Artikelilmiahs
Menampilkan 13.561-13.580 dari 49.637 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 13561 | 16906 | G1B012030 | Hubungan Motivasi dan Beban Kerja dengan Kinerja Bidan di Wilayah Kerja Puskesmas Sumbang, Kabupaten Banyumas (The Correlation Between Motivation And Workload With The Performance Of Midwives In The Work Area Of Primary Health Care Of Sumbang, Banyumas Regency) | Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Faktor yang dapat mempengaruhi kinerja tenaga kesehatan yaitu motivasi dan beban kerja. Rendahnya motivasi dan tingginya beban kerja dapat menyebabkan kinerja tenaga kesehatan menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi dan beban kerja dengan kinerja bidan di wilayah kerja Puskesmas Sumbang. Penelitian cross sectional dengan menggunakan teknik purposive sampling didapatkan sampel sebanyak 40 bidan. Analisis data yang digunakan, yaitu distribusi frekuensi, uji pearson correlate dan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bidan di wilayah kerja Puskesmas Sumbang berusia 22 – 33 tahun (70%), pendidikan terakhir Diploma III (100%), masa kerja 1 – 7 tahun (47,5%), berstatus kepegawaian sebagai pegawai tidak tetap (PTT) (42,5%), berpenghasilan Rp 1.350.000 – Rp 2.567.000 (82,5%), hubungan antara motivasi dengan kinerja diperoleh hasil p value (0,395) > α (0,05), dan hubungan antara beban kerja dengan kinerja diperoleh hasil p value (0,002) < α (0,05). Kesimpulan dari penelitian ini, yaitu tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi dengan kinerja bidan dan ada hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan kinerja bidan di wilayah kerja Puskesmas Sumbang. | Performance is the result of work as the quality and quantity of reached by employee in carried out in accordance with the responsibility of who is given. Factors that can influences the performance of health workers are motivation and workload. The lack of motivation and high workload can cause performance health workers being declined. The purpose of this study is to examine the correlation between motivation and workload with the performance of midwives in the work area of Primary Health Care of Sumbang. The method used is a cross sectional research using purposive sampling as much as 40 midwives. Data analysis used the distribution frequency, pearson correlate, and rank spearman test. The result of this study indicate that the majority of midwives are 22 - 33 years old (70%), last education in Diplomas III (100%), work period between 1 – 7 years (42,5%), employment status as a non-jobholder (PTT) (42.5%), income Rp 1.350.000 – Rp 2.567.000 (82.5%), the correlation between motivation with the performance results obtained p value (0.395) > α (0.05), and the correlation between the workload with the performance results obtained p value (0.002) < α (0.05). The conclusion of this research that there is no significant correlation between motivation with the performance of midwives and there is a significant correlation between workload and the performance of midwives in the work area of Primary Health Care of Sumbang. | |
| 13562 | 16892 | F1B012075 | EFEKTIVITAS MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN DASAR PADA GUGUS BIMA SRAYA KECAMATAN SUMPIUH | Manajemen berbasis sekolah adalah penyerasian sumber daya yang dilakukan secara mandiri oleh sekolah dengan melibatkan semua kelompok kepentingan yang terkait dengan sekolah secara langsung dalam proses pengambilan keputusan untuk memenuhi kebutuhan peningkatan mutu sekolah atau untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas manajemen berbasis sekolah dalam peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dasar pada sekolah dasar rintisan dan non-rintisan Gugus Bima Sraya di Kecamatan Sumpiuh. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Teknik pemilihan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan, efektivitas manajemen berbasis sekolah pada sekolah rintisan MBS dalam hal ini adalah SDN 2 Kebokura lebih tinggi dibandingkan sekolah-sekolah non-rintisan MBS pada Gugus Bima Sraya Kecamatan Sumpiuh. Manajemen berbasis sekolah mampu memberikan lebih banyak pengaruh yang baik terhadap peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan dasar pada sekolah rintisan. | School-based management is the harmonization of resources carried out independently by the school by involving all interest groups associated with the school directly in the decision making process to meet the needs of school improvement or to achieve national aducation goals. The aim of this research is to know the effectiveness of school based management in improving the quality of basic education in primary school pilot project and non-pilot project SBM in cluster Bima Sraya Subdistrict of Sumpiuh. The research method used is qualitative, and purposive sampling as the technique for selection of informan. The results showed that overall, the effectiveness of school-based management in pilot schools SBM in this case is the SDN 2 Kebokura higher than schools in the non-pilot SBM cluster of Bima Sraya in Sumpiuh distric. School-based management is able to provide more good effect on improving the quality of provision of basic education in pilot schools. | |
| 13563 | 16893 | G1H012017 | Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Pola Konsumsi Mi Instan pada Mahasiswa di Asrama Wisma Soedirman Unsoed | Latar Belakang: Konsumsi mi instan dapat menimbulkan sindrom kardiometabolik dan obesitas sentral pada wanita. Konsumsi mi instan masyarakat Indonesia tinggi. Mi instan dikonsumsi oleh berbagai kalangan termasuk mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pola konsumsi mi instan pada mahasiswa di Asrama Putri Wisma Soedirman Unsoed. Metodologi: Penelitian ini menggunakan studi kohort prospektif, dimana responden diikuti selama dua minggu. Pola konsumsi mi instan diperoleh melalui Food Frequency Questionnare (FFQ). Data tentang faktor individu, faktor makanan dan faktor lingkungan diperoleh menggunakan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini merupakan 67 mahasiswa yang tinggal di Asrama Putri Wisma Soediman Unsoed. Uji yang digunakan adalah uji rank Spearman dan regresi logistik. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi berpengaruh terhadap pola konsumsi mi instan dengan nilai Exp. B sebesar 5,367. Terdapat hubungan negatif antara pengetahuan gizi dan harga mi instan dengan pola konsumsi mi instan. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara biaya hidup, rasa mi instan, penampilan mi instan, tekstur mi instan, iklan di televisi dan teman sebaya dengan pola konsumsi mi instan. Kesimpulan: Pengetahuan gizi merupakan variabel yang paling berpengaruh terhadap pola konsumsi mi instan pada mahasiswa di Asrama Putri Wisma Soedirman Unsoed. | Background: Instant noodle consumption may cause cardiometabolic syndrome and abdominal obesity to women. Instant noodle consumption of people in Indonesia is considered high. Instant noodle is consumed by all kinds of people including college students. This research aims to know the factors affecting the instant noodle consumption pattern of college students in Asrama Putri Wisma Soedirman Unsoed. Methodology: The research used prospective cohort study. Respondents were followed for two weeks. Instant noodle consumption pattern was obtained based on eating frequency calculation through Food Frequency Questionnaire. Data on individual, food and environmental factor were obtained from questionnaire. Samples were 67 college students who lived in Asrama Putri Wisma Soedirman Unsoed. Rank Spearman and logistic regression were used to test. Result: The result showed that nutrition knowledge affected to instant noodle consumption pattern of college students with Exp. B value 5.367. There was negative correlation between nutrition knowledge and instant noodle’s price with instant noodle consumption pattern. There was no significant correlation between income, flavor, appearance, texture, TV ads and peers with instant noodle consumption pattern. Conclusion: Nutrition knowledge was the most influential variable towards instant noodle consumption pattern of college students in Asrama Putri Wisma Soedirman Unsoed. | |
