Artikelilmiahs

Menampilkan 13.641-13.660 dari 49.640 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
1364116952C1C012041PENGARUH PROFITABILITAS, LEVERAGE, DAN LIKUIDITAS TERHADAP CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DAN PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEICorporate Social Responsibility adalah bukan hanya sekedar kegiata amal, dimana CSR mengharuskan suatu perusahaan dalam pengambilan keputusannya agar dengan sungguh-sungguh memperhitungkan akibat terhadap seluruh pihak yang berkepentingan dalam perusahaan (Stakeholder) serta terhadap lingkungan sekitar. Untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan melakukan beragam cara diantaranya melalui penerapan mekanisme Corporate Social Responsibility Disclosure. Beberapa hal yang dapat berpengaruh terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure suatu perusahaan diantaranya Profitabilitas, Leverage, dan Likuiditas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari Profitabilitas, Leverage, dan Likuiditas terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure pada perusahaan manufaktur dan pertambangan. Penelitian ini dilakukan pada perusahaan manufaktur dan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan laporan tahunan sejak 2013 hingga 2015. Analisis data menggunakan uji asumsi klasik, uji regresi berganda, uji goodness of fit, uji t, dan uji independent t-test. Perusahaan yang digunakan sebagai bahan penelitian sebanyak 51. Dari hasil pengujian diketahui bahwa pada perusahaan manufaktur variabel profitabilitas, leverage, dan likuiditas tidak memiliki pengaruh terhadap corporate social responsibility disclosure pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEI pada tahun 2013-2015, sedangkan pada perusahaan pertambangan diketahui bahwa variabel profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap corporate social responsibility disclosure pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2013-2015. Namun, pada variabel leverage, dan likuiditas di perusahaan pertambangan diketahui tidak berpengaruh terhadap corporate social responsibility disclosure pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2013-2015.Corporate Social Responsibility is not just a charity event, where CSR requires a firm in its decision-making in order to seriously take into account the impacts on all stakeholders in the company as well as the surrounding environment. To improve the financial performance of companies perform a variety of ways including through the implementation of Corporate Social Responsibility Disclosure mechanisms. Some things that can affect the Corporate Social Responsibility Disclosure of a company such Profitability, Leverage and Liquidity. The purpose of this study are to determine the effect of Profitability, Leverage and Liquidity to Corporate Social Responsibility Disclosure in manufacturing and mining. This research was conducted in the manufacturing and mining company listed on the Indonesia Stock Exchange with annual reports from 2013 to 2015. Data were analyzed using classic assumption test, regression test, goodness of fit test, t test, and test independent t-test. Companies that used as research data are 51. From the test results it is known that the variable manufacturing company profitability, leverage, and liquidity does not have an influence on the corporate social responsibility disclosure in companies listed on the Stock Exchange in 2013-2015, while the mining companies that the variables significantly influence the profitability of corporate social responsibility disclosure in the mining company listed on the Stock Exchange in the year 2013-2015. However, the variable leverage, and liquidity in the mining companies does not affect the disclosure of corporate social responsibility in the mining company listed on the Stock Exchange in the year 2013-2015.
1364216974F1A011081PEMAKNAAN BADAN PENYELENGGARA JAMINAN SOSIAL (BPJS) KESEHATAN PADA MASYARAKAT KELURAHAN KEMBARAN KULON KECAMATAN PURBALINGGA KABUPATEN PURBALINGGABadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia. Penelitian yang berjudul “ Pemaknaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada Masyarakat Kelurahan Kembaran Kulon Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga” ini bertujuan untuk mengetahui alasan masyarakat mengikuti dan tidak mengikuti program BPJS dan untuk mengetahui makna BPJS pada masyarakat Kelurahan Kembaran Kulon. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif untuk memberi gambaran atau uraian dengan cermat secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta dan sifat populasi tertentu dari objek atau fenomena yang diteliti. Informan yang digunakan adalah masyarakat Kelurahan Kembaran Kulon yang mengetahui program BPJS dan masyarakat yang rutin memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Kecamatan Purbalingga. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian masyarakat mulai mengikuti BPJS dengan alasan BPJS merupakan asuransi kesehatan yang terjangkau dan memudahkan masyarakat dalam mengakses masalah kesehatan Namun ada pula sebagian masyarakat yang memaknai BPJS sebagai program yang menguntungkan pihak tertentu saja dengan iuran yang mahal namun pelayanan dan fasilitas yang tersedia belum maksimal. Namun masih ada yang belum mengikuti BPJS, alasannya BPJS dianggap berat karena premi yang dibebankan setiap bulannya yang dirasa membebani bagi sebagian masyarakat tersebut sehingga mereka memilih untuk tidak mengikuti program tersebut. Masyarakat memaknai BPJS ibarat sedia payung sebelum hujan, dengan menggunakan BPJS masyarakat tidak perlu mikirkan biaya ketika mereka jatuh sakit dan BPJS sebagai asuransi kesehatan yang terjangaku. Social Security Agency (BPJS) Health itself is a State-Owned Enterprises (SOEs) which are assigned by the government to organize health insurance for all Indonesian people. The research entitled "Defining Social Security Agency (BPJS) Health at the Kelurahan Kembaran Kulon community" aims to determine why people follow and not follow BPJS program and to know the meaning of BPJS on Kelurahan Kembaran Kulon community. This research used qualitative descriptive method to give a picture or description carefully in a systematic, factual and accurate information on the facts and the nature of certain populations of the object or phenomenon. While informants used is to prioritize select informants who truly master the subject being studied is permaslahan Village community who know the twins Kulon BPJS program and the people who regularly check their health in sub-district Puskesmas Purbalingga. Results of research on the meaning of BPJS Kelurahan Kembaran Kulon community showed that the majority of people start to follow BPJS because BPJS is health insurance that is affordable and easier for people to access health problems. However, there are some people have not followed BPJS because of BPJS premiums charged in every month. It is burdensome for some people so that they choose not to follow the program. Most public think that BPJS as the plan to face health problem. They do not need to think about the cost again when they are sick. But there are also some people who think BPJS as a program to certain parties with mandatory dues every month and can be changed any time if it is hard for people
1364316954C1C012018Analisis Konsistensi Respons dalam Penilaian Kualitas LabaPenelitian dengan judul “Analisis Konsistensi Respons dalam Penilaian Kualitas Laba” bertujuan untuk mengetahui konsistensi respons dalam penilaian kualitas laba. Sampel dipilih secara stratified purposive. Data yang digunakan adalah jawaban antar responden dalam penerapan Earnings Quality Assessment (EQA) dan data dari tiga perusahaan manufaktur yang mendukung sektor properti selama tiga tahun pengamatan, yaitu tahun 2012-2014. Jawaban antar responden dalam penerapan EQA dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan proporsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respons (dalam tiap kelompok penilai) terhadap penilaian kualitas laba konsisten. Tingkat kekonsistenan masing-masing kelompok penilai tidak sama pada tiap indikator dan seluruh indikator EQA. Tingkat kekonsistenan yang tidak sama terjadi karena masing-masing kelompok penilai memiliki tingkat pemahaman terhadap dua puluh indikator EQA tidak sama sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan bidang pekerjaan saat ini. Implikasi dari penelitian ini adalah kualitas laba harus dinilai oleh orang yang profesional, yaitu orang yang memiliki kualifikasi seperti kualifikasi responden kelompok tiga dalam penelitian ini. Untuk dapat meningkatkan keterandalan penilaian kualitas laba dapat dilakukan dengan menempatkan penilai yang ahli di bidangnya untuk menilai setiap indikator EQA.The study entitled “The Analysis of Responses Consistency in The Assessment of The Quality of Earnings” aims to determine the consistency of response in assessing earnings quality. Samples were selected stratified purposively. The data used are answers among the respondents in the application of Earnings Quality Assessment (EQA) and the data of three manufacturing companies that support the property sector during the three years of observation, i.e. 2012-2014. The answers by the respondents in the application of EQA are analyzed by using descriptive statistics and proportion. The results indicated that the responses (in each assessors group) to the earnings quality assessment consistent. The level of consistency each assessors group are not equal on each indicator and all indicators EQA. The level of consistency which are not equally occured due to each assessors group have a varies level of understanding against twenty indicators of EQA in accordance with the educational background, experience, and present field of work. The implication of this study is that earnings quality must be assessed by professional, that is those who have qualified as qualifications respondent group three in this study. The reliability of earnings quality assessment can be improved by placing appraisor experts in the field to assess each indicators of EQA.
