Artikel Ilmiah : E1A010137 a.n. HILMAN MAULANA YUSUF
| NIM | E1A010137 |
|---|---|
| Namamhs | HILMAN MAULANA YUSUF |
| Judul Artikel | EKSISTENSI ASAS LEGALITAS MATERIIL DALAM HUKUM PIDANA INDONESIA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Untuk adanya inventarisir secara normatif-koordinatif terhadap hukum yang hidup dalam masyarakat, maka penelitian ini dilakukan. Normatif-koordinatif merupakan prosedural hukum yang dilakukan oleh pihak yang berwenang dalam rangka berkordinasi dalam menjalankan kewajibannya selama penegakkan hukum. Sebuah adagium “verba volant scripta manent”, bermakna bahwa kata-kata saja biasanya tidak berbekas sedangkan apa yang ditulis tetap ada. Keformalistikan minimalis dalam asas legalitas justru terbelenggunya law enforcement di Indonesia. Demi terciptanya keseimbangan, lahirlah asas legalitas materiil. Inventarisir yang dimaksud itu terhadap eksistensi asas legalitas materiil dalam hukum pidana Indonesia yakni dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, filsafat hukum, maupun pendekatan secara historis. Peneliti juga merumuskan permasalahan secara komperhensif, selain dari sisi pidana materiil, namun juga mengkaji implikasi yang terjadi pengakuan secara de jure asas legalitas materiil terhadap hukum acara pidana Indonesia. Pengkritisan terhadap pelaksanaan hukum yang hidup dalam masyarakat yang senantiasa menjalankan apa yang ada, bukan apa yang seharusnya, sebagaimana teori intuisi (Intuition of theory). Dengan demikian, pembentuk undang-undang pun semestinya dapat secara futuristik menentukan arah politik kriminal dari eksistensi asas legalitas materiil yang sesuai dengan gaya yuristik pidana Indonesia. Pada akhirnya dalam penegakkan hukum pun, dalam hal ini oleh Polisi, Jaksa, Hakim, serta Pemangku Adat dapat mengaplikasikan hukum sesuai dengan hukum yang hidup di masyarakat. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research was undertaken to inventorize normative-coordinative toward of law in the community. Normative-coordinative is a legal procedure performed by the authority when coordinating their responsibilities as law enforcers. A Latin idiom “verba volant scripta manent” means words alone leave no trace, while those written will remain. Minimum formalization in legality principles apparently results in challenges to law enforcement in Indonesia. To create balance, material legality principles were introduced. The inventorization here refers to the existence of material legality principles in criminal law in Indonesia. It includes regulatory framework, legal philosophy, and historical approaches. Researchers also formulate issues comprehensively, not only from the material perspective of criminal law, but also their relevant implications by recognizing by law (de jure) the material legality principles of criminal laws in Indonesia. Criticizing the practice of law in the community, i.e. by executing what is available, rather than what should have been done, following the theory of intuitions. Therefore, the establishment of law should be able to envision the political direction of criminal law from the existence of material legality principles, which is in line with juristic style of criminal laws in Indonesia. In the end, in enforcing the law, the police, attorneys, judges, and community leaders can apply laws in the community. Keywords: material legality principles, the theory of intuition, and juristic style of criminal laws in Indonesia. |
| Kata kunci | Kata kunci : Asas legalitas materiil, teori intuisi, dan gaya yuristik pidana Indonesia. |
| Pembimbing 1 | Prof. Dr. Agus Raharjo, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 2 | Dr. H. Kuat Puji Prayitno, S.H., M.Hum. |
| Pembimbing 3 | Dr. Angkasa, S.H., M.Hum. |
| Tahun | 2014 |
| Jumlah Halaman | 24 |
| Tgl. Entri | (belum diset) |