Artikelilmiahs

Menampilkan 15.821-15.840 dari 49.897 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1582119135F1F012059Students’ Perception to the Activities of English Learning (A descriptive study on Students of Basic English 2 in Melody English Course, Purwokerto).Penelitian ini berjudul “Students’ Perception to the Activities of English Learning (A descriptive study on Students of Basic English 2 in Melody English Course, Purwokerto). Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk menemukan aktivitas yang disediakan oleh guru di dalam kelas Basic English 2, (b) Untuk menemukan aktivitas-aktivitas yang lebih disukai siswa di kelas Basic English 2, (c) Untuk menggambarkan persepsi siswa terhadap aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris di kelas Basic English 2.
Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Data di jelaskan menggunakan penjelasan deskriptif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuisioner. Hal tersebut bertujuan untuk mendapatkan jawaban yang berhubungan pada aktivitas-aktivitas yang disediakan oleh guru di kelas Basic English 2, aktivitas yang lebih disukai oleh siswa dan persepsi siswa pada aktivitas pembelajaran Bahasa Inggris di kelas Basic English 2.
Hasil dari penelitian ini adalah: (1) dalam proses pengajaran, karena guru berhadapan dengan pembelajar muda, guru memberikan variasi pada aktivitas untuk menghindari rasa bosan. Ada 8 aktivitas utama yang disediakan oleh guru di kelas Basic English 2. Aktivitas tersebut adalah mengerjakan soal latihan, mendengarkan dan melakukan, mendengarkan dan mengulangi, mendengarkan dan menulis, menggambar dan mewarnai kemudian membaca gambar-gambar tersebut, menebak kata, permainan dan bernyanyi, (2) semua siswa menyukai aktivitas yang meliputi menggambar dan bermain, (3) siswa-siswa merasa aktivitas di kelas Basic English 2 sebagai pengajaran Bahasa Inggris yang baik dan positif.
This research is entitled “Students’ Perception to the Activities of English Learning (A descriptive study on Students of Basic English 2 in Melody English Course, Purwokerto). The purposes of this research are: (a) To find out the activities which are provided by the teacher in the class of Basic English 2, (b) To find out the activities preferred by the students of Basic English 2, (c) To describe students’ perceptions to the activities of English learning in the class of Basic English 2.
This research used descriptive qualitative. The data were explained using descriptive explanation. The data in this research were collected through observation, interview, and questionnaire. It was aimed to get answers which were related to the activities provided by the teacher of Basic English 2 class, the activities preferred by the students, and the students’ perceptions to the activities of English learning in Basic English 2 class.
The results of this research are: (1) in the teaching process, since the teacher dealt with young learners, the teacher gave variation in the activities to avoid boredom. There were 8 main activities that are provided by the teacher in the class of Basic English 2. The activities are doing exercise, listening and doing, listening and repeating, listening and writing, drawing and coloring then reading the pictures, guessing the words, playing a game and singing a song, (2) all the students’ preferred the activities that involved drawing and playing games, (3) the students’ perceived activities in the class of Basic English 2 as good and positive English Learning.
1582219134C1C013091Analisis Faktor yang Mempengaruhi Praktik Akuntansi pada Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten KebumenPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang terbentuk pada praktik akuntansi UKM. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data primer berupa hasil kuesioner dan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada pelaku UKM di Kabupaten Kebumen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang memiliki Izin Usaha Industri (IUI) yang sekaligus terdaftar di Dinas Koperasi UMKM Sampel dari penelitian ini 78 UKM, diperoleh dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis faktor.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat 3 faktor yang terbentuk dari analisis faktor. Faktor I diberi nama Faktor Pengetahuan dan Kepribadian, terdiri dari variabel pendidikan, pelatihan akuntansi, pemberian informasi praktik akuntansi, teknologi informasi, minat, motivasi dan kepribadian. Faktor II diberi nama Faktor Kegunaan, terdiri dai variabel cost benefit dan variabel tingkat persaingan. Faktor III diberi nama Faktor Kredit, terdiri dari satu variabel saja yakni variabel kredit. Dua variabel yakni variabel ukuran perusahaan dan umur usaha dikeluarkan karena memiliki nilai MSA < 0,5.
The aim of this research is to determine the factors of accounting practicesof SMEs in Kebumen Regency. This study is a quantitative research with primary data in the form of questionnaires and interview results conducted by researchers in Kebumen Regency. The population in this research is all of SMEs that have Industrial Business License (IBL) which is also registered in Dinas Koperasi UMKM Kebumen. There are 78 of sample. Sample obtained by using purposive sampling technique. The factor analysis is used to analyze the data.
The results of this research showed there are 3 factors formed from factor analysis. Factor I is named Knowledge and Personality Factors, consisting of educational variables, accounting training, giving accounting practice information, information technology, interests, motivation and personality. Factor II is named the Factor Usefulness, consisting of the variable cost benefit and the variable level of competition. Factor III is named Credit Factor, consisting of only one variable that is credit variable.
1582319137E1A013031 CERAI GUGAT
(Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Nomor: 0813/Pdt.G/2016/PA.Btm)
ABSTRAK

Pasal 1 Undang-Undang Nomer 1 Tahun 1974, bahwa “Perkawinan ialah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.” Namun dalam prakteknya kehidupan berumah tangga di Indonesia ini banyak yang terjadi permasalahan sehingga berujung dengan perceraian, sehingga tidak mencapai pada tujuan sebuah pernikahan tersebut, seperti salah satu perkara mengenai cerai gugat yang terjadi di Pengadilan agama Batam dengan Putusan Nomor 0813/Pdt.G/2016/PA.Btm.
Pokok permasalahan yang diangkat dalam penilisan skrpsi ini mengenai bagaimana pertimbangan hukum Hakim dalam memutus perkara Nomor 0813/Pdt.G/2016/PA.Btm. Metode pendekatan yang di gunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif, teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Data yang termkumpul kemudian disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara sistematis.
Kesimpulan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam mengabulkan cerai gugat yang di ajukan oleh Penggugat dengan alasan antara suami istri terus menerus terjadi perselisihan, pertengkaran dan berpisah tempat tinggal selama 2 (dua) tahun dikarenakan suami tidak bertanggung jawab, sering pergi ke dunia malam, dan melakukan tindakan kekerasan, sehingga tidak ada harapan untuk rukun kembali dalam rumah tangga. Putusn Nomor 0813/Pdt.G/2016/PA. Btm mengabulkan gugatan Penggugat karena alasan gugatan sudah sesuai dengan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam dan dengan mengingat ketentuan Pasal 119 ayat (2) huruf (c) Kompilasi Hukum Islam, Gugatan Penggugat dapat dikabulkan dengan menjatuhkan talak satu Ba’in Sughro

Kata Kunci : Cerai Gugat
ABSTRACT


Article 1 of Law No. 1 of 1974, explain that "Marriage is the inner bond between a man and a woman as husband and wife in order to form a happy and eternal family (household) based on the One Supreme Godhead." But in practice The marriage lifes in Indonesia have a lot of problems so that it ends in divorce, so as not to achieve the purpose of a marriage, such as one of the matters concerning divorce that occurred in the Religious Court of Batam with Decision No. 0813 / Pdt.G / 2016 / PA.Btm.
The subject matter raised in this Minithesis concerns how the judge's consideration in decision cases Number 0813 / Pdt.G / 2016 / PA.Btm. The approach method used in this research is normative-juridical, data collection method is done by literature study. The collected data is then presented in the form of a narrative text organized systematically.
