Artikelilmiahs
Menampilkan 14.401-14.420 dari 49.703 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14401 | 17640 | F1J013013 | Analisis Bunmatsu dalam Kalimat Dialek Kansai pada Anime Meitantei Conan: Seikimastu no Majutsushi Karya Aoyama Gosho | Penelitian ini menganalisis bentuk dan penggunaan bunmatsu dalam dialek Kansai pada anime Meitantei Conan edisi spesial yang berjudul Seikimatsu no Majutsushi. Bunmatsu adalah bentuk akhir kalimat pada bahasa Jepang yang tidak ada persamaannya dalam bahasa Indonesia. Di dalam bahasa Jepang, bunmatsu terletak di bagian predikat sesuai tata bahasanya yakni subjek-objek-predikat. Setiap wilayah di Jepang mempunyai bunmatsu yang unik. Salah satunya yaitu bunmatsu pada dialek Kansai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk bunmatsu dalam kalimat bahasa Jepang dialek Kansai serta penggunaannya yang terdapat di dalam anime tersebut. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini yaitu simak dan catat. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan 14 bentuk berupa kalimat yang mengandung bunmatsu dialek Kansai yang diantaranya てん(ten); てしもた(te shimota); ねん(nen); てんねん(ten nen); とる(toru); てもええ(te mo ee); ゆう(yuu); へん(hen); や(ya); で(de); ちゃう(chau){(と)ちゃう}(to chau); ええ(ee); やん(yan); danなあ,ね,わ(naa, ne, wa) dengan jumlah penggunaan sebanyak 45 kalimat yang masing-masing tersebar di setiap kelompok bentuknya. Dari hasil penelitian tersebut, bentuk bunmatsu yang lebih banyak muncul dalam anime tersebut adalah bentuk や(ya) yang berpadanan dengan です(desu)/だ(da) yang biasanya digunakan pada kalimat positif non-lampau. | This research is analysis of form and proper use of bunmatsu on Kansai dialect in Meitantei Conan special edition entitled Seikimatsu no Majutsushi. Bunmatsu is the end of a sentence which is not the same with Indonesian language. In Japanese language, bunmatsu is placed in predicate in line with the grammar is subject-object-predicate. Every region in Japan has special character of bunmatsu. One of them is bunmatsu Kansai dialect. The purpose of this research is to describe bunmatsu form on Kansai dialect sentence and proper use placed in that anime. This research is qualitative descriptive. The technique of data collection is listening, watching, and reading. Based on the result, 14 forms of sentences that have Kansai dialect bunmatsu found are てん(ten); てしもた(te shimota); ねん(nen); てんねん(ten nen); とる(toru); てもええ(te mo ee); ゆう(yuu); へん(hen); や(ya); で(de); ちゃう(chau){(と)ちゃう}(to chau); ええ(ee); やん(yan); danなあ,ね,わ(naa, ne, wa) with the total proper use is 45 sentences distributed in each form group. The conclusion of this research is bunmatsu forms which appear more in the anime is や(ya) form which is the same as です(desu)/だ(da) usually used in present tense sentences. | |
| 14402 | 17727 | G1A009068 | HUBUNGAN ANTARA HIGIENE PERORANGAN DENGAN INFEKSI SOIL TRANSMITTED HELMINTHS PADA MURID-MURID SDN 1 PLIKEN, BANYUMAS | Latar Belakang: Kecacingan merupakan salah satu penyakit berbasis lingkungan yang menjadi masalah bagi kesehatan masyarakat. Kecacingan dapat disebabkan oleh sejumlah cacing perut yang ditularkan melalui tanah disebut Soil Transmitted Helminths (STH) seperti cacing gelang (Ascaris lumbricoides), cacing tambang (Ancylostoma duodenale dan Necator americanus) dan cacing cambuk (Trichuris trichiura). Higiene perorangan dan sanitasi lingkungan yang kurang baik pada anak-anak merupakan faktor yang memudahkan penularan kecacingan. Tujuan: untuk mengetahui hubungan higiene perorangan dengan infeksi Soil Transmitted Helminth pada murid SD Negeri 1 Pliken. Metode Penelitian : Studi yang digunakan adalah cross sectional dengan teknik total sampling. Subjek penelitian adalah 66 siswa kelas 4 dan 5 SD Negeri 1 Pliken Banyumas tahun ajaran 2016/2017. Cara pemeriksaan tinja secara metode apung dengan larutan NaCl jenuh (33%). Analisa data menggunakan uji statistik Fisher. Hasil: Diperoleh murid yang positif kecacingan sebanyak 28,78%. infeksi kecacingan terbanyak adalah Ascaris lumbricoides 89,47 % dan infeksi campuran antara A. lumbricoides dan Trichuris trichiura 10,53 %. Didapat murid dengan higiene baik sebesar 86,36 % dan murid dengan higiene buruk sebesar 13,63 Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan higiene perorangan dengan infeksi Soil Transmitted Helminth pada murid-murid SD Negeri 1 Pliken | Background: Helmints infection is an environmental based diasease and become a public health problem and caused by Soil Transmitted Helminthes (STH) such as Ascaris lumbricoides, Ancylostoma duodenale, Necator americanus and Trishuris trichiura. Personal hygiene and environmental sanitation are factors that contributed in worm infection. Objective: to identify the relation between personal hygiene and worm infection among students of SD Negeri 1 Pliken, Banyumas. Method: This study was using a cross-sectional study with total sampling. There were 66 students from 4th and 5th grade in SD Negeri 1 Pliken, Banyumas. Severe stool collect and examinated with buoyant method in NaCl 33% Result: Obtained positive pupil helminth infection as much as 28.78%. Most worm infection is Ascaris lumbricoides 89.47% and mixed infection of A. lumbricoides and Trichuris trichiura 10.53%. Obtained pupils with good hygiene by 86.36% and students with bad hygiene at 13.63 % Conclusion: The results showed that there was correlation of personal hygiene with Soil Transmitted Helminth infection among students of SD Negeri 1 Pliken | |
| 14403 | 17708 | F1J012027 | DEKONSTRUKSI SISTEM PENGAJARAN DI JEPANG DALAM DRAMA “DZ : DORAGON ZAKURA” KARYA TAKEHIKO HATA | Penelitian ini berjudul “Dekonstruksi Sistem Pengajaran di Jepang dalam Drama DZ : Doragon Zakura karya Takehiko Hata”. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan proses dekonstruksi sistem pengajaran di Jepang dalam drama DZ : Doragon Zakura dengan menggunakan metode kualitatif, datanya dianalisis menggunakan analisis deskriptif berdasarkan teori dekonstruksi Derrida empat tahap yaitu prapembacaan, rekonstruksi, dekonstruksi dan reinskripsi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa konsep sistem pengajaran di Jepang yang tercermin dalam drama DZ : Doragon Zakura memiliki : (1) unsur “umum” dan “khusus”; (2) unsur “halus” dan “kasar”; “(3) unsur “serius” dan “santai”; (4) unsur “indoor” dan “outdoor”. Kesimpulan penelitian ini adalah sistem pengajaran di Jepang dalam drama DZ : Doragon Zakura karya Takehiko Hata dapat dilakukan dengan cara yang berbeda pada umumnya melalui proses dekonstruksi. | This present research is entitled "Deconstruction of the Japanese educational system in the drama entitled DZ: Doragon Zakura by Takehiko Hata". The objective of this present research is to describe the process of deconstruction of the teaching system in Japan in the drama DZ: Doragon Zakura by using a qualitative methods. The data were analyzed using descriptive analysis based on the theory of deconstruction from Derrida which consists of four stages: pre-reading, reconstruction, deconstruction, and reinscription. The results of the research stated that the concept of the teaching system in Japan which is reflected in the drama DZ: Doragon Zakura have : (1) elements of “commonly” and “special”; (2) elements of “smooth” and “coarse”; (3) elements of “serious” and “relexed”; (4) elements of “indoor” and “outdoor”. The conclusion of this present research is, teaching method in the drama Takehiko Hata's DZ : Dragon Zakura can be do with different ways by deconstruction theory. | |
