Artikelilmiahs

Menampilkan 15.781-15.800 dari 49.893 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1578119090B1J013084AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK TUBUH BUAH JAMUR
PAHA AYAM (Coprinus comatus) DENGAN
PELARUT BERBEDA
Coprinus comatus atau dengan nama lokal adalah jamur chiken stick stick yang mencakup jamur edible dan medicinal. Jamur ini mengandung senyawa bioaktif yang memiliki beberapa efek farmakologis, seperti antibakteri, antikanker, imunomodulator, antiinflamasi, pencegahan diabetes dan antioksidan. Senyawa bioaktif termasuk dalam tubuh buah C. comatus dapat diperoleh dengan cara ekstraksi pelarut yang digunakan. Pelarut yang berbeda akan menghasilkan aktivitas antioksidan yang berbeda. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah jamur C. comatus berpotensi sebagai penghasil antioksidan dan untuk mengetahui pelarut mana yang menghasilkan aktivitas antioksidan terbaik dari ekstrak tubuh buah C. comatus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan dua perlakuan yaitu pelarut n-heksana dan etanol 70%. Tubuh buah C. comatus diekstraksi dengan metode maserasi, kemudian ekstrak kental diperoleh dengan uji fitokimia dan uji aktivitas antioksidan dengan metode DPPH (1,1-diphenyl-2-picrihidazil). Hasil yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan uji t untuk sampel independen. Variabel bebas perbedaan pelarut dan variabel terikat aktivitas antioksidan yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil rata-rata ekstrak etanol 70% lebih tinggi dari n-heksan (p <0,05) masing-masing 61,33% ± 9,21 dan 14,8% ± 0,87. Uji etanol ekstrak fenol total 70% lebih tinggi dari n-heksana (p <0,05), masing-masing dengan rata-rata 325,19 ppm ± 50,01 dan 110,08 ppm ± 34,67. Hasil uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH ekstrak etanol 70% dan n-heksan memiliki nilai IC50 2484,61 μg / ml dan 3860,89 μg / ml. Keduanya menunjukkan adanya aktivitas antioksidan dalam kategori lemah. Hasil uji fitokimia untuk uji flavonoid menunjukkan hasil positif dengan intensitas warna yang kuat (++) untuk kedua sampel ekstrak, uji terpenoid menunjukkan hasil positif pada kedua sampel namun menunjukkan intensitas warna lemah (+) pada ekstrak etanol 70% sedangkan n-heksana menunjukkan intensitas Kuat. Warna (++), uji tanin menunjukkan hasil negatif (-) pada kedua sampelCoprinus comatus or with local name is drum stick chiken mushroom that includes edible and medicinal mushroom. This mushroom contains bioactive compounds that have several pharmacological effects, like as antibacterial, anticancer, immunomodulator, anti-inflammatory, prevent diabetes and antioxidant. bioactive compounds includes in fruit body C. comatus can be obtained by extraction used solvent. Different solvent will produce different antioxidant activity The objective of this study was to determine whether the C. comatus fungus was potential as an antioxidant producer and to know which solvent produced the best antioxidant activity from the extract of the fruit body of C. comatus. The method used in this research is experimental with two treatments ie n-hexane and ethanol 70% solvent. Fruit body of C. comatus is extracted by maceration method, then the viscous extract obtained by phytochemical test and antioxidant activity test using DPPH method (1,1-diphenyl-2-picrihidazil). The results obtained are then analyzed using t-test for independent samples. Independent variables of solvent difference and the dependent variable of antioxidant activity produced. The results showed that the average yield of ethanol extract 70% higher than n-heksan (p<0,05) were each 61.33% ± 9,21 and 14.8% ± 0,87. The test of total phenol extract ethanol was 70% higher than n-hexane (p<0,05), each with an average of 325,19 ppm ± 50,01 and 110,08 ppm ± 34,67. The result of antioxidant activity test using DPPH method of ethanol extract 70% and n-heksan has IC50 value 2484,61μg/ml and 3860,89 μg/ml. Both show the presence of antioxidant activity in the weak category. Phytochemical test results for flavonoid test showed positive result with strong color intensity (++) for both samples extract, terpenoid test showed positive result in both samples but showed weak color intensity (+) on ethanol extract 70% while n-hexane showed intensity Strong color (++), the tannin test showed negative results (-) in both samples.
1578219092H1H013017IDENTIFIKASI MOLEKULER, PREVALENSI DAN INTENSITAS PARASIT NEMATODA PADA SALURAN PENCERNAAN IKAN GURAMI (Osphronemus goramy) DARI KABUPATEN BANYUMASNematoda parasitik merupakan salah satu parasit yang sering ditemukan menginfeksi ikan. Salah satu ikan yang terinfeksi nematoda parasit adalah gurami (Osphronemus goramy). Beberapa dekade terakhir, identifikasi dengan pendekatan molekuler telah banyak dilakukan untuk mengetahui sampai tingkat spesies. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nematoda parasit secara molekuler serta nilai prevalensi dan intensitas pada saluran saluran pencernaan gurami. Objek penelitian ini adalah saluran pencernaan gurami yang diperoleh dari Pasar Wage dan Petani ikan Kabupaten Banyumas. Nematoda parasit ditemukan menginfeksi saluran pencernaan gurami. Nematoda parasit yang ditemukan kemudian diidentifikasi secara molekuler dengan menggunakan sekuen gen nSSU dan dihitung nilai prevalensi dan intensitas. Berdasarkan analisis BLAST sekuen gen nSSU nematoda parasit saluran pencernaan menunjukkan identity 97% dengan gen yang sama dari jenis Camallanus. Namun, menurut hasil analisis filogenetik, nematoda parasit saluran pencernaaan memiliki kekerabatan yang dekat dengan jenis Procamallanus. Prevalensi nematoda parasit pada saluran pencernaan gurami memiliki nilai dengan kisaran 8,33% sampai 66,6% sedangkan intensitasnya memiliki nilai dengan kisaran 1-2,75 (1-6) parasit/individu.Parasitic nematode is one of the most common parasites found to infect fish. One of the fish infected with a parasitic nematode is gouramy (Osphronemus goramy). The last few decades, identification with molecular approach have been done to know to the species level of animal. This research aimed to determine spesies of nematode molecularly and the prevalence and intensity in the digestive tract of the fish. The object of this research is gouramy digestive tract obtained from Wage Market and fish farmer in Banyumas Regency. A nematode was found to infect digestive tract of the fish. The parasitic nematode was identified using molecular identification based on the nSSU gene squence and the value of prevalence and intensity was determined. Based on BLAST analysis result 97% of identity with the same gene of Camallanus. However, according to phylogenetic analysis result the sample is closed related with Procamallanus. Prevalence of the parasitic nematode has values ranging from 8,33% to 66,6% whereas intensity has values in the range of 1-2.75 (1-6) parasites/individuals.
1578319060H1H013009PENGARUH EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum Linn.) TERHADAP PREVALENSI DAN INTENSITAS Trichodina sp. PADA BENIH IKAN NILA (Oreochromis niloticus)Daun kemangi (Ocimum sanctum Linn.) memiliki kandungan kimia seperti, flavonoid, saponin, tanin, dan minyak astiri yang memiliki aktivitas antiparasit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun kemangi terhadap prevalensi dan intensitas Trichodina sp. serta kelulushidupan pada benih ikan nila. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan 4 perlakuan yaitu, kontrol, dosis ekstrak 15 mL/L, 20 mL/L dan 25 mL/L. Sampel mukus dari bagian kanan permukaan tubuh dan insang diambil setelah 4 jam perendaman dengan ekstrak dan setelah 6 hari pemeliharaan untuk memeriksa prevalensi dan intensitas parasit. Tingkat kelulushidupan ikan diamati setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perlakuan yang mempengaruhi prevalensi di permukaan tubuh dan intensitas protozoa di insang. Namun, ekstrak daun kemangi menunjukkan terjadi penurunan prevalensi Trichodina sp. pada insang dan intensitas pada permukaan tubuh. Dosis 20 mL/L adalah pengobatan yang paling tepat. Tidak ada pengaruh ekstrak terhadap kelulushidupan ikanBasil leaves (Ocimum sanctum Linn.) has chemicals such as, flavonoids, saponins, tannins, and olive oil, which have antiparasitic activity. The aim of this research was to determine the effect the of basil leaf extract on prevalence and intensity of Trichodina sp. and survival rate of tilapia fry. This research used experimental method with 4 treatments, these were control, extract dose 15 mL/L, 20 mL/L and 25 mL/L. Mucus sample from right side of body surface and gill was taken after 4 hour of immersion with extract and after 6 days of rearing a for examination of parasite prevalence and intensity. Survival rate of the fish was observed daily. The results showed that no treatment influenced prevalence on body surface and intensity of the protozoa on gill. However, it was showed that the extract decreased prevalence of Trichodina sp. on gills and intensity on body surface. Dose 20 mL/L was the most appropriate treatment. There was no influence of the extract to survival rate of the fish.
1578419091G1B013042POLA SEBARAN DAN PERBEDAAN KLASIFIKASI
AKSESIBILITAS RUMAH SAKIT DI KABUPATEN BANYUMAS
DENGAN APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI TAHUN
2016
Berdasarkan UU/RI/NO/44/2009 tentang rumah sakit menyatakan bahwa dalam penyelenggaraan Rumah Sakit, perlu adanya hasil kajian yang didasarkan studi menggunakan prinsip pemerataan, efisiensi, efektifitas, serta demografi. Melalui Analisis Spasial dapat diketahu pola sebaran dan penilaian aksesibilitas rumah sakit untuk mendukung pemerintah dalam membangun infrastruktur kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pola sebaran dan klasifikasi aksesibilitas rumah sakit yang tinjau dari jenis dan kelas rumah sakit. Output penelitian berupa peta tematik yang diharapkan dapat berguna dalam memetakan dan merencanakan pembangunan kesehatan kedepannya. Penelitian berjenis kuantitatif dengan analisis spasial menggunakan metode analisis tetangga dekat dan Accessibility / Remoteness Index of Australia (ARIA). Subjek penelitian adalah seluruh Rumah Sakit di Kabupaten Banyumas yang terdaftar di Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2016. Analisis statistik uji beda digunakan untuk mengetahui perbedaan aksesibilitas dengan jenis dan kelas Rumah Sakit. Hasil Penelitian menunjukan bahwa pola sebaran Rumah Sakit di Kabupaten Banyumas berpola mengelompok dan aksesibilitas tergolong kategori aksesibel. Tidak terdapat perbedaan terhadap aksesibilitas pada jenis dan kelas rumah sakit.

