Home
Login.
Artikelilmiahs
16767
Update
JUMADI
NIM
Judul Artikel
TINGKAT KEAMANAN INVESTASI (INVESTMENT SAFETY) PADA USAHA PENGGEMUKAN SAPI POTONG RAKYAT DI KABUPATEN TEGAL
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Tingkat Keamanan Investasi (Investment Safety) pada Usaha Penggemukan Sapi Potong Rakyat Di Kabupaten Tegal”. Tujuan Penelitian ini adalah: 1). Mengidentifikasi kelayakan finansial usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tegal berdasarkan Net Present Value (NPV), Internal Rate Return (IRR) dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio) 2). Menganalisis kelayakan finansial usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tegal pada berbagai skema perubahan harga input dan output. Penelitian dilaksanakan di wilayah Kabupaten Tegal.Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei (Survey Method) terhadap peternak sapi potong. Sampel wilayah dipilih secara stratified randomsamplingsehingga terpilih 5 kecamatan dari 18 kecamatan yang ada di Kabupaten Tegal (Kecamatan Bumijawa, Kecamatan Bojong, Kecamatan Tarub, Kecamatan Kedungbanteng, dan Kecamatan Kramat). 100 responden (peternak) dipilih dengan metode Quota Sampling sebanyak 20 peternak dari masing-masing kecamatan.. Kelayakan investasi dinilai dari NPV, IRR, dan B/C ratio. Keamanan investasi dinilai dengan melihat pengaruh perubahan harga terhadap NPV, IRR, dan B / C ratio.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Secara finansial usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tegal layak untuk dilaksanakan.2). Kenaikan biaya pakan sampai dengan 25% dan atau penurunan harga jual sapi sampai dengan 4% dapat menyebabkan usaha penggemukan sapi potong di Kabupaten Tegal tidak layak dikembangkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The study entitled "Investment Safety of Fattening Beef Cattle Farming In Tegal District". The purposes of this study were: 1) identifying financial feasibility of fattening beef cattle farming in Tegal District based on Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR) and Net Benefit Cost Ratio (Net B / C Ratio) and 2) analyze the financial feasibility of fattening beef cattle farming on some schemes changes of input and output prices. The research was conducted using a survey method on beef cattle farmers. Sample of the 5 sub districtswere selected using stratified random sampling (Bumijawa, Bojong, Tarub, Kedungbanteng, and Kramat).100 respondents (farmers) were selected by the Quota sampling as many as 20 farmers from each selected sub district.Investment feasibility was assessed using NPV, IRR, and B / C ratio. The investment safety was valued by the influence of price changes to the NPV, IRR, and B / C ratio. The results showed that: 1) beef cattle farming in Tegal District was financially feasible 2) the increase in feed cost up to 25% or a decrease in selling price of cattle up to 4% may cause fattening beef cattle not eligible to be developed.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save