Artikelilmiahs

Menampilkan 13.581-13.600 dari 49.640 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1358118840F1A012087Permisivisme Masyarakat terhadap Perilaku Merokok pada Pelajar
di Kecamatan Purwokerto Timur
Kegiatan merokok pada saat ini menjadi salah satu kebiasaan yang lazim dan sering ditemui dalam kehidupan sehari – hari. Meskipun kegiatan merokok telah diketahui membawa dampak buruk, ironisnya kebiasaan tersebut tidak hanya dilakukan oleh orang – orang dewasa saja. Faktanya, seringkali ditemui pada remaja yang masih berstatus pelajar telah mengonsumsi rokok. Dalam hal ini tentunya perilaku tersebut tergolong sebagai sebuah penyimpangan sosial dan harus ada sebuah upaya penanggulangan serta pengendalian sosial dari masyarakat agar fenomena tersebut tidak terjadi secara terus – menerus. Namun, saat ini nampaknya masyarakat lebih menunjukkan sikap acuh dan permisif terhadap hal tersebut. Penelitian ini dilakukan di wilayah Purwokerto Timur dan bertujuan untuk mengungkap pendapat masyarakat tentang fenomena merokok yang dilakukan oleh para pelajar serta alasan yang melatarbelakangi mereka bersikap permisif atau “membolehkan” terhadap fenomena tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif
. Sasaran utama dalam penelitian ini yaitu masyarakat di wilayah Purwokerto Timur yang tinggal di dekat bangunan sekolah serta kerap melihat fenomena kegiatan merokok yang dilakukan oleh para pelajar. Sasaran pendukungnya adalah pelajar yang mempunyai kebiasaan merokok dan tokoh masyarakat di lokasi penelitian. Teknik menentukan informan menggunakan purposive sampling, metode pengumpulan data meliputi wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Sumber data terdiri atas data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif, yang komponennya terdiri atas pengolahan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat menganggap kegiatan merokok yang dilakukan adalah sebuah perilaku yang buruk dan dikategorikan sebagai sebuah penyimpangan sosial. Selain itu, masyarakat di lokasi penelitian juga menilai rokok memiliki berbagai kandungan zat yang berbahaya bagi tubuh sehingga akan berdampak pada kesehatan para penghisapnya. Kebiasaan merokok yang dilakukan oleh para pelajar juga dinilai rawan akan menimbulkan berbagai penyimpangan lain yang lebih besar. Mesikpun rokok dianggap sebagai sebuah penyimpangan, namun sikap masyarakat yang lebih ditonjolkan yaitu sikap pembiaran atau permisif. Alasan yang melatarbelakangi mereka bersikap permisif terhadap fenomena tersebut sangat beragam diantaranya yaitu, menganggap fenomena tersebut sebagai sebuah budaya, faktor ekonomi, serta kepribadian yang berkaitan dengan emosi dan perasaan. Implikasi dari penelitian ini adalah masyarakat sebagai salah satu agen sosial diharapkan bisa lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan lebih menerapkan kontrol sosial agar berbagai bentuk penyimpangan yang terjadi di lingkungannya bisa diminimalisir, pihak sekolah sebagai lembaga pendidikan juga harus bisa lebih mengontrol siswa - siswinya agar generasi muda saat ini bisa terhindar dari bahaya merokok, serta pelajar sebagai generasi penerus diharapkan bisa menghindari rokok sedini mungkin.
The Smoking activities currently being one who customarily habits and often encountered in the life of a day. Although smoking has been known to have adverse effects, ironically these habits are not only done by adults only. In fact, it is often found in adolescents who are still as a student have been consuming cigarettes. In this case of course that behavior is classified as a social aberration and there must be an effort to control and social control of the community so that the phenomenon does not occur continuously. However, nowadays it seems that people are more indifferent and permissive about it. This research was conducted in Purwokerto Timur and aims to uncover the opinion of the comunity on the phenomenon of smoking that conducted by the students and the reason behind them being permissive or "allow" to the phenomenon. The method used in this study is qualitative descriptive. The main target of this research is the community in Purwokerto Timur who live near the school building and often see the phenomenon of smoking activity
that conducted by the students. The supporting targets are students who have smoking habits and community leaders in the study sites. The determine’s technique to get informant of this research is “purposive sampling” and data collection using interview, observation, and documentation. The data source consists of primary data and secondary data. Data analysis technique which used interactive model, the component consist of data processing, data redaction, data presentation and conclusion. The result of the research shows that people assume the smoking activity is a bad behavior and considered as a social deviation. In addition, the community in the research locations also thought that the cigarette have various ingredients that is harmful to the body so that will have an impact on the health of the exploiters. Smoking habit conducted by the students was also considered prone to would have a other irregularities greater. Although cigarettes
are considered as a deviation, but the attitude of the community are the attitude of omission or permissiveness. The reasons behind them being permissive about the phenomenon are very diverse, among others, to consider the phenomenon tersbut as a culture, economic factors, and personalities associated with emotions and feelings. The implications of the research is the community as one of the agents social is expected to be more sensitive to their surroundings and more apply social control to manage the form of forms of deception which occur in the area can minimize, the school as an institution education must also be able to more control their stundents that generation young when this could avoid the danger of smoking , and students as the next generation is expected to avoid smoking as early as possible .
1358216875C1K012054The Effect of Ramadhan upon Indonesian Stock Exchange (Study on LQ45 Index and JII for the years 2013-2014)Tujuan penelitian ini adalah untuk meneliti pengaruh Ramadhan di Bursa Efek Indonesia melalui Indeks Saham LQ45 dan Indeks Saham Syariah Indonesia dengan membandingkan tiga bulan data abnormal return dan trading volume activity antara bulan Ramadhan dengan bulan sebelum dan setelah Ramadhan. Penelitian ini dilakukan selama periode 2013-2014 dengan menggunakan metode purposive sampling yaitu hanya untuk perusahan manufaktur yang terdaftar di kedua Indeks Saham. Metode analisis data yang digunakan adalah uji one-way ANOVA dan uji Kruskal-Wallis sebagai uji alternatifnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Ramadhan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap abnormal return di Indeks saham LQ45 dan ISSI. Tetapi dapat diamati bahwa rata-rata abnormal return selama Ramadhan lebih tinggi dibandingkan dengan Sya’ban dan Syawal. 2). Di sisi aktivitas volume perdagangan, Ramadhan berpengaruh secara signifikan tetapi tidak konsisten tiap tahunnya.The aim of this study was to investigate the Ramadhan effect in Indonesian Stock Exchange under LQ45 Index and Jakarta Islamic Index by comparing the three months of abnormal return and trading volume activity between the month of Ramadhan and the month before and after Ramadhan. This research was conducted during the period of 2013 until 2014 by using the purposive sampling to only including the manufacturing companies listed on both indices. This study used one-way ANOVA and Kruskal-Wallis as its alternative to testing the hypothesis. The result indicates that: 1). Ramadhan did not significantly affect abnormal return in LQ45 Index and JII. We also observed that the mean average abnormal return during Ramadhan was higher compared to Sya’ban and Syawal. 2). On the side of trading volume activity, Ramadhan was significantly affect trading volume activity but inconsistent each year.
1358316905F1A012069Peran Relawan Dalam Mendidik Anak Berkebutuhan Khusus (Studi Penanganan ABK di Desa Karang Kemojing Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas)

