banyumas Regency in March-April 2019. The research method used was survey method and sample determination using Accidental Sampling method which obtained 120 respondents of coconut sugar consumers. The analysis used was Cochran Q Test and Conjoint. The results showed that: (1) Attributes that were considered by consumers in purchasing coconut sugar, namely taste as many as 119 people, color as many as 120 people, aroma as many as 116 people and the form of printed coconut sugar as many as 115 people (2) The most dominant attribute considered in the purchase is the color of coconut sugar as many as 120 people (3) The rating of the attributes that are taken into account in purchasing coconut sugar is the color (48.66%), taste (20.80%), aroma (16.13%) and shapes (14.40 %). (4) Consumer preference for the attributes of coconut sugar is that consumers like coconut sugar which has brown color (0.87%), sweetness (0.32%), aroma of coconut sap (0.25%) and bamboo mold form (0, 22%). Keywords: Coconut Sugar, Preferences, Market, Cochran Q Test, Conjoint | |
| 23296 | 26503 | G1H014023 | Analisis Kadar Total Fenol dan Uji Organoleptik Jus Lendir Okra (Abelmoschus Esculentus L) dengan Campuran Lemon Sebagai Minuman Alternatif Penderita Diabetes | Latar belakang: Meningkatnya perubahan gaya hidup menjadikan penyakit diabetes meningkat. Konsumsi fenol diketahui menurunkan kadar glukosa. Senyawa fenol dapat ditemui pada okra. Okra memiliki fenol 29,5% (biji) 1,25% (kulit) dan memiliki aroma langu sehingga perlu penambahan lemon. Lemon berpotensi memperbaiki citarasa. Penelitian bertujuan mengembangkan minuman lendir okra sari lemon (julole). Metode: Penelitian eksperimental ini menggunakan lendir okra (F) dan sari lemon (R), yang terdiri dari 9 perlakuan F1R1, F2R1, F3R1, F1R2, F2R2, F3R2, F1R3, F2R3, F3R3 dengan 3 ulangan. Kadar total fenol dianalisis menggunakan metode Folin-Ciocalteu dan uji organoleptik hedonik mutu hedonik menggunakan kuesioner berskoring 1-5. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan metode Friedmen dan perlakuan terbaik ditentukan menggunakan indeks efektifitas. Hasil: Terdapat pengaruh nyata antar perlakuan terhadap total fenol. Hasil organoleptik hedonik mutu hedonik terbaik berdasarkan uji efektifitas terdapat pada perlakuan F2R2. Kesimpulan : Formula terbaik R2F2 dengan fenol tertinggi 105 mg/ml dan serving size penderita diabetes 17 ml/hari mengandung fenol 1800 mg/mL. | Background: Increased lifestyle changes make diabetes improve. Consumption of phenol is known to reduce glucose levels. Phenol compounds can be found in okra. Okra has a phenol of 29.5% (seeds) 1.25% (skin) and has a pleasant aroma so it needs the addition of lemon. Lemon has the potential to improve flavor. Research aim at develop drinks okra slime lemon juice (julole). Methodology: This experimental study used mucus okra (F) and lemon (R), which consisted of 9 treatments F1R1, F2R1, F3R1, F1R2, F2R2, F3R2, F1R3, F2R3, F3R3 with 3 replications. Total phenol levels were analyzed using the Folin-Ciocalteu method and hedonic organoleptic test of hedonic quality using a questionnaire with a score of 1-5. The data obtained were analyzed using the Friedmen method and the best treatment was determined using the effectiveness index. Research Results: There is a significant effect between treatments on total phenol. The best hedonic organoleptic hedonic quality results based on the effectiveness test were found in the F2R2 treatment. Conclusion: The best formula R2F2 with the highest phenol is 105 mg / ml and the serving size of diabetics 17 ml / day contains phenol 1800 mg / mL. | |