Kesimpulan : Pola sebaran rumah sakit mengelompok dan aksesibilitas rumah sakit secara statistik belum efektif.

Based in UU/RI/NO/44/2009 about Hospital, said that in organizing hospital, there needs to be a study based on using the principle of equity, efficiency, effectiveness, and demography. Through spatial analysis can be known the pattern of distribution and assessment of accessibility of hospitals to support the government in building health infrastructure. The purpose of this research is to know the pattern of distribution and classification of hospital accessibility which review from type and class of the hospital. The research output is a thematic map that is expected to be useful in mapping and planning health development in the future. Quantitative research with spatial analysis using nearest neighbour analysis method and Accessibility / Remoteness Index of Australia (ARIA). Research subjects were all hospitals in Banyumas Regency registered at the Ministry of Health of the Republic of Indonesia in 2016. Statistical analysis of difference was used to determine the difference of accessibility with type and class of hospital. The result of the research shows that the distribution pattern of Hospital in Banyumas Regency is patterned in cluster and accessibility is accessible category. There is no difference in accessibility to hospital type and class.

Conclusion :The distribution pattern of the hospitals is clustered and hospital accessibility is not statistically effective
1578519103C1C013066Pengaruh Literasi Keuangan, Penggunaan Informasi Akuntansi dan Orientasi Wirausaha terhadap Kinerja Usaha Kecil Menengah di Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh literasi keuangan,
penggunaan informasi akuntansi dan orientasi wirausaha terhadap kinerja usaha
kecil menengah di Kabupaten Banyumas.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 94 usaha kecil menengah yang berada
di Kabupaten Banyumas. Sampel diambil dengan teknik disproportionate random
sampling yang dibagi berdasarkan jenis usaha yaitu sebanyak 32 usaha dagang, 31
usaha manufaktur dan 31 usaha jasa. Pengumpulan data pada penelitian ini
menggunakan survei kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan
menggunakan analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan, penggunaan
informasi akuntansi dan orientasi wirausaha berpengaruh positif terhadap kinerja
usaha kecil menengah di Kabupaten Banyumas.
Implikasi dari kesimpulan diatas yaitu untuk meningkatkan kinerja usaha kecil
menengah sebaiknya memperhatikan faktor-faktor yang dapat meningkatkan
kinerja yaitu literasi keuangan, penggunaan informasi akuntansi dan orientasi
wirausaha. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan
memerlukan peran aktif dari pemerintah yang salah satunya dapat dilakukan dengan
mensukseskan program gerakan nasional literasi keuangan. Penggunaan informasi
dapat ditingkatkan dengan pelaksanaan pelatihan akuntansi serta penerapan
pencatatan keuangan sederhana. Serta orientasi wirausaha dapat dilakukan dengan
meningkatkan keberanian dalam mengambil resiko, memanfaatkan peluang dan
proaktif.
The purpose of this study was to know the influence of financial literacy, the use
of accounting information and entrepreneurial orientation on the performance of
small and medium enterprises in Banyumas Regency
The sample in this research was 94 small and medium enterprises located in
Banyumas Regency. Samples were taken by disproportionate random sampling
technique which categorized by business type, consist of 32 trading business, 31
manufacturing business and 31 service business. Data collection in this study using
questionnaire survey. The data collected were processed by using multiple linear
regression analysis.
The results of this study indicate that financial literacy, the use of accounting
information and entrepreneurial orientation have a positive effect on the
performance of small and medium enterprises in Banyumas Regency.
The implications of the above conclusions are to improve the performance of
small and medium enterprises should consider the factors that can improve the
performance of financial literacy, the use of accounting information and
entrepreneurial orientation. Efforts that can be made to improve financial literacy
require an active role from the government, one of which can be done with the
success of the national financial literacy movement program. The use of
information can be enhanced by the implementation of accounting training as well
as the application of simple financial records. And entrepreneurial orientation can
be done by increasing the courage in taking risks, take advantage of opportunities
and proactive.
1578619093G1H013020HUBUNGAN PHBS DAN KEBIASAAN JAJAN DENGAN KEJADIAN KECACINGAN ANAK SEKOLAH DASAR 1 BANJARSARI KULON PURWOKERTOLatar Belakang : Kecacingan pada anak sekolah merupakan masalah PHBS yang belum dapat diatasi yang disebabkan oleh parasit nematoda, infeksi kecacingan pada anak Sekolah Dasar dapat disebabkan oleh kurangnya kebersihan pribadi dan kebiasaan jajan yang tidak aman. Kecacingan pada anak sekolah dapat menyebabkan defisiensi zat gizi yang dapat menggangu pertumbuhan anak sekolah.
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan pengetahuan, perilaku PHBS, dan kebiasaan jajan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar 1 Banjarsari Kulon Kecamatan Sumbang
Metode : Desain penelitian menggunakan menggunakan crosssectional dengan 31 responden dipilih melalui purposive sampling pada anak kelas IV SD 1 Banjarsari Kulon. Pengetahuan, Perilaku PHBS, dan Kebiasaan jajan responden diukur melalui kuisioner. Kejadian kecacingan diperoleh dengan pemeriksan tinja menggunakan metode apung.
Hasil : Kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar 1 Banjarsari Kulon sebanyak 67,7%, jenis parasit nematoda yang ditemukan pada feses responden antara lain Ascaris Lumbricoides, Taenia sp, Schistoma sp, Trichuris trihura, dan Hymenolepys nana (cacing pita). .Ada hubungan antara kebiasaan jajan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dengan p value 0,030 (p < 0,05 ). Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan perilaku PHBS dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar dengan p value 1,000 (p < 0,05 ).
Kesimpulan : Kebiasaan jajan berhubungan dengan kejadian kecacingan pada anak Sekolah Dasar 1 Banjarsari Kulon
Background : Helminth infection among elementary school student occurred by poorly personal hygiene and habit of eating snack unsafe. Helminth infection among elementary school student can causing nutrition deficiency to interfere with the growth a students of an elementary school.
Objective : Knowing relationship between knowledge, behavior of PHBS, and snack habits with incidence of helmith infection among student in 1 Banjarsari Kulon Elementary School.
Methods : The research design using crossectional with 31 respondents chosen by purposive sampling in fourth grade students in 1 Banjarsari Kulon Elemenary School. Knowledge, Behavior PHBS, and Snack Habits respondents was measured by questionnaire. The incidents of helminth infection in obtained by feses examination using floating method.
Results: The incidents of helminth infection among students in 1 Banjarsari Kulon Elementary School was 67.7%, the type of nematode parasite found in respondents feses was Ascaris Lumbricoides, Taenia sp, Schistoma sp, Trichuris trihura, dan Hymenolepys nana. There is related between snack habits with incidents of helminth infection among students in 1 Banjarsari Kulon Elementary School with p value 0.030 (p < 0.05 ). There unrelated between knowledge and behavior PHBS with incidents of helminth infection among students in 1 Banjarsari Kulon Elementary School with p value 1.000 (p > 0.05 ).
Conclusion : Snack habits related with incidents of helmiths infection among students in 1 Banjarsari Kulon Elemntary School.
1578719094H1A013032FOTODEGRADASI ALKYL BENZENE SULFONATE (ABS) DAN LINIER ALKYL BENZENE SULFONATE (LAS) PADA LIMBAH LAUNDRY MENGGUNAKAN FOTOKATALIS TiO2 DOPAN Cu DENGAN BANTUAN LAMPU TUNGSTENPerkembangan industri laundry di Indonesia semakin meningkat. Hal ini memberikan dampak negatif terhadap lingkungan akibat limbah yang dihasilkan. Limbah laundry yang dihasilkan berupa cairan deterjen yang mengandung surfaktan. Linear Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) dan Alkyl Benzene Sulfonate (ABS) adalah surfaktan anionik yang merupakan senyawa aktif deterjen. Penggunaan ABS dan LAS dalam jumlah berlebih pada deterjen dapat menyebabkan kerusakan ekosistem perairan. Oleh karena itu perlu adanya upaya untuk meminimalisasi kadar ABS dan LAS pada lingkungan perairan. Salah satu metode yang dapat digunakan yaitu dengan fotodegradasi menggunakan fotokatalis. TiO2 merupakan material semikonduktor yang sering digunakan sebagai fotokatalis. Dalam penelitian ini TiO2 yang digunakan dimodifikasi dengan logam Cu. Proses fotodegradasi ABS dan LAS akan dilakukan dibawah sinar lampu tungsten sebagai sumber foton. Analisis kadar ABS dan LAS dilakukan dengan metode Spektrofotometri UV/Vis secara Methylene Blue Active Substance (MBAS). Parameter pada penelitian ini meliputi variasi perbandingan rasio mol, waktu kontak dan pH. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbandingan rasio mol optimum untuk ABS dan LAS adalah TiO2-Cu (98:2). Sedangkan persen penurunan terbesar ABS dan LAS selama waktu optimum adalah 6 jam pada pH 2 sebesar 84,17% dan 91,03 %.

The development of laundry industry growing rapidly in Indonesia.. This is causes negative impact towards the environment. Laundry waste produced the liquid form detergent containing surfactant. Linear Alkyl Benzene Sulfonate (LAS) and Alkyl Benzene Sulfonate (ABS) are anionic surfactants which are an active compounds in detergent. ABS and LAS in large amount causes damage to aquatic ecosystems. Therefore it is necessary method to reduce the levels of ABS and LAS in the aquatic environment. One of method that can be used is photodegradation using photocatalyst. TiO2 is semiconductor material that used as photocatalyst. In this study TiO2 will be modified with copper metal (Cu). The photodegradation process of ABS and LAS using TiO2-Cu will be performed under tungsten lamp as photon source. Analysis of ABS and LAS levels was performed by Methylene Blue Active Substance (MBAS) using Spectrophotometry. Parameters in this experiment are comparing variations of mole ratio, determining the optimum time, and the effect of variations pH. Result showed that the comparison of mole ratio TiO2-Cu for ABS and LAS is 98:2. Percentage of the degradation ABS and LAS for optimum time contact of 6 hours at pH 2 are 84.17% and 91.03%
1578819095E1A013175KAJIAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 7 UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan Nomor : 02/BPSK-PBG/Put-Arbitrase/III/2017)ABSTRAK
KAJIAN YURIDIS TERHADAP PENERAPAN PASAL 7 UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
(Studi Putusan Nomor : 02/BPSK-PBG/Put-Arbitrase/III/2017)

Oleh :
Shinta Dian Pakarti
E1A013175

Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2009 tentang Lembaga Pembiayaan, dalam Pasal 1 angka (1) menyebutkan pengertian Lembaga Pembiayaan adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana/barang modal. Lembaga pembiayaan terdiri dari Perusahaan pembiayaan, perusahaan modal ventura dan perusahaan pembiayaan infrastruktur. Salah satu kegiatan perusahaan pembiayaan menurut Pasal 3 yaitu pembiayaan konsumen. Pasal 1 angka (7) menyebutkan Pembiayaan Konsumen (Consumer Finance) adalah kegiatan pembiayaan untuk pengadaan barang berdasarkan kebutuhan konsumen dengan sistem pembayaran secara angsuran. Dalam pelaksanaan kegiatan pembiayaan konsumen sering kali terjadi perselisihan,perselisihan ini termasuk sengketa konsumen,yang dapat diselesaikan melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) yang merupakan lembaga penyelesaian nonlitigasi (tidak melalui pengadilan).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertimbangan hukum majelis BPSK Kabupaten Purbalingga dalam menyelesaikan sengketa konsumen antara Nasiyem dan PT.Summit Otto Finance cabang Banjarnegara. Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan yuridis normatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa peraturan perundang-undangan, literatur, dokumen serta arsip resmi, yaitu dengan menginventarisasikan data-data tersebut kemudian disajikan dalam uraian sitematis.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam Putusan Nomor : 02/BPSK-PBG/Put-Arbitrase/III/2017 dapat diketahui bahwa penerapan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999, secara keseluruhan sudah tepat dan adil bagi kedua pihak. Hakim menyatakan bahwa Pelaku usaha telah melanggar Pasal 7 huruf (a) UUPK yaitu tidak ada itikad baik dalam menjalankan kegiatan usahanya, Termohon tidak berhak menahan BPKB atas nama Sdr.Saryo dan berkewajiban menyerahkan BPKB tersebut kepada Pemohon, serta Pemohon menyertakan bukti-bukti yang disyaratakan Termohon.
Kata Kunci : Konsumen, BPSK, Pertimbangan Hukum