Kecamatan Gumelar Kabupaten Banyumas sejak dua tahun terakhir merintis penanganan terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan membuat Ruang Penanganan ABK di balai desa masing-masing. Penanganan ABK di Gumelar dilakukan oleh relawan sosial dan tim medis yang peduli akan masalah tersebut, agar permasalahan ABK di Banyumas dapat terbantu dengan memberikan harapan pendidikan yang sama bagi masa depan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peran relawan dalam mendidik Anak Berkebutuhan Khusus di Desa Karang Kemojing dan untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi relawan dalam mendidik Anak Berkebutuhan Khusus di Desa Karang Kemojing. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan sasaran utama yaitu relawan ABK yang masih berperan aktif dalam membantu ABK. Teknik penentuan informan menggunakan purposive sampling dan teknik pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan dengan model analisis interaktif.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peran para relawan ABK di Desa Karang Kemojing adalah mengajarkan ABK bagaimana cara menulis, berhitung, membaca dan menghafal. Para relawan juga sering memberikan dukungan dan motivasi untuk meningkatkan kepercayaan diri para ABK agar tidak mudah menyerah. Selain itu relawan melatih keterampilan dan kemandirian kepada para ABK, agar mereka mampu meningkatkan kreativitas dan melakukan pekerjaan sendiri. Adapun, kendala yang dihadapi para relawan ABK yaitu terkait dengan waktu, kurangnya dukungan dari keluarga untuk menjadi relawan ABK, Orang tua ABK, kurangnya pendanaan yang diberikan dan media pembelajaran dalam mendidik ABK juga masih sangat terbatas dan kurang memadai. Pemerintah diharapkan dapat memberikan bantuan dan dukungan yang lebih menjamin dan memperhatikan terhadap keberlangsungan penanganan ABK dengan memberikan bantuan khususnya pendanaan dan sarana prasarana.
Since last two years, Gumelar district has pioneering the treatment of children with special needs in their village hall. This activity was conducted by social volunteers and medical teams who care about the issue, so that the problems can be helped by providing equal education for their future. The purpose of this study was to determine how the role of volunteers in educating children with special needs in the village of Karang Kemojing and to find out what are the obstacle faced by volunteers. This study is a qualitative research with the main object are the volunteer who still active in helping children with special needs. Mechanical determination of informants using purposive sampling and data collection techniques by interviews, observation, and documentation. Data analysis techniques used with an interactive model.
The results of this study indicate that the role played of the volunteers is helpful interms of education, such as teaching how to write, counting, reading and memorizing. Then volunteers also often provide support and motivation so the children are not feel inferior and embarrassed with their friends. They also give a support and motivation to increase the confidence, so they are not give up easily. Besides that, the volunteer also practice the children skills and autonomy, to improve their creativity. In addition, the children required to be independent, so they can grow and do their job without burdening others. Meanwhile, there are some problems that faced by the volunteer that is associated with the time, the lack of support from their parents, the children parents, and the lack of funding provided and learning media in educating the children is still very limited and inadequate. The government is expected to provide more help and support to guarantee and pay attention to the sustainability of the children handling by providing assistance particularly funding and infrastructure.
1358416911G1B012095PENGARUH SOSIAL EKONOMI DAN PERAN SERTA MASYARAKAT TERHADAP KEBERADAAN BANK SAMPAH JALI DALAM PENGELOLAAN SAMPAH
Bank sampah merupakan paradigma baru dalam pengelolaan sampah yang pada prinsipnya merupakan rekayasa sosial untuk mengajak dan membiasakan masyarakat untuk memilah sampah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh sosial ekonomi dan peran serta masyarakat terhadap keberadaan bank sampah jali dalam pengelolaan sampah. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah nasabah bank sampah Jali menggunakan teknik Simple Random Sampling didapatkan sampel 53 responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode wawancara dengan kuesioner. Teknik analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian menunjukan variabel yang tidak berpengaruh terhadap keberadaan bank sampah dalam pengelolaan sampah yaitu Aspek Sosial (p = 0,564), Pendapatan ( p = 0,555), Kesempatan Kerja (p = 0,594), Persepsi (p = 0,440), Kepemimpinan ( p = 0,672) dan variabel yang berpengaruh yaitu Ikatan Psikologis (p = 0,049). Kesimpulan penelitian ini Ada pengaruh Ikatan Psikologis terhadap Keberadaan Bank Sampah Jali. Saran yang diberikan di antaranya pihak pengelola bank sampah perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat, menjalin kerjasama dengan Dinas terkait untuk mengadakan pelatihan pengelolaan sampah, menggiatkan daur ulang sampah pada usia produktif dan dapat memasarkan hasil kerajinan dari sampah agar memperoleh keuntungan dan memunculkan jiwa kewirausahaan,serta dapat membuka lapangan pekerjaan. Anggota bank sampah menjadi contoh bagi keluarga dan orang lain dalam mengelola sampah. Mengikutsertakan masyarakat dalam penyuluhan dan pelatihan pengelolaan sampah.Garbage Bank is a new paradigm of waste management as the principle of social engineering to persuade and habituate the public to sort the waste. The aims of the research is to determine the influence of socio-economic and public participation to the existence of Jali garbage bank in waste management. The research is quantitative research with cross sectional approach. The sample in this research is Jali garbage bank customers using simple random sampling technique samples and it is obtained 53 respondents. The research use interviews with questionnaires as the data collecting method. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis. Results research is Variables which are not affecting to the existence of garbage bank in waste management, namely Social Aspect (p = 0,564), Revenue (p = 0,555), Employment (p = 0,594), Perception (p = 0,440), Leadership (p = 0,672) and the influential variables is the Psychological Association (p = 0,049). Conclusion there is a psychological effect on the existence of the Bank Association of Waste Jali. The advice given in whom the manager of the waste banks need to disseminate to the public, cooperating with relevant authorities to conduct waste management training, intensified recycling bins in the productive age and be able to market the goods of creativity to benefit, bring an entrepreneurial spirit and open field work. Member banks of garbage as an example for the family, another person in waste management, Involving the community in the education and training of waste management.
1358516908F1F011064ANALYSIS OF THE REQUEST STRATEGIES IN LEAP YEAR MOVIEABSTRAK Ningrum, Wahyu. 2016. Analysis of the Request Strategies in “Leap Year” Movie. Skripsi. Pembimbing 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum., Pembimbing 2: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd.. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Sastra Inggris, Purwokerto.

Kata Kunci: Strategi Permintaan, Faktor Sosial, Faktor Situasional, Leap Year.

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tipe dari strategi permintaan yang digunakan oleh seluruh karakter, dan (2) menganalisa faktor apa saja yang mempengaruhi penggunaan dari strategi permintaan didalam film Leap Year. Metode kualitatif dengan menggunakan teknik sampel total diterapkan dalam penelitian ini. Data dalam penelitian ini merupakan ucapan permintaan yang mengandung sembilan tipe dari strategi permintaan.

Dalam proses analisis data, pendekatan pragmatis dan dua teori oleh Blum Kulka digunakan.dalam penelitian ini. Pertama, teori strategi permintaan digunakan untuk mengetahui tipe dari strategi permintaan. Kedua, faktor sosial/situasional digunakan untuk menganalisis bagaimana faktor tersebut mempengaruhi penggunaan strategi permintaan.

Dalam penelitian ini, ditemukan 43 data yang dikategorikan kedalam sembilan tipe strategi permintaan. Seluruh strategi permintaan yang ditemukan didalam film dipengaruhi oleh banyak faktor sosial/situasional. Faktor yang paling banyak digunakan adalah jarak hubungan sosial antara pembicara dan juga tujuan dari permintaan tersebut. Peneliti menyarankan bahwa penelitian ini dapat berguna sebagai referensi untuk peneliti lainnya yang ingin melakukan penelitian yang serupa dengan menggunakan object yang berbeda seperti pembicaraan yang nyata, acara bincang-bincang, dan lain sebagainya.
ABSTRACT Ningrum, Wahyu. 2016. Analysis of the Request Strategies in “Leap Year” Movie. Thesis. Supervisor 1: R. Pujo Handoyo, S.S., M.Hum., Supervisor 2: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd.. Ministry of Research, Technology and Higher Education. Jenderal Soedirman University. Faculty of Humanities. Language and Literature Department. English Study Program, Purwokerto.

Keywords: Request Strategies, Social Factors, Situational Factors, Leap Year.

The research aims to: (1) find out the kind of request strategies that is used by all the characters, and (2) analyze the factors that influence the use of the request strategies in the movie Leap Year. Qualitative method with total sampling was applied in this research. The data of this research are the request utterances containing nine types of request strategies.

To analyze the data, a pragmatic approach as well as two theories by Blum Kulka was used in this research. First, request strategies theory to find the types of request strategies, and second, social/situational factors theory used to analyze how it influences the request strategies.

