Artikelilmiahs
Menampilkan 14.301-14.320 dari 49.703 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14301 | 17631 | G1F013043 | EFEK FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP KONTRAKSI OTOT POLOS TRAKEA MARMUT YANG DIINDUKSI METAKOLIN | Daun jambu biji (Psidium guajava) memiliki kandungan senyawa flavonoid yang diketahui berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antialergi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek fraksi etil asetat (FEA) daun jambu biji terhadap kontraksi otot polos trakea marmut yang diinduksi metakolin. FEA daun jambu biji diperoleh dari ekstrak etanolik daun jambu biji yang difraksinasi bertingkat menggunakan n-heksane, kloroform, dan etil asetat. Uji farmakodinamik FEA dilakukan menggunakan metode organ terisolasi. Konsentrasi FEA yang diujikan yaitu 0,05; 0,1; dan 0,2 mg/ml. Masing-masing konsentrasi diuji efeknya terhadap kontraksi otot polos pada trakea marmut yang diinduksi metakolin konsentrasi 10-8-10-3. Hasil uji berupa respon kontraksi otot polos trakea marmut yang terekam pada rekorder. Hasil tersebut diubah ke dalam persen respon kontraksi otot polos trakea marmut yang disajikan dalam bentuk kurva hubungan terhadap logaritma konsentrasi metakolin. Selanjutnya, dari persen respon kontraksi otot polos dan logaritma konsentrasi metakolin dapat dihitung nilai pD2 metakolin dengan atau tanpa penambahan FEA. Nilai pD2 metakolin dengan atau tanpa penambahan FEA dianalisis secara statistik dengan uji One-way Anova. Hasil penelitian menunjukkan FEA konsentrasi 0,05; 0,1; dan 0,2 mg/ml mampu menurunkan respon kontraksi otot polos trakea marmut dan mampu menggeser kurva ke arah kanan. FEA daun jambu biji konsentrasi 0,05 dan 0,2 mg/ml mampu menurunkan pD2 metakolin secara signifikan (sig<0,05). Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa FEA daun jambu biji memiliki aktivitas sebagai antagonis reseptor asetilkolin muskarinik. | Guava (Psidium guajava) leaves contains flavonoids that are known efficacious as anti-inflammatory and antiallergy. The aim of this study was to determine the effects of ethyl acetate fraction (FEA) of guava leaves against guinea pig tracheal smooth muscle contraction induced by methacholine. FEA of guava leaves were obtained from fractionation of ethanolic extract by n-heksane, chloroform and ethyl acetate. FEA pharmacodynamic test was determined using an isolated organ. The concentration of FEA were 0.05; 0.1; and 0.2 mg/ml. Each concentration was tested its effect on smooth muscle contraction in guinea pig trachea induced by methacholine concentration of 10-8-10-3. The test results in the form of a response guinea pig tracheal smooth muscle contraction was recorded. The results are converted into percent response of guinea pig tracheal smooth muscle contraction which was presented in the form of curves against the logarithm of the concentration of methacholine. Furthermore, the response of the percentage of smooth muscle contraction and the logarithm methacholine concentration could be calculated the value of pD2 methacholine with or without the addition of FEA. Value pD2 methacholine with or without the addition of FEA were statistically analyzed by One-way Anova test. The results showed that FEA concentration of 0.05; 0.1; and 0.2 mg/ml could decrease the response guinea pig tracheal smooth muscle contraction and could shift the curve to the right. There was decreasing of the value of pD2 methacholine due to the addition of FEA with concentrations of 0.05 and 0.2 mg/ml significantly (sig <0.05). Based on the results, FEA of guava leaves had antagonist activity on acethylcholine muscarinic receptors. | |
| 14302 | 17615 | C1J013015 | Determinants of Batik Crafter Wage in Papringan Village Banyumas District | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah tanggungan keluarga, ketrampilan, pengalaman, jam kerja, usia, dan tingkat pendidikan terhadap upah pengrajin batik di desa Papringan. Data primer yang diambil sebesar seratus responden dari pengrajin batik dipilih menggunakan sampel accidental. Hasil analisis regresi linier berganda menunjukan bahwa jumlah tanggungan keluarga, ketrampilan, pengalaman, jam kerja, dan usia berpengaruh positif signifikan terhadap upah pengrajin batik. Namun, tingkat pendidikan tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap upah pengrajin batik. Hal ini disebabkan karena upah yang pengrajin batik berdasarkan potongan kain yang dikerjakan. Produktivitas tenaga kerja lebih dipengaruhi oleh ketrampilan, pengalaman, dan jam kerja. Selanjutnya, cara membuat batik tidak ada dalam pelajaran sekolah, tetapi diajarkan melalui pelatihan. Implikasinya menunjukan bahwa 1) jumlah tanggungan keluarga dapat memberikan motivasi kepada kepala keluarga untuk mendapatkan upah yang lebih besar, tetapi disisi lain jumlah tanggungan keluarga yang dimiliki semakin banyak maka akan menjadi beban, 2) untuk meningkatkan upah pengrajin batik harus meningkatkan ketrampilan, 3) pengrajin batik yang kurang berpengalaman sebaiknya belajar kepada yang berpengalaman, 4) untuk mendapatkan upah yang lebih tinggi, pengrajin batik harus meningkatkan jam kerjanya, 5) usia berpengaruh negatif terhadap upah yang artinya pengrajin batik muda lebih produktif dari pada pengrajin batik yang berusia lanjut. | This research aims to analyze the effect of household size, skills, experience, working hour, age, and education level on batik crafters’ wage in Papringan village, Banyumas subdistrict. Primary data were collected from a hundred respondents of batik crafters in the village selected by accidental sampling. Using multiple linier regression analysis, the results indicate that household size, skills, experience, working hour, and age have significant positive effect on batik crafters’ wage. However, education level does not have significant effect on batik crafter’s wage. This could be due to the fact that wage of batik crafters is based on pieces. Labor productivity is more influenced by skills, experience, and working hour. Futhermore, skills in batik craft are not learned at schools, but are taught through training. The results imply that 1) household size provides motivation to household head to earn greater wage in order to meet the needs, but on other side household size will be burdensome, 2) in order to increase wage, batik crafters should improve their skills, 3) less experienced batik crafters should learn from the more experienced crafters, 4) in order to obtain higher wage,batik crafters should increase working hour, and 5) the negative effect of age on wage means that younger batik crafters are more productive than the older batik crafters. | |
| 14303 | 17614 | F1I012052 | KERJASAMA UNODC – INDONESIA MELALUI INDONESIA COUNTRY PROGRAMME DALAM MENAGANI DRUGS TRAFFICKING DI INDONESIA 2012-2015. | Penelitian ini berjudul “Kerjasama UNODC-INDONESIA Melalui Indonesia Country Programme Dalam Menangani Drugs Trafficking di Indonesia 2012-2015”. Di dalam penelitian ini, penulis akan menganalisa bagaimana implementasi program UNODC sebagai Institusi Internasional dalam menangani permasalahan drugs trafficking di Indonesia melalui Indonesia Country Programme. Adapun batasan periode yang akan dianalisa yakni dari tahun 2012 sampai 2015. Dari penelitian dan analisa penulis, diperoleh satu kesimpulan bahwa peran UNODC sebagai melalui Indonesia Country Programme sesuai dengan peran institusi dalam liberalisme institusionalis. Adanya kerjasama yang terjalin diantara kedua belah pihak telah berjalan efektif karena telah tepat sasaran. Namun, dalam kerjasama yang terjalin antara UNODC-Indonesia maish terdapat kelemahan-kelamahan dikarenakan keterlibatan UNODC tidak sampai tahap intervensi penanganan melainkan hanya sampai tahap pemeberian strategis dan peningkatan kapasitas. | Indonesia Country Programme is a programme which is given by the UNODC to Indonesia. Since the programme ran, it has affected to reduce drugs trafficking and brought the change to Indonesia. The high level of drugs trafficking in Indonesia has made UNODC to make a move to help Indonesia againts drugs crime. UNODC as an international organization has the duties to protect Indonesia citizen from threat of drugs, give the technical assisting, training programme, fundation, and send expert. Indonesia Country Programme brought change to level of drugs trafficking and build security to Indonesia citizen from international drugs crime. | |
