Artikelilmiahs
Menampilkan 14.341-14.360 dari 49.703 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 14341 | 17648 | D1E009189 | ANGKA KEASAMAN DAN WAKTU REDUKTASE SUSU SEGAR KELOMPOK PETERNAK SAPI PERAH DI DESA TUMIYANG KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS | Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kualitas susu peternak kelompok peternak Lestari I dan Lestari II ditinjau dari angka keasaman dan waktu reduktase susu.Metode yang dilakukan menggunakan metode survei dan uji laboratorium mengunakan uji keasaman dan uji reduktase. Masing-masing uji dilakukan 2 kali pengulangan. Metode analisis yang digunakan mengunakan uji deskriptif, uji “t” dan Regresi linier dengan x adalah angka keasaman dan y adalah waktu reduktase. Hasil penelitian menunjukan rataan angka keasaman Kelompok Lestari I dan lestari II 7,020±0,5167oSH, dan 6,662±0,7845oSH. Rataan waktu reduktase Kelompok Lestari I dan Lestari II 7,425±0,313 jam dan 7,5±0,289 jam, tidak terdapat perbedaan yang nyata kedua kelompok pada rataan angka keasaman dan waktu reduktase. Hasil penelitian menunjukan waktu reduktase berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap angka keasaman pada kedua kelompok, diperoleh persamaan regresi Y=4,926+0,256X. Besarnya nilai korelasi adalah R2=0,127 dengan koefisien determinasinya adalah 1,27%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan terdapat kecenderungan semakin lama waktu reduktase maka semakin tinggi angka keasaman susu pada kedua kelompok peternak sapi perah di Desa Tumiyang Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. | This research aimed to determine the quality of fresh milk that produced by Lestari I and Lestari II dairy farmer group viewed by acidity level and time reductase. The research used sample were 10 litre fresh milk which collected from each dairy farmer group, 1000 mL every farmer. This reseach were used survey methode. The data of milk acidity level and reductase time were analyzed by descriptife analize and was continued using “T” analize, and linear regresions analize used by acidity level “X” and reductase time “Y” from both of dairy farmer groups. The result of the research was increases the reductase time more longer will increasing the fresh milk acidity level of the dairy farmer groups in Tumiyang Village Pekuncen Subdistrict Banyumas Regency. The average of acidity level test in Lestari I and II dairy farmer group showed there was not real difference present, 7,020±0,5167oSH, and 6,662±0,7845oSH. The average from time reductase test in Lestari I and II dairy farmer group showed there was not real difference present, 7,425±0,313 and 7,5±0,289. The result from linear regresion analize time reductase showed there was not real significant influence (P>0,05) increase acidity level of fresh milk on both of the dairy farmer groups with the corelation R= 0,127 and determination coefficient 1,27%,the regression similarity Y=4,926+0,256X. | |
| 14342 | 17643 | H1K011019 | Pemetaan Wilayah Potensi Banjir Rob di Pesisir Teluk Jakarta | Penelitian ini dilakukan di pesisir Teluk Jakarta yang memiliki potensi terkena bencana rob yang terjadi akibat fenomena meluapnya air laut ke daratan diakibatkan oleh kenaikan muka air laut sebagai akibat dari bentuk topografi yang relatif rendah dan datar. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui nilai pasang surut, kenaikan muka air laut dan penurunan permukaan tanah di pesisir teluk Jakarta dan mengetahui daerah yang berpotensi terkena Banjir rob di pesisir teluk Jakarta. Kajian ini menekankan hubungan antara banjir rob dengan pasang surut, kenaikan muka air laut, dan penurunan permukaan tanah dengan metode pengumpulan data sekunder dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa prediksi untuk tahun 2030 (1) tipe pasang surut di teluk Jakarta adalah harian tunggal ketinggian pasang surut adalah 2,75 m, untuk (2) kenaikan muka air laut adalah 2,74 m dengan laju penaikan setiap tahunnya setinggi 0,71 cm akan menyebabkan banjir rob pada daerah 0 – 25 mdpl (3), penurunan permukaan tanah di Jakarta menggunakan metode inSAR adalah 12 cm/tahun. | This research was conducted in Jakarta bay which has the potential of tidal flood disaster caused by the phenomenon of sea water flooding to the mainland which is influenced by to rising sea water levels as a result from relatively low of topography. The objectives of this research to analyze sea tides, sea level rise and land subsidence in Jakarta bays and to analyze potential area of by tidal flooding in Jakarta bay. The research also emphasizes correlatism between tidal flood with sea tide, sea level rises, and land subsidence which are collected by secondary data and qualitative descriptive analysis. The result of this research showed that the prediction of simulation model for 2030 were (1) the type of tide in Jakarta bay has single daily tide (2) the height of sea tide is 2.75 m, sea rise level is 2.74 m, rate of sea rise level is 0.71 cm/year will cause tide flood for area between 0 – 2.5 m. (3) based on inSAR method shows that rate of land subsidence is 12 cm/year | |
| 14343 | 17651 | E1A013185 | PERLAWANAN PIHAK KETIGA PEMEGANG HAK TANGGUNGAN TERHADAP CONSERVATOIR BESLAG YANG DIKABULKAN (Studi Putusan Nomor 211/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Tim) | ABSTRAK Perlawanan pihak ketiga (Derden Verzet) terhadap Conservatoir Beslag merupakan suatu upaya hukum yang dapat ditempuh oleh pihak ketiga yang merasa dirugikan atas suatu penetapan Conservatoir Beslag. Dalam perlawanan pihak ketiga (Derden Verzet) yang menjadi dasar gugatannya adalah adanya Hak pMilik, dalam putusan ini yakni Hak Milik atas tanah dan bangungan dengan Sertifikat Hak Milik Nomor 02442/Jati sebagaimana termuat dalam Pasal 195 ayat (6) HIR. Penulis tertarik untuk melakukan pembahasan lebih lanjut mengenai Perlawanan pihak ketiga (Derden Verzet) dalam putusan Pengadilan Negeri Jakarta Timur Nomor 211/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Tim. dikarenakan dalam perkara ini perlawanan pihak ketiga (Derden Verzet) diajukan atas dasar Hak Tanggungan, yakni hak tanggungan yang dibebankan atas sebidang tanah dan bangunan dengan sertifikat hak milik nomor 02442/Jati. Hal ini tentu tidak diatur dalam HIR dan RBg sehingga Majelis Hakim memutus berdasarkan Yurisprudensi Mahkamah Agung RI Nomor 3089 K/Pdt/1991 dan Nomor 394 K/Pdt/1984. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan Majelis Hakim yang mengabulkan perlawanan pihak ketiga pemegang hak tanggungan terhadap Conservatoir Beslag dan akibat hukumnya terhadap para pihak dalam perkara Nomor 211/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Tim. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode penelitian hukum normatif yang bersifat deskriptif. Data yang digunakan adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh dari bahan pustaka. Data yang terkumpul akan di analisa menggunakan metode analisis data normatif kualitatif. Pertimbangan Hakim mengenai Perlawanan pihak ketiga (Derden Verzet) pada putusan Nomor 211/Pdt.G/2014/PN.Jkt.Tim adalah tepat sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku dan telah memperhatikan kepentingan dari para pihak yang berperkara. Pemegang Hak Tanggungan yang berkedudukan sebagai Kreditur preferent harus senantiasa dilindungi kepentingannya dari Debitur yang melakukan cidera janji. | ABSTRACT Resistance third party (Derden Verzet) against Conservatoir Beslag is a remedy that can be taken by third parties who feel aggrieved over a Conservatoir Beslag determination. In the third-party resistance (Derden Verzet) on which the lawsuit is their right of ownership, in this decision the Properties on the land and building of the Property Rights Certificate No. 02 442 /Jati, as contained in Article 195 paragraph (6) HIR. Authors interested in doing more on third party opposition (Derden Verzet) in East Jakarta District Court No. 211 / Pdt.G / 2014 / PN.Jkt.Tim. because in this case the third party resistance (Derden Verzet) filed on the basis of Encumbrance, the encumbrance imposed on a plot of land and buildings with a certificate of ownership number 02 442 / Jati. It is certainly not set in HIR and RBg so that the judges decide based on the jurisprudence of the Supreme Court No. 3089 K / Pdt / 1991 and No. 394 K / Pdt / 1984. This study aims to determine the consideration of the judges who granted the opposition a third party holder of a security interest against Conservatoir Beslag and legal consequences to the parties in the case Number 211 / Pdt.G / 2014 / PN.Jkt.Tim. This research is a qualitative research method is descriptive normative law. The data used is secondary data is data obtained from library materials. The data collected will be analyzed using qualitative methods of analysis of normative data. Judge considerations regarding third party Resistance (Derden Verzet) on the decision No. 211 / Pdt.G / 2014 / PN.Jkt.Tim is appropriate in accordance with applicable laws and regulations and observe the interest of the litigants. Land Mortgage Holders who serves as preferent creditor must always be protected interests of debtors who default. | |
| 14344 | 17652 | C1J010008 | ANALYSIS OF DECENT LIVING STANDARDS OF PADDY FARMERS IN CIULU VILLAGE IN BANJARSARI SUBDISTRICT IN CIAMIS REGENCY | Penelitian ini berjudul “Analisis Standar Kehidupan Layak Petani Padi di Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pendapatan usaha tani padi terhadap kebutuhan hidup layak menurut standard kebutuhan hidup layak Kabupaten Ciamis. Variabel dalam penelitian ini adalah Pendapatan, Biaya, Profit dan KHL. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer dengan ukuran sampel sebanyak 100 petani yang hanya mempunyai luas lahan pertanian di bawah 0,5 hektar di Desa Ciulu Kecamatan Banjarsari Kabupaten Ciamis. Alat analisis yang digunakan dalam penelitan ini adalah analisis biaya, pendapatan, dan R/C ratio. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa pendapatan dalam usahatani padi menguntungkan, namun belum memenuhi kriteria standar kebutuhan hidup layak di Kabupaten Ciamis. Implikasi dalam penelitian ini menunjukan bahwa para petani harus menginovasi dalam penggunaan pupuk, pestisida dan bibit sehingga padi yang diproduksi memeliki kualitas padi yang lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian para petani belum memenuhi standard kehidupan layak di Kabupaten Ciamis sehingga para petani harus mencari pendapatan lain diluar usahatani untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. | The purpose of this study was to analyze income of paddy farming to the decent living standards according to the standard of living needs Ciamis Regency. The variables in this study are Income, Cost, Profit, and KHL. This research is a quantitative method. This study uses primary data with a sample as many as 100 farmers who have cultivated paddy land area less than 0,5 hectares in Ciulu village, Banjarsari Subdistrict in Ciamis Regency. The analytical tool used analysis of costs, revenues, and R / C ratio. Results from the study showed that income of paddy farming is profitable, but does not meet the criteria of a decent living standard in Ciamis Regency. The implications of this research shows that farmers should innovate over the use of fertilizers, pesticides and seeds so that they can produced better paddy . Based on the results the farmers do not meet the standards of a decent life in Ciamis Regency so farmers must have income outside of farming to meet their daily needs. | |
| 14345 | 17686 | E1A012196 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN TERKAIT IKLAN YANG MENYESATKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (STUDI PUTUSAN NOMOR 317/PID.SUS/2014/PN.DPK) | ABSTRAK Berdasarkan data Nomor 317/Pid.sus/2014/PN.Dpk ini penulis mengkaji tentang kewajiban, tanggung jawab pelaku usaha, dan hak-hak konsumen apa saja yang terdapat didalam produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) CV. Fenishelo Putra Mahkota serta pertimbangan hukum hakim dalam memutus kasus putusan tersebut. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif, spesifikasi penelitian adalah deskriptif dengan menggunakan data skunder dan primer yang disajikan dengan uraian sistematis dan logis, kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Pelaku usaha menghalalkan segala cara dalam mengiklankan produk yang ditawarkannya untuk memiliki nilai jual yang tinggi atau membuat konsumen tertarik untuk membelinya, seperti halnya CV. Fenishelo Putra Mahkota mempromosikan produk nya melalui media iklan atau brosur yang menyesatkan. CV. Fenishelo Putra Mahkota dalam melakukan mengiklankan tersebut tidak mengindahkan hak konsumen yang tertera didalam Pasal 4 hurf C UUPK dan kewajiban pelaku usaha di dalam Pasal 7 UUPK. Dalam data Nomor 317/Pid.sus/2014/PN.Dpk hakim telah melakukan pertimbangan hukum, hakim harus menggali nilai-nilai, mengikuti, dan memahami nilai-nilai hukum dan rasa keadilan yang hidup dalam masyarakat. Berdasarkan data Nomor 317/Pid.sus/2014/PN.Dpk ini, hakim telah memutus sesuai dengan nilai-nilai hukum terkait iklan yang menyesatkan. Kata Kunci : Perlindungan Hukum, Konsumen, Pelaku Usaha, Tanggung Jawab Pelaku Usaha, Hak Konsumen. | ABSTRACT Based on the data Number 317/Pid.sus/2014/PN.Dpk, the researcher studies about the duty, the responsibility of entrepreneur, and the rights of customers that must be fulfilled by CV. Fenishelo Putra Mahkota as bottled water producer, also the consideration