| NIM | A1L014202 |
| Namamhs | WINDUNINGSIH SOLIHAH |
| Judul Artikel | Kajian Status Unsur Hara K dan Mg pada Lahan untuk Tanaman Jagung di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui status unsur hara Kalium (K) dan Magnesium (Mg), (2) menentukan hubungan unsur hara K dan Mg terhadap hasil tanaman jagung, dan (3) menentukan rekomendasi pemupukan pada lahan untuk tanaman jagung di Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018 secara survei di lahan untuk tanaman jagung, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Metode yang digunakan yaitu purposive random sampling dan pengambilan sampel dilakukan secara komposit pada 15 titik sampel yang ditentukan berdasarkan Peta Satuan Lahan Homogen (SLH) dengan skala 1:50.000 (semi-detail). Variabel yang diamati meliputi pH H2O, pH KCl, Daya Hantar Listrik (DHL), K-tersedia dan Mg-tersedia tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status unsur hara K di lokasi penelitian tergolong sedang (0,40 – 0,63 cmol(+)kg-1 K2O) pada SLH 1 dan tinggi (0,52 – 2,37 cmol(+)kg-1 K2O) pada SLH 2, 3 dan 4, sedangkan unsur hara Mg secara keseluruhan tergolong tinggi (7,72 – 11,85 cmol(+)kg-1 MgO). Hubungan unsur hara K dengan hasil tanaman jagung didapatkan persamaan fungsi kuadrat y = -61,053x2 + 80,825x – 20,967 dengan nilai K-tersedia optimum sebesar 0,66 cmol(+)kg-1 K2O dan hasil tanaman sebesar 5,78 ton ha-1, sedangkan hubungan unsur hara Mg dengan hasil tanaman jagung didapatkan persamaan fungsi kuadrat y = -0,1857x2 + 3,8359x - 13,782 dengan nilai Mg-tersedia optimum sebesar 10,32 cmol(+)kg-1 MgO dan hasil tanaman sebesar 6,028 ton ha-1. Rekomendasi pemupukan di lahan untuk budidaya tanaman jagung yaitu di lokasi penelitian pada kandungan K-tersedia tanah rendah dengan pemberian pupuk sebesar 23,85 kg K2O ha-1 (39,75 kg KCl ha-1). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research aims to (1) determine the fields’ nutrient status of K and Mg, (2) determine the relation between K and Mg nutrients and the amount of corn yields, and (3) determine the optimal recommended dosage of nutrient in cornfields located at Kembaran District, Banyumas Regency. The research was conducted from October 2017 until January 2018 by conducting a soil survey in the cornfields across Kembaran District, Banyumas Regency. The purposive random sampling with composite data sampling is used as this research method. There are 15 samples used for this research based on the Homogenous Land Unit (LU) created with a 1:50.000 (semi-detailed) scale. The observed variables were pH H2O, pH KCl, electrical conductivity, K-available and Mg-available level of the soil. The result showed that the nutrient status of K in the samples can be classified as medium level (0,40 – 0,63 cmol(+)kg-1 K2O) at LU 1 and high level (0,52 – 2,37 cmol(+)kg-1 K2O) at LU 2, 3 and 4. From the quadratic function of y = -61,053x2 + 80,825x – 20,967, it is known that 0,66 cmol(+)kg -1 K2O of K-available nutrients can produce 5,78 ton ha-1 of corn yield. Meanwhile, Mg nutrient is in high level at all LU (7,72 – 11,85 cmol(+)kg-1 MgO). Based on quadratic function y = -0,1857x2 + 3,8359x - 13,782, it is known that 10,32 cmol(+)kg-1 MgO of Mg-available nutrients can produce 6.028 ton ha-1 of corn yield. In general, the cornfields in Kembaran District, Banyumas Regency which regarded as the low levels of K-available nutrients in the soil are required to be fertilized with the amount of KCl dosage as much as 23,85 kg K2O ha-1 (39,75 kg KCl ha-1). |
| Kata kunci | Kalium (K), Magnesium (Mg), jagung. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Muhammad Rif'an, M.P. |
| Pembimbing 2 | Drs. Suwardi, M.Si. |
| Pembimbing 3 | Ir. Mochammad Nazarudin Budiono, M.Sc. |
| Tahun | 2018 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2018-04-06 21:27:48.854877 |
|---|