1364416955D1F013014Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor Produksi Peternakan Ayam Kampung Super (Studi Kasus Pada Kelompok AKAS)Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan faktor produksi (jumlah ternak, jumlah pakan, obat dan vitamin, serta tenaga kerja) terhadap penerimaan usaha ayam kampung super dan menganalisis efisiensi penggunaan faktor produksi pada usaha ayam kampung super di Kabupaten Banyumas.
Penelitian dilakukan dengan metode survei. Sasaran penelitian tertuju pada usaha peternak ayam kampung super kelompok AKAS Farm. Metode penetapan sampel menggunakan metode purposive. Kelompok yang terpilih adalah kelompok AKAS, karena kelompok ini merupakan kelompok yang berjalan secara intensif dalam mengelola para peternak yang ada di Banyumas. Sampel responden yaitu dengan mengambil seluruh responden dari kelompok AKAS yang berjumlah 40 peternak.
Hasil analisis efisiensi penggunaan faktor produksi yang berpengaruh terhadap penerimaan adalah jumlah pakan, dan jumlah ternak, sedangkan obat dan vitamin, tenaga kerja tidak berpengaruh. Tetapi nilai produk marginal menunjukkan (1) jumlah pakan sebesar 0,71 (2) obat dan vitamin sebesar 2,34 (3) jumlah ternak sebesar 2,48, dan (4) tenaga kerja 0,07. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan faktor produksi jumlah pakan tidak efisien, dan penggunaan faktor produksi jumlah ternak belum efisien.
The aims of this research were to analyze the impact of the usage of production factors (livestock, feed, medicine and vitamins, and labor) towards the income and the efficiency of production factor usage of super kampong chicken business in Banyumas Regency. This research used was Survey Method to the 40 members of super kampong chicken from AKAS Farm Group. The respondents were selected using the purposive method. AKAS Group was selected because this was the only active group that manage the farmers in Banyumas. The respondent sample was selected from the whole members of AKAS group.
The analysis showed that the production factors that had an effect to the usage efficiency were feed and livestock, while medicine, vitamins, and labor did not. However, the marginal product value showed (1) the feed amount was 0.71 (2) medicine and vitamin amount was 2.34 (3) livestock was 2.48 and (4) labor was 0.07. The conclusion based on this result is, the production factors usage of feeds are not efficient, and the production factor usage of livestock efficient.
1364516956F1A012074Praktik Sistem Kekerabatan Minangkabau di Perantauan (Studi Deskriptif tentang Relasi Gender pada Masyarakat Minangkabau Perantauan di Purwokerto)Terdapat beberapa negara yang menganut sistem matrilineal, salah satunya adalah masyarakat etnis Minangkabau. Sistem matrilineal merupakan sistem yang menganut garis keturunan menurut garis ibu yang di dalamnya mengatur juga soal peran dan kedudukan laki-laki dan perempuan. Selain itu, etnis Minangkabau juga menjadikan merantau sebagai tradisi yang menjadi salah satu kewajiban bagi kaum laki-laki dewasa. Apakah tradisi merantau masyarakat Minang ini justru akan mengikis prinsip kultural mereka setelah bertemu dengan kebudayaan baru di perantauan? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penafsiran atau praktik sistem kekerabatan matrilineal dalam etnis Minangkabau di Purwokerto. Selain itu, peneliti juga ingin melihat apakah terdapat pergeseran dalam relasi gender pada perantau Minangkabau di Purwokerto. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, di mana subjek atau sasaran penelitiannya dipilih berdasarkan teknik purposive.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwa terjadi pergeseran dalam praktik sistem kekerabatan matrilineal di Purwokerto. Pergeseran ini tidak terjadi secara keseluruhan dalam aturan adat Minangkabau dan tidak sepenuhnya hilang sebagai identitas budaya mereka, namun sebagian besar prinsip kultural matrilineal sudah tidak dijalankan lagi dalam kehidupan sosial masyarakat Minangkabau di Purwokerto. Pergeseran tersebut, yaitu pertama, dalam penentuan tempat tinggal setelah menikah, yaitu dari adat menetap uxorilocal/matrilokal bergeser ke adat menetap neolokal. Kedua, prinsip kultural fungsi mamak juga bergeser. Di rantau, seorang mamak tidak lagi memiliki tanggung jawab, wewenang, dan kontrol terhadap kemenakan dan saudara perempuannya. Seorang ayahlah yang berlaku sebagai “ayah biologis” dan “ayah sosial” bagi anaknya. Secara otomatis, struktur kekuasaan pada masyarakat Minangkabau di Purwokerto mengalami perubahan. Jika sebelumnya, kekuasaan berada di tangan mamak, kini berada di tangan ayah. Ketiga, perkawinan endogami sebagaimana yang dilaksanakan di ranah Minang sudah tidak dilaksanakan ketika di rantau. Keempat, terjadi pergeseran pula pada fungsi dan peran perempuan sebagai bundo kanduang. Kelima, bergesernya peran laki-laki sebagai mamak, peran laki-laki sebagai penghulu adat, dan peran laki-laki sebagai sumando sudah tidak berfungsi lagi. Laki-laki – dalam hal ini suami – yang meratau memiliki kendali sendiri atas rumah yang ditempatinya. Pola tempat tinggal yang berubah, otomatis membuat laki-laki tidak lagi berperan sebagai sumando. Sementara itu, kedudukan perempuan tetap berada di posisi kedua setelah laki-laki. Bagaimana perempuan tidak dapat mengatur dan mengendalikan keputusan dalam berbagai hal, termasuk yang berkaitan dengan harta yang menjadi haknya. Perempuan hanya memiliki hak, namun wewenang, tanggung jawab, serta kontrol tetap berada pada laki-laki
There are some countries which are embraced matrilineal system, namely the Minangkabau ethnic communities. Matrilineal system is a system that embrace lineage according to the maternal line, which also regulates about the role and position of men and women. Moreover, Minangkabau ethnic also makes "merantau" as a tradition, which became one of the men's obligation. Is the tradition of "merantau" in Minang community will erode their cultural principles after meeting with a new culture in "ranah rantau"? This research aims to identify the interpretation or practice of matrilineal kinship system in Minangkabau ethnic in Purwokerto. In addition, the researcher also wanted to see if there is a change in gender relations at Minangkabau communities in Purwokerto. The research method used in this research is descriptive qualitative. In which, the subject of this research was determined by using purposive sampling.