Concluded that the legal considerations of the judge in granting the divorce accusation filed by the Plaintiff on the grounds of the husband and wife continuous dispute, contention and separation of residence for 2 (two) years because the husband did not have a responsibility to his family, often go to the night world, and commit acts of violence, so there is no hope for refer in the household. Deciding case number 0813 / Pdt.G / 2016 / PA. Btm approves the Plaintiff's claim because the reason of the lawsuit is in accordance with Article 19 letter (f) of Government Regulation Number 9 Year 1975 jo. Article 116 letter (f) Compilation of Islamic Law and keeping in mind the provisions of Article 119 paragraph (2) letter (c) Compilation of Islamic Law, Plaintiff's accusation can be granted by dropping one talent Ba'in Sughro

Keyword: Divorce Accusation
1582419138E1A013214PELAKSANAAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG
BERHADAPAN DENGAN HUKUM (STUDI DI
POLRESTABES SEMARANG)
Anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah Bangsa dan Negara. Dengan peran anak yang penting ini, hak anak telah secara tegas dinyatakan dalam konstitusi, bahwa Negara menjamin setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Perlindungan bagi anak tidak terkecuali terhadap anak yang melakukan tindak pidana. POLRESTABES Semarang memiliki tanggung jawab dalam melayani masyarakat dengan baik, termasuk melindungi kepentingan bagi pelaku tindak pidana yang dilakukan oleh anak dibawah umur yang telah diatur pula dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Berdasarkan hal tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana pelaksanaan diversi di POLRESTABES Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis sosiologis yaitu penelitian melalui kepustakaan maupun penelitian lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan diversi yang dilakukan oleh POLRESTABES Semarang dalam tingkat penyidikan serta mengkaji faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan diversi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa POLRESTABES Semarang melakukan musyawarah antara penyidik dengan anak dan orang tua/walinya, korban dan orang tua/walinya, Pembimbing Kemasyarakatan, dan Pekerja Sosial Profesional dalam pelaksanaan diversi berdasarkan pendekatan Keadilan Restoratif (Restorative Justice). Penyidik juga memperhatikan tuntutan dari tindak pidana oleh anak, untuk dapat dilaksanakannya diversi, tuntuntan tindak pidana tersebut harus dibawah 7 (tujuh) tahun penjara. Selain itu harus diperhatikan apakah anak tersebut baru pertama kali melakukan tindak pidana atau merupakan pengulangan tindak pidana (Residivis). Yang terakhir penyidik juga memperhatikan usia dari pelaku yaitu telah berumur 12 (dua belas) tahun. Faktor penghambat pelaksanaan diversi di POLRESTABES Semarang antara lain faktor sarana prasarana, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan.

.
Children is part that cannot be separated from sustainability of human life and sustainability a nation and state.With a crucial role children, the rights of the child has expressly stated in the constitution, that the state guarantees every child is entitled to survival, growing and developed and is entitled to protection from violence and discrimination. Protection for children is no exception against children a criminal offense.Polrestabes semarang have a responsibility in serving the public well, including protecting the interest of for creative criminal acts committed in cafes by child under age that has been set up also in law number. 11 2012 of the criminal justice children.Based on it raises the question how have program diversi in polrestabes semarang.The study is done with the methods approach juridical sociological namely research through literature and field research. The purpose of this research to know how have program diversion done by polrestabes semarang in the rate investigation and study factors that block in the implementation of the diversion. The result of this research showed that polrestabes semarang do a meeting between investigators with children and of parents / his, victims and of parents / his, tutors community, and social workers professional in the implementation of the diversion based on approach justice restorative ( restorative justice ). Investigators have also noticed the expectations of a criminal act in children , to be unsettled diversion , lawsuit these crimes must down (7 ) seven years in prison .In addition to look whether the boy was first criminal or constituting repetition of crime ( residivis ) .The latter investigators have also noticed the age of an offender was 12 ( twelve ) year .The barrier the diversi in polrestabes semarang among other factors infrastructure , the community and the culture .

1582519139F1G013025GAYA BAHASA ROMANTISME PUISI-PUISI DALAM NOVEL CAHAYA CINTA PESANTREN KARYA IRA MADANPenelitian yang berjudul “Gaya Bahasa Romantisme Puisi-Puisi dalam Novel Cahaya Cinta Pesantren Karya Ira Madan”, pada dasarnya membahas dan menganalisis gaya bahasa kiasan serta romantisme yang terkandung pada puisi- puisi dalam novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan penggunaan gaya bahasa perbandingan, perumpamaan, dan hiperbola puisi-puisi dalam novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan, (2) mendeskripsikan romantisme puisi-puisi dalam novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Data yang dikumpulkan berupa puisi-puisi dalam novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah membaca sumber data, mencatat data, dan mengklasifikasikan data. Teknik analisis data yang digunakan ialah mendeskripsikan gaya bahasa, mendeskripsikan romantisme, dan membuat simpulan.

Berdasarkan analisis dan pembahasan pada penelitian tentang romantisme yang terkandung dalam puisi-puisi pada novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan dapat diperoleh data sebagai berikut, 4 bagian yang sudah diteliti terdapat total 70 kalimat, 47 data dari 70 kalimat tersebut mempunyai ciri-ciri romantisme. Data romantisme tersebut mengandung 11 majas personifikasi, 21 majas metafora, 10 majas hiperbola, 7 majas perumpamaan, 1 majas simile, 3 majas pars pro toto, dan 1 majas totem pro toto. Puisi-puisi dalam novel Cahaya Cinta Pesantren karya Ira Madan di atas menunjukkan banyaknya bahasa kiasan metafora yang digunakan dalam romantisme puisi tersebut. Terdapat 21 data majas metafora dari total 47 data yang termasuk romantisme, hal ini terbukti bahwa metafora merupakan majas yang paling banyak digunakan dalam romantisme puisi-puisi dalam novel tersebut. Tujuan pemakaian majas metafora pada puisi-puisi dalam novel tersebut yaitu menyamakan suatu hal dengan hal yang lain agar puisi yang terdapat pada novel menjadi lebih indah dan menarik, selain itu juga dapat memberikan gambaran yang jelas, lebih menarik, dan lebih hidup.
The study entitled “Figurative language and Romanticism of the Poems Contained in the Novel Cahaya Cinta Pesantren Written by Ira Madan” basically discusses and analyzes of figurative language and romanticism of the poems contained in the novel Cahaya Cinta Pesantren written by Ira Madan. The research purposes are (1) to describe the figurative language use of comparison, parable, and hyperbole of the poems contained in the novel Cahaya Cinta Pesantren written by Ira Madan, (2) to describe the romanticism of the poems contained in the novel Cahaya Cinta Pesantren written by Ira Madan. This research employs a descriptive analytical method. The collected data are in the forms of poems contained in the novel Cahaya Cinta Pesantren written by Ira Madan. The data are collected through reading, recording, and classification. Furthermore, the data are analyzed by describing the figurative language, romanticism, and conclusion.

Based on the research analysis and discussion on romanticism of the poems contained in the novel Cahaya Cinta Pesantren written by Ira Madan, it shows that among those 4 analyzed parts, there are 70 sentences which 47 of them have romanticism characteristics. Those romanticism data consist of 11 personifications, 21 metaphors, 10 hyperboles, 7 parables, 1 simile, 3 pars pro totos, and 1 totem pro toto. Some poems contained in the novel Cahaya Cinta Pesantren written by Ira Madan above show that there are many metaphorical language used in the poems’ romanticism. It proves that metaphor is a figurative language mostly used in romanticism of the poems contained in the novel Cahaya Cinta Pesantren written by Ira Madan. The use of metaphors in those poems is to equalize one thing to the others that the poems contained in the novel not only become prettier and more interesting but also provide clearer and livelier description.