The result shows that there are 43 data that are categorized into nine types of request strategies. All of the request strategies found in the movie are influenced by social/situational factors, with most of them being relative social distance between the interlocutors and also the purpose of the request. The researcher suggests that this research can be useful as a reference for other researchers who want to conduct similar studies with different objects such as real conversation, talk show, etc.
1358616909G1G012057EFEK GEL BIJI JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) TERHADAP EKSPRESI INTERLEUKIN-6 (IL-6) PADA PENYEMBUHAN LUKA PASCA PENCABUTAN GIGIPencabutan gigi merupakan proses pengeluaran gigi dari alveolus yang dibatasi oleh bibir dan pipi, yang dihubungkan oleh gerakan lidah dan rahang. Pasca pencabutan gigi biasanya menimbulkan luka pada soket gigi yang dicabut. Biji jintan hitam (Nigella sativa L.) adalah salah satu tanaman yang dapat dijadikan sebagai alternatif dalam penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek gel biji jintan hitam terhadap ekspresi IL-6 pada penyembuhan luka pasca pencabutan gigi. Penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus putih Rattus norvegicus galur Wistar, penelitian secara eksperimental laboratoris dengan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 3 kelompok. Kelompok I adalah kelompok kontrol negatif yang diberikan basis gel Natrium Carboxy Methyl Cellulose (Na CMC), kelompok II adalah kelompok kontrol positif yang diberikan alvogyl oral gel, dan kelompok III adalah kelompok perlakuan yang diberikan gel biji jintan hitam (Nigella sativa L.). Setelah pencabutan gigi dan diberi perlakuan, tikus didekapitasi kemudian selanjutnya dibuat preparat untuk melihat ekspresi IL-6 dengan metode immunohistokimia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok perlakuan gel ekstrak biji jintan hitam memberikan warna cokelat yang lebih muda dibandingkan dengan kelompok kontrol positif, sedangkan pada kelompok kontrol negatif memberikan warna biru-ungu. Sementara itu, untuk jumlah sel inflamasi kelompok kontrol negatif memiliki jumlah yang paling banyak, sedangkan kelompok kontrol positif memiliki jumlah sel inflamasi paling sedikit. Namun, pemberian gel ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L.) pada kelompok perlakuan dapat dijadikan sebagai alternatif pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi.Tooth extraction is a process of dental expenses from the alveoli which is bounded by the lips and cheeks and connected by movement of the tongue and jaw. Post-tooth extraction typically cause sores on the socket of the extracted tooth. Black cumin seeds (Nigella sativa L.) is one of the plants that can be used as an alternative in wound healing. This study was aimed to determine the effect of black cumin seeds gel on the expression of IL-6 in wound healing after tooth extraction. This study was carried on total 30 rats Rattus norvegicus Wistar, research conducted in experimental laboratory with randomized group design consisting of three groups. Group I is the negative control group which is given Sodium Carboxy Methyl Cellulose (CMC Na) as a gel base, group II is a positive control group which is given alvogyl oral gel, and the third. After tooth extraction and given a treatment, the whole samples were decapitated then afterwards made preparations to see the expression of IL-6 using immunohistochemical methods. The results showed that the treatment group of gel extract of black cumin seeds give brown colour younger than positive control group, while the negative control group give blue-purple colour. Meanwhile, the number of inflammatory cells of the negative control group is the highest among the others, whereas the positive control group had the least number of inflammatory cells among the others. However, the application of gel extract of black cumin seeds (Nigella sativa L.) could be used as an alternative in the process of wound healing after tooth extraction.
1358716912F1F012061ANALYSIS OF MODALITY ON FINAL ROUND SPEECHES OF ASIAN LAW STUDENTS ASSOCIATION ENGLISH DEBATE COMPETITION 2015 (A DISCOURSE ANALYSIS)Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisa jenis-jenis modalitas yang digunakan oleh peserta debat; (2) menggambarkan bagaimana modalitas digunakan dalam pidato debat; (3) menjelaskan tingkat assertiveness dalam argumen peserta debat. Data penilitian ini adalah pidato peserta debat pada babak final lomba debat bahasa Inggris oleh Asian Law Students Association tahun 2015.
Analisis dalam penilitian ini menggunakan kerangka teori kajian wacana serta menggunakan pendekatan SFL dari Halliday, teori modalitas dari Palmer, dan teori asertivitas dari Bishop. Analisis ini mengungkap beberapa hal: pertama, debat sebagai teks argumentasi sebagian besar menggunakan sistem epistemik terutama modalitas assumptive (158 data) sebagai alat untuk menyampaikan pemikiran, sementara modalitas reported dan sensory tidak ditemukan dalam data, maka hal ini membuktikan bahwa pembenaran pendapat tidak membutuhkan investigasi mendalam; kedua, modalitas dinyatakan dalam bentuk kata bantu, kata kerja, kata sifat, dan kata keterangan dalam berbagai struktur kalimat, tetapi utamanya kalimat langsung dan aktif. Lebih lanjut, analisis ini mengungkap bahwa modalitas menunjukkan sikap tegas, terkadang agresif dan pasif. Hal ini menunjukkan bahwa sikap agresif dan pasif dapat menjadi sikap yang pantas dalam situasi tertentu.
This research aims to: (1) identify the kinds of modality employed by the debaters; (2) describe how modality is realized in debaters’ speech; (3) explain the degree of assertiveness in the arguments. The data is speech of debaters in final round of Asian Law Students Association English Debate Competition 2015. Consequently, this analysis is carried out in the framework of discourse analysis using Halliday’s SFL approach, Palmer’s modality, and Bishop’s assertiveness. The analysis reveals several points: first, debate as argumentative text mostly employs epistemic system particularly assumptive modality (158 data) as a tool to deliver thoughts while reported and sensory modalities are not found in the speeches, hence it confirms that justificatory argument does not need deep investigation; secondly, the modality is realized by modal auxiliary, verb, adjective, and adverb in various structures but mostly declarative and active structure. For more, the analysis reveals that most modality shows assertive attitude, only some data show either aggressive or submissive attitude. This fact confirms that aggressive and submissive attitude can be appropriate based on certain circumstances.
1358816907G1B012090EFEKTIVITAS SERBUK ECENG GONDOK DAN
SERBUK KULIT PISANG TERHADAP PENURUNAN KADAR FOSFAT LIMBAH LAUNDRY
Latar belakang : Limbah laundry mengandung fosfat tinggi. Kelebihan fosfat mengakibatkan eutrofikasi. Salah satu alternatif menghilangkan pencemaran dengan menggunakan adsorbsi serbuk eceng gondok dan serbuk kulit pisang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas adsorbsi serbuk eceng gondok dan serbuk kulit pisang terhadap kandungan fosfat limbah laundry.
Metodologi: Penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan desain post-test only with control group design. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 6 perlakuan dan 4 pengulangan. Menggunakan media untuk adsorbsi serbuk eceng gondok dan serbuk kulit pisang sebesar 10 g, 15 g, dan 20 g. Sampel dalam penelitian ini adalah limbah “Laundry Diana” yang diambil secara purposive sampling. Uji statistik menggunakan Kruskal-Wallis karena data tidak berdistribusi normal.
Hasil Penelitian: Serbuk eceng gondok mampu menurunkan 6,72 mg/L dengan efektivitas 72,71 % dan serbuk kulit pisang mampu menurunkan 7,89 mg/L dengan efektivitas 81,74%.
Kesimpulan: Serbuk kulit pisang 20 g merupakan adsorben yang paling efektif dalam menurunkan kadar fosfat limbah laundry. Efektivitas rata-rata serbuk kulit pisang 20 g sebesar 81,74% dalam menurunkann kadar fosfat limbah laundry.
Kata Kunci: Serbuk Kulit Pisang, Serbuk Eceng Gondok, Adsorben, Fosfat, Limbah Cair Laundry
Background: Waste containing high phosphate laundry. Excess phosphate causes eutrophication. One alternative to eliminate pollution by using powder adsorbs water hyacinth and banana peel powder. This study aims to determine the effectiveness of the powder adsorbs water hyacinth and banana peel powder on phosphate laundry waste.
Methodology: This study is an experimental research design with post-test only with control group design. The study design used completely randomized design with 6 treatments and 4 repetitions. Using the media to powder adsorbs water hyacinth and banana bark powder of 10 g, 15 g and 20 g. The sample in this study is a waste "Laundry Diana" were taken by purposive sampling. Statistical test using the Kruskal-Wallis because the data are not normally distributed.
Results: Powder hyacinth able to lose an average of 6.72 mg / L with 72.71% effectiveness and banana peel powder capable of lowering of 7.89 mg / L with 81.74% effectiveness.
Conclusion: banana peel 20 g powder adsorbent is most effective in lowering levels of phosphate laundry waste. Effectiveness average banana peel powder 20 g of 81.74% in the laundry waste menurunkann phosphate levels.
Keywords: Banana Skin Powder, Powder Water Hyacinth, Adsorbent, Phosphate, Liquid Waste Laundry
1358916913G1G010008PENGARUH PENGGUNAAN NANO HYDROXIAPATITE, MINERAL TRIOXIDE AGGREGATE DAN CALCIUM HYDROXIDE SEBAGAI AGEN PULP CAPPING TERHADAP JUMLAH MAKROFAG DAN DENTIN REPARATIF (Studi Penelitian pada Tikus Sprague Dawley)Pulp capping merupakan perawatan endodontik untuk mempertahankan vitalitas jaringan pulpa yang mengalami perforasi selapis tipis atap pulpa. Nano hydroxyapatite (nHA) merupakan material bahan terbaru di kedokteran gigi yang bisa digunakan sebagai agen pulp capping selain calcium hydroxide (Ca(OH)2) dan mineral trioxide aggregate (MTA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh penggunaan nHA, MTA, dan Ca(OH)2 sebagai agen pulp capping terhadap jumlah makrofag dan dentin reparatif. Penelitian ini menggunakan metode ekperimental laboratoris post test only control group design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu random sampling sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 32 ekor tikus sprague dawley dibagi menjadi 8 kelompok dan dibagi dalam dua waktu yaitu 3 hari dan 6 minggu. Tikus dianestesi menggunakan ketamin, kemudian gigi molar rahang atas dipreparasi sampai pulpa mengalami perforasi dan diberi aplikasi bahan nHA, MTA, dan Ca(OH)2. Tikus didekapitasi setelah diberi perlakuan dan dilakukan pengambilan gigi molar atas untuk dibuat preparat histologi dengan pewarnaan hematoksilin eosin (HE). Data jumlah makrofag dianalisis menggunakan uji statistik one way ANOVA dilanjutkan dengan uji Post Hoc LSD. Simpulan penelitian ini adalah terdapat perbedaan pengaruh bahan nHA, MTA dan Ca(OH)2 terhadap jumlah makrofag dalam waktu 3 hari dan tidak terdapat pengaruh bahan nHA, MTA dan Ca(OH)2 terhadap dentin reparatif dalam waktu 6 minggu.
