Artikelilmiahs

Menampilkan 1.661-1.680 dari 48.725 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
16617702P2AA11039STUDI EFEK IRADIASI GAMMA DAN SODIUM AZIDE PADA INDUKSI MUTAN PADI TAHAN KEKERINGAN BERDASARKAN MARKA AGRONOMI, ANATOMI DAN MOLEKULER
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kultivar yang paling tahan terhadap kekeringan secara agronomi, mutagen yang paling baik membangun kultivar untuk ketahanan terhadap kekeringan secara agronomi, kombinasi antara kultivar dan mutagen terbaik untuk ketahanan terhadap kekeringan secara agronomi, kultivar yang paling toleran terhadap kekeringan secara anatomi, mutagen yang paling baik membangun kultivar untuk toleransi terhadap kekeringan secara anatomi, kombinasi antara kultivar dan mutagen paling toleran terhadap kekeringan secara anatomi, dan kekerabatannya secara molekuler. Penelitian dilaksanakan di PATIR-BATAN, Laboratorium Teknologi Benih dan Screen House P4TK Pertanian, dan Laboratorium Biologi Tumbuhan PSIH-IPB, mulai tanggal 17 November 2012 sampai 22 Juni 2013. Penelitian disusun berdasarkan rancangan split plot. Kultivar ditempatkan pada petak utama, sedangkan dosis mutagen ditempatkan sebagai anak petak. Penelitian ini terdiri atas 36 kombinasi perlakuan, dengan setiap perlakuan terdiri dari 10 ulangan. Setelah dikecambahkan lalu diseleksi dengan metode hidroponik (-0,03 MPa) dan metode pot (-0,41 MPa). Pengamatan didasarkan pada marka agronomi, anatomi, dan molekuler. Data hasil pengamatan dianalisis dengan F-Test dilanjutkan dengan DMRT pada taraf kepercayaan 5% menggunakan program SAS 9.0. Hubungan kekerabatan ditentukan dengan persamaan matrik, dimana indeks similaritas dihitung berdasarkan koefisien Jaccard (J). Pembuatan dendogram dilakukan melalui fungsi SHAN dengan metode UPGMA pada program NTSYSpc 2.02. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultivar yang paling tahan terhadap kekeringan secara agronomi adalah Inpago Unsoed 1, mutagen yang paling baik membangun kultivar untuk ketahanan terhadap kekeringan secara agronomi adalah iradiasi gamma 100 Gy, kombinasi antara kultivar dan mutagen terbaik untuk ketahanan terhadap kekeringan secara agronomi adalah Inpari 13 yang diberi iradiasi gamma 150 Gy + sodium azide 10-3 M 2 jam, kultivar yang paling toleran terhadap kekeringan secara anatomi adalah Inpago Unsoed 1, mutagen yang paling baik membangun kultivar untuk toleransi terhadap kekeringan secara anatomi adalah sodium azide 10-3 M 6 jam, kombinasi antara kultivar dan mutagen terbaik untuk toleransi terhadap kekeringan secara anatomi adalah kultivar Rojolele yang diberi mutagen sodium azide 10-3 M 6 jam, terdapat pengelompokan genotip ke dalam mutan kultivar aromatik dan non-aromatik berdasarkan analisis kekerabatan secara molekuler.The experiment was aimed to know the most drought resistance cultivar based on agronomic, the best mutagen to build cultivar for drought resistance based on agronomic, the best combination between cultivar and mutagen for drought resistance based on agronomic, the most drought tolerant cultivar based on anatomic, the best mutagen to build cultivar for drought tolerance based on anatomic, the best combination between cultivar and mutagen for drought tolerance based on anatomic, and the relationships based on molecular. The experiment was conducted in the PATIR-BATAN, the Laboratory of Seed Technology and Screen House of VEDCA, Laboratory of Plant Biology PSIH-IPB, from November 17, 2012 up to June 22, 2013. The experiment was arranged in the split plot design. The main plot consisted of four rice cultivars, namely: Inpago Unsoed 1 (upland aromatic), Rojolele (lowland aromatic), Inpari 13 (lowland non-aromatic), and Cirata (upland non-aromatic); while the sub plot consisted of nine mutagen dosages, namely: without mutagen, gamma 100 Gy, gamma 150 Gy, sodium azide 10-3M 2 hours, sodium azide 10-3M 6 hours, gamma 100 Gy + sodium azide 10-3M 2 hours, gamma 100 Gy + sodium azide 10-3M 6 hours, gamma 150 Gy + sodium azide 10-3M 2 hours, gamma 150 Gy + sodium azide 10-3 M 6 hours. The experiment consisted of 36 combinations of treatments, each treatment consisted of 10 replications, so there were 360 experimental units. Once the seeds were germinated, they were selected in hydroponic method (-0,03 MPa) and pot method (-0,41 MPa). Observation were based on agronomic, anatomic, and molecular markers.
Data were analyzed using F-test in Anova followed by DMRT at significance level of 5%, using the SAS 9.0. programme. Relationships among genotypes were determined by matrix, where the similarity index was calculated based on Jaccard coefficient (J). Dendogram was arranged by SHAN using UPGMA method, implemented with NTSYSpc 2.02. The result showed that the most drought resistance cultivar based on agronomic was Inpago Unsoed 1, the best mutagen to build cultivar for drought resistance based on agronomic was gamma irradiation 100 Gy, the best combination between cultivar and mutagen for drought resistance based on agronomic was Inpari 13 was exposed to irradiation 150 Gy + sodium azide 10-3M 2 hours, the most drought tolerant cultivar based on anatomic was Inpago Unsoed 1, the best mutagen to build cultivar for drought tolerance based on anatomic was sodium azide 10-3M 6 hours, the best combination between cultivar and mutagen for drought tolerance based on anatomic was Rojolele was exposed to sodium azide 10-3M 6 hours, the genotypes were grouped into mutant derived from aromatic and non-aromatic cultivar based on molecular relationships analysis.
16627691E1A010067KEDUDUKAN KOMISI NASIONAL HAK ASASI MANUSIA (KOMNAS HAM) DALAM KELEMBAGAAN NEGARAPembangunan nasional didasarkan atas visi bagi terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berdaya saing, maju dan sejahtera. Untuk mewujudkan visi tersebut, maka misi yang digariskan dalam GBHN juga menggarisbawahi betapa pentingnya perwujudan sistem hukum nasional yang menjamin tegaknya supremasi hukum dan hak asasi manusia yang berlandaskan keadilan dan kebenaran.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebagai institusi nasional HAM di Indonesia adalah lembaga negara bantu yang bersifat independen yang berfungsi untuk memberikan perlindungan dan penegakan HAM guna membantu pemerintah mengembangkan kondisi yang kondusif bagi pelaksanaan hak asasi manusia di Indonesia. Komnas HAM masih mengandung sejumlah kelemahan sehingga belum efektif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Oleh karena itu dibutuhkannya penguatan Komnas HAM terutama mengenai kewenangan untuk melakukan penyidikan.
Kata Kunci : Lembaga negara bantu, Komnas HAM, kewenangan
National development Is based on the vision for the realization of Indonesian society peaceful, democratic, competitive, advanced and prosperous. To realizing that vision, then the mission outlined in the GBHN also underscores the how important embodiment of the national legal system that guarantees the rule of law and human rights are based on justice and truth.
The National Commission on Human Rights (Komnas HAM) as a national human rights institutions in Indonesia is a state institution auxiliary that is independent that serves to provide protection and enforcement of human rights in order to help the government develop conditions conducive for the implementation of human rights in Indonesia. National Human Rights Commission still contains a number of weaknesses that have not been effective in carrying out its duties and functions. Therefore it needed the strengthening of National Human Rights Commission, especially regarding the authority to conduct investigation.