| 14404 | 17709 | F1C011029 | Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Citizen Journalism Pada Mahasiswa FISIP UNSOED | Penelitian ini berjudul “Pemanfaatan Instagram Sebagai Media Citizen Journalism Pada Mahasiswa FISIP UNSOED”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan Instagram sebagai media citizen journalism pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.Penelitian ini menggunakan Teori Computer Mediated Communication (CMC). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pemilihan informan menggunakan purposive sampling. Informan yang dipilih dalam penelitian ini adalah mahasiswa dari jurusan yang ada pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNSOED yaitu Jurusan Sosiologi, Jurusan Administrasi Negara, Jurusan Hubungan Internasional, Jurusan Ilmu Komunikasi dan Jurusan Ilmu Politik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Validitas data dalam penelitian ini dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi teknik pengumpulan data/metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memanfaatkan Instagram sebagai media citizen journalism para informan memiliki bentuk pemanfaatan yang berbeda satu sama lain. Pemanfaatan Instagram sebagai media citizen journalism tidak hanya dengan cara memposting konten-konten citizen journalism saja. Namun pemanfaatan Instagram sebagai media citizen journalism bisa juga dengan cara menjadikan Instagram sebagai tempat mendapatkan informasi dan berita, dalam hal ini adalah konten citizen journalism yang didapatkan dari orang lain. | This study entitled "Utilization Instagram as Citizen Journalism Media by Student of Social and Political Science UNSOED". The purpose of this study is to determine how to utilization Instagram as a citizen journalism’s media at Faculty of Social Sciences and Political Science, Jenderal Soedirman University Purwokerto. This research use Theory of Computer Mediated Communication (CMC). The method is descriptive with qualitative approach. Selection of respondents used purposive sampling. Respondents were selected in this research are students at Faculty of Social and Political Sciences, Jenderal Soedirman University. These students represent from Department of Sociology, Department of Public Administration, Department of International Relations, Department of Communication Science and Department of Political Science. Data collection method done by means of observation, in-depth interviews and documentation. The validity of data in this research is done by triangulation of source and triangulation of method. The results showed that in using Instagram as a media citizen journalism, informants have different utilization’s forms of each other. Utilization of Instagram as a media citizen journalism is not only to post a citizen journalism’s content. However, using Instagram as a media citizen journalism can also be a way to make Instagram as a place to get information and news, in this case is a citizen journalism content obtained from others. | |
| 14405 | 17716 | B1J012070 | AKTIVITAS ANTIMIKROBA EKSTRAK MISELIUM DAN FILTRAT KULTUR Trametes versicolor DENGAN PERBEDAAN LAMA WAKTU INKUBASI TERHADAP Escherichia coli DAN Candida albicans | Jamur Trametes versicolor merupakan salah satu jamur makroskopis yang dapat digunakan sebagai obat (medicinal mushroom). Jamur tersebut juga merupakan salah satu jamur yang memiliki potensi dalam menghasilkan senyawa antimikroba. Senyawa antimikroba dapat diperoleh dengan menumbuhkan jamur pada medium cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan lama waktu inkubasi terhadap aktivitas antimikroba E.coli dan C.albicans dan mengetahui konsentrasi penghambatan minimum (MIC) ekstrak miselium dan filtrat kultur T.versicolor terhadap E.coli dan C.albicans. Metode penelitian yang digunakan eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 10 perlakuan dan 3 kali ulangan. Variabel bebas adalah ekstrak T.versicolor sedangkan variabel tergantung adalah aktivitas penghambatan pada mikroba. Parameter utama yang diamati adalah bobot kering miselium, diameter zona hambat mikroba, dan nilai Minimum Inhibitory Consentration (MIC), sedangkan parameter pendukung yaitu pH medium. Analisis data dilakukan dengan metode Analysis of Variance (ANOVA) dengan tingkat kepercayaan 95%, kemudian dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Hasil penelitian tahap pertama didapatkan miselium dengan bobot kering tertinggi pada waktu inkubasi 5 minggu dan terrendah pada waktu inkubasi 3 minggu yaitu masing – masing sebesar 0,34 g dan 0,23 g. Penelitian tahap ke dua didapatkan hasil bahwa waktu inkubasi terbaik terhadap E. coli yaitu waktu inkubasi 2 minggu dengan rata-rata diameter zona hambat tertinggi 8,83 mm. Waktu inkubasi terbaik terhadap C.albicans yaitu waktu inkubasi 4 minggu dengan rata-rata diameter zona hambat tertinggi 10,91 mm. Nilai MIC yang didapatkan pada mikroba uji yaitu konsentrasi 600 µg/mL. | Trametes vesicolor is one of macroscopic fungi that can be used as a drug (medicinal mushroom). The fungus is also one that has the potential to produce antimicrobial compounds. Antimicrobial compounds can be obtained by growing the fungus in a liquid medium. This study aims to determine differences in the length of time incubation antimicrobial activity against E. coli and C. albicans and determine the minimum inhibitory concentration (MIC) mycelium extract and culture filtrate of T. versicolor to E. coli and C. albicans. The research method used survey method and experimental, using a completely randomized design (CRD) with 10 treatments and 3 repetitions. The independent variable is the T. versicolor of extract while the dependent variable is the inhibitory activity of microbes. The main parameters measured were dry biomass of mycelium, microbial inhibition zone, and the value of Minimum Inhibitory concentration (MIC), while supporting parameters is pH of the medium. Data analysis was performed using Analysis of Variance (ANOVA) with 95% and then proceeds by the test of Duncan Multiple Range Test (DMRT). The first phase of research results obtained mycelium with the highest dry weight at 5 weeks of incubation time and the lowest in three weeks of incubation time that each - each of 0.34 g and 0.23 g. The second stage of research showed that the incubation period for E. coli is the best incubation time of 2 weeks of incubation with an average diameter of 8.83 mm zone of inhibition highest. Best incubation time against C. albicans is the incubation period of 4 weeks with an average diameter of 10.91 mm zone of inhibition highest. MIC values were obtained at concentrations of microbes is 600 mg / mL. | |
