Artikelilmiahs
Menampilkan 15.861-15.880 dari 49.897 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 15861 | 19172 | C1F015055 | PENGARUH HASIL PEMERIKSAAN KEUANGAN DAN KAPABILITAS APARAT PENGAWAS INTERN PEMERINTAH TERHADAP TINGKAT KORUPSI KEMENTERIAN/LEMBAGA | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil pemeriksaan keuangan (opini audit, temuan kelemahan sistem pengendalian intern, dan temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan) dan kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah terhadap tingkat korupsi kementerian/lembaga di Indonesia. Populasi dalam penelitian ini adalah kementerian/lembaga tahun 2011 sampai dengan 2013. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode purposive sampling sehingga diperoleh 59 sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda menunjukkan bahwa (1) opini audit tidak berpengaruh terhadap tingkat korupsi, (2) temuan kelemahan sistem pengendalian intern berpengaruh positif signifikan terhadap tingkat korupsi, (3) temuan ketidakpatuhan terhadap peraturan perundang-undangan tidak berpengaruh terhadap tingkat korupsi, sedangkan (4) kapabilitas Aparat Pengawas Intern Pemerintah berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat korupsi. | This research aims to determine the effect of financial audit result (audit opinion, audit finding of internal control weakness, audit finding of complience toward regulation) and internal audit capability toward corruption level of ministry/institution. Population in this research is ministries/institutions during 2011 toward 2013. Sample was selected through purposive sampling method and obtained 59 samples. Based on results of research and data analysis using multiple regression shows (1) audit opinion has no effect on the level of corruption, (2) audit finding of internal control system weakness has positive significant effect on the level of corruption, (3) audit finding of the compliance toward regulation has no effect on the level of corruption level and (4) the internal audit capability has negative significant effect on the level of corruption. | |
| 15862 | 19173 | E1A012217 | PENYIDIKAN DALAM TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA DI POLRES BANYUMAS | Salah satu cara yang digunakan oleh penegak hukum untuk mengungkapkan tindak pidana pembunuhan berencana ini adalah Upaya pengumpulan barang bukti dan alat bukti yang merupakan sarana pembuktian itu berperan dan berfungsi pada saat penyidik mulai melakukan tindakan penyidikan.Ancaman hukumannya lebih berat dari pembunuhan biasa karena adanya unsur yang direncanakan terlebih dahulu (Pasal 340 KUHP). Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pelaksanaan tindak pidana pembunuhan berencana, khususnya yang terjadi di wilayah Polres Banyumas. Selain itu ditujukan juga untuk mengetahui yang menjadi hambatan bagi penyidik tindak pidana pembunuhan berencana. Guna mencapai tujuan tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan Yuridis Sosiologis. Data Primer dan Data Sekunder yang terkumpul kemudian diolah, dianalisa, dan disajikan menjadi satu kesatuan yang utuh. Berdasarkan hasil penelitian menyatakan bahwa pelaksanaan penyidikan tindak pidana pembunuhan berencana dari pelaksanaan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),dimulai dariadanya laporan atau pengaduan dari seseorang yang mengetahui, melihat, dan mengalami sendiri tentang adanya atau terjadinya suatu tindak pidana kepada polisi yang bertindak sebagai penyidik dan diakhiri dengan penyerahan berita acara mengenai pelaksanaan penyidikan dari pejabat penyidik kepada penuntut umum, serta pengembalian terhadap penyidik apabila ada kekurangan, persiapan penanganan TKP,perjalanan menuju TKP, Tindakan Pertama di Tempat Kejadian Perkara (TPTKP), olah TKP yang terdiri dari pemotretan,pembuatan sketsa, pengumpulan barang bukti,penanganan korban,saksi,dan pelaku, pengorganisasian olah TKP dan akhir penanganan TKP. Hambatan yang dihadapi penyidik terbagi atas dua bagian yakni kendala dari luar kepolisian berupa faktor waktu,faktor cuaca, dan kendala dari dalam kepolisian berupa faktor dari personil ,minimnya sarana dan prasarana . | One of the ways used by law enforcement to disclose the crime of premeditated murder is the effort of collecting evidence which is a means of proof that plays and functions when the investigator starts to conduct investigative action. The threat of punishment is heavier than ordinary murder because of the planned element (Article 340 of the Criminal Code).This study was conducted with the aim to know the implementation of criminal acts of premeditated murder, especially those that occurred in the POLRES Banyumas. In addition it is also aimed to find out which is an obstacle for investigators of criminal acts of premeditated murder. In order to achieve these objectives, this research is conducted by using the sociological juridical approach. Primary data and secondary data collected then processed, analyzed, and presented into a unified whole.Based on the results of the research stated that the implementation of the investigation of the criminal act of premeditated murder from the crime scene (TKP) processing, starts from a report or complaint from someone who knows, sees and experiences on the existence or occurrence of a crime to the police acting as investigator and ends with the submission of official report on the investigation of the investigator's official to the prosecutor,and the return of the investigator in case of deficiency, the preparation for the crime scene, the journey to the scene, the First Action at the Crime Scene (TPTKP), the crime scene which consists of shooting, sketching , the collection of evidence, the handling of victims, witnesses, and perpetrators, the crime scene organization and the end of the crime scene. The obstacles faced by the investigator are divided into two parts: externalobstacles such as time factor, weather factor, and from internal obstacle such as personnel’s factor, lack of facilities and infrastructure. | |
| 15863 | 19174 | F1C012061 | STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KAB. BANYUMAS TERHADAP KONSTITUENYA (Studi Kasus Anggota DPRD Kab. Banyumas Periode 2014-2019) | Komunikasi merupakan suatu proses atau kegiatan pensan untuk mencapai tujuan tertentu Keberhasilan suatu kegiatan komunikasi secara efektif banyak ditentukan dan dipengaruhi oleh penentuan strategi komunikasi. Lembaga Legislatif pun dalam mendukung kinerjanya sangat membutuhkan strategi komunikasi, khususnya strategi komunikasi politik. Berkaitan dengan hal ini, penelitian berjudul “Strategi Komunikasi Politik Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kab. Banyumas terhadap Konstituennya” bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh anggota DPRD terhadap konstituennya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Fokus kajian pada penelitian ini adalah strategi komunikasi politik yang dilakukan oleh para anggota dewan dalam menjalin komunikasi dengan kostituen. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling, pengumpulan data pada penelitian ini sendiri dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data yang terdiri dari empat langkah, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan yang terakhir penarikan kesimpulan, dengan pengembangan validitas menggunakan triangulasi model sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para anggota Dewan sebagai orang yang mewakili masyarkat/konstituen di parlemen memiliki 4 cara dalam membangun komunikasi dan relasi dengan para konstituennya, yaitu: (1) Meng-counter isu negatif yang sering menimpa lembaga legislatif baik yang di pusat atau pun didaerah, (2) Membangun komunikasi dengan masyarakat bersama partai, (3) Melakukan pendekatan secara kultural dan emosional melalui strategi personal selling, (4) Melakukan pemetaan politik untuk dapat mengukur potensi serta memaksimalkan semua strategi komunikasi yang akan dijalankan. | Communication is a process or activity of delivering a message to achieve certain goals. The success of effective communication activities is mostly determined and influenced by communication strategy. Even the Legislative Institution urgently needs communication strategy to support its performance, particularly political communication strategy. In this regard, a study entitled "Political Communication Strategy of Members of the Regional Representative Council of Banyumas Regency towards Their Constituents" was aimed to find out the political communication strategies undertaken by DPRD members to their constituents. This research used qualitative method with case study approach. The focus of the research was the political communication strategy undertaken by the members of the council in establishing communication with constituents. The informants were chosen by purposive sampling technique. Data collection in this research was done by in-depth interview, observation, and documentation. In this research, the method for data analysis consisted of four steps namely data collection, data reduction, data presentation, and the last was withdrawal of conclusions with the development of validity using triangulation of source model. The results showed that members of the Council as representatives of the constituents in parliament have four ways to build communication and relations with their constituents, namely, (1) Countering the negative issues that often happen to the legislative institutions either in the center or in the regions, (2) Building communication with the community with the party, (3) Approaching the cultural and emotional approaches through personal selling strategy, and (4) Conducting political mapping to measure the potency and also maximizing all communication strategy to be implemented. | |
| 15864 | 18875 | F1C012073 | Pengaruh Komunitas Brand Polygon Terhadap Loyalitas Konsumen (Studi Pada Komunitas Polygon Xtrada Rider Jakarta) | Era globalisasi hari ini memunculkan persaingan yang semakin ketat baik antara sesama perusahaan domestik maupun dengan perusahaan asing. Salah satu aset yang dimiliki perusahaan untuk merebut pangsa pasar adalah merek produk. Namun agar merek produk dapat bertahan lama dalam kondisi pasar yang semakin kompetitif dan keluar sebagai pemenang, dibutuhkan konsumen yang memiliki loyalitas konsumen yang tinggi. Adanya komunitas merupakan suatu bentuk komunikasi kelompok guna mendukung terbentuknya loyalitas konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh dari Komunitas Merek Polygon Xtrada Rider (PXR) Jakarta terhadap Loyalitas Konsumen Brand Polygon. Responden yang dipilih adalah seluruh anggota Komunitas PXR Jakarta yang aktif. Teori yang dibuktikan ialah teori perilaku konsumen oleh Kotler. Teori tersebut secara umum menyatakan bahwa pembelian yang dilakukan oleh para konsumen sangat dipengaruhi oleh berbagai karakteristik seperti faktor budaya, faktor sosial, faktor pribadi, dan faktor psikologi. Model yang digunakan ialah model konsumen terpusat pada komunitas merek oleh Mc. Alexander, Schouten & Koenig. Model ini menjelaskan bahwa komunitas merek dapat menciptakan loyalitas konsumen. Sementara itu, metode pengambilan responden menggunakan jumlah populasi komunitas dengan tujuan agar hasil penelitian seluruhnya dapat menjadi hasil yang representatif. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier sederhana dan uji hipotesis dilakukan dengan uji t. Hasilnya, koefisien korelasi R sebesar 0,727 sehingga dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang kuat antara variabel komunitas merek terhadap loyalitas konsumen serta mempunyai arah hubungan yang positif dan signifikan. Hasil dari uji regresinya adalah variabel komunitas konsumen terbukti mempengaruhi variabel loyalitas konsumen sebesar 64,4%. Kata kunci: Komunitas Merek, Loyalitas Konsumen, Teori Perilaku Konsumen, Komunikasi Kelompok, Merek | The era of globalization today bring up a thight competition either between fellow domestic companies and with foreign companies. One of the company assets to seize market share is a brand product. However, in order to a brand products can be last longer in markets which is more competitive and come out as the winner, it is needed for consumers having high loyalty consumer. Develop a community is a form of group communication to support the establishment of loyalty consumers. This research aims to find out whether there existed any influence or not of a brand community Polygon Xtrada Rider (PXR) Jakarta to brand loyalty consumer of Polygon. Respondents were the whole members of PXR Jakarta community who were active. The theory as evidenced was behavioral consumers theory from Kotler. The theory generally stated that purchases conducted by the consumers who are strongly influenced by various characteristics such as cultural factors, social factors, personal factors, and psychology factors. The model that used in this research was customomer-centricmodel of brand community from Mc. Alexander, Schouten & Koenig. The model explained that a brand community can create consumer loyalty. Meanwhile, the method of the withdrawal of respondents used the population of community with the aim that the results of research entirely could be representative. Technique for data analysis was conducted by used simple linear regression and the hypothesis done by test t. The results for correlation coefficient r was 0,727, so that it can be said that existed the strong effect between variables community to brand loyalty consumers and had a positive and significant relations. The results of regression was the variable community consumers proven affected to variable loyalty consumers with 64,4 %. Keywords: Brand Community, Loyalty Consumer, Consumer Behaviour Theory, Group Communication, Brand | |
| 15865 | 19175 | E1A013244 | TANGGUNG JAWAB PELAKU USAHA SOPHIE PARIS SEBAGAI PELAKU USAHA DALAM PENJUALAN BARANG YANG MERUGIKAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG NOMOR 769 K/PDT.SUS-BPSK/2015 BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN | ABSTRAK Tanggung jawab merupakan perbuatan yang dilakukan oleh seorang sebagai wujud dari kesadaran akan kewajibannya didalam menanggung suatu akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya. Kerugian konsumen akibat mengkonsumsi atau menggunakan barang dan/atau jasa yang diperdagangkan oleh pelaku usaha, membuat pelaku usaha berkewajibatan untuk bertanggung jawab atas kerugian tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu pelaku usaha berusaha untuk melepaskan tanggung jawab atas kerugian yang dialami konsumen dalam pekara Putusan Mahkamah Agung Nomor 769/PDT.SUS–BPSK /2015. Pelaku usaha mengesampingkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang didalamnya mengatur mengenai hak dan kewajiban dari konsumen dan pelaku usaha serta ganti kerugian. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif. Spesifikasi penelitian adalah Deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah bahan hukum sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Metode penyajian data yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyajian data dalam bentuk teks naratif. Metode analisis data adalah normatif kualitatif. Hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Mahkamah Agung tersebut adalah Dian Rosdiana sebagai pelaku usaha diwajibkan untuk mengganti barang yang telah dibeli konsumen dengan barang yang sesuai dan ditawarkan dan/atau barang yang sejenisnya, disamping itu diwajibkan pula untuk membayar ganti rugi kepada konsumen sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) karena telah melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf f dan ayat (2), Pasal 9 huruf f, Pasal 10 huruf c, dan Pasal 11 huruf b Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang mengatur mengenai perbuatan yang dilarang bagi pelaku usaha. | ABSTRACK Responsibility is an act committed by someone as a form of awareness of his/her obligation in bearing a consequence of the actions that he/she had done. Consumer loss from consuming or using goods and/or services traded by entrepreneurs, make them obliged to be responsible for the loss. The problem in this research was that the entrepreneur tried to disclaim her liability for the loss suffered by her consumer in case of Supreme Court Decision No. 769 / PDT.SUS-BPSK / 2015. The businessman overrided Law No. 8 of 1999 on Consumer Protection in which regulates the rights and obligations of consumers and entrepreneurs and compensation. This research was specified as desrcriptive reasearch and used normative juridical as research method. Sources of data used in this study were secondary legal materials with literarure study as data collection method. The method of data presentation used in this research was data presentation in form of narrative text. Data analysis method was normative qualitative. The result of this research and discussion on the Supreme Court Decisionwas Dian Rosdiana as the entrepreneur was obliged to replace the goods that had been purchased by her consumer with the appropriate goods and offered and/or similar goods, besides she was also required to pay compensation to the consumer of Rp. 20.000.000, - (twenty million rupiahs) for violating Article 8 paragraph (1) letter f and paragraph (2), Article 9 letter f, Article 10 letter c and Article 11 letter b of Law Number 8 Year 1999 About Consumer Protection that regulates the prohibited acts for entrepreneurs. Keywords: Responsibility, compensation, entrepreneur | |
| 15866 | 19176 | F1A012038 | MAYANG (STUDI TENTANG PEMUDA NELAYAN DI KELURAHAN TEGALSARI, KOTA TEGAL) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemuda di Kelurahan Tegalsari Kota Tegal menjadi mayang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dimana menggunakan teknik penentuan sasaran penelitian snowball sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis datanya menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pemuda di Kelurahan Tegalsari menjadi mayang dimulai ketika mereka selesai menamatkan pendidikannya pada jenjang SD dan SMP, adapun beberapa diantara mereka merupakan pemuda putus sekolah pada jenjang SMP. Para pemuda mayang enggan melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya karena lebih memilih bekerja menjadi mayang. Beberapa faktor yang melatarbelakangi para pemuda tersebut memilih menjadi mayang yaitu, pertama faktor kemiskinan, dimana pada umumnya para pemuda tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu. Kedua pengaruh lingkungan baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosial yang notabene merupakan pemukiman nelayan dimana terdapat banyak pemuda mayang yang telah memiliki penghasilan yang terbilang cukup banyak dari hasil melaut sehingga membuat banyak pemuda lainnya tergiur untuk menjadi seorang mayang. Penghasilan yang diperoleh tidak serta merta hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga saja, tetapi juga untuk memenuhi pola hidup mewah seperti membeli motor baru, perhiasan, dan sebagainya. Hanya ada beberapa jenis kapal ikan tertentu yang menunjang para mayang memperoleh penghasilan belasan hingga puluhan juta rupiah, yaitu Kapal Dogolan dan Kapal Kursin freezer. Bekerja menjadi mayang bukan tanpa resiko, mereka harus menghadapi ancaman badai, perompak, hingga kasus pidana jika melewati batas ketentuan wilayah tangkap ikan yang telah diatur dalam Peraturan Kementrian Perikanan dan Kelautan. Melihat permasalahan yang ada pemuka masyarakat, Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Dinas Pendidikan Kota Tegal, dan aparat Kelurahan Tegalsari rupanya tidak menaruh perhatian khusus dalam menyikapi permasalahan yang diwariskan secara turun-temurun tersebut. Hasil penelitian membuktikan bahwa tidak ada program khusus yang dimiliki oleh seluruh institusi masyarakat terkait dalam menyikapi permasalahan pemuda mayang. | This research aims to understand the process how young men, in Tegalsari become mayang or crew of fishing boat. It is qualitative research in which the researcher used snowball sampling. In this research, techniques of data collection are deep interview, documentation, and observation. Meanwhile, the researcher used interaction analysis in technique of data analysis. The result of this research shows that the process of how the young men in Tegalsari become crew of fishing boat begin after graduated from Elementary and Junior School. Some of them are dropout from their school. They have no intention to continue their study since they prefer to work as mayang. Some factors influence their decision. First, they come from lower class of society. They are forced to work for money in early age. Second, environmental influences both physical and social environment that in facts itis a fishermen settlement which has a lot of youth mayang who already have a high income from fishing, and thus it makes other youth tempted to become a mayang. Moreover, their income is not merely to fulfill the needs of their family. It sometimes used to have luxury lifestyle such as owning new motorcycle, jewelry and many others. There are only two fishing boats which can support mayang to gain much money from fishing. They are Dogolan and Kursin freezer ship. Working as mayang has obvious risk. They have to face threat against storm, pirates and even criminal law if they go through the border of fishing territory legalized by Ministry of Maritime and Fisheries Affairs.. By seeing the phenomenon, the researcher concludes that most related organizations and institutions such as Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), Department of Education Tegal and staff of administrative Tegalsari have no serious concern to response over this social issue. There is no special policy from those institution to overcome the issue related with young men become mayang. | |
| 15867 | 19177 | A1L012180 | PENGARUH PEMBERIAN PUPUK HAYATI MIKORIZA-AZOLLA DAN PENGURANGAN DOSIS PUPUK ANORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) | Produksi bawang merah (Allium ascalonicum L.) di Indonesia masih rendah. Banyak alternatif yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman bawang merah. Salah satunya adalah dengan pemberian pupuk hayati mikoriza-Azolla. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis optimum pemberian pupuk hayati mikoriza-Azolla dan pengurangan dosis penggunaan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di screenhouse Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, Karangwangkal, Purwokerto Utara pada bulan Agustus 2016 sampai Oktober 2016. Percobaan yang dilakukan menggunakan rancangan Central Compposite Second Order Design, yang terdiri dari 13 kombinasi perlakuan dari 2 faktor percobaan. Faktor pertama adalah pupuk hayati mikoriza-Azolla yang terdiri dari 5 taraf, yaitu (6, 12, 18, 24, 30 gram/tanaman). Faktor kedua adalah pengurangan dosis pupuk anorganik, terdiri dari 5 taraf yaitu (0%, 20%, 40%, 60%, 80%). Variabel yang diamati berupa tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, bobot basah daun, bobot kering daun, bobot basah umbi, bobot kering umbi, bobot basah akar, bobot kering akar, volume umbi, dan jumlah umbi. Data hasil pengamatan ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis Respon Surface Methodology dengan bantuan program Minitab 14. Hasil penelitian ini menunjukan pemberian pupuk hayati mikoriza-azolla sebanyak 18 gram/tanaman dengan pengurangan dosis pupuk anorganik 40 % dibanding dosis rekomendasi yang dianjurkan memberikan pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan bawang merah dan berpengaruh terhadap bobot umbi kering/rumpun bawang merah. Pengujian fungsi regresi berganda tingkat 2 menunjukkan kombinasi optimum pupuk hayati Mikoriza-Azolla adalah 20,65 gram dan pupuk anorganik sebanyak 12,69 gram, dengan kekuatan nilai pendugaan (R-Sq) sebesar 80,2 %. Hasil optimum dari pengamatan variabel bobot umbi kering adalah 6 gram/tanaman (1,5 ton/ha). | Shallot (Allium ascalonicum L.) production in Indonesia is still low. Many alternatives that can be used to increase the productivity of shallot. One of them is by biofertilizers of mychorrhiza-azolla biofertilizer aplication. This research aims to find out : the determine optimum dose of mychorrizhae-azolla biofertilizer and reduction dose of inorganic fertilizer on the growth and yield of shallot. The research was conducted in screenhouse, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto from August 2016 until october 2016. This research using Central Compposite Second Order Design, which consists of 13 treatment combination. The first factor is mychorrhiza-azolla biofertilizer that consisting of 5 levels: (6, 12, 18, 24, 30 gram/plant). The second factor is reduction dose of inorganic fertilizers that consisting of 5 levels: (0%, 20%, 40%, 60%, 80%). Observed variabels were plant height, number of leaves, number of tiller, fresh weight of bulbs, dry weight of bulbs, fresh weight of root, dry weight of root, number of bulbs and volume of bulbs. Observation data tabulated and analyzed using Respone Surface Methodology with application support of Minitab 14 program. The results of this study showed 18 gram / plant mychorrhiza-azolla biofertilizer aplication with a reduction of 40 % inorganic fertilizer dose compared to recommended doses gave the same effect on shallot growth and combination treatment on dry weight of bulb/plant of shallot. Analyzed using funcition regretion step 2 showed of combination optimum Mychorrhiza-azolla biofertilizer of 20,65 gram and Inorganic fertilizers of 12,69 gram, with a power value (R-Sq) of 80,2 %. Optimum result of observation of variable dry weight of bulb is 6 gram/plant (1,5 ton/ha). | |
| 15868 | 19189 | E1A012352 | PERAN PENYIDIK BNN DALAM PENGUNGKAPAN KASUS PENYALAHGUNAAN NARKOTIKA DI KALANGAN KEPOLISIAN (Studi di Polda Metro Jaya) | Pada Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dijelaskan bahwa narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.Kepolisian memiliki tugas dan wewenang untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum dan memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu apabila terdapat anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia baik yang bertugas di tingkatan daerah maupun pusat melakukan penyalahgunaan narkotika akan mencoreng citra kepolisian. Pasalnya polisi yang seharusnya ikut memberantas peredaran narkoba malah menggunakan benda tersebut. Berdasarkan latar belakang tersebut maka penelitian ini berjudul Peran Penyidik BNN Dalam Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan Narkotika di Kalangan Kepolisian (Studi di Polda Metro Jaya). Penelitian ini adalah yuridis sosiologis. Dengan menggunakan data yang diperoleh secara langsung dari orang-orang yang menduduki jabatan dalam Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional. Dan data sekunder yang bersumber dari peraturan perundang-undangan, buku literatur, karya-karya ilmiah serta dokumen-dokumen yang ada hubungannya dengan tindak pidana narkotika. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa peran penyidik BNN dalam penyidikan tindak pidana penyalahgunaan narkotika di Polda Metro Jaya berkonsentrasi bukan terhadap pengguna tetapi terhadap jaringan. BNN berfokus pada produsen, broker dan kurir narkotika. Dalam praktik penyidikan tindak pidana penyalahgunaan narkotika menemukan bahwa ada anggota polisi yang melanggar, maka akan tetap diproses secara hukum berdasarkan KUHAP. Karena sesuai dengan UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, polisi merupakan masyarakat sipil. | In Article 1 paragraph (1) of Law no. 35 Year 2009 on Narcotics explained that narcotics are substances or drugs derived from plants or non-plants, either synthetic or semisintetis, which can cause decreased or change of consciousness, loss of taste, reduce to eliminate pain, and can cause dependence.Policing is essentially a function of government and institutions engaged in the maintenance of security and public order. As a police agency or organization has the duty and the authority to maintain security and public order, enforce the law and provide protection, guidance and service to the community. It is unfortunate that in fact in Metro Jaya regency, some police members involved in criminal cases is drug abuse. Background as described above, the authors are interested in doing research entitled BNN Investigators Role in Implementation of Law Enforcement Crime Narcotics Abuse Committed by Police Members at the Resort Metro Jaya. Terms of the method used, this research can be classified in juridical sociological research, because in this study the authors conducted research in the location directly by examining the application of the law. The research was conducted at the BNN and police station Metro Jaya, sources of data used are secondary data, primary data and secondary data while data collection techniques with interviews and literature study. The collected data was then analyzed qualitatively by using the deductive method of analyzing the problems of a general nature then specifically drawn to the conclusion based on existing theories. From the research, BNN investigator role in the criminal investigation of drug abuse at the Jakarta Police to concentrate not on the user but to the network. BNN focuses on manufacturers, brokers and couriers of narcotics. And Resort Metro Jaya are expected to continue to maintain a commitment to law enforcement efforts to its members without discrimination and should give strict punishment to members who commit drug abuse. | |
| 15869 | 19178 | C1F015047 | Pengaruh Persepsi Kemudahan, Persepsi Kegunaan, dan Keahlian Penggunaan Komputer Terhadap Minat Pemakaian Aplikasi SISKEUDES (Studi Pemerintah Desa Se-Kabupaten Bantul) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi kemudahan, persepsi kegunaan, dan keahlian penggunaan komputer terhadap minat pemakaian aplikasi SISKEUDES. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif.Populasi dari penelitian ini adalah seluruh desa di Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis pertama (H1) yaitu persepsi kemudahan tidak berpengaruh terhadap minat pemakaian aplikasi SISKEUDES, hipotesis kedua (H2) yaitu persepsi kegunaan berpengaruh positif terhadap minat pemakaian aplikasi SISKEUDES, hipotesis ketiga (H3) yaitu keahlian penggunaan komputer tidak berpengaruh terhadap minat pemakaian aplikasi SISKEUDES. | The purpose of this study was to examine the influence of perceived ease of use, perceived usefulness, and computer self efficacy to SISKEUDES application usage intention. This study uses a quantitative approach. The population of this research is all village in Regional Government of Bantul.The sampling method using a simple random sampling. The results showed that first hypothesis (H1)the perceived ease of use have not a positive and significant impact on SISKEUDES application usage intention, second hypothesis (H2) perceived usefulness have a positive and significant impact on SISKEUDES application usage intention, third hypothesis (H3) the computer self efficacy have not a positive and significant impact on SISKEUDES application usage intention. | |