Keywords: Auxiliary State Institution, National Human Rights Commission, the authority
16637459H1C007002PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN E-LEARNING UNTUK MATA PELAJARAN SAINS DI SMAN 1 KOTA SUKABUMI Selama ini proses pembelajaran di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi masih bersifat konvensional, dengan kata lain bahwa proses belajar mengajar antara siswa dengan guru hanya dapat dilakukan dengan syarat terjadinya pertemuan antara siswa dengan guru di dalam kelas. Berbagai konsep dan teknik baru dalam pengajaran telah banyak dikembangkan untuk menggantikan metode tradisional yang hanya mengandalkan pada metode pengajaran satu arah di kelas.Salah satu metode pengajaran yang sedang berkembang di masa sekarang adalah E-Learning yaitu media pembelajaran melalui internet secara online.E-Learning ini dirancang menggunakan LMS(Learning Management System)moodle, E-Learning berfungsi untuk membantu para pengajar dalam mendistribusikan bahan ajar mereka tanpa harus berada di kelas, hal ini dapat memaksimalkan waktu pembelajaran di kelas yang terbatas. Selain itu E-Learning dapat memudahkan para guru untuk mendistribusikan materi pelajaran bagi siswa di SMA Negeri 1 Kota Sukabumi dan juga siswa dapat menjadikan website E-Learning ini menjadi media diskusi tambahan untuk membahas materi pelajaran, mengerjakan soal-soal latihan berupa pilihan ganda dan essay, serta siswa dapat melihat langsung nilai yang diperoleh. During this learning process in SMA 1 Sukabumi still conventional , in other words that the learning process between students and teachers can only be made on condition that the meetings between students and teachers in the classroom . Various concepts and new techniques in teaching has been developed to replace the traditional methods that only rely on one -way method of teaching in the classroom . One method of teaching emerging in the present is the E - Learning is learning through internet media online . E-Learning is designed using LMS ( Learning Management System ) Moodle , E-Learning function is to assist teachers in their teaching materials to distribute without having to be in class , it can maximize instructional time in the classroom is limited . In addition to the E-Learning can facilitate the teachers to distribute course material for students at SMAN 1 Sukabumi and students also can make the e -learning becomes an additional discussion of the media to discuss the subject matter , do the exercises in the form of multiple choice and essay , and the students can see the direct value obtained .
16647834P2PA11029FLUKTUASI KUALITAS AIR TAMBAK SILVOFISHERY DAN NON-SILVOFISHERY, SERTA PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP
Tambak ikan dibedakan menjadi dua yaitu tambak silvofishery dan non-silvofishery. Penelitian bertujuan untuk mengetahui fluktuasi kualitas air tambak silvofishery dan non-silvofishery;hasil panen ikan dan pendapatan petani tambak silvofishery dan non-silvofishery; persepsi masyarakat tentangpelestarian hutan mangrove; serta hubungan antara kualitas air, hasil panen, dan persepsi masyarakat tentang pelestarian hutan mangrove di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Penelitian dilakukan di dua jenis tambak yaitu silvofishery dan non-silvofishery di kawasan tambak Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap.Hasil penelitian menunjukan bahwa fluktuasi kualitas air tambak silvofishery lebih baik dibandingtambak non-silvofishery, kisaran parameter yang meliputi salinitas, pH, DO, dan ortofosfat di dua tambak tersebut masih dalam kisaran normal untuk budidaya (8-12,5o/oo, 7-8, 3-7 mg/l, dan 0,01-0,08 mg/l), sebaliknya parameter suhu pada sore hari dan nitrat sudah melebihi kisaran normal untuk budidaya (32-35 oC dan 0,52-1,84 mg/l). Rata-rata hasil panen ikan dan pendapatan petani tambak silvofishery (70,06±1,53 g dan Rp 330.000) lebih besar dari pada tambak non-silvofishery (57,85±2,04 g dan Rp 116.000). Masyarakat mempunyai persepsi yang baik tentang pelestarian hutan mangrove. Secara umum, Persepsi masyarakat di sekitar kawasan silvofishery yang baik, mengakibatkan kualitas air tambak silvofishery baik. Hal tersebut mengakibatkan hasil panen dan pendapatanya tinggi, dan sebaliknya bagi tambak non-silvofishery.Tambak ikan dibedakan menjadi dua yaitu tambak silvofishery dan non-silvofishery. Penelitian bertujuan untuk mengetahui fluktuasi kualitas air tambak silvofishery dan non-silvofishery;hasil panen ikan dan pendapatan petani tambak silvofishery dan non-silvofishery; persepsi masyarakat tentangpelestarian hutan mangrove; serta hubungan antara kualitas air, hasil panen, dan persepsi masyarakat tentang pelestarian hutan mangrove di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Penelitian dilakukan di dua jenis tambak yaitu silvofishery dan non-silvofishery di kawasan tambak Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap.Hasil penelitian menunjukan bahwa fluktuasi kualitas air tambak silvofishery lebih baik dibandingtambak non-silvofishery, kisaran parameter yang meliputi salinitas, pH, DO, dan ortofosfat di dua tambak tersebut masih dalam kisaran normal untuk budidaya (8-12,5o/oo, 7-8, 3-7 mg/l, dan 0,01-0,08 mg/l), sebaliknya parameter suhu pada sore hari dan nitrat sudah melebihi kisaran normal untuk budidaya (32-35 oC dan 0,52-1,84 mg/l). Rata-rata hasil panen ikan dan pendapatan petani tambak silvofishery (70,06±1,53 g dan Rp 330.000) lebih besar dari pada tambak non-silvofishery (57,85±2,04 g dan Rp 116.000). Masyarakat mempunyai persepsi yang baik tentang pelestarian hutan mangrove. Secara umum, Persepsi masyarakat di sekitar kawasan silvofishery yang baik, mengakibatkan kualitas air tambak silvofishery baik. Hal tersebut mengakibatkan hasil panen dan pendapatanya tinggi, dan sebaliknya bagi tambak non-silvofishery.
16657692P2CC09014PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KINERJA KARYAWAN DANAMON SIMPAN PINJAM CLUSTER MAGELANGPenelitian ini berjudul “Pengaruh Kepemimpinan Dan Motivasi Berprestasi Terhadap Kinerja Karyawan Danamon Simpan Pinjam Cluster Magelang”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: (1) pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan Danamon Simpan Pinjam Cluster Magelang. (2) pengaruh kepemimpinan transaksional terhadap kinerja karyawan. (3) pengaruh kepemimpinan laizes faire terhadap kinerja karyawan. (4) pengaruh kepemimpinan transformasional terhadap motivasi berprestasi karyawan. (5) pengaruh kepemimpinan transaksional terhadap motivasi berprestasi karyawan. (6) pengaruh kepemimpinan laizes faire terhadap motivasi berprestasi karyawan. (7) pengaruh motivasi berprestasi karyawan sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan transformasional dengan kinerja karyawan. (8) pengaruh motivasi berprestasi karyawan sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan transaksional dengan kinerja karyawan. (9) pengaruh motivasi berprestasi karyawan sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan laizes faire dengan kinerja karyawan
Penelitian ini menggunakan metode survei dengan populasi seluruh karyawan Danamon Simpan Pinjam Cluster Magelang sebanyak 125 orang. Sampel penelitian sebanyak 56 orang diambil dengan teknik cluster proportional random sampling. Analisis data menggunakan analisis regresi linear dan analisis regresi multivariat.
Hasil penelitian diperoleh kesimpulan: (1) Gaya kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. (2) Gaya kepemimpinan transaksional mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. (3) Gaya kepemimpinan laissez-faire mempunyai pengaruh negatif terhadap kinerja karyawan. (4) Gaya kepemimpinan transformasional mempunyai pengaruh positif terhadap motivasi berprestasi karyawan. (5) Gaya kepemimpinan transaksional mempunyai pengaruh positif terhadap motivasi berprestasi karyawan. (6) Gaya kepemimpinan laissez-faire mempunyai pengaruh negatif terhadap motivasi berprestasi karyawan. (7) Motivasi berprestasi belum mampu sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan transformasional terhadap kinerja karyawan pada Danamon Simpan Pinjam Cluster Magelang. (8) Motivasi berprestasi belum mampu sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan transaksional terhadap kinerja karyawan pada Danamon Simpan Pinjam Cluster Magelang. (9) Motivasi berprestasi sebagai variabel mediasi antara kepemimpinan laizzes faire terhadap kinerja karyawan pada Danamon Simpan Pinjam Cluster Magelang.
The study is titled "The Effect of Leadership and Achievement Motivation on Employee Performance Cluster Magelang Danamon Savings and Loans". This study aims to analyze : (1) the effect of transformational leadership on employee performance Danamon Savings and Loans Cluster Magelang. (2) the effect of transactional leadership on employee performance. (3) the influence of laizes faire leadership on employee performance. (4) the effect of transformational leadership on achievement motivation of employees. (5) transactional leadership effects on achievement motivation of employees. (6) the effect laizes faire leadership toward achievement motivation of employees. (7) the influence of achievement motivation of employees as a mediating variable between transformational leadership with employee performance. (8) the influence of achievement motivation of employees as a mediating variable between transactional leadership with employee performance. (9) the influence of achievement motivation of employees as a mediating variable between laizes faire leadership with employee performance
This study uses a survey to the entire population of employees Danamon Savings and Loans Cluster Magelang many as 125 people. 56 samples are taken with a proportional random cluster sampling technique. Analysis of the data using linear regression analysis and multivariate regression analysis.
The results were obtained conclusions : (1) transformational leadership style has a positive influence on employee performance. (2) transactional leadership style has a positive influence on employee performance. (3) laissez-faire leadership style has a negative influence on employee performance. (4) transformational leadership style has a positive effect on achievement motivation of employees. (5) The transactional leadership style has a positive effect on achievement motivation of employees. (6) laissez-faire leadership style has a negative effect on achievement motivation of employees. (7) Achievement motivation has not been able to as a mediating variable between transformational leadership on employee performance at Danamon Savings and Loans Cluster Magelang. (8) Achievement motivation has not been able to as a mediating variable between transactional leadership on employee performance at Danamon Savings and Loans Cluster Magelang. (9) Achievement motivation as a mediating variable between laizzes faire leadership to employee performance in Danamon Savings and Loans Cluster Magelang.
