| NIM | F1I013058 |
| Namamhs | SARAH ULINA |
| Judul Artikel | KEBIJAKAN LABOUR LAW’S REFORM OLEH PRANCIS DI BAWAH KEPEMIMPINAN PRESIDEN FRANCOIS HOLLANDE DALAM UPAYA MENGATASI MASALAH PENGANGGURAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Masalah pengangguran sudah menjadi permasalahan pemerintah Perancis selama tiga dekade terakhir. Tingkat pengangguran yang fluktuatif dan kerap menyentuh titik-titik tertinggi menjadikan masalah pengangguran sebagai hambatan bagi terciptanya perekonomian Prancis yang sehat. Krisis Eropa yang terjadi di tahun 2008 merupakan titik awal terjadinya peningkatan pengangguran di Prancis yang signifikan. Bergantinya kepemimpinan di Prancis di tahun 2012 juga tidak serta merta membawa angka pengangguran di Prancis ke titik rendah. Permasalahan pengangguran yang terus berkembang ini kemudian mendorong pemerintah Prancis untuk melakukan reformasi pada hukum tenaga kerjanya. Reformasi hukum tenaga kerja ini dalam proses pembuatannya mengalami banyak hambatan, mulai dari penolakan keras lewat demonstrasi besar-besaran hingga kepada tidak terpenuhinya voting dari parlemen untuk meloloskan rancangan undang-undang ini. Meski begitu pada akhirnya pemerintah tetap bersikeras untuk mempertahankan kebijakan ini. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The problem of unemployment has been the problem of the French government over the past three decades. Fluctuating unemployment rates and often touching the highest points make the unemployment problem an obstacle to the creation of a healthy French economy. The European crisis that occurred in 2008 was the starting point of significant increase of unemployment in France. The succession of leadership in France in 2012 also does not necessarily bring the unemployment rate in France to a low point. This growing problem of unemployment then prompted the French government to reform its labor law. These labor law's reform in the process of making have faced many obstacles, ranging from strong resistance through massive demonstrations to the non-fulfillment of parliament's vote to pass this bill. Even so, in the end, the government insisted on maintaining this policy. |
| Kata kunci | Policy, France, Unemployment |
| Pembimbing 1 | Renny Miryanti, S.IP. M.Si. |
| Pembimbing 2 | Nurul Azizah Zayzda, S.IP. M.A. |
| Pembimbing 3 | Ayusia Sabhita Kusuma, S.IP. M.Soc.Sc. |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2017-11-20 11:26:21.864406 |
|---|