The results showed that there was a change on practice of matrilineal kinship system in Purwokerto. This change does not occur thoroughly in customs rules of Minangkabau and not completely lost as their cultural identity. But most of the cultural principles of matrilineal had not enacted again in the social life of the Minangkabau communities in Purwokerto. The change is, first, in determination the place of residence after the marriage, that is from uxorilocal changed into neolocal. Second, the cultural principle of mamak functions also changed. In the "ranah rantau", mamak no longer have the responsibility, authority, and control toward kemenakan and his sister. It means, a father who act as "biological father" and "social father" for the childs. Automatically, the power structure in Minangkabau community in Purwokerto has changed. If before, the power is in mamak hands, in the "ranah rantau" the power is in father hands. Third, endogamy's marriage as practiced in Minangkabau, is not carried out when in "ranah rantau". Fourth, there was also changes in the function and role of women as bundo kanduang. Fifth, the changes of role of the men as mamak, role of the men as penghulu, and the role of the men as sumando who had not function anymore. Male - in this case the husband - who meratau has its own control over their houses. The changing patterns of the residence, automatically makes men no longer act as sumando. Meanwhile, the women's position remained in second place after the men. How women can not regulate and control decisions in a variety of ways, including with the property which they are entitled. Women only have the rights, but the authority, responsibility, and control remain in males.
1364616979B1J012055KERAGAMAN ISOLAT ACTINOMYCETES PENGHAMBAT Staphylococcus aureus BERDASARKAN ANALISIS MULTIPLEX PCR TERHADAP GEN NRPS DAN PKSStaphylococcus aureus merupakan salah satu bakteri penyebab infeksi pada kulit.Meningkatnya multiresistensi S.aureus terhadap penggunaan antibiotik, mendorong usaha untuk mendapatkan sumber antibiotik baru. Senyawa antibiotik dapat dihasilkan oleh actinomycetes, bakteri, dan jamur. Actinomycetes merupakan salah satu jenis mikroorganisme yang sangat penting sebagai penghasil senyawa aktif. Penelitian ini bertujuan mengetahui keragaman isolat potensial penghambat Staphylococcus aureus berdasarkan analisis Multiplex Polymerase Chain Reaction (PCR) terhadap gen Non Ribosomal Peptide Synthetase (NRPS ) dan Polyketide Synthetase (PKS).
Data yang didapatkan dianalisis dengan metode Unweighted Pair Group Method with Arithmatic Average (UPGMA) program Molecular Evolutionary Genetic Analysis(MEGA)6.0. Sampel yang digunakan adalah tanah dari berbagai tempat, yaitu Laut Cilacap dan limbah Rumah Sakit Banyumas serta Rumah Sakit Margono Soekarjo. Hasil isolasi diperoleh 15 isolat dan isolat yang mampu menghambat S. aureus adalah isolat SB3, SW4, dan PT1. Jarak genetik terkecil terhadap gen NRPS terdapat pada SW4 dan PT1 dengan nilai 20,0%, sedangkan jarak genetik terbesar terdapat pada SB3 dan SW4 dengan nilai 50,0%, serta , serta pada SB3 dan PT1 dengan nilai 50,0%. Jarak genetik terkecil terhadap gen PKS terdapat pada SW4 dan SB3 dengan nilai 33,3%, sedangkan jarak genetik terbesar terdapat pada SW4 dan PT1 dengan nilai 55,6%. Analisis klaster hasil dendogram terhadap gen NRPS, isolat actinomycetes dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu Kelompok 1 (SW4 dan PT 1) dan kelompok 2 (SB3). Hasil dendogram analisis klaster terhadap gen PKS, isolat actinomycetes dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu Kelompok 1 (SW4 dan SB3), serta kelompok 2 (PT1).
Staphylococcus aureus is any of the bacteria the causes of infection on the skin.The multiresistensi s.aureus on the use of antibiotics, encourage the attempt to get new antibiotic. Antibiotic compounds can be produced by the actinomycetes , bacteria , and fungi.Actinomycetes is one type of microorganisms very important as producer active compound. This study aims to determine of potential isolates actinomycetes by Multiplex Polymerase Chain Reaction (PCR) analysis of Non Ribosomal Peptide Synthetase (NRPS) and Polyketide Synthetase (PKS) gene.NRPS and PKS gene amplification was conducted using multiplex PCR method. The results of subsequent PCR identified the existence of DNA by gel electrophoresis, amplicon have a diverse sizes. The data obtained were analyzed by the Unweighted Pair Group Method of Arithmatic Average (UPGMA) method of Molecular Evolutionary Genetic Analysis (MEGA) 6.0 programe. The smallest genetic distances towards the NRPS genes present on SW4 and PT1 with value of 20%, while the largest genetic distance found on SB3 and SW4 50% value, as well as SB3 and PT1 with value 50%..The smallest genetic distances towards the PKS gene present on SW4 and SB3 with value genetic distance 33,3%, while the largest genetic distance found on SW4 and PT1 with value 55,6%. The result of cluster analysis against the NRPS genes, isolates actinomycetes clumped into 2 groups, Group 1 (SW4 and PT 1) and Group 2 (SB3). The results of cluster analysis against the PKS genest, isolates actinomycetes clumped into 2 groups, Group 1 (SW4 and SB3), as well as Group 2 (PT1).
1364716975B1J010024KARAKTERISTIK MORFOLOGI RAMBUTAN (Nephelium lappaceum L) DI KABUPATEN MAJALENGKARambutan (Nephelium lappaceum L) merupakan tanaman buah hortikultura berupa pohon termasuk dalam familia Sapindaceae. Tanaman buah tropis ini diduga berasal dari Indonesia. Rambutan saat ini telah menyebar luas didaerah yang beriklim tropis seperti Filipina dan negara-negara Amerika Latin dan ditemukan pula di daratan yang mempunyai iklim sub-tropis.Indonesia yang menjadi sentra penanaman Rambutan adalah di Jawa khususnya yang sangat besar produksi buah Rambutan antara lain di Bekasi, Kuningan, Garut, Probolinggo, Lumajang dan di Malang. Rambutan dapat tumbuh subur pada dataran rendah dengan ketinggian antara 30-500 m dpl. Pada ketinggian dibawah 30 m dpl rambutan dapat tumbuh namun tidak begitu baik hasilnya.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui keragaman karakteristik rambutan yang terdapat di Majalengka dan mengetahui variasi morfologi rambutan yang terdapat di Majalengka. Metode yang digunakan yaitu metode survei dengan pengambilan sampel secara acak terpilih di wilayah Kabupaten Majalengka. Parameter yang diamati adalah karakter morfologi rambutan yang meliputi: batang, daun, bunga, buah dan biji. Data tumbuhan Rambutan yang diperoleh dianalisis secara deskriptif berdasarkan karakter masing-masing jenis.
Hasil penelitian yang didapat di Kabupaten Majalengka terdapat empat kultivar Rambutan yaitu Rambutan Rapiah, Rambutan Binjai, Rambutan Aceh Rambutan Sigelong dan keempat Rambutan tersebut mempunyai karakter yang berbeda-beda terutama Rambutan Rapiah mempunyai karakter yang paling khas di antara Rambutan yang lainya mempunyai rambut pendek bahkan seperti tidak memiliki rambut. Rasanya yang manis dan tekstur tidak berair, renyah, buah berwarna putih cream dan paling banyak di sukai warga Majalengka. Variasi morfologi yang membedakan dari keempat kultivar tersebut adalah warna rambut, warna kulit rambut, panjang rambut, dan rasa buah.




Rambutan (Nephelium lappaceum L) is a kind of fruit tree includ in the Family Sapindaceae, Originated from Indonesia. Until now, this has become widespread in tropical areas such as the Philippines and Latin America and is also found in land that has a sub-tropical climate. Java has become the center of rambutan plantation with very large production, such as in Bekasi, Kuningan, Garut, Probolinggo, Lumajang and Malang. Rambutan can grow in the lowland with an altitud between 30-500 m. At a height of below 30 m asl rambutan can be grown but not as good as on high land. The purpose of this study is to investigate the characteristics of rambutan in Majalengka and determine morphological variations of rambutan in Majalengka. The method used is survey with random sampling in the district of Majalengka. The Measurement parameters included morphological characters of: stems, leaves, flowers, fruits and seeds. The data were analyzed descriptively based on the character of each cultiva. The research results showed that in Majalengka, there are four rambutan cultivars namely N. lappaceum 'Rapiah', Rambutan 'Binjai', Rambutan 'Aceh', rambutan 'Sigelong', Rambutan' Rapiah 'has the most distinctive character among other Rambutan which have short hairs even like having no hair. The sweet taste and the texture is not watery, crunchy, white fruit cream and most preferred in Majalengka.