of the judge in giving a verdict to that case. The method used in this research is normative juridical approach. The specification of this research is descriptive by using primary and secondary data that are displayed systematically and logically, then those data are analyzed in qualitative and normative way. The entrepreneur does anything in advertising the product in order to get high sales value and attract the customers to buy the product as like CV. Fenishelo Putra Mahkota that promotes its product through advertisement or brochure which is misleading. When advertising its product, CV. Fenishelo Putra Mahkota does not heed the rights of customers that are written in Article 4 Letter C of UUPK and the duty of entrepreneur in Article 7 of UUPK. In the data Number 317/Pid.sus/2014/PN.Dpk, the judge has done the judgment. The judge has to dig out, follow, and comprehend the law values and the justice which exists in society. Based on the data Number 317/Pid.sus/2014/PN.Dpk, the judge has given a verdict in accordance with the law values related to misleading advertisement. Keywords: Law Protection, Customers, Entrepreneur, the Responsibility of Entrepreneur, the Rights of Customers. | |
| 14346 | 17654 | E1A011038 | TINJAUAN HUKUM INTERNASIONAL TERHADAP TAIWAN SEBAGAI SUBJEK HUKUM INTERNASIONAL | Pengakuan terhadap suatu negara dapat dilihat dari sejauh mana negara tersebut memiliki hubungan bilateral dengan negara lainnya untuk menjalin kerjasama di bidang sosial, politik, ekonomi dan pertahanan. Jika suatu negara tidak mendapatkan pengakuan maka akibatnya negara tersebut tidak memiliki kedaulatan. Salah satu contohnya adalah Republic of China atau Taiwan. Taiwan hingga kini masih berkutat mencari pengakuan internasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keberadaan atau eksistensi Taiwan dengan negara lainnya sebagai subjek hukum internasional dan faktor-faktor yang menjadi kendala bagi Taiwan untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan dari negara lain. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil dari penelitian menunjukan bahwasecara umum jika dilihat dari Pasal 1 Konvensi Montevideo 1933, kedudukan Taiwan dalam PBB dan WTO, dalam perjanjian internasional, serta dalam peradilan internasional maupun dalam berhubungan diplomatik dengan negara lain, tidak cukup untuk membuktikan eksistensi Taiwan sebagai subjek hukum internasional.Faktor yang menjadi kendala bagi Taiwan untuk mendapatkan pengakuan kedaulatan dari negara lain diantaranya faktor permasalahan internal di kubu Taiwan itu sendiri, karena Taiwan tidak pernah mendapatkanrekomendasi positif dari lima anggota tetap Dewan Keamanan,serta karena adanya latar belakang sejarah yang sama antara China dengan Taiwan sehingga China berhak untuk melindungi keuntuhan wilayahnya. Kata Kunci : Taiwan, Pengakuan, Subjek Hukum Internasional | ABSTRACT Recognition towards a country can be considered from how advanced a country has bilateral relations with other countries for cooperating in social, politic, economy and defense fields. If a country doesn’t have recognition from others, it will imply in the absence of its sovereignty. One of the examples is the Republic of China or Taiwan, which is still struggling for getting the international recognition. This study is purposed to understand the existence of Taiwan before other countries as the international law subject and the factors that prohibited Taiwan from getting the recognition of sovereignty from other countries. The approach method in this study is juridical normative with the constitutional and case approaches. The result of this study shows that generally, based on Article 1 on 1933 Montevideo Convention, the position of Taiwan in United Nations and World Trade Organization, in the international cooperation, and also in international court as well as in diplomatic relation with other countries, are not enough for proving the Taiwan’s existence as the international law subject. The factors which are being obstacle for Taiwan in obtaining the international sovereignty recognition are the internal factors in Taiwan itself, as Taiwan doesn’t obtain the positive recommendation from the permanent members of Security Council, and as there is the same background between China and Taiwan so that China has right for protecting its area. Keyword: Taiwan, Recognition, International Law Subject | |
| 14347 | 17655 | E1A012099 | PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA MALPRAKTIK MEDIS YANG DILAKUKAN DOKTER DALAM PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN INDONESIA | Pertanggungjawaban pidana merupakan salah satu syarat pemidanaan yang merujuk pada unsur subjektif yaitu orangnya. Pertanggungjawaban pidana dapat dikenakan bagi dokter yang melakukan malpraktik medis. Untuk dikenai pertanggungjawaban pidana atas tindakan medis yang dilakukannya, dokter harus memenuhi syarat mampu bertanggungjawab, memiliki kesalalahan dan tidak ada alasan pemaaf. Pertanggungjawaban pidana bagi dokter yang melakukan malpraktik medis sangatlah penting, karena pasien sebagai korban mendapatkan kerugian baik materil, non materil, maupun fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaturan pertanggungjawaban pidana bagi dokter yang melakukan malpraktik medis dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Praktik Kedokteran No. 29 Tahun 2004 Tentang Praktik Kedokteran. Serta mengetahui bagaimana penerapannya dalam Putusan Mahkamah Agung No. 1347/K.Pid.Sus/2010, No. 1110/K.Pid.Sus/2012, No.365/K.Pid/2012, dan No. 580/K.Pid/2012. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum. Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Praktik Kedokteran No. 29 Tahun 2004 memiliki pengaturan yang berbeda mengenai kesalahan. Penerapan pertanggungjawaban pidana terhadap dokter yang melakukan malpraktik medis dalam putusan pengadilan harus memperhatikan benar unsur kesalahan sebagai pengenaan pertanggungjawaban pidana. | The criminal accountability becomes one of condemnation conditions which related to the person as the agent. In medical practice, a doctor who is considered committing malpractice has a risk to be imposed by the criminal accountability. There are three conditions should be fulfilled by a doctor to be imposed by the criminal responsibility for a medical practice. First, the doctor should fulfil the criminal accountability conditions. Then, the doctor should be found guilty. At last, the doctor should not have any forgiving reason. Further, it is crucial for the doctor who did medical malpractice to acquire the criminal accountability, since it may drive the patient to suffer either material or physical loss. This research is aimed to figure out the criminal accountability arrangement for a doctor who did the medical malpractice as stated in the Criminal Law and Doctor’s Practice Law Number 29 Year 2004 on Medical Practice. Further, this research is also aimed to figure out its application in The Appeal Decision of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 1347/K.Pid.Sus/2010, Number 1110/K.Pid.Sus/2012, Number 365/K.Pid/2012, dan Number 580/K.Pid/2012. This research employs research law as the approach method. The Criminal Law and Doctor’s Practice Law Number 29 Year 2004 has a different arrangement on the fault. The implementation of criminal accountability for the doctor in the court decision should concern seriously on the factors causing the fault as the imposition of the criminal accountability. | |
