Artikel Ilmiah : F1A011007 a.n. UMI ERYANINGSIH

Kembali Update Delete

NIMF1A011007
NamamhsUMI ERYANINGSIH
Judul ArtikelAnalisis Data Putusan Cerai Gugat Pengadilan Agama Kabupaten Kebumen Tahun 2013
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perkawinan merupakan awal hidup bersama dalam suatu ikatan dan tujuan perkawinan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka terjadi interaksi dan komunikasi untuk memainkan peran, kewajiban dan hak dalam keluarga, namun pada kenyataannya hal tersebut tidak mudah. Meskipun perkawinan merupakan perjanjian yang sangat kuat namun ikatan tersebut dapat “putus” jika suami dan istri memutuskannya. Perceraian bukan sebuah harapan, namun pada kenyataannya ada beberapa pasangan yang melakukan perceraian. Perceraian terkadang dianggap sebagai jalan keluar yang terbaik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pelaku cerai gugat yaitu: semakin muda usia saat menikah maka kesempatan untuk terjadi perceraian juga tinggi. Tingkat pendidikan pelaku cerai gugat adalah tingkat sekolah dasar, sehingga jenis pekerjaan yang diperoleh paling banyak pada bidang informal dengan jenis pekerjaan sebagai buruh. Usia perkawinan yang paling banyak melakukan cerai gugat yaitu pada usia perkawinan 1-5 tahun, semakin lama usia perkawinan maka keputusan untuk bercerai semakin mengecil. Melalaikan kewajiban menjadi penyebab tertinggi kasus cerai gugat pada tahun 2013 di Kabupaten Kebumen.
Abtrak (Bhs. Inggris)Marriage is the beginning of living together in a marriage bond and its purpose is ruled by legislation. To achieve these purpose, the interaction and communication must be happened to play the role, duties and rights within the family, but in reality it is not easy. Although marriage is a very strong agreement, but that bond can "be broken" if the husband and wife have agree to do it. Divorce is not an expectation, but in fact there are some couples who was divorced. In addition divorce is sometimes regarded as the best solution. The results showed that the characteristics of the actors on sued divorce, namely: the younger the age at marriage, the opportunity for divorce is also high. Educational level of actors on sued divorce was the elementary school level, so that the most of work that earned was in the field of informal with the most of work as a laborer. The age of marriage is the highest number of contested divorce is at the age of 1-5 years of marriage, the longer the age of marriage, the decision to divorce has narrowed. The highest malpractice cause contested divorce cases in 2013 in Kebumen.
Kata kunciCerai Gugat, Pengadilan Agama, Analisis Data
Pembimbing 1Drs. Muslihudin, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Soetji Lestari, M.Si
Pembimbing 3Dr. Rahmad Santosa, M.S.
Tahun2015
Jumlah Halaman97
Tgl. Entri2015-08-10 14:47:17.051654
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.