16667696F1A009036Pengambilan Keputusan Suami dan Istri untuk Berobat ke Pengobatan Alternatif "Happy Dreams"Meningkatkan derajat kesehatan merupakan tujuan utama didalam keluarga. Kesehatan memang bukan segalanya, namun tanpa kesehaan, segalanya tidak berarti. Mewujudkan kesehatan yang maksimal, keluarga dihadapkan dengan biaya pengobatan yang mahal. Hal ini tentu menjadi polemik dalam mewujudkan kualitas kesehatan. Oleh karena itu, masyarakat khususnya keluarga berusaha untuk mencari solusi lain dengan mencari pengobatan yang lebih efisien, yaitu pengobatan alternatif.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Tahapan penelitian ini yaitu pengumpulan data, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan yaitu model analisis interaktif Miles dan Huberman. Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui proses pengambilan keputusan dari suami dan istri untuk berobat ke pengobatan alternatif, yaitu “Happy Dreams”. Teori yang digunakan adalah teori Pencarian Pelayanan Kesehatan (Health Seeking Behavior), yang menekankan antara suami dan istri untuk menentukan pilihan berobat dari berbagai alternatif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengambilan keputusan dilakukan oleh suami dan istri ketika mereka mengalami masalah, khususnya dalam masalah kesehatan. Peran suami dan istri didalam sebuah keluarga berpengaruh dalam pengambilan keputusan, namun kedudukan antara suami dan istri tidak berpengaruh, karena adanya kesetaraan antara suami dan istri dalam menentukan pilihan untuk berobat, yaitu berobat secara medis ataupun berobat secara alternatif. Kesetaraan menentukan pilihan untuk berobat didalam keluarga terjadi karena adanya kebebasan berpendapat antar anggota keluarga. Pemilihan tempat untuk berobat ke pengobatan alternatif menjadi salah satu pilihan masyarakat umum saat ini, karena adanya faktor pengalaman berobat yang tidak berhasil di dunia medis. Selain pengalaman, faktor kepercayaan, dan faktor ekonomi juga menjadi pemicu masyarakat lebih cenderung memilih berobat secara alternatif.
Kata kunci : Pengambilan keputusan, peran suami istri, pengobatan alternatif
Improving the degree of health is the main purpose in family. Health it’s not everything, without health everything is nonsense. But, the treatment that was so expensive has become a polemic in released the healthy quality. Therefore, society in particular, the family, has to find another solution with finding some medical treatment which has more efficient in effect. And it’s an alternative medically treatment.
The method which used in this research is qualitative descriptive method. The steps of the research are collecting data, observation, and documentation. Analyzes data method which used in this research is Miles and Huberman’s interactively model of analysis. The purpose of the writing of bachelor thesis is to find a process of the result taking from husband and wife in having an alternative medically treatment such as “Happy Dreams”. Theory which is used in this research is health service seeking behavior theory, which is emphasized between husband and wife to make choices in getting some treatment from all alternative.
The research’s result shows that taking decisions will be used by husband and wife when they are having troubles, especially about healthy problems. The role’s of husband and wife are influences on taking decisions in the family, but the positions of husband and a wife have no effect, because there are an equality between husband and wife in deciding some choice for medical treatment, in medically way or in alternatively way of treatment. The equality on taking decision of going to healthy treatment in the family is happen because there is a freedom of asking and giving an opinion or suggestion between family members. The decision of alternative health places is become one of the common people choices in this time. It is because of factor of health experience which doesn’t success in medic world. Besides that, believe and economic factors also become a trigger for common people to move into alternative health treatment choice.
Keywords: decision’s taking, the role of husband and wife, alternative health treatment
16677695F1G009053BAHASA FIGURATIF DALAM KUMPULAN CERPEN PENEMBAK MISTERIUS KARYA SENO GUMIRA AJIDARMAPenelitian ini berjudul “Bahasa Figuratif Dalam Kumpulan Cerpen Penembak Misterius Karya Seno Gumira Ajidarma”. Karya sastra merupakan karya imajinatif yang bermediumkan bahasa. Kumpulan Cerpen Penembak Misterius merupakan karya sastra yang menggunakan bahasa yang tidak literal, melainkan bahasa kias atau bahasa figuratif. Dalam menyampaikan pesan dan menggambarkan peristiwa yang terjadi pada cerpen ini, pengarang menggunakan bahasa yang mengalir, komunikatif, dan bahasa yang memiliki makna yang dikiaskan. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitaif. Data Penelitian ini adalah bahasa figuratif yang terkandung dalam kumpulan cerpen Penembak Misterius. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan menggunakan teknik sadap sebagai teknik dasar dan teknik catat sebagai teknik lanjutan. Pada analisis data menggunakan metode padan ortografis. Teknik dasarnya adalah teknik unsur pilah penentu dan teknik lanjutanya adalah teknik hubung banding membedakan. Berdasarkan analisis dapat diketahui, bahwa dalam kumpulan cerpen Penembak Misterius karya Seno Gumira Ajidarma menggunakan jenis bahasa figuratif berupa majas metafora, majas metonimia, majas sinekdok, majas simile, bidal, pepatah dan idiom. Majas metafora dan majas simile merupakan jenis bahasa figuratif yang paling dominan yang terdapat pada kumpulan cerpen tersebut. Makna dari penggunaan jenis-jenis bahasa figuratif tersebut adalah untuk memberikan pesan-pesan juga menceritakan sebuah realita yang terjadi pada masa Orde Baru.The title of this research is “Bahasa Figuratif Dalam Kumpulan Cerpen Penembak Misterius Karya Seno Gumira Ajidarma”. Literary works is a form of imaginative creation that used by language. The collection of Penembak Misterius short story is a literary work that using analogical reasoning language which purposed by an author to send the messages. This research is using Descriptive Qualitative method. The data of this research is a figurative language that be present in this short story. The data in this research are figurative language that contain in a collection Penembak Misterius short stories. The collecting data in this research is using observation method by use tapping technique as the base technique and note technique as the advanced technique. The data analysis in this research is using identity method. The base technique form the research is decisive shorting element technique and the advance technique from this research is comparison differentiating technique. Based on the analysis from the short story collection Penembak Misterius, it can be seen that Seno Gumira Ajidarma using many types of figurative language in the form of a figure of speech such as metaphor, metonymy, sinekdok, simile, maxim, proverb and idiom. Metaphor and simile is a figure of speech that most dominant in the short story collection. The significance of using those types of figurative language is to deliver messages and also to tell a reality that occurred during the New Order government.
16687698P2CA12004FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIMPANGAN DISTRIBUSI PENDAPATAN KABUPATEN/KOTA DI JAWA TENGAH TAHUN 2008 - 2011
Pertumbuhan ekonomi yang terjadi di Jawa Tengah belum dapat mengatasi permasalahan ketimpangan distribusi pendapatan. Ketimpangan distribusi pendapatan di Jawa Tengah terjadi akibat adanya perbedaan kondisi pada lapangan usaha yang ditunjukkan oleh persebaran jumlah tenaga kerja dan peran sektoral. Jumlah tenaga kerja di Jawa Tengah banyak tersebar pada sektor pertanian, sedangkan peran sektor pertanian rendah. Agar pendapatan masyarakat terdistribusi secara merata, penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ketimpangan distribusi pendapatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabel tenaga kerja sektor pertanian, peran sektor industri pegolahan, pertumbuhan penduduk, kepadatan penduduk, kredit modal kerja, kredit investasi, kredit konsumsi dan belanja modal terhadap ketimpangan distribusi pendapatan kabupaten/kota di Jawa Tengah pada periode tahun 2008 – 2011. Dalam penelitian digunakan metode analisis regresi linear berganda.
Dari hasil analisis regresi linear berganda diketahui bahwa variabel kredit konsumsi dan belanja modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Kemudian variabel tenaga kerja sektor pertanian dan kepadatan penduduk memiliki pengaruh yang negatif dan signifikan. Sedangkan variabel peran sektor industri pengolahan, pertumbuhan penduduk, kredit modal kerja dan kredit investasi memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap ketimpangan distribusi pendapatan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Berdasarkan hasil penelitian, untuk mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan, maka perlu dilakukan pembangunan dalam bentuk pengaplikasian teknologi pertanian yang lebih modern agar tercipta efisiensi produksi. Upaya tersebut dapat menghasilkan efisiensi produksi khususnya pengolahan hasil-hasil pertanian dalam bentuk agroindustri.
Economics growth that occurs in Central Java has not decreased the problem of inequality income. It is because of difference conditions in business field that shown in the labor distributions and sectoral roles. Labor in the province mostly concentrate in agricultural sector, but this sector plays a weak role in regional economic. To distribute people’s income equally, this research needs to analyze some factors affecting the inequality income. This research aims to analyze variables of agricultural sectors, role of processing industrial sectors, population growth, population density, working capital loan, investment loan, consumption loan and capital expenditure on inequality income of Central Java regencies/cities in 2008-2011 periods. It is used multiple linear regression analysis method.
The result shows that consumption loan and capital expenditure have positive and significant effect on inequality income in regencies/cities in Central Java. The variables of agricultural sectors and population density have negative and significant effect. While variables of processing industrial role, population growth, working capital loan and investment loan have insignificant effect on inquality income in the regencies/cities. Based on the research result, to reduce inequality income, agricultural development sectors through applying more modern agricultural technology to create production efficiency. It can be attempted by development of all economic sectors comprehensively through the production efficiency, espesially in the process of agroindustry’s agricultural product.
16697697G1D010073HUBUNGAN ANTARA PERAN KELUARGA DAN UPAYA PENGENDALIAN HIPERTENSI OLEH LANSIALatar Belakang: Hipertensi sering dialami oleh lansia. Upaya pengendalian hipertensi penting untuk menurunkan tekanan darah. Keluarga memiliki peran yang sangat penting untuk membantu dan merawat anggota keluarga yang lebih tua yang mengalami hipertensi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara peran keluarga dan upaya pengendalian hipertensi oleh lansia.
Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel diambil dengan metode total sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini berjumlah 50 responden. Pengumpulan data dengan dua kuesioner yakni A diukur dengan kuesioner peran keluarga yang diadopsi dan dimodifikasi dari penelitian sebelumnya, sedangkan B diukur dengan kuesioner pengendalian hipertensi yang dibuat oleh peneliti sendiri. Analisis data menggunakan uji statistik chi square (X2), dengan kriteria signifikansi pada nilai p= < 0.05.
Hasil Penelitian: Sebagian besar penderita hipertensi berjenis kelamin perempuan (70%), masuk kategori lansia akhir (62%), bekerja sebagai IRT (42%), dan memiliki latar belakang tingkat pendidikan SR/SD (72%). Sebagian besar penderita hipertensi memiliki berat badan obesitas (54%) dan masuk kategori hipertensi berat (34%). Secara umum, 58% responden mempersepsikan bahwa keluarga dapat menjalankan perannya dengan baik dan pula dapat melaksanakan upaya pengendalian hipertensi dengan baik (58%). Analisis menggunakan uji statistik chi square menunjukkan bahwa ada hubungan antara peran keluarga dan pelaksanaan upaya pengendalian hipertensi (p=0.000).
Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara peran keluarga dan pelaksanaan upaya pengendalian hipertensi oleh lansia.


