Artikelilmiahs

Menampilkan 14.481-14.500 dari 49.703 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1448117792I1F015022PENGARUH HIPNOTERAPI AUDIO TERHADAP NYERI PADA PASIEN INTRAOPERASI TUBEKTOMI MINILAPARATOMI DENGAN ANESTESI LOKAL (T-MAL) DI RSUD dr. R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGAABSTRAK

Latar Belakang: Pasien intraoperasi tubektomi minilaparatomi dengan anestesi lokal (T-MAL) masih merasakan nyeri viseral karena manipulasi peritoneum dan tuba fallopi, tidak dapat dikontrol dengan anestesi lokal. Terapi komplementer (hipnoterapi) dapat berdampingan dengan terapi medis dalam menurunkan intensitas nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hipnoterapi audio terhadap nyeri pada pasien intraoperasi tubektomi minilaparatomi dengan anestesi lokal (T-MAL).

Metodologi: Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan pre and post test with control group design. Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling periode bulan Oktober sampai November 2016, memperoleh 40 sampel, 20 responden kelompok intervensi, 20 responden kelompok kontrol. Instrument penelitian, menggunakan visual analog scale, dan audio hipnoterapi dalam format mp3 durasi 37:56 menit. Analisa data menggunakan uji Chi Square, Wilcoxon, dan Mann-Whitney.

Hasil Penelitian: Hasil uji Mann-Whitney diperoleh perbedaan penurunan skor nyeri, pada kelompok intervensi, mean = 5,00, SD = 0,725, mean rank = 30,50, dan pada kelompok kontrol, mean = 1,40, SD = 0,995, mean rank = 10.50 dengan z = -5.503 dan p value 0,000 ( p < 0,05), berarti bahwa terdapat perbedaan penurunan tingkat nyeri yang signifikan antara kelompok intervensi hipnoterapi audio dengan kelompok kontrol teknik relaksasi nafas dalam.

Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipnoterapi audio efektif menurunkan nyeri intraoperasi T-MAL.

Kata Kunci: Hipnoterapi Audio, Nyeri, T-MAL
ABSTRACT

Background: Intraoperative patients with tubectomy minilaparotomy local anesthesia (T-MAL) feel the visceral pain due to manipulation of peritoneal and fallopian tube, could not be controlled with local anesthesia. Complementary therapy (hypnotherapy) can be used with medical therapy in reducing pain intensity. This study aims to determine the effect of audio hypnotherapy for reducing pain intensity on intraoperative patients with tubectomy minilaparatomy local anesthesia (T-MAL).

Methodology: The study design which used is true experimental design by using pre-test and post-test with control group design. Technic for sampling using simple random sampling during October until November 2016. There were 40 samples which divided into two groups. Twenty respondents for intervention group and twenty respondents for control group. The instrument of study using a visual analog scale and audio hypnotherapy in mp3 format with length duration 37:56 minutes. Data were analyzed using Chi-Square, Wilcoxon, and Mann-Whitney test.

Results: The result of Mann-Whitney test showed significant finding for pain score reduction on the intervention group, mean = 5.00, SD = 0.725, mean rank = 30.50, and in the control group, mean = 1.40, SD = 0.995, mean rank = 10:50 with z = -5503 and p value of 0.000 (p <0.05). This result showed there is a significant difference reduction for pain level between the intervention group using audio hypnotherapy and control group using deep breathing relaxation techniques.

Conclusion: The results showed that audio hypnotherapy effectively reduce pain intensity intraoperative patients with T-MAL.