| 14348 | 17656 | E1A010200 | Pembatalan Perkawinan Sejenis ( Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Kotabumi Nomor 192/Pdt.P/2012/P.Ktbm) | Pembatalan Perkawinan Sejenis ( Studi Kasus Putusan Pengadilan Agama Kotabumi Nomor 192/Pdt.P/2012/P.Ktbm) Oleh Rama Pindokakung E1A010200 ABSTRAK Pembatalan perkawinan adalah tindakan pengadilan yang berupa keputusan yang menyatakan perkawinan yang dilakukan itu dinyatakan tidak syah (no legalforce). Apabila salah satu dari syarat atau rukun Perkawinan tidak terpenuhi maka perkawinan tersebut menjadi fasid (rusak), maka untuk itu perlu diajukan permohonan Pembatalan Perkawinan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode pendekatan yuridis normatif. Spesifikasi penelitian dengan menggunakan deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan data sekunder, metode pengumpulan data dengan kepustakaan dan metode analisis dengan menggunakan normative kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pertimbangan hakim dalam penetapan No. 192/Pdt.P/2012/P.Ktbm adalah karena tidak terpenuhinya salah satu rukun dalam Perkawinan yaitu Perkawinan harus dilaksanakan antara calon suami dan calon istri hal ini diatur dalam Pasal 14 Kompilasi Hukum Islam. Dalam kasus ini juga ditemukan ada unsur penipuan dari suami yang ternyata adalah seorang wanita, hal ini mengacu pada Pasal 27 (2) UU No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan jo. Pasal 72 (2) Kompilasi Hukum Islam. Kata Kunci : Pembatalan Perkawinan | Cancellation of Marriage kind (Case Study of Religion Kotabumi Court Decision No. 192 / Pdt.P / 2012 / P.Ktbm) By Rama Pindokakung E1A010200 ABSTRACT Cancellation of marriage is a court action in the form of a decision stating that marriages declared not valid (no legalforce). If one of the requirements or pillars of marriage are not met then the marriage becomes imperfect (broken), then it is necessary to petition for cancellation of marriage . The method used in this research is normative juridical approach. Specifications research using analytical descriptive. Source of data used secondary data, method of data collection with the literature and methods of analysis using qualitative normative. The conclusion from this study showed that the consideration of the judge in determining No. 192 / Pdt.P / 2012 / P.Ktbm is due to non-fulfillment of one of the pillars in the marriage that marriage should be carried out between a husband and wife of the candidate it is stipulated in Article 14 Compilation of Islamic Law. In this case also found no element of fraud from her husband who was in fact a woman, it refers to Article 27 (2) of Law No. 1 of 1974 on Marriage jo. Article 72 (2) Compilation of Islamic Law. Keywords: Cancellation of Marriage | |
| 14349 | 17657 | H1B013039 | APLIKASI SISTEM PAKAR DENGAN CERTAINTY FACTOR UNTUK MENENTUKAN KESESUAIAN JENIS TANAMAN HIAS BERKHASIAT OBAT TERHADAP SUATU LAHAN | Pada makalah ini, sistem pakar diaplikasikan dalam penentuan tanaman hias berkhasiat obat sesuai syarat tumbuh dengan menggunakan faktor kepastian (certainty factor). Aplikasi sistem pakar ini dapat digunakan oleh seorang pakar dan pengguna bukan pakar. Pakar dapat mengubah nilai toleransi dari setiap syarat tumbuh dan dapat mencari rekomendasi jenis tanaman berdasarkan kondisi lahan. Sementara itu, pengguna bukan pakar hanya dapat mencari rekomendasi jenis tanaman berdasarkan kondisi lahan. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pengambilan toleransi oleh pakar berpengaruh pada rekomendasi jenis tanaman yang sesuai dengan kondisi lahan. Semakin besar nilai toleransi yang diberikan pakar, maka rentang kondisi lahan yang diterima semakin besar; sedangkan semakin kecil nilai toleransi yang diberikan pakar, maka rentang kondisi lahan yang diterima semakin kecil. | In this paper, expert system with certainty factor was applied to determine the medicinal decorative plants based on some growth conditions of plants. This application can be used by an expert and non-expert users. An expert can change the tolerance of each growth conditions of plants and can find the recommendation for the types of medicinal plants based on land conditions. The non-expert users can only find the recommendation for the types of medicinal plants based on land conditions. The simulations result showed that the tolerance given by experts affected on the recommendation for the types of plants. The greater the value of a given tolerance, the bigger land conditions accepted; and the smaller the value of a given tolerance, the smaller land conditions accepted. | |
| 14350 | 17658 | C1J010031 | DETERMINANTS OF PALM SUGAR FARMERS’ DECISION TO ADOPT PRODUCTION INNOVATION | Penelitian ini berjudul “faktor – faktor yang mempengaruhi keputusan petani gula untuk mengadopsi inovasi produksi”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis variabel mana yang mempengaruhi keputusan petani mengadopsi inovasi produksi untuk memproduksi gula semut. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah umur, pendidikan dan jumlah pohon. Jenis penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer dengan ukuran sampel sebanyak 100 petani di Kecamatan Kesugihan 63 petani memilih untuk memproduksi gula semut dan 37 petani memilih memproduksi gula cetak. Alat analisis yang digunakan dalam penelitan ini adalah regresi logit binari untuk menjelaskan hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat. Hasil dari penelitian menunjukan variabel umur berpengaruh negative signifikan terhadap keputusan petani mengadopsi inovasi produksi untuk memproduksi gula semut. Pendidikan berpengaruh positif dan signifikan dan jumlah pohon tidak berpengaruh significan terhadap keputusan petani. Ini bisa disebabkan oleh fakta bahwa variasi dari jumlah pohon terlalu kecil. Hasilnya menunjukan bahwa semankin tinggi tinggkat pendidikan petani, semakin mudah juga bagi mereka untuk mengadopsi inovasi produksi. Oleh karena itu, penyuluhan pertanian untuk mengadopsi inovasi produksi harus ditargetkan untuk