| 14304 | 17617 | F1I012040 | PENGARUH KEBIJAKAN PINTU TERBUKA ANGELA MERKEL TERHADAP TERBENTUKNYA PEGIDA DI JERMAN TAHUN 2014 | Adanya konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan hingga saat ini membuat sebagian masyarakatnya melakukan migrasi ke negara lain, hal ini kemudian menjadi perhatian lebih bagi masyarakat dan pemerintah dari negara lain. Salah satunya adalah Jerman yang bersedia menerima imigran dari Timur Tengah dalam jumlah yang besar. Kebijakan ini di buat khusus untuk membantu para imigran yang sedang di landa masalah politik di negaranya. Namun seiring berjalannya waktu, imigran yang berdatangan semakin tidak terkendali. Dan menimbulkan berbagai masalah di Jerman, seperti meningkatnya angka kriminalitas, masalah ekonomi, masalah budaya dan agama. Sehingga kebijakan ini akhirnya mendapatkan banyak protes dan kecaman dari sebagian masyarakat Jerman karena imigran di anggap sebagai sebuah ancaman bagi keamanan negara Jerman. Sehingga menciptakan sebuah gerakan baru yang menentang kebijakan pemerintahan Jerman tersebut. Gerakan tersebut adalah gerakan sayap kanan Jerman yang bernama PEGIDA. | The existence of the Middle East long-drawn conflict until today has made its people migrated to amother country. This phenomena causing a great concern to the people and government. Germany is one of the country that accept those Middle East immigrants in a big number. This policy made especially to helps them find a new hope. However, by the time the amount getting bigger and undercontrol and that create a security problem by their attitude. The level of crime, economy problem, cultural and religion problem The Germans began to protest this policy because they assume that immigrants is a threat to the country. This perception drive some society create oponent movement against the entrance of immigrants | |
| 14305 | 17633 | G1F012011 | EVALUASI KEJADIAN DISCREPANCY SETELAH PENERAPAN REKONSILIASI OBAT PADA PASIEN DI BANGSAL PENYAKIT DALAM RSUD PROF. DR. MARGONO SOEKARJO PURWOKERTO | Medication discrepancy adalah ketidakcocokan dari data pengobatan pasien yang pernah, sedang dan akan digunakan oleh pasien yang dapat menimbulkan kejadian medication error dan adverse drug events. Rekonsiliasi obat merupakan strategi menurunkan kejadian medication discrepancy. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan discrepancy pasien direkonsiliasi dan tidak direkonsiliasi, serta melihat tipe discrepancy yang dapat terselesaikan dari proses rekonsiliasi obat. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain observasional analitik cohort. Total sampel sebanyak 96 pasien. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling purposive pada pasien direkonsiliasi dan tidak direkonsiliasi di rawat inap bangsal penyakit dalam RSUD Margono Purwokerto yang melewati transisi perawatan dari IGD ke bangsal. Data penelitian diperoleh dari form rekonsiliasi obat, rekam medik dan kartu obat pasien. Data dianalisis dengan analisis deskriptif untuk mengetahui jumlah dan persentase discrepancy yang muncul dan tipe discrepancy yang dapat diatasi oleh rekonsiliasi obat. Dari 96 pasien, jumlah discrepancy yang muncul pada 52 pasien yang direkonsiliasi adalah 159 discrepancy, discrepancy yang dapat diatasi sebesar 88%, dan pada 44 pasien yang tidak direkonsiliasi terdapat 96 discrepancy yang seluruhnya tidak dapat diatasi. Tipe discrepancy yang dapat diatasi diantaranya tipe obat (dihentikan); frekuensi (frekuensi salah); dan dosis (dosis salah). Proses rekonsiliasi di RSUD Margono Purwokerto sebaiknya terus dilanjutkan karena sangat bermanfaat dalam menurunkan angka kejadian discrepancy. | Medication discrepancy is defined as the difference of patient’s medical record which had been used, being used, and will be used by patients which could cause medication error and adverse drug events. Medication reconciliation is a strategy to lower the incidence of medication discrepancies. This study aimed to compare the discrepancies of patients receiving reconciliation and not receiving reconciliation, and to observe the types of discrepancies which can be solved by medication reconciliation. This study design was an observational cohort analysis. Total sample of 96 patients was taken by purposive total sampling. Sample were patients receiving reconciliation and not receiving reconciliation in RSUD Margono Purwokerto that were transfered from emergency room to internal ward. Data were obtained from medication reconciliation forms, medical records, and medicine cards. Data were analyzed with descriptive analysis to determine the total and percentage of discrepancies and to determine the types of discrepancies which can be solved by medication reconciliation. Among 96 patients, 156 discrepancies were found in 52 patients who received reconciliation. Of these, 88% discrepancies can be solved by reconciliation. Meanwhile, 44 patients that did not received reconciliation had a total 96 discrepancies all of which can’t be solved.. The types of discrepancies which able to be solved including: the type of drug (omission); frequency (incorrect frequency); and dosage (incorrect dose). Medication reconciliation in RSUD Margono Purwokerto should be continued because it is very useful in reducing the incidence of discrepancy. | |
| 14306 | 17644 | H1E011042 | KAJIAN TEORITIK ADSORPSI H2O PADA PERMUKAAN PtRu(111) DENGAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORY | Telah dilakukan penelitian studi teoritik adsorpsi H2O pada permukaan PtRu(111) dengan metode density functional theory (DFT). Penelitian ini terkait dengan reaksi fundamental yang sering terjadi pada perangkat elektonik yang berbasis pada reaksi elektrolisis seperti sel bahan bakar methanol dan reaksi-reaksi lain antara air dan permukaan logam. Penelitian ini fokus pada situs dan mekanisme reaksi adsorpsi H2O di atas permukaan PtRu(111) sebagai langkah awal untuk membahas sifat-sifat fisis material yang terkait dengan fungsionalitasnya. Untuk menjamin akurasi perhitungan sebagai akibat pertukaran elektron dan korelasi digunakan fungsional Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) dari pendekatan GGA (Generalized Gradient Approximation). Selanjutnya, pada perhitungan ini hanya mempertimbangkan interaksi elektronik yang paling dominan, yaitu interaksi Coulomb. Hasil perhitungan ini digunakan untuk menentukan mekanisme adsorpsi yang terjadi. Mekanisme ini dibahas dengan analisis transfer muatan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh bahwa situs adsorpsi paling stabil adalah situs top Ru. Dari analisis transfer muatan yang terjadi pada adsorbat dan subtrat, diperoleh bahwa ikatan O dan Ru ada yang melepaskan elektron dan ada yang menerima elektron. Hasil analisis transfer muatan menunjukkan bahwa semakin besar transfer muatan yang terjadi, maka interaksi antara molekul dan permukaan PtRu(111) akan semakin kuat. | Theoritical studies of the adsorption of H2O on surface PtRu(111) are investigated by using density functional theory (DFT). This work is related to the fundamental reaction occuring in electronic devices based on the electrolysis reaction such as direct methanol fuel and other reactions between water and metal surface. Here, we focus on the sites and reaction mechanism of adsorption of H2O on surface PtRu(111) as the first step to discuss the physical properties of material related to its functionalities. In order to ensure the accuration of calculation as the effect of electron exchange and correlation, we use Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) functional and GGA (Generalized Gradient Approximation). Further, this calculations consider only on the most dominant electronic interaction, i.e., Coulomb interaction. the calculation results are then used to determine the adsorption mecanism. This mecanism is explained by using charge transfer analysis. Calculation results show that the most stable adsorption sites are top Ru. From the charge transfer analysis occuring at the adsorbate and subtrate, it is obtained that the bond of O and Ru are formed with releasing electrons and accepting electrons. Thus, the H2O adsorption reaction on the surface of PtRu (111) occurs through the covalent and ionic bonds. Charge transfer analysis results also indicate that number of charge transfer enhance the interaction strength between molecule and surface PtRu(111). | |
