Home
Login.
Artikelilmiahs
7707
Update
SUNARKO
NIM
Judul Artikel
PENGGUNAAN ABU BATU SEBAGAI BAHAN CAMPURAN AGREGAT HALUS SUNGAI KLAWING TERHADAP KUAT TEKAN DAN SERAPAN AIR BATAKO PEJAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Bahan Bangunan selain bata merah, sekarang ini sudah mulai dikembangkan penggunaan batako sebagai alternatif bata merah sebagai bahan bangunan untuk dinding. Salah satu bahan penyusun batako yang sudah mulai dipakai adalah abu batu. Di Kabupaten Purbalingga terdapat potensi abu batu, salah satunya berada di Desa Kalikajar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga. yang oleh masyarakat setempat disebut dengan istilah abu batu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi pada campuran batako yang tepat agar menghasilkan batako yang sesuai standar . Penelitian ini bersifat eksperimental, yang dilakukan di Laboratorium Mekanika dan Bahan Bangunan Teknik Sipil Unsoed. Pada penelitian ini mempunyai variasi abu batu 75%, 50% 50%, dan 25%. dari variasi tersebut didapat hasil tekan yang tertinggi dengan variasi abu batu 25%,Benda uji dibuat dengan ukuran Panjang 34 cm, Lebar 9 cm dan Tinggi 12 cm, dengan masing-masing 8 sampel untuk tiap variasi. Evaluasi hasil eksperimen dan analisis yang dilakukan menunjukkan bahwa semakin tinggi variasi abu batu semakin rendah kuat tekan batako dan semakin rendah daya serap air pada batako. variasi yang paling baik untuk serapan airnya dengan variasi 75% abu batu 25% pasir sungai klawing mempunyai daya serap air rata-rata 13,56% dan kuat tekan yang paling baik dengan variasi 25% abu batu 75% pasir Sungai Klawing mempunyai kuat tekan rata-rata 54,45%.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Building Materials other than brick red, now it has developed the use of brick as a building material for walls. One of the building blocks ofbricks that are now being used is stone dust. In Kabupaten Purbalingga there is a potential gray stone, one of which is located in the village Kalikajar, Kaligondang districts, counties Purbalingga. By local people called the ston dust. This study aims to determine the variation in the right mix of adobe bricks to produce standards compliant. This is an experimental study, conducted in the laboratory of adobe mechanics and civil engineering contruction materials Unsoed. In this study the variation of stone dust has 75%, 50% and 25%. The variation of the results obtained with the highest compressive variation 25% gray stone, the specimen was made with a length of 34cm, 9cm wide and 12cm high, with each 8 sempel for each variation. Evaluation of experimental results and analysis conducted shows that the higher the lower the variation of gray stone and brich stronger the lower the water absorption in concret blosk. Variations are best for water uptake by 75% of variation of 25% sand stone dust clawing river has water absorption 13.56% on average and the most excellent compressive strength with a variation of 25% to 75% sand stone dust clawing river has water absorption average of 13.56% and a most excellent compressive strength ith a variation of 25%, 75% stone dust clawing river sand has an average copresive strength of 54.45%.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save