ABSTRACT
THE YURIDICAL STUDY ON IMPLEMENTATION OF ARTICLE 7 LAW NUMBER 8 OF 1999 CONCERNING CONSUMER PROTECTION
(Study of Decision Number: 02 / BPSK-PBG / Put-Arbitrase / III / 2017)

By:
Shinta Dian Pakarti
E1A013175

Presidential Regulation No. 9/2009 concerning Financing Institutions, in Article 1 number (1) mentions the definition of a Financing Institution as a business entity engaged in financing activities in the form of provision of funds / capital goods. Financing institutions consist of finance companies, venture capital firms and infrastructure finance companies. One of the activities of finance companies according to Article 3 is consumer financing. Article 1 point (7) mentions Consumer Finance (Consumer Finance) is a financing activity for procurement of goods based on consumer needs with installment payment system. In the implementation of consumer financing activities there are often disputes, these disputes include consumer disputes, which can be resolved through the Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK) which is a non-litigation settlement institution (not through the courts).
The purpose of this research is to know the legal considerations of BPSK assembly of Purbalingga Regency in settling consumer dispute between Nasiyem and PT.Summit Otto Finance branch Banjarnegara. The approach method used is the normative juridical approach. The data used are secondary data in the form of legislation, literature, official documents and archives, namely by inventory data then presented in the systematic description.
Based on the results of research and discussion in Decision Number 02 / BPSK-PBG / Put-Arbitrase / III / 2017 it can be seen that the application of Article 7 of Law Number 8 Year 1999, as a whole is appropriate and fair for both parties. The judge stated that the business actor has violated Article 7 letter (a) UUPK that is not in good faith in carrying out its business activities, the Respondent has no right to hold BPKB on behalf of Saryono and obliged to submit the BPKB to the Applicant, and the Applicant shall include the required evidence Respondent.

Keywords: Consumer, BPSK, Legal Considerations

1578919096H1A013058EKSTRAKSI ZAT WARNA BUNGA KECOMBRANG
(Etlingera elatior) DAN APLIKASINYA SEBAGAI INDIKATOR BIOSENSOR GLUKOSA
Pengembangan biosensor glukosa merupakan salah satu strategi penting pada deteksi dini penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak bunga kecombrang (Etlingera elatior) sebagai indikator biosensor glukosa. Bunga kecombrang diekstrak menggunakan pelarut akuades dan pelarut campuran etanol:HCl. Ekstrak diuji potensinya sebagai indikator biosensor glukosa menggunakan hidrogen peroksida dan perubahan warnanya diamat dengan spektrofotometer. Karakterisasi zat warna ekstrak bunga kecombrang meliputi stabilitas terhadap pH, oksidator-reduktor, suhu, dan penyimpanan. Hasil karakterisasi zat warna pada pelarut etanol:HCl diperoleh ekstrak berwarna merah muda, dan pada pelarut akuades ekstrak berwarna merah muda pudar. Hasil karakterisasi ekstrak etanol stabil pada pH asam, penambahan reduktor, pemanasan dan penyimpanan, sedangkan ekstrak akuades kurang stabil terhadap pemanasan, penambahan oksidator dan penyimpanan. Hasil pengujian ekstrak bunga kecombrang pelarut akuades dan etanol:HCl untuk indikator deteksi glukosa menunjukkan korelasi yang positif antara perubahan warna dan peningkatan konsentrasi glukosa. Ekstrak bunga kecombrang pada pelarut akuades memiliki sensitifitas yang tinggi (y = -0,0005x + 0,4724 dengan nilai R2 = 0,9965) dan rentang pengukuran sempit (0-100 mM), sedangkan pada ekstrak bunga kecombrang pelarut etanol:HCl memiliki sensitifitas yang lebih rendah (y = -0,00009x + 0,3302 dengan nilai R2 = 0,9737) dan rentang pengukuran yang lebih luas (0-500 mM) dibandingkan dengan ekstrak bunga kecombrang pada pelarut akuades.Development of glucose biosensor is one of the important strategies for early detection of diabetes mellitus disease. This study was aimed to determine the potential of flower extract kecombrang (Etlingera elatior) as an indicator of glucose biosensor. Flowers were extracted using aquadest solvent and mixed solvents of ethanol: HCl. The extract was tested its potential as an indicator of glucose biosensor using hydrogen peroxide and its color change was observed by a spectrophotometer. Characterization of kecombrang flower extract studied including stability to pH, oxidizing and reducing, temperature, and storage. The result showed the ethanol:HCl extract was pink color, and the water extract was light pink. The results of the characterization of kecombrang ethanol extract showed a more stable in low pH (acid) and reduction addition, heating treatment and storage. In another side, the water extract was showed a low stability on heating treatment, oxidizing addition, and storage. The results of the kecombrang flower water extract and ethanol:HCl extract for glucose detection showed a positive correlation between color change and glucose concentration. The water extract showed higher sensitivity (y = -0.0005x + 0.4724, R2 = 0.9965) with a narrow linear range (0-100 mM), while ethanol solvent: HCl extract showed a lower sensitivity (y = -0.00009x + 0.3302, R2 = 0.9737) and a wider linear range (0-500 mM).
1579019104E1A013004PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN ATAS PELAKU USAHA YANG MEMPERDAGANGKAN BARANG TIDAK MENGIKUTI KETENTUAN BERPRODUKSI SECARA HALAL SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN PENGADILAN NEGERI BANDUNG NOMOR 706/Pid/B/2015/PN BdgPelaku usaha yang memperdagangkan dan/atau memperdagangkan daging sapi dan bakso yang dicampur dengan daging babi hutan (celeng) telah melanggar ketentuan yang diatur di dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Pelaku usaha tidak memiliki itikad baik dalam melakukan produksi dan memperdagangkan kepada konsumen. Dalam memperdagangkan daging sapi dan bakso yang telah dicampur dengan daging babi hutan (celeng), pelaku usaha memberikan informasi kepada konsumen bahwa yang diperdagangkan adalah daging sapi dan bakso yang terbuat dari daging sapi. Pelaku usaha menjual daging sapi dan bakso dengan harga yang lebih murah daripada harga yang ada dipasaran guna menarik minat konsumen. Adapun tujuan dari pelaku usaha mencampur daging sapi dengan daging babi hutan (celeng) adalah untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Perbuatan yang dilakukan oleh pelaku usaha telah merugikan konsumen karena telah memproduksi dan memperdagangkan barang yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan tidak sesuai dengan ketentuan berproduksi secara halal. Berdasarkan hal ini penulis tertarik untuk meniliti lebih lanjut tentang Putusan Pengadilan Negeri Bandung Nomor 706/Pid/B/2015/PN Bdg.
Metode pendekatan yang digunakan adalah metode pendekatan yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan analisis. Data yang digunakan adalah data sekunder yang berupa peraturan perundang-undangan, buku literatur, dan situs-situs internet. Analisis data yang digunakan dalam permasalahan ini menggunakan analisis deskriptif, dimana menjelaskan uraian-uraian fakta hukum kemudian dikaitkan dengan hasil penelitian yang ada.
Pertimbangan Majelis Hukum terhadap putusan Pengadilan Negeri Nomor 706/Pid/B/2015/PN Bdg adalah putusan yang sudah tepat karena dalam Undang-Undang No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen mengatur mengenai ketentuan memproduksi dan/atau memperdagangkan barang tidak sesuai dengan ketentuan halal.
Business actors who traded and / or traded beef and meatballs mixed with wild boar (boar) violated the provisions set forth in Law Number 8 Year 1999 regarding Consumer Protection. Business actors do not have good faith in doing production and trading to consumers. In trading beef and meatballs mixed with wild boar (boar), business actors provide information to consumers that traded beef and meatballs made from beef. Business actors sell beef and meatballs at a price that is cheaper than the price in the market to attract consumers. The purpose of the business actors mixing beef with wild boar (wild boar) is to get a greater profit. Acts committed by business actors have harmed the consumer for producing and trading goods that are not in accordance with the provisions of legislation and not in accordance with the provisions of halal production. Based on this the authors are interested to further investigate the Decision of Bandung District Court Number 706 / Pid / B / 2015 / PN Bdg.
Approach method used is normative juridical approach method with approach of legislation and approach of analysis. The data used are secondary data in the form of legislation, literature book, and internet sites. Analysis of the data used in this problem using descriptive analysis, which explains the description of legal facts and then associated with the results of existing research.
The consideration of the Legal Counsel against the decision of the District Court Number 706 / Pid / B / 2015 / PN Bdg is the right decision because in Law No.8 Year 1999 About Consumer Protection regulates the provision of producing and / or trading goods not in accordance with the provisions of halal.