| 13564 | 16894 | H1B011008 | Fungsi Ackley dan Pencarian Nilai Optimumnya Menggunakan Algoritma Stroberi | Pada makalah ini dibahas mengenai fungsi Ackley di ruang dimensi tiga beserta nilai optimumnya (yaitu maksimum dan minimum globalnya) yang diperoleh menggunakan algoritma stroberi. Fungsi Ackley memuat fungsi eksponensial natural yang mempunyai pangkat tak rasional dan fungsi eksponensial natural yang mempunyai pangkat kosinus. Fungsi ini biasa digunakan sebagai fungsi uji pada masalah optimisasi, khususnya untuk kasus minimisasi. Fungsi Ackley mempunyai satu nilai minimum global, yaitu 0, di titik (0, 0), tetapi mempunyai banyak maksimum dan minimum lokal yang disebabkan oleh osilasi dari suku yang memuat kosinus. Pada skripsi ini, nilai optimum dari fungsi Ackley di daerah asal yang tidak memuat (0, 0) akan dicari secara hampiran dengan cara mencari penyelesaian masalah optimisasi dengan fungsi tujuan berupa fungsi Ackley menggunakan algoritma stroberi. Daerah asal fungsi ini khususnya diambil pada selang [20, 32]×[20, 32]. Nilai maksimum global fungsi Ackley adalah 22,3049 yang terjadi pada titik (31,5025; 29,5155). Nilai hampiran ini lebih besar dibandingkan dengan nilai hampiran yang diperoleh menggunakab toolbox optimization pada Maple 13, yaitu 22,23999 yang terjadi pada titik (25,997; 25,997). Sementara itu, nilai minimum global fungsi Ackley adalah 19,7804 yang terjadi pada titik (23,9971; 21,0025). Nilai hampiran ini lebih kecil dibandingkan dengan nilai hampiran yang diperoleh menggunakan toolbox optimization pada software Maple 13, yaitu 19,9459 pada titik (29,566; 29,566). | This paper discuss about three dimensional Ackley function and its optimum values (i.e. its global maximum and minimum) which are found by using strawberry algorithm. Ackley function contains exponential function with irrasional power and exponential function with cosinus power. This function usually is used as a test function in optimization problems, especially in the case of minimization. Ackley function has one global minimum, that is 0, which occurs at point (0, 0). However, thus function has many local maximum and minimum due to a term which contains cosinus. In this final project, we examine the approximate optimum values of Ackley function in a domain excluding (0, 0) by using strawberry algorithm. Particularly, we restrict the domain in the interval [20, 32]×[20, 32]. The global maximum value of Ackley function is 22,3049 which occurs at the point (31,5025; 29,5155). These approximate value are bigger compare to that of given by toolbox optimization in software Maple 13 since the toolbox optimization provide the global maximum 22,23999 at (25,997; 25,997). Meanwhile the global minimum value of Ackley function is 19,7804 which occurs at the point (23,9971; 21,0025). These approximate value are smaller compare to that of given by toolbox optimization in software Maple 13 since the toolbox optimization provide the global minimum 19,9459 at (29,566; 29,566). | |
| 13565 | 17013 | G1D011037 | HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU BEKERJA TENTANG ASI EKSKLUSIF DI KECAMATAN PADAMARA | Latar belakang: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan salah satu program pemerintah untuk menurunkan Angka Kematian Bayi (AKB). Ibu pada masa menyusui, khususnya ibu yang bekerja perlu memiliki pengetahuan yang baik tentang ASI eksklusif, sehingga akan mempengaruhi sikap ibu untuk mendukung adanya ASI eksklusif. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu bekerja tentang ASI eksklusif di Kecamatan Padamara. Metode: Penelitian ini menggunakan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian yaitu ibu bekerja yang memiliki bayi usia 0-6 bulan dengan jam kerja selama 8-10 jam sehari dan mendapat gaji. Jumlah sampel pada penelitian sebanyak 44 responden. Analisis yang digunakan yaitu tabel silang dan uji korelasi Chi Square. Hasil: Lebih dari separuh responden (52,3%) memiliki pengetahuan baik tentang ASI eksklusif dan sebagian besar responden (59,1%) bersikap mendukung ASI eksklusif. Responden yang berpengetahuan baik mayoritas (69,2%) bersikap mendukung ASI eksklusif, sedangkan responden yang berpengetahuan tidak baik mayoritas (72,2%) bersikap tidak mendukung ASI eksklusif. Hasil uji korelasi Chi Square menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu bekerja tentang ASI eksklusif (p= 0,016). Kesimpulan: Ada hubungan antara pengetahuan dengan sikap ibu bekerja tentang ASI eksklusif di Kecamatan Padamara. Saran: Perlu penelitian lanjutan berupa penelitian kualitatif terkait pengetahuan dan sikap ibu bekerja tentang ASI eksklusif, serta penelitian kuantitatif tentang pemanfaatan waktu istirahat dan fasilitas memerah ASI di tempat kerja terkait dengan ASI eksklusif. | Background: Exclusive breastfeeding (EBF) is one of the government programs to reduce infant mortality rate (IMR). Mother during breastfeeding period, particularly working mothers need to have a good knowledge about exclusive breastfeeding, so it may affect the attitude of mother to support the practice of exclusive breastfeeding. Objective: To determine the relationship between knowledge and attitude of working mothers on exclusive breastfeeding in Padamara sub-district. Method: This research used analytic survey with cross sectional approach. The research sample was working mothers with infants aged 0-6 months and working hours for 8-10 hours a day and received a salary. The total sample in this research was 44 respondents. The analysis used in this research was cross table and Chi Square correlation test. Result: More than half of the respondents (52.3%) had a good knowledge about exclusive breastfeeding and the majority of respondents (59.1%) were supportive of exclusive breastfeeding. The majority of respondents with a good knowledge (69.2%) were supportive of exclusive breastfeeding, while the majority of respondents with poor knowledge (72.2%) were not supportive of exclusive breastfeeding. The result of Chi Square correlation test indicated that there was a relationship between knowledge and attitude of working mothers on exclusive breastfeeding in Padamara sub-district. Suggestion: It needs a further research in the form of qualitative research related to knowledge and attitude of working mothers on exclusive breastfeeding, and a quantitative research on the use of rest hours and facilities to squeeze breast milk out in the workplace related to exclusive breastfeeding. | |
