Artikelilmiahs

Menampilkan 15.721-15.740 dari 49.889 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1572119037D1E012276PENGARUH KONSENTRASI LEMAK AYAM NIAGA PEDAGING SEBAGAI AGENSIA FATLIQUORING PADA PENYAMAKAN KULIT SHANK AYAM TERHADAP KEKUATAN JAHIT DAN KEKUATAN SOBEK
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan konsentrasi minyak ayam niaga pedaging terhadap kekuatan jahit dan kekuatan sobek. Materi yang digunakan adalah kulit shank ayam niaga pedaging umur 35 hari sebanyak 40 shank ayam. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen dan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang digunakan adalah minyak ikan P0 (6%), P1 (lemak ayam niaga pedaging 2 %), P2 (lemak ayam niaga pedaging 4 %), P3 (lemak ayam niaga pedaging 6 %). Peubah yang diukur adalah kekuatan jahit dan kekuatan sobek. Rataan nilai kekuatan jahit hasil penelitian P0, P1, P2, P3, berturut-turut adalah 40,630 kg/cm, 28,228 kg/cm, 23,228 kg/cm, 29,006 kg/cm. Rataan nilai kekuatan sobek P0, P1, P2, P3, berturut-turut adalah 11,318 kg/cm, 9,434 kg/cm, 11,322 kg/cm, 8,998 kg/cm. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa konsentrasi lemak ayam niaga pedaging berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kekuatan sobek namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kekuatan jahit. Kesimpulan, lemak ayam niaga pedaging sampai dengan konsentrasi 6% belum dapat menyamai agensia fatliquoring minyak ikan 6% dalam menghasilkan kekuatan jahit kulit shank ayam. Lemak ayam niaga pedaging dengan konsentrasi 2% dapat menyamai agensia fatliquoring minyak ikan 6% dalam menghasilkan kekuatan sobek kulit shank ayam. The purpose of this study is to determine the effect of different concentrations of broiler oil on the strength of sewing and tear. The material used is shank of broiler skin aged 35 days as much as 40 shank chicken. The research was conducted using experimental method and using Completely Randomized Design (RAL). The treatments used were fish oil P0 (6%), P1 (2% broiler commercial fat), P2 (4% broiler commercial fat), P3 (6% broiler trading). The observed variables are the strength of the sewing and the tear strength. The mean value of sewing strength of the research results P0, P1, P2, P3, were 40,630 kg / cm, 28,228 kg / cm, 23,228 kg / cm, 29,006 kg / cm, respectively. The mean values of tear strength P0, P1, P2, P3, were 11.318 kg / cm, 9.434 kg / cm, 11.322 kg / cm, 8.998 kg / cm, respectively. The result of variance analysis showed that the fat concentration of broiler was not significant (P> 0,05) to tear strength but very significant (P <0,01) to sewing strength. The conclusion is is that broiler fat until the concentration of 6% can not match the fatliquoring agent of fish oil 6% in producing chicken shank skin sewing strength. 2% broiler commercially available broiler fat poultry fatty acids can match the fatliquoring agent of fish oil 6% in yielding torn skin shank chicken strength.
1572219038C1A013108FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERTUMBUHAN PREMI ASURANSI JIWA DI INDONESIA: DARI SISI PERMINTAAN TAHUN 1996-2015Penelitian ini berjudul “Faktor-faktor yang Memengaruhi Pertumbuhan Premi Asuransi Jiwa di Indonesia: dari Sisi Permintaan Tahun 1996-2015” Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDB per kapita, tingkat bunga, pertumbuhan sektor keuangan, dan pendidikan terhadap premi bruto asuransi jiwa dan mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap premi bruto asuransi jiwa. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dan data sekunder dengan metode time series dalam kurun waktu dua puluh tahun (1996-2015). Teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS).
Dari penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel PDB perkapita, suku bunga, pertumbuhan sektor keuangan, dan pendidikan berpengaruh signifikan terhadap premi bruto asuransi jiwa di Indonesia. Adapun secara parsial variabel suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan terhadap premi asuransi jiwa di Indonesia, variabel PDB perkapita dan pertumbuhan sektor keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap premi bruto asuransi jiwa di Indonesia, dan variabel pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap premi bruto asuransi jiwa di Indonesia. Sementara itu, variabel yang paling berpengaruh terhadap pertumbuhan premi bruto asuransi di Indonesia adalah pertumbuhan sektor keuangan.
Implikasi dari penelitian ini yaitu pemerintah hendaknya perlu menjaga pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target untuk mencegah terjadinya krisis terutama memberi perhatian pada inflasi yang akan memengaruhi variabel-variabel makro lainnya dan perlu adanya komitmen yang kuat dari seluruh level manajemen untuk mengembangkan bancassurance untuk lebih baik kedepannya.
This research titled “Affecting Factors of the Growth of Life Insurance Premiums in Indonesia: from The Demand Side within 1996-2015”. The purpose of this research is to analyze the influence of GDP per capita, Interest Rate, Financial Development, and Education to Gross Premiums of Life Insurance and analyze most influential variable to Gross Premiums of Life Insurance. This research method is quantitative research and secondary data using time series method within twenty years period (1996-2015). Data analysis technique used multiple linear regressions with Ordinary Least Square (OLS) method.
From the research, it was concluded that the GDP percapita, Interest Rate, Financial Development, and Education had influence on Gross Premiums of Life Insurance in Indonesia. The partial variable Interest rate has a negative and significant impact on gross premiums of life insurance, GDP per capita and financial development has a positive and significant impact on gross premiums of life insurance, and variable education has no significant on gross premiums of life insurance. Meanwhile, the most influential variable on gross premiums of life insurance is financial development
The implications of this research should to keep the economic growth in line with the targets to prevent the crisis and giving attention to inflation that will affect other macro variables and strong commitment from all levels of management to develop bancassurance for the better in the future.
1572319039F1B112018FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEBERHASILAN PEMBANGUNAN TEKNOLOGI INFORMASI BERBASIS INTERNET (STUDI DI DESA MELUNG KECAMATAN KEDUNG BANTENG
KABUPATEN BANYUMAS)
Penelitian ini berjudul “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Pembangunan Teknologi Informasi Berbasis Internet (Studi di Desa Melung Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kepemimpinan kepala desa dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan teknologi informasi berbasis internet di Desa Melung Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas, baik secara parsial maupun secara bersama-sama. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif asosiatif dengan pendekatan survei. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Jumlah sampel sebanyak 233 KK (Kepala Keluarga). Metode analisis yang digunakan adalah Koefisien Korelasi Kendall’s Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall’s W, dan Regresi Ordinal.
Hasil dari penelitian ini adalah (1) Terdapat pengaruh signifikan kepemimpinan kepala desa terhadap keberhasilan pembangunan teknologi informasi berbasis internet di Desa Melung Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas sebesar 32,7 persen dengan arah positif. (2) Terdapat pengaruh signifikan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan teknologi informasi berbasis internet di Desa Melung Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas sebesar 35,9 persen dengan arah positif. (3) Terdapat pengaruh signifikan kepemimpinan kepala desa dan partisipasi masyarakat terhadap keberhasilan pembangunan teknologi informasi berbasis internet di Desa Melung Kecamatan Kedung Banteng Kabupaten Banyumas sebesar 47,7 persen dengan arah positif.