| 14406 | 17717 | B1J012014 | STRUKTUR MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS LAMBUNG, HEPAR, DAN PANKREAS PADA ULAR WELANG (Bungarus fasciatus) DAN ULAR PELANGI (Xenopeltis unicolor) | Ular merupakan salah satu herpetofauna yang memiliki keanekaragaman spesies yang tinggi. Beberapa ular termasuk ke dalam hewan yang berbahaya, namun memiliki nilai penting baik dalam bidang ekonomi maupun bidang ekologi. Dalam bidang ekonomi, kulit ular sering digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan pembuatan dompet dan pembuatan tas sedangkan dalam bidang ekologi ular memiliki peranan dalam menjaga keseimbangan ekosistem kawasan secara alami baik sebagai predator (pemangsa) maupun sebagai prey (mangsa). Ular Welang termasuk ke dalam kelompok ular dengan racun yang tinggi, sedangkan ular Pelangi adalah ular yang tidak berbisa. Kedua ular ini hidup pada habitat yang berbeda. Hingga saat ini informasi mengenai organ pencernaan pada ular seperti lambung, hepar dan pankreas masih belum banyak dilaporkan. Hal ini menarik untuk diteliti mengingat bahwa ular menelan makanannya secara utuh. Disamping itu beberapa penelitian sebelumnya melaporkan adanya perbedaan mekanisme penghancuran makanan dalam lambung antara ular berbisa dan tidak berbisa. Penelitian ini menggunakan metode survey dengan pengambilan sampel secara purposive random sampling yang berlokasi di area persawahan Fakultas Biologi. Jumlah sampel yang digunakan 3 ekor ular untuk setiap spesies. Cara kerja dalam penelitian ini meliputi penangkapan ular, identifikasi ular, isolasi dan pengambilan organ, pembuatan preparat histologi dengan metode paraffin dan pewarnaan Haematoxylin-Eosin (HE) dan analisis data secara deskriptif yang dilengkapi foto mikrograf. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa hepar ular Welang dan ular Pelangi terletak di antara jantung dan lambung. Morfologi hepar pada kedua ular tersebut sama yakni berbentuk memanjang, memiliki warna yang sama yaitu merah kecoklatan dengan konsistensi kenyal agak lunak, serta memiliki tekstur halus. Struktur terdiri atas hepatosit, sinusoid, dan vena sentralis. Pankreas ular Welang dan ular Pelangi terletak di antara lambung dan usus yang menempel pada empedu. Pankreas berbentuk membulat (seperti lobus) dan berwarna putih hingga kemerahan. Tekstur pankreas bergerigi dengan konsistensi lunak. Struktur pankreas terdiri atas komponen eksokrin. Lambung ular Welang dan ular Pelangi terletak di antara esophagus dan usus, memiliki bentuk memanjang dan warna yang serupa, yaitu putih, memiliki konsistensi lunak dan kenyal, serta tekstur yang halus. struktur lambung terdiri atas lamina propria, epitel permukaan, muskularis mukosa, submukosa, tunika muskularis, serosa, gastric pit dan fundic gland. Kata kunci : Lambung, Hepar, Pankreas, ular Welang, ular Pelangi. | The snake is one of the herpetofauna which has high species diversity. Some snakes are dangerous, however these animals have important values both in the economic and ecological fields. Banded Kraits snake is one of the high venomous snake, while the Sunbeam snake is non-venomous snakes. Both snakes are active at different times and live in different habitats.Until now, information on the digestive organs of snakes, such as the stomach, liver and pancreas, is still not widely reported. It is interesting to study given that snakes swallow their food whole. Besides, some previous studies reported the differences in the mechanism of destruction of food in the stomach between venomous and non-venomous snakes. The results of this study indicated that the liver of the Banded Kraits snake and the Sunbeam snake were located between the heart and the stomach. Liver morphology of these snakes were similar, which was elongated and red-brown color. The liver had chewy-rather soft consistency and smooth texture. The microscopic structure of liver was consisted of hepatocytes, sinusoids and central vein. Pancreas of Banded Kraits snake and Sunbeam snake were located between the stomach and intestines, attached to the gal bladder. Pancreas had round shape (like lobes) and white to reddish color. Pancreas had jagged texture with soft consistency. The structure consists of components pancreatic exocrine and endocrine components. The stomach (gastris) of Banded Kraitsnake and Pelangi snake were located between the esophagus and intestines.It had an elongated shape and white color, soft and supple consistency of, and smooth texture. The microscopic structure of stomach of both snakes was consisted of lamina Propria, the surface epithelium, basement membrane, lamina muscularis mucosa, tunica muscularis mucosa and tunica muscularis. Keywords: Stomach, Liver, Pancreas, Banded Kraits Snake, Sunbeam Snake. | |
| 14407 | 17711 | H1G012023 | ANALISIS EFISIENSI PENGOLAHAN RAJUNGAN (Portunus pelagicus) PADA TAHAP SORTIR DI PT. BLUE STAR ANUGRAH, PEMALANG | PT. Blue Star Anugrah Pemalang adalah perusahaan pengekspor Rajungan (Portunus pelagicus) berupa produk kaleng daging rajungan pasteurisasi (pasteurized crab meat). Rajungan termasuk hasil perikanan yang bersifat perishable (mudah rusak/busuk). Oleh karena itu, efisiensi penanganan rajungan pada tahap sortasi harus dilakukan dengan baik agar mutu daging rajungan dapat terjaga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alur proses, nilai organoleptik, hubungan nilai organoleptik dengan kecepatan sortir dan suhu dan efisiensi pengolahan rajungan (Portunus pelagicus) pada tahap sortir di PT. Blue Star Anugrah, Pemalang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Teknik pengambilan data dilakukan dengan pengkajian kegiatan selama proses sortir. Data dianalisis secara deskriptif komparatif dan analisis statistika yaitu analisis korelasi. Parameter dalam penelitian meliputi nilai organoleptik, kecepatan (speed) sortir dan temperatur daging rajungan dari berbagai jenis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan alur proses dan nilai organoleptik masih memenuhi standar menurut SNI. Pengaruh faktor kecepatan sortir dan temperatur terhadap organoleptik tidak memiliki korelasi yang signifikan. Pengolahan rajungan (Portunus pelagicus) pada tahap sortir di PT. Blue Star Anugrah tergolong efisien. | PT. Blue Star Anugrah Pemalang is company exporting crabs (Portunus pelagicus) in form of pasteurized crab meat canned products. Including crab fishery products are perishable (easily damaged / rotten). Therefore, efficiency of crabs’s handling in sorting stage has to be properly made to maintain the quality. This study aimed at determining flow at process, organoleptic value, and relationship between the organoleptic value and crabs meat temperature as well the processing efficiency in sorting stage. Method used in this research was survey method. Data was collected by assesing activities during the sorting stage. The data was analysed using statistical analysis i.e. correlation and descriptive comparative analysis. Parameters study included organoleptic value, velocity (speed) and temperature sorting crab meat of various kinds. Based on the research process flow and organoleptic value still meet the standards according to ISO. The influence factor sorting speed and temperature on organoleptic not have a significant correlation. Processing crab (Portunus pelagicus) at the sorting stage at PT. Blue Star Anugrah relatively efficient. | |