| 15870 | 19180 | B1J013154 | AKTIVITAS BAKTERIOSIN Bifidobacterium spp. TERHADAP BAKTERI MULTI DRUGS RESISTANT (MDR) SERTA PENGUKURAN BERAT MOLEKULNYA DENGAN METODE SDS-PAGE | Bifidobacterium spp. merupakan bakteri Gram-positif, tidak membentuk spora, non motile, katalase negatif, bersifat anaerob, dan tergolong ke dalam Bakteri Asam Laktat (BAL) yang memiliki kemampuan menghasilkan senyawa antimikroba bakteriosin. Bakteriosin merupakan peptida antimikroba yang dihasilkan secara ribosomal oleh bakteri dan memiliki aktivitas melawan bakteri lain dalam satu genera (narrow spectrum) maupun antar genera (broad spectrum). Bakteriosin memiliki potensi untuk dijadikan sebagai antibakteri dalam melawan bakteri Multi Drugs Resistant (MDR) yang merupakan jenis bakteri yang memiliki resistensi terhadap beberapa macam antibiotik. Bakteriosin juga memiliki manfaat dalam biopreservatif atau pengawet alami makanan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui isolat Bifidobacterium spp. yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri MDR, mengetahui aktivitas senyawa bakteriosin yang dihasilkan Bifidobacterium spp. dalam menghambat pertumbuhan bakteri MDR, dan mengkarakterisasi bakteriosin Bifidobacterium spp. berdasarkan nilai retention factor (Rf) dan berat molekul. Hasil penelitian menunjukkan isolat Bifidobacterium spp. kode BBP1L, BCa2, BCb1, dan BBP6 mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji MDR : S. aureus, Enterococcus sp., Enterobacter cloacae, dan Eschericia coli. Bakteriosin Bifidobacterium spp. mampu menghambat pertumbuhan bakteri uji MDR : S. aureus, Enterococcus sp., En. cloacae, dan E. coli dan Bakteriosin dari isolat BCa2 menghasilkan diameter zona hambat terbesar. Karakterisasi bakteriosin Bifidobacterium spp. berdasarkan pengukuran nilai Rf didapatkan Kode bakteriosin BCa2 memiliki nilai Rf sebesar secara 0,651. Berat molekul bakteriosin kode BBP1L, BCa2, dan BC1a adalah 36 kDa. | Bifidobacterium spp. is a Gram-positive bacterium, does not form spores, non motile, negative catalase, anaerobes, and belongs to Lactic Acid Bacteria (LAB) that have the ability to produce antibacterial compound such as bacteriocin. Bacteriocin is a ribosomally synthesized antimicrobial peptide that was produced by bacteria and has activity against other bacteria that included in genera (narrow spectrum) or between genera (broad spectrum). Bacteriocin has the potential to be used as a antibacterial against Multi Drug Resistant bacteria (MDR) which is a type of bacteria that has resistance to several kinds of antibiotics. Bacteriosin has benefit as food preservatife. The purpose of this research were to know the isolates of Bifidobacterium spp. that can inhibiting MDR bacteria, observe the bacteriocin Bifidobacterium spp. activity inhibiting MDR bacteria, and characterizing bacteriocin based on retention factor (Rf) and molecular weight. The results showed that some isolates of Bifidobacterium spp. such as isolates BBBP1L, BCa2, BCb1 and BBP6 are able to inhibit the growth of MDR bacteria : Enterococcus sp., Enterobacter cloacae, and Eschericia coli. Bacteriocin of Bifidobacterium spp. BCa2 has the largest inhibitory activity against MDR bacteria: Enterococcus sp., En. cloacae, and E. coli. Retention factor of Bifidobacterium spp. BCa2 bacteriocin is 0,651. The molecular weight of Bifidobacterium spp. BBP1L, BC1a, and BCa2 bacteriocin are 36 kDa. | |
| 15871 | 19181 | C1F015026 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DESA DENGAN PENGGUNAAN SISTEM KEUANGAN DESA (Penelitian pada Pemerintah Desa di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Paser) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas laporan keuangan desa pada Pemerintah Desa di Lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Paser. Penelitian ini mengambil lokasi di Pemerintah Daerah Kabupaten Paser. Responden dalam penelitian ini adalah pengelola keuangan desa di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Paser. Penelitian ini merupakan penelitian dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan data primer sebagai sumber datanya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunkaan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) menunjukkan bahwa: (1) kualitas data input berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan desa, (2) kompetensi sumber daya manusia berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan desa, (3) komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan desa. | This reseacrh aims to determine the factors that affect the quality of financial statements in the Village of Regional Government District Paser. This research is in Paser District Government. Respondents in this research are village financial managers in Paser District Government. This research is using quantitative approach that uses primary data as its data source. Methods of data collection use questionnaires. Based on the results of research and data analysis using SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) shows that: (1) the quality of input data has a positive effect on the quality of financial statements, (2) the competence of human resources positively affect the quality of financial statements, (3) organizational commitment has a positive effect on the quality of financial statements. | |
| 15872 | 19182 | C1F015002 | ANALISIS KORELASI OPINI AUDIT BPK ATAS LAPORAN KEUANGAN KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA DENGAN HASIL EVALUASI LAKIP KEMENTERIAN NEGARA/LEMBAGA | Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif tentang perkembangan opini audit BPK atas LKKL dan hasil evaluasi LAKIP K/L serta hubungan antara opini audit BPK atas LKKL dengan hasil evaluasi LAKIP K/L. Alat pengumpulan data menggunakan data sekunder dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Kementerian Negara/Lembaga Pemerintah Pusat. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 Kementerian Negara/Lembaga. Metode yang digunakan dalam pemilihan sampel adalah Purposive Sampling Method. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa : (1) Terdapat kenaikan yang signifikan pada opini audit BPK atas LKKL dalam periode 2011-2015, (2) Terdapat kenaikan yang signifikan atas hasil evaluasi LAKIP K/L pada periode 2011-2015, (3) Terdapat korelasi yang signifikan antara opini audit BPK atas LKKL dengan hasil evaluasi LAKIP K/L, (4) Faktor yang menyebabkan opini audit BPK atas LKKL pada beberapa K/L tidak seiring dengan perkembangan hasil evaluasi LAKIP K/L adalah opini audit BPK atas LKKL bukan merupakan indikator utama dalam evaluasi LAKIP K/L serta penggunaan indikator tingkat efisiensi anggaran dalam pemenuhan sasaran kinerja K/L. | This research is a descriptive research on the development of BPK audit opinion on LKKL and evaluation result of LAKIP K/L and the correlation between BPK audit opinion on LKKL with evaluation result of LAKIP K/L. The tool for data collection using secondary data and interviews. Population in this research is all State Ministry / Institution of Central Government. The number of samples used in this study are 3 State Ministries / Institutions. The method used in sample selection is Purposive Sampling Method. Based on the results of the research and data analysis, there are: (1) There is a significant increase in BPK's audit opinion on LKKL in 2011-2015 period, (2) There is a significant increase on evaluation result of LAKIP K/L in 2011-2015 period, (3) There is a significant correlation between the BPK audit opinion on LKKL and the evaluation result of LAKIP K / L, (4) The factors that cause the BPK audit opinion on LKKL in some K/L are not aligned with the evaluation result LAKIP K/L is the audit opinion of BPK LKKL is not a major indicator of LAKIP K/L evaluation and the use of budget efficiency indicator in fulfillment K/L performance targets. | |
