Artikel Ilmiah : E1A113027 a.n. TITIS HANANTO KUSUMO

Kembali Update Delete

NIME1A113027
NamamhsTITIS HANANTO KUSUMO
Judul ArtikelPERANAN UNITED NATIONS HIGH COMMISSIONER FOR REFUGEES (UNHCR) DALAM MENANGANI PENGUNGSI KORBAN KONFLIK SURIAH
Abstrak (Bhs. Indonesia)Hak asasi manusia dan Pengungsi merupakan hal yang saling berkaitan. PBB menyatakan bahwa permasalahan pengungsi semakin kompleks dan perlu perhatian khusus. United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) hadir sebagai lembaga Internasional yang dibawahi oleh PBB mengatasi permasalahan pengungsi. Didirikan pada tahun 1950 dan aktif pada tahun 1951. Berpedoman pada konvensi tahun 1951 tentang status pengungsi, protokol tambahan tahun 1967 dan UNHCR Protection Mandate. Konflik pemerintahan suriah dengan warga yang menginginkan rezim untuk turun terjadi sejak 2011 yang mengakibatkan banyak warga harus meninggalkan daerahnya hingga negaranya. Kemudian ditambah dengan adanya organisasi radikal Islamic State of Iraq and Syriah yang ikut memperburuk keadaan Suriah. UNHCR hadir sebagai lembaga yang memberikan bantuan kepada pengungsi Suriah tersebut.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi UNHCR dalam menangani pengungsi serta peran UNHCR dalam penanganan pengungsi korban konflik suriah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan kasus dan perundang-undangan.
Berdasarkan penelitian, dapat diketahui bahwa, pertama, eksistensi UNHCR dilihat dari dua aspek yaitu secara yuridis dan secara praktis berdasarkan konvensi dan secara praktik sejak dahulu hingga saat ini. Kedua, peranan UNHCR dalam menangani konflik pengungsi Suriah mempunyai tiga peran. Yaitu, peran determinator, peran inisiator dan peran fasilitator yang berupa bantuan langsung dan solusi berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Human rights and refugees are intertwined. The United Nations stated that the problems of refugees increasingly complex and need special attention. United Nations High Commissioner For Refugees ( UNHCR ) present as international organizations that shaded by the United Nations help it overcome the refugees. UNHCR is founded in 1950 and active since1951. Based on convention 1951 about refugee status, additional protocol 1967 and UNHCR protection mandate. Syrian government conflict with people want to descend regime happened since 2011 that results in many residents have to leave the country. Then added on the Organization Radical Islamic State Of Iraq And Syriah involved aggravate state of syria. UNHCR present as an institution which provide assistance to syria the refugees.
This research aims to understand the existence of the UNHCR in dealing with refugees and the role of the UNHCR refugee in the handling of victims of conflict syria . the methodology of research is juridical normative with the cases and legislation approach.
According to research, it can be seen that, first, the existence of UNHCR seen from two aspects, namely in a juridical manner and in a practical manner based on conventions and in practice since ancient until now. Second, UNHCR has three role in handling conflict refugees in Syria. The role of determinator, the role of initiator and the role of facilitators of direct assistance and solutions sustainable.
Kata kunciUNHCR,Pengungsi, PBB, dan Suriah
Pembimbing 1Prof. Dr. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc.
Pembimbing 2Dr. H. Isplancius, S.H., M.Hum.
Pembimbing 3
Tahun2017
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2017-04-18 07:03:19.669401
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.