1364816958H1G011035STRUKTUR POPULASI IKAN LOU HAN (Cichlasoma trimaculatum, Gunther, 1987) DI WADUK SEMPOR KAB. KEBUMEN, JAWA TENGAHABSTRAK
Skripsi yang berjudul “Struktur populasi ikan lou han (Cichlasoma trimaculatum) di Waduk Sempor, Kebumen Jawa Tengah” bertujuan untuk Mengetahui struktur populasi ikan lou han yang meliputi sebaran ukuran panjang, pertumbuhan, faktor kondisi, rasio kelamin dan kondisi lingkungan hidup ikan lou han di Waduk Sempor Kebumen. Skripsi di lakukan dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampel di lalukan pada bulan Maret, Mei, dan Juli tahun 2016 sebanyak 6 stasiun dengan teknik purposive random sampling. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk tabel dan grafik. Hasil menunjukan bahwa struktur populasi ikan lou han berdasarkan hubungan panjang berat yang meliputi (pertumbuhan dan sebaran ukuran panjang) ikan lou han menunjukkan hasil yang berbeda pada setiap bulan, pada bulan Maret dan Mei Allometrik negatif, sedangkan bulan Juli Allometrik positif. Faktor kondisi ikan lou han menunjukkan bahwa ikan lou han jantan tergolong ikan yang bentuk badannya agak pipih, betina tergolong ikan yang pipih. Rasio kelamin ikan lou han yaitu jantan lebih banyak dibandingkan dengan betina. Kondisi perairan di Waduk Sempor Kebumen masih cukup baik untuk kelangsungan hidup ikan lou han.


ABSTRACT
A reseach, entitled “Population structure of lou han fish (Cichlasoma trimaculatum) in Sempor reservoir of Kebumen Central Java”, aimed to determine of population structure, especially distribution of length, growth, condition factor, sex ratio and environmental condition of lou han fish in Sempor reservoir. A survey method was applied to sample some speciments during March, May and July 2016 in 6 stations. The method of sampling practiced purposive random. Data were analyzed descriptively in table and graph. The result showed that population structure of fish was different during March and May. However, allometrik negative growth was found in March and May, while in July was positive. The condition factor of male and famale fish was similar. The sex ratio of fish revealed that females were more abundant than males. The water conditions in Sempor reservoir of Kebumen were suitable for lou han.
.
1364916959B1J010082PROPORSI LARVA Phytoseius sp. PASCA PELEPASN INDUKNYA BERDASARKAN WAKTU BERBEDA PADA BEBERAPA KLON TEH DI PTPN IX SEMUGIH PEMALANGBrevipapus phoenicis merupakan salah satu jenis hama pada tanaman teh (Camellia sinensis, L.). B. phoenicis ini dikendalikan secara biologis menggunakan tungau predator Phytoseius sp. Phytoseius sp. dikenal sebagai tungau predator yang sukses dalam menekan populasi tungau hama B. phoenicis. Keberlangsungan tungau predator Phytoseius sp. setelah dilepaskan di lapangan sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal seperti klon tanaman teh, suhu, kelembaban, dan curah hujan. Di lapangan, kestabilan proporsi predator ini ditandai dengan berkembangbiaknya tungau dan selanjutnya menghasilkan telur, selanjutnya berubah menjadi larva, dari larva berubah menjadi nimfa, dan terakhir menjadi dewasa. Proporsi larva yang dihasilkan sangat mempengaruhi dalam pengendalian hayati tungau hama B. phoenicis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proporsi larva tungau Phytoseius sp. berdasarkan waktu berbeda pada beberapa klon di PTPN IX Semugih Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Materi yang digunakan adalah tungau predator Phytoseius sp., tungau hama Brevipalpus phoenicis, pohon teh, mikroskop stereo, mikroskop binokuler, kamera digital, kantong plastik hitam, label, thermohigrometer dan altimeter. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan dasar Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 3 kali ulangan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil analisis yang menunjukkan beda nyata atau sangat berbeda nyata, dilanjutkan dengan uji Duncan pada tingkat kesalahan yang sama.Brevipalpus phoenicis is one of pest types on tea plant (Camellia sinensis, L.). The B. phoenicis is biologically controlled by Phytoseius sp. predatory mites. Phytoseius sp. is known as predatory mites that successfully suppress the B. phoenicis population. After being released in the field, sustainability of Phytoseius sp. predatory mites is influenced by external factors such as clones of tea, temperature, humidity, and rainfall. The proportion of predator stability in the field itself is characterized by the proliferation of mites which then produce eggs, then turn into larvae, then nymphs and finally become adults. The proportion of larvae which is produced greatly affects the control of larvae of B. phoenicis pest mites. The purpose of this study is to determine the proportion of Phytoseius sp. mites based on different time on some clones in PTPN IX Semugih Pemalang, Central Java. The materials that are used are Phytoseius sp. predatory mites, Brevipalpus phoenicis pest mites, tea plants, stereo microscope, binocular microscope, a digital camera, polybags, label, thermo-hygrometer and altimeter. Experimental method is implemented as research methodology with the basic of factorial randomized group design (RAK/Rancangan Acak Kelompok) with three repetitions. The data are analyzed by using variance analysis (ANOVA) at an error rate of 5%. The results of the analysis show the significant difference or very significant difference, followed by Duncan test at the same error rate.
1365016960F1D011057ORANG KUAT LOKAL DALAM POLITIK LOKAL TERKAIT WACANA PEMEKARAN PROVINSI CIREBONPenelitian ini dilakukan dengan tujuan 1) untuk mendeskripsikan bagaimana orang kuat lokal (local strongmen) muncul dan mendukung dalam wacana pemekaran Provinsi Cirebon; 2) untuk mendeskripsikan bagaimana peran dan tujuan Irianto MS Syafiuddin (Yance) sebagai orang kuat lokal dalam wacana pemekaran Provinsi Cirebon. Wacana pemekaran Provinsi Cirebon hanya dijadikan sebagai alat politik untuk kepentingan beberapa individu atau kelompok saja. Wacana pemekaran Provinsi Cirebon akan selalu muncul ketika akan dilaksanakan Pemilihan Gubernur Jawa Barat. Dari wacana ini, terdapat dua kepentingan yang berbeda. Kepentingan yang pertama adalah dari pihak Panitia Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C) yang memanfaatkan isu ini sebagai lahan bisnis. Sedangkan kepentingan yang kedua adalah dari pihak orang kuat lokal (strongmen) yang memanfaatkan wacana ini untuk memperoleh jabatan politik di Provinsi Cirebon nantinya.















Kata kunci: Wacana pemekaran Provinsi Cirebon, Panitia Pembentukan Provinsi Cirebon (P3C), Orang kuat lokal (local strongmen).
This research is conducting with the aim to describe how the local strongmen appeared and support in the discourse Provinces Cirebon and also to describe how the role and purpose Irianto MS Syafiuddin (Yance) as local strongmen in the discourse of Provinces Cirebon. Discourse of Provinces Cirebon only be uses as a political tool for the interests of some individuals or groups only. Discourse Provinces Cirebon will always appear when it will be held the election of Governor of West Java. From this discourse, there are two different interests. The first is the importance of the Committee for the Establishment of Provincial Cirebon (P3C) who use this issue as a business area. While the second is interest on the part of local strongmen (local strongmen) who take advantage of this discourse to obtain political office in the province of Cirebon later.