| 14307 | 21970 | C1C012099 | Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintah, Kualitas Aparatur Pemerintah, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan SKPD Pemerintah Kabupaten Cilacap | Penelitian ini berjudul Pengaruh Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan, Kualitas Aparatur Pemerintah, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi Terhadap Kualitas Laporan Keuangan SKPD Pemerintah Kabupaten Cilacap.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan standar akuntansi pemerintahan, kualitas aparatur pemerintah dan pemanfaatan teknologi informasi terhadap kualitas laporan keuangan SKPD pemerintah kabupaten cilacap. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai keuangan pada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten Cilacap.Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 42 pegawai keuangan.Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup dan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel penerapan standar akuntansi pemerintahan dan variabel kualitas aparatur pemerintah berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan SKPD pemerintah kabupaten cilacap.Dan variabel pemanfaatan teknologi informasi yang tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan SKPD pemerintah kabupaten cilacap. Hasil pengujian Adjusted R square menunjukkan bahwa pengaruh Standar Akuntansi Pemerintahan, Kualitas Aparatur Pemerintah, dan Pemanfaatan Teknologi Informasi terhadap Kualitas Laporan Keuangan SKPD Pemerintah Kabupaten Cilacap sebesar 51% sedangkan 49% dapat dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survey tanpa dilengkapi wawancara secara langsung dengan responden. | This research entitled Influence Application of Government Accounting Standards, Quality of Government Apparatus, and Utilization of Information Technology Against Quality of Financial Statement SKPD Government of Cilacap Regency. The purpose of this study is to determine the effect of the application of government accounting standards, the quality of government apparatus, and utilization of information technology to the quality of financial statements SKPD district government Cilacap. Population in this research is all financial officer at Work Unit of Local Area (SKPD) at Government of Regency of Cilacap. Sampling technique in this study using simple random sampling with the number of samples of 42 financial employees. Data collection method using closed questionnaire and data analysis technique used is multiple linear regression analysis. The results showed that the variable application of government accounting standards and variable quality of government apparatus have a positive effect on the quality of financial statements SKPD district government Cilacap. And variable utilization of information technology which do not have positive effect to quality of financial report of SKPD of Cilacap regency government. Adjusted R square test results show that the influence of Government Accounting Standards, Quality of Government Apparatus, and Utilization of Information Technology on Quality of Financial Statement SKPD Government of Cilacap Regency is 51% while 49% can be explained by other variables that are not examined. Limitations in this study is using survey methods without interviews provided directly with respondents. | |
| 14308 | 17573 | C1C011088 | PENGARUH PARTISIPASI ANGGARAN, INFORMASI ASIMETRIS, BUDGET EMPHASIS DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP BUDGET SLACK ( Studi Pada Pemerintah Kabupaten Banyumas ) | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Partisipasi Anggaran, Informasi Asimetris, Budget Emphasis, Dan Komitmen Organisasi Terhadap Budget Slack ( Studi Pada Pemerintah Kabupaten Banyumas )”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Partisipasi Anggaran, Informasi Asimetris, Budget Emphasis, Dan Komitmen Organisasi Terhadap Budget Slack. Populasi yang diteliti adalah seluruh instansi pemerintahan Kabupaten Banyumas. Untuk menentukan sampel digunakan tehnik purposive sampling yang didasarkan pada beberapa kriteria. Hasil purposive sampling diperoleh 71 responden sebagai sampel. Selanjutnya data yang sudah diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian diketahui partisipasi anggaran secara parsial berpengaruh terhadap budget slack pada pemerintah Kabupaten Banyumas. Informasi asimetris secara parsial berpengaruh terhadap budget slack pada pemerintah Kabupaten Banyumas. Budget emphasis secara parsial tidak berpengaruh terhadap budget slack pada pemerintah Kabupaten Banyumas. Komitmen organisasi secara parsial berpengaruh terhadap budget slack pada pemerintah Kabupaten Banyumas. Implikasi penelitian yaitu untuk menghindari budget emphasis maka setiap pegawai harus menyusun anggaran berdasarkan peraturan yang berlaku sesuaidengan SOP (standar operasional). Kata Kunci: Partisipasi Anggaran, Informasi Asimetris, Budget Emphasis, Komitmen dan Budget Slack. | This research title “The Effect of The Participation Budget, Asymmetric Information, Budget Emphasis and Organizational Commitment Towards Budget Slack (Studies in Banyumas District Government)”. The aim of this research is to determine the Participation Budget, Asymmetric Information, Budget Emphasis and Organizational Commitment on the budget slack The populations who were researched are the all over Banyumas District Government. The samples were determined by purposive sampling technique which is based on several criterias. The result of purposive sampling obtained 71 respondents as the samples. Then, the data analyzed by multiple linear regression analysis. Based on the results of research partially budget participation unknown effect on budget slack in Banyumas Regency Government. Asymmetric Information in partial effect on budget slack in Banyumas Regency Government. Budget emphasis partially has no effect against the budget slack in Banyumas Regency Government. Organizational commitmentin partial effect on budget slack in Banyumas Regency Government. The implication of the research is to avoid budget emphasis then any employee must draw up a budget based on regulations which apply in accordance with SOP (standard operational) Keywords: Participation Budget, Asymmetric Information, Budget Emphasis, Organizational Commitment and Budget Slack. | |
| 14309 | 17619 | H1E011008 | STUDI TEORITIK ADSORPSI H2O PADA PERMUKAAN PtMo(111) DENGAN METODE DENSITY FUNCTIONAL THEORY | Telah dilakukan penelitian studi teoritik adsorpsi H2O pada permukaan PtMo(111) dengan metode density functional theory (DFT). Penelitian ini terkait dengan reaksi fundamental yang sering terjadi pada perangkat elektonik yang berbasis pada reaksi elektrolisis seperti sel bahan bakar methanol dan reaksi-reaksi lain antara air dan permukaan logam. Penelitian ini fokus pada situs dan mekanisme reaksi adsorpsi H2O di atas permukaan PtMo(111) sebagai langkah awal untuk membahas sifat-sifat fisis material yang terkait dengan fungsionalitasnya. Untuk menjamin akurasi perhitungan sebagai akibat pertukaran elektron dan korelasi digunakan fungsional Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) dari pendekatan GGA (Generalized Gradient Approximation). Selanjutnya, pada perhitungan ini hanya mempertimbangkan interaksi elektronik yang paling dominan, yaitu interaksi Coulomb. Lebih jauh lagi, hasil perhitungan ini digunakan untuk menentukan mekanisme adsorpsi yang terjadi. Mekanisme ini dibahas dengan analisis transfer muatan. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan diperoleh bahwa situs adsorpsi paling stabil adalah situs top Mo. Dari analisis transfer muatan yang terjadi pada adsorbat dan subtrat diperoleh bahwa ikatan O dan Mo pada PtMo(111) sama-sama melepaskan elektron yang digunakan untuk membentuk ikatan dengan pemakaian bersama elektron. Dengan demikian, reaksi adsorpsi H2O pada permukaan PtMo(111) terjadi melalui mekanisme reaksi ikatan kovalen. Hasil analisis transfer muatan juga menunjukkan bahwa semakin besar transfer muatan yang terjadi, maka interaksi antara molekul dan permukaan PtMo(111) akan semakin kuat. Pada akhirnya, dapat disarankan studi adsorpsi H2O menggunakan modifikasi permukaan serta variasi pemilihan pseudopotensial untuk mendapatkan penjelasan kualitatif efek masing-masing dopan. | Theoritical studies of the adsorption of H2O on surface PtMo(111) are investigated by using density functional theory (DFT). This work is related to the fundamental reaction occuring in electronic devices based on the electrolysis reaction such as direct methanol fuel and other reactions between water and metal surface. Here, we focus on the sites and reaction mechanism of adsorption of H2O on surface PtMo(111) as the first step to discuss the physical properties of material related to its functionalities. In order to ensure the accuration of calculation as the effect of electron exchange and correlation, we use Perdew-Burke-Ernzerhof (PBE) functional and GGA (Generalized Gradient Approximation). Further, these calculations consider only on the most dominant electronic interaction, i.e., Coulomb interactions. Moreover, the calculation results are then used to determine the adsorption mecanism. This mecanism is explained by using charge transfer analysis. Calculation results show that the most stable adsorption site is the top Mo. From the change transfer analysis occuring at the adsorbate and subtrate, it is seen that both O in H2O and Mo in PtMo(111) loss the charges which is futher forming bond by means of shared the electrons. Thus, the adsorption of H2O on PtMo(111) takes place through covalent bond. Charge transfer analysis results indicate that number of change transfer enhance the interaction strength between molecule and surface. In addition, we suggest to study the adsorption of H2O using variety surface modifications and peusudopotentials in order to get qualitative explanations of each dopants. | |
| 14310 | 17632 | C1B012070 | Analisis Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik Terhadap Kinerja Karyawan dengan Kepuasan Kerja sebagai Variabel Mediasi | Penelitian ini merupakan survei pada karyawan Harian Pagi Radar Banyumas yang bekerja di kantor pusat beralamat redaksi Jl. Suparjo Rustam No. 88, Sokaraja Kulon, Kec. Banyumas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Penelitian ini mengambil judul : “Analisis Pengaruh Motivasi Intrinsik dan Motivasi Ekstrinsik Terhadap Kinerja Karyawan Melalui Kepuasan Kerja Sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Karyawan Harian Pagi Radar Banyumas)”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik, kepuasan kerja, terhadap kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor Harian Pagi Radar Banyumas. Jumlah responden yang diambil dalam penelitian ini adalah 55 responden. Sampling jenuh atau sensus digunakan dalam penentuan jumlah responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan regresi berganda menunjukkan bahwa: (1) motivasi intrinsik tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja, (2) motivasi ekstrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan kerja, (3) motivasi intrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, (4) motivasi ekstrinsik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, (5) kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, (6) kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara motivasi intrinsik terhadap kinerja karyawan, (7) kepuasan kerja tidak memediasi hubungan antara motivasi ekstrinsik terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, implikasinya adalah perlu adanya pengakuan atau penghargaan lebih kepada hasil kinerja karyawan oleh pihak manajemen. Pihak manajemen juga sebaiknya bisa menampung saran serta keluhan karyawan. Hal tersebut akan dapat meningkatkan motivasi intrinsik pada karyawan. Selain itu, pihak manajemen Harian Pagi Radar Banyumas juga perlu menciptakan lingkungan eksternal yang kondusif seperti kondisi kerja yang baik dan saling mendukung antar karyawan demi meningkatkan kinerja terhadap perusahaan dan juga kebijakan manajemen yang lebih mendukung atau menunjang kinerja karyawannya. | This study was a survey at Harian Pagi Radar Banyumas employees who work at headquarters is located Jl. Suparjo Rustam No. 88, Sokaraja Kulon, district. Banyumas, Banyumas regency, Central Java. This study takes the title: "Analysis the effect of Intrinsic and Extrinsic Motivation on Employee Performance Through Job Satisfaction As Mediation Variables (Study on Harian Pagi Radar Banyumas Employee)”. The aims of research is to find out the effect of intrinsic motivation, extrinsic motivation, job satisfaction, on job performance. The research population are all employees of Harian Pagi Radar Banyumas office. There were 55 employees chosen as respondents of the research. Then census sampling method was used to determine the respondents. Based on result of research and data analysis using multiple regression it has got conclusions: (1) intrinsic motivation has no effect on job satisfaction, (2) extrinsic motivation positive and significant impact on job satisfaction, (3) intrinsic motivation effect positive and significant impact on the performance of employees, (4) extrinsic motivation positive and significant effect on the performance of employees, (5) job satisfaction positive and significant effect on the performance of employees, (6) job satisfaction was not mediate the relationship between intrinsic motivation on employee performance, (7 ) job satisfaction was not mediate the relationship between extrinsic motivation on employee performance. Implication based on result of this study was the management should implement recognition and rewards performance for performance of employees. The management also be able to accommodate suggestions and complaints of employees. It will be able to increase the intrinsic motivation of employees. In addition, the management of Harian Pagi Radar Banyumas need to create a conducive external environment such as good working conditions and mutual support among employees for improving the performance of the company and management policies that support the performance of its employees. | |
| 14311 | 17645 | B1J012110 | KERAGAMAN DAN KELIMPAHAN SERANGGA PADA PERTANAMAN SEMANGKA (Citrullus vulgaris) DESA JETIS, KECAMATAN NUSAWUNGU, KABUPATEN CILACAP | Interaksi antara serangga dengan tanaman merupakan interaksi yang khas. Keragaman spesies serangga yang mengunjungi tanaman berkaitan dengan sumberdaya yang tersedia, jumlah bunga, jarak antar tanaman dan jarak pencarian pakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keragaman dan kelimpahan serangga pada tanaman semangka pada fase sebelum berbunga, saat berbunga dan berbuah, serta mengetahui potensi peran serangga pengunjung tanaman semangka di Desa Jetis, kecamatan Nusawungu, kabupaten Cilacap. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode survey dengan teknik sampling random sampling pada tanaman semangka. Sampel yang didapat kemudian dihitung jumlah spesies dan jumlah individu masing-masing spesies kemudian ditabulasikan dan dihitung menggunakan rumus indeks Shanon-Winner, indeks Shanon-Evennes, indeks kesamaan Jaccard serta dilakukan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukan serangga yang diperoleh terdiri dari 5 ordo, yaitu Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Hymenoptera dan Diptera. Kelimpahan serangga pada pertanaman semangka tertinggi terjadi pada fase berbuah yaitu 1287 individu (50,61%). Sedangkan kelimpahan pada fase sebelum berbunga dan fase saat berbunga berturut-turut diperoleh jumlah 270 individu (10,62%) dan 986 individu (38,77%). Keanekaragaman (Indeks Shannon-Wiener), Indeks kemerataan (Evenness) dan dominansi serangga pada fase sebelum berbunga H’= 1,642, E= 0,3691 dan D= 0,3072, pada fase berbuah H’= 2,231, E= 0,5474, dan D= 0,1476 dan pada fase setelah berbunga H’= 2,613, E= 0,7575, dan D= 0,0869. | Interaction between insects with plants is a typical interaction. The diversity of insect species that visit the plant associated with the available resources, the number of flowers, the distance between the plants and feed the search distance. The purpose of this study was to determine the diversity and abundance of insects on watermelon plants in the phase before flowering, during flowering and fruiting, and to know the potential role of insect visitors watermelon plant in Jetis, Sub District of Nusawungu, District of Cilacap. The method used in this research is the method of sampling survey with a random sampling techniques on watermelon plants. Samples were obtained and then calculated the number of species and number of individuals of each species are then tabulated and calculated using Shannon-Winner index, index of Shannon-Evenness, Jaccard similarity index and ANOVA test. The results showed the insects were obtained consisting of five orders, that is Orthoptera, Coleoptera, Hemiptera, Hymenoptera and Diptera. Insect abundance in watermelon crop was highest in fruiting phases ie 1287 individuals (50.61%). While the abundance in the phase prior to flowering and during flowering phase successively obtained the total of 270 individuals (10.62%) and 986 individuals (38.77%). Diversity (Shannon-Wiener index), evenness index (evenness) and dominance of insects in the phase before flowering H '= 1.642, E = 0.3691 and D = 0.3072, the fruiting phase H' = 2.231, E = 0.5474 and D = 0.1476 and the phase after flowering H '= 2.613, E = 0.7575, and D = 0.0869. | |