Pulp capping is defined as one of the endodontic treatments aimed to maintain the vitality of the perforated pulp tissue. Aside from calcium hydroxide (Ca(OH)2) and mineral trioxide aggregate (MTA), nano hydroxiapatite (nHA) is the most recent dental material used for pulp capping agent. This study was aimed to compare the application of nHA, MTA, and Ca(OH)2 as pulp capping agents on the macrophage counts and reparative dentin. This research was an experimental laboratory study with post test only control group design. Random sampling was used as sampling method, 32 Sprague Dawley Rats were randomly divided into 8 groups each group was then subdivided into 2 groups based on the observation time: 3 and 6 days. The rats were anesthetized with ketamine, preparation was done in molar tooth of the rats until the pulp perforated, followed by the application of nHA, MTA, and Ca(OH)2. The rats were decapitated afterbeing treated, the molar teeth were extracted, processed into histological specimens and stained with Hematoxylin Eosin (HE). The macrophages count were analyzed with one way ANOVA and Post Hoc LSD. The conclusion of this research is the significance in makrofag counts on the 3rd day after nHA, MTA and Ca(OH)2 application, and no significance in dentin reparative on the 6th weeks after nHA, MTA and Ca(OH)2 application.
1359016914F1F012018AN ANALYSIS OF MODULATION PROCEDURE AND ITS ACCURACY OF THE SUBTITLE OF THE LEGEND OF KORRA SEASON 4Penelitian ini bertujuan untuk mencari tipe prosedur modulasi dalam subtitle the legend of korra season 4 dan mendeskripsikankeakuratan subtitle film tersebut. Penelitian deskriptif kualitatif ini menggunakan teknik total sampling yang terdiri dari 78 data. Data penelitian berupa subtitle yang mengandung prosedur modulasi diperoleh dari subtitle bahasa inggris dan indonesia dari film the legend of korra season 4 dan pengukuran keakuratannya. Untuk mengumpulkan data, saya mentranskrip subtitle dan membagikan kuisioner kepada penguji untuk mengukur keakuratan terjemahan. Saya menggunakan teori dari Vinay dan Darbelnet tentang prosedur modulasi dan teori dari Nababan tentang pengukuran keakuratan terjemahan.
Hasil penelitian menunjuan bahwa terdapat 8 dari 10 tipe prosedur modulasi; Abstract for Concrete (10 data), The Part for The Whole (6 data), One Part for Another (5 data), Reversal of Terms (14 data), Negation of Opposite (5 data), Active to Passive (29 data), Space For Time (4 data) and Exchange of Intervals For Limits (5 data). Active to passive adalah tipe prosedur modulasi yang paling dominan digunakan dalam subtitle film tersebut. Dari 78 data, 49 data (62,82%) diterjemahkan secara akurat. Dapat disimpulkan bahwa subtitle film the legend of korra season 4 adalah akurat.
This research aims to find out the types of modulation procedure in the subtitle of the legend of Korra season 4 and describe the accuracy of the subtitle of the movie. This descriptive qualitative research applied total sampling technique consisting 78 data. The data are subtitles containing modulation procedure taken from English and Indonesian subtitle of the legend of Korra season 4 and its accuracy assessment. To collect the data, I transcribed subtitle and distributed questionnaire to raters to assess translation accuracy. I used Vinay dan Darbelnet’s theory of modulation procedure and Nababan et al’s theory of translation accuracy assessment.
The result of the research shows that there are 8 out of 10 types of modulation procedure; Abstract for Concrete (10 data), The Part for The Whole (6 data), One Part for Another (5 data), Reversal of Terms (14 data), Negation of Opposite (5 data), Active to Passive (29 data), Space For Time (4 data) and Exchange of Intervals For Limits (5 data). Active to Passive was the most dominant type used in the subtitle. Out of 78 data, 49 data (62,82%) are accurately transferred. It can be concluded that the subtitle of the legend of Korra season 4 is accurate.
1359116962F1D009055UPAYA PENGUATAN PELAKU EKONOMI KREATIF MELALUI HIMBAUAN PIMPINAN DAERAH KABUPATEN PURBALINGGA UNTUK MEMAKAI BATU AKIK SUNGAI KLAWINGSecara umum, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan tentang upaya penguatan pelaku ekonomi kreatif melalui himbauan Pimpinan Daerah Kabupaten Purbalingga untuk memakai batu akik Sungai Klawing yang di dalamnya membahas deskripsi tentang faktor yang menjadi pendukung dan penghambat, serta aktor yang terlibat dalam upaya penguatan pelaku ekonomi kreatif melalui himbauan Pimpinan Daerah Kabupaten Purbalingga. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan menggunakan paradigma post-positivisme. Dengan landasan teori penelitian menggunakan teori ekonomi politik. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa himbauan Pimpinan Daerah Kabupaten Purbalingga untuk memakai batu akik Sungai Klawing awalnya hanya staff dan pegawai negri sipil saja yang menggunakan batu akik, namun kemudian banyak juga dari masyarakat di Kabupaten Purbalingga yang ikut menggunakan batu akik asal Sungai Klawing tersebut. Berbeda dengan daerah – daerah lainnya, di Kabupaten Purbalingga ini, Pemerintah sangat tanggap dan mau turun tangan langsung membantu para pengrajin – pengrajin batu akik. Untuk meningkatkan sumber pendapatan para pelaku ekonomi kreatif, pemerintah Kabupaten Purbalingga mengadakan pameran batu akik Sungai Klawing di luar Daerah Purbalingga. Hal ini yang perlu menjadi contoh bagi daerah – daerah lain bahwa pemerintah harus memberikan contoh dan memberikan arahan yang baik kepada masyarakatnya supaya masyarakat dapat berkembang lebih baik. Dengan semakin berkembangnya masyarakat otomatis pemasukan untuk daerah tersebut semakin tinggi.In general, this study aims to identify and explain the efforts to strengthen economic actors creatively through appeals Regional Leadership The Purbalingga to wear agate River Klawing in which to discuss the description of the factors supporting and inhibiting, as well as the actors involved in efforts to strengthen the economic actors creative through the Regional Leadership The Purbalingga appeal. The method used is a qualitative method, using the paradigm of post-positivism. With the theoretical basis of research using the theory of political economy. The results of this study revealed that the appeal of the Regional Leadership The Purbalingga to wear agate Klawing River initially only staff and civil servants who uses agate, but later many of the people in Purbalingga who share agate origin of the Klawing River. In contrast to the areas - other areas, in Purbalingga, the government is very responsive and willing to intervene directly to help the craftsmen - artisans agate. To increase revenue sources and economic operators of creative, Purbalingga district government held an exhibition of agate River Regional Klawing outside Purbalingga. It needs to be an example for the area - another area that the government should set an example and give a good referral to the community so that the community can grow better. With the development of society automatic entry to the area is increasing.
1359216916B1J012121PENGARUH Lactobacillus casei DAN Lactobacillus plantarum DENGAN SUHU PENYIMPANAN BERBEDA TERHADAP KUALITAS PRODUK FERMENTASI SUSU KAMBINGSusu merupakan salah satu minuman yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi dan lengkap seperti protein, lemak, vitamin, mineral dan laktosa, susu dihasilkan dari kelenjar mammae mamalia. Susu kambing dapat dijadikan makanan probiotik melalui proses fermentasi yang melibatkan bakteri asam laktat, produknya biasa disebut yogurt, dadih, kefir dan lainnya. Bakteri asam laktat yang dipakai untuk proses fermentasi ini adalah L. plantarum dan L. casei dengan perlakuan suhu yang berbeda untuk mengetahui penggunaan suhu penyimpanan dalam fermentasi susu.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh perbedaan perbandingan isolat BAL, suhu fermentasi, dan interaksi keduanya terhadap kadar asam laktat dan jumlah sel bakteri. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL pola faktorial) yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama perbandingan starter bakteri dengan 5 taraf P1: L. plantarum : L. casei (1:1), P2: L. plantarum : L. casei (1:2), P3: L. plantarum : L. casei (2:1), P4: L. plantarum : L. casei (2:3), dan P5: L. plantarum : L. casei (3:2). Faktor kedua adalah suhu penyimpanan terdiri dari 2 taraf, suhu ruang dan suhu dingin (4 ̊ C), masing masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali.Volume susu kambing yang digunakan pada tiap botol sample 100 ml.
Parameter utama yang diamati adalah total bakteri asam laktat. Parameter pendukung yaitu kadar asam laktat, pH dan uji organoleptik. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) atau uji F pada tingkat kesalahan 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan perbandingan isolat P1 (1:1) dan suhu penyimpanan suhu ruang dapat meningkatkan jumlah BAL dan kadar asam laktat maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT), namum interaksi keduanya tidak meningkatkan total BAL dan kadar asam laktat.
Milk is one of the drinks that have high nutrient content and complete as protein, fat, vitamins, minerals and lactose, the milk produced from the mammary glands of mammals. Goat's milk can be used as a probiotic food through fermentation processes involving lactic acid bacteria, the product commonly called yogurt, buttermilk, kefir and others. Lactic acid bacteria used for fermentation are L. plantarum and L. casei treated with different temperatures to determine the use of the storage temperature in the fermentation of milk.
The research objective was to determine the effect of different isolates comparison BAL, fermentation temperature, and the interaction of both on lactic acid levels and the number of bacterial cells. This research was carried out experimentally using factorial completely randomized design (CRD factorial), which consists of two factors, the first factor comparison with 5 level bacterial starter P1: L. plantarum: L. casei (1: 1), P2: L. plantarum: L. casei (1: 2), P3: L. plantarum: L. casei (2: 1), P4: L. plantarum: L. casei (2: 3), and P5: L. plantarum: L. casei (3: 2). The second factor is the temperature of storage consists of 2 levels, room temperature and cold temperature (4 ̊ C), each treatment was repeated 5 times.Volume goat milk used in each 100 ml sample bottles.
The main parameters measured were total lactic acid bacteria. Supporting parameters namely lactic acid levels, pH and organoleptic tests. The data obtained in this study were analyzed using Analysis of Variance (ANOVA) or F test at an error rate of 5% and 1%. The research shows the comparison of isolates P1 (1: 1) and room temperature can increase the number of BAL and lactic acid levels then continued by Least Significant Difference (LSD), yet their interaction does not increase the total BAL and lactic acid levels.
1359316917F1I012031Peran Uni Afrika dalam Menangani Kelompok Teroris Boko Haram di Nigeria Tahun 2010 - 2013 Penelitian yang berjudul ‘Peran Uni Afrika dalam Menangani Kelompok Teroris Boko Haram di Nigeria Tahun 2010 – 2013’ akan menjelaskan mengenai upaya – upaya yang dilakukan oleh Uni Afrika sebagai organisasi internasional di kawasan Afrika dalam menangani maupun menyelesaikan permasalahan terorisme yang terjadi di Nigeria. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan peran dari Uni Afrika dalam menangani kelompok teroris Boko Haram di Nigeria. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder atau telaah pustaka (library research) dan teknik analisis data yang mengaplikasikan teori ke dalam permasalahan dalam penelitian ini.
Hasil akhir dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa peran Uni Afrika kurang efektif dalam menangani kelompok teroris Boko Haram yang terjadi di Nigeria. Hal ini dapat kita lihat pada sebagian besar dari hasil upaya – upaya yang telah dilakukan oleh Uni Afrika tidak berhasil menekan intensitas konflik yang disebabkan oleh kelompok teroris Boko Haram.