This research entitles “Factors Affecting the Success of Development of Internet Based Information Technology (Study in Melung Village Kedung Banteng District Banyumas Regency)”. The purpose of this research is to find out how much influence the leadership of the village head and community participation to the successful development of internet-based information technology in Melung Village Kedung Banteng District Banyumas Regency, either partially or collectively. This research uses associative quantitative method with survey approach. Data collection techniques through questionnaires, observations, and documentation. The number of samples is 233 families (head of household). The analytical method used is Kendall’s Tau-c Correlation Coefficient, Kendall’s W Concordance Correlation, and Ordinal Regression.
The result of this research are (1) there is a significant influence of leadership of village head toward the success of internet-based information technology development in Melung Village Kedung Banteng District Banyumas Regency is 32,7 percent in positive direction. (2) there is a significant influence of community participation toward the success of internet-based information technology development in Melung Village Kedung Banteng District Banyumas Regency is 35,9 percent in positive direction. (3) there is a significant influence of leadership of village head and community participation toward the success of internet-based information technology development in Melung Village Kedung Banteng District Banyumas Regency 47,7 percent in positive direction.
1572419040A1L012168Keberadaan Nematoda Parasit Pada Tanaman Cabai Merah Di Tiga Ketinggian TempatPenelitian ini bertujuan untuk: 1) mendapatkan genera nematoda parasit tanaman cabai apa saja yang menyerang tanaman cabai di desa sampel, 2) mengetahui kepadatan populasi nematoda pada pertanaman cabai di desa sampel, 3) mengetahui populasi nematoda parasit dan non parasit pada tanaman cabai merah. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. Identifikasi nematoda dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian dilaksanakan pada Februari sampai dengan Maret 2017. Penelitian ini menggunakan purposive random sampling yang terdiri dari 1 desa pertanaman cabai, 3 ketinggian tempat, 3 ulangan, dan 3 tanaman dari setiap ulangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada 2 jenis nematoda yang dominan dalam menyerang pertumbuhan tanaman cabai yaitu nematoda Meloidogyne sp. dan Helicotylenchus sp., kepadatan populasi nematoda antar ketinggian tempat menunjukkan relatif sama pada fase vegetatif maupun generatif tanaman cabai dan jumlah populasi nematoda parasit lebih besar daripada non parasit baik yang hidup pada akar dan tanah (lahan) pertanaman cabai.


The research aims to: 1) know the diversity genera of nematode parasitic plantsthat attack anything chili plants in village of chili sample, 2) find out the density of populations of nematode on crops in the village of chili each sample, 3) knowing the population of parasitic nematodes and non parasitic on red chili plants. This research was carried out in districts Karangreja, Purbalingga. Identification of the nematodes were conducted in the laboratory of plant protection, Faculty of agriculture, University of Jenderal Soedirman. . The research was conducted on February until March 2017. The research used purposive random sampling consisted of 1 village, 3 height of places, 3 replications, and 9 plants in every replications. This research indicated that there were 2 types of nematodes dominant in attacking the growth of chili plants that was nematodes Meloidogyne sp. and Helicotylenchus sp., the population density of nematodes between the altitudes shows relatively similar in the vegetative and generative phase of chili plants, the number of parasitic nematode populations was greater than non parasitic nematodes both living in roots and soil cultivation.


1572519045H1H013049PENGARUH PEMBERIAN PAKAN ALAMI Moina sp. DENGAN PERSENTASE YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN RAINBOW AJAMARU (Melanotaenia ajamaruensis) Pakan alami merupakan jenis makanan ikan berupa organisme yang hidup didalam air tanpa mempunyai kemampuan untuk melawan gerakan air. Pakan alami sangat penting untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan terutama pada fase benih. Moina sp. sebagai pakan benih ikan Rainbow Ajamaru (Melanotaenia ajamaruensis) memiliki keunggulan yang selalu bergerak aktif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan alami Moina sp. dengan persentase yang berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan Rainbow Ajamaru. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental berdasarkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan. Parameter yang diamati adalah pertambahan berat, pertambahan panjang, laju pertumbuhan harian, kelangsungan hidup, efisiensi pakan dan kualitas air. Ikan dipelihara dalam akuarium 30x20x20 cm dengan kepadatan 5 ekor dan bobot berkisar 0,15-0,79 g/ekor. Ikan uji diberi pakan berupa Moina sp. selama 60 hari. Perlakuan yang diuji adalah persentase Moina sp. yang berbeda yaitu 5%, 10%, 15%, dan 20%. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan signifikan terhadap pertumbuhan berat 1,04±0,27 dan panjang 1,68±0,08. Hasil penelitian kelangsungan hidup tidak signifikan terhadap 100±0,00(P>0,05).Natural feeding is a kind of fish food in the form of organisms that live in the water, without the ability to resist water movement. Natural feeding is very important for the growth and survival of fish mainly on seed phase. Moina sp. as feed seed fish Rainbow Ajamaru (Melanotaenia ajamaruensis) fish has advantages which are always moving on. This research aims to know the influence of natural feeding Moina sp. with a different percentage towards the growth and survival of fish seed Rainbow Ajamaru. The research method used is based on the experimental design of Completely Randomized Design (CRD) with four and three times the treatment of Deuteronomy. The observed parameters is the growth of weight, growth in length, the daily growth rate, survival rate, feed efficiency and the quality of the water. Fish kept in an aquarium with a density 5 centimeters 30x20x20 tailed and weights ranged from 0.15-0.79 g/ tailed. Test fish were given feed in the form of Moina sp. during 60 days. The treatment being tested with a different percentage are 5%, 10%, 15%, and 20%. The research results showed that the treatment significantly influence the growth of heavy 1,04 ± 0,27 and length 1,68 ± 0,08. Survival research didn't significantly to 100 ± 0,00 (P > 0.05).
1572619041F1B012074PENGARUH KEMAMPUAN OGANISASI PELAKSANA DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM POSYANDU LANJUT USIA DI KECAMATAN SUMBANG KABUPATEN BANYUMAS

Posyandu lansia sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan posyandu lansia yang berjalan dengan efektif akan lanjut usia akan mendapatkan kemudahan dalam pelayanan kesehatan dasar, sehingga kualitas masyarakat di usia lanjut tetap terjaga dengan baik dan optimal. Efektivitas program posyandu lanjut usia dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu faktor dari kemampuan organisasi pelaksana dan pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas dengan sasaran pasien para kader posyandu lanjut usia.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar pengaruh antara Kemampuan Organisasi Pelaksana dan Pemberdayaan Masyarakat terhadap Efektivitas Program Posyandu Lanjut Usia di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif asosiatif dengan menggunakan pendekatan metode survey, dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan menggunakan perhitungan statistik Korelasi Kendall Tau-c, Korelasi Konkordansi Kendall W dan Regresi Ordinal, dengan sasaran penelitian kader posyandu lanjut usia Di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Sebanyak 76 orang.
Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel Kemampuan Organisasi Pelasksana terhadap Efektivitas Program Posyandu Lanjut Usia sebesar 0,778 (77,8%). (2) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel Pemberdayaan Masyarakat terhadap Efektivitas Program Posyandu Lanjut Usia sebesar 0,826 (82,6%). (3) Terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara variabel Kemampuan Organisasi Pelaksana dan Pemberdayaan Masyarakat berpengaruh terhadap Efektivitas Program Posyandu Lanjut Usia sebesar 0,897 (89,7%).
Kesimpulan hasil penelitian ini adalah variabel kemampuan organisasi pelaksana dan pemberdayaan masyarakat semuanya berpengaruh positif dan signifikan baik secara sendiri atau bersama-sama terhadap efektivitas program posyandu lanjut usia di Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Hal ini membuktikan bahwa semua variabel independen mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap variabel dependen yaitu efektivitas program.

Posyandu elderly is very useful for the community. Elderly posyandu activities that run effectively will be useful in aged elderly will be useful in basic health services, so that the quality of society in the elderly stay well preserved and optimal. The effectiveness of elderly posyandu program can be done by several factors that are factors of the ability of the implementing organization and community empowerment. This research was conducted in Sumbang Sub-district of Banyumas Regency with target of Posyandu cadres.
The purpose of this study is to find out how much influence between the ability of Organizers and Community Empowerment of Elderly Posyandu Effectiveness Program in District Sumbang Banyumas. This research uses quantitative research method associative by using survey method, with data technique through questioner and documentation. The method used is Kendall Tau-c correlation statistic, Kendall W correlation correlation and Ordinal regression, with research target of elderly posyandu cadre in Sumbang sub-district of Banyumas regency A total of 76 people.
Based on the results of quantitative analysis in this study can be summarized as follows: (1) There is a positive and significant influence between organizational ability variable Pelasksana to Age Posyandu Effectiveness Program 0.778 (77.8%). (2) There is a positive and significant influence between the variables of Community Empowerment to the Old Age Posyandu Effectiveness Program of 0.826 (82.6%). (3) There is a positive and significant influence between the ability of Organizational Implementation and Community Empowerment toward Elderly Posyandu Effectiveness Program of 0.897 (89.7%).
The conclusion of this research is the variable of organizational capability of executor and community empowerment all positive and significant either individually or together to the service program of elderly posyandu in Sumbang Sub-district of Banyumas Regency. This is evident from all variables that have a positive influence on significant.

1572719042E1A111015KONSTITUSIONALITAS PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN TINGGI DI INDONESIA (TINJAUAN ATAS KONSEP OTONOMI PENGELOLAAN PERGURUAN TINGGI BIDANG NON-AKADEMIK)Penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia mengalami polemik sejak otonomi non akademik menjadi pilihan pemerintah. Otonomi non akademik dipilih sebagai tata kelola perguruan tinggi negeri dengan pola pengelolaan badan hukum dan badan layanan umum. Sehingga konstitusionalitasnya perlu diuji sebab berkaitan dengan kewajiban negara dan disatu sisi hak warga negara atas pendidikan tinggi. Sistem ini juga sekaligus berkaitan dengan tujuan nasional untuk mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanah UUD 1945.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis konstitusionalitas penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia dalam konsep otonomi pengelolaan perguruan tinggi bidang non-akademik. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pendekatan Peraturan Perundang-undangan (statute approach), Pendekatan analisis (Analitical Approach) dan Pendekatan Konseptual (conceptual approach).
Hasil Penelitian menunjukan bahwa konstitusionalitas penyelenggaraan pendidikan tinggi seharusnya mengacu pada tolak ukur bahwa negara ialah aktor utama yang bertanggungjawab khususnya dalam hal pendanaan. Dalam hal ini, negara hanya sebagai fasilitator. Sementara tanggungjawab beralih kepada perguruan tinggi lewat tata kelola badan layanan umum dan badan hukum. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan pendidikan di Indonesia inkonstitusional. Selain itu peran negara semakin minim dengan dibukanya kesempatan bagi dunia usaha dan industri untuk memberi pendanaan. Hal ini berdampak pada tidak terpenuhinya hak warga negara atas pendidikan tinggi dan menjauhkan tujuan nasional.
The management of higher education in Indonesia has a polemic since non-academic autonomy policy become an option of Indonesian government. Non-academic autonomy is chosen as higher education system, which legal entity management and public service agency as the component. That means, the constitutionality of this system must be tested, because this system is related to the duty of the state and the other hand, related to the rights of the citizen of higher education. This system also related to the national purpose, which is to enrich the life of the nation, as the trust of constitution.
The purpose of this research is to understand and analyze the constitutionality of higher education management in Indonesia within the concept of non-academic autonomy in higher education. This research is using statute approach, analytical approach, and conceptual approach.
The result of this research shows that constitutionality of the higher education management, must be referring to the postulate that the state is the most responsible actor in education funding. In this case, the state is only become a facilitator in higher education system. Meanwhile, the responsible of the higher education funding is delegated to the university, with its legal entity and public service agency. So, it can be concluded that the management of higher education is in-constitutional. Furthermore, the state role is getting small, with the opening opportunities for the industries to funding the higher education. These have an impact on the non-fulfillment of citizen’s right to higher education and alienate the state from its goal.
1572819043A1L011157STATUS KETERSEDIAAN HARA K SEBAGAI DASAR REKOMENDASI PEMUPUKAN DI PT
PERKEBUNAN NUSANTARA IX UNIT USAHA KARET KRUMPUT (PERSERO)
KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian bertujuan untuk mengetahui besarnya kandungan unsur hara K-total, K-tertukar dan
menentukan rekomendasi pemupukan kalium pada setiap satuan lahan perkebunan karet PT. Perkebunan
Nusantara IX Unit Usaha Karet Krumput (Persero) Kabupaten Banyumas. Penelitian dilaksanakan pada bulan
Oktober 2017 sampai November 2017. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan titik sampel
dilakukan dengan pendekatan fisiografis. Deliniasi satuan lahan dilakukan dengan cara menumpangsusunkan
peta (overlay) dari peta rupa bumi, peta administrasi, peta jenis tanah, peta kelerengan daerah penelitian.
Berdasarkan analisis fisiografis daerah survei bisa dibagi menjadi 12 satuan lahan (SL) dengan total luas 1.200
Ha. Setiap satuan lahan diwakili oleh 1 sampel komposit yang berasal dari beberapa titik pengambilan. Variabel
yang diamati meliputi variabel utama yaitu K-total, K-tersedia dan variabel pendukung meliputi BJI (Berat Jenis
Isi), BJP (Berat Jenis Partikel), porositas tanah, kandungan C-Organik, pH tanah, KTK, dan kejenuhan basa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan K-total dan K-tersedia pada lokasi penelitian berkisar antara
0,13 meq/100g sampai 0,23 meq/100g dan 21 mg/100g sampai 30 mg/100g. Kandungan kalium pada lokasi
penelitian tergolong rendah. Dosis pupuk KCl yang dapat direkomendasikan untuk meningkatkan status hara
kalium berkisar antara 267,56 kg KCl/ha dan 787,08 kg KCl/Ha.