Keyword: Discourse of Provinces Cirebon, Cirebon Province Establishment Committee (P3C), Local strongmen.
1365117024G1B012009PENGARUH FAKTOR PERSEPSI TENTANG IKLIM KESELAMATAN
TERHADAP PERILAKU AMAN PADA PEKERJA BAGIAN PRODUKSI
DI PT. BRIDGESTONE TIRE INDONESIA BEKASI PLANT
Latar belakang: PT. Bridgestone Tire Indonesia Bekasi Plant (BSINb) adalah salah satu perusahaan yang bergerak dalam pembuatan ban. Dalam kegiatan produksi perusahaan harus memperhatikan sistem keselamatan kerja. Salah satu pendekatan untuk mencapai keselamatan yaitu Iklim Keselamatan yang merupakan persepsi pekerja terhadap kebijakan, prosedur, dan pelaksanaan yang berhubungan dengan keselamatan di tempat kerja.
Metode: Penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan kuantitatif dan desain studi cross sectional. Survei mengenai faktor persepsi tentang iklim keselamatan terhadap perilaku aman menggunakan kuesioner skala Likert 1-4 dan lembar check list kepada 98 pekerja bagian produksi di PT. BSINb. Analisis data yang digunakan yaitu uji Rank Spearman dan uji Regresi Linier Berganda.
Hasil Penelitian: Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa persepsi tentang praktek keselamatan berpengaruh terhadap perilaku aman dengan nilai p value 0,001.
Simpulan: Faktor persepsi tentang iklim keselamatan yang mempengaruhi perilaku aman yaitu persepsi tentang praktek keselamatan.
Saran:Perlu dilakukan penelitian lanjut mengenai faktor-faktor mengenai iklim Keselamatan dan faktor lain seperti pengetahuan, sikap, pendidikan, umur, masa kerja, pendidikan, dan peraturan keselamatan untuk mempengaruhi perilaku aman pada pekerja.
Background: PT. Bridgestone Tire Indonesia Bekasi Plant (BSINb) is one of the
companies engaged in the manufacture of tires. Production activities of company
should pay attention about safety system. One of approachment to achieving safety,
named Safety Climate is the perception of workers with policies, procedures, and
implementation related to safety in the workplace.
Methods: Observational study with a quantitative approach and cross-sectional
study design are used in this study. The perception of safety climate to safe behavior
survey is using a 1-4 Likert scale of questionnaire and a check list sheets to 98 of
production workers at PT. BSINb. Data analysis used Rank Spearman test and
regresion linear test.
Results: The results of multivariate test was showed that the perceptions about
safety practices was impacted to safety behaviour with p value 0.001.
Conclusion: Factors perceptions of safety climate that influence safe behavior is
the perception of safety practices.
Suggestion: More research about safety climate’s factors and another factors such
as knowledge, attitudes, education, age, years of service, and safety regulation that
impacted to safety behaviour of workers.
1365216961C1C012057PENGARUH SIFAT MACHIAVELLIAN, PERKEMBANGAN MORAL DAN ANGGARAN WAKTU TERHADAP PERILAKU AUDIT DISFUNGSIONALPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh sifat machiavellian, perkembangan moral dan anggaran waktu terhadap perilaku audit disfungsional.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah Auditor yang bekerja pada KAP yang terdaftar di Yogyakarta. Pemilihan sampel dengan metode Pusposive Sampling, dengan jumlah responden 38 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data yaitu membagikan kuesioner kepada para auditor di tiap KAP. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian membuktikan bahwa sifat machiavellian, perkembangan moral dan anggaran waktu masing masing mempunyai pengaruh terhadap perilaku audit disfungsional. Hasil pengujian Adjusted R square menunjukkan bahwa pengaruh sifat machiavellian, perkembangan moral dan anggaran waktu terhadap perilaku audit disfungsional sebesar 69% sedangkan 31% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Keterbatasan dalam penelitian ini adalah sedikitnya jumlah responden yang bersedia berkontribusi
This research aimed to analyze the influence of the Machiavellianism, moral development and budget time pressure toward dysfunctional audit behavior.
The type of this research is a quantitative research with survey method. The population in this study is the auditor who worked on audit firm listed in Yogyakarta. Selection of the sample with pusposive sampling method, the number of respondents are 38. The data used in this study of primary data. Data collection techniques are handed out questionnaires to the auditors in each of audit firm. The analytical method is multiple linear regression analysis.
The research proves that the Machiavellianism, moral development and time budget pressure has an influence to dysfunctional audit behavior. Adjusted R-square test results showed that the influence of the Machiavellian nature, moral development and budget time to dysfunctional audit behavior by 69% while 31% can be explained by other variables not examined. Limitations of this study is the small number of respondents who are willing to contribute.
1365316966C1C012065PENGARUH PERSEPSI KEGUNAAN, PERSEPSI KEMUDAHAN, KECEPATAN DAN SIKAP PEGAWAI IAIN PURWOKERTO TERHADAP PENGGUNAAN E-FILING DALAM PELAPORAN PAJAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh persepsi kegunaan terhadap minat penggunaan e-filing, pengaruh persepsi kemudahan terhadap minat penggunaan e-filing, pengaruh kecepatan terhadap minat penggunaan e-filing, serta sikap terhadap minat penggunaan e-filing.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pegawai civitas akademik IAIN Purwokerto yang terdiri dari dosen dan para karyawan. Pemilihan sampel dengan metode Simple Random Sampling, dengan jumlah responden 58 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data primer. Teknik pengumpulan data yaitu menyebarkan kuesioner kepada seluruh pegawai civitas akademik IAIN Purwokerto yang terdiri dari dosen dan para karyawan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda.
Hasil penelitian membuktikan bahwa persepsi kegunaan berpengaruh positif signifikan terhadap minat penggunaan e-filing, persepsi kemudahan berpengaruh positif signifikan terhadap minat penggunaan e-filing, kecepatan tidak berpengaruh terhadap minat penggunaan e-filing, serta sikap berpengaruh positif signifikan terhadap minat penggunaan e-filing. Hasil pengujian Adjusted R square menunjukkan bahwa pengaruh persepsi kegunaan, persepsi kemudahan, kecepatan, dan sikap terhadap minat penggunaan e-filing pegawai IAIN dalam pelaporan pajak sebesar 66,2% sedangkan 33,8% dapat dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Keterbatasan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode survei tanpa dilengkapi dengan wawancara secara langsung dengan responden.
The aim of this research is to examine the influence of perceived usefulness, perceived ease of use, perceived of speed, and attitude toward usage of e-filing.
Type of this research is quantitative methods. The population in this research are all employees of IAIN Purwokerto which consist of lecturers and workers. Method of sampling technique used on this research is simple random sampling with the amount of samples was 58 respondents. The data used in this research is primary data. In this research, data collection techniques are distributing questionnaires to all employees of IAIN Purwokerto which consist of lecturers and workers. The analysis technique is multiple linear regression analysis.
The result of this research showed that the variable of perceived usefulness and perceived ease of use, and attitude have significant positive influence on usage of e-filing, whereas perceived of speed does not have influence on usage of e-filing. The result of adjusted R square showed that the influence of perceived usefulness, perceived ease of use, perceived of speed, and attitude toward desirability of using e-filing clerks in the tax reporting IAIN Purwokerto is 66,2% whereas the remaining 33,8% can be explained by other factors not examined in this research. Limitations in this research is using survey method without interviews with respondents.