Kata Kunci: Uni Afrika, Nigeria, Terorisme, Kelompok Teroris Boko Haram.
This research, titled ‘The Role of African Union in Handling Terrorist Group Boko Haram in Nigeria 2010 – 2013’ will explain the efforts made by the African Union as an international organization in Africa in addressing and solving the problems of terrorism that occurred in Nigeria. The purpose of this research was to elucidate the role of the African Union in addressing the terrorist group Boko Haram in Nigeria. This research was conducted with a qualitative method, and data collection using secondary data or library research, and also data analysis which applied the theory for the problem of this research.
As a result of this research can be concluded that the role of the African Union is less effective in dealing with the terrorist group Boko Haram in Nigeria. This can be seen in most of the results of the efforts made by the African Union failed to suppress the intensity of the conflicts caused by the terrorist group Boko Haram.

Keywords: African Union, Nigeria, Terrorism, Terrorist Group Boko Haram.
1359416918F1A012071TUNGKU VERSUS KOMPOR
(Studi Deskriptif Mengenai Perbedaan Persepsi dan Pengolahan Masakan Gudeg Mbok Benik di Temanggung)
Tungku dan Kompor, perlengkapan masak yang menjadi pembeda antara kedua pemilik warung gudeg Mbok Benik. Kedua warung berjalan dengan berbarengan akan tetapi masing-masing warung memakai perspektif yang berbeda dalam menggunakan alat masak sampai dengan menyiapkan masakannya atau penyajiannya. Hasil Penelitian Menunjukkan bahwa terlepas dari perbedaan persepsi oleh Pakde Wot mengenai perawatan tungku itu lebih mudah, keduanya mempersepsikan kompor sebagai alat produksi yang lebih efisien, lebih bersih, tidak menyebabkan polusi dan lebih menghemat biaya produksi dibandingkan tungku. Selanjutnya, upaya penggunaan kompor dan tungku dalam pengolahan masakan gudeg adalah penggunaan dapur dan alat memasak yang bagi Bu Tutik mempertimbangkan segitiga kerja dapur. Sebaliknya Pakde Wot tidak memperdulikan segitiga kerja dapur di dalam proses mengolah gudeg. Terakhir, dalam menafsirkan tungku, Pakde Wot beranggapan bahwa tungku ia pertahankan sebagai alat untuk menyambung hidup saja. Pakde Wot tidak termotivasi untuk beralih ke kompor atau bahkan mengembangkan usaha gudegnya. Sementara bagi Bu Tuti, kompor ditafsirkan sebagai bagian vital dalam usahanya. Beliau justru termotivasi untuk mengembangkan usahanya secara turun-temurun kepada anaknya. The number of people who followed traveling transform this activity into a trend. Powered modern technological advances facilitate the trend of traveling more and more followed from various backgrounds, including students in Purwokerto which forms a community of traveling. The problem of this research is how students interpret the activity of traveling. The results showed that the significance of traveling for students in Purwokerto is a refreshment of mind and as a lesson. Student financial strategy in traveling activity is obtained by save the day - day, save, and work part time. Traveling community a positive impact on the students who joined them, gained a lot of friends, hone skills in a sociable personality, become familiar with the individual character as well as being informed also tips about traveling. We recommend that students follow the trend of traveling as a lifestyle not just follow and only as a venue for self-existence that is not called outdated or students call it a lifestyle of "modernity," but is expected to always take a different perspective as learning materials to increase knowledge and experience on each - each individual.
1359516919F1I011044PERAN UNI EROPA DALAM MENANGANI KRISIS PENGUNGSI TAHUN 2014-2015 DI EROPABenua Eropa merupakan lokasi yang menjadi tujuan para pengungsi atau dari berbagai negara seperti Afrika, Amerika Latin dan Timur Tengah. Seiring berjalanya waktu, dalam beberapa tahun terakhir, terjadi pengingkatan jumlah pengungsi yang mengakibatkan timbulnya krisis pengungsi. Salah satu penyebab peningkatan jumlah pengungsi ini adalah timbulnya konflik di beberapa negara di Timur Tengah yang mana salah satunya yakni pengungsi yang berasal dari Suriah yang pergi dikarenakan adanya konflik di Negara tersebut.
Untuk menangani permasalahan krisis pengungsi, organisasi internasional yang beranggotakan negara-negara Eropa yakni Uni Eropa berdasarkan ratifikasi pada Konvensi Jenewa tahun 1951 yaitu United Nations Convention Relating to the Status of Refugee Uni Eropa memiliki kewajiban untuk menerima pengungsi yang masuk ke wilayah mereka. Selain itu negara yang meratifikasi juga memiliki kewajiban untuk memperlakukan pengungsi secara baik dengan menggunakan fasilitas yang layak dan juga aman. Akan tetapi, pada tahun 2014-2015, terjadi beberapa permasalahan dalam penanganan pengungsi di Uni Eropa. Dalam menghadapi permasalahan ini, tentunya Uni Eropa berperan penting dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Berdasarkan hal tersebut, penelitian dengan judul PERAN UNI EROPA DALAM MENANGANI KRISIS PENGUNGSI TAHUN 2014-2015 DI EROPA ini bermaksud untuk mengetahui bagaimana peran Uni Eropa dalam menangani krisis pengungsi tahun 2014-2015 di Eropa. Penelitian ini kemudian dianalisis menggunakan teori organisasi internasional dengan metode penelitian kualitatif desk research.
Adapun hasil dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan peran-peran Uni Eropa dalam menangani krisis pengungsi tahun 2014-2015. Peran-peran tersebut antara lain; Uni Eropa disebut sebagai instrumen dalam penanganan krisis pengungsi dimana negara anggota dalam Uni Eropa memiliki tujuan bersama untuk menyelesaikan dan membuat kebijakan bersama mengenai pengungsi yang masuk ke Uni Eropa, Uni Eropa berperan sebagai Aktor independen dalam dunia internasional Uni Eropa dipisahkan entitasnya dari negara anggotanya, mereka bergerak sebagai sebuah entitas sendiri, Uni Eropa berperan sebagai arena yang mana dijadikan sebagai tempat atau forum untuk bertemunya Negara-negara anggota dalam memperjuangkan kepentingannya.
Europe is a location where becomes the destination of refugees who come from any others countries such as Africa, Latin America, and Middle East region. As time goes by, recently, an increasing number of refugees resulted in the emergence of a refugee crisis. One of the causes which increase the number of the refugees is the emergence of conflict in some Middle East countries especially Syria. The refugees from Syria left their country caused by the conflict there.
In order to handle refugees crisis, European Union as an international organization whose members are European countries based on the ratification of Geneva Convention United Nations Convention Relating to the Status of Refugee on 1951, has a responsibility to accept the refugees who come to EU regions. Not only that, the countries which had been ratified also have the responsibility to treat refugees better by using decent facilities and give them secure. But, around the year of 2014 – 2015, there were some problems in the handling of refugees in the European Union. In addressing the issues, obviously European Union had the important roles. Based on this background, the research which titled THE ROLES OF EUROPEAN UNION IN ADDRESSING REFUGEES CRISIS ON 2014-2015 IN EUROPE is aim to find out about how the EU's role in handling the refugee crisis in 2014-2015 in Europe. This research analyzed by using the international organization theory with qualitative method.
The result of this research is to describe the roles of European Union in handling the refugees crisis in 2014-2015. The roles of the European Union are; European Union is called as the instrument on refugees crisis case which means the European countries have a common goal to finish and make joint policy on refugees who enter the EU. Then, European Union act like an independent actor on the international world. The European Union entity separated from the member states, it moves as an entity of its own. The last, EU has a role as an arena where serve a meeting place or forum for member countries in the fight for their interests.
1359616920F1F009079An Analysis of Figurative Language on Julia’s Jihad Headlines by Julia Suryakusuma (A Semantics Approach on Article Headlines in Julia’s Jihad Book)
ABSTRAK