The research aimed to know the contents of total-K and avalaible K as the basis of nitrogen fertilizer
recommendations on a rubber plantation of PT Nusantara Plantation IX (Persero) Krumput unit Banyumas.
The research was carried out from September 2016 until December 2016. Research was conduted base on a
survey method. Determination of the sample points were based on with physiographic approach. The land
Units (SL) were made by overlaying various maps including the administrative map, topographical map, map
of slope map of soil types, and land use map of the area of research, that produced 12 land units. Variables
observed comprised the main variables i.e. total N, available N and supporting variables including bulk density
(BD), particle density (PD), soil pH, DHL, the organic-C and CEC soil. The fertilizer need was determined
based on the mineral K needed to increase the of soil available K to the sufficiency level. Fertilization
recommendations is KCl. The results showed that the kalium contents on the site were classified as low levels.
The contents of total-K ranged from 0.13 meq/100g to 0.23 meq/100g. The available-K were between 21
mg/100g and 30 mg/100g. The recommended doses of KCl 267,56 and 787,08 kg KCl/Ha
1572918755C1A013071Pengaruh Tenaga Kerja dan Belanja Modal Terhadap Produk Domestik
Regional Bruto di Kabupaten Banyumas Tahun 2000-2015
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Tenaga Kerja dan Belanja Modal
Terhadap Produk Domestik Regional Bruto di Kabupatan Banyumas Tahun 2000-
2015”. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis variabel tenaga kerja dan
belanja modal terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di Kabupaten
Banyumas baik secara parsial atau simultan. Jenis Penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda
melalui metode ordinary least square dengan menggunakan data time series dari
kurun waktu 2000-2015 (16 tahun).
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tenaga kerja dan
belanja modal secara bersama-sama berpengaruh terhadap Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB). Adapun secara parsial belanja modal berpengaruh
signifikan dan tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap Produk
Domestik Regional Bruto (PDRB). Berdasarkan hasil analisis elastisitas, belanja
modal merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap Produk Domestik
Regional Bruto (PDRB).
Implikasi untuk penelitian ini yaitu pemerintah daerah perlu menunjang
peningkatan belanja modal dengan cara meningkat pendapatan daerah. Salah
satunya dengan cara pajak daerah yang di telah di tetapkan pemerintah daerah.
Selain itu peran masyarakat untuk wajib pajak yang secara langsung untuk
membiayai pengeluaran daerah seperti belanja modal. Dimana belanja modal
tersebut digunakan untuk memberikan pelayanan publik yang memiliki
standarisasi.
This research was entitledas "The Influence of Labor and Capital
Expenditure on Gross Regional Domestic Product in Banyumas District of 2000-
2015". The purpose of this research is to analyze the variable of labor and capital
expenditure to Gross Regional Domestic Product (GDP) in Banyumas Regency
either partially or simultaneously. This type of research is quantitative research.
The analysis tool used is multiple linear regression analysis through ordinary
least square method using time series data from 2000-2015 (16 years).
The results of this study can be concluded that labor and capital
expenditures together affect the Gross Regional Domestic Product (GDP). The
partial capital expenditure has a significant effect and the labor has no significant
effect on the Gross Regional Domestic Product (GDP). Based on the result of
elasticity analysis, capital expenditure is the most influential variable to Gross
Regional Domestic Product (GDP).
The implication for this research is that local governments need to support
the increase in capital expenditure by increasing regional income. One of them by
way of local taxes that have been set local government. In addition, the role of the
community for taxpayers who directly to finance regional expenditures such as
capital expenditure. Where capital expenditure is used to provide public services
that have standardization.
1573019044C1F015029DETERMINAN EFEKTIVITAS AUDIT INTERNAL DI BADAN PENGAWASAN KEUANGAN DAN PEMBANGUNAN (BPKP) PERWAKILAN PROVINSI JAWA TENGAHPenelitian ini berjudul "Determinan Efektivitas Audit Internal di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Propinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keahlian profesional, kualitas pekerjaan audit, independensi organisasi, karir dan perjenjangan, dukungan manajemen puncak, pengalaman auditor, dan pelatihan terhadap efektivitas audit internal. Metode pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Uji hipotesis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keahlian profesional, kualitas pekerjaan audit, independensi organisasi, karir dan penjenjangan, dukungan manajemen puncak, pengalaman auditor berpengaruh terhadap efektivitas auditor internal, sedangkan variabel pelatihan auditor tidak berpengaruh terhadap efektivitas audit internal. Hasil koefisien determinasi yang diperoleh Adjusted R2 sebesar 0,616. Hal ini berarti bahwa 61,6% variabel efektivitas audit internal dapat dijelaskan oleh Variabel independen Seperti keahlian profesional, kualitas pekerjaan audit, independensi organisasi, karir dan perjenjangan, dukungan manajemen puncak, pengalaman auditor, dan pelatihan sementara 38,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.This study entitled: "Determinant Of Internal Audit Effectiveness In Financial And Development Supervisory Agency (BPKP) Representatives Province of Central Java. This research aimed to examine the effect of professional proficiency, quality audit of work, organizational independence, career and advancement, top management support, auditor experience, training on effectiveness of internal auditing. The sampling method used simple random sampling. Hypothesis testing used multiple linear regression. The results showed that partially professional expertise, quality audit of work, organizational independence, career and advancement, top management support, auditor experience has affect on effectiveness of internal auditing while auditor training variables has no effect on effectiveness of internal auditing. The result of determination coefficient obtained Adjusted R2 equal to 0,616. This means that 61.6% of the internal audit effectiveness variables can be explained by independent variables such as professional proficiency, quality audit of work, organizational independence, career and advancement, top management support, auditor experience, training while 38.4% are influenced by other variables that are not investigated in this study.