1582619140E1A112061PENCEGAHAN TINDAK PIDANA NARKOTIKA DI POLRES KEBUMENMasalah penyalahgunaan narkotika ini bukan saja merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian bagi Negara Indonesia, melainkan juga bagi dunia Internasional. Peran penting pihak kepolisian dalam tugasnya memberantas kasus kejahatan terkait narkoba harus didukung oleh semua pihak. Oleh karena itu, pencegahan tindak pidana narkotika penting untuk dikaji khususnya di wilayah hukum Polres Kebumen. Aspek-aspek hukum yang dibahas dalam penulisan hukum ini adalah mengenai upaya pencegahan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Kebumen dan hambatan dalam melakukan pencegahan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Kebumen. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Mengenai aspek-aspek hukum yang dibahas tersebut, dianalisis dengan doktrin dan teori-teori yang berkaitan dengan permasalahan yang akan dibahas. Hasil penelitian yang diperoleh, pertama mengenai upaya pencegahan tindak pidana narotika di wilayah hukum Polres Kebumen yaitu melakukan upaya preventif (non penal) dan upaya represif (penal). Mengeni masalah yang kedua, hambatan dalam melakukan pencegahan tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polres Kebumen yaitu hambatannya dipengaruhi oleh factor penegak hukum, factor sarana atau fasilitas, factor masyarakat, dan factor kebudayaan.The narcotics abuse problem is not only problem that needs attention in Indonesian but also in the world. The important role of the police in its task of combating drug-related crime cases must be supported by all parties. Therefore, the prevention of narcotics crime is important to be studied especially in the law area police resourch of Kebumen. The legal aspects discussed in the writing of this law is about the prevention of narcotic criminal acts in the law area police resourch of Kebumen and the problem in conducting the prevention of narcotics crime in the law area police resourch of Kebumen. Sociological juridical is used in this research. In there by doctrine and theories relating to the issues to be discussed. The first results of this research is the efforts to prevent narcotic criminal acts in the law area police resourch of Kebumen that is doing the effort of preventive (non penal) and repressive (penal). On the second problem in conducting the prevention of narcotic crime in the law area police resourch of Kebumen that the barrier is influenced by law enforcement factors, facilities factors, community factors and cultural factors.
1582719142C1L012039THE INFLUENCES OF REPORTING CHANNEL, REWARD MODEL, AND MORAL REASONING TOWARDS WHISTLEBLOWING INTENTIONPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan jalur pelaporan, reward model, dan penalaran moral terhadap niat melakukan whistleblowing. Jalur pelaporan dalam penelitian ini terdiri dari jalur pelaporan anonim dan non-anonim. Reward model dalam penelitian ini terdiri dari adanya reward dan tidak adanya reward untuk whistleblower. Penalaran moral dalam penelitian ini terbagi menjadi dua tingkat yaitu tingkat penalaran moral yang tinggi dan rendah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimental dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah auditor junior yang bekerja untuk Akuntan Publik terdiri dari 100 orang. Data dianalisis dengan menggunakan Paired Sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jalur pelaporan, reward model, dan penalaran moral secara signifikan mempengaruhi niat individu untuk melakukan whistleblowing. Individu memiliki lebih banyak niat untuk melakukan whistleblowing jika perusahaan menyediakan jalur pelaporan anonim, dan penghargaan bagi karyawannya yang ingin melakukan whistleblowing. Studi ini juga menunjukkan bahwa individu dengan tingkat penalaran moral yang tinggi memiliki lebih banyak niat untuk melakukan whistleblowing daripada individu dengan tingkat penalaran moral yang rendah.This study aims to determine the differences of reporting channel, reward model, and moral reasoning toward intention to do whistleblowing. The reporting channels in this study consist of anonymous and non-anonymous reporting channel. Reward model in this study consists of the presence of rewards and the absence of reward for the whistleblower. Moral reasoning in this study is divided into two levels there are high and low levels of moral reasoning. The type of this research is quasi-experimental study with quantitative approach. The population of this study is junior auditor working for Public Accountant consist of 100 people. The data is analyzed by using Paired Sample t-test. The results of this research indicate that the reporting channels, reward model, and moral reasoning significantly influence the individuals’ intention to do whistleblowing. Individuals have more intention to do whistleblowing if the company provides anonymous reporting channel, and rewards for its employees who want to do whistleblowing. The study also shows that individuals with high levels of moral reasoning have more intention to do whistleblowing rather than individuals with low levels of moral reasoning.
1582819143H1H013018JUMLAH TOTAL BAKTERI PADA SALURAN PENCERNAAN GURAMI (Osphronemus gouramy) YANG DIBERI PAKAN Azolla microphylla DAN PELET DENGAN PERBANDINGAN BERBEDASecara alamiah, saluran pencernaan dihuni oleh mikroflora yang dapat menekan pertumbuhan bakteri patogen sehingga dapat melindungi inang terhadap penyakit serta merangsang fungsi kekebalan tubuh. Keberadaan mikroflora saluran pencernaan sangat diperlukan dalam kondisi yang seimbang antara mikroorganisme menguntungkan dan mikroorganisme patogen. Populasi mikroflora disaluran pencernaan dipengaruhi oleh lingkungan dan pakan. Azolla microphylla potensial digunakan untuk pakan ikan budidaya air tawar, seperti gurami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total bakteri pada saluran pencernaan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi pakan Azolla micriphylla dan pelet dengan perbandingan berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu Azolla microphylla 0% (g/g) (P1), Azolla microphylla 25% (g/g) (P2), Azolla microphylla 50% (g/g) (P3), Azolla microphylla 100% (g/g) (P4). Sampel saluran pencernaan yang diambil yaitu bagian atas, tengah dan bawah pada hari ke-15 dan hari ke-30. Metode perhitungan jumlah bakteri pada saluran pencernaan yang digunakan yaitu metode total plate count (TPC). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa jumlah total bakteri pada saluran pencernaan gurami yang diberi pakan Azolla microphylla dan pelet dengan perbandingan berbeda tidak berbeda nyata (P>0,05). Begitupula hasil uji T menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan (t Stat<t Critical) antara rata-rata jumlah total bakteri dari dua waktu pengambilan sampel.Digestive tract is inhabited by microflora that can suppress the growth of pathogenic bacteria to protect the host against disease and stimulate immune function. The presence of microflora in digestive tract is necessary in a balanced condition between beneficial microorganisms and pathogenic microorganisms. Potential Azolla microphylla is used for freshwater aquaculture fish, such as gouramy. This study aimed to determine total number of bacteria in gut of gouramy (Osphronemus gouramy) which was fed Azolla microphylla and pellets with different proportion. This study used the experimental method with 4 treatments and 3 replications. Treatments were Azolla microphylla 0% (g/g) (P1), Azolla microphylla 25% (g/g) (P2), Azolla microphylla 50% (g/g)% (P3), Azolla microphylla 100% (g/g) (P4). Intestinal sample was collected from anterior, middle, and posterior part of digestive tract at day 15th and day 30th. Number of bacteria was determined by using total plate count method. Based on the results of this study it can be seen that the total amount of bacteria in digestive tract of the fish was not significantly different (P> 0.05) among the treatments. Similarly the T test results show that there is no significant difference between the average number of total bacteria from two sampling times.