| 14408 | 17712 | C2A015007 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETAHANAN PANGAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN BANJARNEGARA | ABSTRAK Ketersediaan pangan yang cukup di suatu wilayah tidak menajamin adanya ketahanan pangan rumah tangga. Ketahanan pangan rumah tangga merupakan gambaran ketahanan pangan di wilayah tersebut. Kondisi wilayah kecamatan di Kabupaten Banjarnegara secara relatif memiliki perbedaan pada karakter geografis, demografis dan sumberdaya yang secara langsung maupun tidak langsung akan menimbulkan ketimpangan pada perkembangan perekonomian tiap wilayah. hal ini diduga berpengaruh pada kondisi rumah tangga yang menjadikan penyebab ketahanan pangan rumah tangga menjadi berbeda pula. Berdasarkan hipotesis ini, tulisan ini mencoba menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi ketahanan pangan rumah tangga di Kabupaten Banjarnegara. Data yang digunakan adalah hasil survey pada 100 rumah tangga dari Kecamatan Rakit, Purwareja Klampok, Punggelan dan Pejawaran. Berdasarkan hasil penelitian diketahui derajat ketahanan pangan rumah tangga ditunjukkan oleh 32 rumah tangga tahan pangan, 11 rumah tangga rentan pangan, 28 rumah tangga kurang pangan dan 29 rumah tangga rawan pangan. Faktor yang berpengaruh positif dan signifikan adalah variabel pendidikan ibu rumah tangga, variabel cadangan pangan rumah tangga dan Luas lahan Pertanian rumah tangga, sedangkan yang berpengaruh negatif dan signifikan adalah variabel pangsa pengeluaran pangan dan jumlah anggota rumah tangga. Sedangkan variabel tingkat pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan kepala rumah tangga, tingkat pendidikan ibu rumah tangga, Variabel jarak rumah tangga dari pasar, dummy wilayah maju dan dummy wilayah pertanian terbukti tidak berpengaruh signifikan. Kata kunci : ketahanan pangan rumah tangga, ketersediaan pangan, faktor yang berpengaruh, rawan pangan, rentan pangan. | ABSTRACT In one area, the availability of sufficient food does not guarantee house hold food security. House hold food security as a picture of food security in one area. The differences of distric condition in Banjarnegara regency relatively consist of geographical, demographical and resources characters, which cause imbalance for economic development directly and indirectly for each area. As expected, this phenomenon may influence to households condition which result in differences of household food security. Based on this hypothesis, the objective of this study for analyzing the influenced factors of house hold food security in Banjarnegara. The data gathered from survey on 100 house holds in some districts such as Rakit, Purwareja Klampok, Punggelan dan Pejawaran. The results shows, levels of household food security are pointed by 32 secure food, 11 food vulnerable, 28 less food, 29 insecure food. The variables of mother’s education, food deposit, wide of house hold farm area have positive and significant effect. However variables food consumption share and total of family member negatively and significantly influence to food security. The variables of house holds income level, education level of households level, the distance of a households to market. The dummy of advance region and the dummy of farm area have unsignificant effect. Keywords: household food security, food availability, influential factors, food insecurity, vulnerable food | |
| 14409 | 17713 | G1A013052 | HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK DI SD AL-IRSYAD 01 PURWOKERTO | HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN PRESTASI BELAJAR ANAK DI SD AL-IRSYAD 01 PURWOKERTO Putri Rahmawati Utami1, Supriyanto2, Dwi Arini Ernawati3, M. Mukhson2 1Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia. 2Bagian kesehatan anak RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, Jawa Tengah, Indonesia. 3Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia. E-mail: Putrirahmawati441@yahoo.com ABSTRAK Latar Belakang. Sumber daya manusia (SDM) merupakan syarat mutlak menuju pembangunan bangsa dalam segala bidang. Dalam upaya mencapai prestasi belajar yang optimal, status gizi harus diupayakan untuk meningkatkan prestasi belajar. Status gizi merupakan salah satu faktor yang menentukan kualitas SDM. Oleh karena itu upaya peningkatan status gizi masyarakat sangat penting terutama pada kelompok anak dan remaja. Tujuan penelitian. Mengetahui hubungan antara status gizi terhadap prestasi belajar pada anak di SD AL-Irsyad 01 Purwokerto. Metode. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pemilihan sampel menggunakan teknik Stratified random sampling dengan populasi terjangkau adalah Murid kelas 2 sampai kelas 6 di SD Al-Isrsyad 01 Purwokerto. Besar sampel adalah 94 responden. Variabel penelitian meliputi : Status gizi dan prestasi belajar. Data status gizi diperoleh dengan IMT/U. Data prestasi belajar menggunakan nilai raport semester ganjil tahun ajaran 2016/2017. Uji Statistik yang digunakan adalah Chi Square. Hasil. Terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar dengan nilai p 0,020 (P < 0,05) dan nilai α = 0,05% . Tidak terdapat hubungan antara variabel perancu yang di teliti dengan prestasi belajar. Kesimpulan. Terdapat hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar. | RELATIONSHIP BETWEEN NUTRITIONAL STATUS OF CHILDREN WITH LEARNING ACHIEVEMENT IN AL-IRSYAD 01 ELEMENTARY SCHOOL PURWOKERTO Putri Rahmawati Utami1, Supriyanto2, Dwi Arini Ernawati3, M. Mukhson2 1Faculty of Medicine, Jenderal Sudirman University Purwokerto, Indonesia. 2Health Children Department Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital Purwokerto , Central Java,Indonesia. 3 Public Health Sciences Department Faculty of Medicine, Jenderal Sudirman University, Purwokerto, Indonesia. E-mail: Putrirahmawati441@yahoo.com ABSTRACT Background. Human Resources (HR) is an absolute requirement toward the nation's development in all sectors. In efforts to reach the optimum learning, nutritional status must pursued to improve learning achievement. Nutritional status is one of the factor that determine human resources quality. Therefore the efforts to improve the public nutritional status is very important especially in children group and adolescents. Research purposes. To understand relationship between nutritional status toward children learning achievement in AL-Irsyad 1 elementary school Purwokerto. Methode This study using observational analytical method with cross sectional design. Selection of the sample using stratified random sampling technique with achieved population is students Class 2 to 6 in elementary Al-Irsyad 01 elementary school Purwokerto. The sample size is 94 respondents. Research Variables include: nutritional status and learning achievements. Nutritional Status data obtanied with IMT / U. Learning achievement data using report value Odd semester in Academic Year 2016/2017. statistics test to be used is Chi Square. Results. There is a relationship between nutritional status and learning achievement with p-value of 0.020 (P < 0,05) and α = 0,05%. There are no Relations between researched confounding variables with learning achievement. Conclusion. There is a relationship between nutritional status and learning achievements. | |