1573119046G1G012043SINTESIS, KARAKTERISASI, DAN EFEK ANTIBAKTERI MEMBRAN NANOFIBER POLYETHYLENE OXIDE KITOSAN-SELULOSA ASETAT- CHLORHEXIDINE DENGAN METODE ELECTROSPINNING UNTUK POTENSI
APLIKASI WOUND DRESSING
Luka merupakan kerusakan kontinuitas pada kulit, membran mukosa, tulang, maupun organ tubuh yang lain. Proses penyembuhan luka dapat dibantu dengan pengaplikasian pembalut luka atau wound dressing. Wound dressing merupakan suatu cara dalam membantu proses penyembuhan luka yang berfungsi untuk memberikan perlindungan yang mampu menutupi luka supaya tidak terkontaminasi dari lingkungan luar dan membantu mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana sintesis, karakterisasi, dan efek antibakteri membran nanofiber PEO-kitosan-selulosa asetat-chlorhexidine untuk potensi aplikasi wound dressing di bidang kedokteran gigi menggunakan metode electrospinning. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratoris dengan 4 kelompok yaitu kelompok I: PEO-kitosan-selulosa asetat, kelompok II: PEO-kitosan-selulosa asetat-chlorhexidine 0,5%, kelompok III: PEO-kitosan-selulosa asetat-chlorhexidine 1%, dan kelompok IV: PEO-kitosan-selulosa asetat-chlorhexidine 2% yang kemudian diuji dengan scanning electron microscope, fourier transform infrared, dan uji antibakteri. Hasil penelitian menunjukkan terbentukanya nanofiber pada setiap kelompok dengan rata-rata ukuran pori pada kelompok I: 597 nm, kelompok II: 465 nm, kelompok III: 408 nm, serta kelompok IV: 340 nm. Pengujian antibakteri menunjukan adanya penurunan jumlah koloni bakteri S. aureus dan P. aeruginosa. Kelompok IV menunjukan daya hambat bakteri paling baik dibandingkan dengan kelompok III, II, dan I, dan uji statistik pada uji antibakteri menunjukkan adanya perbedaan bermakna antar kelompok. Simpulan penelitian: ada perbedaan karakteristik, mikrostruktur,dan nilai daya hambat bakteri pada tiap kelompok.Wound can be described as a damage to the continuity of the skin, mucous membranes, bones, and other organs. The process of wound healing can be helped by the application of wound dressing. Wound dressing is a way of helping the process of wounds healing that serve to provide protection that can cover the wound and prevent contamination from the outside environment and help accelerate the healing process. This study aims to find out synthesis, characterization, and antibacterial effects of nanofiber PEO-chitosan-cellulose acetate-chlorhexidine membrane for application of wound dressing in the field of dentistry using the method of electrospinning. Method of this research was laboratory experimental 4 groups consisted of group I: PEO-chitosan-cellulose acetate, group II: PEO-chitosan-cellulose acetate-chlorhexidine 0,5%, group III: PEO-chitosan-cellulose acetate-chlorhexidine 1%, and group IV: PEO-chitosan-cellulose acetate-chlorhexidine 2% which then tested by scanning electron microscope, fourier transform infrared, and antibacterial test. The results showed average pore size of nanofiber in group I: 597 nm, group II: 465 nm, group III: 408 nm, and group IV: 340 nm. The antibacterial test showed a decrease of S. aureus and P. aeruginosa colonies. Group IV showed the strongest bacterial inhibition compared to groups III, II, and I, and the statistical tests on the antibacterial tests showed significant difference between groups I, II, III, and IV. The conclusion of this research there were differences in microstructure, characteristic, and antibacterial testing in each groups.
1573219047F1D013056Insiden Ketapang dan Kekerasan Berbasis Agama Pasca-Orde BaruPenelitian yang berjudul “Insiden Ketapang dan Kekerasan Berbasis Agama Pasca-Orde Baru”. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mendeskripsikan insiden Ketapang November 1998 yang terjadi di Ketapang, Jakarta Pusat, dengan latar belakang pasca-Orde Baru 2) Menganalisa serta menjelaskan mengenai konflik agama dalam insiden Ketapang yang menjadi warisan Orde Baru dan berdampak pada konflik agama pasca-Orde Baru.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivisme serta menggunakan perspektif pascastrukturalis dan pendekatan kepustakaan. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui beberapa tahap; pertama, tahap pencarian data dengan menggunakan dokumentasi; kedua, tahap klasifikasi dengan disistematisasikan berdasarkan klasifikasi permasalahan yang telah ditentukan. Sementara untuk teknik analisis data menggunakan teknik analisis data pemrosesan satuan dengan tipologi satuan dan penyusunan satuan. Keabsahan data penelitian ini menggunakan teknik komparatif. Di dalam landasan teori penelitian menggunakan konsep konflik agama dan sistem pemerintah Orde Baru.
Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa insiden Ketapang November 1998 merupakan konflik agama pertama yang terjadi pada pasca-Orde Baru. Insiden tersebut berunsur kekerasan yang berpola pada pembunuhan salah satu anggota antara kelompok Kristen dan Islam, serta perusakan berbagai fasilitas yang bersimbolik agama dan fasilitas umum. Selain itu, pemicu yang menyebabkan konflik berawal dari hal sepele lalu meluas dan menjadi demikian merusak. Kemudian, setelah insiden Ketapang, terjadi konflik agama di berbagai daerah, seperti di Kupang, Maluku, dan Poso dengan jangka waktu yang panjang dan sulit untuk diselesaikan. Konflik tersebut memiliki pola yang sama dengan konflik agama di Ketapang. Selain itu, adanya keterlibatan preman dan militer yang mendorong konflik agama semakin meluas ke berbagai daerah.
This research is entitled " Ketapang Incident and Religious-Based Violence Post-New Order ". In general, this study aims to; 1) Describe the Ketapang November 1998 incident that took place in Ketapang, Central Jakarta, with a post-New Order background 2) Analyze and explain the religious conflict in the Ketapang incident that became the legacy of the New Order and impact on post-New Order religious conflict.
The method used in this research is qualitative research method using constructivism paradigm and using poststructuralist perspective and literature approach. Data collection in this research through several stages; first, the data search stage using documentation; second, the classification phase with systematized based on the classification of the problems that have been determined. Meanwhile, for data analysis techniques using unit data analysis techniques with unit typology and unit compilation. The validity of this research data using comparative technique. In the theoretical basis of the research used the concept of religious conflict and the New Order government system.
The results of this study reveal that the Ketapang incident of November 1998 was the first religious conflict that occurred in post-New Order era. The incident was characterized by violence patterned on the murder of several member between Christian and Muslim groups, as well as the destruction of facilities symbolizing religion and public facilities. In addition, the trigger that causes the conflict starts from trivial and then becomes damaging. Later, after the Ketapang incident, there were religious conflicts in various regions, such as in Kupang, Maluku and Poso with a long period of time and difficult to resolve. The conflict has the same pattern with religious conflict in Ketapang. It proves that the New Order system that dominated Indonesia for 32 years has shaped the behavior of Indonesian society that led to violence everywhere, which the New Order regime governs its society with violence and coercion to maintain national stability. In addition, the presence of thugs and the military that encourage religious conflict is widespread in many regions. In this case, religious conflict in the post-New Order era still occurred in the era of Reformasi with the same pattern, such as Ahmadiyah and Syi’ah cases in 2011 that dropped the victims and the destruction of some facilities. It prove that religious conflict still can not be solved by the government.
