Home
Login.
Artikelilmiahs
24241
Update
NURUL WASIATUR ROFIAH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PUPUK NZEO-SR DAN SULFUR TERHADAP KANDUNGAN N, PERTUMBUHAN, HASIL, DAN SERAPAN S BAWANG MERAH INCEPTISOL PADA MASA TANAM KEDUA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan memiliki manfaat yang cukup banyak. Pupuk NZEO-SR dan Sulfur diaplikasikan untuk mengetahui pengaruhnya terhadap kandungan hara, pertumbuhan dan produksi bawang merah pada musim tanam kedua. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui pengaruh pupuk NZEO-SR dan S terhadap kandungan N tersedia dan N total tanah pada musim tanam kedua, (2) mengetahui pengaruh NZEO-SR dan S terhadap pertumbuhan bawang merah inceptisol pada musim tanam kedua, (3) mengetahui pengaruh NZEO-SR dan S terhadap serapan S oleh tanaman bawang merah pada musim tanam kedua. Penelitian ini dilaksanakan mulai Juli 2018 sampai Nopember 2018 menggunakan polibag dan bertempat di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto Utara. Analisis tanah dan jaringan dilakukan di Laboratorium Tanah/ Sumberdaya Lahan, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) faktorial yang terdiri atas dua faktor dan tiga ulangan. Faktor pertama adalah dosis pupuk NZEO-SR yang terdiri atas N0 (0 kg ha-1), N1 (100 kg ha-1), N2 (200 kg ha-1), N3(300 kg ha-1). Faktor kedua adalah dosis S yang terdiri atas S0 (0 kg ha-1), S1 (25 kg ha-1), S2 (50 kg ha-1), S3 (75 kg ha-1). Variabel yang diamati adalah pH H2O, DHL, N-total, N-tersedia, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot umbi segar, bobot umbi kering, berat tajuk kering, serapan S. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) interaksi antara pupuk NZEO-SR dan sulfur memiliki pengaruh terhadap N-tersedia dan N-total pada masa tanam kedua; kombinasi dosis N1 (100 kg/ha) dan S2 (50kg/ha) menghasilkan N-tersedia 2430, 18 ppm dan kombinasi dosis N1 (100kg/ha) S3 (75 kg/ha) menghasilkan N-total 20.09%, (2) aplikasi NZEO-SR dan sulfur tidak meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada masa tanam kedua, (3) NZEO-SR secara mandiri tidak memperbaiki pertumbuhan dan hasil pada masa tanam kedua, (4) perlakuan sulfur secara mandiri cenderung menurunkan tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot umbi segar, bobot umbi kering, dan bobot tajuk kering pada masa tanam kedua, (5) aplikasi NZEO-SR dan sulfur tidak meningkatkan serapan sulfur pada masa tanam kedua.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Shallot is one of the horticultural plants with high economic value and benefits. NZEO-SR fertilizer and sulphur applicated to determine the effect on soil nutrient, growth, shallot production at second session. This research aims to determine: (1) the effect of NZEO-SR fertilizer and sulphur on avaible-N and total-N at second session, (2) the effect of NZEO-SR fertilizer and sulphur on growth and yield of shallots at second session, (3) the effect of NZEO-SR fertilizer and sulphur on S uptake of shallots at second session. This research was start from July until November 2018. The research was experimental carried out in screen house. Soil and plant tissue analysis was done at Soil Resourches Science Laboratory Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The research design was used a randomized complete block design. First factor is the doses of NZEO-SR fertilizer doses consisting of N0 (0 kg ha-1), N1 (100 kg ha-1), N2 (200 kg ha-1), N3(300 kg ha-1). Second factor is the doses of sulphur fertilizer doses consisting of S0 (0 kg ha-1), S1 (25 kg ha-1), S2 (50 kg ha-1), S3 (75 kg ha-1). The variable observed were pH H2O, DHL, total-N, avaible-N, growth and yield of shallot. Based on the result of can concluded that: (1) there is have interaction between NZEO-SR fertilizer and sulphur application on total-N and N-avaible at second session, (2) NZEO-SR fertilizer and sulphur application can not increase growth and yield at second session, (3) in indepently NZEO-SR fertilizer can not repair all growth and yield variable at second session, (4) in independently sulphur application incline decrease plant height, number of leaves, number of tillers, the weight of fresh tubers, the weight of dried tubers, plant dried canopy at second session, (5 NZEO-SR fertilizer and sulphur application can not increase uptake-S.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save