1579119097H1A013028FOTODEGRADASI ZAT WARNA METHYLENE BLUE DAN REMAZOL YELLOW FG MENGGUNAKAN MODIFIKASI TIO2- ARANG AKTIF SERABUT KELAPA DENGAN BANTUAN LAMPU UVIndustri tekstil merupakan salah satu industri yang berkembang cukup pesat di Indonesia. Dampak negatif dari pembangunan industri tekstil tersebut terutama dari limbah proses pencelupan dimana mengandung zat warna berbahaya. Salah satu alternatif pengolahan limbah tekstil adalah menggunakan prinsip fotokatalitik. TiO2 merupakan bahan semikonduktor paling sering digunakan sebagai fotokatalis dalam aplikasi reaksi fotokatalitik. TiO2 yang digunakan dimodifikasi dengan arang aktif serabut kelapa. Dalam penelitian ini di lakukan fotodegradasi methylene blue dan remazol yellow FG menggunakan fotokatatlis TiO2-arang aktif. Percobaan meliputi sintesis dan karakterisasi arang aktif, sintesis dan karakterisasi TiO2-arang aktif dengan XRD dan BET, pengaruh variasi perbandingan TiO2-arang aktif, penentuan waktu optimum, dan pengaruh variasi pH. Hasil penelitian diperoleh arang aktif serabut kelapa dengan kadar air dan kadar abu sebesar 8,55% dan 9,65% yang telah memenuhi SII No. 0258-88. Perbandingan TiO2-arang aktif optimum adalah 97:3. Persen penurunan methylene blue di bawah sinar UV selama waktu kontak optimum 4 jam pada pH 12 sebesar 78,27%. Sedangkan penurunan remazol yellow FG di bawah sinar UV selama waktu kontak optimum 4 jam pada pH 3 sebesar 70,85%.