1573319048H1H013035EKSPRESI GEN GROWTH HORMONE (GH) PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) YANG DIBERI CHROMIUM PICOLINATE SEBAGAI SUPLEMEN PAKANChromium picolinate dapat mempengaruhi ekspresi gen serta dapat meningkatkan pertumbuhan hewan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat ekspresi gen GH serta laju pertumbuhan lele dumbo yang diberi chromium picolinate. Empat perlakuan pakan mengandung chromium picolinate berbeda yaitu 0,0 (P0); 0,3 (P1); 0,4 (P2); dan 0,5 (P3) mg/kg pakan digunakan dalam penelitian ini. Lele dumbo dengan bobot 10-12 g diberi pakan 2 kali sehari dengan jumlah 3% bobot tubuh dan dipelihara selama 25 hari. Ekspresi gen GH dianalisis menggunakan teknik RT-PCR pada hari ke-15 dan pertumbuhan ikan diamati pada hari 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa chromium picolinate tidak berpengaruh terhadap tingkat ekspresi gen GH serta laju pertumbuhan (p value ≥ 0,05). Pada perlakuan P0 (kontrol) memiliki nilai tingkat ekspresi gen GH yang lebih tinggi sebesar 1,48 ± 0,5 dibandingkan dengan perlakuan lain dan perlakuan P3 (0,5 mg CrPic/kg pakan) memiliki nilai laju pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lain.
Chromium picolinate can affect gene expression and can increase animal growth. The purpose of this study was to determine the effect of chromium picolinate on growth hormone expression level and growth rate in Clarias gariepinus. Four diet treatments were emplemented with different dose of chromium picolinate 0,0 (P0); 0,3 (P1); 0,4 (P2); dan 0,5 (P3) mg / kg of diet. Clarias gariepinus with weight 10-12 g, fed 2 times a day with 3% body weight and cultivated for 25 days. GH gene expression was analyzed using RT-PCR technique on day 15th and fish growth was observed on day 25th. The results showed that chromium picolinate had no effect on expression level of GH gene and growth rate (p value ≥ 0.05). At treatment P0 (control) had higher GH expression level than other treatments and P3 treatment (0,5 mg CrPic / kg of feed) had higher growth rate than other treatments.
1573419420F1I013012Perubahan Kebijakan Pertahanan dan Keamanan Jepang di Masa Pemerintahan Shinzo AbeDari sejarah yang berkembang dalam kawasan Asia Timur ini, permasalahan mengenai ketegangan politik serta berbagai macam konflik wilayah antar negara di kawasan Asia Timur merupakan permasalahan yang sampai saat ini masih terjadi. Melihat terdapat perbedaan karakteristik yang kuat antar negara di dalam kawasan tersebut, seperti Jepang dengan kemajuan teknologi, Korea Utara dengan kemajuan kekuatan nuklir, China dengan kemajuan yang cepat baik dibidang ekonomi, keamanan, teknologi dan lainnya, serta Taiwan yang masih memiliki ketegasan agar tetap diakui sebagai sebuah negara yang bebas
Salah satunya adalah Jepang yang berusaha untuk meningkatkan keamanan nasionalnya dengan cara mempertahankan pengaruhnya baik diregional maupun internasional serta melakukan beberapa perubahan kebijakan dibidang pertahanan dan keamanan yang pada awalnya diusulkan di masa pemerintahan Shinzo Abe.
Dinamika hubungan negara-negara dikawasan Asia Timur merupakan salah satu faktor eksternal yang menyebabkan mengapa Jepang melakukan perubahan pandangannya di bidang pertahanan dan keamanan.
Perubahan terhadap kebijakan pertahanan dan keamanan Jepang yang tertera di Pasal 9 ini memberikan dampak yang besar bagi keamanan nasional Jepang. Karena kondisi Jepang saat ini, militer Jepang malakukan sebuah pelanggaran terhadap konstitusi jika militer Jepang menggunakan kekuatan pertanhanannya untuk mempertahankan negara lain sementara Jepang sendiri tidak berada dalam serangan secara langsung. Lamgkah yang dilakukan ini, secara langsung berkontibusi terhadap eskalasi hubungan yang terjadi di kawasan Asia Timur ini
From this growing history in East Asia, the problems of political disaster and the various areas of inter-state conflict in East Asia are the problems that are still occurring today. Considering there are strong characteristic differences between countries in the region, such as Japan with technological advances, North Korea with the progress of nuclear power, China with rapid progress in the fields of economy, security, technology and others, and Taiwan which still has the firmness to remain as a A free country
ne of them is Japan which seeks to improve its national security by maintaining its influence both internationally and internationally as well as making some policy changes in defense and security that during the reign of Shinzo Abe.
he dynamics of relations between countries in East Asia is one of the external factors that causes why Japan has changed its views on defense and security.
he changes to Japan's defense and security policy set out in Article 9 have a major impact on Japan's national security. Because of current Japanese conditions, the Japanese military does a change to the constitution if the Japanese military uses its peripheral power to defend other countries while Japan itself is not in direct attack. These doings directly contribute to the escalation of relations in East Asia
1573519517C1F015033Analisis Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Studi Kasus Pada PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten PurworejoPenelitian ini adalah penelitian kualitatif atas kinerja PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo. Penelitian ini mengambil judul: “Analisis Kinerja Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Studi Kasus Pada PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo tahun 2013 sampai dengan 2015, permasalahan yang dihadapi dan upaya untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa secara umum PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo pada tahun 2013 sampai dengan 2015 sudah berkinerja baik, terbukti dengan nilai kinerja di atas 2,8 dan sudah mendapat predikat “Sehat” berdasarkan kriteria 18 indikator kinerja dari BPPSPAM. Kendala yang dihadapi PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo dalam rangka peningkatan kinerjanya adalah terbatasnya sumber air baku sebagai bahan pokok produksi dan tarif air minum yang masih rendah. PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo telah berupaya meningkatkan kinerjanya dengan cara menambah jumlah pelanggan khususnya di Cabang Kutoarjo, berusaha mengurangi NRW khususnya NRW distribusi dengan melakukan pengawasan dan perbaikan atas jaringan perpipaan yang rusak, menerbitkan SOP baru untuk pencatatan meter air pelanggan, meningkatkan kompetensi pegawai dengan melakukan in house training serta yang terbaru yaitu dengan melakukan pengusulan kenaikan tarif air minum yang telah disetujui pada tahun 2016 This research is a qualitative research on the performance of PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo. The research entitled "Performance Analysis Regional Water Company (PDAM) Case Study At PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo". The purpose of this study is to determine the performance of PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo in 2013 until 2015, the problems encountered and efforts to overcome the problems faced. Based on the results of research and data analysis can be concluded that in general PDAM Tirta Perwitasari Purworejo regency in 2013 until 2015 has performed well, proven with the value of performance above 2.8 and has received the predicate "Sehat" based on criteria 18 performance indicators from BPPSPAM. The main problem faced by PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo in order to improve its performance is the limited source of raw water as basic production and drinking water tariffs are still low. PDAM Tirta Perwitasari Kabupaten Purworejo has tried to improve its performance by increasing the number of customers, especially in Kutoarjo branch, trying to reduce NRW especially NRW of distribution by monitoring and repairing damaged piping network, issuing new procedure for customer water meter record, increasing employee competency by doing in house training as well as the latest by proposing an increase in drinking water tariffs were approved in 2016
1573619049H1B013050EKSENTRIK DIGRAF DARI GRAF HYPERCUBE
DAN KOMPLEMEN GRAF HYPERCUBE
Eksentrik digraf dari suatu graf G adalah suatu graf yang mempunyai himpunan simpul yang sama dengan himpunan simpul G, dan terdapat suatu sisi berarah yang menghubungkan simpul u ke simpul v jika simpul v berada pada jarak maksimum dari simpul u di G. Penelitian ini membahas tentang eksentrik digraf dari graf Hypercube (Qn) dan komplemennya dengan menggunakan definisi graf Hypercube (Qn) sebagai graf hasil kali kartesian. Berdasarkan analis, eksentrik digraf pada graf Hypercube (Qn) adalah digraf lengkap dengan sisi dan eksentrik digraf dari komplemen graf Hypercube adalah graf Hypercube (Qn) dengan sisi. Eksentrisitas, radius dan diameter pada graf Hypercube (Qn) adalah sebesar n. Eksentrisitas, radius dan diameter pada komplemen graf Hypercube adalah sebesar ∞ untuk dan sebesar 2 untuk dengan n elemen bilangan asli.The eccentric digraph of a graph G is a graph that has the same set of vertices as G, and there is a directed edge joining vertex u to v if v is at the maximum distance from u in G. This research discussed the eccentric digraph of Hypercube graph (Qn) and it complement using defination Hypercube graph (Qn) as cartesian product of graph. Base on the analyses, the eccentric digraph of Hypercube graph is a of complete digraph with edges and the eccentric digraph of Hypercube graph’s complement is a Hypercube digraph (Qn) with edges. The eccentricity, radius and diameter on Hypercube graph (Qn) are n. The eccentricity, radius and diameter on Hypercube graph’s complement are ∞ for and 2 for with n element of natural number.
