Home
Login.
Artikelilmiahs
20268
Update
GUSTYA MARGO WALUYO
NIM
Judul Artikel
PENJATUHAN PIDANA DIBAWAH MINIMUM KHUSUS DALAM PERKARA TINDAK PIDANA PERBANKAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 1368 K/Pid.Sus/2015 )
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Salah satu produk aturan pidana diluar kodifikasi yang menganut sistem minimum khusus adalah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998. Dengan adanya ketentuan ancaman pidana minimum khusus, hakim tidak boleh menjatuhkan pidana dibawah ancaman minimum khusus. Namun dalam perkara tindak pidana perbankan yang diputus oleh Mahkamah Agung yakni pada perkara Putusan Nomor : 1368 K/Pid.Sus/2015 majelis hakim justru menjatuhkan pidana kepada para terdakwa dibawah ketentuan ancaman minimum khusus yang telah ditentukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penjatuhan pidana dibawah minimum khusus dalam putusan Nomor 1368 K/Pid.Sus/2015 ditinjau dari asas legalitas (nulla poena sine lege),asas kebebasan hakim, kaidah penemuan hukum (rechtvinding) dan sistem pemidanaan dan untuk mengetahui pertimbangan hukum dalam putusan Nomor : 1368 K/Pid.Sus/2015. Dalam penelitian hukum ini menggunakan pendekatan undang-undang, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus, dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Dalam penelitian ini bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. Bahan hukum yang telah dianalisa disajikan dalam bentuk uraian yang sistematis, logis dan rasional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penjatuhan pidana dibawah minimum khusus dalam putusan nomor 1368 K/Pid.Sus/2015 bertentangan dengan asas legalitas (nulla poena sine lege), asas kebebasan hakim, kaidah penemuan hukum (rechtvinding) dan sistem pemidanaan serta majelis hakim dalam menjatuhkan pidana dibawah minimum khusus tidak memberikan pertimbangan yang jelas sehingga pertimbangan hukum dalam putusan nomor 1368 K/Pid.Sus/2015 dapat dikategorikan sebagai putusan yang kurang cukup pertimbangan hukum (onvoldoende gemotiveerd).
Abtrak (Bhs. Inggris)
One product of criminal code outside codification that embraces a special minimum system is Law Number 7 of 1992 concerning Banking as amended by Act Number 10 of 1998. With the provision of a special minimum criminal threat, the judge shall not impose a penalty under special minimum threats. However, in the case of banking crime which was decided by the Supreme Court namely on the case of Decision Number: 1368 K / Pid.Sus / 2015, the judges actually impose a penalty on the defendants under specified minimum threats. This study aims to determine the imposition of criminal under special minimum in the decision Number 1368 K / Pid.Sus / 2015 reviewed from the principle of legality (nulla poena sine lege), the principle of freedom of judge, the rule of law discovery (rechtvinding). In legal research it uses a statutory approach, a conceptual approach and a case approach, with prescriptive research specifications. In this study the legal materials used consist of primary legal materials and secondary legal materials. The legal material that has been analyzed is presented in a systematic, logical and rational description. Based on the results of the study, it can be concluded that the imposition of criminal under special minimum in decision number 1368 K / Pid.Sus / 2015 contradicts the legal principle (nulla poena sine lege), the principle of freedom of judge, the rule of law discovery (rechtvinding) and the system of punishment as well as the judges' bodies in imposing the criminal under special minimum do not give clear consideration. so that the legal considerations in the decision number 1368 K / Pid.Sus / 2015 can be categorized as a judgment less enough legal considerations (onvoldoende gemotiveerd).
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save