Textiles industrial is one of the industrial growing rapidly in Indonesia. The negative impact of the textile industrial development, especially of dyeing process which waste containing hazardous substances. One of the alternatives to reduce textile waste is by processing photocatalytic. TiO2 is a semiconductor material that is most often used as a photocatalyst in the photocatalytic reaction application. TiO2 that will be used, is modified with activated charcoal coconut fibers. This experiment about photodegradation of methylene blue and remazol yellow FG using photocatalytic TiO2-activated charcoal. Experiments include the synthesis and characterization of activated charcoal, the synthesis and characterization of TiO2-activated charcoal by XRD and BET, the effect of comparison TiO2-activated charcoal, determining the optimum time and effect of variation pH. Results showed activated charcoal coconut fibers with moisture content and ash content of 8.55% and 9.65% which have complied the No. SII. 0258-88. Comparison of TiO2-activated charcoal optimum is 97:3. Percentage of the reduction in methylene blue under UV light for optimum time contact of 4 hours at pH 12 amounted to 78.27%. While the reduction remazol yellow FG under UV light for optimum time contact of 4 hours at pH 3 amounted to 70.85%.
1579219099C1B013065ANALISIS PENGARUH STRATEGI OPERASI DAN INTERNAL LEAN PRACTICE TERHADAP KINERJA OPERASIONAL DENGAN INDUSTRY CLOCKSPEED SEBAGAI VARIABEL MODERASI
(Studi pada Sentra Industri Sandal Kerajinan Bandol di Kebanaran Purwokerto Barat)
Penelitian ini merupakan penelitian studi pada sentra industri dengan menyebar kuesioner kepada responden kerajinan sandal di Kebanaran, Purwokerto Barat. Penelitian ini berjudul : “Analisis Pengaruh Strategi Operasi dan Internal Lean Practice Terhadap Kinerja Operasional dengan Industry Clockspeed Sebagai Variabel Moderasi (Studi pada Sentra Industri Sandal Kerajinan Bandol di Kebanaran Purwokerto Barat)”.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi operasi dan internal lean practice terhadap kinerja operasional serta mengetahui peran industry clockspeed dalam memoderasi pengaruh strategi operasi dan internal lean practice terhadap kinerja operasional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pengrajin sandal di Kebanaran, Purwokerto Barat dengan jumlah 33 responden. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah 25 responden. Metode simple random sampling digunakan dalam penentuan responden.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan SPSS 17.0 for windows menunjukan bahwa (1) Strategi Operasi berpengaruh positif terhadap kinerja operasional, (2) internal lean practice tidak berpengaruh terhadap kinerja operasional, (3) Industry Clockspeed berperan dalam memoderasi strategi dan internal lean practice terhadap kinerja operasional.
Implikasi dari kesimpulan di atas yaitu dalam upaya meningkatkan kinerja operasional pengrajin sandal, pengrajin perlu merancang strategi operasi yang tepat dalam hal strategi biaya, strategi kualitas, strategi fleksibilitas dan strategi pengiriman. Strategi operasi yang baik bisa dilakukan dengan menurunkan biaya persediaan maka akan bisa meningkatkan produktifitas, mengurangi biaya operasional dan meningkatkan kualitas produk. Persaingan dalam industri sandal semakin tinggi maka para pengrajin sandal di industri kerajinan bandol harus dapat meningkatkan daya saingnya dan juga harus mampu kreatif dalam membuat sandal. maka perlu adanya perubahan model produk dan mengikuti kebutuhan konsumen agar produk sandalnya tetap diminati
This research is a research study the center of industry to spread a questionnaire to the craft of sandals. The analysis of The Effect Operations Strategy and Internal Lean Practice on Operational Performance with Industry Clockspeed as moderation variable (Studies on The Center Industrial of Sandals of Bandol Craft in Kebanaran, West Purwokerto).The aims of research is to find out the effect of operations strategy and internal lean practice on operational performance and find out role of industry clockspeed in moderating effect of operations strategy and internal lean practice on operational performance.
The research population are all craftsman of sandals in Kebanaran, West Purwokerto there were 33 respondents. The samples taken in this research is 25 respondents. Then simple random sampling method was used to determine the respondents. Based on result of research it has got the conclusion : (1)Operations strategy has a positive effect on operational performance, (2) Internal lean practice has a not effect on operational performance, (3) Industry clockspeed to play a role in moderating of operations strategy and internal lean practice on operational performance.
As implication of the conclusion above, in order to increase of operational performance craftsman of sandals. craftsman of the need to design for operations strategy of the right in terms of cost strategy, quality strategy, flexibility strategy and delivery strategy. The strategy of operations of good to decrease the inventory cost then it will to increase productivity, reduce of operational cost and to increase the quality of the product. Competition in the industry the higher the craftsman of sandals in bandol craft should be able to improve its competitiveness to and sould be able to creative in making sandals bandol, then there is need for change in product model and follow the needs of consumers to products of sandals still in demand.
1579319100G1H013011Hubungan Antara Perilaku Sadar Gizi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Ibu dengan Status Gizi Anak Sekolah di Banjarsari Kulon 1 Kecamatan Sumbang
ABSTRAK
Latar Belakang : Ada banyak faktor yang mempengaruhi status gizi anak sekolah. Faktor keluarga seperti jumlah anggota keluarga serta pengetahuan dan perilaku ibu juga menentukan status gizi anak sekolah. Jika pada usia sekolah , yang diterima dan dilihat adalah suasana kotor dan tidak sehat, serta tidak menunjukkan perilaku yang tidak sadar akan pentingnya gizi tentunya akan terisi dengan kesan yang kurang mendukung perkembangan anak secara positif, sehingga dapat menurunkan kesehatannya dan status gizi menjadi tidak terkontrol
Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan perilaku sadar gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat ibu dengan status gizi anak usia sekolah.
Metodelogi : Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan 33 anak sebagai sampel dan 33 ibu sebagai responden dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Penelitian ini menggunakan kuisioner untuk mengetahui perilaku sadar gizi dan perilaku hidup bersih dan sehat ibu , lalu pengukuran antropometri dilakukan dengan menggunakan timbangan berat badan, dan microtoise untuk mengetahui status gizi anak. Analisis Bivariat menggunakan uji Chi-Square.
Hasil : Sebanyak 90,9% sampel memiliki status gizi normal , sebanyak 36,4% responden memiliki perilaku sadar gizi yang baik danr 69,7% responden memiliki perilaku hidup bersih dan sehat yang baik. Tidak ada hubungan antara perilaku sadar gizi ibu dan perilaku hidup bersih dan sehat dengan status gizi anak sekolah (p > 0,05).
Kesimpulan : Perilaku sadar gizi serta perilaku hidup bersih dan sehat ibu tidak ada hubungan dengan status gizi anak sekolah.