1573719050C1B013059PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, UKURAN PERUSAHAAN, INFLASI DAN BI RATE TERHADAP HARGA SAHAMTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh antara variabel profitabilitas yang diproksikan dengan return on equity, leverage yang diproksikan dengan debt to equity ratio, ukuran perusahaan, inflasi, dan BI rate terhadap harga saham penutupan. Sampel yang digunakan adalah 16 perusahaan LQ-45 dari seluruh populasi sebanyak 83 perusahaan LQ-45, yang diambil secara simple random sampling dan data dikumpulkan dengan mendokumentasikan data sekunder dari website Indonesia Stock Exchange, website Bank Indonesia, dan website Badan Pusat Statistik Indonesia. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi data panel yang dioperasikan oleh program E-Views 9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan return on equity, debt to equity ratio, ukuran perusahaan, inflasi, dan BI rate berpengaruh terhadap harga saham. Sedangkan secara parsial, return on equity, debt to equity ratio, ukuran perusahaan berpengaruh terhadap harga saham, namun inflasi dan BI rate tidak berpengaruh terhadap harga saham. Nilai koefisien determinasi (R2) yang diperoleh sebesar 0,3288, dengan demikian ke lima variabel independen mampu menjelaskan variabel dependen sebesar 32,88% sedangkan sisanya 67,12% dipengaruhi oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.The purpose of this study is to examine the effect of return on equity, debt to equity ratio, firm size, inflation, and BI rate towards closing price. The samples are 16 LQ-45 companies from the entire population of 83 LQ-45 companies, its taken by simple random sampling and data collected by documenting secondary data from the Indonesia Stock Exchange website, Bank Indonesia website, and the Indonesian Central Bureau of Statistics website. The analysis technique of this study is panel data regression analysis operated by E-Views 9 program. The result indicates that simultaneously, return on equity, debt to equity ratio, firm size, inflation, and BI rate have influenced on stock price. By partially, return on equity, debt to equity ratio, firm size have influenced on stock price, while inflation and BI rate have not influenced on stock price. The value of determination coefficient (R2) is 0.3288, thus the five independent variables able to explain the dependent variable of 32.88% while the remaining 67.12% influenced by other variables not examined in this study.
Key Words: return on equity, debt to equity ratio, firm size, inflation, BI rate, stock price
The purpose of this study is to examine the effect of return on equity, debt to equity ratio, firm size, inflation, and BI rate towards closing price. The samples are 16 LQ-45 companies from the entire population of 83 LQ-45 companies, its taken by simple random sampling and data collected by documenting secondary data from the Indonesia Stock Exchange website, Bank Indonesia website, and the Indonesian Central Bureau of Statistics website. The analysis technique of this study is panel data regression analysis operated by E-Views 9 program. The result indicates that simultaneously, return on equity, debt to equity ratio, firm size, inflation, and BI rate have influenced on stock price. By partially, return on equity, debt to equity ratio, firm size have influenced on stock price, while inflation and BI rate have not influenced on stock price. The value of determination coefficient (R2) is 0.3288, thus the five independent variables able to explain the dependent variable of 32.88% while the remaining 67.12% influenced by other variables not examined in this study.
1573819052F1A012011 “BERGAYA A’LA JEPANG DI PURWOKERTO”
(Studi Mengenai Gaya Hidup Mahasiswa Penggemar Action figure dalam Komunitas Anime Purwokerto)
Perkembangan budaya Jepang terkait action figure di Kabupaten Banyumas sangat pesat. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya penjualan action figure dan munculnya komunitas-komunitasnya. Berkaitan dengan gaya hidup komunitas action figure tersebut, Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan mahasiswa komunitas penggemar action figure di Purwokerto dalam berperilaku dan bergaya ala Jepang, serta gaya hidupnya dalam memaknai budaya Jepang. Hasil penelitian menunjukkan beberapa poin kesimpulan. Pertama, terdapat tiga jenis kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh mahasiswa anggota komunitas action figure yakni perkumpulan anggota (gathering), modifikasi action figure, dan pameran action figure. Kedua, komunitas action figure di Purwokerto menampilkan diri mereka terlihat ala Jepang dengan cara pemakaian nama Jepang sebagai nama panggilan di dalam lingkup komunitas. Sementara terkait pemaknaan budaya jepang, para anggota komunitas action figure beranggapan bahwa action figure adalah permainan khusus bagi orang dewasa. Terakhir, terkait gaya hidupnya, mahasiswa penggemar action figure di Purwokerto juga memiliki dua jenis gaya hidup yakni konsumerisme dan berorientasi presitse. Gaya hidup konsumerisme dicontohkan melalui pembelian action figure dalam jumlah banyak dan mahal. Sementara gaya hidup berorientasi prestise dicontohkan melalui pembelian action figure yang bertujuan untuk memperoleh pengakuan dan penghargaan (self-esteem) di lingkup komunitasnya.The development of Japanese culture related action figures in Banyumas Regency is very rapid. This is evidenced by the increased sales of action figures and the emergence of communities. In relation to the action figure's community lifestyle, this study aims to find out the activities of student community of action figure fans in Purwokerto in behaving and stylish Japanese style, as well as his lifestyle in interpreting Japanese culture. The results show some points of conclusion. First, there are three types of activities that are routinely carried out by the members of the action figure community members, namely members gathering, action figure modification, and action figure exhibition. Second, the action figure community in Purwokerto presents themselves Japanese-style by using the Japanese name as a nickname within the community. While related to Japanese culture, members of action figure community assume that the action figure is a special game for adults. Finally, related to his lifestyle, student action figure fans in Purwokerto also have two types of lifestyle namely consumerism and oriented presitse. Consumerism lifestyle is exemplified through the purchase of action figures in large quantities and expensive. While a prestige-oriented lifestyle is exemplified through the purchase of action figures aimed at gaining recognition and self-esteem within the community.