orang-orang yang lebih berpendidikan. Umur memiliki efek negatif, mengimplikasikan bahwa petani muda lebih terbuka untuk inovasi dan oleh karena itu, harus mendapatkan prioritas untuk dikembangkan. | The purposes of this research are to analyze variables which affect farmers’ decision to adopt production innovation to produce crystal palm sugar. Independent variables in this study consist of age, education, and number of trees. This research is quantitative research method. This research used primary data with sample size of 100 respondents in Kesugihan, consisting of 63 farmers who decide to produce crystal palm sugar and 37 farmers who decide to produce solid palm sugar. The analytical tool used in this research is binary logistic regression to explain the relationship between dependent variable and independent variables. The result of the research showed the variables that Age has negative significant effect on farmers’ decision to produce crystal palm sugar. Education has positive and significant and number of trees does not have significant effect on farmers’ decision. This could be due to the fact that the variation of number of trees is too small. The results imply that the higher the education level of palm sugar farmers, the easier for them to adopt production innovations. Therefore, farm extension to adopt production innovation should be targeted to the more educated ones. Age has negative effect, implying that younger farmers are more open to innovation and therefore, should get priority to be developed. | |
| 14351 | 17659 | H1B013011 | PENERAPAN GENETIC ALGORITHM INITIALIZING K-MEANS PADA SEGMENTASI CITRA DENGAN PROGRAM BERBASIS GUI MATLAB | ABSTRAK.Genetic algorithm initializing K-means (GAIK) merupakan metode pengelompokan data yang mengkombinasikan metode K-means dengan algoritma genetika. Pada metode ini, centroid-centroid yang digunakan pada metode K-means diperoleh dari hasil optimisasi algoritma genetika. Segmentasi citra adalah pengelompokan area pada suatu citra berdasarkan warna, tekstur, atau karakteristik lainnya. Pada penelitian ini, GAIK diterapkan pada segmentasi citra berdasarkan warna yang diselesaikan dengan bantuan program berbasis GUI MATLAB. Pengujian program menunjukkan bahwa GAIK dapat digunakan untuk melakukan segmentasi pada citra-citra sederhana dengan perbedaan warna yang jelas. Sementara untuk citra yang kompleks dan memuat gradasi warna, hasil segmentasinya masih kurang baik. | ABSTRACT. Genetic algorithm initializing K-means (GAIK) is a clustering method that combines K-means method and genetic algorithm. In this method, centroids used in the K-means method are obtained from optimization by genetic algorithm. Image segmentation is a process of clustering areas in an image based on its color, texture, or other characteristics. In this research, GAIK was applied to color-based image segmentation and then an image segmentation program was made using GUI MATLAB. A program testing showed that GAIK can be used for segmenting simple images with distinguishable colors. On the other hand, applying GAIK to segment complex images with color gradations does not give a fine result. | |
| 14352 | 17660 | H1B011020 | MODEL PENYEBARAN MALARIA DENGAN PENCEGAHAN | Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit dari genus plasmodium yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles yang telah terinfeksi. Penularan malaria dapat dicegah dengan menggunakan kelambu berinsektisida dan repellen. Dinamika penyebaran malaria digambarkan dalam model matematika dua populasi yaitu SIR-SI. Karakteristik model dapat dipelajari dari titik kesetimbangan dan angka reproduksi dasar. Terdapat dua titik kesetimbangan yaitu titik kesetimbangan bebas penyakit dan endemik yang keduanya bersifat stabil asimtotis. Angka reproduksi dasar digunakan untuk mengetahui terjadinya endemik penyakit dalam populasi. Berdasarkan model, angka reproduksi dasar dipengaruhi beberapa parameter, seperti tingkat interaksi antara manusia rentan dengan nyamuk terinfeksi, interaksi antara manusia terinfeksi dengan nyamuk rentan dan interaksi antara manusia sembuh dengan nyamuk rentan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencegahan menggunakan kelambu berinsektisida lebih berpengaruh dalam menurunkan proporsi jumlah manusia terinfeksi, manusia sembuh, dan nyamuk terinfeksi dibandingkan dengan pencegahan menggunakan repellen dan tanpa dilakukan pencegahan. | Malaria is infectious disease caused by the protozoan of the genus plasmodium. It is transmitted by the bite of the Anopheles mosquito that has been infected. Transmission of malaria can be prevented with the use of insecticide-treated nets and repellen. The dynamics of the spread of malaria is described into a mathematical model of the two populations are SIR-SI. The characteristics of the model can be studied from the point of equilibrium and basic reproductive number. there are two points of equilibrium; they are disease-free and endemic in which both of them are asymptotically stable. Basic reproduction rate is used to determine the occurrence of endemic diseases in the population. Based on the model, the basic reproduction rate is influenced by several parameters, such as the degree of the interaction between humans vulnerable to the infected mosquitoes, the interaction between humans infected and mosquitoes vulnerable, and the interaction between human recovered and mosquitoes vulnerable. The result shows that prevention using insecticide-treated nets is more influential in reducing the proportion of infected humans, humans recover, and infected mosquitoes compared with prevention using repellen and without any prevention. | |
| 14353 | 17662 | H1B013004 | KRITERIA PENGHENTIAN ITERASI PADA ALGORITMA STROBERI SERTA APLIKASINYA PADA FUNGSI KUADRAT | Makalah ini membahas dua tipe kriteria penghentian iterasi pada algoritma iteratif, yaitu kriteria penghentian iterasi berdasarkan galat iteratif dan berdasarkan kriteria Cauchy. Tipe-tipe kriteria penghentian iterasi tersebut diterapkan untuk memodifikasi program algoritma stroberi, yang selanjutnya digunakan untuk melakukan simulasi permasalahan optimisasi dengan fungsi tujuan berupa fungsi kuadrat. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa program algoritma stroberi dengan kriteria penghentian iterasi berdasarkan kriteria Cauchy merupakan program algoritma stroberi yang terbaik untuk mencari solusi hampiran dari setiap permasalahan optimisasi yang diberikan pada makalah ini. Hal ini terlihat dari perolehan galat relatif yang relatif sangat kecil dan waktu komputasi yang relatif lebih cepat dari program algoritma stroberi tanpa meggunakan kriteria penghentian iterasi. | This paper discusses two types of stopping criterion for an iterative algorithm. The first criteria is a criteria which is based on an iterative error and the second criteria is a criteria based on the Cauchy criterion. Two types of stopping criterion are then applied to modify the strawberry algorithm program. This modified algorithm is used to simulate the optimization problem in which it’s objective function is a quadratic function. The simulation results show that the strawberry algorithm program with stopping criterion based on the Cauchy criterion is the best strawberry algorithm program for finding an approximate solution of every simulated optimization problems in this paper. This is showed by the relative error which is relatively very small and the computation time which is relatively faster than the strawberry algorithm program without stopping criterion. | |