| 23297 | 26504 | H1B013015 | Sifat-Sifat Semigrup Smarandache | Artikel ini membahas tentang sifat-sifat semigrup Smarandache. Suatu semigrup S disebut semigrup Smarandache jika terdapat subhimpunan sejati A, sedemikian sehingga A merupakan grup terhadap operasi yang sama dengan operasi di S. Sifat-sifat dari semigrup Smarandache S antara lain adalah jika S merupakan semigrup Smarandache siklis, maka S merupakan semigrup Smarandache komutatif, setiap semigrup Smarandache memuat elemen reguler lengkap dan setiap band merupakan semigrup Smarandache. Selain itu, hasil kali Cartesius semigrup Smarandache merupakan semigrup Smarandache. | This paper discusses the properties of Smarandache semigroup. A semigroup S defined to be Smarandache semigroup if there is such a proper subset A, so A is a group for the same operations as S. The properties of Smarandache semigroup are if S is Smarandache cyclic semigroup, than that semigrup is commutative Smarandache semigroup, every Smarandache semigroup contains a complete regular element and each band is a Smarandache semigroup. Moreover, Cartesian product of Smarandache semigroup is also Smarandache semigroup. | |
| 23298 | 28601 | E1A015003 | CERAI GUGAT KARENA SUAMI MENDERITA SAKIT (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Agama Cimahi Nomor 190/Pdt.G/2019/PA.Cmi) | Manusia diberikan sebuah wadah untuk berketurunan sekaligus beribadah dengan cara melaksanakan perkawinan sesuai tuntutan agama. Perkawinan menjadi jalan utama untuk membentuk rumah tangga yang kekal dan bahagia berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 merumuskan bahwa ikatan suami isteri berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, perkawinan merupakan perikatan yang suci. Perikatan tidak dapat melepaskan dari agama yang dianut suami isteri. Tidak semua perkawinan tujuannya dapat tercapai, perceraian adalah jalan terakhir untuk melepaskan hubungan perkawinan. Penjelasan umum Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Ditemukan asas hukum perkawinan, yang salah satunya adalah asas mempersulit proses hukum perceraian. Salah satu contoh alasan terjadinya perceraian adalah salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri. Penelitian ini menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam memutus cerai gugat pada putusan Nomor : 190/Pdt.g/2019/PA.Cmi dan akibat hukum dari cerai gugat tersebut, dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif dihasilkan dua kesimpulan. Pertama menunjukan bahwa Pertimbangan hukum hakim dalam memutus cerai gugat hanya semata-mata didasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 9 tahun 1975 Pasal 19 huruf b dan f, dalam persidangan ada fakta hukum lain yaitu Tergugat mempunyai penyakit diabetes yang berpengaruh terhadap alat vital sehingga nafkah batin yang tidak terpenuhi, alasan tersebut dapat digunakan sebagai alasan perceraian sebagaimana diatur pada Pasal 39 ayat (2) huruf (e) penjelasan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974, yang menyebutkan bahwa “Salah satu pihak mendapat cacat badan atau penyakit dengan akibat tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai suami/isteri”. Kedua, akibat hukum cerai gugat ini hakim menjatuhkan talak satu ba’in sughro Tergugat terhadap Penggugat, yaitu suami boleh kembali pada isteri tapi dengan syarat harus ada akad nikah baru dan mahar baru, serta isteri boleh menikah dengan pria lain. | Humans are given a place to be both descendant and worship by carrying out marriage according to religious requirements. Marriage is the main way to form a happy and eternal home based on the Godhead. Law No. 1 of 1974 formulates that the bond of husband and wife is based on the Godhead, marriage is a sacred engagement. Engagement cannot be separated from the religion of husband and wife. Not all marriages can be achieved, divorce is the last resort to let go of marital relations. General explanation of Law Number 1 of 1974 concerning Marriage. Found the principle of marriage law, one of which is the principle complicates the divorce legal process. One example of the reason for divorce is that one of the parties has a disability or illness with the result of not being able to carry out their obligations as husband / wife. This study analyzes the legal considerations of judges in deciding divorce in decision number: 190 / Pdt.G / 2019 / PA.Cmi and the legal consequences of the divorce, using normative juridical research methods resulting in two conclusions. The first shows that the legal considerations of judges in deciding divorce are solely based on Government Regulation Number 9 of 1975 Article 19 letters b and f, in the trial there is another legal fact that the Defendant has diabetes which affects the vital organs so that the inner living is not fulfilled, that reason can be used as a reason for divorce as regulated in article 39 paragraph (2) letter (e) of the explanation of Law Number 1 of 1974, which states that "One of the parties has a disability or illness with the result of not being able to carry out his obligations as husband / wife ". Second, due to this divorce law the judge dropped divorce one ba'in sughro Defendant to the Plaintiff, namely the husband may return to his wife but on condition that there must be a new marriage contract and new dowry, and the wife may marry another man. | |