Kata Kunci : Perilaku , Status Gizi, Anak Sekolah
ABSTRACT
Background: There are many factors that affect the nutritional status of school children. Family factors such as the number of family members as well as mother's knowledge and behavior also determine the nutritional status of school children. In school age, dirty and unhealthy atmosphere are what they received. The behavior that is not aware of the importance of nutrition will certainly be filled with the impression that less support the positive development of children, thus can lower health level and nutritional status becomes uncontrolled.
Objective: To determine the correlation between nutrition conscious behavior and hygiene and healthy life behavior of mothers with nutritional status of school children.
Methods: This study used cross sectional study design. The subject of this study were 33 children as sample and 33 mothers as respondents which selected based on purposive sampling technique. This research used questionnaires to determine the nutritional conscious behavior and hygiene and healthy life behavior of mother, then anthropometry measurement using weight scales, and microtoise to determine the nutritional status of children. Bivariate analysis using Chi-Square test.
Results: The research found that there were 90.9% of samples have normal nutritional status, 36.4% of respondents have good nutritional conscious behavior and 69.7% of respondents have hygiene and healthy life behavior. There was no correlation between mother’s nutrition conscious behavior and hygiene and healthy life behavior with nutritional status of school children (p> 0,05).
Conclusion: The nutrition conscious behavior as well as the hygiene and healthy life behavior of the mother has no correlation with nutritional status of school children.
Keywords: Behavior, Nutritional Status, School Children
1579419101C1A013019FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS DAN ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADI DI DESA KRAJAN KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel intensitas pemupukan, intensitas pestisida, pengalaman, pendidikan, penyuluhan, dan tipe petani terhadap produktivitas padi dan menghitung pendapatan, biaya dan keuntungan petani padi di Desa Krajan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Populasi penelitian ini petani padi di Desa Krajan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas dan pengambilan sampel sebanyak 78 petani. Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas dan analisis pendapatan untuk mengetahui besar keuntungan. Hasil analisis pertama menunjukkan bahwa variabel variabel intensitas pemupukan, intensitas pestisida, pengalaman, pendidikan dan penyuluhan berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan tipe petani berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produktivitas padi. Kedua, menunjukkan bahwa usahatani padi di Desa Krajan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas sudah menguntungkan. Kedua, usahatani di Desa Krajan Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas sudah menguntungkan.This research aims to analyze the effect of intensity of fertilization, intensity of pesticides, experience, education, farm extension, and type of farmers on the rice productivity and calculate the revenue, cost, and profit for farmers in Krajan Village, Pekuncen Sub-district, Banyumas. Research population are the rice farmers in Krajan Village Pekuncen Sub-district Banyumas and the sample consist of 78 farmers. Data analysis techniques used include multiple linear regression and income analysis to calculate the profit. The result shows that intensity of fertilization, intensity of pesticides, experience, education, and farm extension have positive and significant effect, whilst type of farmers has insignificant effect on the rice productivity. The result also shows that the farming in Krajan Village Pekuncen Sub-district Banyumas is profitable The result imply that farmer need to increase the intensity of fertilization. Intensity of pesticides, experience, education, and farm extension in order to increase the rice productivity. For the more, there is need to reduce the number of labor by using modern agricurttural tools, in order to minimize costs and increase profits.
1579519102E1A013199PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PELAKU USAHA LEMBAGA PEMBIAYAAN PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE
( Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan MA RI No. 709 K/Pdt.Sus-BPSK/2015)
Perjanjian pembiayaan yang dilakukan oleh Pelaku Usaha kepada Konsumen dalam praktek sering terjadi, terkadang dalam hubungan tersebut terjadi masalah. Salah satu masalah sebagaimana dalam Putusan MA RI No.709K/Pdt.Sus-BPSK/2015, dimana PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE sebagai Pelaku usaha, dituntut oleh Konsumen di Badan Penyelesai Sengketa Konsumen (BPSK), Pelaku Usaha dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum, karena telah menarik secara sepihak barang yang dibiayai olehnya, namun Pelaku Usaha mendalilkan bahwa alasan penarikan barang tersebut karena Konsumen telah wanprestasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum bagi Pelaku Usaha lembaga pembiayaan PT. Adira Dinamika Multi Finance, serta untuk mengetahui dan menganalisis petimbangan hukum hakim dalam Putusan MA RI No. 709 K/Pdt.sus-BPSK/2015. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan Yuridis Normatif. Data utama dalam penelitian ini adalah data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan. Data yang terkumpul dianalisis dengan metode normatif kualitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pelaku Usaha memperoleh perlindungan hukum melalui diaturnya hak dan kewajiban Pelaku Usaha dalam Pasal 6 dan Pasal 7 Undang-Undang No.8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, dan Putusan MA RI No.709 K/Pdt.Sus-BPSK/2015. Selain itu Pertimbangan hakim dalam Putusan MA RI No.709 K/Pdt.Sus-BPSK/2015 yang menyatakan bahwa menyatakan BPSK tidak berwenang dalam menyelesaikan sengketa tersebut adalah kurang tepat, karena berdasarkan Pasal 52 Undang-Undang Perlindungan Konsumen, BPSK berwenang dalam menyelesaikan sengketa konsumen, selain itu di dalam pertimbangan hukum hakim pun tidak memberikan alasan-alasan hukum yang digunakan hakim (ratio decidendi) dalam memutus perkara aquo yang menyatakan bahwa BPSK tidak berwenang dalam menyelesaikan perkara aquo.
LEGAL PROTECTION FOR BUSINESS ACTIVITIES OF FINANCIAL INSTITUTIONS PT. ADIRA DINAMIKA MULTI FINANCE (Judicial Review of Supreme Court Judgment of the Republic of Indonesia no. 709 K / Pdt.Sus-BPSK / 2015)

By:
Putri Ayu Sutrisno
E1A013199

Abstract

Financing agreements made by Business Actors to Consumers often occur, and sometimes in those relationships there are frequent problems. One of the concrete problems is as in the Supreme Court Decision No.709K / Pdt.Sus-BPSK / 2015, Which PT. ADIRA DYNAMICS MULTI FINANCE as Business actors, demanded by Consumers in Consumer Dispute Settlement Agency (BPSK). Business actor is considered to have committed acts against the law, since the business actor has taken unilaterally the goods financed by the business actor, but the Business Actor argues that the reason for the withdrawal is because the Customer has defaulted.