Keywords: Audio Hypnotherapy, Pain, T-MAL
1448217786F1A012070GEJOLAK JIWA SEORANG JURNALIS
(MENGUNGKAP DIALEKTIKA WARTAWAN DIBALIK
FENOMENA KEKERASAN SEKSUAL TERHADAP ANAK)
Dewasa ini kehidupan masyarakat seolah tidak bisa lepas dari kehadiran media massa, baik itu cetak, elektronik, maupun siber. Kondisi ini menjadikan kehadiran media massa begitu berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Kecepatan untuk bisa menyebarkan dan mendapatkan informasi sangat luar biasa. Dalam keadaan yang demikian, sering dijumpai berita mengenai kekerasan seksual terhadap anak dengan bahasa-bahasa yang vulgar. Angka kekerasan seksual terhadap anak memang terus mengalami peningkatan, sehingga pemberitaan juga pasti hadir sebagai salah satu reaksi. Dengan sudut pandang sosiologi melalui teori strukturasi dan empat tahap tindakan penelitian ini berusaha menjelaskan dialektika yang terjadi dalam diri wartawan saat akan menulis kasus kekerasan seksual terhadap anak.Nowdays, the daily life of the citizens can’t be seperated from the mass media, wether it’s print media, electronic, or cyber. This condition cause the existence of mass media become so important in someone’s life. The speed to spreading and accessing an information are so incerdible. In that kind of conditions, existence of news about sexual violence against children that written with a vulgar terms can be found easily. The figures of sexual violence against children has an increasing trend, so the news about that can’t be avoided as an influence. Using the structuration and four steps of action theories, this research is about to reveal the dialectics process that occurs inside the journalists when they writes about sexual violence against children.
1448317787G1D013034
“PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KOMBINASI DAUN ALPUKAT DAN DAUN KELOR TERHADAP NILAI SGPT TIKUS HIPERLIPIDEMIA”
Latar Belakang: Hiperlipidemia menjadi penyebab utama penyakit pembuluh darah di dunia. Sebagian masyarakat sering menggunakan bahan tradisional yang dipercaya menjaga kesehatan dengan berbagai bentuk sediaan, salah satunya seduhan. Perlu dilakukan penelitian efek kombinasi daun alpukat dan kelor terhadap nilai SGPT dalam keadaan hiperlipidemia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek kombinasi daun alpukat dan kelor terhadap nilai Serum Pyruvate Glutamic Transaminase (SGPT) tikus putih model hiperkolesterolemia.
Metode: Penelitian ini merupakan studi eksperimental murni dengan desain pre-post test. Sebanyak 36 ekor tikus putih (Rattus norvegicus) jantan berumur 8-10 minggu, berat badan 150-250 gram dikelompokkan menjadi 6 kelompok. Kelompok A: pakan high food diet (HFD); kelompok B: pakan HFD + sonde seduhan daun alpukat 36mg/200gramBB, kelompok C: pakan HFD + sonde daun alpukat 36mg/200gramBB dan kelor 54mg/200gramBB; kelompok D: pakan HFD + sonde daun alpukat 18mg/200gramBB dan kelor 27mg/200gramBB; kelompok E: pakan HFD + sonde daun kelor dosis 54mg/200gramBB dan kelompok F: pakan HFD + sonde simvastatin 0,18mg/200gramBB. Perlakuan dilakukan selama 7 hari. Analisis hipotesis menggunakan One Way Anova.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan aktivitas SGPT (p = 0,816) antar kelompok. Nilai selisih SGPT paling tinggi pada kelompok tanpa seduhan dan paling rendah pada kelompok alpukat 36mg/200gramBB. Kelompok seduhan kombinasi C dan kelompok kombinasi D menunjukkan nilai selisih SGPT yang hampir sama.
Kesimpulan: Kombinasi seduhan daun alpukat dan kelor aman bagi hepar.
Background: Hyperlipidemia has become the main cause of vascular disease in the world. Some people often use traditional materials to maintain health with various products, example steeping method. Avocado and moringa combinations should explore the effect to SGPT value at hyperlipidemia condition.
Objective: The aims of this research was to measure the combination effect of Avocado and moringa leaves on Serum Glutamic Pyruvate Transaminase (SGPT) of hypercholesterolemic Wistar rats.
Methods: This reseach was a true experimental study with pre-post design. Thirty six male Wistar rats aged 8-10 week, weight 150-250 grams were allocated into 6 groups. Group A: High Food Diet (HFD) meal; group B: HFD meal + 36mg/200gramweight avocado leaves-gavage, group C: HFD meal + 36mg/200gramweight avocado leaves and 54mg/200gramweight moringa-gavage; group D: HFD + 18mg/200gramweight avocado leaves and 27mg/200gramweight moringa-gavage; group E: HFD meal + 54mg/200gramweight moringa-gavage and group F: HFD meal + 0,18mg/200gramweight simvastatin-gavage. Data were analysed by One Way ANOVA.
Results: The study showed that there were not significant differences in SGPT between groups. Difference SGPT value were highest in group without steeping and lowest in avocadi leaves 36mg/200BBgramweight group . The steeping Group C and group D were showed that almost same difference SGPT value.
Conclution: The avocado and moringa leaves steeping combination was safe to the liver.
1448417788G1D013036PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA POSTER TERHADAP PENGETAHUAN MANAJEMEN HIPERTENSI PENDERITA HIPERTENSI DESA BANTERAN, SUMBANG, BANYUMASPengetahuan manajemen hipertensi yang rendah dapat menyebabkan tidak terkontrolnya tekanan darah dan timbulnya komplikasi penyakit lain. Pengetahuan hipertensi dapat ditingkatkan dengan pendidikan kesehatan. Media dibutuhkan saat pendidikan kesehatan untuk memudahkan penyampaian informasi. Salah satu media yang dapat digunakan yaitu poster. Poster merupakan salah satu media pendidikan kesehatan yang menggunakan huruf disertai gambar dan dapat ditempel dimanapun sehingga dapat dijadikan pengingat informasi yang diberikan. Penelitian ini merupakan quasi experiment dengan desain pre-test and posttest non equivalent control group. Pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Sampel berjumlah 32 orang dan dibagi dalam 2 kelompok, yaitu kelompok intervensi dan
kontrol. Analisis data menggunakan Paired T-Test dan Independent T-Test. Karakteristik responden berusia 45-60 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan Sekolah Dasar (SD), dan sebagian besar bekerja sebagai ibu rumah tangga. Hasil uji Paired T-Test terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi (p = 0,000) dibandingkan kelompok kontrol (p = 0,194). Hasil uji Independent T-Test menunjukkan ada peningkatan pengetahuan antara kelompok intervensi dan kontrol (p = 0,016). Pendidikan kesehatan dengan media poster efektif meningkatkan pengetahuan manajemen hipertensi pada penderita hipertensi
The low knowledge of hypertension management can cause uncontrolled blood pressure and complication. Knowledge of hypertension management can be increased by health education. Media needed on health education to ease the transfer of knowledge. One of the media that can be used is poster. Poster is one of media with letters and picture in, and can be patch everywhere so it can be used as a reminder of the information. This research was a quasy experiment with pre and post-test non equivalent control group design. The sampling method was consecutive sampling. The sample was 32 people which divided into 2 groups, intervention and control group. The analysing data were Paired T-Test and Independent TTest. Characteristics of the respondents were between 45-60 years old, female, educated in elementary school, and mostly were housewife. Results of Paired T-Test is there were significant differences increase of knowledge in the intervention group (p = 0,000) compared with control group (p = 0,194). Results of Independent T-Test showed that there was increasing of knowledge between intervention and control groups (p= 0,016). Health education using posters effectively improve knowledge of hypertension management among
the hypertension patients.
1448517790I1F015020PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA PURSED LIPS BREATHING DENGAN SIX MINUTES WALK TEST TERHADAP FEV1 PADA PASIEN COPD STABIL DI RS PARU RESPIRA YOGYAKARTAPERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA PURSED LIPS BREATHING DENGAN SIX MINUTES WALK TEST TERHADAP FEV1 PADA PASIEN COPD STABIL DI RS PARU RESPIRA YOGYAKARTA

Eko Suryantoro1 Atyanti Isworo2 Arif Setyo Upoyo2
1 Mahasiswa Keperawatan Universitas Jenderal Soedirman
2 Bagian Keperawatan Medikal Bedah Universitas Jenderal Soedirman
Email: ekosuryantoro@ymail.com

ABSTRAK

Latar Belakang: Forced Expiratory Volume in One Second (FEV1) pada pasien Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) mengalami penurunan. Pursed lips breathing mampu meningkatkan nilai FEV1, demikian juga six minutes walk test. Namun, belum diketahui efektivitas kedua terapi tersebut.
Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk membandingkan perbedaan nilai FEV1 setelah dilakukan pursed lips breathing dan six minutes walk test.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan menggunakan rancangan two group pretest-postest design. Penelitian ini menggunakan teknik sampling simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Pursed lips breathing diberikan 3 kali dalam sehari masing-masing 10 menit selama 3 hari. Six minutes walk test diberikan 1 kali sehari 3 hari. Perbedaan efektivitas antara pursed lips breathing dengan six minutes walk test dianalisis dengan uji independent samples t test.
Hasil Peneltian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata peningkatan pursed lips breathing sebesar 12,86, sedangkan six minutes walk test sebesar 6,09. Hasil uji independent samples t test menunjukkan p value 0,117 yang berarti tidak ada perbedaan peningkatan nilai FEV1 yang signifikan antara pursed lips breathing dengan six minutes walk test.
Kesimpulan: Pursed lips breathing lebih cenderung meningkatkan nilai FEV1 daripada six minutes walk test.

Kata Kunci: COPD, FEV1, Pursed Lips Breathing, Six Minutes Walk Test
THE DIFFERENCE OF EFFECTIVENESS BETWEEN PURSED LIPS BREATHING AND SIX MINUTES WALK TEST TO FEV1 OF STABLE COPD PATIENTS IN RESPIRA LUNG HOSPITAL YOGYAKARTA

Eko Suryantoro1 Atyanti Isworo2 Arif Setyo Upoyo2
1 Nursing Student Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University
2 Medical Surgical Nursing Departement Faculty of Health Sciences Jenderal Soedirman University
Email: ekosuryantoro@ymail.com

ABSTRACT

Backgroud: Forced expiratory volume in One Second (FEV1) in patients with Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) has decreased. Pursed lips breathing can improve FEV1, as well as six minutes walk test. However, it remains unknown the effectiveness of both therapies.
Objective: The aim of this study was to compare the difference of FEV1 after pursed lips breathing and six minutes walk test.
Methods: Design research was a quasi experiment using two groups pretest and posttest designs. This study used simple random sampling with 40 samples, consisting of 20 groups of pursed lips breathing and 20 groups of six minutes walk test. FEV1 measurements used a spirometer. Pursed lips breathing was given 3 times a day each 10 minutes for 3 days. Six minutes walk test was given once a day within 3 days. To compare the effectiveness between pursed lips breathing and six minutes walk test, they were analyzed by independent samples t test.
Results: The results showed that the increase of average value of pursed lips breathing was 12.86, while the six minutes walk test was 6.09. The test results of independent samples t test showed p value at 0.117, meant that there was no significant difference of the increase of FEV1 between pursed lips breathing and six minutes walk test.
Conclusion: Pursed lips breathing was more likely to increase the value of FEV1 than six minutes walk test.