1573919031D1E012169Pengaruh Penambahan Cuka Apel Terhadap Kemuluran dan Kekerasan Keju MozarellaABSTRAK
Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan dan mengkaji pengaruh penambahan cuka apel terhadap kemuluran dan kekerasan keju mozarella. Pengambilan data mulai tanggal 15 sampai dengan 21 Februari 2017 bertempat di laboratorium Teknologi Hasil Ternak Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Materi yang digunakan susu sapi segar sebanyak 40 liter, asam cuka apel 1000 ml, garam 200 gr, rennet komersial 40 ml. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Terdapat empat perlakuan yaitu susu sapi segar dengan penambahan asam cuka apel sebanyak P1 (2%), P2 (4%), P3 (6%) dan P4 (8%) dari volume susu dengan lima kali ulangan. Peubah yang diukur yaitu kemuluran dan kekerasan. Hasil analisis menunjukan pengaruh penambahan cuka apel memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap kemuluran dan kekerasan. Rataan nilai kemuluran secara berurutan yaitu 1.838; 2.018; 2.178; 2.556 dengan persamaan garis Y= 1,569 + 0,1157 X (r=0,75), nilai kekerasan secara berurutan, yaitu 0,2968; 0,3176; 0,3325; 0,3429 dengan persamaan garis Y= 0,2841 + 0,0048 X (r=0,72). Kesimpulan, semakin tinggi penambahan cuka apel maka akan meningkatkan kemuluran dan menurunkan kekerasan keju mozarella.
ABSTRACT
The research objective is to study the effect of apple vinegar addition on physical quality on mozarella cheese especially on the ductility and hardness of mozarella cheese. The data collection started on February 15th until 22th 2017 at Livestock Product Technology Laboratory of Jenderal Soedirman University Purwokerto. The material were used are, 40 liters of fresh milk, 1000 ml of apple vinegar, 200 grams of salt and 40 ml of commercial rennet. This research experiment and design are using complete randomized design. There are four treatment on this research based on apple vinegar addition on the fresh milk, there are P1 (2%), P2 (4%), P3 (6%), and P4 (8%) the treatment was repeated 5 times. The averages score result of The Effect of Apple Vinegar Addition to the Ductility, there are 1.838; 2.018; 2.178; 2.556 and Y= 1,569 + 0,1157 X (r=0,75) Respectively, the measured parameters are the ductility and hardness of the mozarella cheese. The research result shown that the addition of apple vinegar has significant effect (P>0.01) on the ductility and hardness of the cheese, the averages score result are arranged from smallest to highest, there are 0.2968; 0.313176; 0,3325; 0,3429 and Y= 0,2841 + 0,0048 X (r=0,72). According to the result and discussion, the research could be concluded that the addition of apple vinegar will increasing the ductility and lowering the hardness of mozarella cheese.
1574019057A1L013074KAJIAN PEMBERIAN PUPUK MAJEMUK NS GRANUL TERHADAP KANDUNGAN S DAN KUALITAS BAWANG MERAH PADA ENTISOL
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) perbedaan pupuk majemuk NS granul terhadap kandungan S di dalam bawang merah. (2) komposisi pemberian pupuk majemuk NS granul yang paling baik pada tanaman bawang merah. (3) pengaruh perbedaan komposisi pemberian pupuk majemuk NS granul dalam meningkatkan kualitas bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2016 sampai Maret 2017, di screen house dan di Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian UNSOED Purwokerto. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan yang dicoba sebanyak 2 faktor yaitu komposisi pupuk majemuk NS granul sebanyak 6 taraf yang mempunyai kandungan zeolit 1,92 kg N dengan perlakuan yaitu kontrol; tanpa kandungan S; dengan 0,48 kg S; 0,96 kg S; 1,44 kg S dan 1,92 kg S. Faktor kedua yaitu bawang merah sebanyak 2 taraf yaitu varietas Bangkok Warso dan Bima Curut. Perlakuan diulang sebanyak 6 kali sehingga diperoleh sebanyak 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas dan berbagai jenis pupuk majemuk NS granul tidak berpengaruh terhadap kadar S jaringan umbi. Efek mandiri pupuk majemuk NS granul tidak berpengaruh nyata pada semua variabel bobot umbi segar, bobot umbi kering, volume umbi, kekerasan umbi, diameter umbi, warna umbi, aroma umbi dan kadar S umbi. Kombinasi perlakuan varietas Bangkok Warso dengan pupuk NS granul kandungan S sebanyak 0,48 kg memberikan hasil terbaik pada bobot umbi segar dan bobot umbi kering masing-masing 27,97 g/rumpun dan 4,71 g/rumpun. Varietas Bangkok Warso lebih baik daripada varietas Bima Curut pada bobot umbi segar, bobot umbi kering kecuali pada volume umbi dan diameter umbi.This research aims to determine: (1) the differences compound granule fertilizer NS to the content of S in the shallot. (2) composition the compound granule fertilizer NS the best to the shallot .(3) influence differences of composition the compound fertilizer NS granule in improve the quality of shallot. Study was conducted in September 2016 to March 2017 , on screen house and in the laboratory sience of soil agriculturist faculty UNSOED Purwokerto. Draft used is Completely Randomize Block Design (CRBD) with those who attempted as many as 2 factors namely composition fertilizer NS granule compound about 6 standard are have contents zeolit 1,92 kg N with the treatment are control; without the content of S; 0,48 kg of S; 0,96 kg of S; 1,44 kg of S and 1,92 kg of S. The second factor are shallot with 2 standard it is varieties of Bangkok Warso and Bima Curut. The treatment repeated about 6 time to obtained about 36 experiment unit. The result showed that varieties and various composition of compound fertilizer NS granule will not affect the contents of S tissue in bulb. The effect of independent compound granule fertilizer NS not affect significant at all the variables fresh weight of bulb, dry weight of bulb, the volume of bulb, the diameter of bulb, the contents of S tissue in bulb, the hardness of bulb, the scent of bulb and the color of bulb. The treatment of combination varieties Bangkok Warso with fertilizer NS granule S content as many as 0,48 kg give the best result in fresh weight of bulb and dry weight of bulb each 27,97 g/clumps and 4,71 g/clumps. The varieties Bangkok Warso better than varieties Bima Curut in fresh weight of bulb, dry weight of bulb except the volume of bulb and the diameter of bulb.