| NIM | D1E011220 |
| Namamhs | ARDIAN KHANIFU RIZQI |
| Judul Artikel | KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK KLOBOT JAGUNG, TONGKOL JAGUNG, KULIT BAWANG PUTIH, DAN DAUN SENGON SECARA IN VITRO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan bahan organik yang paling baik dari tongkol jagung, klobot jagung, kulit bawang putih, dan daun sengon secara in vitro. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah klobot jagung, tongkol jagung, kulit bawang putih, dan daun sengon, konsentrat yang terdiri dari pollard, bungkil kelapa, onggok, bekatul, jagung, garam, dolomit, starvit dan mineral. Imbangan kosentrat dengan hijauan yang digunakan adalah 70% : 30%. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental in vitro yang dirancang menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan yang diuji yaitu P1 = 30% klobot jagung + 70% konsentrat, P2 = 30% tongkol jagung + 70% konsentrat, P3 = 30% kulit bawang putih + 70% konsentrat, dan P4 = 30% daun sengon + 70% konsentrat. Peubah yang diukur adalah kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dihitung dengan menggunakan persamaan aljabar kemudian dianalisis menggunakan analisis variansi dan diuji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian kecernaan bahan kering pada perlakuan yang diuji yaitu antara 14.19% – 26.04% dan kecernaan bahan organik pada perlakuan yang diuji yaitu antara 14.77% - 26.58. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan berpengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kecernaan bahan kering dan bahan organik yang tinggi adalah klobot jagung dan daun sengon, yang medium adalah tongkol jagung dan yang rendah adalah kulit bawang putih. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The aim of this research was to find out the optimum levels of dry matter digestibility and organic matter digestibility of corn husk, corn cob, garlic husk, and sengon leaf. The materials used in the research were corn husk, corn cob, garlic husk, and sengon leaf, as well as concentrate comprised of pollard, coconut cake, cassava waste, rice bran, corn, salt, dolomite, starvit and minerals. The ratio of oncentrate to grass used was 70% : 30%. The research method was experimental by in vitro, was designed using a completely randomized design (CRD). The treatments tested were P1 (30% of corn husk + 70% of concentrate), P2 (30% of corn cob + 70% of concentrate), P3 (30% of garlic husk + 70% of concentrate), and P4 (30% of sengon leaf + 70% of concentrate). The variables were dry matter digestibility and organic matter digestibility. Data were calculated using an algebraic method then were analyzed using analysis of variance followed by honest significant difference test (HSD). The average values of dry matter digestibility of the treatments were between 14.19% - 26.04% and the average values of organic matter digestibility of the treatments were between 14.77% - 26.58%. The research showed that the treatments highly significantly affected (P<0.01) dry matter digestibility and organic matter digestibility. The conclusion of this research were the highest dry matter digestibility and organic matter digestibility were of corn husk and sengon leaf, the medium was of corn cob and the lowest was of garlic husk. |
| Kata kunci | kecernaan bahan kering, kecernaan bahan organik, klobot jagung, tongkol jagung, kulit bawang putih, daun sengon. |
| Pembimbing 1 | Ir. H. Suparwi, M.S |
| Pembimbing 2 | Ir. Tri Rahardjo Sutardi, SU |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2017 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2017-04-19 19:11:50.178157 |
|---|