Keywords: COPD, FEV1, Pursed Lips Breathing, Six Minutes Walk Test
1448617791G1D013071PERBEDAAN TINGKAT STRES ANTARA MAHASISWA PROFESI KEPERAWATAN DI AREA KLINIK DAN AREA KOMUNITAS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN

Pendidikan profesi merupakan komponen penting dalam pendidikan keperawatan. Selama menjalani kegiatan pembelajaran pada tahap profesi di area klinik dan area komunitas, mahasiswa mungkin akan menunjukan reaksi psikologis yang berbeda-beda terhadap stresor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat stres antara mahasiswa profesi keperawatan di area klinik dan area komunitas Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain komparatif. Jumlah total sampel penelitian ini adalah 54 mahasiswa (27 mahasiswa untuk masing-masing area). Pengukuran tingkat stres menggunakan instrumen yang diadopsi dari Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hampir 2/3 mahasiswa profesi keperawatan di area klinik mengalami stres tingkat sedang (63,0%). Sementara itu, kurang dari separuh mahasiswa profesi keperawatan di area komunitas mengalami tingkat stres sedang (40,7%). Hasil uji Chi-Square menunjukan p value 0,163. Tidak terdapat perbedaan tingkat stres yang bermakna antara mahasiswa profesi keperawatan di area klinik dan area komunitas Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.Professional education and training is an important component in nursing study program. During learning process in professional intership stage in clinical area and community area, student may show different psychological reaction toward stressor. This research aimed to identify stress level difference between intership nursing student in clinical area and community area of Jenderal Soedirman University. This is a quantitative research with comparative design. A total of 54 student partisipanted in this study (27 student in each area). Stress level was measured using instrument that adopted from Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Data was analyzed using Chi-Square test. Approximately 2/3 of students of nursing at professional stage in clinical area experienced medium stress level (63,0%). Meanwhile, less than a half of students in community area is experienced medium stress level (40,7%). Chi-Square test showed p value at 0,163. There is no significant stress level difference between intership nursing student in clinical area and community area of Jenderal Soedirman University, Purwokerto.
1448717793F1C010020PROSES KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI ANTARA ORANG TUA DENGAN ANAK DALAM MEMOTIVASI BELAJAR ANAK SEKOLAH DASAR DI RT.02/RW.IX PERUMAHAN TELUK, PURWOKERTO SELATANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses komunikasi antar pribadi yang terjadi antara orang tua dengan anak dalam upaya orangtua mengembangkan motivasi belajar anak sekolah dasar, khususnya di wilayah RT.02/RW.IX Perumahan Teluk Purwokerto Selatan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Hasil penelitian seluruh orangtua yang menjadi informan melakukan komunikasi verbal yang bertujuan untuk memotivasi anak. Selain komunikasi verbal, cara lain untuk melakukan proses komunikasi antar pribadi adalah dengan melakukan komunikasi non verbal. Pada penelitian ini, komunikasi non verbal dilakukan dengan cara menyampaikan pesan kinesik, paralingustik dan proksemik pada anak-anak oleh orangtuanya. Pemberian sanksi kepada anak jika anak tersebut tidak belajar merupakan salah satu cara penyampaian pesan kinesik yang disampaikan oleh informan dalam penelitian ini. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka di dapatkan hasil bahwa dari 4 orang responden yang merupakan orangtua siswa sekolah dasar, mempunyai cara masing-masing dalam pemberian sanksi sebagai bagian dari penyampaian pesan kinesik. Dari hasil penelitian diperoleh jawaban bahwa beberapa orangtua pernah memberikan dan membuatkan ruang belajar khusus, namun kemudian ruangan tersebut tidak digunakan karena anak merasa lebih nyaman jika belajar diruangan lain, bukan diruang belajarnya.This study aims to determine the process of interpersonal communication that occurs between parents and children in an effort to develop the motivation to learn the parents of elementary school children, particularly in the RT.02 / RW.IX Perumahan Teluk Purwokerto Selatan. The method used in this study is a qualitative research method. The results of the study all parents who become informants in verbal communication that aims to motivate children. In addition to verbal communication, another way to make the process of interpersonal communication is non-verbal communication. In this study, non-verbal communication is done in a way to convey the message kinesik, paralingustik and proksemik in children by their parents. Sanctions to the child if the child does not learn is one way of delivering a message kinesik delivered by informants in this study. Based on research that has been done, then get the result that the four respondents who are parents of primary school students, have their own way in the imposition of sanctions as part of the delivery of the message kinesik. The results were obtained answers that some parents never gave and made a special study room, but then the room was not used because the child feel more comfortable if the study room of another, not diruang learning.
1448817795G1F012081Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etil Asetat Filtrat Fungi Endofitik Daun Bakau Hitam (Rhizophora mucronata) Terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coliTumbuhan bakau hitam (Rhizophora mucronata) merupakan tumbuhan yang berfungsi untuk mencegah abrasi, secara etnofarmakologi telah digunakan untuk mengobati diare dan disentri. Pengembangan secara efisien perlu dilakukan yaitu dengan pemanfaatan metabolit sekunder pada tumbuhan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi mengenai ekstrak etil asetat filtrat fungi endofitik daun bakau hitam (R. mucronata) sebagai antibakteri.
Penelitian ini menggunakan metode eksploratif. Filtrat fungi endofitik di ekstraksi menggunakan etil asetat (1:1). Ekstrak etil asetat (EtoAc) yang diperoleh diuji aktivitas antibakteri pada Staphylococcus aureus dan Escherichia coli secara mikrodilusi. Identifikasi aktivitas antibakteri dengan menggunakan 96 plate reader berupa Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) yang teramati. Data dianalisis unuk menentukan KHM dan KBM.
Hasil penelitian diperoleh Neopestalotiopsis sp. dapat diisolasi dari daun bakau hitam (R. mucronata). Fungi endofitik Neopestalotiopsis sp. yang diujikan menunjukkan nilai KHM pada konsentrasi 250 ppm pada S. aureus dan E. coli, sedangkan nilai KBM tidak ditemukan terhadap S. aureus dan nilai KBM pada konsentrasi 500 ppm terhadap E. coli.
Black mangroves (Rhizophora mucronata) is a plant to provided abration, in etnopharmacology has used to diarrhoea and disentri medication. Development as efficien as needed with exploration secondary metabolite to this plant. The purpose of this study is to provide information on the ethyl acetate extract of endophytic fungi from leaves of black mangrove (R. mucronata) as an antibacterial.
This study used the exploratory methode. The filtrate endophytic fungi had extraction using ethyl acetate (1:1). Ethyl acetate extracts was tested the antibacterial activity on Staphylococcus aureus and Escherichia coli using microdilution methode. Identification of antibacterial activity using 96 plate reader in the form of MIC and MBC were observed. Data were analysed to determine MIC (Minimum Inhibitory Concentration) and MBC (Minimum Bactericidal Concentration).
The result showed that Neopestalotiopsis sp was isolated from leaves of black mangrove. The endophytic fungi of Neopestalotiopsis sp. with consentration of 250 ppm as MIC against S. aureus and E. coli, in otherside the MBC was not identify in S. aureus and against E. coli in 500 ppm.