Muhammad Zaenul Wafa. 2016. An Analysis of Figurative Language on Julia’s Jihad Headlines by Julia Suryakusuma (A Semantics Approach on Article Headlines in Julia’s Jihad Book). Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing I: Tuti Purwati S.S., M.Pd., Pembimbing II: Asrofin Nur Kholifah S.S., M.Hum., Penguji: R. Pujo Handoyo, S.S, M. Hum.

Kata Kunci: Bahasa Figuratif, Buku Julia’s Jihad, Berita Utama

Penelitian yang berjudul “An Analysis of Figurative Language on Julia’s Jihad Headlines by Julia Suryakusuma (A Semantics Approach on Article Headlines in Julia’s Jihad Book)” bertujuan untuk mengetahui jenis bahasa figuratif dan arti dari setiap bahasa figuratif dalam berita utama pada buku Julia’s Jihad. Sumber data utama penelitian ini adalah buku Julia’s Jihad karya Julia Suryakusuma yang dianalisis menggunakan teori Diyanni tentang bahasa figuratif.
Analisis penelitian ini disajikan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada berita-berita utama dalam buku Julia’s Jihad. Teknik pengumpulan data menggunakan kajian dokumen yang mana berita utama digunakan sebagai data utama serta artikel dan halaman internet sebagai sumber data yang mendukung penelitian ini. Kemudian, judul-judul penting sebagai data yang mengandung bahasa figuratif ditampilkan. Terakhir, data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori Diyanni tentang bahasa figuratif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada 38 dari 110 berita utama yang mengandung bahasa figuratif dalam buku Julia’s Jihad karya Julia Suryakusuma. Ditemukan 25 berita utama yang mengandung metafora, 6 berita utama yang mengandung personifikasi, 3 berita utama yang mengandung sinekdot, 1 berita utama yang mengandung ironi dan 2 berita utama yang mengandung hiperbola. Arti bahasa figuratif menunjukkan bahwa penulis menggunakan bahasa figuratif, seperti metafora, personifikasi, sinekdot, ironi dan hiperbola dalam judul untuk menjelaskan sifat seseorang, kondisi dan rincian penting, untuk membuat judul terlihat lebih menarik dan meningkatkan rasa ingin tahu pembaca, serta untuk menegaskan suatu maksud dan menampilkan selera humor.