| 14410 | 17714 | E1A013069 | GUGATAN SEDERHANA (SMALL CLAIM COURT) YANG DIKABULKAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor : 01/Pdt.G.S/2016/PN Pwd) | Pasal 1 angka (1) Perma No. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederaha menyatakan,“Penyelesaian gugatan sederhana adalah tata cara pemeriksaan di persidangan terhadap gugatan perdata dengan nilai gugatan materil paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) yang diselesaikan dengan tata cara dan pembuktiannya yang sederhana.” Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim mengabulkan gugatan sederhana terhadap Putusan Nomor: 01/Pdt.G.S/2016/PN Pwd, serta perbedaan antara Gugatan sederhana dan gugatan biasa/gugatan konvensional. Metode pendekatan penelitian ini adalah yuridis normatif. Hasil penelitian yang diperoeh yaitu; (1) Hakim mengabulkan gugatan sederhana dalam Putusan Nomor : 01/Pdt.G.S/2016/PN Pwd mengenai gugatan Para Penggugat memenuhi syarat gugatan sederhana sebagaimana ketentuan Perma No. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana, mengabulkan gugatan Para Penggugat yang menyatakan Para Tergugat melakukan Wanprestasi karena Para Penggugat berhasil membuktikan adanya peristiwa utang piutang dan wanprestasi, serta hakim tidak cermat dalam pertimbangan hukum hakim atas pemeriksaan secara contradictoir dan vertsek, yang semestinya diputus secara contradictoir, dan; (2) Perbedaan utama gugatan sederhana dan gugatan biasa/gugata konvensional terletak pada dasar hukumnya yaitu, gugatan sederhana berdasar Perma No. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana dan HIR, sedangkan gugatan sederhana mendasakan pada HIR, RBG, RV. (Kata Kunci: Gugatan Sederhana, Perma No. 2 Tahun 2015, gugatan dikabulkan). | ABSTRACT Article 1 point (1) Perma No. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana stated, "The completion of the lawsuit is a simple procedure of examination in the trial of a civil suit with the suit material value of Rp 200,000,000.00 (two hundred million) which was completed with the procedures and proof that simple." This study aims to determine the legal considerations of the judges in favor of the simple against Decision No. 01/ Pdt.G.S/2016/PN Pwd, and the difference between simple and tort lawsuit regular/conventional lawsuit. This research a methods approach is normative. Re Article 1 point (1) Perma No. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana stated, "The completion of the lawsuit is a simple procedure of examination in the trial of a civil suit with the suit material value of Rp 200,000,000.00 (two hundred million) which was completed with the procedures and proof that simple." This study aims to determine the legal considerations of the judges in favor of the simple against Decision No. 01 / Pdt.G.S / 2016 / PN Pwd, and the difference between simple and tort lawsuit regular / conventional lawsuit. This research a methods approach is normative. The results of research obtainable namely; (1) The judge in favor of simple in its Decision No. 01 / Pdt.G.S / 2016 / PN Pwd on the lawsuit Plaintiffs claim qualifies simple as the provisions Perma No. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana, in favor of the plaintiff that states the Defendants conduct of Default for Plaintiffs successfully proving their events debts and default, and judges are not careful in the legal considerations judge on examination contradictoir and vertsek, which should be disconnected contradictoir basis, and; (2) The main difference is simple tort and tort regular / conventional gugata lies in its legal basis, namely, the simple suit based Perma No. 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana and HIR, whereas a simple lawsuit based on HIR, RBG, RV. (Keyword: Small Claim Court, Perma No. 2 In 2015, a lawsuit was granted). | |
| 14411 | 17719 | C1C012113 | Pengaruh Probabilitas Kebangkrutan, Ukuran Perusahaan, Penerapan Good Corporate Governance, dan Ukuran Kantor Akuntan Publik Terhadap Ketepatwaktuan Penyampaian Laporan Keuangan | Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh probabilitas kebangkrutan, ukuran perusahaan, penerapan good corporate governance, dan ukuran kantor akuntan publik terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdapat di Bursa Efek Indonesia pada periode 2013-2015. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan data sekunder. Populasi dalam penelitian ini adalah 65 perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa probabilitas kebangkrutan tidak memiliki pengaruh yang signifikan. Sedangkan ukuran perusahaan, penerapan good corporate governance, dan ukuran kantor akuntan publik memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketepatwaktuan penyampaian laporan keuangan pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia. | This research aims to examine the effect of the probability of bankruptcy, firm size, the implementation of good corporate governance and size of the public accounting firm against financial reporting timeliness in manufacturing company basic industry and chemical sector registered in Indonesia Stock Exchange in the periode 2013-2015. This was a quantitative research with secondary data used. The population of this research were 65 manufacturing companies in basic industry and chemicals sector. The sampling technique used in this research was purposive sampling. Data analysis technique used was logistic regression. The results showed that bankruptcy probability had no significant effect. While firm size, the implementation of good corporate governance and size of the public accounting firm had significant effect on financial reporting timeliness in manufacturing company basic industry and chemicals sector. | |
| 14412 | 17720 | F1B111045 | Strategi Museum Wayang Sendang Mas Dalam Meningkatkan Minat Pengunjung | Strategi pengembangan pariwisata merupakan hal yang sangat penting bagi perkembangan wisata di suatu daerah, karena pariwisata dapat meningkatkan pendapatan daerah dan kemajuan perekonomian masyarakat sekitarnya. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya minat pengunjung Museum Wayang Sendang Mas Banyumas pada lima tahun terakhir. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana strategi Museum Wayang Sendang Mas dalam meningkatkan minat pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pemilihan informan dengan purposive sampling dan accidental sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis data model interaktif dan analisis SWOT. Berdasarkan hasil penelitian dengan teknik analisis SWOT dengan menggunakan pendekatan kualitatif maka strategi yang dihasilkan untuk meningkatkan minat pengunjung Museum Wayang Sendang Mas maka sebagai berikut: (1) SO (Strengths-Opportunities) (a) Melaksanakan kegiatan tahunan yang melibatkan masyarakat umum dan mempromosikan kegiatan tersebut melalui media cetak maupun media sosial untuk menarik partisipasi masyarakat; (2) WO (Weaknesses-Opportunities) (a) Menambah Fasilitas dan Melakukan Pengembangan pada Museum (b) Melakukan Promosi melalui Media Sosial dan Media Cetak. (3) ST (Strengths-Threats) (a) Menambah koleksi Museum dan meningkatkan kualitas pelayanan agar lebih menarik baik sebagai tempat wisata maupun sarana edukasi. (b) Bekerja sama dengan komunitas yang ada di Kabupaten Banyumas. (c) Menjalin Kerja Sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. (4) WT (Weaknesses-Threats) (a) Sosialisasi Pengelolaan Kekayaan Budaya Lokal Daerah. | Tourism development strategy is very important for the development of tourism in the region, because tourism can generate income and economic progress of the surrounding communities. This research was motivated by the low interest of Museum Wayang Sendang Mas Banyumas visitors in the last five years. The purpose of this research was to determine how the strategy Museum Wayang Sendang Mas in increasing visitor interest. The method used is a qualitative approach. Informant selection techniques with purposive sampling and accidental sampling. Data collected by in-depth interviews, observation, and documentation. The analytical method used is interactive model of data analysis and SWOT analysis. Based on research results by using SWOT analysis with qualitative approach then the resulting strategy to boost visitor interest Museum Wayang Sendang Mas then as follows: (1) SO (Strengths-Opportunities) (a) Implement an annual event involving the public and promote the activities of the through print media and social media to attract public participation; (2) WO (Weaknesses-Opportunities) (a) Increases amenities and options on Museum Development (b) Promotion through Social Media and Print Media. (3) ST (Strengths-Threats) (a) Increase the Museum's collection and improve the quality of service to make it more attractive as both a tourist attraction and an educational tool. (B) Working closely with communities in Banyumas. (C) Cooperates with Education Department Banyumas. (4) WT (Weaknesses-Threats) (a) Dissemination of Local Cultural Wealth Management Regions. | |
| 14413 | 17722 | G1H012003 | Hubungan Antara Keaktifan Kunjungan Posyandu, Pendapatan dan Pengetahuan Ibu dengan Status Gizi Balita di Puskesmas I Baturaden | Latar Belakang : Faktor – faktor yang dapat mempengaruhi status gizi antara lain keaktifan kunjungan posyandu, pendapatan keluarga dan pengetahuan ibu. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara keaktifan kunjungan posyandu, pendapatan keluarga dan pengetahuan ibu dengan status gizi balita Di Puskesmas I Baturaden. Metodologi Penelitian : Desain penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 108 balita dipilih dengan metode accidental sampling. Parameter yang di amati yaitu, karakteristik, keaktifan mengunjungi posyandu, pendapatan dan pengetahuan dan status gizi. Analisis bivariat menggunakan uji Chi – Square. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara keaktifan kunjungan posyandu dengan status gizi (p = 0,411), pendapatan keluarga dengan status gizi balita (p = 0,146) dan terdapat hubungan antara pengetahuan ibu dengan status gizi balita Di Puskesmas I Baturaden (p = 0,057). Kesimpulan : Tidak ada hubungan antara keaktifan kunjungan posyandu, pendapatan keluarga dan pengetahuan ibu dengan status gizi balita. Kata Kunci : Balita, Posyandu, Status Gizi | Background: Factors that can affect the nutritional status were activity visiting on posyandu, family income and mother's knowledge. Objective: To identify the relationship between the activity visiting on posyandu, family income and knowledge of mothers with toddler nutritional status at Puskesmas I Baturaden. Research Methodology: cross sectional study design was used. The total of sample 108 toddler selected by accidental sampling method. The parameters observed were which characteristics, activity visiting on posyandu, income and knowledge and nutritional status. Bivariate analysis used the Chi – Square test. Results: Based on Statistical analysis showed that there was no correlation between the activity of the posyandu visit nutritional status (p = 0,411), family income with nutritional status (p =0,146), and there is correlation between mother’s knowledge with nutritional status on toddler in Puskesmas I Baturaden (p = 0,057). Conclusion: There were no association between the activity visiting on Posyandu, family income and mothers’s knowledge with nutritional status on toddler Keywords: Toddler, posyandu, Nutritional Status | |
| 14414 | 17723 | F1J012021 | PESAN MORAL TOKOH UTAMA DALAM FILM “USAGI DROP” KARYA YUMI UNITA: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA | Penelitian ini berjudul Pesan Moral Tokoh Utama Dalam Film “Usagi Drop” Karya Yumi Unita: Kajian Psikologi Sastra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pesan moral apa saja yang muncul dalam film “Usagi Drop”. Metode yang digunakan ialah metode deskriptif kualitatif. Film ini dianalisis menggunakan teori strukturalisme, psikologi sastra, pendekatan moral dan prinsip-prinsip moral dasar. Data yang digunakan adalah dialog dan screenshot dalam film “Usagi Drop”. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan 22 data.Disimpulkan bahwa pesan moral yang ada dalam film “Usagi Drop” antara lain adalah: nilai moral sikap baik, nilai moral keadilan, nilai hormat terhadap diri sendiri, nilai kejujuran, nilai-nilai otentik, nilai moral kesediaan untuk bertanggung jawab, nilai kemandirian moral, nilai keberanian moral, dan nilai moral kerendahan hati. Nilai-nilai otentik merupakan nilai yang sering muncul dalam film “Usagi Drop”. Pembaca bisa belajar nilai-nilai moral positif yang ada dalam film tersebut. | This research is entitled moral values of main character in film “Usagi Drop”by Yumi Unita: psychology of literature study. This aim of this research is to describe moral values presented in film Usagi Drop. The method used for the research is descriptive qualitative. This film was analyzed using structuralism theory, psychology of literature, moral approach, and basic principles of moral. The data for the research are dialogs and screenshots captured from film “Usagi Drop”. Based on the research result, 22 data were found.It is concluded that moral values in film “Usagi Drop” are: good attitude, equality, self-respect, honesty, authenticity, responsibility, independency, bravery, and modesty. Moral value of authenticity is the most frequent value presented in film “Usagi Drop”. Readers can learn from positive moral values in the movie. | |
| 14415 | 17724 | G1H012051 | Perbedaan Tingkat Asupan Energi dan Protein Makan Siang pada Siswa Sekolah Dasar dengan Katering dan Non Katering | Latar Belakang : Saat ini semakin banyak waktu anak-anak yang dihabiskan di dalam sekolah dan waktu makan siang akan dilewati di sekolah, oleh karena itu pihak sekolah dapat memberikan fasilitas dalam penyediaan makanan bagi siswanya, yaitu dengan cara menyediakan sistem penyelenggaraan makan dengan sistem katering dan non katering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan jumlah asupan energi dan protein makan siang pada siswa sekolah dasar dengan menggunakan sistem penyelenggaraan makanan katering dan non katering. Metode : Penelitian ini menggunakan desain crossectional. Lokasi penelitian dilakukan di SD UMP dan MIN Purwokerto dengan total sampel adalah 44 siswa yang diambil menggunakan metode simple random sampling. Data asupan makan siang responden didapatkan dari form recall 24 jam. Analisis bivariat menggunakan uji man whitney. Hasil : Rata-rata asupan energi dan protein makan siang sekolah dengan sistem penyelenggaraan makan katering adalah 509,3 kkal dan 18,1 gram, sedangkan pada