1448917796G1D013001Hubungan Dukungan Keluarga dengan Tingkat Spiritualitas pada Pasien Kanker Serviks di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo PurwokertoLatar Belakang:. Kanker serviks merupakan salah satu trauma emosional bagi seorang perempuan. Kompleksnya masalah yang dihadapi oleh pasien dengan kanker serviks dapat membuat spiritualitas diperlukan. Spiritualitas dapat diperoleh melalui dukungan keluarga. Tujuan: Mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan tingkat spiritualitas pada pasien kanker serviks di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Manfaat: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Besar sampel adalah 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi Somers’d untuk dukungan keluarga dan tingkat spiritualitas. Hasil: Pasien kanker serviks sebagian besar berada pada usia dewasa akhir (56,7%), tingkat pendidikan sebagian besar SD (73,3%), sosial ekonomi sebagian besar dibawah UMR Banyumas (56,7%) dan hampir seluruh berada pada stadium III sebanyak 23 responden (76,7 %). Hasil uji korelasi Somers’d antara dukungan keluarga dengan tingkat spiritualitas menunjukan p value 0,00 dan nilai r 0,555. Kesimpulan: Ada hubungan antara dukungan keluarga dengan tingkat spiritualitas pada pasien kanker serviks di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Background: Cervical Cancer is one of the emotional traumas for women. It becomes a complex problem for cervical cancer patients. Therefore, for those who are suffering from such a complex disease like cervical cancer, spirituality is needed. Spirituality can be obtained from family support.
Objective: This research aimed to know the correlation between family support and spirituality level among cervical cancer patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Method: This research was conducted by using cross sectional design. Purposive sampling technique was used in this research. The total numbers of respondents were 30 who fit the inclusion criteria. Data analysis used in this research was statistical test using Somers’d correlation test to measure family support and spirituality level.
Result: Most of cervical cancer patients are in late adulthood (56,7%), mostly had low educational level/elementary education level (73,3%), more than a half patients are in socio-economic condition under UMR of Banyumas (56,7%) and 23 respondents (76,7%) are in stadium III. Somers’d correlation test between family support and spirituality level showed p value 0,00 and r value 0,555.
Conclusion: There was a significant correlation between family support and spirituality level among the cervical cancer patients at RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
1449017797G1D013079KOMBINASI DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera) TERHADAP TRIGLISERIDA DARAH TIKUS PUTIH HIPERLIPIDEMIAHipertrigliseridemia dapat memicu munculnya berbagai Penyakit Tidak Menular (PTM) yang menjadi penyebab utama kematian secara global. Daun alpukat telah terbukti dapat memberikan efek hipolipidemia karena memiliki zat aktif flavonoid, serat, mineral (Cu dan Zn). Efek hipolipidemia juga dimiliki oleh daun kelor karena memiliki zat aktif flavonoid, β-sitosterol, dan vitamin C. Tetapi, belum ada penelitian mengenai efek kombinasi daun alpukat dan daun kelor terhadap trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi daun alpukat dan daun kelor terhadap kadar trigliserida darah pada tikus putih model hiperlipidemia. Penelitian ini menggunakan desain true experimental dengan rancangan pretest and posttest with control group design. Penelitian ini menggunakan 30 tikus putih jantan galur Wistar yang dibagi menjadi 6 kelompok. Tikus diberi diberi HFD selama 14 hari, dan perlakuan selama 7 hari. Hasil menunjukkan peningkatan rerata trigliserida pada kelompok kontrol yaitu 3,40 mg/dL, dan penurunan rerata trigliserida darah pada kelompok B, C, D, E, dan F berturut-turut 10,40 mg/dL, 30,60 mg/dL, 13,80 mg/dL, 19,40 mg/dL, dan 22,20 mg/dL. Kombinasi daun alpukat dan daun kelor mampu menurunkan rerata trigliserida darah. Kombinasi daun alpukat (36 mg/hari) dan daun kelor (54 mg/hari) berkemampuan menurunkan trigliserida yang paling baik.Hypertriglyceridemia causes many kinds of Non-Communicable Disease (NCD) which is the main cause of death globally. The effect of hypolipidemia has been shown by the active substances of avocado leaves, there are flavonoid, fiber, and minerals (Cu and Zn). The effect of hypolipidemia also owned by kelor leaves having active substances, there are flavonoid, β-sitosterol, and vitamin C. However, there is not yet study about avocado and kelor combined leaves for lowering triglyceride. The study aimed to determine the effect of avocado and kelor combined leaves to triglycerides of hyperlipidemia albino rats. This study used a true experimental with pre-test and post-test control group design. The total sample is 30 albino rats, divided into 6 groups. HFD was given for all of groups during 14 days, and intervention was given during 7 days. The result is there was increasing of triglyceride on control group 3,40 mg/dL, and the lowering of triglyceride on group B, C, D, E, and F were 10,40 mg/dL, 30,60 mg/dL, 13,80 mg/dL, 19,40 mg/dL, and 22,20 mg/dL Combined of avocado and kelor leaves can lowering triglyceride. The highest hypolipidemia effect occurred in group C.
1449117798F1I012019Penggunaan New Media Oleh Perempuan dalam Revolusi Jasmine di Tunisia Tahun 2010-2011Penelitian ini berjudul ‘Penggunaan New Media Oleh Perempuan Dalam Revolusi Jasmine di Tunisia’. Selama Revolusi Jasmine, perempuan Tunisia menggunakan media sosial sebagai media baru untuk berpartisipasi dan mendorong aksi protes. penelitian ini menjelaskan mengapa perempuan Tunisia memilih new media sebagai alat mereka untuk mendorong keberhasilan Revolusi Jasmine. Penelitian ini berpendapat bahwa perempuan menggunakan new media seperti blog untuk menciptakan ruang publik baru bagi perempuan, menghindari resiko menjadi korban kekerasan oleh aparat saat demonstrasi di jalan, untuk menjadi Jurnalisme Warga, dan untuk membuat jaringan dan solidaritas antar perempuan di Tunisia dan dunia.This research tittled “ New Media Use by Women During Jasmine Revolution in Tunisia 2010-2011”. During Jasmine Revolustion, Tunisian women used social media as new media to participate in and at times led protests. This research examines why Tunisian women choose new media as their tools to on the make Jasmine Revolution. It argues throughout that women used new media such as blog to create new public space for women, to awid risk to be violence victims by officer in street demonstration, to act as citizen journalism, and to create networking and solidarity among women in Tunisia moreover in world.
1449217800F1A012049STRATEGI GERAKAN RELAWAN JAKARTA MELAWAN KEKERASAN SEKSUAL (KAWANKU) TERHADAP PEREMPUANKekerasan terhadap perempuan semakin hari semakin memprihatinkan. Hal ini terbukti dari semakin banyaknya kasus yang ditemukan dan dilaporkan di berbagai lembaga dan terekspose di media massa. Kekerasan seksual adalah urusan bersama, yang telah dianggap sebagai situasi mengkhawatirkan, dan dibutuhkan suatu gerakan solidaritas yang bertanggung jawab untuk aktif memberi andil menyelesaikannya. Salah satu gerakan yang memfokuskan pada persoalan kekerasan seksual terhadap perempuan di Jakarta adalah Relawan KawanKU.Melihat pentingnya gerakan sosial ini, maka penelitian perlu dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui dan memahami pemaknaan kekerasan seksual terhadap perempuan menurut Relawan KawanKU serta mengetahui dan mengkaji metode dan strategi kerja relawan dalam mencegah kekerasan seksual terhadap perempuan di Propinsi DKI Jakarta.
Berdasarkan hasil wawancara mendalam dan observasi di lapangan, menunjukan bahwasecara umum relawan dapat memaknai kekerasan seksual yang terjadi terhadap perempuan sebagai suatu bentuk tindakan yang dilakukan baik verbal maupun non verbal yang menyerang ke ranah seksualitas tubuh perempuan dan dapat menimbulkan dampak yang merugikan baik secara fisik maupun psikis; Relawan KawanKu memiliki lima strategi besar dalam mencegah kekerasan seksual terhadap perempuan di Jakarta, diantaranya Strategi Dialog Warga, Strategi Kotak Suara, Strategi Panggung Suara Warga, Strategi Multimedia dan Strategi Tanggung Bersama. Strategi-strategi tersebut dijalankan dengan menggunakan metode pendekatan warga