ABSTRACT

Muhammad Zaenul Wafa. 2016. An Analysis of Figurative Language on Julia’s Jihad Headlines by Julia Suryakusuma (A Semantics Approach on Article Headlines in Julia’s Jihad Book). English Language and Literature Study Program. English Literature Department. Humanities Faculty. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. First Supervisor: Tuti Purwati S.S., M.Pd., Second Supervisor: Asrofin Nur Kholifah S.S., M.Hum., Examiner: R. Pujo Handoyo, S.S, M. Hum.

Keywords: Figurative Language, Julia’s Jihad Book, Headlines

The research entitled “An Analysis of Figurative Language on Julia’s Jihad Headlines by Julia Suryakusuma (A Semantics Approach on Article Headlines in Julia’s Jihad Book)” was aimed to find out the types of figurative language and the meaning of each figurative language in Julia’s Jihad headlines. The main data source was Julia’s Jihad book by Julia Suryakusuma analyzed by using Diyanni theory of figurative language.
The analysis was presented by using descriptive qualitative method that focuses on the headlines of Julia’s Jihad book. The research applied document review to collect the data which allows the use the headlines as the main data as well as article and internet website as the data sources to support the research. Next, the important headlines as data containing figurative language were listed. Finally, the data were analyzed by using Diyanni theory of figurative language.
As for the results, there are 35 out of 110 headlines containing figurative languages in Julia’s Jihad book by Julia Suryakusuma. There are 25 headlines of metaphor, 6 headlines of personification, 3 headlines of synecdoche, 1 headline of irony and 2 headlines of hyperbole. The meaning of figurative language indicates that the author uses figurative languages, such as metaphor, personification, synecdoche and irony in the headlines to describe nature of a person, condition and crucial details, to make the headline more interesting and raise reader’s curiosity as well as to emphasize a point and feature a sense of humor.
1359716921F1F009039The Comparison of Depression between Characters with Cancer on A Walk to Remember by Nicholas Sparks And The Fault in Our Stars by John GreenABSTRAK

Muhamad Ibnu Fajar. 2016. The Comparison of Depression between Characters with Cancer on A Walk to Remember by Nicholas Sparks and The Fault in Our Stars by John Green. Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris. Jurusan Sastra Inggris. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto. Pembimbing I: Aidatul Chusna S.S., M.A., Pembimbing II: Rizki Februansyah S.S., M.A., Penguji: Dian Adiarti ,S.Pd., M. Hum.

Kata Kunci: Depresi, Tokoh, A Walk to Remember, The Fault in Our Stars

Penelitian ini berjudul “The Comparison of Depression between Characters with Cancer on A Walk to Remember by Nicholas Sparks and The Fault in Our Stars by John Green” ini bertujuan untuk mengetahui kategori depresi yang dialami oleh tokoh utama dalam novel A Walk to Remember dan The Fault in Our Stars dan untuk mengetahui persamaan dan perbedaan kategori depresi dalam novel A Walk to Remember dan The Fault in Our Stars. Sumber data utama pada penelitian ini adalah novel A Walk to Remember karangan Nicholas Sparks dan The Fault in Our Stars karangan John Green.
Analisis penelitian ini disajikan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang fokus dalam menganalisa data dalam bentuk kata-kata, kalimat dan paragraph tentang depresi tokoh utama dalam kedua novel. Penelitian ini menerapkan kajian pustaka untuk mengumpulkan data yang memungkinkan pengumpulan data dari buku, essay, artikel dan website internet sebagai sumber data untuk mendukung penelitian. Kemudian, data penting yang berisi kata-kata, frasa dan kalimat dikategorisasikan. Terakhir, data tersebut dianalisis dengan menggunakan teori depresi, studi perbandingan, tokoh dan penokohan, dan pendekatan psikologi sastra.
Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tipe depresi yang diderita oleh tokoh utama dalam kedua novel tersebut adalah kategori depresi mayor. Dapat juga disimpulkan bahwa ada persamaan dalam jenis depresi tokoh utama, yaitu depresi mayor dan mempunyai perbedaan dalam jenis depresi yang diderita oleh tokoh utama, yaitu dysthymia yang hanya diderita oleh tokoh utama dalam novel A Walk to Remember. Maka, dapat disimpulkan bahwa kedua novel menggambarkan masalah depresi pasien kanker.
ABSTRACT

Muhamad Ibnu Fajar. 2016. The Comparison of Depression between Characters with Cancer on A Walk to Remember by Nicholas Sparks and The Fault in Our Stars by John Green. English Language and Literature Study Program. English Literature Department. Humanities Faculty. Jenderal Soedirman University. Purwokerto. First Supervisor: Aidatul Chusna S.S., M.A., Second Supervisor: Rizki Februansyah S.S., M.A., Examiner: Dian Adiarti ,S.Pd., M. Hum.

Keywords: Depression, Character, A Walk to Remember, The Fault in Our Stars

The research entitled “The Comparison of Depression between Characters with Cancer on A Walk to Remember by Nicholas Sparks and The Fault in Our Stars by John Green” was aimed to find out the category of depression experienced by the main character in A Walk to Remember and The Fault in Our Stars and to find the similarities and differences of category of depression in A Walk to Remember and The Fault in Our Stars. The main data source was A Walk to Remember by Nicholas Sparks and The Fault in Our Stars by John Green.
The analysis was presented by using descriptive qualitative method that focuses in analyzing data on words, sentences and paragraphs about depression of the main characters in both novels. The research applied library research to collect the data which allows the collection of the data from books, essays, articles, and internet websites as the data sources to support the research. Next, the important data containing words, phrases and sentences were categorized. Finally, the data were analyzed by using theory of depression, comparative study, character and characterization, and psychology of literature approach.
From the result of this research, it can be concluded that the type of depression suffered by the main characters in both novels was major depression category. It can also be concluded that there was similarity in the type of the depression of the main characters which is major depression and have difference in the type of the depression suffered by the main characters which is dysthymia which only suffered by the main character of A Walk To Remember. It could be concluded that both novels depict the issue of depression of the patient of cancer.
1359816922G1B012081KEPUASAN PASIEN RAWAT INAP PADA PELAYANAN PERSALINAN DI RSUD BANYUMASLatar Belakang: Angka Kematian ibu di Indonesia tahun 2012 meningkat menjadi 359 per 100.000 kelahiran hidup, penyebab langsung kematian ibu terjadi pada saat persalinan. Salah satu cara yang harus dilakukan untuk menurunkan penyebab kematian ibu yaitu dengan peningkatan mutu pelayanan kesehatan. Ada lima dimensi mutu yang mempengaruhi kepuasan yaitu kehandalan, ketanggapan, jaminan, empati dan berwujud. Hal ini merupakan faktor penentu kepuasan pelanggan di mana pelanggan akan membandingkan antara kinerja dengan harapannya.
Metode: Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif eksploratif. Subyek penelitian ditentukan dengan teknik purposive samping yang dimbil dari 4 ibu bersalin di RSUD Banyumas. Keabsahan data melalui triangulasi sumber. Analisis data dengan model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan).
Hasil Penelitian: Hasil yang diperoleh melalui wawancara mendalam mendeskripsika subyek penelitian puas dengan pelayanan yang cepat, kehandalan petugas administrasi dalam pengurusan cepat dan tidak berbelit-belit, kenyamanan yang dilihat dari sikap petugas baik karena setiap melakukan tindakan selalu atas dasar persetujuan pasien/keluarga serta petugas dalam menjawab pertanyaan jelas, sarana prasarana dan kebersihan ruang rawat inap selalu bersih serta lengkap dan pemberian edukasi kesehatan yang jelas dan mudah pahami membuat pasien merasa puas
Kesimpulan: Kepuasan pasien rawat inap yang dilihat dari aspek kecepatan pelayanan, kehandalan petugas, kenyamanan, saranan prasaranan dan pemberian edukasi kesehatan didapatkan hasil memuaskan.
Kata Kunci: Kepuasan Pasien Rawat Inap, Bagian Persalianan