| 14354 | 17664 | H1H012032 | PENGARUH APLIKASI PROBIOTIK DAN PREBIOTIK DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA (NAUPLIUS – POST LARVA) UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) | Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu komoditas budidaya perairan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Permasalahan yang terjadi pada usaha budidaya udang vaname adalah rendahnya tingkat kelangsungan hidup larva udang vaname khususnya pada stadia mysis menuju post larva. Aplikasi probiotik (nitrosomonas+bacillus sp) dan prebiotik berupa molase pada media diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekstremitas dan sintasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi probiotik dan prebiotik dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan larva udang vaname (Litopenaeus vannamei). Rancangan yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan ulangan yang digunakan adalah ulangan individu (udang). Setiap bak ditebar larva ebanyak 500.000 ekor dan diberikan sesuai perlakuan, yaitu kontrol (tanpa probiotik dan prebiotik), perlakuan 1 (probiotik 0,002 mL/L+ prebiotik 2,8 mL), dan perlakuan 2 (probiotik 0,003 mL/L+prebiotik 2,8 mL) yang diberikan setiap hari selama 18 hari penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan probiotik dan prebiotik berpengaruh terhadap sintasan, dan berpengaruh terhadap pencapaian stadia larva udang vaname. Nilai sintasan dan yield yang rendah diduga disebabkan induk yang digunakan kurang baik. Kisaran kualitas air tergolong optimal dengan suhu 27⁰C-31⁰C, pH 7, salinitas 28-30 ppt, dan DO 7,7-8,2 ppm. | Vaname shrimp is one commodity that aquaculture has a high economic value. Problems that occur in vaname shrimp farming is low survival rate of shrimp larvae vaname particular on mysis stage to post-larvae. Probiotics (nitrosomonas+bacillus sp) and prebiotics (molasses) in the media is expected to increase growth and survival rate extremities. This study aims to determine the effect of probiotics and prebiotics applications with different doses on the growth and survival rate of shrimp larvae vaname (Litopenaeus vannamei). The design used is an experimental method with a completely randomized design (CRD) with three treatments and replicates used is a replay of individuals (shrimp). Each pond stocked larvae as many as 500,000 heads and given appropriate treatment, namely the control, treatment 1 (probiotics 0.002 mL/L+prebiotic 2.8 mL), and treatment 2 (probiotics 0.003 mL/L+prebiotic 2.8 mL) were administered daily for 18 days of research. The results showed that addition of probiotics and prebiotics influential on survival and effect on the achievement of vaname larval stage. value and yields low survival rate due to the parent who allegedly used poorly. The range of optimal water quality classified with 27⁰C-31⁰C temperature, pH 7, salinity (28-30ppt), and DO (7.7-8.2 ppm). | |
| 14355 | 17665 | D1E009065 | KARAKTERISTIK KARKAS PADA BANGSA SAPI YANG BERBEDA DI RUMAH PEMOTONGAN HEWAN (RPH) BANTARWUNI | Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui karakteristik karkas pada bangsa sapi Simental, Peranakan Onggole, dan Limousin di RPH Bantarwuni (persentase karkas, bobot karkas, panjang karkas dan lebar karkas) dan mengetahui pengaruh bangsa sapi yang berbeda terhadap karakteristik karkas (persentase karkas, bobot karkas, panjang karkas dan lebar karkas). Penelitian dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Bantarwuni. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sampling accidental yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu sampel yang secara kebetulan ditemukan selama penelitian dan sampel dianggap cocok sebagai sumber data Hasil penelitian menunjukan Karakteristik pada bangsa sapi yang berbeda menunjukan bahwa sapi Simmental memiliki nilai karakteristik tertinggi berupa bobot karkas, panjang karkas dan lebar karkas dibandingkan sapi Peranakan Ongole dan Limousine. Sedangkan persentase karkas tertinggi dimiliki oleh sapi Limousin. Terdapat pengaruh nyata pada bangsa sapi yang berbeda terhadap karakteristik karkas yang didapatkan. | This study was conducted to investigate the characteristics of the carcass on the nation cows Simmental, Peranakan Onggole and Limousin in RPH Bantarwuni (percentage of carcass, carcass weight, length carcass and wide carcass) and determine the influence of the different cattle to the characteristics of the carcass (carcass percentage, weight carcass, carcass length and width of carcass). The study was conducted in Abattoirs Bantarwuni. The method used is the method of sampling accidental ie sampling technique based on chance, that the samples were accidentally discovered during the study and the sample is considered suitable as a source of data results showed characteristics of the nation's different cattle indicates that cattle simmental has a characteristic value the highest form of weights long and the width of the carcass compared Peranakan Ongole and Limousine cattle. While the highest percentage owned by Limousin cows. There is a real influence on the nation's different cattle carcass characteristics were obtained. | |