| 13566 | 21357 | C1J013038 | ANALISIS YANG MEMPENGARUHI IMPOR KENTANG DI INDONESIA TAHUN 1994-2015 | Kentang merupakan komoditas pangan yang penting di Indonesia dan dibutuhkan sepanjang tahun selain beras sebagai bahan pangan utama. Permintaan terhadap sayuran termasuk kentang di Indonesia setiap tahun terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tingkat pendapatan masyarakat serta tumbuhnya industri pengolahan kentang. Kentang bukan hanya sebagai konsumsi sayuran semata namun konsumsi kentang dalam bentuk hasil proses (chips dan French fries)juga menunjukan peningkatan. Terjadi peningkatan konsumsi kentang untuk kentang olahan, serta kentang beku untuk yang biasa digunakan untuk kentang goreng. Tipe dari penelitian ini adalah penelitian asosiatif. Teknik analisis adalah regresi linier berganda. Variabel terikat adalah impor kentang Indonesia. Variabel bebas adalah konsumsi kentang Indonesia, produksi kentang Indonesia, pendapatan per kapita dan nilai tukar rupiah. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa konsumsi kentang dan pendapatan per kapita berpengaruh positif dan signifikan. Produksi kentang berpengaruh negatif dan signfikan sedangkan nilai tukar rupiah berpengaruh positif tidak signifikan. Implikasi yang dapat dinyatakan untuk memperbaiki kebijakan Untuk meningkatkan produksi dalam negeri agar dapat memberikan kontribusi terhadap PDB, sehingga peningkatan PDB dapat digunakan untuk membiayai kebutuhan impor barang lain yang benar-benar tidak dapat dihasilkan di Indonesia. Di sisi lain, pemerintah sebaiknya lebih mengutamakan kebijakan untuk menangkar atau memproduksi bibit kentang secara massal atau diperbanyak agar petani dapat menggunakan bibit produksi dalam negeri dibandingkan dengan impor kentang segar maupun bibit. Menekan jumlah permintaan kentang impor dengan menggalakkan kecintaan terhadap produk dalam negeri karena baik rasa dan kualitas kentang dalam negeri tidak kalah dengan kentang impor. | Potato is an important food commodity in Indonesia and are needed throughout the year besides rice as the main foodstuff. Demand for vegetables including potato in Indonesia continues to increase every year as population increases, income levels and the growth of potato processing industries. Potato are not just vegetable consumption but potato consumption in processed form (chips and French fries) also shows improvement. There is an increase in potato consumption for processed potato, as well as frozen potato for those commonly used for French fries. The type of this study is associative research. The technique of analysis is multiple linear regression. The dependent variable is the import of Indonesian potato. The independent variables are Indonesian potato consumption, Indonesian potato production, per capita income and rupiah exchange rate. The results of this study show that potato consumption and per capita income have a positive and significant effect. Potato production has a negative and significant effect while the exchange rate of rupiah has positive effect is not significant. Implications that can be expressed to improve policies to increase domestic production in order to contribute to GDP, so that the increase in GDP can be used to finance the needs of imports of other goods that can not really be produced in Indonesia. On the other hand, the government should prioritize policies for breeding or producing potato seeds in bulk or reproduced so that farmers can use domestic production seeds compared to imported fresh potato and seeds. Suppressing the number of imported potato demand by encouraging the love of domestic products due to the good taste and quality of domestic potato is not inferior to imported potato. | |
| 13567 | 16895 | G1H012041 | Kebiasaan Mengonsumsi Jajan terhadap Status Gizi pada Anak Sekolah Pengguna Katering dan Nonkatering (Kasus di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh) | Latar Belakang: Kebiasaan mengonsumsi jajan dapat mempengaruhi status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kebiasaan jajan dan status gizi pada anak sekolah pengguna katering dan nonkatering di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh serta mengetahui hubungan kebiasaan jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh. Metodologi: Desain penelitian ini menggunakan cross sectional dengan 38 responden dengan metode Simple Random Sampling. Kebiasaan konsumsi jajan diperoleh menggunakan FFQ . Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan uji Mann Whitney. Hasil: Hasil uji univariat menunjukkan bahwa pada anak sekolah pengguna katering kebiasaan jajan yaitu sebesar 28,5% sedangkan anak sekolah yang nonkatering sebesar 76,5%. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat perbedaan kebiasaan jajan (p = 0,004) dan status gizi (p= 0,044) pada anak sekolah pengguna katering dan nonkatering di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh (p= 0,117) dan (p= 0,142). Kesimpulan: Terdapat perbedaan kebiasaan konsumsi jajan dan status gizi pada anak sekolah pengguna katering dan non katering di SD UMP Purwokerto dan SDN 2 Dukuhwaluh serta tidak terdapat hubungan antara kebiasaan mengonsumsi jajan terhadap status gizi di SD UMP Purwokerto dan di SDN 2 Dukuhwaluh. Kata Kunci: Kebiasaan jajan, Status Gizi, katering, nonkatering. | Background: Snacking habit will affect nutritional status. This research aims to know the difference between snacking habit and nutritional status of catering and non-catering food consumer in SD-UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh as well as knowing the corelation between snacking habit and nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. Methodology: This research used cross sectional design with thirty eight respondents were collected by Simple Random Sampling method. Snacking habit was obtained by using FFQ. The data were analyzed by using Chi-Square and Mann Whitney analysis. Result: Univariate analysis showed that the snacking habit on catering food consumers was 28.5%, whereas on non-catering food consumers was 76.5%. Bivariate analysis result showed the difference between snacking (p= 0.004) and nutritional status (p= 0.044) on catering and non-catering food consumers in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. There was no corelation between snacking habit and the nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh (p= 0,117) and (p=0,142). Conclusion: There was difference in snacking habit and nutritional status on students who were catering and non-catering consumers in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh and there was no corelation between snacking habit and nutritional status in SD UMP Purwokerto and SDN 2 Dukuhwaluh. Key words: Snacking habit, Nutritional status, catering food, non-catering food. | |
| 13568 | 16896 | F1B012064 | STRATEGI PEMERINTAHAN DAERAH DALAM PEMENUHAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) PUBLIK DI KAWASAN PERKOTAAN PURWOKERTO | Ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) publik 20 persen di Kawasan Perkotaan diamanatkan dalam Undang-undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang dan Peraturan Daerah No. 10 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Banyumas Tahun 2011-2031. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi RTH Publik, strategi yang dilakukan oleh Pemda, serta faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan strategi dalam pemenuhan RTH publik di Kawasan Perkotaan Purwokerto. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa proporsi RTH publik di Kawasan Perkotaan Purwokerto mengalami peningkatan setelah adanya Perda RTRW, strategi yang dilakukan Pemda yakni menyusun Perda RDTRK Perkotaan Purwokerto namun belum dilegalisasi, menyediakan RTH publik baru dengan melakukan perencanaan pembelian lahan, perubahan fungsi lahan milik Pemda, mewajibkan pihak pemohon izin pemanfaatan ruang menyediakan RTH publik pada perumahan, dan baru mewacanakan pemberian panduan dan fasilitasi modal CSR sebab belum terdapat Perda CSR. Dalam pengembangan RTH publik yang telah ada, Pemda melakukan penambahan luas RTH publik areal dan terdapat komunitas hijau yang sudah terlihat membaik dalam memanfaatkan sempadan sungai. Kendala yang ada yakni masalah kepemilikan lahan dan keterbatasan anggaran, sedangkan peluang yang mendukung yakni hanya dari sisi regulasi yang mengharuskan tersedianya RTH publik 20 persen dari total luas Kawasan Perkotaan. | The availability of public green open space as much as 20 percent of the total urban area that is in Law No. 26 of 2007 on Spatial Planning and Regional Regulation No. 10 of 2011 on Spatial Planning Banyumas in 2011-2031. This study aimed to