Home
Login.
Artikelilmiahs
22293
Update
DEWI MUDRIKAH HAYATI
NIM
Judul Artikel
Suplementasi Ampas Teh Terfermentasi Dalam Pakan Terhadap Kecernaan Serat Kasar dan Protein Kasar Pada Puyuh Jantan
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ampas teh berbagai bentuk yang difermentasi menggunakan EM4 dalam pakan terhadap kecernaan serat kasar dan protein kasar pada puyuh jantan. Materi yang digunakan yaitu puyuh jantan (Coturnix coturnix japonica) umur 4 minggu sebanyak 100 ekor, kandang, dan pakan perlakuan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji adalah T0 (pakan basal), T1 (pakan basal + 2% ampas teh sebuk fermentasi), T2 (pakan basal + 2% ampas teh butiran fermentasi), dan T3 (pakan basal + 2% ampas teh daun fermentasi). Peubah yang diamati adalah kecernaan serat kasar dan protein kasar. Rataan kecernaan serat kasar dari seluruh perlakuan didapatkan 17,00 ± 4,33 sampai 36,92 ± 21,70 % dan rataan kecernaan protein kasar 23,23 ± 8,93 sampai 26,64 ± 14,91 %. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa penggunaan ampas teh berbagai bentuk yang difermentasi EM4 dalam berpengaruh tidak nyata. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suplementasi ampas teh (serbuk, butiran, dan daun) terfermentasi dalam pakan puyuh jantan tidak dapat meningkatkan kecernaan serat kasar dan protein kasar.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aim to determine effect of supplementation of fermentation tea dregs with EM4 (Effective Microorganisms 4) on crude protein and crude fiber digestibility of male quail diet. The material was used male quail (Coturnix coturnix japonica) four weeks age as many as 100 heads. The feed material was used basalt feed which commercial quail feed with crude protein 20 – 21 %, crude fiber 4–5% and various of fermented tea dregs form powders, granules and leaves. Research was conducted using experiment method with Completly Ramdomized Design (CRD), consisting of four treatment, each treatment was repeated five times. The tested of treatment that used are T0 (feed basalt), T1 (feed basal + 2% fermented tea dregs powders), T2 (feed basal + 2% fermented tea dregs granules) and T3 (feed basal + 2% fermented tea dregs leaves). The observed variables were crude protein and crude fiber digestibility. The average of crude protein digestibility obtained 23,23 ± 8,93 to 26,64 ± 14,91% (P>0.05) and the average of crude fiber digestibility obtained 17,00 ± 4,33 to 36,92 ± 21,70% (P>0.05). The conclusion was the supplementation of fermented tea waste (powders, granules and leaves) in male quail diet didn’t improvecrude protein and crude fiber digestibility.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save