| 14356 | 17754 | G1H012045 | HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN OBESITAS PADA REMAJA DI SMA N 1 PURWOKERTO | Latar Belakang: Obesitas merupakan masalah gizi yang dapat menjadi faktor beberapa penyakit degeneratif. Remaja dengan obesitas lebih beresiko mengalami penyakit degenaratif di masa tua. Stres yang tinggi dan aktivitas fisik yang rendah dapat menyebabkan obesitas. Emosi remaja yang belum stabil dapat menyebabkan remaja mudah mengalami stres. Kesibukan remaja di sekolah dan kemajuan teknologi dapat mengakibatkan aktivitas fisik rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres dan aktivitas fisik dengan obesitas pada remaja di SMA N 1 Purwokerto. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional. Data yang dibutuhkan adalah status gizi, tingkat stres dan tingkat aktivitas fisik. Status gizi diukur dengan menghitung z score, sementara tingkat stres dan tingkat aktivitas fisik diukur dengan kuisioner. Sampel dalam penelitian ini sebesar 79 orang dari siswa kelas XI SMA N 1 Purwokerto. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Kolerasi Pearson. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak terdapat hubungan antara stres dengan obesitas dengan nilai p sebesar 0,653 lebih besar dibanding nilai α yaitu 0,005. Tetapi terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan obesitas dengan nilai p sebesar 0,000 lebih kecil dibanding nilai α yaitu 0,005 dan nilai kolerasi -0,426. Kesimpulan: Aktivitas fisik mempunyai hubungan negatif dengan obesitas, semakin tinggi aktivitas fisik, semakin rendah resiko obesitas, begitu pula sebaliknya. | Background: Obesity is a nutritional problem that may be a factor in several degenerative diseases. Adolescent with obesity is more at risk of degenerative disease in old age. High stress and low physical activity can lead to obesity. The unstable adolescent emotions can cause adolescents to stress. Adolescents activity in schools and advances in technology can result in lower levels of physical activity. This study aims to determine the association between stress and physical activity with obesity in adolescents in SMA N 1 Purwokerto. Methodology: This study used cross sectional design. The information that needed for this study is nutritional status, stress levels and physical activity levels. Nutritional status is measured by calculating the z-score, while the level of stress and physical activity levels were measured by questionnaire. The sample in this study were 79 studens from grade XI of SMAN 1 Purwokerto. This study used Pearson colleration test. Result: The results showed that there was no correlation between stress and obesity with p value 0.653 which is bigger than α value 0,005. But there is a association between physical activity and obesity with p value 0.000 which is smaller than α value 0,005 and correlation value -0.426. Conslusion: Physical activity has a negatif association with obesity, higher level of physical activity can lower the risk of obesity, and vice versa. | |
| 14357 | 17951 | H1D012061 | KARAKTERISTIK MEKANIK BATAKO DENGAN PENAMBAHAN LIMBAH BAN BEKAS DAN SUPERPLASTICIZER | Dalam pembuatan dinding bangunan ada beberapa jenis bahan yang bisa digunakan yaitu: batu bata merah, batako, papan kalsium (GRC), kayu, dan kaca. Batako memiliki banyak Keuntungan: harga yang relatif murah, ukuran yang lebar membuat lebih irit bahan perekat, pemasangan lebih mudah dan cepat, kelemahan utama dari batako adalah berat dari batako tersebut lebih berat dari penyusun dinding yang lain. Untuk meringankan berat batako, maka ditambahlah substitusi dari penyusun batako yaitu limbah ban ke dalam campuran batako yang dibutuhkan. Hal ini sangat mungkin, karena limbah ban memiliki berat jenis 1,09 dan lebih ringan jika dibandingkan dengan agregat halus yaitu pasir sebesar 2,402. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan serat limbah ban terhadap sifat fisik batako yaitu berat satuan dan sifat mekanik batako yaitu kuat tekan, kuat lentur pasangan dinding batako, dan kuat geser pasangan dinding batako. Penelitian ini menggunakan potongan ban dengan ukuran 4 mm x 4 mm x 20 mm yang dicampur secara acak ke dalam berbagai konsentrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan serat limbah ban dapat menurunkan berat satuan secara signifikan, kuat tekan batako paling tinggi pada kandungan limbah ban 50%, kuat lentur pasangan dinding batako paling tinggi pada kandungan limbah ban 55%, dan kuat geser pasangan dinding batako paling tinggi ketika limbah kandungan serat ban 65%. | In making the walls of the building there are several types of materials that can be used are: bricks, concrete blocks, boards calcium (GRC), wood, and glass. Concrete blocks has many advantage: a relatively cheap price, the size of the width makes it more economical adhesive materials, installation easier and faster, the main disadvantage of concrete blocks is the weight of the concrete block wall constituent heavier than the others. To lighten the weight of concrete blocks, then Add the substitution of constituent concrete blocks that waste tires into the mix concrete blocks needed. It is very likely, because waste tires has a specific gravity of 1.09 and lighter than the fine aggregate is sand at 2.402. This study was conducted to determine the effect of fiber waste tires to the physical properties of concrete blocks that is the unit weight and mechanical properties of concrete blocks is compressive strength, flexural strength concrete blocks wall, and shear strength concrete blocks wall. This study uses the tire pieces with a size of 4 mm x 4 mm x 20 mm were mixed randomly into various concentrations. The results showed that the addition of fiber waste tires can lower unit weight significantly, the compressive strength of concrete blocks highest in content of waste tires 50%, the flexural strength concrete blocks walls highest in content of waste tires 55%, and the highest shear concrete blocks wall when waste tire fiber content of 65%. | |
| 14358 | 17650 | F1B012013 | TATA KELOLA PENANGANAN SAMPAH MELALUI KEGIATAN MENABUNG SAMPAH PADAT (STUDI KASUS BANK SAMPAH “SAMPAH SAHABATKU” DI DESA MUNTANG, KECAMATAN KEMANGKON, PURBALINGGA) | Bank sampah merupakan salah satu bentuk penanganan sampah yang bertujuan mengatasi masalah persampahan dengan karakteristik menabung sampah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan pelaksanaan tata kelola penanganan sampah melalui kegiatan menabung sampah padat di Desa Muntang, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan tata kelola penanganan sampah di Desa Muntang belum maksimal. Interaksi yang ditunjukkan oleh Bank Sampah “Sampah Sahabatku”, pemerintah, dan masyarakat dalam penanganan sampah belum mencapai tujuan yang bermanfaat dan ideal. Hal tersebut disebabkan partisipasi masyarakat masih tergolong dangkal dalam interaksi penanganan sampah, akuntabilitas yang ditunjukkan oleh pihak bank sampah dalam interaksi kepada masyarakat belum akuntabel dalam hal kewajiban dan keuangan. Serta, responsivitas untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat masih belum optimal tercapai. | Garbage bank is one form of garbage management aimed at addressing the problem of garbage with characteristics garbage saving. This study aims to describe the implementation of the governance of garbage management through the solid garbabe saving activities in the Muntang village, district of Kemangkon, Purbalingga. The research method use descriptive qualitative. The technique for selection of informant use purposive sampling. The results of this study governance of garbage management in the Muntang village not maximized. Interaction shown by garbage bank “My Friendly Garbage”, government, and community in garbage management has not reached a useful goal and ideal. This caused community participation is still relatively shallow in interaction of handling garbage, accountability shown by garbage bank to community in the interaction has not been accountable in terms of liability and financial. As well, the responsiveness to needs and demands of community is still not optimally achieved. Keyword : Garbage Bank, Governance, Interaction | |