1582919144H1H013042PENGARUH PENAMBAHAN MADU PADA PAKAN TERHADAP JANTANISASI, PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus)Judul penelitian ini adalah penambahan madu pada pakan terhadap jantanisasi, pertumbuhan dan sintasan larva lobster air tawar (cherax quadricarinatus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan madu pada pakan dengan dosis berbeda terhadap jantanisasi, pertumbuhan dan kelangsungan hidup. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan. Parameter yang diamati adalah jantanisasi, pertumbuhan, kelangsungan hidup dan kualitas air. Penelitian ini dilakukan selama 60 hari. Perlakuan yang diuji adalah 0 ml/kg pakan, 100 ml/kg pakan, 200 ml/kg pakan dan 300 ml/kg pakan. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jantanisasi (P>0.05). Persentase kelamin jantan berkisar antara 45.45±8.39-55.34±35.60. Hasil penelitian pertumbuhan tidak berbeda nyata (P>0,05). Pertumbuhan berkisar antara 22.67±2.36-26.06±1.30. Hasil penelitian kelangsungan hidup non signifikan (P>0,05). Kelangsungan hidup berkisar antara 36.76±20-54.58±44. Kualitas air meliputi suhu, oksigen terlarut dan pH memberikan nilai masih dalam kondisi optimal untuk Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus).
The title of this study is the addition of honey to feed on masculinisation, growth and survival rate of freshwater lobster larvae (Cherax quadricarinatus). The purpose of this study is to determine the effect of adding honey to feed with different doses of maculinisation, growth and survival. The research method used is an experimental method based on Completely Randomized Design (RAL) with four treatments. The parameters observed were masculinisation, growth, survival rate and water quality. This study was conducted for 60 days. The treatments were 0 ml / kg of feed, 100 ml / kg of feed, 200 ml / kg of feed and 300 ml / kg of feed. The results of the study showed that the treatment did not significantly affect the masculinisation (P> 0.05). Percentage of male sex ranged from 45.45 ± 8.39-55.34 ± 35.60. The results of the growth study were not significantly different (P> 0.05). Growth ranged from 22.67 ± 2.36-26.06 ± 1.30. The results of the non-significant survival study (P> 0.05). Survival ranges from 36.76 ± 20-54.58 ± 44. Water quality includes temperature, dissolved oxygen and pH gives the value still in optimal condition for freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus).
1583019120A1L113009Pengaruh Komposisi Media Tanam dan Konsentrasi Giberelin terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat (Licopersicum esculentum Mill) dalam PotPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tomat dalam pot, 2) mengetahui pengaruh konsentrasi giberelin terhadap pertumbuhan dan hasil tomat dalam pot, 3) mengetahui kombinasi komposisi media tanam dan konsentrasi giberelin yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tomat dalam pot. Penelitian ini dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Grendeng, Purwokerto Utara, Banyumas. Tanah yang digunakan adalah inseptisol. Penelitian dimulai pada bulan Maret 2017 sampai dengan Juni 2017. Rancangan percobaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan dua faktor yaitu komposisi media tanam (M1: tanah dan pupuk kandang kotoran sapi/1:1, M2: tanah dan pupuk kandang kotoran sapi/1:2, serta M3: tanah dan pupuk kandang kotoran sapi/2:1) dan konsentrasi giberelin (G0: 0 ppm, G1: 50 ppm dan G2: 100 ppm). Penelitian ini terdiri dari 9 kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, jumlah
daun, bobot tanaman segar, bobot tanaman kering, bobot akar segar, volume akar,
jumlah bunga, jumlah bunga gugur, jumlah buah, bobot buah, dan volume buah. Data
dianalisis dengan anova diikuti oleh DMRT (5%). Hasil dari penelitian ini adalah: 1)
komposisi media tanam antara tanah dan pupuk kandang kotoran sapi dengan
erbandingan 1:2 berpengaruh lebih baik dibandingkan komposisi media tanam lainnya terhadap pertumbuhan dan hasil tomat dalam pot, 2) Volume akar pada perlakuan giberelin 50 ppm sebesar 74,566 ml, dan giberelin perlakuan 100 ppm sebesar 108,933 ml. Penurunan jumlah bunga akibat perlakuan giberelin 50 ppm sebesar 18,17% dan giberelin 100 ppm sebesar 26,99%. Penurunan jumlah buah akibat perlakuan giberelin 50 ppm sebesar 18,53% dan giberelin 100 ppm sebesar 20%. Bobot akar segar perlakuan giberelin 50 ppm sebesar 83,222 gram dan giberelin 100 ppm sebesar 126,789 gram. 3) Interaksi komposisi media tanam dan konsentrasi giberelin tidak berpengaruh terhadap semua variabel pertumbuhan dan hasil tomat dalam pot.
This research aims to study: 1) the effect of the composition of growing media on growth and yield of tomato in pot, 2) the effect of the concentration of gibberellins on growth and yield of tomato in pot, 3) determine the best combination between the composition of the growing media and the concentration of gibberellin for the growth and yield tomato in pot. The research was conducted in screen house of Faculty of agriculture, Jenderal Soedirman University, Grendeng, North Purwokerto, Banyumas. The soil used was inceptisol. This research was conducted from March 2017 until June 2017. The experimental design used was a completely randomized block design (CRBD) with two factors, the composition of the growing media (M1: soil and cow manure/1:1 M2: soil and cow manure/1:2, and M3: soil and cow manure/2:1) and the concentration of gibberellins (G0: 0 ppm, G1: 50 ppm and G2: 100 ppm). This research consisted of 9 combination treatment was repeated 3 times. Variables observed consisted of plant height, leaf number, fresh weight of plants, dry weight of plants, fresh root weight, root volume, flower
number, thenumber of dropped flowers, fruit number, weight of fruit, the volume of fruit. Data were analiyzed with anova followed by Duncan (5%). The results of this research
were: 1 The composition of planting media between soil and cow manure in the ratio
1:2 had a greater impact than the other composition of the growing media on growth
and yield of tomato in pot, 2) While the root volume 50 ppm gibberellin treatment by
74,566 ml, and 100 ppm gibberellin treatment by 108,933 ml. Gibberellin 50 ppm decreased the number of flowers by 18,17% and giberelin 100 ppm by 26,99%. Giberellin 50 ppm decreased the number of fruits by 18,53% and giberelin 100 ppm by 20%. Fresh root weight at 50 ppm giberelin treatment of 83,222 grams and giberelin 100 ppm of 126,789 grams. 3) Interaction between growing media composition and concentration of gibberellins had no effect on all variables of growth and yield of tomato in pot.
1583119145C1K013049Comparative Study between the Performances of two Islamic Indices: FTSE Bursa Malaysia EMAS Shariah (FBMS) and Indonesia Sharia Stock Index (ISSI)Skripsi ini berjudul “Studi Komparasi antara Kinerja Dua Index Syariah: FTSE Bursa Malaysia EMAS Shariah (FBMS) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kinerja FTSE Bursa Malaysia EMAS Syariah (FBMS) di Malaysia dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) di Indonesia dengan menggunakan rasio Sharpe, Treynor dan Jensen. Jenis penelitian ini adalah pengujian hipotesis dengan menggunakan teknik purposive sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh saham syariah yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Bursa Malaysia (BM). Dari proses pengambilan sampel, diperoleh dua indeks. Indeks tersebut adalah FTSE Bursa Malaysia EMAS Shariah (FBMS) dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI).
Objek penelitian ini adalah return indeks bulanan selama periode Juli 2012 hingga Juni 2012 yang berjumlah 60 data. Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui apakah ada perbedaan yang signifikan antara kinerja FBMS dan ISSI yang diukur dengan rasio Sharpe, Treynor dan Jensen. Pengujian dilakukan dengan menggunakan Uji t Dua Sampel Independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara kinerja FBMS dan ISSI yang diukur dengan rasio Sharpe, Treynor dan Jensen. Implikasi dari penelitian ini yaitu bahwa hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi investor yang berminat menginvestasikan dananya pada saham syariah di Indonesia dan Malaysia.