Background: Hypertension is often experienced by elderly. To reduce risk of comlications related to hypertension, this it is neces sary to control the blood pressure. The family has a very important role to help and care for older family members with hypertension.
Purpose: This research aims to examine the relationship between family role and the implementation of hypertension control strategy by elderly.
Methode: This is a cross-sectional research. A total of 50 elderly with hypertension living in the community participated in this study. Family role and implementation of hypertension were measured using the family role questionnaire that modified from previous study and the hypertension control strategy questionnaire that developed by the main researcher respectivelly. Data was analysed using chi square.
Results: The majority of respondents are likely to be female (70%), age 56-65 years old (62%), being a house wives (42%), and have lower education level (72%). The respondents also tend to be obese (54%) and suffer severe hypertension (34%). In general, more than half of respondents (58%) perceive that the family has played their role well. Moreover, more than of them (58%) perceive that they has performed the strategy to control hypertension well. A chi square tests indicate that there is a significant relationship between the family role and the implementation of strategy to control hypertension (X2 = 17.375; p = 0000).
Conclusions: There is a relationship between family role and implementation of hypertension control strategy among elderly.
16707699F1A008066Peran Referensi Fashion Terhadap Pilihan Fashion Siswa SMA Negeri 1 PurwokertoPenelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pandangan siswa tentang fashion dan untuk mengetahui referensi fashion sebagai penentu pilihan fashion. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan cara survei, metode survei dan menggunakan metode analisis statistik deskriptif, dan kolerasi Product Moment.Pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode simple random sampling.Sampel yang diambil adalah siswa kelas 3 SMA Negeri 1 Purwokerto sebanyak 30 responden.
Referensi yang dibutuhkan berupa sebuah media yang menghasilkan informasi- informasi yang dibutuhkan yaitu informasi tren fashion yang sedang “in”, informasi tentang harga, merek, warna, kualitas dan informasi tempat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran referensi fashion frekuensinya terkategorikan tinggi dengan jumlah 16 responden (53,3%) memilih teman, 8 responden (26,7%) memilih media internet, dan 6 responden (20%) memilih media majalah. Hal ini menandakan bahwa referensi sangat perlu untuk menambah wawasan dan untuk mendapatkan informasi-informasi khususnya tentang fashion.
Saran dari penelitian ini adalah sebaiknya kita harus memilih media yang tepat sebagai referensi yang dapat dipercaya untuk memberikan informasi yang akurat tentang fashion.
Kata kunci: Fashion, Referensi Fashion
This research aims to explain the students about fashion and to know reference fashion as the elect fashion. The methods used in this research is quantitative methods to survey, the method and using descriptive analysis methods, and most consistent correlates products moment. Taking a sample that used in this research is to use methods simple random sampling. Sample taken is a grade 3 state senior high school 1 Purwokerto as many as 30 respondents.
Reference that are required for a media, which produces information- information needed the information fashion trend that is "in", information about price, brand, color, quality and information. Results of these studies indicate that the role capital fashion high frequency categorized compared with the number of 16 respondents (53.3 %) to choose a friend, 8 respondents (26.7 %) to choose internet media, and 6 respondents (20 %) select media magazine. These phenomenon indicate that reference was needed to broaden the horizon and to get information especially about fashion.
Today's Question and from this research is should we must choose media that just as a reference that can be trusted to provide accurate information about fashion.
Keywords: Fashion, Fashion Reference
16717703G1D010027Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Baik Dan Gizi Kurang Di Desa Dukuhwaluh Kecamatan Kembaran Kabupaten BanyumasLatar belakang: Balita merupakan salah satu kelompok usia rawan terhadap
masalah gizi, khususnya gizi kurang. Faktor-faktor yang mempengaruhi status
gizi antara lain tingkat pendidikan ibu, pekerjaan ibu, pendapatan keluarga,
pengetahuan ibu tentang gizi, dan penyakit infeksi. Faktor-faktor tersebut berisiko
untuk menyebabkan balita mengalami gizi kurang.
Tujuan: Mengidentifikasi faktor yang paling dominan mempengaruhi status gizi
baik dan gizi kurang pada balita di Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran,
Kabupaten Banyumas.
Metode: Jenis penelitian ini adalah analitic correlational dengan menggunakan
pendekatan cross sectional. Subjek dalam penelitian ini adalah ibu balita gizi
kurang sebesar 24 dan ibu balita gizi baik sebesar 24 yang diambil dengan teknik
quota sampling. Analisis yang digunakan yaitu univariat dengan distribusi
frekuensi, bivariat dengan Chi-square dan Fisher, dan analisis multivariat dengan
regresi logistik.
Hasil: Hasil analisis hubungan pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan,
infeksi dengan status gizi baik dan gizi kurang pada balita didapatkan nilai p
(0,077); (1.000); (0,026); (0,770); (0,489). Analisis regresi logistik menunjukkan
faktor yang paling dominan mempengaruhi status gizi baik dan gizi kurang pada
balita adalah pendapatan keluarga dengan nilai p sebesar 0,016 dan OR sebesar
5,923.
Kesimpulan: Pendapatan keluarga merupakan faktor yang paling dominan
mempengaruhi status gizi baik dan gizi kurang balita.