This research aims to determine the legal protection for Business Actors financing institutions of PT. Adira Dinamika Multi Finance, as well as to know and analyze the judge's legal considerations in the Supreme Court Decision RI No. 709 K / Pdt.sus-BPSK / 2015. This research uses the normative juridical approach. The main data in this research is secondary data. The Methods of data collection is done by using literature study. The collected data were analyzed by qualitative normative method.

The results showed that Business Actors obtained legal protection through the regulation of the rights and obligations of Business Actor in Article 6 and Article 7 of Law No.8 Year 1999 About Consumer Protection, and Supreme Court Decision No.709 K / Pdt.Sus-BPSK / 2015. In addition, the consideration of judges in the Supreme Court Decision No.709 K / Pdt.Sus-BPSK / 2015 stating that declaring BPSK not authorized to resolve the dispute is not appropriate, since under Article 52 of the Consumer Protection Act, BPSK is authorized to resolve consumer disputes. In addition, in the judicial consideration, the judge does not provide legal reasons used by the judge (ratio decidendi) in deciding the aquo case stating that BPSK is not authorized in solving the aquo case
1579619105H1H013048PENGARUH DOSIS LISIN YANG BERBEDA TERHADAP EKSPRESI GEN EARLY GROWTH RESPONSE-3 (EGR-3) PADA IKAN BANDENG (Chanos-chanos F.)Lisin merupakan salah satu asam amino esensial yang berperan penting dalam pertumbuhan ikan, namun tidak dapat disintesa oleh tubuh sehingga harus ditambahkan dalam ransum pakan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian dosis lisin yang berbeda terhadap ekspresi gen Early Growth Response-3 (EGR-3) pada ikan bandeng (Chanos-chanos F.). (EGR-3) merupakan salah satu gen pertumbuhan yang terdapat dalam tubuh ikan dan memiliki peranan dalam pertumbuhan dan kekbalan tubuh. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Dosis lisin yang digunakan yaitu Kontrol (lisin 0%), P1 (Lisin 1%), P2 (Lisin 1,5%), dan P3 (Lisin 2%). Hewan uji menggunakan benih ikan bandeng (Chanos-chanos F.) berukuran 1-2 cm yang telah dipelihara 2 bulan dan telah diberi pakan mikrokapsul dengan inklusi Nannochloropsis oculata. Ekspresi gen dianalisis menggunakan teknik Real Time PCR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis lisin yang berbeda tidak berpengaruh terhadap ekspresi gen Early Growth Response-3 (EGR-3) pada ikan bandeng (Chanos-chanos F.) yang diberi pakan mikrokapsul dan belum dapat terdeteksi dengan teknik Real Time PCR.Lysine is one of essential amino acids which has important role in fish growth; however, lysine cannot be synthesized by the body. Therefore, it should be combined with feed rations. The purposes of this research is to investigate the effect of different lysine dosage on Early Growth Response-3 (EGR-3) gene expression in milkfish (Chanos-chanos F.). (EGR-3) is one of the growth genes contained in the fish’s body and it has roles in growth and body immunity. The research method used is Completely Randomized Design (RAL) with four treatments and three replications. Dosages of lysine used are control (0%), P1 (1%), P2 (1,5%), and P3 (2%). The tested animal used is larvae of milkfish (Chanos-chanos F.) with the size 1-2 cm in which they already had been taken care for 2 months and fed by microcapsules with Nannochloropsis oculata inclusions. Gene expression was analyzed using Real Time PCR technique. The results showed that different lysine dosage didn’t affect to Early Growth Response-3 (EGR-3) gene expression in milkfish (Chanos-chanos F.) was fed microcapsules and couldn’t detected by Real Time PCR technique.
1579719106H1H013045EKSPRESI GEN INSULIN-LIKE GROWTH FACTOR-I (IGF-I) PADA LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIBERI CHROMIUM PICOLINATE SEBAGAI SUPLEMEN PAKAN Chromium picolinate (CrPic) merupakan mikromineral essensial yang berperan penting dalam metabolisme nutrisi dan ekspresi gen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ekspresi gen IGF-I, laju pertumbuhan serta kadar glukosa darah pada lele dumbo (C. gariepinus) yang diberi chromium picolinate sebagai suplemen pakan. Dosis chromium picolinate yang digunakan pada perlakuan yaitu P0 0,0; P1 0,3; P2 0,4 dan P3 0,5 mg CrPic/kg pakan. Objek yang digunakan yaitu ikan lele dumbo dengan rata-rata bobot awal 10-12 g. Pakan dengan suplementasi chromium picolinate diberikan selama 25 hari pemeliharaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi chromium picolinate tidak berpengaruh terhadap tingkat ekspresi gen IGF-I, laju pertumbuhan harian serta kadar glukosa darah pada hari ke-15, sedangkan kadar glukosa pada hari ke-25 menunjukkan hasil yang berbeda nyata (P≤0,05). Tingkat ekspresi gen IGF-I pada P0 memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan P1, P2 dan P3, sedangkan laju pertumbuhan harian dan kadar glukosa darah pada P3 (0,5 mg CrPic/kg pakan) menunjukkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan perlakuan P0, P1 dan P2. Kualitas air pada penelitian ini menunjukkan kondisi yang sesuai untuk budidaya lele dumbo.Chromium picolinate is an essential micromineral that plays an important role in nutrient metabolism and gene expression. This study aimed to determine the level of expression of IGF-I gene, growth rate and blood glucose level in catfish (C. gariepinus) with chromium picolinate as feed supplement. Doses of chromium picolinate used in the treatments were P0 0,0; P1 0.3; P2 0.4 and P3 0.5 mg CrPic/kg diet. The object that used in this study was C. gariepinus with an average of initial weight 10-12 g. Feed with chromium picolinate supplementation is given for 25 days of maintenance. The results of this study showed that chromium picolinate supplementation did not affect the expression level of IGF-I gene, daily growth rate and blood glucose level on day 15, while glucose level on day 25 showed significantly different result (P≤0,05). Levels of IGF-I gene expression on P0 gave higher results than treatment P1, P2 and P3, whereas the daily growth rate and blood glucose levels in P3 (0.5 mg CrPic/kg diet) showed higher values than treatment P0, P1 and P2. Water quality in this study indicates the appropiate conditions for cultivation of catfish.
1579819107F1C013074Analisis Framing Pemberitaan 2 Tahun Kinerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo pada Media Televisi TvOne dan MetroTVPenelitian ini dilatarbelakangi oleh situasi dan kondisi perpolitikan di Indonesia yang tidak pernah berhenti diberitakan oleh berbagai media. Berbagai media di Indonesia baik media konvensional maupun media baru tidak pernah istirahat dalam memberitakan berbagai agenda politik yang terjadi di Indonesia. Mulai dari agenda penting seperti pemilihan umum presiden, rapat kabinet, rapat paripurna hingga kegiatan kampanye calon tidak pernah luput dari sorotan media. Namun dalam pemberitaannya kadang kala setiap media memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menyampaikan beritanya, tidak terkecuali dengan berita seputar kinerja 2 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo yang diberitakan tepat pada tanggal 20 Oktober 2016 lalu.

Pengambilan sudut pandang yang berbeda dalam menyampaikan informasi ini tentu saja sangat berpengaruh terhadap orientasi politik masyarakat saat itu untuk memilih akan pro atau kontra terhadap kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo. Kemampuan media dalam mengambil sudut pandang tertentu terhadap suatu peristiwa disebut dengan framing media.

