Home
Login.
Artikelilmiahs
18156
Update
HIDAYAT RISKI SAPUTRA
NIM
Judul Artikel
PENDUGAAN NILAI HERITABILITAS BOBOT TETAS DAN PERTUMBUHAN ITIK HASIL PERSILANGAN RESIPROK ITIK TEGAL DENGAN MAGELANG GENERASI KE-2
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai heritabilitas bobot tetas dan pertumbuhan itik hasil persilangan resiprok itik Tegal dengan Magelang generasi ke-2 (F2). Persilangan itik Tegal jantan dengan itik Magelang betina keturunannya disebut itik Gallang (F1), sedangkan persilangan itik Magelang jantan dengan itik Tegal betina keturunannya disebut itik Maggal (F1). Materi yang digunakan adalah itik Gallang dan Maggal F2 sejumlah 50 ekor yang berasal dari 80 induk F1 yang dikawinkan dengan 16 pejantan F1 (perbandingan jantan dengan betina 1:5). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen tanpa rancangan dan pendugaan nilai heritabilitas (h2) menggunakan metode analisis regresi tetua-anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa itik Maggal F2 memiliki rata-rata bobot tetas 39,465 ± 3,934 g, laju pertumbuhan absolut 1175,860 ± 213,554 g dan laju pertumbuhan relatif 0,119 ± 0,001/minggu sedangkan itik Gallang F2 memiliki rata-rata bobot tetas 40,033 ± 3,481 g, laju pertumbuhan absolut 1220,663 ± 186,475 g dan laju pertumbuhan relatif 0,119 ± 0,001/minggu. Bobot tetas F2 lebih rendah dibanding tetuanya yaitu itik Tegal dan itik Magelang, namun laju pertumbuhan absolut dan relatif F2 lebih tinggi dibandingkan F1 dan tetuanya yaitu itik Tegal dan Magelang. Nilai heritabilitas itik F2 untuk sifat bobot tetas sebesar 0,039 ± 0,243, laju pertumbuhan absolut sebesar 0,117 ± 0,292; dan laju pertumbuhan relatif sebesar 0,051 ± 0,230. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai heritabilitas itik F2 untuk sifat bobot tetas, laju pertumbuhan relatif dan laju pertumbuhan absolut relatif rendah. Kata Kunci : heritabilitas, bobot tetas, laju pertumbuhan relatif, laju pertumbuhan absolut.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research aimed to know the heritability (h2) value of hatching weight and growth as a result of 2nd generation of reciprocal crossbred between Tegal and Magelang ducks (F2). Tegal male ducks crossed with Magelang female ducks have an offspring called Gallang (F1), while Magelang male ducks crossed with Tegal female ducks have offspring called Maggal (F1). The material were Gallang ducks and Maggal ducks in a total of 50 ducks from 1st generation of 80 ducks mated with 1st generation of 16 male ducks (male and female ratio 1:5). The method was experimental without design and h2 values were estimated using parents offspring regression method. The results showed that the average of 2nd Maggal ducks (F2) had hatching weight of 39.465 ± 3.934 g, absolute growth rate of 1175.860 ± 213.554 g and relative growth rate of 0.119 ± 0.001/week and then the average of 2nd Gallang ducks (F2) had hatching weight of 40.060 ± 3.481 g, absolute growth rate of 1220.663 ± 186.475 g and relative growth rate of 0.119 ± 0.001/week. Hatching weight of F2 was lower than F1, however absolute and relative growth rate of F2 were higher than F1. Heritability values of F2 hathcing weight, absolute growth rate and relative growth rate were 0.039 ± 0.243; 0.117 ± 0.292; and 0.051 ± 0.230, respectively. It could be concluded that the population of Gallang and Maggal ducks for 2nd generation (F2) has a relatively low h2 values of hatching weight, relative growth rate and absolute growth rate. Keywords : heritability, hatching weight, the relative growth rate, absolute growth rate.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save