Kata kunci: analisis faktor, balita, status gizi.
Background: Under-five years old children is one age group have a high risk to
nutritional problems, specifically malnutrition. Factors that affect the nutritional
status include the mother’s education level, mother’s occupation, family income,
mother’s knowledge of nutrition, and infectious diseases. These factors lead to
under-five years old children at risk for malnutrition.
Objectives: To identify the dominant factor related to good nutrition status and
malnutrition of under-five years old children at Dukuhwaluh Village, Kembaran
Sub-District, Banyumas Regency.
Method: The method of this study was analytic correlation using cross sectional
approach. Twenty four mothers of malnutrition under-five years old children and
24 mothers of good-nutrition under-five years old children who were taken by
quota sampling technique. Chi square, fisher and logistic regression used to
analysis in this study.
Results: Bivariate analysis showed the mother’s education level, mother’s
occupation, family income, mother’s knowledge of nutrition, and infectious
diseases have p value (0,077); (1,000); (0,026); (0,770); (0,489) respectively.
Logistic regression analysis showed the family income have p-value (0,016) and
OR (5,923).
Conclusion: Family income was a dominant factor related to good nutrition status
and malnutrition of under-five years old children.

Key words: analysis factors, nutritional status, under-five years old children.
16727705H1D009007IDENTIFIKASI DOKUMEN PROYEK BANGUNAN GEDUNG UNTUK PENGAJUAN KLAIM KONSTRUKSIProyek konstruksi kian hari menjadi semakin kompleks dan canggih sehingga dapat menimbulkan potensi klaim. Klaim konstruksi dapat berasal dari kontraktor bangunan gedung kepada pemilik bangunan yang disebabkan oleh berbagai macam faktor penyebab klaim. Identifikasi dokumen yang penting perlu diketahui untuk mendukung proses penyelesaian klaim. Penelitian ini menggunakan metode survei, hasil survei dianalisis dan disampaikan secara deskriptif. Hasil penelitian yang disampaikan adalah fakta-fakta mengenai fenomena klaim konstruksi di Indonesia. Responden adalah narasumber yang dianggap memahami klaim konstruksi dan administrasi proyek secara utuh dan jelas. Sampel merupakan perusahaan konstruksi menengah dan keatas (grade 5, 6 dan 7) yang pernah melakukan klaim konstruksi.
Faktor penyebab klaim yang sering terjadi ialah perubahan desain, rancangan dan spesifikasi yang cacat serta curah hujan yang tinggi. Klaim yang sering terjadi ialah klaim pengajuan penambahan waktu tanpa biaya (57,14 %), klaim penambahan biaya dan waktu (43,86%). Lama waktu penyelesaian klaim yang sering terjadi yaitu 1 bulan (50%), 2 minggu (17%), 3 minggu (17%), 5 bulan (17%). Dokumen yang umum digunakan pengajuan klaim berurutan dari yang terpenting hingga tidak penting, yaitu; shop drawing (asli dan revisi-revisinya), laporan progress mingguan atau bulanan dan foto dokumentasi, jadwal milestone atau master schedule, risalah rapat koordinasi site, catatan pengawas lapangan (harian, mingguan, bulanan), hasil tes material dan atau tes peralatan, instruksi untuk kontraktor, catatan penggunaan dan pengiriman material, penagihan pembayaran berdasarkan progress pekerjaan.
THE IDENTIFICATION OF BUILDING PROJECT DOCUMENT FOR CONSTRUCTION CLAIM SUBMISSION

Dion Eko Febrianto
ABSTRACT
The more days, construction project is getting more complex and sophisticated so it can lead to the potency of claim. Construction claim can be derived from the contractor of construction building to the owner of the building due to some factors causing the claim. The identification of important documents needs to be investigated for the process of claim settlement. This study used a survey method, the result of survey is analized and reported descriptively. The result which reported is some facts of construction claim phenomenon in Indonesia. The respondent are the man who has well information about construction claim and project administration. Sample isconstruction company which the grade are the middle-class and high class.
The most frequent factors which cause claims are the design change, the defective design and specification, and the high rainfall. The most frequent claims are: the additional time submission without charge (57.14%), the claim of the cost and time increase (43.86%) . The length of the time of claim settlement are : 1 month (50%), 2 weeks (17%), 3 weeks (17 %), 5 months (17%) , and the common document used in claim submission in the sequence from the most important to the less important are : shop drawing (the original and its revision) , weekly or monthly progress report and the documentation photos, schedule of milestones or master schedule, the minutes of meeting and the coordination site, supervisor’s note (daily, weekly, and monthly), the result of material test or equipment test, instruction for contractor, the record of the usage and delivery of the material, billing payment based on working progress, the consultant’s inspection report.
16737687G1B009060STUDI DESKRIPTIF PENGETAHUAN, SIKAP, SERTA PENGGUNAAN PEWARNA DAN PENGAWET PADA PRODUKSI TAHU RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG
JURUSAN KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
PURWOKERTO
2013


INTISARI

ZAHRA TAMAMY S.
STUDI DESKRIPTIF PENGETAHUAN, SIKAP, SERTA PENGGUNAAN PEWARNA DAN PENGAWET PADA PRODUKSI TAHU RANDUDONGKAL KABUPATEN PEMALANG

