Artikel Ilmiah : C1C011053 a.n. WIKKY WIJAYANA

Kembali Update Delete

NIMC1C011053
NamamhsWIKKY WIJAYANA
Judul ArtikelANALISIS PENGARUH PEMBERLAKUAN ACFTA (ASEAN-CHINA FREE TRADE AGREEMENT) TERHADAP KEBERLANGSUNGAN USAHA PADA INDUSTRI UMKM BATIK DI WILAYAH BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)ACFTA (Asean China Free Trade Agreement) merupakan salah satu bentuk perjanjian perdagangan bebas internasional yang dilakukan oleh China dengan Negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan ACFTA berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha dari UMKM batik di banyumas. Ulasan dari beberapa penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang masih berbeda-beda dimana ada yang menyatakan bahwa ACFTA berpengaruh negatif dan ada pula yang menyatakan bahwa ACFTA tidak berpengaruh terhadap keberlangsungan usaha UMKM. Penelitian ini mencoba menganalisis pengaruh ACFTA terhadap keberlangsungan usaha dengan menggunakan SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threat) sebagai indikator dari keberlangsungan usaha. Populasi dalam penelitian ini adalah para pelaku usaha UMKM batik di Kabupaten Banyumas yang berjumlah 57 dan seluruhnya dijadikan sebagai sampel. Teknik pengujian data dalam penelitian ini menggunakan program PLS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ACFTA tidak berpengaruh signifikan terhadap keberlangsungan usaha dari UMKM batik yang ada di Banyumas.
Abtrak (Bhs. Inggris)ACFTA (ASEAN-China Free Trade Agreement) is one form of international free trade agreements undertaken by China with ASEAN countries, including Indonesia. This research aims to determine whether the implementation of ACFTA affect the business continuity of Batik SMEs in Banyumas. Reviews of some previous researchs showed various results which one states that ACFTA gave a negative effect while another one states that the ACFTA gave no effect on the sustainability of SME. This research tries to analyze the effect of ACFTA on business continuity by using the SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, and Threat) as an indicator of business continuity. The population in this research is the batik SME businesses in Banyumas, amounting to 57 and entirely used as a sample. PLS program is used in this research as the data technique analysis. The results of this research indicate that the ACFTA gives no significant effect on the business continuity of SMEs batik in Banyumas.
Kata kunciACFTA, Keberlangsungan Usaha, SWOT
Pembimbing 1Drs.Sukirman, M.Si, Ak
Pembimbing 2Drs. I Wayan Mustika, M.Si, Ak
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2015-05-18 15:57:27.063689
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.