| 14312 | 17661 | E1A013246 | PERLAWANAN TERHADAP EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN YANG DIKABULKAN (Tinjauan Yuridis Eksekusi Hak Tanggungan Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Tegal Nomor 18/Pdt.Plw/2015/PN.TGL) | ABSTRAK Pasal 3 ayat (1) Undang Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan dan Pasal 1176 ayat (1) dan (2) KUHPerdata mengatur bahwa permohonan Eksekusi Grosse Sertifikat Hak Tanggungan harus telah ditetapkan secara pasti dan tetap berapa kewajiban debitor yang harus di bayarkan. Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim yang mengabulkan tuntutan para pelawan untuk menyatakan tidak sah dan tidak berkekuatan hukum Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tegal perkara Nomor 01/Pdt.Eks.HT/2015/PN.TGL tanggal 31 Maret 2015 berkaitan Aanmaning dan pelaksanaan eksekusi lelang grosse sertifikat hak tanggungan atas obyek-obyek jaminan milik Para Pelawan yang diajukan Terlawan I dan akibat hukum bagi kepentingan para pelawan dan Terlawan I pada perkara Nomor 18/Pdt.Plw/2015/PN.TGL yang mengabulkan perlawanan para pelawan. Pada amarnya Majelis Hakim menyatakan tidak sah dan tidak berkekuatan hukum Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tegal perkara Nomor 01/Pdt.Eks.HT/2015/PN.TGL. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka. Data yang terkumpul akan di analisa menggunakan metode analisis data normatif kualitatif. Pertimbangan Majelis Hakim mengenai Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tegal perkara Nomor 01/Pdt.Eks.HT/2015/PN.TGL adalah sudah tepat karena mendasarkan pada Pasal 3 ayat (1) Undang Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang hak tanggungan dan Pasal 1176 ayat (1) dan(2) KUHPerdata. Perlawanan para pelawan yang dikabulkan oleh Majelis Hakim pada amar putusan yang menyatakan tidak sah dan tidak berkekuatan hukum Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Tegal perkara Nomor 01/Pdt.Eks.HT/2015/PN.TGL tanggal 31 Maret 2015 berkaitan Aanmaning dan pelaksanaan eksekusi lelang grosse sertifikat hak tanggungan atas obyek-obyek jaminan milik Para Pelawan yang diajukan Terlawan I. Amar putusan Majelis Hakim yang demikian mempunyai akibat hukum bagi Para Pelawan dan Terlawan I serta akan memberikan kepastian hukum mengenai kewajiban Para Pelawan yang harus dibayarkan yang nilainya telah ditetapkan. Kata Kunci : Penetapan Eksekusi Hak Tanggungan, Perlawanan Yang Dikabulkan | ABSTRACT Article 3 (1) of Law No. 4 of 1996 on Mortgage and Article 1176 paragraph (1) and (2) of the Indonesian Civil Code stipulates that a execution plea of Grosse Certificate of Mortgage shall have been certainly and permanently determined what obligation the debtor has to perform. This study intends to determine the consideration of the Judges who grant the demands of the opposition to declare invalid and unenforceable Determination of the Chairman Tegal District Court Case Number 01/Pdt.Eks.HT/2015/PN.TGL on March 31, 2015 related to Aanmaning and auction execution of grosse certificate of mortgage on guarantee objects belonging to the guarantor proposed by Respondent On Opposition I and legal effect upon the interest between plaintiff in opposition and respondent in opposition in the case Number 18 / Pdt.Plw / 2015 / PN.TGL which grants the resistance of the respondent in opposition. In the verdict, the judges declare invalid and unenforceable Determination of the Chairman Tegal District Court Case Number 01/Pdt.Eks.HT/2015/PN.TGL. This research is a qualitative research using descriptive normative law method is. The data used is secondary data that obtained from library materials. The collected data will be analyzed using normative qualitative data analysis method. Consideration of the judges on the Determination of the Chairman Tegal District Court case Number 01/Pdt.Eks.HT/2015 /PN.TGL is appropriate and based on Article 3 (1) of Law No. 4 of 1996 on mortgage and Article 1176 paragraph (1) and (2) of the Indonesian Civil Code. The resistance of the plaintiffs in opposition which have been granted by the judges in the verdict which declared invalid and unenforceable Determination of the Chairman Tegal District Court case Number 01/Pdt.Eks.HT/2015/PN.TGL on March 31, 2015 related to Aanmaning and auction execution of grosse certificate of mortgage on guarantee objects belonging to the guarantor proposed by Respondent On Opposition I. The verdict of the judges have such a legal effect for the plaintiffs in opposition and Respondent On Opposition I also will provide legal certainty regarding the assigned obligations the plaintiffs in opposition has to perform. Keyword: determination of Mortgage execution, granted resistance | |
| 14313 | 24380 | F1A014021 | RESISTENSI NELAYAN CANTRANG (Studi tentang Resistensi Paguyuban Nelayan Kota Tegal terhadap Aturan Pelarangan Penggunaan Cantrang) | Aturan pelarangan penggunaan cantrang yang dikeluarkan pemerintah melalui Permen KP No 2 Tahun 2015 menimbulkan berbagai perlawanan dari nelayan cantrang di seluruh Indonesia, tidak terkecuali nelayan cantrang di Kota Tegal. Perlawanan menjadi wujud atas ketidaksepakatan nelayan terhadap aturan tersebut. Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) sebagai paguyuban nelayan cantrang di Kota Tegal menjadi wadah nelayan untuk melakukan perlawanan untuk mencapai tujuan bersama, yaitu legalisasi cantrang kembali. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu bagaimana proses bentuk-bentuk perlawanan yang dilakukan serta alasan nelayan cantrang melakukan perlawanan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teori gerakan sosial yaitu stuktur mobilisasi sumber daya sebagai pisau analisisnya. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan utamanya yaitu enam orang nelayan cantrang, serta informan pendukung, yaitu dua orang yang terdiri dari satu orang warga sekitar pelabuhan non nelayan, dan satu orang Syahbandar Pelabuhan Perikanan Pantai Tegalsari Kota Tegal. Analisis data menggunakan cara Miles & Huberman, yaitu interaktif dan berlangsung terus menerus hingga data yang diperoleh dirasa sudah jenuh. Model analisis terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Validasi yang ditujukan untuk menguji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses perlawanan dilakukan melaui empat tahap yaitu emergence (timbulnya keresahan dan kegelisahan nelayan namun masih secara individual), coalescene (keresahan mulai dirasakan secara kolektif, tahap ini juga dilakukan pengorganisasian dan perumusan strategi perlawanan oleh PNKT), bureaucratization (perluasan jaringan gerakan seperti menarik dukungan dari pemerintah daerah Kota Tegal), decline (berakhirnya gerakan perlawanan nelayan cantrang dengan ditandai keberhasilan gerakan mencapai tujuan mereka yaitu diperbolehkannya cantrang kembali oleh pemerintah). Perlawanan dilakukan dengan berbagai bentuk, seperti penurunan rasa hormat, konsolidasi, dan pengaduan ke lembaga pemerintah, demonstrasi, istigasah akbar, mimbar bebas, dan pengajuan petisi. Alasan nelayan cantrang melakukan perlawanan antara lain, perbedaan pandangan nelayan dengan pemerintah dalam melihat alat tangkap cantrang, alasan ekonomi nelayan seperti ketakutan nelayan tidak dapat memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, hingga ketidakmampuan ekonomi pemilik kapal untuk mengganti alat tangkap. Selain