1365416967F1A011019KOMUNITAS HEARTCORNER COLLECTIVE PURWOKERTO SEBAGAI WADAH GERAKAN SOSIAL BARU DI PURWOKERTOLahirnya gerakan sosial baru, menandakan adanya paradigma baru tentang aksi kolektif. Dimana gerakan sosial baru menjadi sebuah model alternative dalam membangun kebudayaan dan masyarakat, serta sebuah kesadaran diri yang baru dari komunitas-komunitas tentang massa depan mereka. Perkembangan gerakan sosial ini dengan ditandai adanya pergegeseran orientasi atau menemukan cara baru untuk menyampaiakan aspirasi, untuk mendapatkan suatu perubahan yang lebih baik, gerakan sosial kini memiliki sifat yang lebih plural dan menggunakan metode yang variatif. Tumbuh berkembangnya gerakan sosial baru ini menyebar ke komunitas-komunitas gerakan di hampir seluruh penjuru dunia. Salah satunya Komunitas Heartcorner Collectife Purwokerto.
Penelitian ini yang berjudul “Komunitas Heartcorner Collective Purwokerto sebagai Wadah Gerakan Sosial Baru di Purwokerto”. Fokus dalam penelitian ini bermaksud untuk melihat bagaimana upaya Komunitas Heartcorner Collective Purwokerto dalam membangun dan memperluas gerakan sosial baru di Purwokerto. Ditinjau dari ide dan gagasan serta tindakan yang dilakukan Komunitas Heartcorner Collective Purwokerto dalam mewadahi gerakan sosial baru di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian ini bertujuan memahami dan menganalisis model gerakan Komunitas Heartcorner Collective Purwokerto dalam menyebarkan ide dan gagasan serta tindakan yang dilakukan dalam mewadahi gerakan sosial baru di Purwokerto.
Hasil penelitian ini melihat bahwa dalam membangun wadah gerakan sosial baru di Purwokerto. Komunitas Heartcorner Collective Purwokerto memiliki ide dan gagasan dimana komunitas menekankan kegiatan kreatif dan karya kreatif pemuda dan mahasiswa di Purwokerto. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk upaya dalam menjaring berbagai lembaga, pemuda dan mahasiswa dalam membangun gerakan sosial baru di Purwokerto. Hasil penelitian ini juga, melihat tindakan Komunitas Heartcorner Collective Purwokerto dalam membangun wadah gerakan sosial baru di Purwokerto. Tindakan yang dilakukan Komunitas Heartcorner Collective Purwokerto menunjukan adanya kegiatan yang lebih cair serta kegiatan-kegiatan yang menekankan pada kegiatan kreatif. Dijelaskan beberapa kegiatan seperti Record Store Day, Food Not Boms, Panggung Solidaritas, Website, Diskusi Budaya Populer yang merupakan kegiatan Komunitas Heartcorner Collective Purwokerto. Sehingga dengan kegiatan tersebut, maka lebih memudahkan dalam menjaring lembaga, pemuda dan mahasiswa dalam membangun wadah gerakan sosial baru di Purwokerto.
Kata Kunci :
The birth of a new social movement, indicate a new paradigm of collective action. Where the new social movement becomes an alternative model to builds the culture and society, as well as a new self-awareness from the communities about their future. The development of this social movement characterize by an orientation shift or find a new way to deliver the aspiration, to get a better change, the new social movement has more pluralistic nature and using varied methods. The development of this new social movement has spread to the communities of movement in almost all over the world. One of that is Heartcorner Collectife community in Purwokerto.
This research, entitled “Purwokerto’s Heartcorner Collective community as a place for new social movement in Purwokerto”. The focus of this research is to see how the Purwokerto’s Heartcorner Collective community can build and expand the new social movement in Purwokerto. Judging from the idea and the action which taken by the Purwokerto’s Heartcorner Collective community in accommodate the new social movement in Purwokerto. This research is using a qualitative method with qualitative descriptive approach. The purpose of this research are to understood and analyses the model of Purwokerto’s Heartcorner Collective community action on spread the idea and action in order to accommodate the new social movement in Purwokerto.
The result of this research showed that in order to build the place for new social movement in Purwokerto, Purwokerto’s Heartcorner Collective has an idea where they emphasized the creative activity and youth creative product and the college student in Purwokerto. It was an attempt to encompass a wide range of institutions, youth and students college into building the new social movements in Purwokerto. The result of this research also focused on the community action in order to accommodate the new social movement in Purwokerto. The action, in fact, showed that there was more fluid action which focused on the creative activity. Those activities such as Record Store Day, Food Not Boms, Solidarity Stage, Website, Popular Culture Discussion which a part of the Purwokerto’s Heartcorner Collective Community. And because of those activities, it will be ease the proses of encompass the institution, youth and the college student to build the new social movement in Purwokerto.
Keyword : Social Movement, New Social Movemev, Comunity
1365516932G1D012016PENGARUH PERMAINAN MONOPOLI KREATIF, INOVATIF, AKTIF (KIA) TENTANG JAJANAN SEHAT TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KESEHATAN PADA ANAK SEKOLAH DASARLatar Belakang: Kebiasaan jajan sembarangan pada anak sudah menjadi kebiasaan umum dan sulit dihilangkan. Kurangnya pengetahuan anak terhadap jajanan sehat menjadi salah satu faktor anak lebih menyukai jajan sembarangan. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi konsumsi jajan sembarangan adalah pemberian edukasi mengenai jajanan sehat. Permainan monopoli KIA (Kreatif, Inovatif, Aktif) dapat dilakukan sebagai media bermain anak sambil belajar untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh permainan monopoli KIA tentang jajanan sehat terhadap skor pengetahuan, sikap, dan perilaku anak sekolah dasar.
Metode: Desain penelitian non randomized pretest-posttest with control group design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah responden sebanyak 56 orang (28 kelompok perlakuan & 28 kelompok kontrol). Analisa data menggunakan uji Paired t-test dan Wilcoxon.
Hasil: Hasil uji analisis menunjukkan pemberian edukasi melalui monopoli KIA berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan anak. Terdapat perbedaan bermakna pada kelompok perlakuan dengan p value pada pengetahuan dan perilaku p= 0,000 (p < 0,05), sedangkan pada sikap p= 0,030 (p < 0,05).
Kesimpulan: Permainan monopoli KIA terbukti berpengaruh terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku kesehatan anak.
Background: The habit of eating carelessly among primary school children has become a common practice and is difficult to be removed. The lack of children knowledge towards healthy snacks is one factor of children to consume snack carelessly. One way that can be used to reduce the consumption of snack carelessly is the provision of education about healthy snacks. KIA (Creative, Inovative, Active) monopoly game can be used as children playing and learning media to improve health knowledge, attitude and behavior.
Objective: To determine the effect of KIA monopoly game about healthy snack on score of knowledge, attitude and behavior of primary school children.
Method: This research used non-randomized pretest-posttest with control group design. The sampling technique used purposive sampling. The sample size was 56 people (28 in the treatment group & 28 in the control group). Data were analyzed using Paired-t-test and Wilcoxon test.
Result: The result of the analysis indicated that the provision of education through KIA monopoly can influence health knowledge, attitude and behavior of children. There was a significant difference in the treatment group on knowledge and behavior with p value = 0.000 (p < 0.05), while on the attitude was p= 0.030 (p < 0.05).
Conclusion: KIA monopoly game proven impact on health knowledge, attitude and behavior of children.
1365616981B1J012189PENGARUH MEDIA TANAM DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN SAWI PAKCOY (Brassica chinensis L.)
