Home
Login.
Artikelilmiahs
19138
Update
WANGI BUANA SAKTI
NIM
Judul Artikel
PELAKSANAAN DIVERSI TERHADAP ANAK YANG BERHADAPAN DENGAN HUKUM (STUDI DI POLRESTABES SEMARANG)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Anak merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah Bangsa dan Negara. Dengan peran anak yang penting ini, hak anak telah secara tegas dinyatakan dalam konstitusi, bahwa Negara menjamin setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi. Perlindungan bagi anak tidak terkecuali terhadap anak yang melakukan tindak pidana. POLRESTABES Semarang memiliki tanggung jawab dalam melayani masyarakat dengan baik, termasuk melindungi kepentingan bagi pelaku tindak pidana yang dilakukan oleh anak dibawah umur yang telah diatur pula dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Berdasarkan hal tersebut menimbulkan pertanyaan bagaimana pelaksanaan diversi di POLRESTABES Semarang. Penelitian ini dilakukan dengan metode pendekatan yuridis sosiologis yaitu penelitian melalui kepustakaan maupun penelitian lapangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan diversi yang dilakukan oleh POLRESTABES Semarang dalam tingkat penyidikan serta mengkaji faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan diversi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa POLRESTABES Semarang melakukan musyawarah antara penyidik dengan anak dan orang tua/walinya, korban dan orang tua/walinya, Pembimbing Kemasyarakatan, dan Pekerja Sosial Profesional dalam pelaksanaan diversi berdasarkan pendekatan Keadilan Restoratif (Restorative Justice). Penyidik juga memperhatikan tuntutan dari tindak pidana oleh anak, untuk dapat dilaksanakannya diversi, tuntuntan tindak pidana tersebut harus dibawah 7 (tujuh) tahun penjara. Selain itu harus diperhatikan apakah anak tersebut baru pertama kali melakukan tindak pidana atau merupakan pengulangan tindak pidana (Residivis). Yang terakhir penyidik juga memperhatikan usia dari pelaku yaitu telah berumur 12 (dua belas) tahun. Faktor penghambat pelaksanaan diversi di POLRESTABES Semarang antara lain faktor sarana prasarana, faktor masyarakat dan faktor kebudayaan. .
Abtrak (Bhs. Inggris)
Children is part that cannot be separated from sustainability of human life and sustainability a nation and state.With a crucial role children, the rights of the child has expressly stated in the constitution, that the state guarantees every child is entitled to survival, growing and developed and is entitled to protection from violence and discrimination. Protection for children is no exception against children a criminal offense.Polrestabes semarang have a responsibility in serving the public well, including protecting the interest of for creative criminal acts committed in cafes by child under age that has been set up also in law number. 11 2012 of the criminal justice children.Based on it raises the question how have program diversi in polrestabes semarang.The study is done with the methods approach juridical sociological namely research through literature and field research. The purpose of this research to know how have program diversion done by polrestabes semarang in the rate investigation and study factors that block in the implementation of the diversion. The result of this research showed that polrestabes semarang do a meeting between investigators with children and of parents / his, victims and of parents / his, tutors community, and social workers professional in the implementation of the diversion based on approach justice restorative ( restorative justice ). Investigators have also noticed the expectations of a criminal act in children , to be unsettled diversion , lawsuit these crimes must down (7 ) seven years in prison .In addition to look whether the boy was first criminal or constituting repetition of crime ( residivis ) .The latter investigators have also noticed the age of an offender was 12 ( twelve ) year .The barrier the diversi in polrestabes semarang among other factors infrastructure , the community and the culture .
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save