Home
Login.
Artikelilmiahs
7834
Update
AGUS SUMBODO, S.Pi
NIM
Judul Artikel
FLUKTUASI KUALITAS AIR TAMBAK SILVOFISHERY DAN NON-SILVOFISHERY, SERTA PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PELESTARIAN HUTAN MANGROVE DI KECAMATAN CILACAP SELATAN KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tambak ikan dibedakan menjadi dua yaitu tambak silvofishery dan non-silvofishery. Penelitian bertujuan untuk mengetahui fluktuasi kualitas air tambak silvofishery dan non-silvofishery;hasil panen ikan dan pendapatan petani tambak silvofishery dan non-silvofishery; persepsi masyarakat tentangpelestarian hutan mangrove; serta hubungan antara kualitas air, hasil panen, dan persepsi masyarakat tentang pelestarian hutan mangrove di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Penelitian dilakukan di dua jenis tambak yaitu silvofishery dan non-silvofishery di kawasan tambak Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap.Hasil penelitian menunjukan bahwa fluktuasi kualitas air tambak silvofishery lebih baik dibandingtambak non-silvofishery, kisaran parameter yang meliputi salinitas, pH, DO, dan ortofosfat di dua tambak tersebut masih dalam kisaran normal untuk budidaya (8-12,5o/oo, 7-8, 3-7 mg/l, dan 0,01-0,08 mg/l), sebaliknya parameter suhu pada sore hari dan nitrat sudah melebihi kisaran normal untuk budidaya (32-35 oC dan 0,52-1,84 mg/l). Rata-rata hasil panen ikan dan pendapatan petani tambak silvofishery (70,06±1,53 g dan Rp 330.000) lebih besar dari pada tambak non-silvofishery (57,85±2,04 g dan Rp 116.000). Masyarakat mempunyai persepsi yang baik tentang pelestarian hutan mangrove. Secara umum, Persepsi masyarakat di sekitar kawasan silvofishery yang baik, mengakibatkan kualitas air tambak silvofishery baik. Hal tersebut mengakibatkan hasil panen dan pendapatanya tinggi, dan sebaliknya bagi tambak non-silvofishery.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Tambak ikan dibedakan menjadi dua yaitu tambak silvofishery dan non-silvofishery. Penelitian bertujuan untuk mengetahui fluktuasi kualitas air tambak silvofishery dan non-silvofishery;hasil panen ikan dan pendapatan petani tambak silvofishery dan non-silvofishery; persepsi masyarakat tentangpelestarian hutan mangrove; serta hubungan antara kualitas air, hasil panen, dan persepsi masyarakat tentang pelestarian hutan mangrove di Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai. Penelitian dilakukan di dua jenis tambak yaitu silvofishery dan non-silvofishery di kawasan tambak Kecamatan Cilacap Selatan Kabupaten Cilacap.Hasil penelitian menunjukan bahwa fluktuasi kualitas air tambak silvofishery lebih baik dibandingtambak non-silvofishery, kisaran parameter yang meliputi salinitas, pH, DO, dan ortofosfat di dua tambak tersebut masih dalam kisaran normal untuk budidaya (8-12,5o/oo, 7-8, 3-7 mg/l, dan 0,01-0,08 mg/l), sebaliknya parameter suhu pada sore hari dan nitrat sudah melebihi kisaran normal untuk budidaya (32-35 oC dan 0,52-1,84 mg/l). Rata-rata hasil panen ikan dan pendapatan petani tambak silvofishery (70,06±1,53 g dan Rp 330.000) lebih besar dari pada tambak non-silvofishery (57,85±2,04 g dan Rp 116.000). Masyarakat mempunyai persepsi yang baik tentang pelestarian hutan mangrove. Secara umum, Persepsi masyarakat di sekitar kawasan silvofishery yang baik, mengakibatkan kualitas air tambak silvofishery baik. Hal tersebut mengakibatkan hasil panen dan pendapatanya tinggi, dan sebaliknya bagi tambak non-silvofishery.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save