Background: maternal mortality in Indonesia in 2012 increased to 359 per 100,000 live births, the direct cause of maternal deaths occur during delivery. One way to bring down the causes of maternal mortality is to improve the quality of health services. There are five quality dimensions that influence satisfaction ie reliability, responsiveness, assurance, empathy and tangible. This is an important determinant of customer satisfaction where customers will be comparing the performance with expectations.
Methods: This study is a qualitative research with descriptive exploratory approach. The research subject is determined by using purposive side dimbil of four women giving birth in hospitals Banyumas. The validity of the data through triangulation. Analysis of the data with models Miles and Huberman (data reduction, data presentation and conclusion).
Results:The results obtained through in-depth interviews mendeskripsika research subjects are satisfied with fast service, reliability administrators in the management of fast and uncomplicated, comfort seen from the attitude of officers either because every action is always based on the consent of the patient / family and the officer in answering questions obviously, facilities and cleanliness of the wards are always clean and complete and the provision of health education that is clear and easy to understand to make the patient feel satisfied
Conclusion:Patient satisfaction is viewed from the aspect of speed of service, reliability officers, comfort, saranan prasaranan and provision of health education obtained satisfactory results..
Keywords: Inpatient Satisfaction, Section Childbirth
1359916923G1B012004Pengaruh Penerapan Manipulasi Lingkungan terhadap Keberadaan Tikus pada Tingkat Rumah Tangga di Desa Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja Kabupaten Banyumas
Latar Belakang: Tahun 2015 dilaporkan 2 kasus leptospirosis di Desa Sokaraja Lor, dimana kasus tersebut merupakan kasus yang pertama kali ditemukan di daerah tersebut. Hasil Spot survey oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas pada tahun yang sama menyebutkan kepadatan relatif tikus yang tinggi di Desa Sokaraja Lor yaitu sebesar 18%. Hasil tersebut dapat menjadi gambaran adanya keberadaan tikus yang cukup banyak di Desa Sokaraja Lor, sehingga diperlukan upaya pengendalian untuk menekan perkembangbiakan tikus di wilayah pemukiman, salah satu upaya pengendalian yang dapat diterapkan yaitu manipulasi lingkungan.
Metodologi: Jenis penelitian kuantitatif menggunakan metode Pre-experimental dengan desain penelitian One-group pretest-postest. Sampel penelitian diperoleh dengan Purposive sampling yang berjumlah 15 responden. Analisis bivariat yang digunakan yaitu uji Wilcoxon.
Hasil Penelitian: Analisis univariat mengenai karakteristik responden menunjukkan rata-rata responden berumur 45 tahun, 66,7% memiliki pekerjaan tidak berisiko yaitu ibu rumah tangga, pendidikan responden masuk kategori rendah sebanyak 86,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya pengaruh penerapan manipulasi lingkungan terhadap keberadaan tikus pada tatanan rumah tangga.
Kesimpulan: Terdapat pengaruh penerapan manipulasi lingkungan tatanan rumah tangga terhadap keberadaan tikus di Desa Sokaraja Lor Kecamatan Sokaraja Kabupaten Bayumas.
Background: Two cases of leptospirosis in Sokaraja Lor village reported in 2015, those are the first case discovered in that area. Spot survey result which conducted by the Banyumas's Health Service in 2015 stated that high relative density of rats in Sokaraja Lor village reached 18%. The result described the existence of rats in Sokaraja Lor village is in high percentase so that it is necessary to control and reduce the propagation of rats in residential areas. Environmental manipulation is one of the effort to control the existence of rats.
Methodology: The study used quantitative with Pre-experimental research methods and One-group pretest-posttest design. 15 respondents as samples were obtained by purposive sampling. Bivariate analysis used Wilcoxon test.
Results: Univariate analysis of respondent's characteristics indicated that the respondents are 45-year-old average, 66.7% have an unrisk job as housewives, respondent's education categorized as low as 86.7%. The results of bivariate analysis showed there is an effect of environmental manipulation to the presence of rats on the household.
Conclusion: There is an effect of domestic environmental manipulation application to the presence of rats in Sokaraja Lor village.
1360016925F1F011056An Analysis of Linguistic Features Produced by Rebecca Bloomwood in Confession of a Shopaholic Movie.ABSTRAK
Pramita, Elsa. 2016. An Analysis of Linguistic Features Produced by Rebecca Bloomwood in “Confession of a Shopaholic” Movie. Skripsi. Pembimbing I. Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Pembimbing II. Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. Penguji: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd. Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Universitas Jenderal Soedirman. Fakultas Ilmu Budaya. Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Program Studi S1 Sastra Inggris. Purwokerto.

Penelitian yang berjudul “An Analysis of Linguistic Features Produced by Rebcecca Bloomwood in Confession of a Shopaholic movie” ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis fitur linguistik dan fungsi dari fitur-fitur tersebut yang dihasilkan oleh Rebecca Bloomwood.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk menganalisis ujaran-ujaran dari Rebecca Bloomwood yang muncul dalam film Confession of a Shopaholic dan merupakan data utama dalam penelitian ini. Data tersebut dianalisis menggunakan teori fitur linguistik oleh Robin Lakoff, yaitu: lexical hedges, tag questions, rising intonations, empty adjectives, precise color terms, intensifiers, hypercorrect grammar, superpolite forms, avoidance of strong swear words, and emphatic stress. Peneliti menggunakan beberapa langkah dalam menganalisis data. Langkah-langkah tersebut adalah mereduksi, menampilkan, dan menyimpulkan data.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 81 fitur linguistik yang diucapkan oleh Rebecca Bloomwood. Peneliti mengklasifikasikan fitur linguistik sebagai berikut: 25 lexical hedges, 3 tag questions, 7 rising intonations, 7 ‘empty’ adjectives, 16 intensifiers, 6 ‘superpolite forms, 8 avoidance of strong swear words, dan 9 ‘emphatic’ stress, namun tidak ditemukan hypercorrect grammar dan precise color terms di dalam data. Fitur linguistik yang sering muncul adalah Lexical Hedges dengan 25 tuturan. Pada umumnya, fungsi dari fitur linguistik yang digunakan oleh wanita adalah untuk menunjuk ketidakyakinan, kekurangan percaya diri ketika menyampaikan pendapatnya kepada orang lain serta untuk menghaluskan kata agar lebih sopan.

Kata kunci: women’s langugae, linguistic features, Confession of a Shopaholic, movie
ABSTRACT
Pramita, Elsa. 2016. An Analysis of Linguistic Features Produced by Rebecca Bloomwood in “Confession of a Shopaholic” Movie. Thesis. Supervisor I: Kristianto Setiawan, S.S., M.A. Supervisor II: Erna Wardani, S.Pd., M.Hum. External Examiner: Indriyati Hadiningrum, S.S., M.Pd. Ministry of Research, Technology and Higher Education. Jenderal Soedirman University. Faculty of Humanities. Language and Literature Department. English Study Program, Purwokerto.

The research entitled “An Analysis of Linguistic Features Produced by Rebcecca Bloomwood in Confession of a Shopaholic movie” was aimed to analyze the kinds of linguistic features and to describe those functions which occurred in the Confession of a Shopaholic’s movie produced by Rebecca Bloomwood.
The research used qualitative method in analyzing the utterances produced by Rebecca Bloomwood in Confession of a Shopaholic movie as the main data of the research. The data were analyzed using theory of linguistic features by Robin Lakoff which include lexical hedges, tag questions, rising intonations, empty adjectives, precise color terms, intensifiers, hypercorrect grammar, superpolite forms, avoidance of strong swear words, and emphatic stress. In analyzing the data, the researcher took some steps. They were data reduction, data display, and data conclusion.
The result of the research shows that the researcher found 81 total utterances of linguistic features produced by Rebecca Bloomwood. The classifications are as follows: There are 25 utterances of lexical hedges, 3 utterances of tag questions, 7 utterances of rising intonations, 7 utterances of ‘empty’ adjectives, 16 utterances of intensifiers, 6 utterances of ‘superpolite’ forms, 8 utterances of avoidance strong swear words, and 9 utterances of ‘emphatic’ stress. However, hypercorrect grammar and precise color term are not found in the data. Thus, the linguistic feature which mostly occurs is lexical hedges with 25 utterances. In addition, the general functions of linguistic features that are used by women are to show the uncertainty, the lack of confidence when they share the opinion to others and also to soften their words to make it more polite.

Key Words: women’s language, linguistic features, Confession of a Shopaholic, movie