Artikel Ilmiah : E1A012332 a.n. MOHAMMAD HUSNI THAMRIN

Kembali Update Delete

NIME1A012332
NamamhsMOHAMMAD HUSNI THAMRIN
Judul ArtikelUPAYA PENCEGAHAN TINDAK PIDANA KORUPSI TERHADAP KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA (Study Kasus Fenomena "Cirebon Kota Tilang" Di Polres Cirebon)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Untuk membicarakan upaya pencegahan tindak pidana korupsi dalam ranah kepolisian dibidang oprasi tilang, yang perlu mendapat perhatian pula adalah mengapa terbentuknya sebuah stigma bahwa di sebuah daerah Jawa Barat, yaitu Cirebon mendapat sebuah cap buruk sebagai Kota Tilang serta faktor-faktor apa yang memekasa stigma itu muncul. Dalam penelitian ini permasalahan yang akan diungkap adalah Jenis tindak pidana korupsi apa yang cenderung terjadi dalam operasi tilang, Upaya apa yang dilakukan Polres Cirebon dalam mencegah upaya-upaya tindak pidana korupsi dalam operasi tilang serta Hambatan-hambatan apa yang terjadi dalam upaya pencegahan tindak pidana korupsi di bidang penilangan wilayah Polres Cirebon. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode pendekatan yuridis sosiologis (social legal approach). Penelitian ini menitikberatkan hukum sebagai pranata sosial yang secara riil dikaitkan dengan variable-variable sosial lain. Dalam hal ini hukum dipandang sebagai suatu fenomena sosial yang dalam interaksi tidak terlepas dari faktor-faktor non hukum. Penelitian yuridis sosiologis dengan pendekatan kualitatif yang lebih mengarah ke penelitian proses daripada produk, dan biasanya membatasi pada satu kasus. Dalam penelitian ini, peneliti akan terfokus pada peranan Polres Cirebon sebagai upaya pencegahan tindak pidana korupsi terhadap anggotanya. Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan (1) Dari beberapa jenis tindak pidana korupsi diatas yang dimungkinkan terjadi dalam oprasi tilang adalah tindak pidana korupsi penyuapan, kerakusan dan pemberian hadiah. Akan tetapi yang lebih sering terjadi adalah tindak pidana korupsi penyuapan. (2) upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah dapat berupa memberikan pembinaan kepada polantas polres cirebon dengan iming-iming sanki yang tegas bagi oknum yang kedapatan melakukan pemerasan atau penerimaan suap dari pelanggar lalu lintas, kemudian dapat dilakukannya swaping langsung ke tempat kejadian perkara dengan penyamaran kapolres atau wakapolres atau bagian provost yang menyamar menjadi pelanggar lalu lintas. (3) hambatan-hambatan yang diperoleh untuk mencegah tindak pidana korupsi tidak terjadi lagi dalam oprasi tilang dapat dirinci menjadi 2 faktor. Yang pertama faktor internal seperti SDM kepolisian yang lemah dan kurang profesional dalam bertugas. Yang kedua dari faktor eksternalnya seperti kesadaran hukum berlalu lintas masyarakat Cirebon yang kurang peka dan faktor-faktor kekerabatan.
Abtrak (Bhs. Inggris)To discuss efforts to prevent corruption in the realm of police in the field of oprasi ticket, which need attention also is why the formation of a stigma that in an area of ​​West Java, namely Cirebon got a bad seal as the City Tilang as well as what factors are compel stigma it appears , In this study the issues to be disclosed is the type of corruption what is likely to occur in the operation of a ticket, What efforts do Cirebon Police in preventing attempts of corruption in the operation of a ticket and the barriers of what is happening in efforts to prevent corruption in tilang region Cirebon Police. The method used in this research is using sociological juridical (legal social approach). This study emphasizes the law as a social institution in real terms associated with other social variables. In this case the law is regarded as a social phenomenon in the interaction can not be separated from non-legal factors. Sociological juridical research with qualitative approach that leads to the research process rather than product, and usually limited to one case. In this study, researchers will focus on the role of Cirebon Police as prevention of corruption against its members. The results were obtained conclusions (1) of some types of corruption on which is possible in oprasi ticket corruption is bribery, greed and gift-giving. But more often than corruption bribery. (2) preventive measures that can be done is that it can be provide guidance to the traffic cop Police Cirebon with the lure sanctions firm for persons who caught engaging in extortion or acceptance of bribes from traffic violators, then it can do swaping directly to the crime scene with Chief of Police incognito or Wakapolres or part provost disguised as traffic violators. (3) obstacles obtained to prevent corruption from happening again in oprasi speeding ticket can be broken down into two factors. The first internal factors such as the human Resources police are weak and less professional in charge. The second of external factors such as public awareness of traffic laws that are less sensitive Cirebon and factors of kinship.
Kata kunciUpaya Pencegahan, Tindak Pidana Korupsi, Kepolisian, Operasi Tilang
Pembimbing 1Prof. Dr. Hibnu Nugroho, S.H., M.H.
Pembimbing 2Dr. Budiyono, S.H., M.Hum.
Pembimbing 3Pranoto, S.H., M.H.
Tahun2016
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2016-11-14 18:43:16.920138
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.