This thesis is titled “Comparative Study between the Performances of Two Islamic Indices: FTSE Bursa Malaysia EMAS Shariah (FBMS) and Indonesia Sharia Stock Index (ISSI)”. This study aims to analyze the differences in the performance of FTSE Bursa Malaysia EMAS Shariah (FBMS) in Malaysia and Indonesia Sharia Stock Index (ISSI) in Indonesia by using Sharpe, Treynor and Jensen ratio. This type of research is hypothesis testing by using purposive sampling technique. Population in this study is all sharia indeces listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) and Bursa Malaysia (BM). From the sampling process obtained two indices. These indices are FTSE Bursa Malaysia EMAS Syariah (FBMS) and Indonesia Sharia Stock Index (ISSI).
Objects of this study are monthly index returns during the period of July 2012 to June 2012 which amounted to 60 data. Hypothesis testing is intended to determine whether there are significant differences between the performance of FBMS and ISSI on the measurement of Sharpe, Treynor and Jensen ratio. Test was conducted by using Two Independent Samples t-test. Results showed that there is no significant difference between the performance of FBMS and ISSI on the Sharpe, Treynor and Jensen Alpha ratio. Implication of this study is that the results of this study can be used as a reference for investors who are interested in investing funds in sharia stocks in Indonesia and Malaysia.
1583219146A1L013009PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN ZAT PENGATUR
TUMBUH (ZPT) TERHADAP JUMLAH KLOROFIL KEDELAI
(Glycine max (L.) Merril) VARIETAS ANJASMORO
DAN KORELASINYA DENGAN HASIL
Kebutuhan kedelai saat ini belum dapat terpenuhi dari produksi kedelai dalam negeri karena produktivitasnya yang rendah. Aplikasi pupuk hayati dan zat pengatur tumbuh (ZPT) diharapkan dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan produksi kedelai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pengaruh pupuk hayati dan ZPT terhadap jumlah klorofil dan hasil tanaman kedelai, (2) dosis pupuk hayati dan ZPT yang tepat untuk meningkatkan jumlah klorofil dan hasil tanaman kedelai dan (3) keeratan hubungan antara jumlah klorofil dengan hasil tanaman kedelai yang dibudidayakan dengan teknik Superbodi. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Universitas Jenderal Soedirman, Kelurahan Grendeng, Kecamatan Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas pada bulan Agustus 2016 sampai November 2016. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Petak Terbagi yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama sebagai main plot yaitu pupuk hayati dan faktor kedua sebagai subplot yaitu ZPT. Pupuk hayati terdiri dari 3 taraf, yaitu: P0= kontrol, P1= 0,5 liter/ha, P2= 1 liter/ha, sedangkan ZPT terdiri dari 3 taraf, yaitu: A0= kontrol, A1= 0,2 ml/ha, A2= 0,4 ml/ha. Kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 unit percobaan. Variabel penelitian yang diamati yaitu jumlah klorofil, jumlah stomata, biomassa, indeks panen dan bobot biji tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk hayati dan ZPT berpengaruh terhadap jumlah klorofil, biomassa, indeks panen dan bobot biji, namun tidak berpengaruh terhadap jumlah stomata. Sedangkan korelasi antara jumlah klorofil dan komponen hasil kedelai diketahui bahwa jumlah klorofil memiliki hubungan yang searah dengan biomassa dan bobot biji, namun berlawanan arah dengan indeks panen.The soybean’s necessary at this time can not fulfill yet from local soybeans production. Application of biofertilizer and plant growth regulator expected to incerase soybean productivity. This research aimed to knows (1) the effects of biofertilizer and plant growth regulator used to the chlorophyll concentrations and the yields of soybean plants, (2) the appropriate dosage of biofertilizer and plant growth regulator to chlorophlyll concentrations and yields of soybean plants, and (3) the correlation between chlorophyll contentrations and yield of soybean plants, which cultivated with a Superbodi techniques. This research was conducted in the experimental yield of Jenderal Soedirman University, Grendeng village, North Purwokerto, Banyumas regency, since August 2016 until November 2016. This research used a Split Plot Experimental Design which divided 2 factors. The first factor is biofertilizer as a main plot and the second factor is plant growth as a sub plot. Biofertilizer composed of 3 levels, these are: 𝑃0= control, 𝑃1= 0,5 liter/ha, 𝑃2= 1 liter/ha, while the plant growth composed of 3 levels, these are: 𝐴0= control, 𝐴1= 0,2 ml/ha, 𝐴2= 0,4 ml/ha. The sum treatment as many as 9 combinations and tried 3 times, so there are have 27 experimental units. Research variables which observed are chlorophyll contentrations, stomatal concentrations, biomass, harvest indeks and seeds weight. Result of the research shown that biofertilizer and plant growth affected to the chlorophyll concentartions, biomass, harvest indeks and seeds weight, but unaffected to stomatal concentrations. While the correlation between chlorophyll concentrations and yield components of soybean plants known that chlorophyll concentration had a same direction correlate with the biomass and seeds weight. But had an opposite direction correlate with harvest indeks.
1583319148E1A113071Tanggung Jawab Perusahaan Pembiayaan Mandiri Tunas Finance Sebagai Pelaku Usaha Dalam Hal Terjadinya Pengambilan Sepihak Atas Kendaraan Yang Menjadi Objek Perjanjian Pembiayaan Konsumen Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Kajian Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 01/BPSK-PBG/Put-Arbitrase/VII/2016)Pembiayaan konsumen banyak diminati oleh masyarakat di Indonesia, khususnya dalam hal pembiayaan kendaraan bermotor. Namun dalam kegiatan pembiayaan tersebut sering terjadi permasalahan antara perusahaan pembiayaan dengan konsumen. Penelitian hukum ini berjudul “ Tanggung Jawab Perusahaan Pembiayaan Mandiri Tunas Finance Sebagai Pelaku Usaha Dalam Hal Terjadinya Pengambilan Sepihak Atas Kendaraan Yang Menjadi Objek Perjanjian Pembiayaan Konsumen Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Kajian Yuridis Terhadap Putusan Nomor : 01/BPSK-PBG/Put-Arbitrase/VII/2016) “. Adapun tujuan penulisan hukum ini yaitu untuk mengetahui pertimbangan Majelis Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen dalam menangani sengketa konsumen terkait dengan pengambilan sepihak atas kendaraan yang menjadi objek perjanjian pembiayaan konsumen.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah preskriptif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengumpulan data sekunder yaitu diperoleh melalui inventarisasi terhadap peraturan perundang-undangan, literatur dan dokumen yang terkait dengan permasalahan yang diteliti.
Hasil penelitian dapat diketahui dari pertimbangan Majelis Hakim BPSK dan analisis Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Pelindungan Konsumen dikaitkan dengan Putusan Nomor : 01/BPSK-PBG/Put-Arbitrase/VII/2016 yaitu menghukum termohon untuk menyerahkan 1 unit mobil yang menjadi pokok sengketa dan menyatakan hukumnya bahwa termohon adalah pelaku usaha yang tidak beritikad baik.
Consumer financing is in great demand by people in Indonesia, especially in term of motor vehicles financing. However, in such financing activities there is often a problem between finance companies and consumers. The legal research entitled “ The Responsibility of Financing Company Mandiri Tunas Finance As Business Actor In The Framework of Unilateral Takeover of Motor Vehicles Become Object of Consumer Financing Based on Law Number 8 Year 1999 Regarding Consumer Protection ( Judicial Review of Decision Number 01/BPSK-PBG/Put-Arbitration/VII/2016 ) “. The purpose of writing of this law is to know the consideration of Consumer Consultative Assembly in handling consumer disputes related to unilateral takeover of vehicles that become the object of consumer financing ageement.