| 23299 | 26505 | A1C014004 | Potret Kapabilitas Pengusaha Teh Rakyat di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang (Studi kasus di Desa Penakir dan Desa Pagenteran) | Teh merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang mempunyai peran penting dalam perekonomian nasional, yaitu sebagai sumber pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja, dan sumber devisa negara. Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang merupakan salah satu wilayah penghasil teh rakyat di Provinsi Jawa Tengah dengan hasil produksi yang kurang maksimal. Hal ini disinyalir karena kapabilitas pengusaha teh rakyat masih rendah dalam pengusahaan teh rakyat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui : tingkat kapabilitas pengusaha teh rakyat, dan komponen-komponen pembentuk tingkat kapabilitas pengusaha teh rakyat di Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang. Penelitian dilakukan secara survai di wilayah Kecamatan Pulosari di dua desa yaitu Desa Penakir dan Desa Pagenteran. Pengambilan data dilaksanakan bulan 18 Februari sampai 20 Maret 2019. Penentuan responden dalam penelitian ini menggunakan Non Probability Sampling dengan teknik sensus. Sasaran penelitian adalah pengusaha teh rakyat. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan bantuan alat ukur Likert’s Summated Ratings yang dilanjutkan dengan metode Succesive Interval. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kapabilitas pengusaha teh rakyat berdasarkan aspek ekonomi, aspek teknis, dan aspek sosial berada dalam kategori rendah, karena kurang menguasai strategi pemasaran, dan hasil teh rakyat yang dihasilkan tidak berkualitas tinggi, komponen pembentuk kapabilitas yang termasuk dalam kategori tinggi dari aspek ekonomi meliputi kemampuan mengadakan sarana produksi usaha teh rakyat, kemampuan menyediakan alat-alat dan perlengkapan untuk produksi teh rakyat. Aspek teknis kategori tertinggi meliputi umur , tingkat pendidikan , dan luas lahan. Komponen pembentuk kapabilitas aspek sosial menunjukan keseluruhan sub komponen aspek sosial dalam kategori rendah. | Tea is one of the commodities of plantation products that has an important role in the national economy, namely as a source of farmer income, employment, and a source of foreign exchange. Pulosari District Pemalang Regency is one of the people's tea-producing regions in Central Java Province with less than maximum production results. This was allegedly due to the low capability of the people in the tea business in the utilization of community tea. The study aims to determine: the capability of the people tea entrepreneurs, and the components forming the capability level of the people tea entrepreneurs in Pulosari District Pemalang Regency. The study was conducted in a survey in the Pulosari District area in two villages, Penakir Village and Pagenteran Village. Data was collected from 18 February to 20 March 2019. Determination of respondents in this study using Non Probability Sampling with census techniques. The target of the research is the people's tea entrepreneurs. Analysis of the data used is descriptive analysis with the help of Likert’s Summated Ratings, followed by the Successful Interval method. The results showed that the capability of people's tea entrepreneurs based on economic aspects, technical aspects, and social aspects were in the low category, because they did not master marketing strategies, and the results of the people's tea were not of high quality, the forming components of capabilities included in the high category of aspects The economy includes the ability to hold production facilities for the people's tea business, the ability to provide tools and equipment for the people's tea production. The highest technical aspect category includes the current age, the current level of education, and the area of land. Components forming the capability of social aspects show the overall sub-components of social aspects in the low category. | |