itu, nelayan juga takut akan timbulnya kriminalitas sebagai efek domino dari fenomena pengangguran yang bisa terjadi. Saran atau rekomendasi dari penelitian yaitu perlu dilakukannya uji petik secara akademis serta hasilnya menjadi pertimbangan dalam mengambil kebijakan selanjutnya. Selain itu, perlu dikeluarkannya kebijakan yang mengatur bentuk fisik cantrang dibanding melarang penggunannya. | The rules for banning cantrang (Indonesian seine nets) use issued by the government through Permen KP (Maritime Affairs and Fisheries Minister’s Regulation) No. 2 of 2015 has caused various resistance from cantrang fishermen throughout Indonesia, including cantrang fishermen in Tegal. Resistance is a manifestation of the disagreement of fishermen against these rules. The Tegal Fishermen Association (PNKT) as a cantrang fishing community in Tegal is a place for fishermen to fight to achieve common goals, namely getting back legalization of cantrang. This research aims to find out how the forms of resistance process are carried out and the reason the cantrang fishermen’s fight. This research uses a qualitative method with social movement theory, namely the structure of resource mobilization as the instrumental analysis. Data collection is done through interview, observation, and documentation techniques. The main informants were six cantrang fishermen, as well as supporting informants, namely two people consists of one resident around the non-fisherman port, and one person from harbormaster of PPP (Coastal Fishing Port) Tegalsari, Tegal. Data analysis uses Miles & Huberman method, which is interactive and continues until the data obtained is considered saturated. The analysis model consists of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. Validation aimed at testing the validity of data using data triangulation techniques. The results showed that the resistance process was carried out through four stages, namely emergence (the emergence of anxiety and anxiety of fishermen but still individually), coalescence (anxiety began to be felt collectively, this stage also carried out organizing and formulating resistance strategies by PNKT), bureaucratization (expanding the network of movements such as attracting support from the local government of Tegal), decline (the end of the cantrang fishermen resistance movement with the marked success of the movement in achieving their goal of being allowed to return by the government). Resistance is carried out in various forms, such as a decrease in respect, consolidation, and complaints to government institutions, demonstrations, istighosah (mass prayer), free speeches and petition submissions. The reason of cantrang fishermen fight is, among other things, the difference views of fishermen and the government in seeing cantrang fishing gear, fishermen's economical reasons such as fear of fishermen being unable to meet family economic needs, to the economic inability of ship-owners to replace fishing gear. In addition, fishermen are also afraid of the emergence of crime as a domino effect of the phenomenon of unemployment that can occur. Suggestions or recommendations from this research are the need for academic tests to be conducted and the results taken into consideration in taking further policy. Thus, policies need to be issued that regulate the physical form rather than prohibiting its use. | |
| 14314 | 17620 | D1E012253 | EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK PADAT GRANUL SUPLEMENTASI HERBAL DALAM PUPUK CAIR URIN SAPI BUNTING TERHADAP DIAMETER BATANG DAN KADAR ABU RUMPUT GAJAH | Penelitian bertujuan mengetahui mengkaji efektivitas pemberian pupuk organik padat granul suplementasi herbal dalam pupuk cair urin sapi bunting terhadap diameter batang dan kadar abu rumput gajah. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah pupuk organik granul 648 kg, mol (mikro organisme lokal) bambu 750 ml, urin sapi bunting, nanas 18 kg, temulawak 12 kg, mengkudu 6 kg. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 12 perlakuan dan 3 ulangan. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk padat organik granul suplementasi herbal dalam pupuk cair urin sapi bunting tidak berpengaruh nyata (P < 0.05) terhadap diameter batang dan kadar abu rumput gajah. Kesimpulan dan saran dari penelitian adalah pemberian pupuk organik padat granular suplementasi herbal dalam pupuk cair urin sapi bunting tidak memberikan pengaruh pada diameter batang dan kadar abu, disarankan pemberian pupuk padat organik granul suplementasi herbal dalam urin cair sapi bunting dinaikan dosis dalam penggunaannya. | The aims of this research were to carried out study the effectiveness of a fertilizer solid organic supplementation herbs of pregnant cow urine fertilizer on the diameter of stem and ash percentage of elephant grass (Pennisetum purpureum). Material used in research were granule organic fertilizers 648 kg , mole (Micro local organisms) bamboo 750 ml , urine pregnant cow, pineapple 18 kg , curcuma 12 kg, mengkudu 6 kg. The experiment method be used was experimental method by using completely randomized design (RAL) with 12 treatments and 3 repetitions. Data were analyzed using variance. The results of the study showed that the granule organic solid fertilizer supplementation using analysis of on pregnant cow urine did not significantly affect (P < 0.05) the diameter of stem and ash percentage of elephant grass. The conclusion and recommendations of the study is giving solid organic fertilizers suplementatied with pregnant cow urine (PCU) and herbs did not fertilizer exert influence on the diameter of stem and the ashes, suggested the provision solid of fertilizer organic granule supplementatied with urine pregnant cow urine did not raise the growth. | |
| 14315 | 17623 | E1A012269 | KEPUTUSAN TATA USAHA NEGARA YANG MERUPAKAN HASIL PEMERIKSAAN BADAN PERADILAN SEBAGAI OBJEK SENGKETA DI PERADILAN TATA USAHA NEGARA (Studi Terhadap Putusan Nomor : 171/G/2014/PTUN-JKT) | Skripsi ini berjudul : “Keputusan Tata Usaha Negara yang merupakan Hasil Pemeriksaan Badan Peradilan sebagai Objek Sengketa di Peradilan Tata Usaha Negara” (Studi Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta Nomor 171/G/2014/PTUN-JKT). Penelitian ini akan menguraikan mengenai kriteria untuk menentukan suatu pengecualian Keputusan Tata Usaha Negara yang terdapat dalam Pasal 2 huruf (e) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004. Tergugat dalam perkara a-quo adalah Menteri Agama Republik Indonesia, dan objek gugatannya yakni Surat Keputusan Agama Republik Indonesia Nomor : B.II/3/PTDH/13505 tertanggal 06 Juni 2014 Tentang Pemberhentian Sebagai Pegawai Negeri Sipil atas nama Jufri S.H. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Yuridis Normatif dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Majelis Hakim berpendapat bahwa Surat Keputusan Objek Sengketa termasuk dalam Keputusan Tata Usaha Negara yang dikecualikan menurut Pasal 2 huruf (e) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 sehingga Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta memberikan putusan yang menyatakan gugatan penggugat tidak dapat diterima NO (Niet Ontvantkelijkverklaard), seharusnya Surat Keputusan yang menjadi Objek Sengketa tidak termasuk dalam kriteria pengecualian suatu Keputusan Tata Usaha Negara menurut Pasal 2 huruf (e) Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2004 dan Pengadilan Tata Usaha Negara Jakarta berwenang untuk memeriksa, memutus dan menyelesaikan sengketa Tata Usaha Negara tersebut. | This thesis entitled: “ an Administrative Decision which is Audit Courts as the Object of the Dispute in Administrative Courts” (Study Decision of Jakarta Civil Court of Justice Number : 171/G/2014/PTUN-JKT). This study will describe the criteria for determining an administrative decision exception contained in Article 2 (e) of Law Number 9 of 2004. Defendants in the case a quo is the Minister of Religious Affairs of The Republic of Indonesia, and the object of the claim that the Decree of the Religion of the Republic of Indonesia Number : B.II/3/PTDH/13505 dated June 6 2014 On Dismissal of Government Civil Servants As the Name Jufri S.H. The method used in this research is normative juridical approach used is the approach of legislation, case approach, and conceptual approach. The Judges found the Decree Objects Dispute included in Administrative Decision were excluded under Article 2 paragraph (e) Law Number 9 of 2004 so that the Jakarta Civil Court of Justice give a decision declaring that the plaintiff can not be accepted NO (Niet Onvantkelijkverklaard), should decree be dispute object is not included in a Administrative Decision exclusion criteria under Article 2 paragraph (e) of Law Number 9 of 2004 and the Jakarta Civil Court of Justice has authority to examine, decide and finalize the State Administration dispute. | |