| 14359 | 17666 | H1H012047 | APLIKASI PROBIOTIK DAN PREBIOTIK DALAM MEDIA PEMELIHARAAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA (NAUPLIUS-POST LARVA) UDANG WINDU (Penaeus monodon) | Udang windu (penaeus monodon) dengan nilai ekonomis tinggi, memiliki kendala pada pemeliharaannya, yaitu pertumbuhan lambat dan sintasan rendah. Aplikasi probiotik (nitrosomonas sp+bacillus sp) dan prebiotik (molase) pada media diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan dan sintasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh aplikasi probiotik dan prebiotik dengan dosis yang berbeda terhadap pertumbuhan dan sintasan larva udang windu. Penelitian ini berlangsung selama 18 hari dengan menggunakan metode ekperimental (RAL), 3 perlakuan dan udang sebagai ulangan, perlakuan yang digunakan adalah kontrol, Perlakuan 1 (0,002 mL/L+2,8 mL/bak), dan perlakuan 2 (0,003 mL/L+ 2,8 mL/bak). Pertumbuhan ektremitas dan sintasan yaitu perlakuan 2 memperoleh hasil lebih baik dibandingkan perlakuan 1 dan kontrol, dimana perlakuan kontrol hanya mencapai stadai mysis (8 hari), perlakuan 2 hanya mencapai post larva 4 (13 hari), sedangkan perlakuan 2 berhasil mencapai stadia post larva 10 (panen, 18 hari). Nilai kualitas air tergolong optimal dengan suhu 27ºC-31°C, pH 6-7, salinitas 28-30 ppt, dan DO 6,3-7,7 ppm. Nilai sintasan non signifikan dan yield rendah dikarenakan induk yang kurang baik dan kondisi lingkungan. | Tiger shrimp (Penaeus monodon) with high economic value, has constraints on its maintenance, ie slow growth and low survival rate. The application of probiotics (nitrosomonas sp + bacillus sp) and prebiotics (molasses) in the media are expected to contribute to the growth and survival rate. The purpose of this study was to determine the effect of probiotics and prebiotics applications with different doses on the growth and survival rate of tiger shrimp larvae. The study was conducted in 18 and Completely Randomized Design (CRD) was applied using three treatment and replications, the treatment used is the control, treatment 1 (0.002 mL/L + 2.8 mL/tub), and treatment 2 (0.003 mL/L + 2.8 mL/tub). Growth extremity and the survival rate is treatment 2 obtained better results than treatment 1 and control, where the control treatment only reaches stadai Mysis (8 days), treatment 2 only reached the post-larval 4 (13 days), whereas treatment 2 reached stadia post larvae 10 (harvest, 18 days). Values optimal water quality classified with a temperature of 27ºC-31 ° C, pH 6-7, 28-30 ppt salinity, and DO 6.3 to 7.7 ppm. Value of non significant survival rate and low yield due to unfavorable mains and environmental conditions. | |
| 14360 | 17699 | P2FB14002 | IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus Standar Penyelenggaraan Program Kelompok Bermain) | Sanggar Kegiatan Belajar sebagai lembaga pemerintah milik Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang menyelenggarakan Pendidikan non formal di mana di dalamnya terdapat Program Pendidikan Anak Usia Dini khususnya program Kelompok Bermain adalah merupakan bagian dari pendidikan sepanjang hayat yang diselenggarakan bagi warga masyarakat yang memiliki anak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses implementasi program Kelompok Bermain yang diselenggarakan oleh Sanggar Kegiatan Belajar Kabupaten Banyumas,yang terdiri dari 3 SKB yaitu SKB Ajibarang, SKB Purwokerto dan SKB Kalibagor. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif deskriptif.dengan informan dari pengelola Kelompok Bermain,Tutor SKB Kabupaten Banyumas dan Kasie Pendidikan Non Formal Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini telah menunjukan hasil bahwa implementasi Standar Program Kelompok Bermain di SKB Kabupaten Banyumas yang meliputi Standar Tingkat Pencapaian Anak, Standar Isi, Standar Proses, Standar Penilaian, Standar Pendidik dan Kependidikan, Standar Sarana dan Prasarana, Standar Pengelolaan dan Standar Pembiayaan telah dilaksanakan sebagai bentuk dari Implementasi Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 146 Tahun 2014 tentang Kurikulum Pendidikan anak Usia Dini, namun implementasinya belum sepenuhnya sesuai dengan standar yang ditetapkan. | IMPLEMENTASI PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR KABUPATEN BANYUMAS (Studi Kasus Standar Penyelenggaraan Program Kelompok Bermain) Sri Ningsih1.Dr.Muslih Faozanudin,M.Sc.2.Dr.Slamet Rosyadi,Msi3 Program Studi Magister Ilmu Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Jl. Prof. Dr. H.R Boenyamin 993, Purwokerto, 53122 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Banyumas regency, as a government agency belonging to the Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia to organize non-formal education in which there is a program of early childhood education, especially programs Playgroup as a part of the lifelong education organized for citizens who have early childhood. This study aims to analyze the process of implementation of the Play Group program of SKB Banyumas regency , which consists of 3 SKB, namely SKB Ajibarang, SKB Purwokerto and SKB Kalibagor. The method used in this study was a qualitative method and data analysis used was qualitative analysis descriptive,with informants the manager of Play Group SKB Banyumas regency,Tutor and Head of Non-Formal Education from Department of Education Banyumas. The study had been able to show the results that the implementation of the Standards Program Playgroup in SKB Banyumas regency which include Level Standards Achievement of the Child, Content Standards, Standard Process, Standard Rate, standards of Teachers and Education Personnel, Infrastructure standards, standards Management and standards Funding had been implemented as a form of implementation of the Regulation of the Minister of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 137 of 2014 on National standards of Early Childhood Education and Ministry of Education and Culture of the Republic of Indonesia Number 146 Year 2014 on Early Childhood Education curriculum, but its implementation had not been up to standard. |