Artikel Ilmiah : F1C009036 a.n. RONAULI
| NIM | F1C009036 |
|---|---|
| Namamhs | RONAULI |
| Judul Artikel | Peran Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) dalam Mempengaruhi Pria Mengikuti KB MOP di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Program Keluarga Berencana merupakan tanggung jawab bersama. Akan tetapi dari sejak dahulu program KB seringkali menunjukkan perbedaan perlakuan berdasarkan gender yang lebih dominan ditujukan kepada wanita berdasarkan status biologis. Padahal keberhasilan program KB ditentukan oleh partisipasi seluruh lapisan masyarakat. Tujuan penelitian ini, mengetahui peran PKB dalam mempengaruhi pria mengikuti KB MOP di Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga dan hambatan-hambatan yang dihadapi PKB dalam menjalankan peran tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan desain deskriptif. Hasil dari penelitian ini menggambarkan ada tiga peran Penyuluh Keluarga Berencana dalam mempengaruhi pria untuk mengikuti KB MOP, yaitu PKB melakukan koordinasi dengan kader desa untuk mengetahui kondisi masyarakat lebih detail, setelah PKB mengetahui calon akseptor mereka melakukan penyuluhan dengan cara menemui langsung, dan PKB bertanggung jawab membawa akseptor yang mengalami komplikasi KB ke bidan setempat atau rumah sakit bahkan menanggung biaya pengobatannya. Hambatan yang dialami PKB dalam menjalankan perannya, yaitu masyarakat Kecamatan Rembang kurang menganggap penting penyuluhan, pandangan masyarakat dipengaruhi oleh tokoh masyarakat yang menganggap bahwa KB adalah haram. Hal ini mengakibatkan, umumnya pria di Kecamatan Rembang masih bersikap egois menganggap bahwa KB hanyalah tanggung jawab wanita, dan berkembangnya isu yang menyatakan bahwa tindakan KB MOP membahayakan karena masyarakat kurang mengetahui informasi yang sebenarnya. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Family Planning program a collective responsibility. However, long ago of the family planning programs often show a difference in treatment based on gender is more dominant addressed to women based on biological status. In fact the success of family planning programs is determined by the participation of the whole society. The purpose of this study was to determine the role of Family Planning Counselors in affecting men to following the KB MOP on Kecamatan Rembang, Kabupaten Purbalingga and the obstacles that they are faced to do their role. The method used in this study is qualitative descriptive design. The results of this study illustrate three Family Planning Counselors role in influencing men to follow the KB MOP, the PKB coordinating with the society cadres to determine the condition of society in more detail, after the candidate acceptor PKB know how can they do counseling in way of a direct encounter, and PKB is responsible bringing acceptor with the risk of KB to the local midwife or hospital even cover the cost of the treatment. PKB obstacles experienced by carrying out its role, the Rembang Sub District society considers less important extension, public opinion is influenced by public figures who think that family planning is forbidden. This resulted, mostly men in Rembang Sub District still being selfish assume that Family Planning is only the responsibility of women, and development issues that states that the actions KB MOP dangerous because less people know the truth about KB MOP. |
| Kata kunci | Peran Penyuluh Keluarga Berencana, KB MOP |
| Pembimbing 1 | Dra. Dwi Pangastuti, M., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Toto Sugito |
| Pembimbing 3 | Drs. Chusmeru, M.Si. |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 101 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |