Home
Login.
Artikelilmiahs
22303
Update
ASTRY PRATIWI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI LARU ALAMI DAN SINTETIS TERHADAP KARAKTERISTIK MUTU GULA KELAPA CETAK
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Laru sebagai bahan yang ditambahkan kedalam nira untuk menghambat proses kerusakan nira pada dasarnya terbagi menjadi dua, yakni laru alami dan laru sintetis. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui pengaruh jenis dan konsentrasi laru yang digunakan terhadap parameter fisikokimia dan sensori gula kelapa cetak; dan 2) Menentukan kombinasi perlakuan antara jenis dan konsentrasi laru yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan mutu sensori terbaik. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan 10 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali sehingga menghasilkan 30 unit percobaan. Faktor yang diteliti yaitu jenis laru (L) terdiri dari lima taraf, natrium metabisulfit (L1); kapur (L2); kombinasi kapur dan kulit manggis (L3); kombinasi kapur dan kayu nangka (L4); kombinasi kapur, kulit manggis, dan kayu nangka (L5) dan konsentrasi laru terdiri dari dua taraf, 5% (K1); 7,5% (K2). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jenis dan konsentrasi laru berpengaruh terhadap kadar gula reduksi, intensitas browning, warna, dan tekstur gula kelapa cetak. Laru kombinasi kapur, kulit buah manggis, dan kayu nangka konsentrasi 5% merupakan kombinasi perlakuan terbaik yang menghasilkan gula kelapa cetak dengan karakteristik sensori sebagai berikut: berwarna coklat kekuningan (skor 2,1); tekstur sangat keras (skor 3,67); aroma khas gula kelapa harum (skor 2,58); dan rasa manis (skor 2,88).
Abtrak (Bhs. Inggris)
“Laru”, as a preservatives added to the coconut sap to prevent its damage; basically divided into two types; natural and synthetic. This research aimed to: 1) Determine the influence of laru types and concentrations on physicochemical and sensory parameters of coconut sugar, and 2) Determine the treatment combinations among types and concentrations of laru that produce coconut sugar with the best sensory characteristics. The experimental design used was Randomized Block Design (RBD) which arranged factorially with 10 combinations of treatment and repeated 3 times, so there were 30 experimental units. The factor studied were laru type (L) consisting five levels, sodium metabisulphite (L1); lime (L2); combination of lime and mangosteen peel (L3); combination of lime and jackfruit bark (L4); combination of lime, mangosteen peel, and jackfruit bark (L5) and laru concentration consisting two levels, 5% (K1); 7.5% (K2). Results of this research showed that laru types and concentrations had an effect on reducing sugar content, browning intensity, color and texture of coconut sugar. Laru combinations of lime, mangosteen peel, and jackfruit bark at 5% was the best treatment combination that produce coconut sugar with the following sensory characteristics: yellowish brown color (score of 2,1); very hard texture (score of 3.67); typical aroma of coconut sugar (score of 2.58); and sweet in taste (score of 2.88).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save