Violence against women is rife and getting worse today. It is proved by the number of cases that have been reported to various institutions and exposed by the media—which will not be as numerous as the unreported cases. Sexual assault is supposed to be the concern of everyone, regardless the matter of gender. Since the issue has escalated to be more worrisome hence a social movement based on the values of solidarity is needed to overcome the fear and provide a contribution to solving the problem. One of the movements that focused on sexual harassment of women in Jakarta is Relawan KawanKU.Seeing the importance of this movement, the research needs to be done in order to determine and understand the meaning of sexual harassment of women by Relawan KawanKU and to know the methods and strategies of volunteers working to prevent sexual harassment of women in DKI Jakarta.
Based on the results of in-depth interviews and observations in the field, shows that in general volunteers can interpret sexual harassment of women as a form of action taken both verbal and non verbal attack into the realm of sexuality, women's bodies and can cause detrimental impacts both physically and psychic; Volunteers My friend has five major strategies in preventing sexual violence against women in Jakarta, including People's Dialogue strategy, Ballot Box strategy, People's Voice Stage strategy, Multimedia strategy, and Shared Responsibility strategy. Those strategies are implemented using the citizenship approach method.
1449317802H1K011024ANALISIS KONSENTRASI KLOROFIL-a BERBASIS PENGGUNAAN DATA CITRA LANDSAT 8 DI PERAIRAN SEGARA ANAKANAnalisis variabilitas sebaran klorofil-a berbasis citra satelit bermanfaat untuk mendeteksi daerah produktifitas primer atau daerah potensial pemanfaatan sumberdaya hayati laut dan pendugaan penangkapan ikan. Penelitian ini bertujuan pertama, Mengetahui potensi dan akurasi konsentrasi klorofil-a di Segara Anakan menggunakan citra Landsat 8. Kedua, Mengetahui faktor fisika-kimia yang mempengaruhi konsentrasi dan sebaran klorofil-a di Segara Anakan. Ketiga, Mengetahui variabilitas klorofil-a secara temporal menggunakan penginderaan jauh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dan analisis yang digunakan adalah analisis regersi sederhana dan regeresi linear berganda. Hasil dari analisis penelitian ini pertama, konsentrasi klorofil-a di Perairan Segara Anakan berkisar 3-20 (μg/l) dikategorikan sebagai perairan sangat produktif dan tingkat akurasi konsetrasi klorofi-a data lapangan dengan data citra Landsat 8 dikategorikan sedang dengan R2 sebesar 58,6% dan signifikansi 99%. Kedua, secara simultan faktor osenaografi fisika-kimia tidak berpengaruh nyata dengan R2 sebesar 77% (data klorofil-a citra Landsat 8) dan 68% (data klorofil-a lapangan) sementara tingkat signifikansinya 48% (data klorofil-a citra Landsat 8) dan 66,1% (data klorofil-a lapangan). Ketiga, secara temporal menunjukan hasil hubungan yang kuat pada tahun yang berbeda dengan R2 sebesar 67% dan tingkat kepercayaan sebesar 96% dan pada musim timur Perairan Segara Anakan dikategorikan sebagai perairan produktif.Distribution analysis of the chlorophyll-a variability satellite imagery-based useful for detecting areas of primary productivity or potential areas of biological and prediction of fishing ground. The research aims ; first,to know potency and accuracy of chlorophyll-a concentration at Segara anakan using Landsat 8-image. The second, to know the physico-chemical factors where affecting concentration and chlorophyll-a distribution at Segara anakan. The third, to know variability of chlorophyll-a on temporally using remote sensing. The method in this research were surveying and using analysis of simple regressed and multiple-linear regressed . The results of the analysis in this research; first chlorophyll-a concentration at Segara anakan water of range 3-20 (μg / l) were categorized as highly productive waters and accuracy level of chlorophyll-a concentration on field data with the data of Landsat-8 image was average with R2 of 58, 6% and 99% significance. Second, simultaneously factors oceanography physico-chemical weren’t real effect with R2 of 77% (chlorophyll-a data of Landsat-8 image) and 68% ( chlorophyll-a data on field) while the level of significance of 48% (chlorophyll-a data Landsat-8 image) and 66.1% (chlorophyll-a data on field). Third, temporally indicated strong connection results in different year with R2 of 67% and a confidence level of 96% and at eastern Segara anakan water categorized as highly productive waters.
1449417803G1D013076Pengaruh Terapi Musik Klasik Terhadap Durasi dan Frekuensi Mual Muntah pada Ibu Hamil Trimester 1Latar Belakang: Mual muntah merupakan masalah umum selama kehamilan. Terapi musik merupakan salah satu terapi komplementer yang mudah, murah dan aman untuk mengatasi mual muntah. Namun, efektivitasnya untuk mengurangi mual muntah selama kehamilan masih belum diketahui.
Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengaruh terapi musik klasik terhadap durasi dan frekuensi mual muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Metode: Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan pre and post test with control group design. Penelitian ini menggunakan metode consecutive sampling. Penelitian ini menyertakan 23 responden pada masing-masing kelompok. Instrumen yang digunakan untuk mengukur mual muntah adalah 24-hour Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24). Data penelitian dianalisis menggunakan dependent t-test dan independent t-test. Terapi musik diberikan selama 3 hari dengan durasi terapi musik 15 menit per hari.
Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan mual dan muntah antara kelompok intervensi yang diberikan terapi musik dibandingkan dengan kelompok kontrol (p <0,000).
Kesimpulan: Terapi musik dapat mengurangi mual dan muntah pada ibu hamil trimester pertama.
Background: Nausea and vomiting are common problems during pregnancy. Music therapy is one of complementary therapy that is easy, inexpensive and safe to treat nausea and vomiting. However, its effectiveness to reduce nausea and vomiting during pregnancy is still unknown.
Purpose: The purpose of this study was to identify the influence of classical music therapy on the duration and frequency of nausea and vomiting among pregnant women in the first trimester.
Methods: This study used a quasi-experimental design pre and post test with control group design. The study used consecutive sampling method. This study recruited 23 respondents in each group. The instrument used to measure the nausea and vomiting was 24-hour Pregnancy-Unique Quantification of Emesis (PUQE-24). The data was analized using the dependent t-test and independent t-test. Music therapy was provided for 3 days and the duration of music therapy was 15 minutes per day.
Results: The result showed that there was a differences of nausea and vomiting between the intervention group that was provided music therapy comparing to control group (p< 0,000).
Conclusion: Music therapy can reduce the nausea and vomiting among pregnant women in the first trimester.
1449517804G1D013037PENGARUH PEMBERIAN KOMBINASI SEDUHAN DAUN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DAN DAUN KELOR (Moringa oleifera Lam) TERHADAP KADAR HDL DARAH PADA TIKUS PUTIH MODEL HIPERLIPIDEMIALatar Belakang : Hiperlipidemia merupakan suatu kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kolesterol atau trigliserida dan penurunan kadar HDL. Pemanfaatan daun alpukat dan kelor dapat digunakan sebagai terapi non-farmakologi untuk meningkatkan kadar HDL karena berperan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi seduhan daun kelor dan daun alpukat terhadap kadar HDL pada tikus model hiperlipidemia.

