Home
Login.
Artikelilmiahs
7842
Update
FITRIA SEPTIANA PURWITANINGRUM, S.Si
NIM
Judul Artikel
KAJIAN KUALITAS AIR DAN PERILAKU HYGIENE MASYARAKAT DALAM MEMANFAATKAN SUMUR GALI DI KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Air merupakan sumber daya alam yang diperlukan untuk kehidupan orang banyak bahkan oleh semua makhluk hidup. Salah satu sumber daya air yang digunakan untuk pemenuhan tersebut adalah air sumur gali (air tanah dangkal). Perubahan dari kualitas dan kuantitas air sumur gali dipengaruhi oleh pola pengelolaan lahan, kepadatan penduduk, dan perilaku hygiene pemanfaatan sumur gali. Salah satu wilayah di Jawa Tengah yang mempunyai kepadatan penduduk tinggi adalah Kecamatan Cilacap Selatan. Penelitian bertujuan mengkaji kualitas air sumur, perilaku hygiene masyarakat, serta hubungan antara keduanya. Penelitian dilakukan dengan metode survai. Penentuan jumlah sampel sumur gali dilakukan secara purposive sampling pada 20 sumur gali yang digunakan oleh 40 responden (berdasarkan metode judgement sampling). Variabel penelitian kualitas air yaitu parameter fisika (bau, rasa, suhu, dan kekeruhan), kimia (pH dan detergen), dan biologi (total Coliform). Variabel penelitian perilaku hygiene berupa pengetahuan, sikap, dan tindakan. Analisis kualitas air sumur gali dilakukan dengan skoring berdasarkan PerMenKes RI Nomor: 416/MENKES/PER/IX/1990 dan dianalisis secara deskriptif, analisis perilaku hygiene dengan skoring pada masing-masing jawaban pertanyaan kuesioner dan dianalisis deskriptif. Metode analisis Carl Spearman (rs) digunakan untuk mengetahui hubungan. Kualitas air sumur gali di Kelurahan Tambakreja, Tegalreja, dan Sidakaya yang memenuhi syarat masing-masing sebanyak 25%; sedangkan di Kelurahan Cilacap dan Tegal Kamulyan tidak ada. Perilaku hygiene masyarakat yaitu sumur yang memenuhi konstruksi, kebersihan diri, dan peralatan yang digunakan didapatkan di Kelurahan Tambakreja, Tegalreja, dan Sidakaya masing-masing sebanyak 25%; kemudian diikuti oleh Kelurahan Cilacap dan Tegal Kamulyan (masing-masing 12,5%). Perilaku hygiene masyarakat yang membangun sumur secara dominan memenuhi syarat konstruksi, menjaga kebersihan diri, dan alat yang digunakan dalam pemanfaatan sumur gali di Kelurahan Tambakreja, Tegalreja, dan Sidakaya mengakibatkan kualitas air sumurnya memenuhi syarat; sedangkan perilaku hygiene masyarakat yang membangun sumur secara kurang memenuhi syarat di Kelurahan Cilacap dan Tegal Kamulyan cenderung mengakibatkan kualitas air sumurnya tidak memenuhi syarat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Water is essential for human’s life and even for all creatures on earth. One of the sources is water from dug wells. The changing quality and quantity of water in dug wells are highly influenced by land management, population density, and hygiene behavior of people who use the dug wells. One of the regions with high population density in Central Java is South Cilacap District. This research aims at analyzing the water quality of dug wells and the inhabitants’ hygiene behavior as well as the correlation between the quality of well water and the hygiene behavior of local people in the uses of the dug wells in South Cilacap District. This research was conducted using survey method. Purposive sampling was done to decide the number of samples, at 20 dug wells used by 40 respondents (based on judgment sampling method). The variables for water quality assessment ranged from physical parameters (odor, taste, temperature, and turbidity), chemical parameters (pH and detergent), and biological parameter (total Coliforms). The variables to measure hygiene behavior included knowledge, attitude, and action. The water quality of dug wells was scored based on PerMenKes RI No.416/MENKES/PER/IX/I990 and was presented in descriptive analysis while the hygiene behavior was scored based on each response in the questionnaires and carried out in descriptive analysis either. Carl Spearman method of analysis (rs) was used to find out the correlation between the water quality in the wells and the hygiene behavior. The dug wells whose water quality in Tambakreja, Tegalreja and Sidakaya Villages qualified individual as much as 25%; whereas, none of well water in Cilacap and Tegal Kamulyan Villages are qualified. The hygiene behavior of people in Tambakreja, Tegalreja, and Sidakaya Villages is found in how they meet the construction standard or requirements when building the dug wells and how they keep hand hygiene and tools in the uses of dug wells 25% each; then followed by Cilacap and Tegal Kamulyan Villages (12,5% each). The hygiene behavior of the inhabitants in Tambakreja, Tegalreja and Sidakaya Villages proves to have been a significant factor that makes the water quality there meet the standard criteria; whereas, poor hygiene behavior of the inhabitants in Cilacap and Tegal Kamulyan Villages has made it far from the quality standard.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save