| 14316 | 17624 | F1B009024 | PENGARUH TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP EFEKTIVITAS KERJA PEGAWAI KANTOR POS PUSAT PURWOKERTO | Penelitian ini berjudul “Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Efektivitas Kerja Pegawai Kantor Pos Pusat Purwokerto”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh tingkat pendidikan terhadap efektivitas kerja pegawai di kantor pos pusat Purwokerto. Penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui kuisioner. Pengujian hipotesis menggunakan kendall tau- b dan konkoordinasi kendall W serta analisis regresi ordinal. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tingkat pendidikan berpengaruh positif secara signifikan terhadap efektivitas kerja pegawai di kantor pos pusat Purwokerto. Implikasi dari penelitian ini yaitu tingkat pendidikan pegawai perlu ditingkatkan dengan memberikan beasiswa atau himbauan kepada pegawai untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pihak manajemen selain memperhatikan faktor pendidikan formal, juga perlu memperhatikan faktor pendidikan nonformal dari karyawannya, Karena pengetahuan pegawai dapat mendukung efektivitas kerjanya. | The study entitled "The Effect of Education Level Against the Effectiveness of the Work of Employees of the Central Post Office Purwokerto". The purpose of this research is to find out how big the influence of level of education towards the effectiveness of the work of Central Post Office clerk in Purwokerto. This research using quantitative research, with techniques of data collection through the questionnaire. Hypothesis testing using the kendall tau-b and W kendall konkoordinasi and ordinal regression analysis. Based on the results of quantitative analysis in this research it can be concluded that the level of education a positive effect significantly to the effectiveness of the work of Central Post Office clerk in Purwokerto. The implications of this research, namely the level of employee education needs to be improved by providing scholarships or advisories to employees to continue their education to a higher level. The management in addition to paying attention to the factor of formal education, also need to pay attention to non-formal education factor from its employees, Because employees can support the effectiveness of knowledge work. | |
| 14317 | 17625 | D1E012348 | WAKTU REDUKTASE DAN TINGKAT KEASAMAN SUSU SAPI PERAH DI KELOMPOK PETERNAK TULUS TANAM DAN TANI SUSU MURNI KABUPATEN WONOSOBO | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Waktu Reduktase dan Tingkat Keasaman susu yang dihasilkan di Kelompok Peternak Tulus Tanam dan Tani Susu Murni. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 22 - 31 Agustus 2016 di Kabupaten Wonosobo dan Laboratorium Produksi Ternak Perah Fakultas Peternakan Unsoed, Purwokerto. Bahan yang digunakan adalah susu sapi segar. Sampel sebanyak 20 liter diperoleh dari 20 peternak yang berbeda, yaitu 10 peternak dari Tulus Tanam dan 10 peternak dari Tani Susu Murni. Pengambilan sampel dilakukan secara komposit setiap peternak. Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji “t” dan dilanjutkan dengan analisis regresi serta koefisien determinasi. Rataan hasil uji waktu reduktase susu di Kelompok Peternak Tulus Tanam dan Tani Susu Murni adalah 7,505 Jam dan 7,005 Jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa Waktu Reduktase berbeda nyata pada kedua kelompok (P < 0,05). Rataan hasil uji Tingkat Keasaman susu di Kelompok Peternak Tulus Tanam dan Tani Susu Murni adalah 6,8% dan 7,7%. Nilai Tingkat Keasaman tidak berbeda nyata pada kedua kelompok (P > 0,05). Analisis regresi linier dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh Waktu Reduktase terhadap Tingkat Keasaman pada masing - masing kelompok. Hasil analisis regresi hubungan Waktu Reduktase terhadap Tingkat Keasaman susu di Kelompok Peternak Tulus Tanam dengan persamaan y = 66,036 - 7,889x. Hasil analisis regresi hubungan Waktu Reduktase terhadap Tingkat Keasaman susu di Kelompok Peternak Tani Susu Murni dengan persamaan y = -35,686 + 6,189x. Dapat disimpulkan bahwa besar pengaruh Waktu Reduktase terhadap Tingkat Keasaman pada masing – masing kelompok rendah. | This study aims to determine Reductase time and acidity level of milk resulting in Breeders Group Tulus Tanam and Tani Susu Murni. Retrieval of data held on 22 August 31 August 2016 in Regency Wonosobo and Dairy Cattle Production Laboratory Fakultas Peternakan Unsoed, Purwokerto. Materials used are fresh cow's milk. A sample of 20 liters is obtained from 20 different breeders, is 10 farmers from Tulus Tanam and 10 farmers from Tani Susu Murni. Sampling was done by a composite of each breeder. Data analysis was performed using the test "t" and followed by regression analysis and coefficient of determination. The average of test results of milk reductase time in Breeders Group Tulus Tanam and Tani Susu Murni is 7,505 hour and 7,005 hour. The results showed that the time Reductase significantly different in the two groups (P < 0,05). The average of test results of milk acidity level in Breeders Group Tulus Tanam and Tani Susu Murni is 6,8% and 7,7%. The acidity level value was not significantly different in the two groups (P > 0,05). Linear regression analysis was conducted to determine how much influence the acidity level Reductase time on eachs group. Regression analysis of the relationship Reductase Time acidity level in Breeders Group Tulus Tanam by the equation y = 66,036 -7,889x. Regression analysis of the relationship Reductase Time acidity level in Breeders Group Tani Susu Murni bythe equation y = - 35,686 + 6,189x. It can be concluded that the major influence on the acidity level Reductase Time on eachs group Low. | |
| 14318 | 17621 | E1A012215 | TINDAK PIDANA SECARA BERSAMA - SAMA MENGGADAIKAN BENDA YANG MENJADI OBJEK JAMINAN FIDUSIA TANPA PERSETUJUAN DARI PENERIMA JAMINAN FIDUSIA (Tinjauan Yuridis Terhadap Putusan Pengadilan Negeri Purbalingga No. 117/Pid.Sus/2015/PN. Pbg) | ABSTRAK Dalam perkara ini diketahui bahwa Terdakwa dinyatakan telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaan Alternatif Pertama, to conduct doing an injustice as Publik Procecutor assertion in First Alternative assertion yaitu : Perbuatan terdakwa merupakan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 36 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor: 42 Tahun 1999 tentang jaminan Fidusia jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan unsur-unsur Pasal 36 Undang-undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dalam putusan Nomor: 117/Pid. Sus/2015/PN. Pbg, dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Pengadilan Negeri Purbalingga dalam menjatuhkan pidana kepada terdakwa dalam putusan perkara Nomor : 117/Pid. Sus/2015/PN. Pbg. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi deskriptif analisis, sumber data sekunder: studi kepustakaan, meliputi Putusan Pengadilan Negeri Purbalingga Nomor : 117/Pid. Sus/2015/PN. Pbg, peraturan perundang-undangan, buku-buku, dan dokumen resmi yang ada relevansinya dengan pokok permasalahan, disajikan dalam bentuk uraian dan dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan pembahasan terhadap hasil penelitian, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Dalam perkara ini diketahui bahwa kedudukan Terdakwa adalah selaku Pemberi Fidusia kepada PT. FIF GROUP, pada sekira akhir Tahun 2014, bersama dengan sdr. Suroto Als. Woto, telah menggadaikan 1 (satu) unit Sepeda Motor Honda Beat CW FI No. Pol. R 4978 DV beserta STNK-nya yang merupakan objek jaminan fidusia, kepada saksi Ahmad Sutrisno. Selaku penerima fidusia dari Terdakwa, pihak PT. FIF GROUP tidak pernah memberi persetujuan tertulis kepada Terdakwa untuk mengalihkan, menggadaikan atau menyewakan objek jaminan fidusia. Terdakwa maupun saksi Suroto Alias Woto sama-sama mempunyai kepentingan terhadap perbuatan menggadaikan obyek jaminan fidusia tersebut, yaitu untuk memperoleh sejumlah uang, Terdakwa dalam perkara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP adalah sebagai yang melakukan. Dalam perkara ini hakim telah mempertimbangkan dasar penjatuhan pidana terhadap terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 184 ayat (1) KUHAP, yaitu dengan mendasarkan pada keterangan para saksi dan keterangan terdakwa, serta dihubungkan dengan barang bukti yang diajukan di persidangan antara yang satu dengan yang lain saling berhubungan. Di samping itu juga telah mempertimbangkan terhadap hal-hal yang memberatkan dan meringankan bagi terdakwa. Kata kunci : Tindak Pidana, Objek Jaminan Fidusia | ABSTRACT In this case known that Defendant expressed by have proven validly and assure to make a mistake to conduct doing an injustice as Publik Procecutor assertion in First Alternative assertion, that is : deed of Defendant represent doing an injustice as arranged and menaced in Section 36 Law Republic Of Indonesia Number: 42 Year 1999 about Guarantee Fidusia Section jo Section 55 sentence (1) first KUHP. Target of which will reach in this research is to know applying of Section elements 36 Law Number 42 Year 1999 about Guarantee Fidusia jo. Section 55 sentence (1) first KUHP in Number decision: 117 / Pid. Sus/2015/PN. Pbg, and to know consideration base punish Judge of district court Purbalingga in dropping crime to defendant in Number verdict : 117 / Pid. Sus/2015/PN. Pbg. To reach the the target of writer use method approach of normative yuridical, descriptive specification of analysis, source of secondary data: bibliography study, covering Decision District Court Purbalingga Number : 117 / Pid. Sus/2015/PN. Pbg, law and regulation, book, and its existing formal document with problems fundamental, presented in the form of description and analysed by normative qualitative. Pursuant to solution to result of research, hence can be taken by the following conclusion : In this case known that dimiciling Defendant is as Giver Fidusia to PT. FIF GROUP, at estimating year-end 2014, together with brother Suroto Als. Woto, have mortgaged 1 (one) Motorbike Honda Beat CW FI No. Pol. R 4978 DV with along STNK representing fidusia guarantee object, to Ahmad Sutrisno eyewitness. As fidusia receiver from Defendant, side. PT FIF GROUP have never given written permission to Defendant to transfer, to mortgaging or renting fidusia guarantee object. Defendant and also Suroto eyewitness Alias Woto both of the same is having of importance to deed mortgage the fidusia guarantee objek, that is to obtain;get a number of money, Defendant in case as referred to in Section 55 sentence (1) first KUHP is as doing. Judge in this case have considered crime fallout base to defendant as arranged in Section 184 sentence (1) KUHAP, that is by relying on witnesses boldness and defendant boldness, is and also attributed to raised by evidence goods in conference among which is one with is other of interaction. Despitefully have also considered to things weighing against and lightening to defendant. Keywords: Crime, fidusia guarantee object | |
| 14319 | 17637 | G1F012007 | HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN PERSEPSI KONSUMEN APOTEK TENTANG OBAT GENERIK DI APOTEK YANG BERADA DI DAERAH PERKOTAAN DAN PEDESAAN DI BANYUMAS | Penggunaan obat generik masih rendah dibanding obat bermerek dikarenakan adanya persepsi negatif mengenai obat generik. Hal tersebut bukan hanya disebabkan oleh persepsi masyarakat, melainkan disebabkan oleh rendahnya pengetahuan masyarakat tentang obat generik. Penelitian ini dilakukan untuk menghubungkan antara pengetahuan dan persepsi konsumen, serta membandingkan antara pengetahuan dan persepsi konsumen terhadap obat generik di apotek yang berada di kota dan di desa. Jenis penelitian bersifat kuantitatif analitik dan komparatif. Penentuan sampel apotek menggunakan Clauster Random Sampling. Responden sebanyak 216 konsumen diambil berdasarkan accidental sampling, menggunakan kuesioner yang diadaptasi dari 3 penelitian sebelumnya dan telah dilakukan perbaikan. Data yang diperoleh dianalisis secara univaritat kemudian dilanjutkan dengan uji Chi-Square untuk mengetahui hubungan dan uji t-test independen untuk menguji perbedaan pengetahuan dan persepsi konsumen mengenai obat generik yang berada di kota maupun di desa. Hasil tingkat pengetahuan dan persepsi konsumen mengenai obat generik di desa dan kota tergolong sedang. Tidak terdapat perbedaan antara pengetahuan konsumen apotek yang berada di desa maupun di kota (p<0,05). Terdapat perbedaan antara persepsi konsumen apotek yang berada di desa maupun di kota (p<0,05). Tidak ada hubungan antara pengetahuan dan persepsi konsumen apotek di desa (p>0,05) maupun konsumen apotek di kota (p>0,05). Oleh karena itu, pemilihan kota dan desa hendaknya sesuai dengan kriteria yang semestinya agar karakteristik responden tidak serupa antara kota dan desa. | The use of generic drugs is still low compared to the branded drugs because of their negative perceptions about generic drugs. This is not only due to public perception, but rather due to the lack of public knowledge about generic drugs. This study was conducted to know the relation between the knowledge and perceptions of consumers, as well as to compare the knowledge and perceptions of consumers towards generic drugs in pharmacies in rural and urban areas. Design study was quantitative analytical and comparative. The samples were selected based on Clauster Raandom Sampling. Respondents were 216 consumers taken by accidental sampling, using a questionnaire adapted from three previous studies and improvements have been made. The data obtained were analyzed univaritat followed by Chi-Square test to determine the corelations and independent t-test to test for differences in consumer knowledge and perceptions about generic drugs that are in urban and rural areas. The result of the level of knowledge and perceptions of consumers of generic drugs in rural and urban areas classified as moderate. There was no difference between consumers knowledge pharmacies located in rural and urban areas. (p <0.05). There are differences between consumers perceptions pharmacies located in rural and urban areas (p <0.05). There were no corelations between knowledge and perceptions of consumers pharmacy in the rural areas (p> 0.05) and consumer pharmacies in urban areas (p> 0.05). Therefore, the selection of the urban and rural area should be accordence with the criteria, so that the characteristic of the respondent will be not the same between the urban and rural areas. | |
| 14320 | 17541 | C1L012031 | THE EFFECT OF PROFITABILITY, COMPANY SIZE, LEVERAGE, COMPANY COMPLEXITY OPERATION, OUTSIDER OWNERSHIP, AUDIT OPINION ON THE TIMELINESS OF FINANCIAL REPORTING (A Study on Manufacturing Companies Listed in LQ45 Index) | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh profitabilitas, ukuran perusahaan, leverage, kompleksitas operasi perusahaan, kepemilikan publik, opini auditor pada ketepatwaktuan pelaporan keuangan pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di LQ45 indeks tahun 2011-2015. Populasi penelitian ini adalah 45 perusahaan yang terdaftar LQ45 indeks. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh negatif, ukuran perusahaan berpengaruh negatif, leverage berpengaruh positif, kepemilikan public berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ketepatwaktuan pelaporan keuangan, sedangkan kompleksitas operasi perusahaan dan opini auditor tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap ketepatwaktuan pelaporan keuangan. | This study aims to analyze the the effect of profitability, company size, leverage, company complexity operation, outsider ownership, audit opinion on the timeliness of financial reporting on manufacturing companies listed in LQ45 index year 2011 - 2015. Method analysis used in this study is Multiple Regression Analysis. The results of this study showed that profitability, company size, leverage, outsider ownership have a significant effect on the timeliness of financial reporting, while company complexity operation and auditor opinion have no significant effect on the timeliness of financial reporting. |