Metode : Desain penelitian menggunakan eksperimen murni pre dan post test dengan control group pada 36 ekor tikus. Hewan coba dibagi menjadi kelompok kontrol (A), dosis tunggal seduhan daun alpukat 36mg/200gramBB (B), kombinasi seduhan daun alpukat 36mg/200gramBB dan daun kelor 54 mg/200gramBB (C), kombinasi seduhan daun alpukat 18mg/200gramBB dan daun kelor 27mg/200gramBB (D), dosis tunggal seduhan daun kelor 54mg/200gramBB (E), dan kelompok simvastatin 0,18mg/hari (F). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan post hoc Duncan.

Hasil : Rerata kadar HDL pre test terendah dan tertinggi yaitu 21,46±8,90 dan 30,31±6,12. Sedangkan, rerata kadar HDL post test terendah dan tertinggi 24,44±8,72 dan 39,98±1,05. Uji ANOVA menunjukkan hasil yang signifikan (p = 0,008). Analisis post hoc Duncan menunjukkan kelompok seduhan kombinasi daun alpukat dan daun kelor maupun simvastatin tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok C, D, E, dan F. Dosis kombinasi maupun simvastatin sama kuat dalam meningkatkan kadar HDL.

Kesimpulan : Kombinasi seduhan daun kelor dan daun alpukat berpengaruh terhadap peningkatan kadar HDL. Dosis yang disarankan yaitu 18mg/200gramBB daun alpukat dan 27mg/200gramBB daun kelor
Background: Hyperlipidemia is a lipid metabolism disorder which is characterized by increasing of cholesterol or triglycerides and decreasing level of High Density Lipoprotein (HDL). Utilization of Persea americana and Moringa oleifera leaves can be used as non-pharmacological therapies for increasing HDL level because taking the role as an antioxidant. This research aims to determine the steeping combination of Persea and Moringa leaves effect to against HDL level for hyperlipidemia rat model.

Method: The study is true experimental pre and post test with control design on 36 rats. Rats were divided into negative control (A), single dose of Persea leaves steeping 36mg/200gramBB (B), combination of 36mg/200gramBB Persea leaves and 54 mg/200gramBB Moringa leaves (C), combination of 18mg/200gramBB Persea leaves and 27 mg/200gramBB Moringa leaves (D), single dose of Moringa leaves steeping 54mg/200gramBB (E), and simvastatin 0,018 mg/day (F). Data were analyzed by ANOVA hypothesis test and Duncan post-hoc.

Results: The mean levels of HDL pretest for minimum and maximum are 21,46±8,90 and 30,31±6,12. The mean levels of HDL post-test for minimum and maximum are 24,44±8,72 and 39,98±1,05. ANOVA tests showed significant finding (p = 0.008). Analysis of post hoc Duncan showed that Persea and Moringa steeping combination or simvastatin treatment showed no significant difference between C, D, E, and F group. Duncan post hoc test result showed that combination group or simvastatin dose are equally strong to increase HDL levels.

Conclusion: The steeping combination of Persea and Moringa leaves has an effect on increasing HDL level. The suggested stepping combination is 18mg/200gramBB Persea leaves and 27 mg/200gramBB Moringa leaves.
1449617807F1B009065EFEKTIVITAS PROGRAM INTERNET MASUK DESA DI DESA MELUNG
KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS
Penelitian ini berjudul : “Efektivitas Program Internet Masuk Desa Di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten banyumas”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas Program Internet Masuk Desa di Desa Melung Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini dilakukan di Desa Melung. Metode penelitian menggunakan survei desktiptif. Subjek penelitian ini adalah warga masyarakat di Desa Melung yang menjadi pengguna internet. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive.Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kuantitatif sederhana dalam bentuk distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Internet Masuk Desa di Desa Melung belum sepenuhnya efektif, ditinjau dari model kesesuaian program menurut Korten. Dari tiga keseuaian menurut model Korten, baru dua yang terwujud, sedangkan kesesuaian ketiga belum terwujud secara optimal. Hal tersebut ditandai dengan belum maksimalnya pemanfaatan internet untuk memajukan usaha produktif guna menunjang peningkatan derajat kesejahteraan masyarakat. Pemanfaatan internet untuk memajukan usaha produktif juga lebih karena fasilitasi pengelola program, bukan inisiatif dan upaya proaktif dari pelaku usaha. Secara umum pemanfaatan internet masih lebih banyak digunakan untuk mengikuti perkembangan informasi aktual melalui berita di internet serta menjalin komunikasi dan interaksi sosial, sedangkan pemanfaatan untuk kegiatan produktif masih minim atau terbatas.
Implikasi penelitian ini adalah : 1) Masyarakat Desa Melung agar memanfaatkan internet secara lebih luas dan intensif untuk mendukung kegiatan produktif untuk mendukung kemajuan desa, 2) Pengelola program agar mendisain dan mengembangkan ide-ide kreatif guna mendorong warga Desa Melung untuk memanfaatkan internet untuk keperluan yang lebih luas, khususnya kegiatan produktif.