Akibat kemajuan ilmu teknologi pangan dewasa ini, maka semakin banyak jenis bahan makanan yang diproduksi, dijual, dan dikonsumsi dalam bentuk yang lebih awet dan lebih praktis dibanding dengan bentuk segarnya. Salah satu masalah keamanan pangan yaitu penggunaan bahan tambahan makanan (pengawet dan pewarna). Maraknya penggunaan pewarna dan pengawet makanan yang dilarang terutama pada tahu membuat konsumen merasa khawatir terhadap aspek keamanan pangan, oleh sebab itu perlu adanya alternatif penggunaan pewarna dan pengawet pada makanan. Jenis penelitian ini adalah explanatory research dengan rancangan belah melintang (Cross Sectional). Populasi pada penelitian ini berjumlah 63 produsen sedangkan sampel yang diambil sebanyak 12 produsen. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan Stratified Random Sampling. Tahu sebanyak 12 buah diuji kandungan pewarna (methanyl yellow) dan pengawetnya (formalin) di laboratorium Kimia Organik Fakultas Sains dan Teknik Unsoed. Variabel bebas terdiri dari pengetahuan, sikap, perilaku, juga faktor kemudahan dalam mendapatkan pewarna dan pengawet serta rekan kerja antar produsen tahu sedangkan variabel terikat yaitu penggunaan pewarna dan pengawet pada tahu. Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa tidak terdapat bahan pewarna dan pengawet berbahaya pada produksi tahu Randudongkal melainkan menggunakan ekstrak kunyit. Tingkat pengetahuan, sikap, dan perilaku responden termasuk dalam kategori sedang namun faktor kemudahan dalam mendapatkan pewarna dan pengawet serta rekan kerja responden termasuk dalam kategori baik. Perlu dilakukan penelitian selanjutnya mengenai cara kombinasi perlakuan yang terbaik antar pengawet alami yang digunakan dan cara pengemasan yang baik sebagai alternatif pengawetan tahu.

Keywords: Pengunaan pewarna dan pengawet, produksi tahu
Literature : 37 (1988-2011)

DEPARTEMENT OF PUBLIC HEALTH
FACULTY OF MEDICINE AND HEALTH SCIENCES
JENDERAL SOEDIRMAN UNIVERSITY
PURWOKERTO
2013


ABSTRACT


ZAHRA TAMAMY S.
DESCRIPTIVE STUDY OF KNOWLEDGE, ATTITUDE, AND USE OF DYES AND PRODUCTION OF PRESERVATIVES IN WIT RANDUDONGKAL PEMALANG

Due to the progress of science food technology nowadays, the more kinds of food produced, sold, and consumed in the form of a more durable and more practical than the fresh form. One of the problems of food security, namely the use of food additives (preservatives and dyes). Widespread use of food dyes and preservatives are banned, especially the idea to make consumers feel concerned about food safety aspects, and therefore the need for an alternative use of dyes and preservatives in food. This research is explanatory research design divide by transverse (cross-sectional). The population consists of 63 producers, while samples taken by 12 producers. Sampling technique using the Stratified Random Sampling. To the tune of wit 12 pieces tested dye content (methanyl yellow) and preserved (formalin) in Organic Chemistry laboratory Unsoed Faculty of Science and Engineering. The independent variables consist of knowledge, attitudes, behaviors, also factor in the ease of getting dyes and preservatives, and producer and co-workers of wit, while the dependent variable the use of dyes and preservatives of wit. Laboratory test results showed that there are no harmful preservatives and dyes in the production of wit Randudongkal but using turmeric extract. Level of knowledge, attitudes, and behavior of the respondents included in the medium category, but the ease in getting the dyes and preservatives, coworkers respondents included in good categories. Need to do further research on how best treatment combination about natural preservative that is used and how good packaging as an alternative preservation of wit.

Keywords: Use of dyes and preservatives, production of wit
Literature : 37 (1988-2011)
16747713F1A009017Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Miskin di Puskesmas Bumijawa Kabupaten TegalAbstrak
Penelitian ini memfokuskan pada persepsi warga miskin mengenai pelayanan puskesmas yang pernah mereka dapatkan melalui kartu Jamkesmas. Pengetahuan dan persepsi mereka menjadi penting karena terkait baik ataukah buruknya pelayanan terhadap warga miskin di Puskesmas Bumijawa dengan berobat melalui Jamkesmas. Pemahaman tersebut dirumuskan dalam beberapa masalah, yakni bagaimana pengetahuan dan persepsi warga miskin peserta Jamkesmas terhadap pelayanan kesehatan di Bumijawa.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui persepsi warga miskin peserta Jamkesmas yang telah berobat di Puskesmas Bumijawa dengan menggunakan kartu Jamkesmasnya. Persepi peserta Jamkesmas menjadi penting guna mengetahui bagaimana pelayanan yang telah didapatkan di Puskesmas Bumijawa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan sasaran utamanya ialah masyarakat miskin peserta Jamkesmas yang telah memanfaatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Bumijawa. Jenis teknik sampel yang digunakan adalah Purposive Sampling, yakni didasarkan pada kriteria tertentu. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskripif, dengan model analisis interaktif. Adapun teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui wawancara,observasi dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukan bahwa umumnya warga miskin tidak mengetahui tentang kartu Jamkesmas yang diperolehnya. Mereka membawa kartu Jamkesmas ke Puskesmas tanpa memahami fungsi kartu tersebut. Petugas Puskesmas selalu memberikan pengarahan mengenai Jamkesmas. Persepsi masyarakat peserta Jamkesmas terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Bumijawa sudah cukup baik. Hal tersebut dapat diketahui melaui jawaban dari informan mengenai pelayanan kesehatan yang sudah diperoleh melalui Jamkesmas. Implikasi dari penelitian ini, bagi pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan agar melakukan upaya sosialisasi secara menyeluruh, sehingga masyarakat miskin dapat mengetahui fungsi kepemilikan kartu Jamkesmas.

Abstract
This research is focused on poor society’s perceptions about health service that they has got form Jamkesmas cards. Their knowledges and perceptions became important because it has connectoins a good or bad health center for poor people who used this service in Bumijawa”s health center. With that understanding, all that problem are can be focusing into one crucial prolem, that is how the knowledge and perception of poor people that participating in Jamkesmas for health service in Bumijawa.
The purpose of this study is to determine the perceptions of poor people who have been participants JAMKESMAS treatment at the Bumijawa health center using their Jamkesmas card. Perception of participants JAMKESMAS became important to determine how services have been obtained in the Health Center Bumijawa. The method used in this study is a qualitative research method with the main target is the poor JAMKESMAS participants who have utilized health services at the Bumijawa health center. The type of sampling technique that used is Purposive Sampling. That’s based from the informan who researcher determined deriberately and knownly as a participant. The method of data analysis used in this study is descriptive analysis and interactive analytical model. The data collection techniques in this study was conducted through interviews, observation and documentation.
The results showed that the poor generally do not know about the card JAMKESMAS obtained. They were brought JAMKESMAS cards to the health center without understanding the function of the card. Health Center staff always provide guidance regarding medical treatment. Public perception of JAMKESMAS participants of the health services at the Bumijawa health center is good enough. It can be seen through the answers of the informants regarding health services that have been acquired through medical treatment. The implications of this research for the government in this case the Department of Health in order to conduct a thorough socialization efforts, so that the poor can know the functions JAMKESMAS card ownership.
Key words: Public Health Services, JAMKESMAS, Perceptions of poor people.
16757710C1K009004
ANALYZE OF THE FACTORS AFFECTING THE PERCEIVED PRICE, SAFETY AND CONVENIENCE TO CUSTOMER LOYALITY USERS OF RAIL SERVICES IN ECONOMY CLASS PT. KAI DAOP V PURWOKERTO
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh harga persepsi, keselamatan serta kenyamanan pada kepuasan konsumen dan untuk menentukan pengaruh kepuasan pelanggan loyalitas pelanggan di. Penelitian dilakukan di wilayah purwokerto kota. Target total penduduk penelitian ini adalah kereta api penumpang dari tiga kelas ekonomi, seperti logawa, kutojaya utara dan serayu sebesar 59.196 orang. Metode penelitian adalah survei, dengan menggunakan teknik sampling. kenyamanan sampling Berdasarkan sampel ukuran penentuan sem analisis oleh sekaran dan bougie ( 2010 ), jadi sampel ukuran dari penelitian ini adalah 150 responden. Selanjutnya, teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah modelling equaltion struktural ( sem ) analisis. Berdasarkan hasil analisis data, hal ini dapat disimpulkan bahwa persepsi, harga keselamatan serta positif dan kenyamanan memiliki efek signifikan pada kepuasan konsumen dan kepuasan konsumen telah positif dan significan The purposes of this study were to determine the influence of price perception, safety as well as convenience on customer satisfaction and to determine the influence of customer satisfaction on customer loyalty. The research was conducted at the area of Purwokerto city. Target population of this research was total passenger train of three economic classes, such as Logawa, Kutojaya Utara and Serayu amounted to 59.196 people. The method of research was survey, with sampling technique uses convenience sampling. Based on the sample size determination of SEM analysis by Sekaran and Bougie (2010), so the sample size of this research was 150 respondents. Furthermore, the technique of data analysis that used in this study was Structural Equaltion Modelling (SEM) analysis. Based on the result of data analysis, it can be concluded that price perception, safety as well as convenience has positive and significant effect on customer satisfaction and customer satisfaction has positive and significant effect on customer loyalty of PT. KAI DAOP V Purwokerto. Based the conclusions, it can be implied that as an effort to improve their customer satisfaction, the management of PT. KAI DAOP V Purwokerto needs to make priority on price, passenger safety and their convenience policies, in addition as an efforts to increase their customer loyalty, the management of PT. KAI DAOP V Purwokerto needs to make priority on customer satisfaction policy.


