Home
Login.
Artikelilmiahs
26548
Update
IDA SURYANI
NIM
Judul Artikel
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KETERLAMBATAN PESERTA BUKAN PENERIMA UPAH (PBPU) DALAM MEMBAYAR IURAN JAMINAN KESEHATAN NASIONAL DI KABUPAPTEN MAJALENGKA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Peningkatan jumlah peserta JKN terutama Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dihadapkan pada beberapa masalah, salah satunya yaitu tingginya angka keterlambatan dalam membayar iuran, sehingga menjadi salah satu penyebab BPJS terus mengalami defisit. Berdasarkan data dari BPJS Kesehatan Kabupaten Majalengka menunjukan bahwa pada tahun 2018, sebesar 36,1% peserta PBPU mengalami keterlambatan pembayaran iuran. Tujuan Penlitian ini adala mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keterlambatan peserta bukan penerima upah (PBPU) dalam membayar iuran JKN di Kabupaten Majalengka. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 60 peserta dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik insidental sampling. Hasil Penelitian: Berdasarkan hasil analisis bivariat dari sepuluh variabel independen, terdapat empat variabel yang berhubungan dengan keterlambatan pembayaran iuran JKN, yaitu variabel status kesehatan (p-value = 0,002), besaran iuran (p-value = 0,022), pengetahuan (p-value = 0,025) dan umur (p-value = 0,023). Kesimpulan: Meningkatkan sosialisasi mengenai peraturan JKN dan Punishment dari keterlambatan, mewajibkan mencantumkan rekening bank, menambah jumlah kader JKN dan memberikan edukasi akan pentingnya asuransi JKN yang berkelanjutan, menjadikan kebutuhan dasar kesehatan sebagai prioritas, merupakan upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi angka keterlambatan dalam membayar iuran JKN pada peserta PBPU. Kata Kunci: Keterlambatan, Peserta PBPU, iuran JKN
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Increasing the aggregate of JKN participants, especially Non Wage Recipient Participants (PBPU), are faced with several problems, one of the problem is the high number of delays in paying contributions, which is a reason BPJS continues to deficit. Base on data from BPJS Kesehatan Majalengka, shows that in 2018, 36.1% of PBPU participants delays in payment of contributions. The purpose of this study is to know the factors related to the delay of non-wage participant (PBPU) in paying JKN contributions in Majalengka Regency. Methodology: This study is a quantitative research with cross sectional approach. The sample in this study amounted to 60 participants with sampling techniques using incidental sampling techniques. Results: Based on the results of bivariate analysis of ten independent variables, there are three variables related to late JKN contribution payments, that is the health status variable (p-value = 0.002), the amount of contribution (p-value = 0.022), knowledge (p-value = 0.025) and age (p-value = 0.023). Conclusion: Increasing the socialization of JKN regulations and Punishment from delays, requires a bank account to be include, Increasing the agggregate of JKN cadres and providing education on the importance of sustainable JKN insurance, making basic health needs a priority, are the efforts that can be made to reduce the number of delays in paying JKN contributions to PBPU participants. Keywords: Delay, PBPU Participants, JKN contributions.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save