| 23300 | 26506 | A1D015147 | Efisiensi Penggunaan Unsur Hara P dan K pada Hasil Sambung Samping Entres Mutan Tiga Varietas Tanaman Jeruk (Citrus sp.) | Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh pemberian pupuk majemuk lengkap terhadap pertumbuhan mata entres yang diradiasi sinar gamma 2) mempelajari keragaman pertumbuhan mata entres tiga varietas jeruk yang diradiasi sinar gamma 3) mengkaji respon entres mutan tiga varietas jeruk terhadap pemupukan. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Benih Hortikultura Kandeman, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah dan Laboratorium Riset Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2018 sampai Januari 2019. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan 4 ulangan. Faktor pertama yaitu pemupukan (tidak dipupuk 0 ml/l = P0 dan dipupuk 3ml/l = P1). Faktor kedua yaitu macam varietas (varietas Tawangmangu, varietas Siam Pontianak dan varietas Rimau Gerga Lebong). Data dianalisis menggunakan uji F, apabila berbeda nyata maka dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf 5%. Variabel yang diamati yaitu persentase hidup entres, jumlah daun entres, panjang tunas entres, kadar kehijauan daun, luas daun, bobot segar daun, bobot kering daun, kadar hara P daun, serapan hara P daun, Efisiensi Penggunaan Hara P, kadar hara K daun, serapan hara K daun dan Efisiensi Penggunaan Hara K daun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan meningkatkan pertumbuhan sambung samping entres mutan tanaman jeruk pada persentase hidup dan luas daun. Persentase hidup entres tertinggi terdapat pada varietas Siam Pontianak namun atas dasar pertumbuhan vegetatif entres, varietas RGL lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Tawangmangu dan Siam Pontianak. Entres mutan varietas RGL merupakan varietas yang responsif terhadap pemupukan dan memiliki nilai Efisiensi Penggunaan Unsur Hara P dan K tertinggi dibandingkan dengan varietas Tawangmangu dan Siam Pontianak. | This study aimed to: 1) determine the effect of compound fertilizer on the growth of scion buds which are irradiated by gamma rays 2) determine the growth performance of scion buds which are irradiated by gamma rays 3) learn the response of three scion mutant citrus varieties toward fertilization. This research was carried out at the Horticulture Seed Farm, Batang District, Batang Regency, Central Java and the Research Laboratory of Jenderal Soedirman University. The research was conducted in August 2018 to January 2019. The research design was used Randomized Complete Block Design (RCBD) factorial with 2 factors and 4 replications. The first factor was fertilization (no fertilized 0 ml/l =P0 and fertilized 3 ml/l =P1). The second factor was various varieties (Tawangmangu, Siam Pontianak and RimauGerga Lebong). Data was analyzed using the F test, if there is a significant influence continued with DMRT (Duncan's Multiple Range Test) test 5%. The variables of served were the percentage of scion lives, the number of leaves of the scion, the length of buds, the greenish leaves, leaf area, leaf fresh weight, leaf dry weight, P nutrient content of leaf, P nutrient uptake of leaf, efficiency of P nutrient use of leaf, K nutrient content of leaf, K nutrient uptake of leaf, efficiency of K nutrient use of leaf. The results showed that fertilization treatment increased the growth of side grafting of scion mutant citrus on the percentage of scion lives and leaf area. The highest percentage of scion lives is Pontianak Siam varieties but on the scion vegetative growth, RGL varieties are higher than Tawangmangu and Siam Pontianak varieties. Rimau Gerga Lebong varieties is more responsive toward fertilization, Rimau Gerga Lebong varieties is higher than the growth of Tawangmangu varieties and Siam Pontianak varieties. |