Home
Login.
Artikelilmiahs
7468
Update
KURNIA ARIF SETIAWAN
NIM
Judul Artikel
KAJIAN KARAKTERISTIK EROSI TANAH ANDOSOL DENGAN PEMBERIAN MULSA JERAMI DAN PUPUK KANDANG PADA DOSIS YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Erosi merupakan proses terlepasnya butiran tanah dari induknya di suatu tempat dan terangkutnya material tersebut oleh gerakan air atau angin kemudian diikuti dengan pengendapan material yang terangkut di tempat yang lain. Salah satu upaya untuk mencegah erosi dengan metode konservasi secara langsung adalah menerapkan teknik-teknik pengendali erosi di lahan pertanian guna menurunkan laju erosi. Penelitian bertujuan untuk: 1) Mengetahui besarya runoff dan perkolasi tanah andosol pada skala laboratorium dengan bantuan Rainfall Simulator pada pemberian mulsa jerami dan pupuk kandang pada dosis yang berbeda , 2) Mengetahui besarya kehilangan tanah andosol pada skala laboratorium dengan bantuan Rainfall Simulator pada pemberian mulsa jerami dan pupuk kandang pada dosis yang berbeda, 3) Mengetahui dosis mulsa jerami dan pupuk kandang yang sesuai untuk mencegah erosi pada tanah andosol. Penelitian dilakukan dengan alat peniru hujan yang dinamakan Rainfall simulator yang dilaksanakan di Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman, dengan sampel tanah yang diambil dari Desa Serang Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, mulai Januari sampai Februari 2013. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan non faktorial dengan tujuh macam perlakuan yaitu mulsa jerami (M) yang terdiri dari 3 ton/ha (M1); 5 ton/ha (M2); 7 ton/ha (M3), pupuk kandang (P) yang terdiri dari 5 ton/ha (P1); 10 ton/ha (P2); 15 ton/ha (P3), dan tanah kontrol (K). Hasil penelitian menunjukkan bahwa besarnya runoff dan perkolasi pada tanah kontrol 14.840 ml dan 19.910 ml sedangkan pada mulsa jerami secara berurutan dari 0,3 kg/m2 atau 3 ton/ha (M1); 0,5 kg/m2 atau 5 ton/ha (M2); 0,7 kg/m2 atau 7 ton/ha (M3) sebesar 9.640 ml dan 25.110 ml; 8.970 ml dan 26.590 ml; 8.090 ml dan 27.770 ml dan pada pupuk kandang berurutan dari 0,5 kg/m2 atau 5 ton/ha (P1); 1 kg/m2 atau 10 ton/ha (P2); 1,5 kg/m2 atau 15 ton/ha (P3) sebesar 10.800 ml dan 34.270 ml; 12.230 ml dan 30.870 ml; 10.450 ml dan 28.070 ml. Persen kehilangan tanah dibandingkan dengan tanah kontrol pada mulsa jerami berurutan 3 ton/ha (M1); 5 ton/ha (M2); 7 ton/ha (M3) sebesar 45,42%; 49,85%; 52,61%; sedangkan pada pupuk kandang berurutan dari 5 ton/ha (P1); 10 ton/ha (P2); 15 ton/ha (P3) sebesar 35,53%; 39,29%; 42,78%, pemberian pupuk kandang dengan dosis 7 ton/ha (M3) dan pupuk kandang dengan dosis 15 ton/ha (P3) dianggap sesuai untuk mencegah terjadinya erosi.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Erosion is a process of soil particle detachment from its main in somewhere and material transported by the movement of water or wind, and then followed by sedimentation of material which transported in somewhere else. One way to prevent erosion with direct conservation method is to apply the techniques of controlling erosion on agricultural land in order to reduce the rate of erosion. The objectives of this research are 1)to know the amount of runoff and percolation in andosol soil on a laboratory scale with Rainfall Simulator on mulching straw and manure at different doses 2) To know the amount of soil loss in andosol soil on a laboratory scale with the help of Rainfall Simulator on mulching straw and manure at different doses, 3) To know the doses of straw mulch and manure that suitable to prevent erosion on andosol soil. The study was conducted by a tool that can replicate the rain called Rainfall simulator were implemented in the Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, with soil samples taken from the village of Serang District of Karangreja, Purbalingga, from January to February 2013. The experimental design used is non-factorial design with seven kinds of treatment that straw mulch (M) consisting of 3 tonnes / ha (M1); 5 tonnes / ha (M2); 7 tonnes / ha (M3), manure (P) consisting of 5 tons / ha (P1); 10 tonnes / ha (P2); 15 tonnes / ha (P3), and soil control (K). The results showed that the amount of runoff and percolation on soil control are 14.840 ml and 19.910 ml while the straw mulch in a sequence of 3 tonnes / ha (M1); 5 tonnes / ha (M2); 7 tonnes / ha (M3) are 9.640 ml and 25.110 ml; 8.970 ml and 26.590 ml; 8.090 ml and 27.770 ml and the sequence of manure 5 tonnes / ha (P1); 10 tonnes / ha (P2); 15 tonnes / ha (P3) are 10.800 ml and 34.270 ml; 12.230 ml and 30.870 ml; 10.450 ml and 28.070 m, percentage of soil loss compared to the soil controls on straw mulch in sequence of 3 tons / ha (M1); 5 tonnes / ha (M2); 7 tonnes / ha (M3) amounted to 45.42%, 49.85%, 52.61%; whereas the sequence of manure of 5 tonnes / ha (P1); 10 tonnes / ha (P2); 15 tonnes / ha (P3) of 35.53%, 39.29%, 42.78%, manure application at a dose of 0.7 kg / m2 or 7 tonnes / ha (M3) and manure at a dose of 1.5 kg/m2 or 15 tons / ha (P3) is considered appropriate to prevent erosion.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save