Artikel Ilmiah : D1E014017 a.n. DEDE IRWANSYAH

Kembali Update Delete

NIMD1E014017
NamamhsDEDE IRWANSYAH
Judul ArtikelPENGARUH FREKUENSI INSEMINASI BUATAN DAN KONSENTRASI SPERMATOZOA TERHADAP DAYA TETAS DAN HASIL TETAS PADA AYAM SENTUL
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui taraf optimal frekuensi inseminasi buatan dan konsentrasi spermatozoa untuk meningkatkan daya tetas dan hasil tetas pada ayam Sentul. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 108 ayam betina dan 24 ekor ayam jantan. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial (3x3). Faktor pertama yang diuji adalah frekuensi IB terdiri atas 3 hari; 6 hari; 9 hari dan faktor kedua adalah konsentrasi spermatozoa sebanyak 50 juta; 100 juta; dan 150 juta per inseminasi. Masing – masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Peubah dalam penelitian ini adalah daya tetas dan hasil tetas hasil. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa frekuensi inseminasi buatan dan konsentrasi spermatozoa berpengaruh tidak nyata (P > 0,05) terhadap daya tetas dan hasil tetas pada ayam Sentul. Rataan daya tetas dan hasil tetas yang dihasilkan dalam penelitian adalah sebesar 60,68% ± 1,78 dan 50,56% ± 7,75. Dapat disimpulkan bahwa frekuensi inseminasi buatan dengan interval IB selama 3 sampai 9 hari dan konsentrasi spermatozoa sebanyak 50 – 150 juta menghasilkan daya tetas dan hasil tetas yang relatif sama. Frekuensi inseminasi buatan sebaiknya dilakukan dengan frekuensi 9 hari dengan konsentrasi spermatozoa 50 juta. Manajemen penetasan yang dilakukan sebaiknya menggunakan mesin tetas otomatis untuk mengoptimalkan daya tetas dan hasil tetas telur hasil IB.

Abtrak (Bhs. Inggris)The study was aimed to know the optimal frequency of artificial insemination and spermatozoa concentration to increase hatchability and hatching yield on Sentul chicken. The materials used in this research were 108 hens and 24 roosters. The method used in this research was experiment with Completely Randomized Design (CRD) factorial pattern (3x3). The first factor tested in this study was insemination frequencies consisted of 3 days; 6 days; 9 days and the second factor was spermatozoa concentration consisted of 50 million; 100 million; and 150 million per insemination. Each treatment was repeated three times. The variables in this study are hatchability and hatching yield on Sentul’s chickens. Analysis of variance showed that the effect of artificial insemination frequency and spermatozoa concentration had no significant effect (P> 0.05) on hatchability and hatching yield of Sentul chicken. The average hatchability and hatching yield in the research were 60.68% ± 1.78 and 50.56% ± 7.75. It can be concluded that the frequency of artificial insemination with AI interval for 3 to 9 days and spermatozoa concentration of 50-150 million produce hatchability and hatching yield are relatively the same. The frequency of artificial insemination should be performed with a frequency of 9 days with spermatozoa concentration of 50 million. Hatching management should use an automatic hatching machine to optimize hatchability and hatching yield of eggs AI results.
Kata kunciInseminasi Buatan, Konsentrasi Spermatozoa, Daya Tetas, Hasil Tetas, Ayam Sentul.
Pembimbing 1Dr. Ir. H. M. Mufti, M.Si
Pembimbing 2Prof. Ir. Dadang Mulyadi S., M.S. M.Agr.Sc, Ph.D
Pembimbing 3
Tahun2018
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2018-04-18 13:58:28.104953
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.