Kata Kunci : Efektivitas, Internet Masuk Desa, Desa Melung.
This research entitled: "Effectiveness of Internet Entrance Village Program In the Melung Village Kedungbanteng Subdistrict of Banyumas Regency". The aim of research is to know and analyze the effectiveness of Internet Entrance Village Program In the Melung Village Kedungbanteng Subdistrict of Banyumas Regency.
This research was conducted at the Melung Village. Research methods using descriptive of survey. Research Subject people of Melung Village that become internet users. Sampling was conducted with purposive technique. Data collection techniques using questionnaires, interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques using simple quantitative analysis in forms of frequency distribution.
Research shows that Internet Entrance Village Programin Melung Village was not yet fully effective, reviewed from the fit model according to Korten. According to the three fitness of Kortenmodels, only two realized, while the third has not realized optimally. It was indicated by not maximal use of the internet to promote productive activity in order to support increasing of public welfaredegree. Use of the internet to promote productive activities also for the facilitation of program management, instead of proactive initiatives and efforts of businesses. Generally, internet use is still more widely used to follow the development of real-time information through the news on the internet as well as to establish communication and social interaction, while the utilization of productive activity is still minimal or limited
Implications of this research is: 1) Melung villagersin order to take advantage of operates internet more size and intensively to review support productive activities to support villageprogress, 2) Program manajement in order to design and develop creative ideas to encourage Melung villagers to utilizing the internet to widely purposes, particularly productive activities can.

Keywords: Effectiveness, Internet Entrance Village, Melung Village.
1449717805G1D013085HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN MENGHADAPI DUNIA KERJA PADA MAHASISWA PROFESI NERS UNSOEDMahasiswa tingkat akhir seringkali mengalami kecemasan saat menghadapi dunia kerja. Kecemasan pada mahasiswa salah satunya dipengaruhi oleh dukungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa profesi Ners Unsoed. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 74 responden. Analisis data menggunakan uji statistik Somers’d untuk mengetahui hubungan dukungan sosial dengan kecemasan dan tingkat sosial ekonomi. Sedangkan karakteristik responden menggunakan uji statistik koefisien kontingensi. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (82,4%), tingkat sosial ekonomi orangtua mayoritas menengah kebawah hingga sedang. Mayoritas mahasiswa profesi Ners Unsoed tidak memiliki riwayat penyakit. Uji statistik Somers’d pada dukungan sosial dengan tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa profesi Ners Unsoed menunjukkan p value 0, 036 dan nilai r -0,277. Ada hubungan yang signifikan antara dukungan sosial dengan tingkat kecemasan menghadapi dunia kerja pada mahasiswa profesi Ners Unsoed. Semakin tinggi dukungan sosial maka semakin rendah kecemasan menghadapi dunia kerja.Senior students often experienced anxiety to facing the working world. Anxiety on students one of them influenced by social support. This research aims to determine the correlated of social support and the level of anxiety to face a wold of job on Unsoed nurses profession student. This research using design descriptive with cross sectional approach. Sampling use the technique of total sampling with responden are 74 respondents. Analysis data using statistical tests Somers’d to know relations social support with anxiety and social levels economic. While characteristics of respondents use the statistics a coefficient contingency. Based on the result show majority of female (82,4%), economic social levels are medium and medium down. The majority of student nurses profession Unsoed no history of disease. Test Somers’d statistics on social support with the anxiety level of the world of work in professions student nurses Unsoed shows p value of 0,036 and the value of r -0.277. There is a significant correlation between social support and the anxiety level of the world of job on Unsoed nurses profession students. The higher social support then low getting anxiety to facing the working world
1449817806G1D013027Pengaruh Seduhan Biji Kurma (Phoenix dactylifera L.) terhadap Kadar Asam Urat pada Lansia di Desa Gunung Lurah, Cilongok, BanyumasLatar Belakang: Lansia seringkali mengalami peningkatan kadar asam urat yang disebabkan proses degeneratif dan paparan radikal bebas. Biji kurma (Phoenix dactylifer L.) diketahui mengandung kaya antioksidan seperti flavonoid, vitamin C, tokoferol, dan mineral yang poten untuk menangkal aktivitas radikal bebas di dalam tubuh. Sehingga, peneliti meneliti apakah terdapat pengaruh biji kurma terhadap kadar asam urat lansia.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biji kurma terhadap kadar asam urat darah lansia.
Metodologi: Desain penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan rancangan pre-post test with control group design pada 30 lansia. Subjek dibagi ke dalam kelompok kontrol dan perlakuan, masing-masing 15 orang. Kelompok perlakuan diberikan seduhan biji kurma selama 10 hari. Pengambilan darah untuk dilakukan pengukuran kadar asam urat dilakukan pada hari ke-0 (pretest) dan hari ke-10 (posttest). Data dianalisis dengan uji Shapiro-Wilk, uji hipotesis T-Dependent dan T-Independent.
Hasil: Rerata kadar asam urat pretest dan postestt kelompok kontrol didapatkan sebesar 6,45 mg/dL dan 6,19 mg/dL, sedangkan untuk kelompok perlakuan rerata kadar asam urat pretest dan posttest sebesar 6,27 mg/dL dan 5,71 mg/dL. Uji T-Dependent pada kelompok perlakuan menunjukkan hasil signifikan (p= 0,002), sehingga H0 ditolak. Analisis uji T-Independent antara kelompok kontrol dan perlakuan menunjukkan hasil yang tidak signifikan.
Kesimpulan: Seduhan biji kurma dapat dikonsumsi untuk menurunkan kadar asam urat lansia. Secara stastik tidak terdapat perbedaan penurunan rerata kadar asam urat darah antara kelompok kontrol dan perlakuan.