describe the condition of public green space, the strategy undertaken by the Local Government, as well as the factors supporting and hindering the implementation of the strategy in the fulfillment of public green space in Purwokerto Urban Area. The results of this study concluded that the proportion of green space public in Purwokerto Urban Area increased after Regional Regulation Spatial Plan, the strategy carried the Local Governments drafting Regional Regulations Detailed Spatial Plan Urban Area Purwokerto but has not been legalized, presents new public green space by planning the purchase of land, changes in land use government-owned, obliging the applicant permit to use the space to provide public green space in the housing, and discoursing provision of guidance and facilitation of CSR capital because there has been no regulation. In the development of existing public green space, the Local Government made additional broad public green space area and there is a green community that has seen better in utilizing the river border. Obstacles that there is the problem of land ownership and budget constraints, while the opportunity to support the just from the regulation that requires the availability of public green space as much as 20 percent of the total area of Urban. | |
| 13569 | 16897 | H1H011018 | PEMANTAUAN JENIS, PREVALENSI, DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PADA BENIH IKAN CUPANG HIAS (Betta splendens, Regan 1910) DI CIWARAK, KARANGGINTUNG, SUMBANG, BANYUMAS | Tujuan penelitian ini adalah untuk pemantauan jenis-jenis ektoparasit, prevalensi dan intensitas ektoparasit benih ikan cupang hias (Betta splendens Regan, 1910) di pembudidaya ikan cupang hias Ciwarak, Karanggintung, Sumbang, Banyumas. Metode yang digunakan pada penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif dengan metode survei. Pengambilan sampel secara berkala sebanyak 5 kali selama masa penelitian dari bulan Agustus – September 2016. Total ikan sampel sebanyak 90 ekor. Pemantauan ektoparasit dilakukan di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Jenderal Soedirman. Dalam penelitian ini diperoleh tiga jenis ektoparasit yaitu, Trichodina sp, Ichthyophthirius multifiliis dan cacing monogenea dengan prevalensi masing – masing ; Trichodina sp. ; 25 – 55% ; Ichthyophthirius multifiliis 20%, dan cacing monogenea ;10 - 20%. Intensitas Trichodina sp. ; 6 – 23 ind/ekor, Ichthyophthirius multifiliis ; 4 ind/ekor dan cacing monogenea 2 – 4 ind/ekor. | The purpose of this research is to species, prevalence and intensity of ectoparasites on Betta fish Fry (Betta splendens Regan, 1910) in the Betta fish farmers Ciwarak, Karanggintung, Sumbang, Banyumas. The method used in this research is descriptive exploratory. Periodic sampling was done five times during the study period. Total sample of 90 fish. Examination of ectoparasites was performed Laboratory of Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Jenderal Soedirman University. The results of this research are three types of ectoparasites that is, Trichodina sp, Ichthyophthirius multifiliis and monogenean worm with prevalence; Trichodina sp. ; 25-55%; Ichthyophthirius multifiliis 20%, and monogenean worm; 10-20%. The intensity of Trichodina sp. ; 6-23 ind / fish, Ichthyophthirius multifiliis; 4 ind / fish and monogenean worm 2-4 ind / fish. | |
| 13570 | 16898 | G1B012015 | FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP TIPE PREMENSTRUAL SYNDROME (PMS) PADA WANITA USIA SUBUR | Premenstrual syndrome (PMS) merupakan kumpulan gejala fisik, psikologis, dan emosi yang terjadi pada wanita usia reproduksi serta timbul 7-10 hari sebelum menstruasi. Hasil survei pendahuluan di Kelurahan Wirasana, sebanyak 9 wanita dari 12 wanita mengalami PMS. Sebanyak 5 wanita mengalami PMS ringan dan sebanyak 4 wanita mengalami PMS sedang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tipe PMS pada wanita usia subur yang sudah menikah. Penelitian observasional analitik ini menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kelurahan Wirasana, Kecamatan Purbalingga pada bulan Mei sampai Juli 2016. Populasi penelitian yaitu wanita usia subur yang sudah menikah dan mengalami PMS. Sampel penelitian menggunakan Stratified Random Sampling dengan jumlah 92 sampel. Analisis data menggunakan Uji Regresi Logistik. Variabel stres, usia, dan pernah melahirkan masuk dalam analisis multivariat (nilai ρ≤0,25). Hasil uji Regresi Logistik dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05) menunjukkan nilai ρ variabel stres (ρ≤0,05). Responden yang mengalami stres 73,1% mengalami PMS tipe A, tipe D, atau tipe kombinasi A-D. Ada pengaruh stres terhadap tipe premenstrual syndrome (PMS) pada wanita usia subur. | Premenstrual syndrome (PMS) is a collection of physical symptoms, psychological, and emotional that happen to women of reproductive age, as well as happens 7-10 days before the menstruation. The result of a preliminary survey in Wirasana village, as many as 9 women out of 12 women experience PMS. A total of 5 women experience mild PMS and 4 women experience moderate PMS. The purpose of this research to determine the factors influenced types of PMS at women of reproductive age who was married. This research was observational analytic with cross sectional approach. The research was conducted in Wirasana village, District Purbalingga in May to July 2016. The study population is women of reproductive age who was married and has PMS. The research sample used Stratified Random Sampling with summed of 92 samples. The data analysis used Regression Logistic. Stress, age, and have been birth, were entered to multivariate analyze (ρ≤0,25). The Regression Logistic test with 95% significance level (α=0,05) showed the value of the variable stress (ρ≤0,05). Respondents have stress, 73,1% have types of PMS type A, type D, or type combination of A-D. There is a influence stress to types of premenstrual syndrome (PMS) to women of reproductive age. | |
| 13571 | 17027 | G1F012013 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI FRAKSI ETIL ASETAT MISELIUM FUNGI ENDOFIT DAUN BAKAU HITAM (Rhizophora mucronata) TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli. | Daun bakau hitam (Rhizophora mucronata) secara empiris telah digunakan sebagai pengobatan diare. Pemanfaatan daun bakau secara langsung dapat menganggu kelestarian alam sehingga dapat dimanfaatkan fungi endofit yang dapat menghasilkan senyawa bioaktif yang sesuai dengan inangnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri fraksi etil asetat fungi endofit daun bakau dengan menentukan nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM). Penelitian ini dilakukan secara eksploratif. Penelitian diawali dengan mengisolasi fungi endofit kemudian difermentasikan dan dipisahkan filtrat dan miseliumnya. Miselium dimaserasi menggunakan metanol, diektraksi dengan pelarut n-heksan,bagian tidak larut n-heksan di fraksinasi dengan etil asetat dan dievaporasi hingga diperoleh fraksi miselium larut etil asetat kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri secara mikrodilusi. Hasil yang diperoleh satu isolat fungi endofit Nigospora oryzae. Fraksinasi dengan etil asetat didapatkan fraksi etil asetat sebesar 0,0731 gram dengan rendemen sebesar 2,41%. Hasil uji antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli didapat nilai KHM masing-masing sebesar 250 ppm dan nilai KBM 500 ppm pada masing-masing bakteri uji. | Rhizophora mucronata leaves was been used as empirically diarrhea. Utilization of mangrove leaves directly, can damaging the plant preservation so that can be used endophytic fungi which can produce bioactive compound corresponding with the host. This study aims to determine the antibacterial activity from ethyl acetate fraction of endophytic fungi mangrove leaves by determining the Minimum Inhibitory Concentration (MIC) and Minimum Bactericidal Concentration (MBC). This study was an explorative research. This study started by isolating the endophytic fungi then fermented and the mycelia and the filtrate were separated. The fungal mycelia were macerated with methanol, fractionated by n-hexane, the part which insoluble with n-hexane were fractionated with ethyl acetate then evaporated to give ethyl acetat fraction then antimicrobial activity determined by microdilution method. The result was an isolate of endophytic fungi, Nigrospora oryzae. Fractionated with ethyl acetate were obtained the ethyl acetate fraction 0,0731 gr with a yield of 2,41%. The MIC and MBC values for antibacterial activity against Staphylococcus aureus and Escherichia coli were at concentration 250 ppm and 500 ppm for each bacteria. | |