Sawi pakcoy (Brassica chinensis L.) merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomis dan gizi yang tinggi. Rendahnya budidaya tanaman sawi pakcoy menyebabkan kurang terpenuhinya kebutuhan sawi pakcoy di pasaran. Oleh karena itu, budidaya sawi pakcoy dapat dijadikan usaha untuk memenuhi kebutuhan sayuran baik lokal, nasional bahkan internasional. Hal ini tentu dapat dijadikan sebagai peluang bisnis karena permintaan pasarnya cukup tinggi. Untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi kita perlu memperbaiki teknik budidaya. Pemilihan media dan pupuk yang tepat sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan sawi pakcoy agar dapat memberikan hasil yang maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media tanam dan konsentrasi pupuk organik cair serta mengetahui konsentrasi pupuk organik cair dan media tanam yang paling baik terhadap pertumbuhan sawi pakcoy.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimental dengan menggunakan rancangan petak terbagi (split plot). Main plotnya adalah komposisi media tanam yang terdiri dari 2 jenis yaitu A (tanah dan pasir) dan B (tanah dan arang sekam). Sub plotnya adalah konsentrasi pupuk nasa yang terdiri dari 4 perlakuan : 0 ml.l-1, 2 ml.l-1, 4 ml.l-1 dan 6 ml.l-1. Perlakuan diulang 5 kali sehingga diperoleh 40 unit tanaman uji. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, dan bobot basah sawi pakcoy. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis Ragam atau Uji F pada tingkat kepercayaan 95% dan 99%, perlakuan berpengaruh nyata sehingga dilanjutkan dengan uji BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam dan konsentrasi pupuk cair mampu memacu pertumbuhan tanaman sawi. Kombinasi media tanah dan pasir dengan pupuk cair konsentrasi 6 ml.l-l dapat meningkatkan bobot basah tanaman, sedangkan secara mandiri media tanam dan konsentrasi POC dapat memacu tinggi tanaman dan jumlah daun sawi pakcoy.
Pakcoy mustard (Brassica chinensis L.) is a plant that has economic value and high nutrition. The low cultivation of mustard plants pakcoy cause less fulfillment pakcoy mustard on the market. Therefore, the cultivation of mustard pakcoy can be used as a business to meet the needs of vegetables at local, national and even international. It certainly can be used as a business opportunity because the market demand is quite high. To meet the high market demand we need to improve cultivation techniques. Selection of appropriate media and fertilizers greatly affect the growth of mustard pakcoy in order to provide maximum yield. The purpose of this study was to determine the effect of planting medium and the concentration of liquid organic fertilizer and determine the concentration of organic fertilizer and liquid media best planting to growth pakcoy mustard.
The research method was experimentally split plot design pattern. The main plot was a composition of growth media consists of two types, namely A (soil and sand) and B (soil and husk). Sub plot is the concentration of fertilizer nasa consisting of four treatments: 0 ml.l-1, 2 ml.l-1, 4 ml.l-1 dan 6 ml.l-1. The treatment was repeated 5 times in order to obtain 40 units of the test plants. Parameters measured were plant height, leaf number and fresh weight pakcoy mustard. Data were analyzed using analysis of Variety or F test at a rate of 95% and 99%, so the real effect of treatment followed by HSD test. The results showed that growing media and concentrated liquid fertilizer to spur the growth of mustard. Media combinations of soil and sand with a liquid fertilizer concentrations of 6 ml.l-1 can increase the weight of the wet plant, while independently growing media and concentrations of POC could spur plant height and number of leaves of mustard pakcoy.
1365716915H1K011046PENGARUH WAKTU EKSPOS TERHADAP MORFOMETRI TIRAM Saccostrea cucullata DI PERAIRAN PANTAI TIMUR PULAU NUSAKAMBANGANPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui morfometri dan hubungan morfometri tiram S. cucullata dengan lama waktu ekspos di perairan pantai timur Pulau Nusakambangan. Penelitian dilakukan pada bulan Juni 2016 di perairan pantai Timur Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah di lanjutkan analisis di laboratorium. Metode penelitian adalah survei, sedangkan rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan tiga perlakuan dan lima kali ulangan. Perlakuan waktu ekpos yaitu (A) 0 jam, (B) 3-5 jam, dan (C) 8-10 jam. Tiram kemudian dibersihkan dan diukur morfometrinya (panjang, lebar, tebal, berat total, dan berat daging) menggunakan jangka sorong dan timbangan digital. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa ukuran morfometri tiram S. cucullata tertinggi terdapat pada tiram dengan waktu ekspos 0 jam atau terendam dan terdapat hubungan moderat hingga sangat kuat antara morfometri tiram S.cucullata dengan lama waktu ekspos. Semakin tinggi waktu ekspos maka morfometri tiram S.cucullata semakin rendah.This research was conducted in order to determine the morphometry and the relationship between the morphometry of S. cucullata with exposed time in the east coast waters of Nusakambangan island. The research was conducted in June 2016 in in the east coast waters of Nusakambangan, Cilacap, Central Java continue with the analysis in the laboratory. The research method is survey, whereas the experimental design used was a randomized block design with three treatments and five replications. The treatments of exposed time were (A) 0 hour, (B) 3-5 hours, (C) 8-10 hours. The oysters then cleaned and its morphometry(length, width, thickness, total weight, and meat weight) measured using calipers and digital scales. Based on the results that the morphometry size of the oysters S. cucullata highest in the oyster with 0 hour exposed time or submerged and there was a moderate to very strong correlation between S.cucullata oysters morphometry with exposed time. The higher the exposed time, lower the morphometry of S.cucullata.
1365816968C1J012040ANALYSIS OF EFFECT OF WAGES, INFLATION, DOMESTIC INVESTMENT AND FOREIGN INVESTMENT TOWARD UNEMPLOYMENT AT CENTRAL JAVA IN 1991-2014 PERIODPengangguran merupakan salah satu dari masalah ekonomi dan berkelanjutan di negara berkembang. Tingkat pengangguran di Jawa Tengah dari 1991 hingga 2014 cenderung berfluktuasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat upah, inflasi, investasi dalam negeri dan investasi asing terhadap tingkat pengangguran di Jawa Tengah pada tahun 1991 hingga 2014 dan menganalisis perkembangan trend pengangguran di Jawa Tengah pada tahun selanjutnya.
Penelitian ini menggunakan data sekunder times series dari tahun 1991-2014 dan menggunakan analisis regresi linear berganda dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dan menggunakan uji asumsi klasik. Pengujian parsial menggunakan uji t statistik dan pengujian simultan menggunakan uji F-Statistik. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan aplikasi komputer program Eviews 6.0 dan SPSS 16.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat upah memiliki korelasi positif dan berpengaruh yang signifikan terhadap pengangguran di Jawa Tengah periode 1991-2014, ini berarti bahwa semakin tinggi upah maka semakin besar tingkat pengangguran juga. Sementara inflasi, investasi dalam negeri dan investasi asing tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengangguran di Jawa Tengah periode 1991-2014. Variabel yang paling berpengaruh terhadap pengangguran dalam penelitian ini adalah upah, dengan koefisien sebesar 0.327399. Hasil trend pengangguran pada tahun 2015-2017 menunjukkan trend negatif atau menurun. Hal ini di dukung oleh membaiknya perekonomian dan faktor indikator ekonomi lain yang tidak termasuk didalam penelitian.
Unemployment is one of the economic issues and sustainable in developing countries. The unemployment rate in Central Java from 1991 to 2001 tended to fluctuate. This research aims to analyze the effect of wage, inflation, domestic investment and foreign investment toward unemployment rate at Central Java in 1991 until 2014 and to analyze the trend of unemployment in the next year at Central Java.
This study uses secondary data times series from 1991-2014 and using multiple linear regression analysis with the method of Ordinary Least Square (OLS) and a classic assumption test. Partial testing using t- test statistic and simultaneous testing using the F-test statistics. The analysis undertaken in this research to use computer applications programs SPSS 16.0 6.0 and Eviews.
