Home
Login.
Artikelilmiahs
16588
Update
ETI NURJANAH
NIM
Judul Artikel
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG DAUN SUKUN (Artocarpus altilis) DALAM PAKAN TERHADAP WARNA KUNING TELUR DAN HAUGH UNIT TELUR PUYUH JEPANG (Coturnix-coturnix Japonica)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penambahan tepung daun sukun (Artocarpus altilitis) dalam pakan terhadap warna kuning telur (WKT) dan haugh unit (HU) telur puyuh dan menentukan level penambahan tepung daun sukun (Artocarpus altilitis) yang optimal terhadap WKT dan HU telur puyuh yang baik. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah puyuh betina umur 2 minggu yang berjumlah 100 ekor. Variabel yang diamati adalah warna kuning telur dan haugh unit telur. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang diteliti adalah level penambahan tepung daun sukun dalam pakan basal yang terdiri atas : S0 (tanpa penambahan tepung daun sukun), S1 (0,5 % tepung daun sukun), S2 (1 % tepung daun sukun), S3 (1,5 % tepung daun sukun) dan setiap perlakuan diulang 5 kali. Data dianalisis menggunakan analisis variansi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun sukun dalam ransum puyuh tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap WKT dan HU telur puyuh Jepang. Kesimpulan bahwa penambahan tepung daun sukun dalam ransum sampai dengan level penambahan 1,5% tidak memengaruhi warna kuning telur dan haugh unit telur puyuh Jepang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The purpose of the research was to know the effect of breadfruit leaf meal on egg yolk color (EYC) and haugh unit (HU) of quail egg and to determine the best level of breadfruit leaf meal (Artocarpus altilis) in feed. The materials used in this research were 100 Japanese quails which two-weeks old. The variable observed were EYC and HU. This research used Completely Randomized Design (RAL). The treatments were the levels of breadfruit leaf meal addition in basal feed, consisted of : S0 (basal feed without breadfruit leaf meal), an undergraduate degree (basal feed plus 0,5% breadfruit leaf meal), S2 (basal feed plus 1% breadfruit leaf meal ), S3 (basal feed plus 1,5% breadfruit leaf meal) and each treatment was of repeated five times. Data were analyzed using analysis by of variance. The results showed that the addition of breadfruit leaf meal in feed had no significant effect (P>0.05) on the EYC and HU eggs of japanese quail. It can be concluded that the 1,5% breadfruit leaf meal had no effect (P>0.05) on increase egg yolk color and haugh units of eggs Japanese quail.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save