Backgrounds: Elderly often have elevated levels of uric acid, it is caused by degenerative processes and free radicals exposure. Date palm seeds (Phoenix dactylifera L.) is known to contain antioxidants such as flavonoids, vitamin C, tocopherols and minerals that potent to counteract free radicals in the body.
Aims: This study aims to determine the effect of date palm seeds on the blood uric acid levels in the elderly.
Methods: This study was an quasi experiment using pre-post test with control group design in 30 elderly. Subjects were divided into control and intervention groups, respectively 15 subjects. The intervention group was given a date palm extract for 10 days. Blood sampling to measure uric acid levels performed on day 0 (pretest) and days 10 (posttest). Data were analyzed with the Shapiro-Wilk test, T-Dependent test, and T-Independent test.
Results: The means of uric acid level in control group showed 6.45 mg/dL and 6.19 mg/dL in pretest and posttest respectively. The means of uric acid level in intervention group showed 6.27 mg/dL in pretest and 5.71 mg/dL in posttest. T-Dependent test showed a significant result (p= 0.002) in the intervention group, so that H0 was rejected. The mean differences between the control and intervention group were analyzed by T-Independent test and showed no significant result.
Conclusions: Date palm seeds can reduce uric acid levels in the elderly. Statistically, there are no differences in the mean reduction in uric acid levels between control and intervention groups.
1449917808B1J012028STRUKTUR KOMUNITAS UDANG AIR TAWAR DI WADUK SEMPOR, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAHUdang air tawar disebut dengan udang Palaemoid yang penting dalam menjagakeseimbangan ekosistem dan bagian keanekaragaman hayati komunitas akuatik. Waduk Sempor sejauh ini belum banyak informasi atau penelitian tentang udang di waduk tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur komunitas udang air tawar dan mengetahui tingkat keanekaragaman udang air tawar terhadap kondisi perairan di Waduk Sempor. Metode yang digunakan adalah metode survey dengan pengambilan sampel menggunakan metodesimple random sampling. Lokasi pengambilan sampel dibagi menjadi enam stasiun. Sampel udang diambil, lalu diidentifikasi dan dianalisis di Laboratorium Ekologi Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Pengukuran parameter fisika-kimia dilakukan di lapangan.
Hasil pengukuran parameter fisika-kimia di lokasi penelitian yaitu suhu berkisar 25-31oC, kedalaman antara 1,6-28,4 m, O2 Terlarut antara 7,44-10,43 mg/L, CO2 bebas berkisar 2,43-6,38 mg/L, dan DMA 0,11-0,31 mg/L. Jumlah Macrobrachium sintangense yang tertangkap pada semua stasiun adalah 83 individu dengan kelimpahan tertinggi pada stasiun VI yaitu 32 individu. Sebaran ukuran panjang udang Macrobrachium sintangense jantan lebih panjang antara 35-66 mm daripada udang betina antara 30-50 mm. Analisis regresi linier yang menunjukkan korelasi positif yaitu suhu dengan Y=-366,250+13,375X dan kedalaman dengan Y=44,960-1,702X. Suhu dan kedalaman memiliki pengaruh sangat nyata dan berbanding searah dengan tingkat kelimpahan udang.
Dari hasilpenelitian dapat disimpulkan bahwa hanya ditemukan satu jenis udang yaitu Macrobrachium sintangense dengan kelimpahan tertinggi pada stasiun VI.Sebaran ukuran panjang udang Macrobrachium sintangense jantan lebih panjang daripada udang betina dalam satu tempat. Sifat fisika kimia perairan pada Waduk Sempor, Kebumen yang mempengaruhi kelimpahan udang air tawar hanya suhu dan kedalaman.
Freshwater prawn called Palaemoid which is important in maintaining the balance of ecosystem and biodiversity of aquatic communities. So far, Sempor Reservoirs have not information or research on prawn in the reservoir. The aim of the research is to describe the structure of freshwater prawns comunity and measure biodiversity of freshwater prawns the condition of the waters in Sempor Reservoir. This is a survey method research, the samples were simple random sampling method from six stations. Freshwater prawn samples were taken, and then identified and analyzed in the Laboratory of Ecology Faculty of Biology, University of General Soedirman Purwokerto. Measurements of physic-chemisty parameter doing in the field.
The results measurements of phisyc-chemistry parameter in research location find that temperature revolve 25-31oC, the water depths 1,6-28,4 m, Dissolved Oxygen 7,44-10,43 mg/L, free CO2 2,43-6,38 mg/L, and DMA 0,11-0,31 mg/L. The total of Macrobrachium sintangense caught on all the stations was 83 individuals with the highest abundance at station VI namely 32 individuals. The distribution of the size length Macrobrachium sintangense males 35-66 mm longer than the females 30-50 mm. The linear regression analysis showed a positive correlation with temperature Y=-366,250+13,375X and depth with Y=44,960-1,702X. Temperature and depth have very real effect and direct comparison with the level of abundance of prawns.
The result indicated that only found one type of Macrobrachium sintangense with the highest abundance at station VI. The distribution of the size length Macrobrachium sintangense males longer than the females in one place. Phisyc-chemistry properties at Sempor Reservoir, Kebumen that affects the abundance of freshwater prawns only the temperature and depth.
1450017809F1A012075Eksistensi Transportasi Bemo di Jalan Jembatan Batu, Kecamatan Taman Sari, Jakarta BaratPerkembangan teknologi membuat transportasi semakin modern, kemajuan transportasi modern menggeser transportasi yang belum modern, seperti bemo. Bemo termasuk alat kendaraan modern, hanya saja kehadiran transportasi modern membuat bemo menjadi terpinggirkan sebab bemo sudah tidak layak dipakai dan melanggar peraturan yang ada. Peneliti tertarik meneliti sopir bemo yang mampu bertahan ditengah transportasi modern. Hasil penelitian yaitu bemo di Jalan Jembatan Batu mengalami penurunan dari segi jumlah dikarenakan sudah melanggar peraturan dan bemo masih eksis disebabkan masih ada minat yang mau menggunakan bemo sebagai transportasinya, mereka hanya bermodalkan bemo sebagai mata pencaharian, dan masih adanya suku cadang yang membuat bemo tetap beroperasi. Respon pemilik dan sopir bemo terhadap perubahan sosial pada bemo yaitu mereka menyadari bahwa teknologi saat ini terus berkembang dan tidak bisa ditolak. Strategi mempertahankan bemo yaitu berjalan apa adanya dan memperbaiki suku cadang dengan cara kanibal. Implikasi hasil penelitian ini yaitu bagi pihak pemerintah seharusnya memberikan kembali surat–surat penting kepada sopir bemo hanya sampai terjadinya adanya pengganti bagi sopir bemo. Bagi para sopir bemo sebaiknya jangan terlalu berburuk sangka terhadap pemerintah dan tetap mengikuti peraturan undang–undang yang ada. Bagi masyarakat sebaiknya terus mendukung dan memberikan minat yang besar bagi sopir bemo untuk menjadikan bemo sebagai alat transportasi.Development of technology of making transport increasingly modern, modern transport advances shifting transportation yet modern, such as the minibus. Modern vehicles including minibus, only the presence of modern transportation makes bemo become marginalized because bemo is not worthy to wear and break the rules. Researchers interested in researching the minibus driver was able to survive in the middle of modern transportation. Results of the study i.e. bemo on the road stone bridge has decreased in terms of amount due had already violated the rules and bemo still exists due to still existing interest who want to use the bemo transportation, as they only with minibus as a livelihood, and the existence of spare parts that make the bemo remains operational. The response of the owner and the driver of the minibus towards social change on a minibus that is they realize that today's technology is constantly evolving and could not be denied. The strategy of maintaining a minibus that is running what it is and fix the parts by means of cannibals. The implications of the results of this research to the Government should be giving back a letter’s is important to the driver of the minibus just until the onset of the existence of a replacement for the driver of the minibus. For the driver of the minibus should not be too surprising that berburuk against the Government and stay abreast of regulatory legislation that exist. The community should continue to support and provide a great interest for the driver of the minibus to make the minibus as means of transport.