Home
Login.
Artikelilmiahs
17724
Update
ANGGUN NURVIKA PUTRI
NIM
Judul Artikel
Perbedaan Tingkat Asupan Energi dan Protein Makan Siang pada Siswa Sekolah Dasar dengan Katering dan Non Katering
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang : Saat ini semakin banyak waktu anak-anak yang dihabiskan di dalam sekolah dan waktu makan siang akan dilewati di sekolah, oleh karena itu pihak sekolah dapat memberikan fasilitas dalam penyediaan makanan bagi siswanya, yaitu dengan cara menyediakan sistem penyelenggaraan makan dengan sistem katering dan non katering. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan jumlah asupan energi dan protein makan siang pada siswa sekolah dasar dengan menggunakan sistem penyelenggaraan makanan katering dan non katering. Metode : Penelitian ini menggunakan desain crossectional. Lokasi penelitian dilakukan di SD UMP dan MIN Purwokerto dengan total sampel adalah 44 siswa yang diambil menggunakan metode simple random sampling. Data asupan makan siang responden didapatkan dari form recall 24 jam. Analisis bivariat menggunakan uji man whitney. Hasil : Rata-rata asupan energi dan protein makan siang sekolah dengan sistem penyelenggaraan makan katering adalah 509,3 kkal dan 18,1 gram, sedangkan pada sekolah dengan sistem penyelnggaraan non katering adalah 350,6 kkal dan 12 gram. Kesimpulan : Ada perbedaan rata-rata asupan energi dan protein makan siang antara sekolah dengan sistem penyelenggaraan makan katering dan sekolah dengan sistem penyelenggaraan makan non katering. Kata Kunci : energi, protein, makan siang, sekolah dasar, katering, non katering.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : Now most of the time children spent in school and most of the time for lunch will be skipped in school, and therefore the school can provide facilities in the food supply for their students, in particular by providing system school meals the catering system and non-catering (canteen). The purpose of this research is to know any difference in the amount lunch intake of energy and protein at school with catering and school without catering. Method : This was a crossectional research design. The research location was in SD UMP and MIN Purwokerto with total sample is 44 students taken by simple random sampling method. Lunch intake data obtained from form 24 hour recall. Bivariat analysis used man-whitney. Results : The average lunch consumption of energy and protein of school with catering is 509,3 kkal and 18,1 gram. While the average lunch consumption energy and protein of school without catering is 350,6 kkal and 12 gram. Conclusion : There was difference of energy and protein intakes during lunch time between school with catering and scholl without catering. Keywords: energy, protein, lunch, elementary school, catering, non catering.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save