16767711G1D010066HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN STROKE DI RSUD Dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGAABSTRAK


HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KECERDASAN SPIRITUAL DENGAN TINGKAT DEPRESI PADA PASIEN STROKE DI RSUD Dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

Neru Adi Putra1, Arif Setyo Upoyo2, Yuli Dwi Hartanto3

Latar belakang : Stroke dapat menyebabkan gangguan neuropsikiatrik negatif seperti depresi. Masalah tersebut sering muncul setelah serangan stroke yang disebut dengan Post Stroke Depresion (PSD). Kejadian PSD bervariasi antara 20% - 60%. Kecerdasan spiritual berpengaruh terhadap mekanisme koping. Seseorang yang memiliki spiritualitas yang tinggi lebih mampu mengatasi masalah hidup yang mengakibatkan depresi.
Tujuan : Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecerdasan spiritual dengan tingkat depresi pada pasien stroke.
Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan Desember 2013 sampai dengan Januari 2014. Populasi penelitian adalah pasien stroke di RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Teknik sampling penelitian adalah Consecutive sampling. Sampel penelitian berjumlah 60 Responden. Instrumen penelitian menggunakan kuisioner kecerdasan spiritual dan instrumen Hamilthon Rating Scale for Depresion. Analisis data menggunakan uji rank spearman
Hasil : Analisis menunjukan p = 0.000 dan koefisien korelasi (r) adalah – 0,489.
Kesimpulan : Ada hubungan yang signifikan antara tingkat kecerdasan spiritual dengan tingkat depresi pada pasien stroke.
ABSTRACT

THE CORRELATION BETWEEN SPIRITUAL QUOTIENT AND DEPRESSION POTENTIAL LEVEL OF STROKE PATIENTS IN RSUD DR. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA

Neru Adi Putra1, Arif Setyo Upoyo2, Yuli Dwi Hartanto3

Background: Stroke can cause negative psychiatric disorder such of depression. Post stroke depression ( PSD ) is a kind of depression which happened after a stroke. The possibility of PSD occurs is between 20% up to 60%. The spiritual quotient influences the coping mechanism. A person, who has high spiritual quotient, will be more capable to solve their problems in life which are sometimes caused depression.
Purpose: The aim of this research is to find out the relationship between the spiritual quotient level and a depression level on stroke patients.
Method: This research used cross sectional method. The research was conducted from December 2013 to January 2014. Population this research were stroke patients in RSUD dr. R. Goeteng Taroenadibrata Purbalingga. Sampling method research was consecutive sampling with 60 respondents. The instruments used in this research were spiritual quotient questionnaire and Hamilton Rating Scale Instrument for Depression. Non parametric rank spearman was used to analyze the data.
Results: The analysis show p = 0.000 and coefficient correlation ( r ) 0,489.
Conclusion: There is a significant correlation between spiritual quotient levels with the depression potential level of the stoke patients.
16777712C1L009051THE INFLUENCE OF COMPETENCY, ORGANIZATIONAL COMMITMENT AND PROFESSIONALISM OF INTERNAL AUDITOR IN DETECTING THE OCCURRENCE OF FRAUDTujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang signifikan secara parsial, yaitu kompetensi, komitmen organisasi dan profesionalisme auditor internal dalam mendeteksi terjadinya kecurangan dalam empat Kabupaten yaitu Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara dan Cilacap. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor internal di Kabupaten inspektorat. Sampel penelitian adalah 23 auditor internal. Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada seluruh auditor internal inspektorat.
Penelitian ini menggunakan regresi berganda dengan program SPSS untuk menguji pengaruh kompetensi, komitmen organisasi dan profesionalisme auditor internal untuk mendeteksi fraud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kompetensi, komitmen organisasi dan profesionalisme auditor internal memiliki efek positif pada kemampuan auditor untuk mendeteksi fraud.
The objectives of this study are to find out the significant influences partially, namely competency, organizational commitment and professionalism of internal auditor in detecting the occurrence of fraud in four Regencies that is Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara and Cilacap. The population in this research is the internal auditors in the inspectorate Regency. The research samples were 23 internal auditors. The data collecting was carried out by spreading questionnaires to all internal auditor in the inspectorate.
This study used multiple regression with SPSS program to examine the influence of competency, organizational commitment and professionalism of internal auditor to detect fraud. The results show that variables competency, organizational commitment and professionalism of internal auditor has a positive effect on the ability of auditor to detect fraud.
16787594G1G009019IMUNOMODULASI EKSTRAK BUAH TALOK (Muntingia calabura Linn)
TERHADAP MAKROFAG PERITONEUM TIKUS WISTAR JANTAN
YANG DIINDUKSI Actinobacillus actinomycetemcomitans
Buah Talok (Muntingia calabura Linn) merupakan tumbuhan tropis yang banyak ditemui di Indonesia. Tumbuhan ini diduga memiliki khasiat imunomodulator karena mengandung saponin dan flavonoid. Penelitian ini bertujuan mengetahui fungsi imunomodulator ekstrak buah Talok terhadap respon imun tikus Wistar jantan yang diinduksi A. actinomycetemcomitans serta dosis yang efektif dalam peningkatan aktivitas fagositosis makrofag tikus Wistar jantan yang diinduksi A. actinomycetemcomitans. Penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium. Buah Talok diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Filtrat yang diperoleh dipekatkan hingga diperoleh ekstrak kental kemudian dibuat larutan uji dengan empat variasi konsentrasi. Lima kelompok tikus Wistar jantan yang digunakan yaitu kelompok kontrol diberi aquadest, kelompok perlakuan 1 diberi ekstrak 0,01%, kelompok perlakuan 2 diberi ekstrak 0,1%, kelompok perlakuan 3 diberi ekstrak 1%, dan kelompok perlakuan 4 diberi ekstrak 10%. Data yang diperoleh dianalisis dengan one-way ANOVA dan dilanjutkan dengan Post Hoc test-Duncan dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas fagositosis makrofag terus meningkat pada konsentrasi 0,01%, 0,1%, dan 1%. Aktivitas fagositosis makrofag menurun pada konsentrasi 10% yang menunjukkan efek imunosupresan. Konsentrasi ekstrak buah Talok 1% menunjukkan aktivitas fagositosis makrofag tertinggi yang berarti sebagai imunostimulan yang optimal. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak buah Talok memiliki fungsi imunomodulator.Talok fruit (Muntingia calabura Linn) is a tropical plant commonly found in Indonesia. It is assumed to have some immunomodulatory properties because it contain saponins and flavonoids. This study intended to identify the function of immune-modulatory of the fruit extract on the immune response of the male Wistar rat induced with A. actinomycetemcomitans and to determine an effective dosage to increase the macrophage phagocytic activity of the male Wistar rat induced with A. actinomycetemcomitans. Talok fruit extracted using maceration method by dissolving them in ethanol 70%. The resulted filtrates were then condensed to produce clotted extracts. The extracts were then made into some solution made in four different concentrations. Five groups of Wistar rats were used to prove the function and the best dosage of the Talok fruit extracts. A control group was only provided with aquadest, whereas four experiment groups were given an extract of Talok fruits in the concentrations of 0,01%, 0,1%, 1%, and 10% respectively. The data collected were then analyzed using one-way ANOVA and continued with Post Hoc tes-Duncan in the reliability level of 95%. The results of the analysis show that the treatment of giving the Talok fruit extract influences the macrophage phagocytic activity of the male Wistar rat induced with A. actinomycetemcomitans. The study result showed that macrophage phagocytic activity was keep increased at concentration 0,01%, 0,1%, and 1%. Macrophage phagocytic activity was decreased at concentration 10% that showed immunosupresant effect. Extract concentration of Talok fruit 1% showed top-level of macrophage phagocytic activity that mean as optimal immunostimulatory. This is indicated that Talok fruit extract has immunomodulatory function.
16794110E1A006219CONCURSUS REALIS DALAM TINDAK PIDANA PENCURIAN
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Banyumas No.02/Pid.B/2010/PN.Bms)
Skripsi ini berjudul ” Concursus Realis dalam Tindak Pidana Pencurian (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Banyumas No.02/Pid.B/2010/PN.Bms). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur yang terbukti dalam putusan Pengadilan Negeri Banyumas No.02/Pid.B/2010/PN.Bms, dan yang menjadi dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana terhadap para terdakwa pada putusan Pengadilan Negeri Banyumas No.02/Pid.B/2010/PN.Bms.
Metode yang di gunakan dalam penelitian adalah penelitian yuridis normatif, dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini sumber data yang di gunakan adalah data sekunder berupa putusan perkara putusan Pengadilan Negeri Banyumas No.02/Pid.B/2010/PN.Bms, undang-undang-undang, dan buku literatur yang berkaitan dengan permasalahan penelitian. Data yang di peroleh disajikan secara sistematis dan terperinci, serta analisis data dilakukan secara normatiif.
Dari hasil penelitian dapat di ketahui bahwa penerapan unsur Pasal 365 ayat (2) ke-2 KUHP sebagai tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang dilakukan secara bersama-sama telah terpenuhi karena unsur-unsur dalam pasal tersebut telah terbukti, penerapan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juga telah terpenuhi.
Dasar pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan putusan pidana pada perkara No.02/Pid.B/2010/PN.Bms adalah mendasarkan pada Pasal 50 Undang-Undang No.48 Tahun 2009 yaitu berupa dasar mengadili, dasar memutus, dan dari nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat. Perbuatan para terdakwa tergolong Concursus Realis.
This minithesis has a titled "Concursus Realist in Crime Theft (Judicial Review Court Decision Against Banyumas No.02/Pid.B/2010/PN.Bms). This research has aimed to know about the consideration of : elements are evident in the decision of the District Court of Banyumas No.02/Pid.B/2010/PN.Bms, and the basis of legal reasoning of judges in sentencing verdict against the defendants on the decision of the District Court No.02/Pid.B/2010/PN.Bms Banyumas
The method this research is juridicial normative research, descriptive research’s spesification. The data source used secondary data in thr form of the decision case country court Banyumas No. 02/Pid.B/2010/PN.Bms Banyumas, the law and literature books which is related wiyh the research problem.The data that got is serving systematicallyand detail, and analysis data done normatively.
From this research, it can be conclude that is basing Article 365 paragraph (2) to-2 of the Criminal Code and Article 1 paragraph (1) Emergency Law No.12 of 1951 Junto Article 55 paragraph (1) to-1 of the Criminal Code. The judges argue based on evidence revealed in court actions of the defendants have met all the elements in Article 365 paragraph (2) to-2 of the Criminal Code and Article 1 paragraph (1) Emergency Law No.12 of 1951 Junto Article 55 paragraph (1) to-1 of the criminal code.
16807714G1G009024PERBANDINGAN AKTIVITAS SUPEROXIDE DISMUTASE GINGIVAL CREVICULAR FLUID ANTARA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II OBESITAS DENGAN PERIODONTITIS DAN TANPA PERIODONTITIS
(Studi Cross–Sectional di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto)
Diabetes melitus (DM) tipe II disebabkan oleh resistensi insulin. Obesitas
merupakan faktor risiko DM tipe II. Tingginya kadar glukosa darah dapat
menyebabkan komplikasi DM, salah satunya adalah periodontitis. Penderita DM
tipe II obesitas dengan periodontitis berkaitan dengan peningkatan radikal bebas
dan penurunan antioksidan. Superoxide dismutase (SOD) merupakan antioksidan
berperan menangkal radikal bebas yang terdapat dalam gingival crevicular fluid
(GCF). Tujuan penelitian ini adalah membandingkan aktivitas SOD GCF antara
penderita DM tipe II obesitas dengan periodontitis dan tanpa periodontitis di
RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Sampel penelitian 60 penderita
DM tipe II obesitas dibagi 2 kelompok yaitu periodontitis dan tanpa periodontitis
masing–masing 30 responden. Responden diukur indeks massa tubuh, status
periodontitis, dan GCF. Aktivitas SOD diukur dengan spektrofotometer.
Independent T–test digunakan untuk uji beda, dan uji regresi linier sederhana
digunakan untuk uji hubungan. Hasil penelitian menyatakan terdapat perbedaan
bermakna aktivitas SOD GCF antara penderita DM tipe II obesitas dengan
periodontitis dan tanpa periodontitis. Terdapat hubungan bermakna antara
aktivitas SOD GCF dengan status periodontitis penderita DM tipe II obesitas
dengan periodontitis, dan tanpa periodontitis. Penurunan aktivitas SOD GCF
menandai peningkatan status periodontitis pada penderita DM tipe II obesitas.
Aktivitas SOD GCF pada penderita DM tipe II obesitas tanpa periodontitis lebih
tinggi daripada dengan periodontitis.
Diabetes mellitus (DM) type II is caused by insulin resistance. Obesity is a risk factor of DM type II. High blood glucose level can cause DM complication, i.e. periodontitis. The DM type II obesity patient with periodontitis correlates with increased of oxidant and reduced of antioxidant. Superoxide dismutase (SOD) is a kind of antioxidant which help in preventing free radical, at gingival crevicular fluid (GCF). The aim of this study was to compare SOD activity in GCF between DM type II obesity patient with periodontitis and without periodontitis at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Study sample as many as 60 that consists of DM type II obesity patient, devided into two groups: periodontitis and without periodontitis, each group had 30 respondents. Respondent was measured of body mass index, periodontitis status, and GCF. SOD activity was measured by spectrophotometer. Independent T–test was used to difference test, and simple linear regression analysis was used to correlation test. The result showed there is a difference of SOD activity in GCF between DM type II obesity patient with periodontitis and without periodontitis significantly. There is a correlation between SOD activity in GCF with periodontitis status of DM type II obesity patient with periodontitis significantly, and without periodontitis significantly. The decrease of SOD activity in GCF marked increase periodontitis status of DM type II obesity patient. SOD activity in GCF of DM type II obesity patient without periodontitis was higher than with periodontitis.