Home
Login.
Artikelilmiahs
21391
Update
HARYANTI
NIM
Judul Artikel
PENGUJIAN BEBERAPA ISOLAT JAMUR ENTOMOPATOGEN ASAL PANUSUPAN, CILONGOK, BANYUMAS UNTUK MENGENDALIKAN WERENG BATANG COKELAT (Nilaparvata lugens Stal.) PADA TANAMAN PADI
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mendapatkan isolat jamur entomopatogen serangga yang mampu menginfeksi wereng batang cokelat, 2) mengetahui kemempanan isolat jamur entomopatogen asal Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Banyumas terhadap mortalitas Nilaparvata lugens, 3) mengetahui kerapatan konidia jamur yang efektif untuk mengendalikan hama wereng batang cokelat. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan di rumah plastik di Desa Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret-Oktober 2017. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tahap eksplorasi dengan metode survei yaitu Purposive random sampling dan tahap kedua adalah uji kemempanan. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan tiga kali ulangan. Penelitian terdiri dari empat perlakuan yaitu 1) tanpa perlakuan (kontrol), 2) kepadatan spora 106 konidia/mL, 3) kepadatan spora 107 konidia/mL, 4) insektisida berbahan aktif imidakloprid. Variabel pengamatan meliputi diameter koloni, kepadatan konidia dan bobot kering miselium, mortalitas wereng batang cokelat dan waktu kematian hari setelah aplikasi (HSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat yang berasal dari Desa Panusupan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas merupakan jamur entomopatogen jenis Fusarium sp, Verticillium sp, Beauveria sp, Lagenidium sp dan Aspergillus sp. Isolat jamur entomopatogen yang ditemukan mampu membunuh wereng batang cokelat dengan mortalitas sebesar 66 % dalam waktu 3,76 HSA pada konsentrasi 107 konidia/mL, namun mortalitas pada konsentrasi 106 konidia/mL hanya sebesar 40-50% dan waktu kematian yaitu 4-5 HSA.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The research aims to: 1) obtain isolates of insect entomopathogenic fungus capable that infect brown planthopper, 2) the efficacy of entomopathogenic fungi from Panusupan Village, Cilongok District, Banyumas to Nilaparvata lugens mortality, 3) effectiveness of the density of fungus conidia for controlling brown planthopper pest. The research was carried out at the Plant Protection Laboratory of Agricultural Faculty of Universitas Jenderal Soedirman in a plastic house in the village of Pasir Kidul, West Purwokerto Subdistrict, Banyumas Regency. The study was conducted in March-October 2017. The research was conducted in two stage. The first stage is the exploration stage with the survey method that is Purposive random sampling and second stage is the test of effectiveness. The experimental design used Randomized Block Design (RBD) with three replications. The study consisted of four treatment : 1) without treatment (control), 2) spore density 106 conidia/mL,3) spore density 107conidia/mL, 4) insecticide with active ingredient imidakloprid. Observed variables included of colony diameter, conidia density and dry weight of mycelium, mortality of brown planthopper and death time day after application (DAA). The result showed that isolates from Panusupan Village, Cilongok Subditrict, Banyumas Regency were entomopathogenic fungi of Fusarium sp, Verticillium sp, Beauveria sp, Lagenidium sp and Aspergillus sp. Isolate of entomopathogenic fungi was found could kill the brown planthopper with mortality of 66 % and the death time was 3,76 DAA at concentrations of 107 conidia/mL, however mortality at concentrations of 106 conidia/mL mortality was only by 40-50% and a death time of 4-5 DAA.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save