sekolah dengan sistem penyelnggaraan non katering adalah 350,6 kkal dan 12 gram. Kesimpulan : Ada perbedaan rata-rata asupan energi dan protein makan siang antara sekolah dengan sistem penyelenggaraan makan katering dan sekolah dengan sistem penyelenggaraan makan non katering. Kata Kunci : energi, protein, makan siang, sekolah dasar, katering, non katering. | Background : Now most of the time children spent in school and most of the time for lunch will be skipped in school, and therefore the school can provide facilities in the food supply for their students, in particular by providing system school meals the catering system and non-catering (canteen). The purpose of this research is to know any difference in the amount lunch intake of energy and protein at school with catering and school without catering. Method : This was a crossectional research design. The research location was in SD UMP and MIN Purwokerto with total sample is 44 students taken by simple random sampling method. Lunch intake data obtained from form 24 hour recall. Bivariat analysis used man-whitney. Results : The average lunch consumption of energy and protein of school with catering is 509,3 kkal and 18,1 gram. While the average lunch consumption energy and protein of school without catering is 350,6 kkal and 12 gram. Conclusion : There was difference of energy and protein intakes during lunch time between school with catering and scholl without catering. Keywords: energy, protein, lunch, elementary school, catering, non catering. | |
| 14416 | 17729 | B1J012147 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI JAMUR ENDOFIT DARI TUMBUHAN MENGKUDU (Morinda citrifolia) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli | Jamur endofit merupakan salah satu jenis mikroba penghasil antibiotik. Jamur ini hidup pada jaringan tanaman dan dapat menghasilkan senyawa yang mirip dengan inangnya. Mengkudu merupakan salah satu tanaman obat yang memiliki banyak manfaat salah satunya sebagai antibakteri dan juga dapat dijadikan sebagai sumber habitat jamur endofit. Hasil penelitian menunjukkan isolat jamur endofit yang berhasil diisolasi tumbuhan mengkudu sebagian besar didapatkan dari hasil isolasi bagian batang Mengkudu. Jamur endofit yang berhasil diisolasi dari tumbuhan mengkudu yaitu Helicosporium sp. 1, Colletotrichum sp., Chaetomium sp., jamur endofit E4 (belum teridentifikasi), Fusarium sp., dan Helicosporium sp. 2. Berdasarkan hasil analisis ragam dengan tingkat kesalahan 5 % dan 1 % didapatkan hasil bahwa perbedaan jamur endofit sangat berpengaruh terhadap diameter zona hambat bakteri uji. Senyawa antibakteri yang dihasilkan dari ekstrak etil asetat jamur endofit mampu menghambat bakteri Gram positif Staphylococcus aureus dan bakteri Gram negatif Escherichia coli, dengan diameter zona hambat masing-masing 16,83 mm dan 10,17 mm. Nilai MIC yang didapatkan untuk bakteri S.aureus dan E.coli pada konsentrasi 600 μg/mL. | Endophytic fungi is one type of microbes that produce antibiotic. This fungus lives in the plant tissue and can produce a compound that similar to its host. Noni is a medicinal plant that has many benefits one of them as an antibacterial and can also be used as a source of endophytic fungi habitat. The results showed that endophytic fungal isolates were isolated most of the noni plant obtained from the isolation of stem Noni. Endophytic fungi were isolated from the noni plant is Helicosporium sp. 1, Colletotrichum sp., Chaetomium sp., fungal endophyte E4 (unidentified), Fusarium sp., and Helicosporium sp. 2. Based on the results of analysis of variance with an error rate of 5 % and 1% showed that endophytic fungi differences greatly affect the inhibition zone diameter. Antibacterial compounds produced from the ethyl acetate extract of endophytic fungi was able to inhibit the Gram positive bacteria Staphylococcus aureus and Gram-negative bacteria Escherichia coli, with a diameter of inhibition zone respectively 16,83 mm and 10,17 mm. MIC values obtained for S.aureus and E.coli in concentration 600 μg/mL. | |
| 14417 | 17730 | F1C012010 | HUBUNGAN ANTARA TAYANGAN REALITY SHOW DENGAN CITRA POLISI DI RW 12 PERUMAHAN JATIMULYA BEKASI (Studi Kasus Tayangan 86 di Net TV) | Tayangan 86 di Net TV merupakan salah satu tayangan reality show di Indonesia. Konten acaranya berupa kegiatan sehari-hari aparat kepolisian. Utamanya, program reality show 86 ini diciptakan untuk membentuk citra lembaga kepolisian yang lebih baik di mata masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tayangan reality show 86 dengan citra polisi pada masyarakat RW 12 di Perumahan Jatimulya Bekasi. Teori yang digunakan adalah Teori SOR. Sementara itu, metode penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Taro Yamame. Analisis data dilakukan dengan menggunakan regresi linier dan uji hipotesis dilakukan dengan uji t. Hasilnya, didapatkan koefisien korelasi R sebesar 0,758 yang berarti terdapat hubungan yang positif dan signifikan antar variabel. Hasil uji t menunjukkan hasil 11,99>1,99, yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. | The 86 program in Net TV is a reality show in Indonesia. The program shows the daily patrol agenda of polices in Indonesia. Specifically, the 86 program is created for building the better image of Police institution towards the citizens. This study is purposed for understanding whether there is a correlation between the 86 TV program with the image of police officers on the residents of RW 12 in Jatimulya, Bekasi or not. This study used SOR Theory. The sampling method used in this study was conducted by using Taro Yamame’s formula.Data analysis was conducted by using linear regression and hypothetic test was conducted by using t-test. As the result, the correlation coefficient is 0.758, which shows that there is positive and significant correlation between variables. From the t-test, it was found the t result is 11.99, which means 11,99 > 1,99. This means, the H0 is denied and Ha is accepted. | |
| 14418 | 17731 | G1B012020 | EVALUASI PENGGUNAAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) KOMUNAL DI DESA PLIKEN KECAMATAN KEMBARAN KABUPATEN BANYUMAS | Latar Belakang: Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 226 kota mengalami masalah pengolahan limbah, 240 kota mengalami masalah persampahan, dan 100 kota lainnya mengalami masalah drainase. Desa Pliken memiliki masalah sarana prasarana sanitasi sebesar 60% dan masuk dalam kriteria teknis dari Program Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan pendekatan sequential exploratory. Penentuan jumlah informan dengan purposive sampling dengan informan utama adalah pengurus Kelompok Swadaya Masyarakat, dan informan pendukung adalah Tenaga Fasilitator Lapangan Kabupaten Banyumas. Hasil: input yang terdiri dari sumber daya manusia, pembiayaan, sarana prasarana serta metode pengolahan limbah telah sesuai dengan DAK SLBM Tahun 2014 dan atau Petunjuk Teknis SPBM Tahun 2014. Proses yang terdiri dari aspek kelembagaan, aspek pembiayaan, aspek teknis operasional dan aspek peran serta masyarakat telah sesuai dengan DAK SLBM Tahun 2014 dan atau Petunjuk Teknis SPBM Tahun 2014. Output yaitu jumlah pengguna telah sesuai dengan DAK SLBM Tahun 2014 dan kualitas air limbah