This research uses normative judicial approach method. The spesifications used in this study are prescriptive. Methods of data collection are done by collecting secondary data obtained through inventory of legislation, literature and documents relating to the problem under study.
The result of the research can be known from the consideration of BPSK Judges and analysis of Law Number 8 Year 1999 regarding Consumer Protection related to Decision Number 01/BPSK-PBG/Put-Arbitration/VII/2016 which punish respondent submit 1 unit of car which become main dispute and states that the applicant is a business actor who is not in good faith.
1583419149F1F013002Representation of Experiences through Transitivity and Tense Selection in the Song Lyrics of Twenty One Pilots’ Blurryface Album (A Stylistic Study).Penelitian yang berjudul “Representasi Pengalaman Melalui Transitivitas and Pemilihan Tensis pada Lirik Lagu Album Blurryface oleh Twenty One Pilots” ini bertujuan untuk (1) menggambarkan tipe proses transitivitas dan tensis kata kerja yang diterapkan dalam lirik lagu dari album Blurryface oleh Twenty One Pilots. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menganalisis data berupa lirik lagu dari album Blurryface oleh Twenty One Pilots. Data di peroleh dari mendengarkan lirik dan memastikannya melalui pangkalan data lirik online.

Penelitian ini menggunakan teori transitivitas Halliday (1985) dan tensis kata kerja Frank (1972) untuk menjawab rumusan masalah. Penelitian ini menerapkan pendekatan Systemic Functional Grammar untuk menganalisa representasi pengalaman melalui proses transitivitas yang diterapkan pada data. Transitivitas dapat menunjukkan perwujudan pengalaman pada suatu klausa seperti pengalaman bertindak, berpikir, berwujud, bertutur kata, berperilaku, berada, dan berkejadian.

Hasil penelitian meliputi 7 dari total 7 proses ditemukan pada data yang diteliti yaitu material, mental, relational, verbal, behavioural, existential, dan meteorological. Proses material, yang menunjukan pengalaman bertindak, adalah proses yang mendominasi. Dapat disimpulkan lagu pada album berfokus pada tindakan konkrit. Kedua, tensis present adalah tensis yang paling dominan di terapkan pada data penelitian. Dapat disimpulkan konten lagu digambarkan tengah terjadi di masa kini, atau digambarkan sebagai kebenaran umum oleh penulis lagu.
This research entitled “Representation of Experiences Through Transitivity and Tense Selection in The Song Lyrics of Twenty One Pilots’ Blurryface Album (A Stylistic Study)” aims to: (1) describe the type of transitivity process and tense selection applied in the song lyrics of in Twenty One Pilots’ Blurryface album, (2) To define the most dominant transitivity processes and tense selection applied in the song lyrics of Twenty One Pilots’ Blurryface album. I use descriptive qualitative method in analyzing the data of the research which are song lyrics from Twenty One Pilots’ Blurryface album. The data are retrieved from listening to the lyrics and confirm them using the data in online lyric database.
This research applies Halliday (1985) transitivity process and Frank (1972) verb tense to answer the research questions. This research uses Systemic Functional Grammar approach to analyze the representation of experience through transitivity process applied in the data. Transitivity can reveal the experience embodied in a clause such as experience of doing, thinking, being, saying, behaving, existing, and happening.
The result of the research is there are 7 out of total 7 processes found in the data of the research which are material, mental, relational, verbal, behavioural, existential, and meteorological. Material process, that is a process showing an experience of doing, is the most dominant process. It means the songs are focuses on concrete actions. Second, the most dominant verb tense applied in the data of the research is present tense. It means the experiences in the songs are conveyed to be or are happening in present time, or presented as general truth by the songwriter.
1583519151C1F015058ANALISIS PENGARUH FRAUD DIAMOND DALAM MENDETEKSI KECURANGAN LAPORAN KEUANGANPenelitian ini berjudul “Analisis Pengaruh Fraud Diamond Dalam Mendeteksi Kecurangan Laporan Keuangan”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk mencari hubungan dari pengaruh financial stability, external pressure, ineffective monitoring, pergantian auditor eksternal, dan pergantian direksi dalam mendeteksi kecurangan dalam laporan keuangan.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan sampel laporan keuangan dari 20 BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2013-2015. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari laporan keuangan yang diperoleh dari situs resmi Bursa Efek Indonesia dengan periode laporan 2013-2015. Metode pengambilan sampel menggunakan prosedur purpossive sampling.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel financial stability, external pressure, ineffective monitoring, pergantian auditor eksternal, dan pergantian direksi tidak berpengaruh dalam mendeteksi kecurangan dalam laporan keuangan, yang diproksikan dengan menggunakan F-Score baik secara parsial maupun simultan.
Implikasi hasil penelitian ini berguna sebagai upaya pencegahan oleh pengawas internal perusahaan serta dapat digunakan pada saat penyusunan perencanaan audit. kedua proses tersebut dapat dilakukan dengan memperhatikan faktor-faktor yang mungkin dapat memicu terjadinya fraud. Faktor-faktor yang menjadi peluang sebagai pemicu terjadinya fraud adalah perbandingan jumlah dewan komisaris independen agar sesuai dengan aturan, frekuensi pergantian auditor eksternal, dan direksi. Selain itu juga, dapat melihat dari faktor kepemilikkan saham oleh pihak manajerial dan rasio return on asset (ROA) perusahaan.
The research entitled "Analysis of Fraud Diamond Influence In Detecting Financial Report Fraud". The purpose of this research is to find the relation of influence of financial stability, external pressure, ineffective monitoring, change of external auditor, and change of director in detecting fraud in financial report.
This research was conducted by using sample of financial statements from 20 state-owned enterprise that listed on Indonesia Stock Exchange (BEI) during the period 2013-2015. This research uses quantitative approach. The data used in this study is secondary data from financial statements obtained from the official website of the Indonesia Stock Exchange with the report period 2013-2015. Sampling method using purposive sampling procedure.
Based on the results of the study indicated that the variables of financial stability, external pressure, ineffective monitoring, replacement of external auditors, and the change of directors have no effect in detecting fraud in the financial statements, proxied by using F-Score either partially or simultaneously.
The implication of this research result is useful as prevention effort by company internal supervisor and can be used when preparing audit plan. Both processes can be done by taking into account the factors that may trigger the occurrence of fraud. Factors that become an opportunity as a trigger for fraud are the ratio of the number of independent board of commissioners to comply with the rules, the frequency of replacement of the external auditor, and the board of directors. In addition, it can be seen from the factor of ownership shares by the managerial and return on asset (ROA) of the company.
1583619190B1J012035PENGARUH PENYAKIT KUDIS DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN BEBERAPA KULTIVAR
UBI JALAR (Ipomoea batatas L.)
Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman umbi-umbian dan tergolong tanaman berumur pendek yang berpotensi sebagai sumber pangan alternatif (non beras). Di Indonesia, 89% produksi ubi jalar digunakan sebagai bahan pangan dengan tingkat konsumsi 7,9 kg/kapita/tahun, sedangkan sisanya dimanfaatkan sebagai bahan baku industri dan pakan ternak. Namun dalam peningkatan produksinya mengalami beberapa kendala, salah satunya adalah serangan jamur Sphaceloma batatas Saw. penyebab penyakit kudis daun. Intensitas serangan penyakit yang tinggi akan mempengaruhi pertumbuhan dan ketahanan tanaman.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penyakit kudis daun terhadap pertumbuhan beberapa kultivar ubi jalar (Ipomoea batatas L.) serta mengetahui kultivar ubi jalar yang tahan terhadap penyakit kudis daun. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Variabel yang digunakan adalah variabel bebas dan tergantung. Variabel bebas adalah kultivar ubi jalar sedangkan variabel tergantungnya adalah pertumbuhan tanaman. Parameter utama yang diamati adalah jumlah daun, bobot basah tanaman, bobot kering tanaman dan kandungan klorofil. Parameter pendukungnya adalah intensitas penyakit, suhu dan kelembaban. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan ANNOVA pada tingkat kesalahan 5% dan dilanjutkan dengan uji BNT dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa inokulasi penyakit kudis daun berpengaruh terhadap beberapa parameter pertumbuhan kultivar tanaman ubi jalar (Ipomoea batatas L.). Parameter pertumbuhan I. batatas L. yang dipengaruhi oleh inokulasi patogen Sphaceloma batatas Saw. penyebab penyakit kudis daun adalah jumlah daun, bobot basah, bobot kering, kandungan klorofil serta intensitas penyakit. Kultivar tanaman ubi jalar yang paling tahan terhadap penyakit kudis daun adalah Beta.
The sweet potato (Ipomoea batatas L.) is a plant tubers and relatively short-lived plants that has potential as an alternative food source (non-rice). In Indonesia, 89% of sweet potato production is used as food by the level of consumption of 7.9 kgcapita/year, while the rest are used as raw materials and animal feed industries. However, the increase in production is having some problems encountered, one of which is a fungal attack Sphaceloma batatas Saw. causes scurvy leaves. High intensity of the disease will affect the growth and survival of plants.
The purpose of this research to determine the effect of scurvy leaf against the growth of several cultivars of sweet potato (Ipomoea batatas L.) and know the sweet potato cultivars that are resistant to leaf scab disease. The research was carried out experimentally with a randomized block design (RAK). The independent variables measured were the sweet potato cultivars while the dependent variable is the growth of plants. The main parameters measured were the number of leaves, plant fresh weight, dry weight of the plant and chlorophyll content. Supporters parameter is the intensity of the disease, temperature and humidity. Data were analyzed using ANNOVA with the error rate of 5% or 1%, if there are significant results followed by BNT test with a confidence level of 95%. Based on research that has been conducted, showed that the leaf scab disease inoculation effect on some growth parameters cultivars of sweet potato (Ipomoea batatas L.). I. batatas L. growth parameters that are affected by the pathogen inoculation Sphaceloma batatas Saw. cause leaf scab disease is the number of leaves, wet weight, dry weight, chlorophyll content and the intensity of the disease. Sweet potato cultivars are most resistant to leaf scab disease is Beta.
1583719152E1A011041PENENTUAN TENGGANG WAKTU MENGGUGAT
TERHADAP KEPUTUSAN NEGATIF FIKTIF
DALAM PERADILAN TATA USAHA NEGARA
(Studi Putusan Nomor: 211/G/2013/PTUN-SBY)

Peradilan Tata Usaha Negara adalah salah satu lingkungan Peradilan di Indonesia yang berwenang mengadili atau menangani sengketa Tata Usaha Negara. Obyek sengketa Tata Usaha Negara dapat berupa suatu Keputusan menurut Pasal 1 Angka 9 Undang-Undang No. 51 Tahun 2009 maupun Keputusan menurut Pasal 3 Undang-Undang No. 5 Tahun 1986. Obyek yang menjadi sengketa itu diajukan untuk dinyatakan batal atau tidak sah dengan diputus oleh hakim. Cara menentukan jangka waktu terpenuhinya keputusan menurut Pasal 3 Undang-Undang No. 5 Tahun 1986 dibedakan dengan dua cara, penggunaan Pasal 3 ayat (2) apabila terdapat aturan dasar yang mengatur bahwa Badan atau Pejabat harus mengeluarkan suatu keputusan, sedangkan apabila tidak ada aturan dasarnya, maka yang berlaku adalah Pasal 3 ayat (3) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 yaitu jangka waktu 4 bulan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara harus mengelurkan suatu keputusan yang dimohonkan kepadanya.
Penulis pada penelitian di dalam skripsi ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analitis secara deskriptif dengan menggunakan data yang bersumber dari data sekunder. Metode pengumpulan data dengan menggunakan studi kepustakaan dan disajikan dalam deskriptif secara sistematis, logis, dan rasional dengan analisi data secara kualitatif.
Putusan yang penulis teliti ini objek sengketanya yaitu Keputusan penolakan (Negatif Fiktif) Bupati atas permohonan mengenai penetapan Kepala Desa terpilih. Namun Majelis Hakim berpendapat bahwa gugatan Penggugat adalah prematur dan menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima
Administrative Courts is one of the environmental justice in Indonesia, which has authority to hear or deal with the State Administration dispute. Object State Administration dispute may be a decree in accordance with Article 1 Point 9 of Regulation No. 51 of 2009 and Decree pursuant to Article 3 of Regulation No. 5 of 1986. The object of the dispute is proposed to be declared void or invalid by the decision made by the judge. How to determine the period of fulfillment of the decision pursuant to Article 3 of Law No. 5 of 1986 is distinguished in two ways, the use of Article 3 (2) if there are basic rules governing that body or official shall issue a decision, whereas if there is no ground rules, then it will apply Article 3, paragraph (3) of the Act No. 5 of 1986, namely a period of 4 months Agency or official State Administration must issue the decision being applied to him.Authors on the study in this paper suggest that an approach using legislation and descriptive analytical approach by using data from secondary data. Data were collected by using literature study and presented in descriptive in a systematic, logical, and rational analysis of qualitative data.I researched this verdict object of dispute is the refusal Decision (Negative fictitious) Regent on the request concerning the establishment of elected village chief. But the judges found Plaintiff's claim is premature and that the lawsuit plaintiffs can not be accepted.
1583819153B1J013072KADAR MALONDIALDEHID TIKUS PUTIH YANG DIBERI
EKSTRAK Chlorella vulgaris DAN DIINDUKSI
KARBON TETRAKLORIDA
Karbon tetraklorida (CCl4) merupakan salah satu sumber radikal bebas eksogen yang metabolismenya menghasilkan radikal bebas triklorometil (CCl3-). Radikal bebas akan menyebabkan terjadinya stres oksidatif yang dapat menginduksi terjadinya peroksidasi lipid. Pemberian ekstrak C. vulgaris diharapkan dapat melindungi hepar tikus dari kerusakan akibat stres oksidatif oleh radikal bebas CCl3- dilihat dari kadar MDA yang terukur. Chlorella vulgaris memiliki kandungan antioksidan yang tinggi meliputi flavonoid, fenolik, klorofil, vitamin C, vitamin E dan karotenoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak C. vulgaris terhadap kadar MDA tikus putih yang diinduksi CCl4 dan mendapatkan dosis ekstrak C. vulgaris yang paling efektif dalam menurunkan kadar MDA. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan. Dosis yang digunakan yaitu 3 mg, 4 mg dan 5 mg, diberikan secara oral selama 30 hari. Parameter yang diamati adalah kadar MDA. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan tingkat signifikansi 95% dan uji lanjut Tuckey (HSD). Pemberian ekstrak C. vulgaris secara statistik didapatkan perbedaan yang signifikan rata-rata kadar MDA antar perlakuan (p < 0.05). Disimpulkan bahwa ekstrak C. vulgaris dapat menurunkan kadar MDA yang diinduksi CCl4 dan dosis yang paling efektif menurunkan kadar MDA adalah 3 mg/100 g BB. Hal tersebut dilihat dari hasil uji lanjut Tuckey yang menunjukkan perbedaan signifikan terhadap kontrol negatif (p <0,05).