| 13572 | 17098 | F1B009006 | Pengaruh Komunikasi Program dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Bank Sampah terhadap Kualitas Lingkungan di Kunciran Mas Permai Kota Tangerang | Penelitian ini berjudul Pengaruh Komunikasi Program dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Bank Sampah terhadap Kualitas Lingkungan di Kunciran Mas Permai Kota Tangerang. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh yang positif dan signifikan antara Komunikasi Program dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Bank Sampah terhadap Kualitas Lingkungan di Kunciran Mas Permai Kota Tangerang. Sasaran penelitian adalah masyarakat RW 001 di Kunciran Mas Permai. Metode penelitian menggunakan metode survai, teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, metode pengumpulan data menggunakan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan korelasi product moment, kendall’s tau-b, distribusi frekuensi, korelasi parsial, dan regresi ordinal. Pengujian hipotesis pertama dan kedua dengan menggunakan analisi kendall’s tau-b didukung dengan regresi ordinal, dan analisis korelasi parsial untuk melihat hubungan antar variabel, sementara pengujian hipotesis ketiga dengan menggunakan analisis regresi ordinal. Berdasarkan hasil analisis secara kuantitatif dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa: Komunikasi Program dalam Program Bank Sampah mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kualitas Lingkungan dibuktikan dengan korelasi kendall’s tau-b 0,624** dan hasil regresi ordinal diketahui nilai koefisien regresi 0,607. Partisipasi Masyarakat dalam Program Bank Sampah mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kualitas Lingkungan dibuktikan dengan hasil korelasi kendall’s tau-b 0,641** dan hasil regresi ordinal diketahui nilai koefisien regresi 0,676. Komunikasi Program dan Partisipasi Masyarakat dalam Program Bank Sampah secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Kualitas Lingkungan, dibuktikan dengan hasil regresi ordinal diketahui nilai koefisien regresi 0,691. | This Research titled “Influence the Communication Program and Public Participation in Waste Bank Program to Environmental Quality at Kunciran Mas Permai Tangerang City”. The purpose of this research was to determine the effect a positive and significant correlation between Communication Program and Public Participation in Waste Bank Program to Environmental Quality at Kunciran Mas Permai Tangerang City. The research conducted is the society of RW 001 at Kunciran Mas Permai. Research methods using survey methods, sampling tehniques using Simple Random Sampling Techniques, method of data collection using quetionnaires, observation, and documentation. Technique of data analysis was done by product moment correlation, kendall’s tau b, frequency distribution, partial correlation, and regression ordinal. The first and second hypothesis tetsing using Kendall tau-b supported by ordinal regression, and partial correlation analysis to look at the relationship between variables, while the third hypothesis testing using ordinal regression. The results of this research showed that: Communication Program in Waste Bank Program has a positive influence and significant impact on the Environmental Quality as evidenced by the results of kendall’s tau-b correlation analysis of 0,624** to indicate a positive direction. While based on the ordinal regression analysis known the value of the regression coefficient 0,607. Public Participation in Waste Bank Program has a positive influence and significant impact on the Environmental Quality as evidenced by the results of kendall’s tau-b correlation analysis of 0,641** to indicate a positive direction. While based on the ordinal regression analysis known the value of the regression coefficient 0,676. Communication Program and Public Participation in Waste Bank Program together has a positive influence and significant impact on the Environmental Quality as evidenced by the results of the ordinal regression analysis known the value of the regression coefficient 0,691. | |
| 13573 | 16899 | G1B012016 | PERAN TENAGA GIZI PUSKESMAS DALAM UPAYA PERBAIKAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI KABUPATEN BANYUMAS TAHUN 2016 | Tenaga Gizi Puskesmas memiliki peran dalam upaya perbaikan status gizi anak balita. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran tenaga gizi puskesmas dalam upaya perbaikan status gizi anak balita di Kabupaten Banyumas. Jenis penelitian deskriptif dengan metode kualitatif. Informan utama penelitian adalah 9 tenaga gizi puskesmas di Kabupaten Banyumas, sedangkan informan pendukung penelitian adalah 9 kader posyandu, 9 ibu anak balita gizi buruk, 8 kepala puskesmas, dan kepala seksi gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas. Keabsahan data dengan triangulasi sumber. Analisis data dengan model Miles dan Huberman (1984) (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Penelitian ini menunjukan bahwa tenaga gizi puskesmas mengetahui program pemerintah dalam upaya perbaikan status gizi anak balita yaitu Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan, Pemberian Makanan Tambahan (PMT), ASI Eksklusif, Makanan Pendamping ASI (MP-ASI), dan Vitamin A. Motivasi Tenaga Gizi Puskesmas melaksanakan perannya yaitu tanggungjawab, keinginan membagikan ilmu, ibadah, reward, dan agar status gizi anak balita baik. Tenaga Gizi Puskesmas mengikuti pelatihan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat menunjang peran tenaga gizi. Peran Tenaga Gizi Puskesmas sebagai pelaksana dalam upaya perbaikan status gizi anak balita yaitu melakukan penanganan balita gizi buruk, surveilans gizi, dan pembinaan kader posyandu. Sedangkan peran Tenaga Gizi Puskesmas sebagai pendidik yaitu melakukan konseling gizi dan penyuluhan gizi. | Nutritionist of Primary Health Care (Nutritionist of Puskesmas) has a role to improve the nutritional status of children under age five. The purpose of research was to determine the role of nutritionists of Puskesmas in improving the nutritional status of children under age five in Banyumas Regency. The type of this research was a descriptive research with qualitative method. The key informants of this research were 9 nutritionists of Puskesmas in Banyumas Regency. The data validity in this research used triangulation. Data were analyzed using Miles and Huberman models (1984) (data reduction, data presentation, and conclusion). This research showed that the Nutritionists of Puskesmas were aware of the government programs in improving the nutritional status of children under age five, such as the Movement of 1000 First Day of Life, supplementary feeding (PMT), exclusive breastfeeding, complementary feeding (MP-ASI), and Vitamin A. The motivation of Nutritionists of Puskesmas was the responsibility of carrying out their role, the desire to share knowledge, worship, reward, and the better nutritional status of children under age five. The nutritionists of Puskesmas had training to improve the knowledge and skills to support the role of Nutritionists of Puskesmas. The roles of nutritionists of Puskesmas as an implementer in improving the nutritional status of children under age five were to handle malnutrition children, nutritional surveillance, and Posyandu cadres training. The role of the nutritionists of Puskesmas as an educator was to provide information through nutritional counseling and nutrition socialization. | |