berdasarkan parameter suhu yakni sebesar 27-28oC, pH normal sebesar 7 masih tergolong baik sedangkan BOD dan bau belum memenuhi persyaratan untuk dibuang ke perairan. Kesimpulan: Penelitian ini perlu adanya kajian mendalam terkait IPAL Komunal berbagai jenis pengolahan kepada KSM “Sehat Bersama”, Mahasiswa dan lainnya. | Background: Based on Ministry of Health Republic of Indonesia explained 226 cities have problems in wastewater processing, 240 cities have problems in waste processing and 100 cities have problems in drainase. Pliken Village have a poor sanitation infrastructure (60%) and include the criteria of Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat Program priorities. Methods:The methods in this research is using Mixed Methods with Sequential Exploratory approach. The informans were the community of self-help communal wastewater in Pliken Village and fasilitator of sanitation in Banyumas District with Purposive Sampling. Analysis of data with qualitative and quantitative analysis. Result:Input are consists of human resources, a financing, an infrastructure, and the methods of wastewater treatment; Process are consists of institutional aspects, financial aspects, operational technics aspect, and community participants aspects are suitable with DAK SLBM in 2014 or technical instructuions of SPBM in 2013. Last, output are consist of the number of user in communal wasterwater treatment and the quality of wastewater based on temperatures are 27-28oC, pH is 7. They are suitable and could be streamed to water, BOD and smell did’nt suitable. Conclusion:Improved the wastewater treatment studies to community of self-help communal wastewater, students and many more. | |
| 14419 | 17732 | F1C011030 | STRATEGI KOMUNIKASI UNIT PENDIDIKAN DAN REKAYASA (DIKYASA) SATLANTAS POLRES BANYUMAS DALAM MEINGKATKAN KESELAMATAN BERKENDARA SISWA USIA SEKOLAH MENENGAH ATAS MELALUI PROGRAM POLICE GOES TO SCHOOL | ABSTRAKSI Universitas Jenderal Soedirman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Komunikasi 2016 Ario Seto F1C011030 Strategi Komunikasi Unit Dikyasa Satlantas Polres Banyumas dalam Meningkatkan Keselamatan Berkendara Siswa Usia Sekolah Menengah Atas Melalui Program Police Goes To School Pada tahun 2013 Kabupaten Banyumas menempati peringkat pertama jumlah tertinggi dalam kecelakaan lalu lintas di Provinsi Jawa Tengah. Angka ini didominasi oleh pengendara sepeda motor berusia remaja (14-18 tahun). Oleh sebab itu dibutuhkan peran oleh beberapa stakeholder untuk mengatasi masalah tersebut. Satlantas Polres Banyumas melalui Unit Pendidikan dan Rekayasa Lalu lintas ( DIKYASA) memiliki tugas pokok untuk memberikan pendidikan lalu lintas kepada masyarakattermasuk kepasa siswa usia sekolah menengah atas mempunyai program bernama Police Goes To school. Program yang dijalankan oleh Unit Dikyasa ini merupakan program untuk datang ke sekolah-sekolah memberikan himbauan dan sosialisasi mengenai keselamatan berkendara lalulintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi komunikasi Unit Dikyasa Satlantas Polres Banyumas dalam meningkatkan keselamatan berkendara siswa usia sekolah menengah atas (remaja)melalui program Police Goes To School. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif , pengumpulan data melalui wawancara dan observasi. Dari penelitian ini didapatkan hasil : 1) Unit Dikyasa memaksimalakan peran komunikator pada saat sosialisasi keselamatan berkendara kepada para siswa. 2) Polisi melakukan kerjasama dengan dinas pendidikan dengan cara memasukan materi keselamatan berkendara dan lalulintas kedalam kurikulum pendidikan dan bekerjasama membuat modul yang dipakai sebagai acuan bahan ajar. | ABSTRACTION UnSoed faculty of Social Science and Political Science Department of Communication 2016 Ario Seto F1C011030 Communication Strategy Unit Dikyasa Banyumas Traffic Police in Improving Safety Driving Age High School Student Program Through Police Goes To School In 2013 Banyumas is ranked first in the highest number of traffic accidents in the province of Central Java. This figure is dominated by motorcyclists aged adolescents (14-18 years). Therefore required roles by some stakeholders to resolve the issue. Traffic Police Banyumas through Education Unit and Traffic Engineering (DIKYASA) has a fundamental duty to provide traffic education to masyarakattermasuk kepasa high school age students have a program called Police Goes To school. Programs run by Dikyasa Unit is a program to come to schools provide appeal and socialization regarding traffic safety driving. This study aims to determine how the communication strategy Dikyasa Traffic Police Unit Banyumas in improving road safety high school age students (teenagers) through the Police Goes To School. By using descriptive qualitative methods, data collection through interviews and observations. From this study, the result of: 1) Unit Dikyasa memaksimalakan communicator role at the socialization of road safety to the students. 2) Police in cooperation with the education department by entering the driving and traffic safety material in the curriculum of educational and work together to create a module that is used as a reference for teaching materials | |
| 14420 | 17733 | C1B010115 | ANALISIS PENGARUH DISIPLIN KERJA, PENDIDIKAN DAN PELATIHAN, MOTIVASI, DAN PENGAWASAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI ASURANSI JIWA BERSAMA BUMIPUTERA 1912 KANTOR PEMASARAN REGIONAL 2 PURWOKERTO | Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh disiplin kerja, pendidikan dan pelatihan, motivasi dan pengawasan terhadap kinerja karyawan AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan dari AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto. Dengan menggunakan sampel jenuh, penelitian ini menggunakan 50 responden. Data itu menganalisis dengan menggunakan analisis regresi berganda. Hasil pengujian hipotesis adalah disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto, pendidikan dan pelatihan berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto, Motivasi berpengaruh positif terhadap kinerja karyawan AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto, dan pengawasan memiliki efek positif pada kinerja karyawan AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto. | The purpose of this research was to analyze the effect of work discipline, education and training, motivation and supervision on the performance of the employees of AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto. The population in this research is employees of AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto. By using saturated sampling, this research used 50 respondens. The data was analyze by using multiple regression analysis. Result of hypothesis testing is work discipline has positive effect on performance of the employees of AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto, education and training has positive effect on performance of the employees of AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto, Motivation has positive effect on performance of the employees of AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto, and supervision has positive effect on performance of the employees of AJB Bumiputera 1912 KPR 2 Purwokerto. |