The results showed that the wage rate has positive correlation and significantly affect unemployment, this mean that the higher wages then the greater the unemployment rate also. meanwhile inflation, domestic investment and foreign investment does not significantly influence unemployment in Central Java period 1991-2014. The most influential variables toward unemployment in this research is wages, with a large coefficient 0.327399. Development Trends of Central Java 2015-2017 period is decreasing or has a negative trend. This is likely because the improving economy in Central Java, so that labor force is absorbed more than ever.
1365916977C1A012086FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEPUTUSAN NASABAH DALAM MEMILIH SIMPANAN DANANYA BERUPA DEPOSITO BERJANGKA PADA PD. BPR BKK KEBUMENPenelitian ini menganalisis pengaruh suku bunga deposito, fasilitas pelayanan, keamanan deposito berjangka dan promosi terhadap keputusan nasabah memilih simpanan dananya berupa deposito berjangka pada PD BPR BKK Kebumen. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh variabel suku bunga deposito berjangka, fasilitas pelayanan, keamanan deposito berjangka dan promosi secara parsial, bersama-sama dan paling berpengaruh terhadap keputusan nasabah memilih simpanan dananya berupa deposito berjangka di PD BPR BKK Kebumen. Penelitian ini menggunakan data primer. metode yang digunakan seperti uji reliabilitas, validitas, uji asumsi klasik, uji regresi linier berganda dan elastisitas. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa suku bunga deposito, fasilitas pelayanan, keamanan deposito berjangka dan promosi secara signifikan mempengaruhi keputusan nasabah dalam memilih simpanan dananya berupa deposito berjangka pada PD BPR BKK Kebumen. Koefisien determinasi sebesar 0,721, artinya bahwa variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjelaskan 72,1 persen keputusan nasabah memilih deposito. Sementara 27,9 persen dijelaskan oleh variabel di luar model penelitian. Hasil uji asumsi klasik, tidak ada model regresi terkena gejala multikolinieritas dan heteroskedastisitas. Variabel yang paling berpengaruh adalah promosi 0,263.This study analyzes the influence of interest rates on deposits, service facilities, security deposits and sale to the customer's decision choose to deposit funds in the form of time deposits in PD BPR BKK Kebumen. The purpose of this study to analyze the effect of variable interest rates on time deposits, service facilities, security deposits and sale partially together and the most influence on the decision of customers choose their fund deposits in the form of time deposits in PD BPR BKK Kebumen. This study uses primary data. methods used as test reliability, validity, classic assumption test, multiple linear regression, and elasticity. Regression analysis showed that the deposit rates, service facilities, security deposits and sale significantly influence customers' decisions in choosing a savings fund in the form of time deposits in PD BPR BKK Kebumen. The coefficient of determination of 0.721, meaning that the independent variables used in this study could explain 72.1 percent of the customer's decision choosing deposits. While 27.9 percent is explained by variables outside the research model. Classical assumption test results, there is no regression models they develop symptoms multicollinearity and heteroscedasticity. The most influential variable is the promotion of 0.263.
1366016978B1J012051KERAGAMAN ACTINOMYCETES PENGHASIL ANTIBAKTERI UNTUK Klebsiella pneumoniae, Salmonella typhi, DAN Vibrio sp. DENGAN METODE MULTIPLEX PCRActinomycetes merupakan kelompok bakteri Gram positif dengan kandungan GC yang tinggi. Bakteri ini berfilamen dan dikenal mampu menghasilkan berbagai produk metabolit termasuk antibiotik. Senyawa antibiotik yang dihasilkan actinomycetes disintesis oleh klaster gen Non Ribosomal Peptide Synthetase (NRPS) dan Polyketide synthases (PKS). Tujuan dari penelitian ini adalah memperoleh isolat actinomycetes dari berbagai sumber yang mampu menghambat bakteri Gram negatif patogen, yaitu Klebsiella pneumoniae, Salmonella typhi, dan Vibrio sp. dan mengetahui keragamannya berdasarkan keragaman gen NRPS dan PKS dengan metode multiplex Polimerase Chain Reaction (PCR).
Penelitian ini dilakukan menggunakan metode survei. Penelitian ini diawali dengan melakukan isolasi actinomycetes dari sampel tanah limbah rumah sakit, tanah gua, pasir pantai, rumput laut, dan simbion rumput laut. Isolat yang mencirikan actinomycetes diuji daya penghambatanya terhadap bakteri Gram negatif patogen. Isolat yang memiliki kemampuan menghambat bakteri patogen kemudian dilakukan isolasi DNA, dan amplifikasi gen NRPS dan PKS dengan metode multiplex PCR. Data hasil PCR dianalisis secara deskriptif, dan dilakukan analisis klaster dengan metode Unweighted-Pair Group Method with Arithmetic Means (UPGMA) menggunakan program Molecular Evolutionary Genetics Analysis (MEGA) untuk mengetahui keragaman genetiknya.
Sebanyak 15 isolat actinomycetes berhasil diisolasi dan sebanyak 3 isolat mampu menghambat K. pneumoniae (isolat SW4, SW5, SB3), 1 isolat mampu menghambat S. typhi (isolat PT1), dan 1 isolat mampu menghambat Vibrio sp. (isolat SW3). Nilai keragaman actinomycetes berdasarkan gen NRPS yaitu 0,776, sementara berdasarkan gen PKS, nilai keragamannya yaitu 0,820. Hasil analisis filogenetik berdasarkan gen NRPS, kelima isolat actinomycetes dapat dikelompokan menjadi 4 kelompok yaitu kelompok 1 (isolat PT1 dan SW5), kelompok 2 (isolat SW4), kelompok 3 (isolat SW3), dan kelompok 4 (isolat SB3), sementara berdasarkan gen PKS, actinomycetes dikelompokan menjadi 3 kelompok yaitu kelompok 1 (isolat PT1 dan SW5), kelompok 2 (isolat SW3), dan kelompok 3 (isolat SW4 dan SB3).
Actinomycetes are a group of Gram-positive bacteria with high GC content. These filamentous bacteria are known to produce various products of metabolites including antibiotics. Antibiotic compounds produced by actinomycetes are synthesized by Non Ribosomal Peptides Synthetase (NRPS) and Polyketide synthases (PKS) gene clusters. This study aims to obtain actinomycetes from various source that capable to inhibit Gram negative pathogen Klebsiella pneumoniae, Salmonella typhi, and Vibrio sp. and to know it’s diversity based on NRPS and PKS genes diversity by multiplex Polymerase Chain Reaction (PCR) method.
The study was carried out using survey method. This study began by isolating actinomycetes from samples. Actinomycetes isolates then tested against Gram-negative pathogens. Isolates that had the ability to inhibit the pathogenic bacteria then performed DNA isolation and multiplex PCR on the NRPS and PKS genes. PCR results data then analyzed descriptively, and then carried out cluster analysis with Unweighted Pair-Group Method with Arithmetic Means (UPGMA) method using Molecular Evolutionary Genetics Analysis (MEGA) software.
Isolation of actinomycetes has yielded 15 isolates, 3 isolates were able to inhibit K. pneumoniae (SW4, SW5, SB3), 1 isolate inhibit S. typhi (PT1), and 1 isolate was able to inhibit Vibrio sp. (SW3). Diversity value based on NRPS gene was 0,776, while based on PKS gene was 0,820.The result showed that the diversity of 5 actinomycetes isolates based on NRPS gene could be grouped into 4 groups: group 1 (PT1, SW5), group 2 (SW4), group 3 (SW3), group 4 (SB3), while based on PKS genes, the isolates could be grouped into 3 groups: group 1 (PT1, SW5), group 2 (SW3), group 3 (SW4, SB3).