| 15873 | 19183 | C1C013104 | PENGARUH PENGETAHUAN PEMILIK, LITERASI KEUANGAN, PERSEPSI PENGUSAHA ATAS INFORMASI AKUNTANSI DAN PENGGUNAAN INFORMASI AKUNTANSI TERHADAP KEBERHASILAN UMKM DI PURWOKERTO (Studi pada UMKM Kerajinan Sandal Bandol di Pasir Kidul) | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengetahuan pemilik, literasi keuangan, persepsi pengusaha atas informasi akuntansi dan penggunaan informasi akuntansi terhadap keberhasilan usaha pada UMKM Kerajinan Sandal Bandol di Pasir Kidul, Purwokerto. Sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 46 pelaku usaha. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara dan kuesioner. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial pengetahuan pemilik, literasi keuangan dan persepsi pengusaha atas informasi akuntansi berpengaruh positif terhadap keberhasilan usaha pada UMKM Kerajinan Sandal Bandol di Pasir Kidul, sedangkan penggunaan informasi akuntansi tidak berpengaruh terhadap keberhasilan usaha pada UMKM Kerajinan Sandal Bandol di Pasir Kidul. | This study aimed to examine the effect of owner knowledge, financial literacy, entrepreneur perceptions of accounting information and the use of accounting information on business success in SMEs Bandol Sandal Craft in Pasir Kidul, Purwokerto. The sample in this study using purposive sampling technique as many as 46 SMEs. Data collection in this study using interview and questionnaire. The data collected were processed by using multiple linear regression analysis. The results of this study indicate that partially knowledge of the owner, financial literacy and entrepreneur perceptions of accounting information positive affect the success of business on SMEs Bandol Sandal Craft in Pasir Kidul, while the use of accounting information has no effect on business success in SMEs Bandol Sandal Craft in Pasir Kidul. | |
| 15874 | 19184 | B1J013184 | EKSPRESI RELATIF mRNA BZLF1 EPSTEIN-BARR VIRUS DARI BIOPSI JARINGAN TUMOR DALAM BLOK PARAFIN SEBAGAI BIOMARKA PATOGENESIS KARSINOMA NASOFARING | Karsinoma Nasofaring (KNF) merupakan tumor ganas dari sel epitel permukaan nasofaring yang sering disebabkan oleh infeksi dari Epstein-Barr Virus (EBV). Gen transaktivator immediate-early ZEBRA (BZLF1) memiliki kemampuan memicu fase litik pada EBV. Aktivitas mRNA di lokasi tumor primer lebih menggambarkan patogenesis sesungguhnya dari KNF. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekspresi relatif mRNA BZLF1 EBV dari biopsi jaringan KNF dalam blok parafin sebagai biomarka patogenesis KNF. Rancangan Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional yang berbentuk studi seran lintang (cross sectional). Sampel yang digunakan adalah biopsi jaringan tumor dalam blok parafin dari 22 pasien NPC yang didiagnosis pasti sebagai KNF tipe WHO-3 dan memenuhi kriteria inklusi di bagian poli patologi anatomi RSUD. Prof. dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. Ekspresi relatif mRNA BZLF1 kemudian dihitung dengan rumus 2-ΔCt. Gen Housekeeping yang digunakan adalah gen GAPDH. Uji T statistik dilakukan untuk membandingkan nilai ekspresi relatif mRNA BZLF1 pada stadium awal dan lanjut. Ekspresi relatif sampel KNF WHO-3 memiliki kisaran nilai antara 0,15389-13,17746. Nilai rata-rata ekspresi relatif mRNA BZLF1 untuk stadium awal adalah 0,863773 dan stadium lanjut adalah 1,5. Ekspresi relatif mRNA BZLF1 EBV dapat berpotensi sebagai biomarka patogenesis KNFkhususnya untuk prognosis tumor KNF. | Nasopharyngeal Carcinoma (NPC) is a malignant tumor from the surface of epithelial nasopharynx cells which is mostly caused by the infection of Epstein-Barr Virus (EBV). Immediate-early BZLF1 (ZEBRA) gene transactivator has an ability to trigger the lytic phase in EBV. mRNA activity in primary tumor location is more representing the true pathogenesis value of NPC. The aims of this study were to determine the relative expression mRNA BZLF1 EBV from NPC tissues biopsy in paraffin block as a potential biomarker in NPC pathogenesis. This research used analytical observational methods with cross sectional study. The samples were used in this research are tissue biopsies formalin-fixed embedded paraffin (FFPE) of 22 NPC patients which has been diagnosed to be KNF WHO type 3 and fulfilling the sample inclusion criteria at Pathology Anatomy Department, RSUD. Prof. dr. Margono Soekarjo, Purwokerto. The relative expression of mRNA BZLF1 was calculated by 2-ΔCt formula. The Housekeeping gene which used is GAPDH gene. The T-test statistic analyze is done to compare the relative expression of early and late mRNA BZLF1. The relative expression of NPC WHO-3 samples has a ranged between 0,15389-13,17746. The relative expressions mean of BZLF1 mRNA for the early stages was 0,863773 and for late stages was 1,5. The relative expression of BRLF1 EBV mRNA can potentially be an NPC pathogenesis biomarker especially for prognosis of NPC tumors. | |
| 15875 | 19194 | E1A113065 | Tinjauan Yuridis Kewajiban Pelaku Usaha Terhadap Konsumen Tanah Kavling Di Perumahan Casa Grande Yogyakarta Berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen (Studi Terhadap Putusan Pengadilan Nomor 72/Pdt.G.BPSK/2010/PN.YK) | Pelaku Usaha dalam melakukan kegiatan usahanya seringkali mengabaikan kewajiban yang seharusnya dipenuhi dan hanya berorientasi pada keuntungan semata, seperti yang terjadi pada sengketa antara Ferdinan Aris Andi sebagai Konsumen dengan PT. Tirta Segara Biru sebagai Pelaku Usaha. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim terhadap kewajiban Pelaku Usaha dalam Putusan Nomor 72/Pdt.G.BPSK/2010/PN.YK. Metode penelitian yang dipakai adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif. Sumber data yang dipakai adalah data sekunder, yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Pengumpulan datanya menggunakan metode studi kepustakaan dan selanjutnya disusun secara sistematis dengan metode analisis data secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian Putusan Nomor 72/Pdt.G.BPSK/2010/PN.YK, PT. Tirta Segara Biru sebagai Pelaku Usaha telah melanggar ketentuan Pasal 7 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen, karena Pelaku Usaha tidak kunjung menyerahkan sertifikat kepemilikan tanah kavling kepada Ferdinan Aris Andi sebagai Konsumen. Penyelesaian sengketa tersebut menggunakan peraturan yang terdapat dalam Pasal 1238 KUHPerdata dan Pasal 7 huruf (a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen karena merupakan Sengketa Konsumen yang diakibatkan oleh wanprestasi dari Pelaku Usaha. | The developer usually ignore their duties and oriented only about how to gets profit in conducting their bussiness. This fact really happened in the case between Ferdinan Aris Andi as consumer with PT. Tirta Segara Biru as developer. This research aimis to know what is the judge legal reasons toward the duties of the developer on that case. Research methodis “yuridis-normatif” with its specification is descriptive research. Data source in this research consists of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials which are collected by literature review and analyzed by qualitative approach. The conclusions of this research are P.T Tirta Segara Biru as developer has broke the rule of Verse 7 letter (a) Law No. 8 Year 1999 concerning Consumer Protection. PT Tirta Segara Biru did not turn over the House bought by Ferdian Aris Andi as consumer. This case settled by KUHPerdata and Law No. 8 Year 1999 concerning Consumer Protection because it was the consumer dispute caused by “wanprestasi” of the developer. | |