| 13574 | 17185 | F1A012082 | MASYARAKAT VS TEMPAT PEMROSESAN AKHIR (Studi Deskriptif tentang Tanggapan Masyarakat Sekitar terhadap Keberadaan TPA Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga) | Kehidupan manusia dengan segala aktivitas yang dilakukan manusia tidak akan terlepas dari sampah. Dengan jumlah produksi sampah tinggi, tetapi penanganan sampah yang kurang, maka hal ini dapat menyebabkan sampah menumpuk. Untuk itu untuk mencegah menumpuknya sampah maka dibutuhkan TPA untuk pemrosesan sampah. Keberadaan TPA di tengah masyarakat akan memberikan dampak yang positif maupun negatif bagi masyarakat sekitarnya. Kehadiran TPA di Desa Banjaran, Kecamatan Bojongsari, Kabupaten Purbalingga tentu akan mempengaruhi kehidupan masyarakat sekitarnya baik kondisi lingkungan, kesehatan, maupun ekonomi masyarakat sekitar TPA. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tanggapan masyarakat Desa Banjaran mengenai keberadaan TPA di Desa Banjaran masyarakat sudah merasa terganggu dan merasa tidak nyaman. Masyarakat menganggap TPA tersebut sudah seharusnya ditutup dan dipindahkan karena kondisinya yang buruk dan sudah hampir penuh. Kemudian dampak yang dirasakan masyarakat terhadap keberadaan TPA di Desa Banjaran di antaranya pencemaran air dan udara, gangguan pada kesehatan dan dampak sosial yaitu adanya penolakan masyarakat mengenai keberadaan TPA Desa Banjaran. | Human life with all human activities that do not will be separated from the waste. With the number of high production of waste, but waste management was lacked, then it can cause the garbage piled up. For that to prevent large amounts of waste were needed landfill for waste processing. The existence of the landfill in the community would be provide positive and negative impacts for the surrounding community. The presence of landfill. in Banjaran village, District Bojongsari, Purbalingga would certainly affected the life of the surrounding community better environmental conditions, health, and economic communities around the landfill. The method used is descriptive qualitative. The results of this study show that response from the public about the existence of the landfill in Banjaran Village and Banjaran community already disturbed and feel uncomfortable, than people consider the landfill should be closed and moved due to the poor condition and was nearly full. The damage caused to the public of existence the landfill in Banjaran village including air and water pollution, and disturbance to Health and social impacts that was rejected by public about the existence of the landfill Desa Banjaran. | |
| 13575 | 18839 | D1E013219 | KADAR PROTEIN KASAR, SERAT KASAR DAN BAHAN ORGANIK RANSUM YANG MENGGUNAKAN DAUN SENGON, TONGKOL JAGUNG, KLOBOT JAGUNG DAN KULIT BAWANG PUTIH | Penelitian dilakukan dengan metode eksperimental menggunakan analisis proksimat. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yaitu P1 : Konsentrat 70% + tepung daun sengon 30% (BK), P2 : Konsentrat 70% + tepung tongkol jagung 30% (BK), P3 : Konsentrat 70% + tepung klobot jagung 30% (BK), P4 : Konsentrat 70% + tepung kulit bawang putih 30% (BK). Variabel yang dikur yaitu kadar protein kasar, serat kasar dan bahan organik. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan analisis variansi, jika terdapat perbedaan maka akan dilakukan uji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil yang diperoleh menunjukan perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap protein kasar, serat kasar dan bahan organik ransum. Hasil uji BNJ menunjukkan kadar protein kasar terendah yaitu P2 (8.3214%) dan tidak berbeda dengan P3 (8.7240%) ,sedangkan P4 (9.6375%) dan P1 (13.3581%) berbeda nyata dengan perlakuan yang lain. Kadar serat kasar pada P4 (27.1449%) dan P1 (19.1179 %) berbeda nyata dengan P2 (23.1039%) dan P3 (22.7865%). Kadar bahan organik P4 (80.6090%) lebih rendah dibanding P2 (82.0757%),P3 (81.9224%) dan P1 (81.7656%). Berdasarkan hasil penelitian kali ini dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang menunjukan kadar protein kasar ransum yang tertinggi dan serat kasar ransum yang rendah yaitu ditunjukan oleh P1 dengan rataan kadar protein kasar dan serat kasar 13.3581% ± 0.55389 dan 19.1179 % ± 2.69538. Kadar bahan organik tertinggi ditunjukkan oleh P2 dengan nilai 82.0757 % ± 0.04224. | The research method was experimental by using proximate analysis. The study used completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 5 replications. The treatments were P1 : concentrate, 70% + sengon leaf, 30% (DM), P2 : concentrate, 70% + corn cob, 30% (DM), P3 : concentrate, 70% + corn husk, 30% (DM), P4 : concentrate, 70% + garlic husk, 30% (DM). Variables measured in this study were the levels of crude protein, crude fiber and organic matter. Data were analyzed using analysis of variance and followed by Honesty significant difference (HSD) test. The results of this study showed that treatment had a significant (P<0.05) effect on crude protein, crude fiber and organic matter in the ration. The results of HSD test showed that the lowest crude protein level was of P2 (8.3214%) and had no differences to P3 (8.7240%), while P4 (9.6375%) and P1 (13.3581%) had a significant difference to the other treatments. The level of crude fiber of P4 (27.1449%) and P1 (19.1179 %) had a significant difference to P2 (23.1039%) and P3 (22.7865%). The levels of organic matter of P4 (80.6090%) was the lowest than P2 (82.0757%),P3 (81.9224%) and P1 (81.7656%). Based on the results the P1 showed the lowest level of crude fiber and the highest level of crude protein in the ration. The highest organic matter was showed by P2. | |
| 13576 | 16770 | D1E011264 | Analisis Kelayakan Finansial Usaha Peternakan Ayam Kampung Super di Kabupaten Banyumas (Studi Kasus Pada Kelompok AKAS) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya, penerimaan dan investasi pada usaha ayam kampung super dan mengetahui kelayakan finansial usaha ternak ayam kampung super di Kabupaten Banyumas dengan menggunakan criteria investment (NPV, IRR, Net B/C dan Payback Period). Penelitian dilaksanakan dengan metode survei. Sasaran penelitian tertuju pada usaha peternak ayam kampung super kelompok AKAS Farm. Metode penetapan sampel menggunakan metode purposive. Kelompok yang terpilih adalah kelompok AKAS, karena kelompok ini merupakan satu-satunya kelompok yang berjalan secara intensif dalam mengelola para peternak yang ada di Banyumas. Sampel responden yaitu dengan mengambil seluruh responden dari kelompok AKAS yang berjumlah 40 peternak. Hasil perhitungan biaya investasi rata-rata yang dikeluarkan oleh peternak usaha ayam kampung super yang bergabung pada kelompok AKAS sebesar Rp.19.514.500,-. Biaya operasional yang dikeluarkan rata-rata sebesar Rp. 21.753.645,-. Penerimaan rata-rata sebesar Rp. 28.031.558,- maka pendapatan rata-rata sebesar Rp.6.227.913,-. Serta hasil analisis kelayakan finansial diketahui bahwa usaha ayam kampung super layak diusahakan. Nilai rata-rata NPV sebesar Rp. 4.108.874. Nilai IRR sebesar 17,71 persen. Nilai Net B/C sebesar 1,21 dan nilai payback period 4 tahun. | This research aims to determine the cost, acceptance and investment of the super kampong chicken and the financial proporness of super kampong chicken business in Banyumas Regency using investment criteria (NPV, IRR, Net B/C and Payback Period). This research used Survey Method to the members of super kampong chicken from AKAS Farm Group. 40 respondents from AKAS group were selected using Purposive Method. AKAS farmer group was selected because this was the only active group that manage the farmers in Banyumas. The average invesment cost calculation that was spent by the AKAS group members was Rp. 19.514.500,-. The average operational was Rp. 21.753.645,-. The average income was Rp. 28.031.558,-, so the average profit was Rp. 6.227.913,-. The financial analysis showed that this business was proper to be held. The average value of NPV was Rp.4.108.874, IRR was 17.71 percent, net value of B/C was 1.21 and payback period value was 4 year | |
