Home
Login.
Artikelilmiahs
7643
Update
MUHAMMAD DIAZ RADHITYA PUTRA H.
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS) (Studi Kasus di Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Keselamatan lalu lintas merupakan indikasi bagaimana pengguna jalan aman saat melintasi suatu jalan. Menurut data World Health Organization (WHO,2011), hampir 3500 orang per hari dan sekitar 1,3 juta orang per tahun meninggal dalam kecelakaan lalu lintas. Anak-anak, pejalan kaki, pengguna sepeda dan orang tua merupakan pengguna jalan yang rentan terhadap kecelakaan lalu lintas sedangkan berdasarkan data dari Kepolisian Republik Indonesia di tahun 2010, jumlah korban kecelakaan yang meninggal dunia mencapai 31.186 jiwa. Berdasarkan UU No.23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dinyatakan bahwa anak adalah tunas, potensi, dan generasi muda penerus cita-cita perjuangan bangsa, memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Selain itu, anak-anak merupakan sekelompok orang yang perlu perlindungan dan kesejahteraan. Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah pun memberi perhatian khusus pada anak-anak khususnya anak sekolah dengan penerapan Zona Selamat Sekolah (ZoSS). Zona selamat sekolah (ZoSS) adalah program inovatif yang dirancang untuk meningkatkan keselamatan lalu lintas yaitu dengan cara mengatur kecepatan kendaraan yang berada di sekitar sekolah.. Dari hasil analisis menunjukan pelanggaran terhadap batas kecepatan ZoSS yang terjadi di SDN 1 Bobosan memiliki rata-rata sebesar 82,75%, SD 1 Al Irsyad sebesar 53,75% dan SDN 4 Purwanegara sebesar 81,87% dan didominasi oleh kendaraan sepeda motor.Pelanggaran terhadap batas maksimum kecepatan yang terjadi di SDN 1 Bobosan memiliki rata-rata sebesar 9,25%, SD 1 Al Irsyad sebesar 5,5% dan SDN 4 Purwanegara sebesar 7,5% dan didominasi oleh kendaraan sepeda motor. Tingkat fatalitas pejalan kaki di SDN 1 Bobosan memiliki rata-rata sebesar 66%, SD 1 Al Irsyad sebesar 8,75% dan SDN 4 Purwanegara sebesar 53%. Sehingga butuh adanya perbaikan kelengkapan fasilitas ZoSS guna meningkatkan kinerja keselamatan ZoSS.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Traffic safety is an indication of how safe road users when crossing a street . According to data from the World Health Organization ( WHO , 2011) , nearly 3,500 people per day and about 1.3 million people per year die in traffic accidents . Children , pedestrians , cyclists and the elderly are the most vulnerable road users on traffic accidents while based on data from the Indonesian National Police in 2010 , the number of accident victims who died reached 31 186 inhabitants. Under Law No. 23 of 2002 on the protection of children stated that children are budding , potential , and the younger generation successor to the ideals of the nation struggles , has a strategic role and have the characteristics and special properties that ensure the continued existence of the nation and the state in the future . In addition , children are the group of people who need the protection and welfare . To achieve this goal , the government was paying special attention to children , especially school children with the application of Safe School Zone ( Zoss ) . Safe school zone ( Zoss ) is an innovative program designed to improve traffic safety by way of regulating the speed of vehicles that are around the school .. From the results of the analysis show a violation of the speed limit Zoss happened at SDN 1 Bobosan has an average of 82.75 % , SD 1 Al Ershad by 53.75 % and by 81.87 Purwanegara SDN 4 % and is dominated by motorcycles . violation of maximum speed occurs at SDN 1 Bobosan had an average of 9.25 % , SD 1 Al Ershad at 5.5 % and SDN 4 Purwanegara of 7.5 % and is dominated by motorcycles . Pedestrian fatality rates in SDN 1 Bobosan have an average of 66 % , SD 1 Al Ershad of 8.75 % and SDN 4 Purwanegara by 53 % . So the need for improvement completeness Zoss facilities to improve safety performance Zoss .
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save