Home
Login.
Artikelilmiahs
21701
Update
LAELATUL FAIZAH
NIM
Judul Artikel
PERBEDAAN KELINCAHAN OTOT SEBELUM DAN SESUDAH INTERVENSI PLYOMETRIC TRAINING PADA ANGGOTA UKM OLAHRAGA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang. Performa seorang atlet dalam suatu pertandingan sangat menentukan prestasi yang akan diraih. Kelincahan merupakan salah satu komponen skill related fitness yang dapat menunjang performa dan teknik dasar seorang atlet. Plyometric training merupakan latihan yang telah terbukti dalam berbagai penelitian dapat meningkatkan kelincahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kelincahan sebelum dan sesudah intervensi plyometric training pada anggota UKM Olahraga FK Unsoed. Metode Penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi experimental jenis pre and post test without control. Subyek penelitian berjumlah 25 orang, direkrut dengan metode consecutive sampling. Subyek penelitian merupakan anggota UKM Olahraga FK Unsoed dan berjenis kelamin laki-laki. Intervensi plyometric training dilaksanakan dengan frekuensi 2 kali seminggu selama 5 minggu. Pengukuran kelincahan menggunakan metode agility T-test, dilakukan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis data menggunakan uji t berpasangan dengan syarat nilai p<0.05. Hasil. Nilai rata-rata kelincahan subyek meningkat dari 12,82 detik menjadi 12,02 detik. Uji analisis T-berpasangan menunjukan terdapat perbedaan bermakna antara tingkat kelincahan sebelum dan sesudah intervensi plyometric training (p=0,0001). Kesimpulan. Terdapat perbedaan tingkat kelincahan sebelum dan sesudah intervensi plyometric training pada anggota UKM Olahraga FK Unsoed.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Introduction. The achievement of an athlete greatly depends on their performance in a match. Agility is one of skill-related fitness component that affect an athlete’s performance and basic techniques. Plyometric training is an exercise that is proven helpful to improve an athelete’s agility based on previous researches. The aim of this study is to observe the agility difference before and after plyometric training intervention on sport university club’s members of Medical Faculty, Jenderal Soedirman University. Method. The study used quasi experimental method with pre and post test without control. The subjects participated in this study were 25 male that joining sport university club, recruited by consecutive sampling method. Plyometric training intervention was done twice a week for 5 weeks. The subject’s agility before and after the intervention was measured using agility T-test method and was analyzed using paired T-test. Result. The subject’s agility resulted in a mean of 12,82 seconds before the intervention, and 12,02 seconds after the intervention. The paired T-test analysis showed a significant difference of agility before and after plyometric training intervention (p=0,0001). Conclusion. There is agility difference before and after plyometric training intervention on sport university club’s members of medical faculty, jenderal soedirman university.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save