| 13577 | 16900 | F1A009092 | HIP HOP FOR HUMANITY (*Studi DeskriptifRap Crew Last Scientist Menjadikan Hip Hop Sebagai Gerakan Kemanusiaan) | Penelitian ini berjudul Hip Hop For Humanity (Studi Deskriptif Rap Crew Last Scientist Menjadikan Hip Hop Sebagai Gerakan Kemanusiaan). Last Scientist merupakan grup rap yang memiliki fokus pada gerakan sosial kemanusiaan. Lagu yang diciptakan selalu mengandung unsur edukasi dan pembangunan kesadaran. Selain itu Last Scientist juga aktif dalam gerakan sosial secara nyata dengan mendukung dan terlibat proses perjuangan yang dilakukan di Purwokerto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Last Scientist dalam melakukan gerakan sosial dengan melakukan kajian terhadap hip hop sebagai cara melakukan gerakan sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Sasaran penelitian ini adalah semua pihak yang terlibat dan berhubungan dengan Last Scientist dengan teknik pemilihan informan secara purposive sampling. Metode analisis dengan metode analisi interaktif, dan validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian mengungkapkan Last Scientist secara konsisten melakukan gerakannya melalui pembuatan lagu dan pastisipasi aktif di dalam masyarakat. Mereka terus mendukung gerakan perjuangan yang dilakukan di Purwokerto bersama seluruh elemen masyarakat. Budaya hip hop sebagai landasan perjuangan mereka yang berakar pada sejarah perjuangan masyarakat kulit hitam di Amerika. Mereka melakukan modifikasi dan kontekstualisasi agar sesuai dengan kondisi dan zaman yang dihadapinya. Kata kunci: gerakan sosial, hip hop, kemanusiaan | SUMMARY The title of this research is Hip Hop for Humanity (Descriptive Study of Last Scientist Rap Crew Use Hip Hop as the Humanity Movement). Last Scientist is a rap group that concerns about social humanity movement. Their songs are always contained with such factors as education and awareness building. Beside, Last Scientist is continually involved in real social movements which support the fighting process in Purwokerto. The purpose of this research is to analyse the role of Last Scientist in social movement with the analysis of Hip Hop as the tool to perform social movement. The method that is used in this research is the descriptive qualitative method. The objective of this research is everyone whose involved and related to Last Scientist with the purposive sampling as the informant selection technique. The data in this research is analysed with the interactive analysist method. Meanwhile, the source triangulation method is used to examine the validity of data. The conclusion of this research shows that Last Scientist is consistently running their movement through creating songs and real participation in the society. They continually support the insurrection in Purwokerto, together with every aspect of the society. Hip Hop culture, as their cornerstone, is rooted to the history of social movement of black people in United States of America. Hence, they are doing the modification and contextualization so the Hip Hop culture is synchronized with the condition that they are facing today. Key words: social movement, hip hop, humanity | |
| 13578 | 16901 | E1A109072 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PASAL 17 UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA REPUBLIK INDONESIA 1945 SETELAH AMANDEMEN TENTANG KEMENTERIAN NEGARA | ABSTRAK Adanya perubahan terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD RI 1945) telah membawa perubahan mendasar dalam kehidupan ketatanegaraan kita. Salah satu perubahan tersebut adalah sistem pemerintahan. Dimana sifat hubungan lembaga negara dan fungsi masing-masing lembaga negara serta pertanggung jawabannya bergeser dengan adanya perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Hal tersebut telah membawa konsekuensi perubahan tersendiri terhadap menteri-menteri negara sebagai pembantu presiden. Setelah perubahan UUD RI 1945, Kedudukan menteri-menteri sebagai pembantu presiden dalam penyelenggaraan negara dalam rangka kesejahteraan bangsa, setelah diundangkannya Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, lebih mempunyai kekuatan hukum. Memperkuat sistem presidensiil dalam sistem pemerintahan negara yang dituangkan dalam Konstitusi yaitu BAB V Pasal 17 Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945setelah amandemen tentang Kementerian Negara , serta memudahkan pelaksanaan fungsi dan tugas presiden sebagaimana diamatkan dalam Konstitusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan dan tugas KN setelah amandemen UUD RI 1945 dengan mengali sistem pemerintahan Indonesia sebagai acuan untuk menganalisis pengaturan dan tugas KN sebelum amandemen UUD RI 1945. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian Yuridis Normatif adalah pendekatan perundang-undangan (statute approach) dan menggunakan metode analisis normatif kualitatif. UUD RI 1945 Merupakan konstitusi tertulis sebagai hukum dasar dalam pembentukan Peraturan perudang-undangan memuat mekanisme hubungan lembaga negara dan fungsi masing-masing lembaga negara serta pertanggung jawaban lembaga negara. UUD RI 1945 setelah amandemen memuat sistem pemerintahan presidensiil. Dimana presiden sebagai lembaga eksekutif dalam melaksanakan penyelenggaraan negara dibantu oleh menteri negara. Menteri mengetahui seluk beluk hal-hal yang mengenai lingkungan pekerjaanya. Berhubungan dengan itu menteri mempunyai pengaruh besar terhadap presiden dalam menentukan politik negara yang mengenai bidang urusan pemerintahan yang membidanginya. Kata kunci : Konstitusi, Negara Hukum, Sistem Pemerintahan, Kementerian Negara | ABSTRACT There is a change to the Constitution of the Republic of Indonesia Year 1945 (1945 Constitution) has brought a fundamental change in our constitutional life. One such change is the system of government. Where the nature of the relationship of state institutions and functions of each state agency and accountability shifts with the change in the Constitution of the Republic of Indonesia, 1945. It has brought about its own changes to the state ministers as presidential aide. After the amendment to the Constitution of the Republic of Indonesia in 1945, Status of ministers as a presidential aide in the administration of the country in the framework of the welfare of the nation, after the enactment of Law No. 39 of 2008 concerning the Ministry of State, it has the force of law. Strengthen the presidential system in the system of government as outlined in the Constitution, namely Chapter V, Article 17 Constitution of the Republic of Indonesia 1945setelah amendment of the State Ministry, as well as facilitate the implementation of the functions and duties of the president as diamatkan in the Constitution. This study aims to find out the settings and tasks of the Ministry of State after the amendment of the Constitution of the Republic of Indonesia in 1945 by multiplying the Indonesian government system as a reference for analyzing the settings and tasks the Ministry of State before the amendment of the Constitution of the Republic of Indonesia, 1945. The method used in this research is normative juridical approach to law (statute approach) and using qualitative methods of normative analysis. 1945 Constitution is a written constitution as the basic law in the formation of Rule perudang law includes a mechanism for state institutions relations and functions of each state agency and accountability of state institutions. 1945 Constitution after the amendment to load the system of presidential government. Where the president as the executive in carrying out state administration assisted by ministers of state. Ministers know the ins and outs of things about the job environment. Associated with the minister to have a major influence on presidential politics in determining the state of the affairs of government membidanginya. Keywords: Constitution, the State of Law, Governance System, the State Ministry | |
