Home
Login.
Artikelilmiahs
19230
Update
GALIH ANTONI
NIM
Judul Artikel
KEKUATAN ALAT BUKTI E-BANKING DALAM TINDAK PIDANA PENGGELAPAN DALAM JABATAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 830/Pid.B/2014/PN.Sda.)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
ABSTRAK Teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah perilaku masyarakat dan peradaban manusia secara global. Berkaitan dengan persoalan E-Banking, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dimana terdakwa melakukan tindak pidana Penggelapan Dalam Jabatan yang menyatakan bahwa terdakwa bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dilakukan oleh orang yang menguasai barang itu karena ada hubungan kerja. Rumusan masalah yaitu bagaimana kekuatan alat bukti E-Banking dalam tindak pidana penggelapan dalam jabatan pada Putusan Nomor : 830/Pid.B/2014/PN.Sda dan bagaimana pertimbangan hakim dalam memutus perkara penggelapan dalam jabatan pada Putusan Nomor : 830/Pid.B/2014/PN.Sda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi perpustakaan yaitu mengacu pada literatur dan peraturan perundang-undangan yang berkaitan. Kesimpulan yaitu hasil cetak dari informasi atau Dokumen Elektronik merupakan alat bukti surat yang diatur dalam KUHAP dan merupakan alat bukti yang sah yang dapat digunakan sebagai “minimal alat bukti” yang diatur dalam Pasal 183 KUHAP merujuk pada ketentuan Pasal 5 ayat (1) dan (2) Undang-Undang ITE. Pertimbangan hakim dalam mengadili terdakwa yaitu terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan Pasal 374 KUHP dan menjatuhkan pidana penjara pada amar putusan yang kedua, selama 4 (empat) tahun 6 (enam) bulan. Kata kunci : Penggelapan Dalam Jabatan, Alat Bukti, E-Banking
Abtrak (Bhs. Inggris)
ABSTRACT Information and communication technologies have changed the behavior of human civilizations and societies globally. With regard to the question of E-Banking, the author is interested in conducting research in which the defendant's conduct a criminal offence Embezzlement in Office stating that the defendant was guilty of the crime of embezzlement committed by the people who mastered the stuff it because there is a working relationship. Formulation of the problem of how the strength of the evidence of E-Banking in the crime of embezzlement in Office on the verdict Number: 830/Pid. B/2014/PN. SDA and how judges in consideration of case of embezzlement in the disconnected position on Ruling number: 830/Pid. B/2014/PN. SDA. The methods used in this research is a method of library studies namely refers to literature and related legislation. The conclusion that is a result of the information or print electronic documents is evidence of the letters are set in the KUHAP and is a valid instrument of evidence that can be used as "minimal evidence" which is set in article 183 KUHAP refers to the provisions of article 5 paragraph (1) and (2) of the Act ITE. The consideration of judges in prosecuting the accused, namely the accused is proven legally and convincingly guilty of committing the crime of embezzlement in his Article 374 KUHP and impose imprisonment on amar second verdict, for four (4) year 6 (six) months. Keywords: Embezzlement in Office, Evidence, E-Banking
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save