Carbon tetrachloride (CCl4) is one of the exogenous free radical’s source that include in hepatotoxic agent and its metabolism produce threecholoromethyl free radicals (CCl3-). Free radicals will cause an oxidative stress that can induce lipid peroxidation. The treatments of giving C. vulgaris extract is expected to protect liver’s rat from the damage because of oxidative stress by free radicals (CCl3-) that can showed by measured level of MDA. Chlorella vulgaris contains high antioxidant such as flavonoids, phenolic, chlorophyl, vitamin C, vitamin E, and carotenoids. The aims of this research were to know the effect of C. vulgaris extract toward MDA’s level of white rat which induced by CCl4 and to know the most effective dose of C. vulgaris that can decrease MDA’s level. This research used experimental method with Completely Randomized Design (RAL) that consist of 6 treatments and repeated for 4 times. The dosage used i.e. 3 mg, 4 mg and 5 mg, given orally for 30 days. The parameter observe was MDA’s level. Data analysis was carried out by ANOVA (Analysis of Variance) with significance level of 95% and Tuckey Test (HSD). The treatments of C. vulgaris extract, statistically got a significant difference with rate of MDA’s level of each treatment (p < 0.05). The conclusion were C. vulgaris extract can decrease MDA’s level of white rat which induced by CCl4 and the most effective dose that can decrease MDA’s level was 3 mg/100 g BW. It can be seen on the result of Tuckey’s analysis that the all threatment significant toward negative control (p<0.05).


1583919154B1J010022Struktur Komunitas Mikroalga Epilitik Di Sungai Pelus Kabupaten BanyumasSungai Pelus merupakan salah satu sungai yang terletak di Kabupaten Banyumas, Sungai Pelus digunakan oleh manusia sebagai pemenuhan kebutuhan sehari-hari baik di bidang pertanian, rumah tangga dan industri. Limbah yang dihasilkan akan memasuki perairan Sungai Pelus, sehingga bisa mempengaruhi kualitas perairan, termasuk organisme fisik, kimia dan air. Mikroalga epilitik berpotensi menjadi indikator ekologis karena sensitif atau toleran terhadap pencemaran air. Komunitas periphyton dikatakan memiliki keragaman spesies yang tinggi, jika masyarakatnya disusun oleh banyak spesies dengan kelimpahan masing-masing jenisnya yang sama atau hampir sama. Sebaliknya, jika masyarakat hanya terdiri dari sedikit spesies dan sedikit spesies dominan, keragaman spesiesnya rendah. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan sebanyak 13 jenis mikroalga epilitik. Kelimpahan rata-rata mikroalga epilitik adalah 4,110-9,059. Kebanyakan kelimpahan mikroalga di stasiun III, 9059 ind.l -1, kelimpahan kelimpahan spesies yang paling sering ditemukan adalah Navicula Radiosa 7,68 ind.cm 2 (17.68%), nilai indeks keanekaragaman (H ') Shannon-Wiener mulai dari 1 , 3-2,0, yang termasuk dalam kategori sedang keanekaragaman (1 <H '<3). Nilai indeks dominasi Simpson (C) 0,1-0,3, tidak ada spesies dominan (0 <C≤0,5). Berdasarkan indeks keragaman Shannon-Wiener (H ') Sungai tercemar Pelus termasuk dalam kategori sedang (H = 1,0-2,0).River Pelus is one of the rivers located in Banyumas Regency Pelus River is used by humans as the fulfillment of daily needs both in the field of agriculture, household and industry. The resulting waste will enter the waters of the Pelus River, so it can affect the quality of the waters, including the physical, chemical and aquatic organisms. Epilithic microalgae can potentially be an ecological indicator because it is sensitive or tolerant to water pollution. A periphyton community is said to have a high diversity of species, if the community is composed by many species with abundance of each type of the same or almost the same. Conversely, if the community is composed of very few species and few dominant species, the species diversity is low. Based on the results of the study found as many as 13 species of epilithic microalgae. The average abundance of epilithic microalgae is 4,110-9,059. Most microalgae abundance in the station III, 9059 ind.l -1, abundance abundance of species most commonly found are Navicula Radiosa 7.68 ind.cm 2 (17.68%), the value of diversity index (H ') Shannon-Wiener ranging from 1 , from 3 to 2.0, which is included in the category of diversity medium (1 <H '<3). Simpson dominance index value (C) 0,1-0,3, there is no dominant species (0 <C≤0,5). Based on the Shannon-Wiener diversity index (H ') River polluted Pelus included in the category of medium (H = 1.0-2.0).
1584019198E1A013136Penyelesaian Sengketa KTUN Fiktif Positif Bedasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2015 (Studi Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Positif Pada Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Nomor 6/P/FP/2016/PTUN-JKTSejak lahirnya Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Adminstrasi Pemerintahan mempunyai suatu rezim baru yang mengatur tentang Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Positif pada Pasal 53. Hal tersebut menjadi perbincangan karena suatu perlawanan pengertian (a contrario) dari rezim Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Negatif yang diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Peratun. Peratun mempunyai kewenangan dalam memutus sengketa Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Positif diatur sidang beracaranya dalam Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2015. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penyelesaian sengketa Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Positif bedasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2015, menganalisis sikap diam Pejabat Tata Usaha Negara dikaterogikan dalam Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Positif bedasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2015 serta untuk menganalisis Pertimbangan Hukum Hakim dalam memutus sengketa Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Positif.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normative dengan pendekatan Peraturan Perundang-Undangan dan analisis. Data yang digunakan adalah data primer berupa putusan pengadilan dan data sekunder yang berupa Peraturan Perundang-Undangan, buku-buku literatur dan situs-situs internet.
Kesimpulan yang ditarik dari penelitian ini yaitu Penyelesaian Sengketa Keputusan Tata Usaha Negara Fiktif Positif bedasarkan Peraturan Mahkamah Agung Nomor 5 Tahun 2015, Pejabat dan/atau Badan Tata Usaha Negara wajib memperhatikan ketentuan dalam Pasal 53 Undang-Undang Adminsitrasi Pemerintahan serta Pejabat/Badan Tata Usaha Negara dalam melakukan tindakan wajib melihat dari Peraturan Perundang-Undangan dalam substansi, prosedur maupun kewenangan dan Asas-asas Umum Pemerintahan yang Baik.
Since an inception of Act number 30 of 2014 about Government Administrative has new regime that arrange Judgment Administrative Law Positive Fictitious in article 53. It becomes debate because a contrario from regime Judgment Administrative Law Negative Fictitious that regulated in article 3 Regulation Administrative Law Act. Administrative court has authority in decide a dispute of judgment administrative law positive fictitious is arranged trial lawyers in regulation of supreme court number 5 year 2015. The purpose of this thesis is find out the completion of dispute judgment administrative law positive fictitious based on regulation of supreme court of Indonesia number 5 year 2015, analyzing silence of State Administration Officer categorized in judgment administrative law positive fictitious based on regulation of supreme court of Indonesia number 5 year 2015 and analyzing judge legal consideration in decide dispute judgment administrative law positive fictitious.
Approach method that used is approach method juridical normative with legislation approach and analysis. Data that is used is primary data in the form of court ruling and secondary data is legislation, literary works, and internet sources.
In conclusion of this thesis is the completion of dispute judgment administrative law positive fictitious based on regulation of supreme court of Indonesia number 5 year 2015, State Administration Officer must regard provision in 53 Government Administrative Act and State Administration Officer in order to act must observe from legislation in substance, procedur, authority and Government General Principles.