| 13579 | 16902 | B1J012190 | RASIO PLANKTON DAN IKAN DI WADUK PENJALIN (SEBAGAI DASAR DALAM PENGELOLAAN WADUK MENGGUNAKAN BIOMANIPULASI) | RINGKASAN Waduk Penjalin merupakan waduk yang terletak di Desa Winduaji, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Provinsi Jawa Tengah. Beberapa organisme perairan yang berpengaruh dalam ekosistem perairan antara lain plankton dan ikan, yang merupakan produsen dan konsumen dalam rantai makanan di perairan. Upaya untuk menjaga keseimbangan ekosistem adalah dengan metode biomanipulasi. Biomanipulasi adalah pengontrolan rantai makanan dengan cara menambahkan atau mengurangi spesies tertentu yang keberadaannya dianggap mengganggu rantai makanan (Riedel dan Lehrke, 1997). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan Waduk Penjalin, mengetahui kelimpahan plankton (fitoplankton dan zooplankton) dan ikan (karnivora, herbivora dan omnivora) di perairan Waduk Penjalin dan rasio antar organisme tersebut, dan mengetahui kualitas ekosistem perairan Waduk Penjalin. Pengambilan sampeldilakukan di 6 stasiunWaduk Penjalin. Parameter untuk kualitas perairan yang diukur fisika dan kimia dibandingkan dengan PP no.82 tahun 2001. Kelimpahan fitoplankton dihitung dengan rumus volumetric dan kelimpahan zooplankton dihitung dengan lackey drop chamber method.. Mengetahui ratio fitoplankton, zooplankton dan ikan menggunakan perbandingan kelimpahan. Hasil dari penelitian kualitas perairan Waduk Penjalin tergolong layak untuk baku mutu kelas II dan III, kelimpahan fitoplankton sebesar 48.957, 77 ind.l-1, zooplankton 5432ind.l-1, ikan omnivora 4,17 ind.m-3dan ikan karnivora 0,5 ind.m-3. Rasio fitoplankton, zooplankton, ikan omnivora dan ikan karnivora11,3 : 1,2 : 1 : 0,48. Kualitas ekosistem di Waduk Penjalin kurang baik karena rasio kelimpahan fitoplankton, zooplankton dan ikan (omnivora dan karnivora) tidak seimbang. | Penjalin Reservoir is located in Winduaji, Paguyangan District Central Java Province. Some organisms like fish and plankton have effect on foodchain the ecosystem. The effort to keep this ecosystem dynamical balance of the ecosystem is biomanipulation method. Biomanipulation is a method that add or reduce some species to control natural foodchain(Riedel and Lehrke, 1997). The purposes of this research were to determine the water quality of Penjalin Reservoir, the abudance of plankton (phytoplankton and zooplankton) and fishes (carnivora, omnivor and herbivora) and ratio oh them, and to know the quality of aquatic ecosystem of Penjalin Reservoir. The parameters measured physics and chemistry were compared with the PP number 82 in 2001. The abudance of fitoplankton was calculated by volumetric formula and abudance of zooplankton was calculated by lackey drop chamber method. Then, to the ratio of phytoplankton, zooplankton and fishes used comparative abudance. The result of Penjalin Reservoir water quality research was good for standard class II and III, the abudance of phytoplankton were 48.957,77 ind.l-1. While zooplankton 5432ind.l-1, omnivora fishes 4,17 ind.m-3 and karnivora fishes 0,5 ind.m-3. Ratio of abudance between phytoplankton, zooplankton, omnivora fishes and karnvora fishes was 11,3 : 1,2 : 1 : 0,48. The quality of ecosystem in Penjalin Reservoir was not good, because abudance ratio of phytoplankton, zooplankton and fishes (omnivora and carnivora) is an unbalanced. | |
| 13580 | 16904 | B1J012139 | PENGARUH PERBANDINGAN Lactobacillus plantarum DAN Lactobacillus casei SERTA LAMA INKUBASI BERBEDA TERHADAP KUALITAS PRODUK FERMENTASI SUSU SAPI | Susu merupakan bahan pangan yang memiliki nutrisi lengkap sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi. Susu sapi segar memiliki sifat mudah rusak bila disimpan dalam waktu yang lama. Teknik fermentasi dimanfaatkan untuk memperpanjang daya simpan susu dan meningkatkan nutrisi susu. Penelitian dengan tujuan untuk mengetahui jumlah sel bakteri asam laktat hasil fermentasi susu sapi dengan perbandingan starter bakteri asam laktat dan lama inkubasi berbeda, dan mengetahui interaksi antara perbandingan starter bakteri asam laktat dengan lama inkubasi terhadap kadar asam laktat hasil fermentasi susu sapi telah dilakukan. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah penggunaan L.plantarum (LP) dan L. casei (LC) yang terdiri dari lima taraf yaitu, 1:1, 1:2, 2:1, 2:3, 3:2. Faktor kedua adalah lama inkubasi yang terdiri dari empat taraf yaitu 12, 24, 36, dan 48 jam. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak lima kali. Variabel yang diamati adalah pertumbuhan bakteri asam laktat. Parameter yang diukur yaitu jumlah sel bakteri asam laktat dan kadar asam laktat, sedangkan parameter pendukung yaitu pH dan organoleptik. Data yang diperoleh dianalisis dengan Analisis Ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan tingkat kepercayaan 95% dan 99%. Hasil yang didapatkan setelah perlakuan menunjukkan perbandingan Lactobacillus plantarum dan L.casei 1:1 (A1) dan lama inkubasi 36 jam (J3) merupakan yang paling berpengaruh dalam peningkatan jumlah sel bakteri asam laktat. Peningkatan kadar asam laktat dipengaruhi dengan perbandingan Lactobacillus plantarum dan L.casei 1:1 serta lama inkubasi 24 jam (A1J2). | Milk is a food that having complete nutrition to cover the nutrients. Fresh milk from cow have a contour that easy to break when it kept in a long time. Fermentation technique used to extend for savings milk and improved the nutrition of milk. Research in order to determine the number of cells of lactic acid bacteria fermented milk with lactic acid ratio and different incubation time, and the interaction between the ratio of starter lactic acid bacteria with a long incubation on levels of lactic acid fermented cow's milk has been done. This study was conducted experimentally using a completely randomized design (CRD) factorial design. The first factor is use L.plantarum (LP) and L. casei (LC), which consists of five levels ie, 1: 1, 1: 2, 2: 1, 2: 3, 3: 2. The second factor is the long incubation which consists of four levels, namely 12, 24, 36, and 48 hours. Each combination treatment was repeated five times. The variables measured were the growth of lactic acid bacteria. The measured parameter is number of cells of lactic acid bacteria and lactic acid levels, while supporting parameters namely pH and organoleptic. The data obtained were analyzed with Analysis Of Variance (ANOVA) followed by Least Significant Difference (LSD) test with a confidence level of 95% and 99%. The results obtained after treatment shows a comparison of Lactobacillus plantarum and L.casei 1: 1 (A1) and long incubation of 36 hours (J3) is the most influential in the increase in the number of lactic acid bacterial cells. Increased levels of lactic acid are influenced by Lactobacillus plantarum and L.casei ratio of 1: 1 and the incubation time of 24 hours (A1J2). |