| NIM | G1A015063 |
| Namamhs | CANTIKA GHINA PRASTYA |
| Judul Artikel | Hubungan Tingkat Stres dengan Derajat Keparahan Pasien Psoriasis di Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Psoriasis adalah peradangan kulit autoimun yang bersifat kronik dengan karakteristik berupa plak eritematosa berbatas tegas, skuama kasar, berlapis dan berwarna putih keperakan. Stres psikologis merupakan salah satu faktor risiko yang dapat mempengaruhi perkembangan dan eksaserbasi dari psoriasis juga dapat memperburuk dari kondisi pasien psoriasis itu sendiri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres psoriasis dengan derajat keparahan psoriasis pada penderita psoriasis di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian analitik observasional dengan pendekatan studi cross-sectional. Besar sampel yang diteliti adalah 75 orang pasien psoriasis yang berobat di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo dan RSUD Banyumas yang ada di Kabupaten Banyumas. Pasien psoriasis di diagnosis oleh 2 orang dokter spesialis kulit dan kelamin di kedua rumah sakit tersebut. Derajat keparahan psoriasis diukur menggunakan Psoriasis Area Severity Index (PASI) dan untuk tingkat stres diukur dengan menggunakan Perceived Stress Scale – 10 (PSS – 10). Data dianalisis dengan analisis menggunakan uji Spearman’s Rank. Hasil penelitian ini subjek dengan tingkat stres ringan 18 orang (24%), sedang 53 orang (70,7%) dan berat 4 orang (5,3%). Hasil derajat keparahan psoriasis ringan 2 orang (2,7%), sedang 28 orang (37,3%) dan berat 45 orang (60%). Hasil uji dengan Spearman’s Rank antara tingkat stress dengan derajat keparahan psoriasis didapatkan nilai r = 0,017 dan p = 0,884 (p > 0,05). Kesimpulan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan derajat keparahan pasien psoriasis di Kabupaten Banyumas. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Psoriasis is a chronic autoimmune skin inflammation characterized by well-defined erythematous plaques, rough silvery white multilayer. Pshycological stress is one of risk factor which can affect the development and exacerbation of psoriasis beside worsen the condition of patients themselves. The study aimed to determine the correlation between stress level and the severity of psoriasis patients in Banyumas Regency. This study was an observational analytic with cross-sectional approach. The sample size studied was 75 psoriasis patients who were treated at the RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo and Banyumas Hospital in Banyumas Regency. Psoriasis patients were diagnosed by two dermatovenerologist in both hospitals. Psoriasis severity was measured by using the Psoriasis Area Severity Index (PASI) while the stress levels was measured by using the Perceived Stress Scale – 10 (PSS - 10). Data were analyzed by univariate analysis, bivariate analysis was conducted by Spearman’s Rank test. The results were obtained for mild stress levels 18 people (24%), moderate 53 people (70.7%) and severe 4 people (5.3%). The results were obtained for mild severity of psoriasis 2 people (2.7%), moderate 28 people (37.3%) and severe 45 people (60%). The test results with Spearmans Rank between stress levels and psoriasis severity obtained a value of r = 0.017 and p = 0.884 (p> 0.05). Conclusion there was no significant correlation between stress levels and the severity of psoriasis patients in Banyumas Regency. |
| Kata kunci | Derajat Keparahan, Psoriasis, Stres |
| Pembimbing 1 | dr. Thianti Sylviningrum, M.Pd Ked., M.Sc., Sp.KK |
| Pembimbing 2 | dr. Octavia Permata Sari, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2019 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2019-02-05 23:28:05.263475 |
|---|