Artikel Ilmiah : F1A012080 a.n. SITI HAMIDAH TRIANI

Kembali Update Delete

NIMF1A012080
NamamhsSITI HAMIDAH TRIANI
Judul ArtikelPENDIDIKAN KEMANDIRIAN PADA ANAK PENYANDANG DISABILITAS DI SLB ABCD KUNCUP MAS KECAMATAN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Anak dengan disabilitas adalah anak yang mengalami kendala baik secara fisik maupun mental yang menghambatnya untuk mandiri secara naluriah dan selalu bergantung kepada orang lain sehingga ia membutuhkan pendidikan kemandirian. SLB ABCD Kuncup Mas menerima murid dengan segala jenis disabilitas yaitu netra, rungu, daksa, dan grahita. Pendidikan kemandirian bagi anak disabilitas bertujuan agar anak dapat mandiri melakukan kegiatan sehari-harinya tanpa bantuan dari orang lain, dan juga untuk melatih keterampilannya agar ia dapat produktif dan berguna bagi dirinya sendiri, keluarga dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap konsep, praktek dan bentuk-bentuk pendidikan kemandirian yang diajarkan guru-guru kepada murid-murid dan untuk mengungkap kendala-kendala yang dihadapi guru dalam mengajar anak-anak disabilitas. Informan utama dalam penelitian ini adalah guru-guru serta murid-murid di SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Sedangkan informan pendukung sebagai sasaran validasinya adalah kepala sekolah, orang tua murid, dan alumni SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling dalam menentukan informannya. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Metode analisis pada penelitian ini berpedoman pada model analisis interaktif.
Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setiap anak dengan disabilitas membutuhkan pendidikan kemandirian untuk menunjang kehidupannya kelak. Pendidikan kemandirian untuk anak disabilitas netra adalah orientasi mobilitas, peta konsep, dan kesenian bermusik. Pendidikan kemandirian untuk anak disabilitas rungu wicara adalah bahasa isyarat, keterampilan, menari, memasak, bercocok tanam. Pendidikan kemandirian untuk anak disbailitas daksa adalah bina gerak, bina diri dan keterampilan. Sedangkan pendidikan untuk anak disabilitas grahita adalah bina diri dan memasak. Sekolah juga bekerjasama dengan beberapa perusahaan kecil yang dikelola oleh masyarakat Banyumas untuk memberikan pelatihan untuk murid disabilitas, dengan harapan murid-murid disabilitas dapat dipekerjakan setelah lulus dari sekolah, karena seperti yang kita ketahui orang dengan disabilitas lebih sulit diterima bekerja di lingkungan masyarakat umum dengan alasan keterbatasannya. Kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menyampaikan pendidikan kemandirian adalah ruang kelas dan tenaga pengajar yang terbatas, hambatan menyampaikan pendidikan pada anak disabilitas ganda, kurangnya motivasi dari orang tua, semangat belajar anak yang tidak stabil dan mudah kendor.


Kata kunci : pendidikan luar biasa, pendidikan kemandirian, anak dengan disabilitas.
Abtrak (Bhs. Inggris)Children with disability is a children who experiences barriers both physically and mentally prevented independent instinctively and is always dependent on others so that he needs the independence of education. SLB ABCD Kuncup Mas accept students with any kind of disability that is disability of sight, hearing disability, physical disability/ disabled, and mental disability. Education for disability independence aims so that the child can independently perform daily activities without the help of others, and also to train his soft skill so that he can be productive and useful for himself, family and community. The aims of this research are to reveal forms of independence education which are taught by teachers to their students and to reveal obstacles which are faced by teachers who teach children with disability. Main informants in this research are teachers and students with disability at SLB ABCD Kuncup Mas Banyumas. Meanwhile supporting informan asvalidation target are headmaster, parents, alumnus. It is a qualitative research with purposive sampling as informant selection method. To collect data, thisuse in depth interview and observation. Qualitative analysis method is interactiveanalysis model.
The conlusion of this research is every child with disability needs independence education to improve life. Independence education for blind children are mobility orientation, mindmap, and music. Independence education for mute chidren are symbols building, sounds and rhythm perception, skills, dancing, cooking, and planting. Independence education for disabled children are movement building, self building, and skills and independence education for mentally disabled children are self building and cooking. The school cooperates with some small companies which are managed by community of Banyumas to give training for cildren with disability with expectation they can get job after being graduated from school, because as we know people with disability are hard to get job. Constraints faced by teachers in delivering education independence are the number of classrooms and teachers are limited, barriers to education delivered in multiple disability children, lack of motivation of parents, children learn the spirit of unstable and easily loosened.

Keyword: education for disability, independence education, children with disability.
Kata kuncipendidikan luar biasa, pendidikan kemandirian, anak dengan disabilitas.
Pembimbing 1Drs. FX. Wardiyono, M.Si.
Pembimbing 2Drs. Dalhar Shodiq, M.Si.
Pembimbing 3Dr. Rili Windiasih, M.Si.
Tahun2016
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2016-11-14 22:29:12.779831
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.