TvOne dan MetroTV, dua media televisi yang cukup berpengaruh di Indonesia dan telah memproklamirkan diri sebagai tv berita di Indonesia tidak ketinggalan dalam menyampaikan berita seputar peristiwa ini. Kedua media ini juga memiliki sudut pandang tersendiri dalam memberitakan peristiwa ini. Oleh karena itulah dibutuhkan penelitian mengenai analisis framing lebih mendalam terhadap berita-berita berkaitan dengan peristiwa ini yang disampaikan oleh TvOne dan MetroTV.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis framing yang mengambil model milik Robert N. Entman yang memiliki 4 konsepsi framing, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement dan treatment recommendation. Hasil analisis framing menggunakan model Robert N. Entman ini mengungkapkan bahwa TvOne cenderung mengambil langkah aman sedangkan MetroTV cenderung pro terhadap kinerja 2 tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo selama menjadi orang nomor satu di Indonesia dengan berbagai ciri khas pemberitaan dari kedua media televisi tersebut.
This research is conducted regarding to Indonesian politics atmosphere that has never been stopped being exposed by the media. Enormous media, both conventional and contemporary, seem to never stop exposing about political agendas in Indonesia. The exposure varies from the important one such as presidential election, Cabinet and plenary meeting, to candidacy campaign. However, each of the media often holds onto different point of view in the term of news reporting. This has also applied to news surrounding the 2-year performance report of President Joko Widodo on October 20th, 2016.

Different point of view chosen by media in order to deliver information absolutely affects the political orientation of the society that time; whether to go pro or contrary towards the performance report of President Joko Widodo. The ability of media to deliver news according to a certain point of view is called media framing.

TvOne and MetroTV, two most influential media in Indonesia and self-proclaimed news source, intensively delivered news surrounding the presidential report. These media have also known for their particular points of view in delivering news. This is the reason why a research is considered important in order to do framing analysis, even deeper, towards the news regarding the presidential performance report delivered by TvOne and MetroTV.

This research is conducted using qualitative and framing analysis method of Robert N. Entman, including the four framing conceptions which are define problems, diagnose causes, make moral judgment, and treatment recommendation. Shown result is TvOne tends to take safe steps in news delivery, while MetroTV can be classified pro towards the 2-year presidential performance report of Joko Widodo. Both media are still with diverse news delivery characteristics.
1579919108H1G013016ANALISIS USAHA PERIKANAN PURSE SEINE DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN MUARA ANGKE JAKARTA UTARAAspek ekonomi merupakan salah satu faktor yang dipertimbangkan dalam pengembangan suatu usaha, diantaranya besar modal ,biaya, pendapatan dan keuntungan, dan aspek kelayakan usaha yaitu PP, B/C ratio, BEP, NPV dan IRR Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Analisis Usaha Perikanan Purse seine di PPI Muara Angke Jakarta Utara. Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei-Juni 2017 di PPI Muara Angke Jakarta Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bersifat survey. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Dari perhitungan yang dilakukan diperoleh rata-rata nilai pendapatan usaha rata-rata yang didapat sebesar Rp. 349.991.000, B/C ratio yang di dapat sebesar 1,30 dan Payback Period atau waktu pengembalian modal yaitu 4.9 tahun, BEP (rupiah ) sebesar Rp. 108.443.000 dan BEP (kg) 4.612 NPV sebesar Rp. 3.170.972.000 dan IRR 23 %, maka dapat disimpulkan bahwa secara finansial usaha perikanan Purse seine yang dilakukan di TPI PPI Muara Angke menguntungkan dan layak untuk diteruskan tetapi waktu pengembalian modal tergolong sedang.The economic aspect is one of the factors considered in the development of a business such as major capital, costs, revenues and profits, and business feasibility aspects of the PP, B / C ratio, BEP, NPV and IRR. Therefore, it is necessary to do business analysis. This study aims to know the analysis of Purse seine fishery business at PPI Muara Angke North Jakarta. The study was conducted on May-June 2017 at PPI Muara Angke North Jakarta. The method used in this study was descriptive survey method. This study used primary data and secondary data. Calculation showed by the average value of the average revenues obtained for Rp. 349.991.000, B/C ratio about 1,30 dan Payback Period 4.9 years, BEP (rupiah) amount Rp. 108.443.000 and BEP (kg) 4.612 NPV amount Rp. 3.170.972.000 and IRR 23 %. Hence, Purse seine fishery business in the PPI Muara Angke financially profitable and feasible to continue but the payback period is moderate.
1580019110H1F010003GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK PANTAI SERTA KAITANNYA DENGAN RESIKO BENCANA TSUNAMI DI PANTAI SELATAN CILACAP, JAWA TENGAHIndonesia merupakan Negara kepulauan yang memiliki panjang pantai ±95.181km. Pantai di Indonesia memiliki keindahan dan bernilai jual tinggi untuk kegiatan pariwisata, olahraga kebaharian dan sangat potensial menunjang perekonomian masyarakat pesisir pantai. Selain potensi sumberdaya, daerah pantai memiliki potensi bahaya yang dapat menimbulkan bencana alam. Salah satunya adalah potensi bahaya Tsunami yang pernah terjadi pada tahun 1859, 1904 dan 2006 yang menimbulkan kerugian dan korban jiwa. Cilacap merupakan salah satu kota yang letaknya dekat dengan pantai merupakan daerah yang berpotensi terkena dampak bahaya tsunami. Dalam upaya mitigasi bencana tsunami beberapa kajian diperlukan untuk penentuan resiko bencana diantaranya adalah kajian karakteristik pantai dan batimetri, kajian morfologi disekitar pantai dan sejarah kegempaan, serta model perhitungan menurut McSaveney untuk simulasi daerah landaan. Dalam tugas akhir ini metode yang digunakan meliputi studi pustaka dari data penelitan terdahulu data lapangan yang telah dikerjakan seperti pemetaan geologi, geomorfologi, serta melakukan perhitungan matematika McSaveney untuk menentukan jarak landaan. Berdasarkan data pengamatan lapangan dan analisis citra daerah penelitian tersusun atas morfologi dataran dan morfologi perbukitan. Satuan geologi yang ditemukan ialah: 1) Satuan breksi, 2) Satuan intrusi andesit, 3) Satuan batugamping, 4) Satuan endapan alluvium pantai tua, 5) Satuan endapan pantai muda, dan 6) Satuan alluvium-fluvialKarakteristik pantai didaerah penelitian dibagi menjadi dua yaitu: 1) pantai bertebing curam dan berbatu dan 2) pantai berpasir. Zona tingkat kerawanan tsunami didaerah penelitian terdiri dari: 1) Zona tingkat kerawanan tinggi, 2) zona tingkat kerawanan menengah, 3) zona tingkat kerawanan tinggi.Indonesia is an archipelagic country with coastal length of ± 95,181km. Indonesia’s coastes have a beauty and high selling value for tourism activities, sea sports and very potential supporting the economy of coastal communities. In addition to resource potential, coastal areas have potential hazards that cause natural disasters. One of them is the potential Tsunami hazard that occurred in 1859, 1904 and 2006 that caused losses and casualties. Cilacap is one of the cities located near the coast is an area that is potentially affected by tsunami hazard. In tsunami disaster mitigation efforts, several studies are needed for disaster risk determination, such as coastal and bathymetry study, coastal morphology study and seismic history, and calculation model according to McSaveney for simulation of impact area distance. The method of thesis used includes study literature from previous research, field data such as geological mapping, geomorphology, and perform math calculations McSaveney to determine the impact area distance. Based on field observation data and image analysis of research area is composed of morphology of terrain and morphology of hills. The geological units found are: 1) Breccia units, 2) Andesite intrusion units, 3) Limestone units, 4) Old coastal alluvium deposits, 5) Recent coastal sediment units, and 6) Alluvium-fluvial units The coastal characteristics of the study area are divided into two: 1) the coast is steep and rocky and 2) sandy coast. The zone of tsunami vulnerability in the research area consists of: 1) high vulnerability zone, 2) medium vulnerability zone, 3) high vulnerability zone.