| 15876 | 19186 | A1L010183 | PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM DAN DOSIS PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN (Brassica oleraceae var. alboglabra) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui pengaruh komposisi media tanam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan, 2) mengetahui pengaruh dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan, 3) mengetahui pengaruh kombinasi komposisi media tanam dan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian dilaksanakan di screen house Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dengan ketinggian 110 mdpl pada bulan Januari sampai Februari 2016. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tanaman segar, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot akar segar, dan bobot akar kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media tanam meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, bobot tajuk segar dan bobot tanaman segar. Komposisi media tanam terbaik adalah media tanah, cocopeat dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1. Dosis pupuk nitrogen meningkatkan semua variabel. Dosis pupuk nitrogen yang tepat adalah 100 kg N/ha. Kombinasi komposisi media tanam dan dosis pupuk nitrogen meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun. Kombinasi perlakuan yang tepat terdapat pada komposisi media tanah, cocopeat dan arang sekam dengan perbandingan 2:1:1 dan dosis pupuk nitrogen 100 kg N/ha. | This research aims to 1) know the effect of the composition of growing media on growth and yields of chinese kale, 2) know the effect of dosage of nitrogen fertilizer on growth and yields of Chinese kale, 3) know the effect of combination between composition of growing media and dosage of nitrogen fertilizer on growth and yields of chinese kale. Research had been conducted in screen house the Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman with altitude 110 metres above sea level from January to February 2016. The design used was Randomized Block Design (RBD) with 2 factors and 3 replications. The observed variables were plant height, number of leaves, leaf area, fresh plant weight, fresh canopy weight, dry canopy weight, fresh root weight, and dry root weight. The results of research showed that composition of growing media increased plant height, number of leaves, leaf area, fresh plant weight, fresh canopy weight. The best composition of media was in the type of soil,cocopeat and chaff charcoal in the ratio 2:1:1. Dosage of nitrogen fertilizer increased all observed variables. The accurate dosage of nitrogen fertilizer was 100 kg N/ha. Combination between of composition of growing media and dosage of nitrogen fertilizer increased plant height and number of leaves. The accurate combination between of composition of growing media and dosage of nitrogen contained soil, cocopeat and chaff charcoal in the ratio 2:1:1 and dosage of nitrogen fertilizer was 100 kg N/ha. | |
| 15877 | 19187 | F1C013036 | Strategi Komunikasi Akun Instagram '@dagelan' dalam Menarik Pengiklan Menggunakan Jasa Paid Promote | Maraknya penggunaan media sosial berdampak pada perkembangan sektor internet economy yang cukup pesat. Kini uang tidak hanya dapat dihasilkan melalui sektor riil saja, tetapi hal-hal yang bersifat kasat mata justru terasa lebih menjanjikan. Fenomena ini dapat dilihat dari semakin menjamurnya bisnis paid promote. Berkaitan dengan hal itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi yang dilakukan oleh salah satu penyedia jasa paid promote agar popularitas medianya tidak menurun.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Informan dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kemudian validitas data dilakukan dengan triangulasi sumber data dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi yang digunakan oleh pengelola akun Instagram ‘@dagelan’ dalam usaha menarik pengiklan menggunakan jasa paid promote adalah melakukan identifikasi masalah terkait situasi, perusahaan, dan target audience; menyusun strategi dengan menerapkan create trending dan repost serta menentukan waktu posting yang tepat; memaksimalkan fitur yang ada pada Instagram dan menjalin kerjasama; memperhatikan implementasi dari strategi yang telah dibentuk; melakukan evaluasi; serta menerapkan pilar media sosial dalam strateginya. | Social media consumption affects the rapid development of internet economy sector. Nowadays, money can not only be generated through the real sector, but also through intangible things that are more promising. This phenomenon can be seen from the growing number of paid promote service. The aim of the research is to find the communication strategy made by one of paid promote providers, so that the media popularity constantly attract the advertisers.This research uses qualitative method with descriptive study approach. The informant was chosen by using purposive sampling technique. The data validity is tested using triangulation of data sources and methods. The results of the research shown that the communication strategies used by the account manager of ‘@dagelan’ Instagram account in order to attract advertisers using paid promote service are identifying problem related to situation, company and target audience; strategizing by created trending, reposts and using timely content; maximizing Instagram features and establishing some cooperation; conducting evaluation; and applying social media pillars in the strategy | |
| 15878 | 19191 | F1B011034 | KUALITAS PELAYANAN ADMINISTRASI TERPADU KECAMATAN (STUDI KUALITAS PELAYANAN KARTU KELUARGA DI KECAMATAN BATURRADEN) | Pemerintah Kecamatan sebagai salah satu unit organisasi pemerintah daerah mempunyai kedudukan yang strategis karena berada di garis depan (front line) yang berhadapan langsung dengan masyarakat dengan berbagai macam latar belakang, serta kebutuhan dan tuntutan yang selalu berubah dan berkembang. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, sebagaimana diamanatkan dalam Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 25 tahun 2000 tentang pembangunan nasional (PROPENAS), perlu disususn indek kepuasan masyarakat sebagai tolok ukur untuk menilai tingkat kualitas pelayanan sekaligus sebagai bahan pertimbangan perbaikan. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Baturraden dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu Penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah. Berdasarkan hasil penelitian dari aspek tagible secara umum kondisi sarana dan prasarana Kecamatan Baturraden sudah baik dan lengkap, namun ada beberapa fasilitas yang harus ditingkatkan atau ditambahkan karena fungsinya belum maksimal seperti internet dan parkir motor. Dari aspek responsivenses, dalam memahami kebutuhan masyarakat dan tingkat inisiatif pegawai Kecamatan Baturraden sudah baik. Sebagai contoh jika ada masyarakat yang kurang paham atau berkas kurang lengkap petugas tidak segan – segan membantu untuk menjelaskan. Dari aspek Competence petugas kecamatan sudah memahami tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pelayanan KK. Kendala yang dihadapi dalam pelayanan KK yaitu kadang kalau ada orang nikah nanti di ganti nama tua dan nama tua itu tidak sesuai dengan ijazah serta kurangnya informasi dari desa ke masyarakat sehingga kadang timbul masalah. Petugas sudah pernah mengukuti pelatihan pelayanan, namun belum ada pelatihan lanjutan. Dari aspek akses, lokasi ke Kecamatan Baturraden strategis karena berada di pinggir jalan sehingga mudah dijangkau oleh masyarakat. Berdasarkan hasil observasi waktu pelayanan sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP) dibuktikan dari mulai awal masyarakat menerima pelayanan sampai selesai memerima pelayanan, namun ada beberapa kendala yang sering terjadi seperti waktu jadinya dokumen masih menunggu dan sekarang menggunakan tinta basah tergantung jika pejabat yang bersangkutan keluar kota, maka prosesnya menjadi lama, dari hal tersebut dapat disimpulkan bahwa pelayanan kartu keluarga (KK) di kantor Kecamatan Baturraden sudah berjalan cukup baik, namun masih perlu ditingkatkan. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Kualitas Pelayanan Publik, Kartu Keluarga. | SUMMARY District Government as one of the regional government organization units has a strategic position because it is on the front line that faces directly with the community with various backgrounds, needs and demands that are always changing and developing. One of the efforts to improve the quality of public services, as mandated in the Law of the Republic of Indonesia Number 25 of 2000 on national development (PROPENAS), needs to set the satisfaction index of society as a benchmark to assess the level of service quality as well as consideration of improvement. This research was conducted in Baturraden Subdistrict This research uses qualitative descriptive research method which intends to understand the phenomenon about what is experienced by research subject such as behavior, perception, motivation, action and others holistically and by way of description in the form of words and language In a specific, natural context and by utilizing various natural methods. Based on the result of research from tagible aspect in general condition of facility and infrastructure of Sub-district of Baturraden is good and complete, but there are some facilities that must be improved or added because the function is not maximal like internet and motorcycle parking. From the aspect of responsivenses, in understanding the needs of the community and the level of initiative of Baturraden sub-district officials is good. If there are people who do not understand or file less complete the officer does not hesitate to help to explain. From the aspect of Competence kecamatan officers have understood the main task and function (tupoksi) KK service. Constraints faced in the ministry of KK is sometimes if there is a marriage later in the old name change and the old name is not in accordance with the diploma and the lack of information from village to community so that sometimes problems arise. Officers have already conducted service training, but no further training has been done. From the aspect of access, the location to Baturraden District is strategic because it is on the roadside so it is easy to reach by the community. Based on observation of service time according to standard operational procedure (SOP) is proven from the beginning of society receive service until finish receive service, but there are some obstacles that often happened as the time of the document is still waiting and now use wet ink depends if the official concerned out of town , Then the process becomes old, it can be concluded that the family card (KK) service at Baturraden Sub-district office has been running quite well, but still needs to be improved. Keywords: Public Service, Public Service Quality, Family Ca | |
| 15879 | 19188 | H1A013051 | ISOLASI DAN KARAKTERISASI ENZIM UREASE DARI BIJI KACANG PANJANG (Vigna unguiculata Subsp. sesquipedalis (L.) Verdc.) | Urease merupakan enzim yang mampu mengkatalisis hidrolisis urea menjadi amonia dan karbon dioksida. Enzim urease dapat ditemukan pada berbagai tanaman biji-bijian, seperti pada penelitian ini adalah biji kacang panjang (Vigna unguiculata Subsp. sesquipedalis (L.) Verdc.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu perkecambahan terhadap aktivitas enzim urease dari biji kacang panjang (Vigna unguiculata Subsp. sesquipedalis (L.) Verdc.). Isolasi enzim dilakukan dengan germinasi biji dalam keadaan gelap selama waktu yang ditentukan yaitu 0, 2, 4, 6, 8, 10 dan 12 hari. Ekstraksi enzim dilakukan menggunakan mortar dengan pelarut aseton 20% (suhu dingin), kemudian larutan distirrer (suhu dingin) selama 3 jam dan dipisahkan endapan dan supernatan. Supernatan merupakan eksrak kasar enzim urease. Ekstrak kasar enzim diuji aktivitasnya dengan menggunakan metode Nessler. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas enzim urease dari biji kacang panjang (Vigna unguiculata Subsp. sesquipedalis (L.) Verdc.) optimum pada waktu germinasi hari ke-8. | Urease is an enzyme that catalyzes the hydrolysis of urea into ammonia and carbon dioxide. Plants that produce urease enzyme in this research are long beans seeds (Vigna unguiculata Subsp. sesquipedalis (L.) Verdc.) This research aimed to determine the seeds germination time to produce urease enzyme from long beans seeds (Vigna unguiculata Subsp. sesquipedalis (L.) Verdc.). Isolation of enzyme was performed seeds by germination on dark condition during specified time of 0,2,4,6,8,10 and 12 days. Extraction of enzyme was performed with acetone extraction of 20% (cold temperature), and the solution was stirred (cold temperature) for 3 hours and the precipitate and supernatant were separated (supernatant as the crude extract enzyme). The activities of crude extract enzyme were tested by Nessler’s method. The results showed the optimum of urease from long beans seeds (Vigna unguiculata Subsp. sesquipedalis (L.) Verdc.) germination of 8 days. | |
| 15880 | 19193 | F1D012006 | KOALISI PARTAI DEMOKRAT, PARTAI HATI NURANI RAKYAT, DAN PARTAI KEBANGKITAN BANGSA DALAM PEMILIHAN UMUM BUPATI KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN 2015 | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan koalisi antara Partai Demokrat, Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Pemilihan Bupati Kabupaten Purbalingga tahun 2015. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan paradigma konstruktivsme dan pendekatan studi kasus. Penelitian ini juga menggunakan teknik analisis interaktif Miles dan Huberman. Penelitian ini berfokus untuk memaparkan proses terbentuknya koalisi, model koalisi, serta faktor yang mempengaruhi terbentuknya koalisi antara Partai Demokrat, Hanura dan PKB. Sasaran yang dituju pada penelitian ini adalah pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat, Hanura, PKB, PDIP, KPUD, dan pengamat politik Purbalingga. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling dan pengambilan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini juga menggunakan triangulasi data untuk memvalidasi data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa koalisi terbentuk melalui beberapa tahapan yaitu berawal dari satu pendiri, menambah satu anggota sekali waktu, mencapai masa kritis dan mengajak yang paling lemah untuk mendukung serta membubarkan secepatnya. Koalisi ini digambarkan dengan gabungan antara model koalisi minimal size coalition dan bargaining proposition. Terbentuknya koalisi ini juga tidak terlepas dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yaitu sikap pragmatis partai politik. Sedangkan untuk faktor eksternal yaitu legal formal, partai politik dalam koalisi dapat memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan oleh KPU. Berdasarkan hasil penelitian di lapangan diketahui bahwa koalisi yang terjalin antara PKB, Demokrat, dan Hanura terbentuk juga karena adanya campur tangan PDIP, dan isu bagongan yang melekat pada koalisi ini dijadikan sebagai strategi kampanye untuk memperoleh suara. | This study aims to describe the coalition between the Partai Demokrat, Hati Nurani Rakyat (Hanura) and Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) in the Regent Election of Purbalingga Regency in 2015. This research used qualitative research method with constructivism paradigm and case study approach. This study also used interactive analytical techniques Miles and Huberman. This research focused on explaining the process of coalition formation, coalition model, and factors which influencing the formation of coalition between Partai Demokrat, Hanura, and PKB. The targets aimed at this research are the members of the Branch Management Council (DPC) of the Partai Demokrat, Hanura, PKB, PDIP, KPUD, and political observers Purbalingga. This research chooses the informant by purposive sampling and take data with in-depth interview, observation, and documentation. This research also used triangulation data to validate data. Data analysis was done by using interactive analysis model of Miles and Huberman. The results of this study indicated that the coalition was formed through several stages of starting from one founder, adding one member at a time, reaching a critical period and inviting the weakest to support and disperse as soon as possible. The coalition is illustrated by a combination of minimal coalition and bargaining proposition models. The formation of this coalition is also inseparable from internal factors and external factors. Internal factor is pragmatic attitude of political party. As for external factors that are formal legal, political parties in coalition can fulfill the requirements set by KPU. Based on the results of research, it is known that the coalition between PKB, Demokrat, and Hanura is formed because of the interference of PDIP, and the issue of Bagongan attached to this coalition is used as a campaign strategy to earn votes. |