Artikel Ilmiah : A1L012204 a.n. ANNISA DIFANI

Kembali Update Delete

NIMA1L012204
NamamhsANNISA DIFANI
Judul ArtikelEFEK FUMIGAN BEBERAPA JENIS EKSTRAK TANAMAN TERPILIH PENGHASIL SENYAWA VOLATIL TERHADAP KUMBANG
Callosobruchus chinensis (L)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui potensi dari beberapa jenis tanaman penghasil senyawa volatil sebagai fumigan terhadap serangga Callosobruchus chinensis dan mengetahui jenis penghasil senyawa volatil terbaik sebagai fumigan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Unsoed Purwokerto pada bulan Pebruari – Mei 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor dan 3 kali ulangan. Faktor pertama yaitu jenis tanaman penghasil senyawa volatil : P1 = daun pandan wangi, P2 = daun salam , P3 = daun serai wangi, P4 = daun selasih, dan P5 = daun nilam. Faktor kedua taraf konsentrasi : K1= 0 %, K2= 2,5% , dan K3= 5%, K4= 7,5% dan K5= 10 %. Total kombinasi perlakuan adalah 25 kombinasi dan diulang sebanyak 3 kali. Variabel yang diamati adalah mortalitas serangga dan penghambatan aktivitas makan serangga. Data dianalisis dengan cara uji F, apabila berbeda nyata dilanjutkan dengan DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil dari penelitian ini adalah 1) ekstrak tanaman pandan wangi, serai wangi, selasih, nilam, dan salam tidak berpotensi sebagai fumigan terhadap serangga C. chinensis, 2) Selasih merupakan jenis tanaman terbaik penghasil substansi senyawa volatil.


Abtrak (Bhs. Inggris)The goals of research were to 1) determine the potential any species of plants that producing volatile compounds as fumigant against green bean weevil, Callosobruchus chinensis and 2) determine the concentration of extracts that giving the best result of fumigant. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture Jenderal Soedirman University Purwokerto on February - May 2016. This research used Completely Randomized Design by using two factors. The first factor was the species of plants that producing volatile compounds: P1= Pandanus amaryllifolius, P2= Syzygium polyanthum, P3= Cymbopogon nardus, P4= Ocimum basillicum, P5=Pogostemon cablin. The second factor was the the level ofconcentrations: K1 = 0%, K2 = 2,5%, K3 = 5%, K4 =7,5%, and K5 = 10%. Total combined treatment was 25 combinations and each combination treatment was repeated 3 times. The measured variables were mortality of C. chinensis and inhibition of insect feeding activity. Data were analyzed by F test and continued by 5% DMRT (Duncan’s Multiple Range Test) if it significantly different. The results showed 1) extract of Pandanus amaryllifolius, Syzygium polyanthum, Cymbopogon nardus, Ocimum basillicum, and Pogostemon cablin did not have potential as a fumigant against insects C. chinensis2) Ocimum basilicum was the best plant as producer volatile.


Kata kunci fumigan, zat volatil, Callosobruchus chinensis
Pembimbing 1Dr. Ir. Rostaman M.Si.
Pembimbing 2Ir. Wiyantono M,Si.
Pembimbing 3Ir. Herminanto, SU, M.Agr.Sc.
Tahun2016
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2016-11-16 07:40:39.961626
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.